Anda di halaman 1dari 2

Farmol_19 November 2013 ============================ Antibiotik golongan kinolon: ============================ mekanisme kerja: menghambat dna girase yg berperan dalam

replikasi sel>>replikas i tidak terjadi>>bakteri mati sifat: bakterisid kelebihan: harga khm rendah (potensi tinggi), bakterisid kuat, spektrum kerja luas, bekerja pada bakteri energi rendah, kemung kinan terbentuk mutan resisten jarang. 1. asam nalidiksat (1962): cikal bakal fluor kinolon, digunakan sebagai antisept ik saluran kemih, karena diekskresi cepat melalui urin, absorpsi di saluran cerna sedikit jd ga bs untuk mengobati infe ksi sistemik. 2. asam pipemidat: digunakan sbg antiseptik saluran kemih 3. fluorkinolon:klorfloksasin bekerja lebih lemah, tapi: dapat untuk menangani bakteri anaerob, aktif untuk gram +, aktif di lingkunga n asam (pH<6), membentuk khelat bersama ion logam (bisa menyebabkan interaksi obat>>menurunkan potensi antibiotik kar ena terikat dengan obat lain), dengan antibiotik inhibitor sintesis protein dan sintesis RNA bersifat antago nis, memperpanjang waktu regenerasi bakteri. kontra indikasi: kehamilan, menyusui, usia <16 tahun (krn bs menyebabkan gang guan pertumbuhan tulang dan sendi), penyakit ssp, alergi 4. siprofloksasin aktivitas: siprofloksasin>ofloksasin>enoksasin>pefloksasin 30-50% S.aureus peka terhadap siprofloksasin dan ofloksasin, tapi ada yg ga p eka: treponema. efek samping: artropati (gangguan sendi), saluran cerna, ssp dan perifer, kul it jadi peka cahaya, sistem hematopati: leukopenia agranulositosis, eosinofil, anemia, trombositopenia. ikatan protein plasma rendah, t1/2 lebih cepat, frekuensi pemberian lebih sering . %eliminasi untuk menentukan apakah dosis dinaikkan atau diturunkan. 5. nitrofurantoin (kemoterapetik) digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi saluran urin. bakteri mereduksi nitrofurantoin menjadi metabolit nitro. yang menyebabkan ke rusakan sel bakteri, mereduksi sistem enzim dan merusak dna bakteri. aktivitas antibakteri lebih tinggi pada urin asam. mewarnai urin jadi coklat, t1/2 20 menit, absorpsi baik, cepat diekskresi ke ginjal (40% unchanged) e.s: anoreksia, saluran cerna, nausea, dema, gangguan ssp/neuropathy kontraindikasi:anuria, insufisiensi ginjal, cc<40 mL/menit, kurang G-6PD, pen yakit SSP, hamil, menyusui, bayi 1 bulan, kombinasi dengan alkohol (konsentrasi meningkat karena eliminasi terganggu>>k adar di darah tinggi,toksisitas juga jadi naik) 6. tetrasiklin: spektrum luas, sebanding kloramfenikol (ribosom 50S), bakteriost atik mekanisme: menghambat sintesis protein, menghambat pengikatan aminoasil tRNA pada r30S.

resistensi alam: proteus, providencia, Ps. aeruginosa, Serratia marcescens resistensi krn adanya plasmid: peneterasi tetrasiklin menurun, kecepatan pnet rasi melalui pori 1/2 x dari yang peka dan secara difusi pasif melalui membran sitoplasma 1/2-1/5 kalinya. untuk klortetrasiklin, absorpsi oral rendah (25-30%) jadi diberi topikal.

Beri Nilai