Anda di halaman 1dari 11

TAHAPAN KULTUR JARINGAN

1. Pemilihan dan penyiapan

2. 3. 4.

5.

tanaman induk sumber eksplant Inisiasi kultur (culture establishment) Multiplikasi atau perbanyakan propagul Pemanjangan tunas, induksi, dan perkembangan akar Aklimatisasi ke lingkungan luar

1. Pemilihan dan Penyiapan Tanaman Induk Sumber Eksplant


Tanaman induk sumber eksplant jelas jenis, spesies, varietas, dan harus sehat serta bebas dari hama penyakit Setelah ditentukan tanaman tanaman induk yang merupakan sumber eksplant, kegiatan selanjutnya adalah mempersiapkan dan mengkondisikan tanaman induk agar eksplant yang digunakan tumbuh baik pada waktu dikulturrkan secara in vitro. Untuk mendapatkan eksplant yang lebih berkualitas, lingkungan tanaman induk diusahakan lebih bersih dan higienis.

Disamping

mengusahakan lingkungan tanaman yang lebih bersih dan higienis, pengubahan status tanaman induk sumber eksplant kadang-kadang perlu diperhatikan seperti manipulasi parameter cahaya, suhu dan zat perangsang tumbuh. Manipulasi tersebut bisa dilakukan dengan mengkondisikan tanaman induk dengan fotoperioditas dan temperatur tertentu untuk mengatasi dormansi serta penambahan ZPT untuk merangsang tumbuhnya mata tunas baru dan meningkatkan reksitivitas eksplant pada tahap inisiasi kultur.

2. Inisiasi Kultur (Culture Establishment)


Tujuan utama dari tahap ini adalah mengusahakan kultur yang aseptik dan aseknik. Untuk kultur yang bersih dari kontaminasi, eksplant harus disterilisasi. Sterilisasi merupakan upaya untuk menghilangkan kontaminan mikroorganisme yang menempel di permukaan eksplant. Penggunaan eksplant yang tepat merupakan hal penting yang juga harus diperhatikan pada tahap ini karena dapat berpengaruh terhadap keberhasilan kultur jaringan

Penggunaan eksplant harus memperhatikan

umur fisiologis dan umur ontogenik tanaman induk, serta ukuran eksplant. Eksplant dari jaringan yang masih muda secara fisiologis, umumnya lebih baih dari jaringan tanaman tua. Eksplant dari tanaman muda juga mempunyai daya regenerasi yang lebih tinggi daripada eksplant dari tanaman dewasa.

3. Multiplikasi atau Perbanyakan Propagul


Pada prinsipnya, tahap

ini bertujuan untuk mengadakan propagul atau bahan tanaman yang diperbanyak seperti tunas atau embrio, serta memeliharanya dalam keadaan tertentu sehingga sewaktuwaktu dapat dilanjutkan untuk tahap berikutnya.

Pada tahap ini pada tahap ini perbanyakan tunas

dirangsang (menggunakan hormon sitokinin), umumnya dengan mendorong percabangan tunas lateral atau pembentukan tunas adventif. Cara pemakaiannya, eksplant yang hidup dan tidak terkontaminasi (aseptik) dari tahap inisiasi kultur dipindahkan atau disubkulturkan ke media yang mengandung sitokinin. Propagul yang dihasilkan dalam jumlah berlipat disubkulturkan terus secara berulang-ulang sampai dicapai jumlah propagul yang diharapkan. Setelah itu , tunas mikro yang dihasilkan dapat diakarkan dan diaklimatisasi.

Sub kultur yang terlalu banyak dapat

menurunkan kualitas tunas, seperti terjadinya vitrifikasi dan aberasi genetik. Dua hal penting yang harus diperhatikan dalam tahap ini adalah ratio perbanyakan dan aberasi genetik. Ratio perbanyakan dapat dilihat dari jumlah tunas per eksplant. Namun perbanyakan yang terlalu tinggi akan beresiko tinggi untuk menghasilkan tanaman off-type dan terjadinya vitrifikasi.

Vitrifikasi adalah abnormalitas pada tanaman yang dikulturkan secara in vitro ditandai dengan kandungan air jaringan

terlalu tinggi, lemas, sukulensi , atau translucency.

4.

Pemanjangan Tunas, Induksi, dan Perkembangan Akar

Tunas-tunas yang dihasilkan pada tahap multiplikasi dipindahkan ke media lain untuk pemanjangan tunas, induksi dan

perkembangan akar. Keberhasilan tahap ini tergantung pada mutu tunas yang dihasilkan pada tahap sebelumnya.

5.Aklimatisasi Plantet Lingkungan Luar

ke

Aklimatisasi adalah pengkondisian plantet atau tunas mikro dipindahkan ke lingkungan di luar botol. Tahap ini, plantet atau tunas mikro dipindahkan ke lingkungan luar botol seperti rumah kaca, rumah plastik, atau screenhouse. Tahap ini merupakan tahap kritis karena kondisi iklim diluar botol sangat jauh berbeda dengan kondisi mikro di dalam botol