Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. PEGERTIAN PUASA

Menurut arti bahasa puasa berasal dari kata (arab) yang artinya menahan.

Sedangkan menurut istilah, puasa adalah menahan diri dari segala yang

membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamya matahari

dengan niat dan syarat-syarat tertentu dan waktu tertentu.

B. DALIL –DALIL TENTANG PUASA

1. Dalil Dari ِAl-Qur’an

- Surat Al-Baqarah ayat 183

          

               

 

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa

sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar

kamu bertakwa,

- Surat Al-Baqarah ayat 185

   

Artinya : Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di

bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.

2. dalil dari hadits

6
: ُ‫علَيْ ِه وَسَّلمَ َي ُق ْول‬
َ ُ‫س ْولَ الِ صَلّى ال‬
ُ َ‫س ِمعْتُ ر‬
َ :َ‫ضىَ الُ عَ ْن ُهمَا قَال‬
ِ َ‫ع َمرَ ر‬
ُ ِ‫وَعَنْ ابْن‬

‫َقق‬
ٌ ‫ مُ ّتف‬. ‫َهق‬
ُ ‫ُمق فَاقْ ُد ُروْا ل‬
ْ ‫علَ ْيك‬
َ ّ‫ِنق غُم‬
ْ ‫ فَا‬.‫ْهق فَ َأ ْفطِ ُروْا‬
ُ ‫ وَ إِذَا َرأَيْ ُت ُمو‬.‫َصق ْو ُموْهَا‬
ُ ‫ْهق ف‬
ُ ‫إِذَا َرأَيْ ُتمُو‬

.َ‫ فَا ْكمُِلوْا العِدّةَ ثَلَثِيْن‬: ‫ وَلِلْ ُبخَارِى‬.َ‫غ ِمىَ عَلَ ْيكُمْ فَاقْ ُد ُروْا َلهُ َثلَثِيْن‬
ْ ُ‫ وَ ِل ُمسْ ِلمٍ أ‬.ِ‫عَلَ ْيه‬

Artinya : Dari Ibnu Umar R.a berkata : saya mendengar Rasulullah SAW

bersabda : “Apabila kalian melihat awal bulan (ramadhan)

hendaklah kalian berpuasa, dan apabila kalian melihat awal bulan

(syawal) hendaklah kalian berbuka, dan apabila mendung atas

kalian, hendaklah kalian ukur (hitung)” Muttafaq alaih. Dan dalam

riwayat Muslim : “Apabila mendung atas kalian, maka kira-

kirakanlah bulan itu 30 hari”.(Terjemah Kitab Bulughul Murom

Halaman 235-236)

ُ‫ت النّ ِبىّ صَلّى ال‬


ُ ْ‫للَ فَ َاخْبَر‬
َ ِ‫س اله‬
ُ ‫ تَرَائَ النّا‬:َ‫ضىَ الُ عَ ْنهُمَا قَال‬
ِ َ‫ع َمرَ ر‬
ُ ِ‫ن ابْ ن‬
ْ َ‫وَع‬

ُ‫حه‬
َ ّ‫صح‬
ّ َ‫ َروَا خُ اَ ُبوْ دَاوُ ُد و‬.ِ‫س بِ صِيَا ِمه‬
َ ‫ فَ صَامَ َوَامَرَ النّا‬.ُ‫ إِنّى َراَيْتُ ه‬: َ‫عَلَيْ ِه وَ سَّلمَ َفقَال‬

.َ‫ن حِبّان‬
ُ ْ‫الحَاكِمُ وَاب‬

Artinya : “Dari Ibnu Umar R.a berkata : “hai orang-orang yang

memperhatikan terbitnya hilal (awal bulan), lalu saya beri tahukan

kepada nabi SAW, bahwa saya melihatnya, maka beliau berpuasa

dan menyuruh orng-orang bepuasa”. (di riwayatakan oleh abu

6
daud, dan di sahkan oleh hakim dan ibnu hibban)”.(Terjemah Kitab

Bulughul Marom Halaman 236).

َ‫ى الُ عَ ْنهُمَا أَ نّ أَعْرَبِيّ ا جَا َء اِلَى النّبِيّ صَلّى الُ عَلَيْ هِ وَ سَّلم‬
َ‫ض‬ِ َ‫ن ابْ نِ عَبّا سٍ ر‬
ِ َ‫وَع‬

ّ‫شهَدُ اَن‬
ْ ‫ قَالَ اَ َت‬.ْ‫ َنعَمق‬:َ‫َهق ِالّ الُ ؟ قَال‬
َ ‫َنق لَ اِل‬
ْ ‫شهَدُ أ‬
ْ ‫ َأ‬:َ‫ َفقَال‬.َ‫لل‬
َ ِ‫ْتق اله‬
ُ ‫ اِنّىق َراَي‬:َ‫َفقَال‬

.‫ص ْومُ غَدًا‬


ُ َ‫ل ُل أَ نْ ي‬
َ ِ‫س يَاب‬
ِ ‫ قَالَ َفاَذّ نْ فِى النّا‬.ْ‫ َنعَ م‬:َ‫ قَال‬.ْ‫ َنعَ م‬:َ‫س ْو ُل الِ ؟ قَال‬
ُ َ‫حمّدًا ر‬
َ ‫ُم‬

ُ‫ي إِ ْرسَا َله‬


ّ ِ‫جحَ ال ّنسَائ‬
ّ ‫ن وَ َر‬
ُ ‫خزَ ْي َمةَ وَابْنُ حِبّا‬
ُ ُ‫حهُ ابْن‬
َ‫ح‬ّ‫ص‬
َ َ‫سةُ و‬
َ ‫خ ْم‬
َ ‫َروَاهُ ال‬

Artinya: “Dari Ibnu Abbas Ra : bahwasannya seorang arab gunung datang

kepada nabi saw lalu ia berkata : “saya telah melihat hilal”, lalu

sabda nabi:”apakah engkau bersaksi tiada tuhan selain allah” ? ia

menjawab :”ya”, beliau bersabda lagi:”apakah engkau bersksi

bahwa Muhammad saw itu utusan allah ?”,dijawabnya :”ya”, lalu

beliau bersabda :”beritahukanlah orang-orang hai bilal, supaya

mereka berpuasa besok“. Diriwayatkan oleh imam yang lima dan

disahkan oleh ibnu khuzaimah dan ibnu hibban, dan nasa’i

mentarjih mursalnya.(Terjemah Kitab Bulughul Murom Halaman

237).

6
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pembagian Syarat Dan Rukun Puasa

1. Syarat Wajib Puasa, antara lain :

a. Berakal

b. Balig

c. Kuat Berpuasa

2. Syarat Sah Puasa, antara lain:

a. Islam

b. Mumayyis

c. Suci dari darah haid dan nifas

B. Rukun Puasa, antara lain:

a. Niat

b. Manahan diri dari segala yang membatalkan puasa sejak terbit fajar

sampai terbenamnya matahari.

C. Hukum Puasa

Ada 4 macam hukum puasa, yaitu :

1. Wajib, contohnya puasa ramadhan, puasa nazar, puasa kafarat.

2. Sunnah, contohnya puasa arofah, puasa asyuro’, puasa hari senin dan kamis

dan sebagainya.

3. Makruh, contohnya puasa khusus hari jum’at.

4. Haram, puasa pada 2 hari raya, hari tasryiq.

6
D. Hikmah puasa

Ibadah puasa itu mengandung beberapa hikmah, diantaranya:

1. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada allah swt.

2. Menumbuhkan rasa belas kasihan terhadap fakir miskin.

3. Mendidik sifat jujur

4. Menjga kesehatan

6
DAFTAR PUSTAKA

Sukandi, Syarif, Bulughul Marom, Surabaya: Toha Putra, 1999.

Sulaiman, Rosyid, Fiqh Islam, Dar Al-Fikr, Bairut: Libanon, 1887.

Abi Bakar Bin Muhammad Al-Husaini, Taqiyyudin, Kifayatul Ahyar, Surabaya: Toha

Putra, 2000.

Al- Qur’an dan Terjemahannya, DEPAG RI