Anda di halaman 1dari 11

RINGKASAN MATERI KULIAH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SISTEM PENGENDALIAN INTERN

Kelompok I Ni Made Rahinda a!i I G)*!i A ) A+)n+ P,adn a De-i P)!) No.ia Hap*a,i A,dian!i Made Lak*mi 0in! a1P " #$%#&&$''# ( " #$%#&&$'#& ( " #$%#&&$'#/ ( " #$%#&&$'$' (

PROGRAM STUDI AKUNTANSI PROGRAM PAS0ASAR2ANA UNI3ERSITAS UDA4ANA DENPASAR $'#5

PENGUNGKAPAN RISIKO DAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN Pendah)l)an Si6a! Pen+endalian Keputusan manajemen yang berkaitan dengan pengendalian merupakan hal yang sangat menentukan untuk kesuksesan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya. Manajemen bertanggungjawab untuk membangun dan memelihara sebuah kerangka kerja pengendalian berkaitan dengan struktur formal perusahaan, yaitu sistem informasi akuntansi, sistem informasi manajemen, dan sistem organisasi. Oleh karena pengukuran pengendalian dan keamanan diimplementasikan di dalam struktur formal perusahaan, maka kerangka kerja tersebut disebut dengan pengendalian intern atau struktur pengendalian intern (SP !. "pabila SP diimplementasikan dengan baik, maka seluruh operasi perusahaan, sumber daya fisik, serta data yang dimiliki akan dapat diawasi, sehingga tujuan perusahaan akan tercapai, risiko dapat diminimalisir, dan output berupa informasi dapat dipercaya. Pen!in+n a P,o*e* dan Pen+)k),an Pen+endalian 7a+i Ak)n!an Sebagai pengguna utama S ", akuntan harus berperan aktif dalam mengembangkan dan menge#aluasi SP . "kuntan harus bekerja sama dengan perancang sistem selama fase pengembangan sistem informasi untuk memastikan bahwa pengukuran pengendalian yang direncanakan telah memadai dan layak diaudit. Oleh karena SP merupakan alat yang disusun untuk mengontrol S ", sehingga wajib untuk diperhatikan dan dipantau. S!,)k!), Pen+endalian In!e,n 0ommi!!ee o6 Spon*o,in+ O,+ani8a!ion* o6 The T,ead-a 0ommi**ion "0OSO( Sebelum $OSO, lembaga%lembaga akuntansi yang terlibat dalam pembangunan dan pengusahaan proses pengendalian internal memandang bahwa sistem pengendalian intern perusahaan berbeda%beda, berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, dan komponen masing%masing dari sistem pengendalian intern berbeda%beda. $OSO akhirnya mampu menyamakan perbedaan ini. T)9)an Pen+endalian In!e,n Menurut $OSO landmark study, pengendalian intern adalah suatu sistem, struktur, atau proses yang diimplementasikan oleh dewan komisari, manajemen, dan personel lain entitas yang bertujuan untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini, yaitu (&! efekti#itas dan efisiensi operasi, ('! keandalan laporan keuangan, ((! kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.

&

Pandan+an 7e,o,ien!a*i Ke)an+an Men),)! S!,)k!), Pen+endalian In!e,n SP terdiri atas lima komponen, yaitu terdiri atas lingkungan pengendalian, penaksiran risiko, akti#itas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. a. )ingkungan pengendalian, terdiri dari gaya manajemen dan gaya operasi, integritas dan nilai etik, komitmen terhadap kompetensi, dewan direksi dan komite audit, struktur organisasi, pemberian wewenang dan tanggung jawab, serta praktik dan kebijakan sumber daya manusia. b. Penaksiran risiko, terdiri dari identifikasi entitas dan analisis terhadap risiko yang rele#an untuk mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus dikelola. c. "kti#itas pengendalian, terdiri dari pengendalian atas proses pelaporan keuangan dan pengendalian atas pemrosesan informasi. d. nformasi dan komunikasi, terdiri dari pengidentifikasian dan penangkapan informasi yang rele#an dengan laporan keuangan, seta mengkomunikasikan informasi yang rele#an ke dalam suatu bentuk yang sesuai sehingga memungkinkan orang untuk melaksanakan tanggung jawab mereka. e. Pemantauan, terdiri dari kegiatan yang berlangsung secara terus%menerus (ongoing activities! dan e#aluasi secara terpisah (separate monitoring activities!. Pandan+an 7e,o,ien!a*i Non:Ke)an+an Men),)! S!,)k!), Pen+endalian In!e,n Pandangan berorientasi non%keuangan masih membahas tentang kelima komponen SP , namun memfokuskan pada factor%faktor yang rele#an dalam mencapai masing%masing komponen tujuan operasi dan kepatuhan. Sebuah lingkungan pengendalian yang kuat dan mampu dipelihara oleh manajemen memengaruhi pencapaian tujuan operasi dan kepatuhan. Melalui penaksiran risiko, tujuan non keuangan, seperti target kinerja, kemanan sumber daya, kepatuhan terhadap hukun yang berlaku dapat diidentifikasi. Melalui informasi dan komunikasi, manajemen harus menangkap dan memroses informasi keuangan begitu pula dengan informasi non%keuangan dan mengkomunikasikannya kepada staf%staf yang bertanggungjawab. Sedangkan, akti#itas pengendalian dan pemantauan marupakan hal yang penting untuk pencapaian tujuan non%keuangan berkaitan dengan pengendalian manajemen dan sistem pengendalian operasional. a. Sistem pengendalian manajemen, dimana sistem ini memfokuskan pada kinerja manajerial dibandingkan operasi teknis. Sistem pengendalian manajemen melibatkan pengembangan akti#itas pengendalian dan pemantauan untuk menge#aluasi kinerja dan mengawasi akti#itas perusahaan berdasarkan ongoing activities.

'

b. Sistem pengendalian operasional, merupakan sebuah proses atau sistem yang meningkatkan efekti#itas dan efisiensi dalam melaksanakan tugas operasi sehari%hari. Sistem pengendalian operasional juga berfokus pada pengawasan karyawan secara indi#idual. Pen+)n+kapan Ri*iko Pengungkapan *isiko mungkin muncul dari berbagai sumber internal maupun eksternal. +eberapa jenis%jenis risiko adalah sebagai berikut. a. Kesalahan yang tidak disengaja, dimana kesalahan biasanya muncul saat input data maupun pemrosesan data dimana data tidak terbaca dengan baik oleh computer. Kesalahan%kesalahan seperti ini terkadang muncul dan tidak disengaja. b. Kesalahan yang disengaja, kesalahan yang disengaja merupakan penipuan atau kejahatan karena melanggar hukum. c. Kehilangan asset yang tidak disengaja, dimana asset mungkin hilang atau salah taruh yang tidak disengaja. d. "set yang dicuri, asset%aset perusahaan mungkin dicuri oleh orang luar atau terjadi penggelapan. e. Penerobosan terhadap sistem keamanan, pihak%pihak yang tidak berkepentingan memiliki akses untuk mengambil data maupun laporan perusahaan. f. ,indak kekerasan dan bencana alam, tindak kekerasan tertentu maupun bencana alam dapat merusak asset perusahaan, termasuk data. Ma*alah an+ Memen+a,)hi Pen+)n+kapan Ri*iko Pengungkapan risiko dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu frekuensi, kerentanan, dan ukuran. Pengungkapan terhadap risiko yang dihadapi oleh perusahaan dapat meningkat karena beragam kondisi internal. Mungkin yang paling serius adalah kelemahan pada satu atau lebih sistem pengawasan. Masalah meliputi kolusi, kurangnya ketegasan, dan kejahatan komputer. a. Kolusi, kondisi yang harus diwaspadai oleh perusahaan adalah kolusi internal, yaitu persekongkolan dua atau lebih karyawan untuk tujuan kecurangan. b. Kurangnya Ketegasan, sebuah perusahaan bisa memiliki kebijakan manajemen dan prosedur pengawasan yang memadai, tapi mungkin saja mengabaikan penyimpangan. Seperti adanya karyawan yang melakukan penggelapan namun perusahaan tidak menuntutnya untuk menghindari rasa malu karena lemahnya keamanan. Kurangnya tindakan dari manajemen akan memicu adanya penyimpangan lain. c. Kejahatan Komputer, sebuah risiko terbaru yang makin meningkat adalah adanya kejahatan komputer. (

Penip)an den+an Men++)nakan Komp)!e, dan Ma*alah Pen+a-a*an Komp)!e, Si6a! Da*a, da,i Ke9aha!an Komp)!e,

an+ Te,kai! den+an

-alam kejahatan komputer, komputer terlibat%secara langsung atau tidak langsung% dalam melakukan tindakan kriminal. Mensabotase fasilitas komputer tergolong sebagai kejahatan komputer secara langsung, akses yang tidak sesuai wewenang terhadap data yang disimpan merupakan kejahatan komputer secara tidak langsung karena keberadaan komputer membuat lingkungannya melakukan kejahatan. Penip)an den+an Men++)nakan Komp)!e, Me,)pakan Hal an+ Pen!in+ Kesalahan yang melibatkan sistem berbasis komputer telah semakin meningkat dan semakin serius dalam beberapa tahun terakhir. Penipuan komputer merupakan tingkat risiko yang sangat tinggi karena ketiga faktor (frekuensi, kerentanan dan ukuran! cenderung ada. ,indakan penipuan, oleh pihak yang memiliki wewenang maupun yang tidak, sangat sulit utnuk dideteksi. *ata%rata kerugian setiap penipuan komputer terjadi secara signifikan lebih besar dari rata%rata kerugian saat menggunakan sistem manual. Tipe:Tipe Ke9aha!an Komp)!e, Kejahatan komputer memiliki bentuk yang beragam. dua tipe yang telah dipastikan adalah akses terhadap data yang disimpan oleh pihak tidak berwenang dan sabotase fasilitas komputer. .amun terdapat tipe%tipe lain seperti / a. Pencurian perangka keras dan perangkat lunak (pembajakan! komputer b. Penggunaan fasilitas komputer oleh pihak tidak berwenang untuk kepentingan pribadi. c. Modifikasi kecurangan atau penggunaan data atau program Ala*an men+apa Komp)!e, Men e;a;kan Ma*alah Pen+a-a*an &. '. (. 1. 2. Pemrosesan terkonsentrasi. 0ejak audit bisa saja dihilangkan. ,idak mempertimbangkan pendapat manusia -ata disimpan dalam pada alat bukan pada tempat yang disediakan manusia Peralatan komputer sangat bertenaga namun rumit dan rentan Membangun sebuah struktur pengawasan internal yang efektif dan layak tidaklah mudah karena melibatkan lebih dari seluruh pengukuran pengamanan dan pengawasan yang terpikirkan maka masalah audit dan biaya harus dipertimbangkan. 1

Kela akan da,i Pen+a-a*an

a. Pertimbangan "udit S " biasanya akan mengalami masa%masa audit. .ormalnya, struktur pengawasan internal akan diperiksa selama audit. 0adi, struktur pengawasan internal harus dirancang untuk dapat diaudit. b. Pertimbangan +iaya%Manfaat Menggabungkan pengawasan ke dalam sistem informasi akan juga menambah biaya. Menambahkan pengawasan setelah sistem diimplementasikan biasanya cenderung lebih mahal dan sulit. "pabila penambahan pengawasan khusus akan menghasilkan manfaat lebih besar dari biaya dari pengawasan tersebut dan terdapat jaminan yang masuk akal bahwa pengawasan akan mencapai tujuan tertentu, maka pengawasan tersebut perlu dilakukan. Kek)a!an )n!)k Men+em;an+kan Pen+a-a*an -alam beberapa dekade, beberapa kekuatan telah muncul untuk mendorong perkembangan sistem pengawasan internal. Mungkin kekuatan yang paling berpengaruh adalah para manajer, asosiasi profesional, dan badan pemerintah. a. Kebutuhan Manajemen Para manajer dari perusahaan kebanyakan telah menyadari akan risiko penting mereka dalam struktur pengawasan internal yang memadai. Sebagai pengguna utama dari informasai S ", mereka menyadari potensi akan pengambilan keputusan yang buruk sebagai akibat dari informasi yang tidak akurat dan tidak lengkap. )ebih jauh, dengan bertambahnya ketergantungan terhadap sistem komputer, mereka telah memiliki kesadaran atas adanya pelanggaran keamanan. b. Kepedulian 3tika dari "sosiasi Profesional "sosiasi akuntansi profesional seperti " $P" telah memiliki kode etik atau kode profesionalisme yang meliputi aturan tentang independensi, kompetensi teknis, dan praktek yang sesuai selama audit dan konsultasi yang melibatkan sistem informasi yang telah diberlakukan selama bertahun%tahun. Salah satu tujuan paling penting dari kode etis ini adalah untuk membantu para profesional memilih diantara alternatif%alternatif yang ada namun tidak jelas. c. ,indakan dan Keputusan yang dipilih +adan Pemerintah n#estigasi oleh agen pemerintah seperti S3$ telah mengungkapkan kegiatan ilegal di dalam perusahaan%perusahaan "merika yang tidak dideteksi oleh struktur pengawasan internal mereka. Sebagai konsekuensinya, Kongres mengeluarkan ,indakan Praktek Korupsi "sing pada tahun &455. ,idakan ini membutuhkan kerjasama untuk memikirkan dan menjaga struktur pengawasan internal yang memadai. ,ahun &461, kongres mengeluarkan Penipuan Komputer dan ,indakan Penyalahgunaan (yang diamandemen tahun &467!. -ibawah peraturan ini, mengetahui, memiliki 2

maksud untuk menipu, memperoleh akses yang tidak resmi ke instistusi keuangan, pemerintah atau sistem operasi komputer antar negara bagian adalah sebuah kejahatan. PENGENDALIAN UMUM DAN PENGENDALIAN APLIKASI KLASIFIKASI PENGENDALIAN Kla*i6ika*i ;e,da*a,kan risk aversion Pengendalian diklasifikasikan berdasarkan bagaimana cara perusahaan memberantas risiko yang terjadi di dalam perusahaan dan informasi diungkapkan. a. Pengendalian pre#entif/ mencegah kejadian yang merugikan supaya tidak terjadi seperti kesalahan ataupun kerugian keuangan. b. Pengendalian detektif / lebih aktif menemukan ancaman yang telah terjadi, seperti dengan mem#erifikasi data secara #isual untuk kesalahan seketika setelah memasukkan data melalui keyboard. c. Pengendalian korektif / membantu memperbaiki sebab dari ancaman yang telah terdeteksi. Kla*i6ika*i ;e,da*a,kan settings a. Pengendalian umum/ berkaitan dengan semua akti#itas yang meliputi system informasi akuntansi perusahaan dan sumber daya (aset!. b. Pengendalian aplikasi/ berkaitan dengan pemrosesan tugas akuntansi spesifik atau transaksi dan mungkin disebut pengendalian transaksi. c. 8kuran keamanan/ imaksudkan untuk menyediakan perlindungan yang memadai atas akses dan pemakaian aset serta pencatatan data. PENGENDALIAN UMUM Pen+endalian o,+ani*a*i Pengendalian organisasi menspesifikasi hubungan kerja karyawan dan unit serta bertujuan membangun independensi organisasi, yaitu adanya pemisahan fungsi. Pemisahan fungsi meliputi dua atau lebih karyawan atau unit organisasi dalam tiap prosedur yang bisa ditugaskan untuk mengecek pekerjaan orang lain. ,ujuannya adalah untuk deteksi dan mencegah kolusi. a. Sistem manual ,otorisasi/ penyimpanan catatan, dan fungsi pemeliharaan harus dipisahkan. b. Sistem berbasis komputer/ melibatkan sejumlah pemrosesan manual yang signifikan. "danya pemisahan utama antara tugas pengembangan sistem yang membuat sistem dan tugas pemrosesan data yang mengoperasikan sistem

Pen+endalian Dok)men!a*i, dokumentasi yang lengkap dan jelas harus disiapkan dan dipelihara dalam kondisi terkini. -okumentasi penting dalam SP karena membantu karyawan memahami dan mengartikan kebijakan dan prosedur. a. Sistem manual/ meliputi komponen dokumen sumber, jurnal, buku besar, laporan, dokumen output, chart of account, audit trail yang detail, tahap%tahap prosedural, layout catatan, kamus data, dan prosedur pengendalian. b. Sistem berbasis komputer/ meliputi dokumentasi yang berkaitan dengan sistem informasi itu sendiri dan personal yang terlibat didalamnya. ,ipe%tipe dokumentasi yang diperlukan dalam sistem berbasis komputer (terutama untuk perusahaan besar!/ dokumentasi sistem standar, dokumentasi aplikasi sistem, dokumentasi program, dokumentasi data, dokumentasi operasi dan dokumentasi pengguna. c. Pengendalian terhadap dokumentasi/ harus bisa meyakinkan bahwa dokumentasi tidak hanya disiapkan dan tetap up%to%date tetapi juga aman dan terkontrol. d. -okumentasi yang dihasilkan komputer/ menggunakan computer-assisted software engineering ($"S3! dan paket software yang lain bisa mengganti dokumentasi yang ditulis tangan sehingga dapat memotong biaya dan meningkatkan produkti#itas. Pen+endalian ak)n!a;ili!a* a*e! "set merupakan sumber daya produktif perusahaan dan bisa hilang karena pencurian, pemborosan, penyerobotan, kecelakaan, kerusakan, dan keputusan bisnis yang jelek sehingga mutlak diperlukan adanya pengendalian internal, melalui / a. "kuntansi buku besar pembantu/ adanya pemakaian jurnal pembantu memberikan cross%check atas kebenaran pengendalian terhadap jumlah aset. b. *ekonsiliasi/ membandingkan saldo dalam akun pengendalian dengan saldo total dalam jurnal pembantu. c. Prosedur pengakuan/ prosedur pemberitahuan dengan mentransfer tanggung jawab barang ke orang tertentu d. )og dan register/ yang dipakai untuk memonitor penerimaan, pemindahan, dan pemakaian aset. e. *e#iew dan penilaian ulang/ re#iew oleh pihak luar akan memberikan #erifikasi saldo aset yang independen dan akuntanbilitas, reassessment adalah e#aluasi kembali nilai aset. Pen+endalian p,ak!ik mana9emen +erkaitan dengan risiko yang timbul sebagai akibat kemungkinan kekurangan dalam manajemen. Pengendalian umum yang biasanya dilakukan adalah kebijakan dan praktik S-M, komitmen pada 5

kompetensi, praktik perencanaan, praktik audit, managemen dan pengendalian operasional. Pengendalian praktik manajemen terdiri dari pengendalian pengembangan system aplikasi yang termasuk didalamnya a. prosedur perubahan sistem dan b. prosedur pengembangan sistem baru. Pen+endalian ope,a*i p)*a! in6o,ma*i Pengendalian ini berkaitan terutama untuk sistem berbasis komputer dan dapat dibagi menjadi/ a. prosedur operasi komputer dan b. pengecekan terhadap hardware dan software komputer. PENGENDALIAN APLIKASI Pengendalian aplikasi atau pengendalian transaksi merupakan pengendalian yang berkaitan langsung dengan sistem pemrosesan transaksi dan bertujuan semua transaksi diotorisasi dan dicatat, diklasifikasi, diproses, dan dilaporkan secara akurat. &. Pengendalian otorisasi, terdiri dari otorisasi umum dan otorisasi khusus. Otorisasi umum membangun suatu kondisi standar dimana suatu transaksi bisa disetujui dan dilaksanakan. '. Pengendalian input, sangat penting untuk pengolahan langsung dan9atau sistem pengolahan segera. a. Pencatatan transaksi/ data transaksi dicatat ke dokumen sumber dalam semua system manual dan di sebagian sistem pengolahan berbasis komputer. b. Batching data transaksi/ pengendalian batch total membantu mencegah hilangnya transaksi dan posting yang salah pada data transaksi.
c. $on#erting transaksi data/ umumnya data dikon#ersi dengan keying atau scanning. "papun jenis

sistem yang digunakan, kon#ersi sering menjadi sumber utama dari kesalahan dan harus di#erifikasi. -alam sistem manual, #erifikasi dilakukan secara #isual oleh clerks. -alam sistem komputer, #erifikasi dilakukan oleh alat #isual, keying device, atau alat dari program komputer pengeditan. :isual #erifikasi, membandingkan data dari dokumen sumber original seperti order konsumen dengan data yang telah dikon#ersi, jika data telah dimasukkan melalui terminal maka dokumen akan dibandingkan dengan data yang terlihat di layar. d. 3diting data transaksi, bertujuan untuk menyaring dan membandingkan semua data yang masuk dengan standar #aliditas yang dibangun. -ata yang melewati semua uji edit biasanya #alid dan kemudian dimasukkan dalam pemrosesan dan yang tidak melewati uji dimasukkan dalam errorcorrection procedure. Edit test sering disebut dengan programmed checks, karena karena keduanya mempengaruhi rutinitas #alidasi yang dibangun ke dalam perangkat lunak aplikasi. 6

e. ,ransmitting data transaksi, ketika data harus dikirim dari titik awal transaksi ke pusat pemrosesan dan fasilitas komunikasi data digunakan, pemeriksaan berikut harus dipertimbangkan/ Echo check, mengirim kembali data ke terminal awal untuk membandingkan dengan data terkirim. 0ika nomer konsumen dikirim kedalam transaksi penjualan, maka nama dan alamat konsumen bisa dikembalikan ke layar terminal awal sehinngga pengirim bisa mem#erifikasi bahwa nama dan alamat sesuai dengan nomernya. Redundancy check, pengiriman data tambahan untuk membantu proses #erifikasi, untuk transaksi penjualan, pengirim mungkin memasukkan nama terakhir konsumen disamping nomer konsumen dan program akan mengecek dua item ini cocok. Completeness check, mem#erifikasi semua data yang diinginkan yang telah dimasukkan dan dikirim. 0ika pengirim tidak memasukkan nomer item barang yang akan diorder maka program akan memberitahukan sender untuk mengirim ulang atau menolak menerima pengiriman sampai semua elemen yang hilang dimasukkan. PENGENDALIAN PEMROSESAN Pengendalian pemrosesan transaksi meyakinkan bahwa data diproses akurat dan lengkap, tidak ada transaksi yang tidak diotorisasi dimasukkan, file dan program yang tepat dimasukkan, dan semua transaksi bisa ditelusuri dengan mudah. a. Manual $ross%$hecks, satu orang mengecek pekerjaan yang lain, rekonsiliasi. b. Processing )ogic $hecks, pemeriksaan terprogram dibutuhkan dalam tahap input dari sistem berbasis komputer juga berlaku untuk tahap pengolahan c. *un%to%*un $ontrols, data dalam batch harus dikontrol selama pemrosesan berlangsung sehingga tidak ada data yang dimasukan dengan tidak benar kedalam file transaksi. d. ;ile and Program $hanges, untuk meyakinkan bahwa transaksi diposting dalam catatan yang tepat, master files harus dicek kebenarannya, dan programs harus di#alidasi. e. "udit ,rail )inkages, trail audit yang jelas diperlukan agar memungkinkan transaksi indi#idu ditelusuri, menyiapkan laporan keuangan, dan memperbaiki kesalahan transaksi atau data yang hilang. PENGENDALIAN OUTPUT Output yang dihasilkan S harus lengkap, dapat diandalkan, dan harus didistribusikan ke penerima yang tepat (manager, karyawan, konsumen, kreditur, dan auditor!

a. *e#iews of Processing *esults, akti#itas (proof account! mendaftarkan akti#itas pemrosesan dokumen dan merefleksikan perubahan yang dibuat untuk file master. Karena #olume transaksi tinggi, perusahaan besar mungkin memilih untuk mere#iew laporan pengecualian yang memberikan petunjuk adanya perubahan material dalam file master. b. $ontrolled -istribution of Output, laporan harus didistribusikan hanya kepada pemakai yang tepat yang memiliki referensi ke daftar distribusi terotorisasi. PENGENDALIAN DALAM 7ER7AGAI 2ENIS SISTEM KOMPUTER SISTEM PENGOLAHAN PERIODIK DENGAN SEQUENTIAL UPDATING a. Pengendalian Khusus, salah satu pengendalian baik umum dan transaksi, yang khas dalam sistem pengolahan periodik dengan se<uential updating adalah batch kontrol total, kelompok pengendalian data, #erifikasi kunci, pustakawan data, file dan program pemeriksaan, cetak daftar transaksi dan bukti akti#itas akun. b. Kesalahan Koreksi Prosedur, kesalahan prosedur koreksi untuk aplikasi pengolahan periodik dengan sequential updating harus memastikan bahwa kesalahan terdeteksi diperbaiki dan masuk kembali untuk pengolahan. PENGOLAHAN PERIODIK DENGAN MENGUPDATE LANGSUNG DAN<ATAU SISTEM PENGOLAHAN LANGSUNG Pen+endalian Kh)*)*, pengendalian umum dan pengendalian transaksi khusus untuk mengarahkan memproses dan 9 atau sistem pengolahan cepat adalah/ akses atau identifikasi kode, fungsi terbatas atau terminal untuk mengakses dan mengubah data, penempatan terminal dan layar menu secara online, pengendalian transaksi kelompok, prosedur penguncian, serta catatan program dan data secara online SISTEM DATA7ASE Semua kontrol khusus yang berkaitan dengan sistem pengolahan langsung dan cepat juga berlaku untuk sistem data base, termasuk koreksi data yang disimpan. +eberapa kontrol seperti= perangkat lunak manajemen data base, sandi berlapis, dokumentasi menyeluruh, administrator data base, modul keamanan suara, sistem otorisasi dan persetujuan sangat rele#an dengan basis data yang terintegrasi DOKUMENTASI 0AKUPAN PENGENDALIAN Kita dapat menghargai kesulitan dalam menge#aluasi kecukupan struktur pengendalian intern. .amun, teknik diagram dapat membantu kita., alat bantu tersebut adalah dokumen flowchart sistem yang menunjukkan titik kontrol dan mengendalikan diagram alur berorientasi. bantuan lain adalah matriks pengendalian.

&>