Anda di halaman 1dari 13

Strategi Pengajaran Kesehatan Berdasarkan Usia

By Maya Aprist, S.ST

Karakteristik Perkembangan
1. Usia sebenarnya hanya kronologis indikator relatif untuk tahap perkembangan fisik,kognitif dan psikososial seseorang. 2. Bagaimanapun uniknya seseorang ada tren perkembangan khas yg di identifikasi sebagai tonggak perkembangan normal di sepanjang siklus kehdupannya. 3. Saat proses belajar-menganjar , pengkajian harus di lakukan pada fase2 perkem bangan sebagai kemajuan seseorang dr masa bayi sampai masa tua untk memahami perubahan prilakunya.

Startegi Pengajaran
1. Masa bayi
1. Bacakan cerita sederhana dari buku yg banyak gambar. 2. Gunakan boneka tangan untk memperagakan perasaan dan perilaku. 3. Lakukan permainan untk mendekatkan imajinasi anak dg realitas. 4. Buatlah sesi pengajaran singkat. (jangan melebihi 15 menit) 5. Hindari analogi dan jelaskan hal2 secara terus terang dan dg istilah yg sederhana krn anak hanya dpt menangkap kata secara harafiah dan konkrit.

2. Pra-Sekolah

a) Anak prasekolah terus mengembangkan keterampilan-keterampilan yg di pelajari di tahun-tahun pertama pertumbuhannya. b) Rasa identitas mereka menjadi lebih jelas dan dunia mereka meluas sampai mencakup keterlibatan dengan orang lain di luar keluarga. c) Anak pra-sekolah sangat ingin tau,dan mengajukan pertanyaan hampir tentanng segala hal.

Startegi Pengajaran
1. Berikan stimulasi fisik dan visual karena kemampuan bahasa masih terbatas. 2. Jaga agar sesi pengajaran tetap singkat (tidak lebih dari 15 menit). 3. Atur sesi-sesi kelompok kecil dg teman sebaya sebagi cara agar pengajar tdk menakutkan dan lebih menyenangkan. 4. Berikan pujian dan persetujuan , melalui expresi verbar/isyarat non verbal yg merupakan motivator nyata untk pembelajaran. 5. Minta bantuan orangtua , yg dpt memainkan peran vital dlm mencontohkan berbagai kebiasaan sehat. 6. Bahasa sederhana , permainan , musik, dan demonstrasi.

Usia Sekolah
a) Aspek keterampilan kognitif,fisik dan psikososial sudah berkembang sampai titik dimana sebagian besar mulai menjadi pelatihan formal dlm sekolah yg struktur. b) Tingkat perkembangan dan pemikiran mereka terbuka terhadap ide-ide baru. c) Tingkat perkembangan termotivasi untuk belajar krn keingin tahuan alami dan hasrat mereka untk memahami lebih banyak ttng diri mereka dan berbagai pengaruh di lingkungannya.

Startegi pengajaran
1. Sesi pengajaran dpt di perpanjang sampi 30 menit krn bertambahnya tingkat kemampuan kognitif anak usia sekolah dapat membantu mereka mengingat informasi 2. Gunakan diagram,model,gambar,dan materi sebagai perantara dalam menyampaikan metode pengajaran. 3. Pilihan materi audio visual. 4. Gunakan metode pengajaran satu persatu untuk mengutamakan pembelajaran yg relevan. 5. Berikan perhatian dan dukungan yg sangat di butuhkan bagi anak. 6. Bahasa beragam dg tingkat kemampuan kognitif menggunakan permainan interaktif,teka-teki mencocokan,dan role play.

Masa Remaja
a) Aspek keterampilan kognitif,afektif dan psikomotorik sudah berkembang sampai titik dimana sebagian besar mulai ditingkatkan b) Tahap transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. c) Remaja dapat teropsesi dg apa yang di fikirkan orang lain dan mulai yakin bahwa setiap orang peduli dg hal yang sama dengan yang mereka perdulikan.

Startegi Pengajaran
1) Lakukan intruksi satu persatu untuk memastikan tingat kerahasiaan informasi yg sensitif. 2) Gunakan diskusi kelompok,role play,sebagai metode untuk mengklarifikasi nilai dan pemecahan masalah. 3) Libatkan mereka dlm merumuskan rencana pengajaran yg berhubungan dg startegi pengajaran. 4) Berikan beberapa pilihan agar mereka turut menemukan rangkaian tindakan yang diambil. 5) Berikan alasan untuk semua yg dikatakan dan dilakukan sehingga mereka dpt merasakan suatu rasa kendali. 6) Dekati mereka dg hormat, bijaksana,keterbukaan. untuk memperoleh perhatian mereka dan ketanggapan mereka. 7) Hindari konfortasi n bertindak seperti orang yg berkuasa.

Dewasa
1. Konsep diri yg berubah dr yg semula dependen menjadi manusia yg mandiri. 2. Dia menyatukan pengalaman yg semakin bertambah sbg sumber pemebelajaran yg kaya 3. Kesiapan belajar semakin berorentasi pd tugas perkembangan peran sosial 4. Presepsi berubah dr yg semula presepsi ditangguhkn menjadi presepsi yg dilaksanakn

Strategi pengajaran
1. Pembelajaran langsung sesuai dg kebutuhan, masalah atau kekurangan 2. Pemebelajran bersifat sukarela dan di prakarsai sendiri 3. Guru berperan sbg fasilitator 4. Informasi dan penugasan harus berhubungan 5. Pembelajaran diperkuat melalui penerapan dan umpan balik yg ceppat

Dewasa tua (lansia)


1. Pendidikan yg rendah pd lansia menyebabkn kurangnya kemampuan mereka untk dpt membaca dan memahami isi tulisan. 2. Pengajaran hrs diarahkn untk membantu mereka menemukan cara yg tepat untk menyalurkn bakat yg mereka miliki 3. Pengajaran harus ditawarkan metode2 koping 4. Memberikan pengalaman yg baru dan diperlukan lingkungan yg ramah