Anda di halaman 1dari 5

PORTOFOLIO

Kasus 3 Nama Peserta: dr. Rizka Ayu Intany Nama Pendamping: dr. Lia Febriyanti

Nama Wahana: RSUD Sukadana Lampung Timur Topic: Sindrom Guillain Barre Tanggal kasus: 16 Juli 2013 Nama pasien: An. F Tanggal presentasi: 22 Juli 2013 Tempat presentasi: Aula RSUD Sukadana Objektif presentasi Keilmuan Diagnostic Neonates Deskripsi Tujuan Bahan bahasan Cara membahas Data Pasien Nama Klinik Data Utama Untuk Bahan Diskusi 1.Diagnosis / Gambaran klinis: Sindrom Guillain Barre / Pasien datang dengan keluhan kelemahan keempat anggota gerak sejak 1 hari SMRS. Selain itu pasien juga sering mengompol, sulit menelan, setiap makan muntah dan sesak. 2 minggu lalu pasien mengeluhkan batuk pilek yang berlangsung selama 1 minggu dan berangsur membaik setelah berobat ke dokter Telp Nama: An. F Tinjauan Pustaka Diskusi Presentasi dan diskusi Nomor Registrasi Terdaftar Sejak 078789 Email Pos Riset Kasus Audit Bayi Ketrampilan Manajemen Anak Penyegaran Masalah Remaja Dewasa Tinjauan pustaka Istimewa Lansia Bumil

1 hari SMRS, pasien mengeluhkan kedua kakinya sakit dan makin lama kakinya lemas bahkan tidak dapat digerakan diikuti dengan kelemahan pada kedua tangannya yang semakin memburuk dan esoknya dibawa ke RS.

2. Riwayat Pengobatan: disangkal 3. Riwayat Kesehatan / Penyakit: Riwayat penyakit paru (-) Riwayat penyakit jantung (-) Riwayat trauma (-) Riwayat alergi (-)

4. Riwayat Keluarga: Disangkal 5. Riwayat Pekerjaan: 6. Lain-lain Daftar Pustaka 1. Djuanda A, dkk. Lupus Eritematosus. Dalam: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi Kelima. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2007. Hal:264-267. 2. Harahap M, dkk. Lupus Eritematosus. Dalam; Ilmu Penyakit Kulit. Jakarta: Hipokrates 2000. Hal: 189-196 3. Wallace, D.J. The Lupus Book.Panduan Lengkap Bagi Penderita Lupus dan Keluarganya. Edisi Pertama. Yogyakarta: B-First. 2007. 4. Carter. M. A. Sindrom Guillain Barre. Dalam: Price. S.A, Wilson. L. M (Editor.)Patofisiologi. Konsep Klinis Proses - Proses Penyakit. Edisi ke 6. Jakarta: EGC; 2006. Hal 1392 1396 5. Kuhn A, Sticherling M, Bonsmann G, Clinical Manifestations of Cutaneous Lupus Erythematosus. 2007. JDDG 6. Graham-Brown,R. Burns T. Lecture Notes of Dermatology 8th ed. Jakarta:EMS. 2005. p148 - 150

Hasil Pembelajaran : 1. Diagnosis Sindrom Guillain Barre 2. Etiologi Sindrom Guillain Barre 3. Faktor Risiko Sindrom Guillain Barre 4. Patofisiologi Sindrom Guillain Barre 5. Penatalaksanaan Sindrom Guillain Barre

6. Evaluasi Pengobatan 7. Edukasi tentang pengobatan yang tepat

Subjektif Anak laki-laki, 3 tahun, Pasien datang dengan keluhan kelemahan keempat anggota gerak sejak 1 hari SMRS. Selain itu pasien juga sering mengompol, sulit menelan, setiap makan muntah dan sesak. Terdapat riwayat batuk pilek 2 minggu lalu. Keluhan ini dimulai dari kelemahan kedua kaki berlanjut pada kelemahan kedua tangan, gangguan fungsi berkemih, fungsi menelan dan pernafasan. Ini kali pertama pasien alami. Objektif Keadaan umum/kesadaran: lemah/compos mentis Tanda-tanda vital: FN: 110x/menit, regular, lemah, penuh FP : 40x/menit S : 38oC

A. Kepala Rambut Mata B. Pemeriksaan Mulut Bibir Mukosa Lidah C. Pemeriksaan Leher KGB Trakhea

: normocepal : warna hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut : konjungtiva pucat +/+

: sianosis (+) : Tidak anemis : sianosis (-)

: Tidak teraba : Deviasi trakea (-)

D. Pemeriksaan Thoraks : Paru Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : : : : Dinding dada simetris Vokal fremitus kanan = kiri suara sonor pada seluruh lapang paru suara dasar vesikuler (+/+)

Data Antropometri Berat badan : 12 kg

Status gizi Interprestasi berdasarkan Lokakarya Antropometri Depkes 1974 & Puslitbang Gizi 1978 BB/U (Berat badan berdasarkan usia) = 12/14 x 100% = 85% Status : Gizi baik Kesimpulan : Gizi pasien baik

MOTORIK Gerak : tidak dapat digerakan tidak dapat digerakan tidak dapat digerakan tidak dapat digerakan Tonus : hipotonus hipotonus Trophy Hipotonus Hipotonus

: Eutrophy Eutrophy Eutrophy Eutrophy

Assesment Sindrom Guillain Barre /GBS Daftar masalah pada pasien ini: Anak laki-laki usia 3 tahun Kelemahan keempat anggota gerak Kelemahan dimulai dari bawah ke atas Mengompol Sulit menelan Sesak

Plan Diagnosis Pengobatan : Sindrom Guillain Barre :

Non Farmakologis - Bed rest total - Fisioterapi - Pemasangan NGT dan ETT Farmakologi - IVFD - Plasma exchange therapy (PE) - Imunoglobulin IV - Kortikosteroid - Oksigen

PROGNOSIS Quo ad vitam Quo ad sanationam Quo ad functionam : Dubia : Dubia : Dubia

Beri Nilai