Anda di halaman 1dari 119

BAHAN ALAT PENANGKAP IKAN

Penyusun:

Supardi Ardidja

Buku ini hanya dipergunakan untuk lingkungan Sekolah Tinggi Perikanan, tidak untuk diperjual belikan atau upaya komersil lainnya, mengcopy memperbanyak, mencetak harus seijin penulis.

Isi dan susunan buku ini menjadi tanggung jawab sepenuhnya penulis. Page layout oleh: Supardi Ardidja.

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN JURUSAN TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN SEKOLAH TINGGI PERIKANAN JAKARTA

2007

Bahan Alat Penangkapan Ikan 2007

Bahan Alat Penangkapan Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

KATA PENGANTAR

Buku materi kuliah Bahan Alat Penangkapan Ikan disusun untuk mengembangkan pendidikan dan pengetahuan penangkapan ikan dengan tujuan Taruna memiliki kemampuan, kebiasaan dan kesenangan untuk mengenal, mempelajari, memahami, memecahkan masalah baik teknik maupun sosial semua yang berkaitan dengan bahan alat penangkapan ikan dengan menggunakan prinsip-prinsip dan metoda yang baik dan benar, sehingga menumbuhkan keyakinan yang kuat yang mendasari polapikir dan perilakunya sehari-hari

Buku ini berisi penjelasan mengenai bahan alat penangkap ikan bai yag secara langsung digunakan untuk merakit alat penangkap ikan, maupun bahan yang secara tidak langsung membutuhkan bahan pada pengoperasian alat penangap ikan.

Semoga buku ini bermanfaat bagi pembaca. Kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat diharapkan untuk perbaikan dan meningkatkan mutu buku ini.

Jakarta, Desember 2007 Peyusun

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

i

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan i
Bahan Alat Penangkap Ikan 2007

Bahan Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………

……………………….……………………

i

DAFTAR ISI …………

……………………

…………………………………………….

ii

DAFTAR TABEL……………………………

…………………………………………

iv

DAFTAR GAMBAR………………

………

……………………

…………………………………………

v

DAFTAR TABEL

viii

BAB I PENDAHULUAN

………………………………………….

1

BAB II SERAT ALAMI

4

2.1.

Serat Alami

4

2.2.

Serat Tumbuhan

6

2.2.1. Serat Bijian

7

2.2.2. Serat Daunan

10

2.2.3. Serat Kulit Pohonan

10

2.2.4. Serat Buahan

15

2.2.5. Serat Pohonan

16

2.3.

Serat Hewani

17

2.4.

Serat Mineral

20

Ringkasan (1)

 

21

Pertanyaan Essay (1)

22

Pilihan Ganda (1)

22

Tugas (1)

23

BAB III SERAT BUATAN

24

3.1. Serat Buatan

24

 

3.1.3.

Tahapan Pembuatan Serat Sintetis

26

3.2. Nama Produk Serat Sintetis

 

31

 

3.2.1.

Polyamide

32

3.2.2.

Polyester

34

3.2.3.

Polypropylene

36

3.2.4.

Polyethylene

37

3.2.7.

Polyvinyl Alcohol dan Polyvinyl Chloride

39

3.2.8.

Saran

40

Ringkasan (2)

 

40

Pertanyaan Essay(2)

41

Pilihan Ganda (2)

41

Tugas (2)

42

 

BAB IV

KLASIFIKASI BAHAN ALAT PENANGKAP IKAN

44

4.1.

Klasifikasi Bahan Alat Penangkap Ikan

44

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

ii

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan ii
Bahan Alat Penangkap Ikan 2007

Bahan Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

4.2.

Komponen Pelampung

45

4.2.1 Pelampung Gillnet

47

4.2.2 Pelampung Purse Seine

49

4.2.3 Pelampung Trammel net

51

4.2.4 Pelampung Long Line

52

4.3.

Komponen Pemberat

54

4.3.1

Jenis-jenis pemberat

58

4.4. Bahan alat penangkap yang terbut Logam

58

4.5. Bahan yang Terbuat dari Bahan Gabungan

61

Ringkasan (3) Pertanyaan Essay (3) Pertanyaan Ganda (3) Tugas (3) BAB VI STRUKTUR DAN KONSTRUKSI

64

65

65

66

67

5.1.

Struktur Dasar Serat

67

5.1.1. Continuous Filament

67

5.1.2. Staple Fiber

67

5.1.3. Monofilament

68

5.1.4. Split Fiber

68

5.2. Konstruksi Benang

68

5.3. Netting Yarn

 

69

 

5.1.5. Yarn

69

5.1.6. Single yarn

70

5.4.

Benang Jaring

71

5.1.7.

Cabled netting twine

71

5.1.8.

Benang Jaring Anyam

72

5.1.9.

Pintalan (Twist)

75

5.1.10.

ARAH P INTALAN (Direction of twist)

75

5.1.11.

Strand

75

5.1.12.

Koefisien pintalan

76

Ringkasan (4)

76

Pertanyaan Essay (4)

Pilihan Ganda (4) Tugas (4)

Bookmark not defined.

Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined.

Error!

BAB VI NOMOR DAN UKURAN

81

6.1. Sistem Penomoran Benang

81

Sistem

6.2. Penomoran

Benang

82

6.3. R o p e

84

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

iii

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan iii
Bahan Alat Penangkap Ikan 2007

Bahan Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

7.3.1 Ukuran dan Kekuatan Tali dan Wire

87

7.3.2 Konstruksi wire

88

7.3.3 Ukuran

Wire leader

90

7.3.4 Ukuran

Sekiyama

92

6.4. Komponen Branch

94

6.5. Komponen Pole & Line

100

Ringkasan (5)

101

Pertanyaan Essay (5)

102

Pilihan Ganda (5)

103

Tugas (5)

105

DAFTAR PUSTAKA

107

KINCI JAWABAN

108

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

iv

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan iv
Bahan Alat Penangkap Ikan 2007

Bahan Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

DAFTAR GAMBAR

2.

1

Skema klasifikasi serat alami

4

2.

2

Kapas, Sumber , http://en.wikipedia.org

7

2.

3 Serat katun; AFFINC .COM

8

2.

4

Benang

katun; fasteners.hardwarestore.com

8

2.

5

Benang dan rope cotton; Zhanjiang Zhum Heng Fishing Net

8

2.

6

Kapuk, Sumber , http://en.wikipedia.org

9

2.

7 Serat kapuk; Cv. Sumber Artha

9

2.

8

Benang kapuk; Bamboo textile

9

2.

9

Pohon Sisal, Sumber , http://en.wikipedia.org

10

2.

10 Benang Agave; windrifthill.com

10

2.

11

Agave rope; comboyshowcase.com

10

2.

12

Pohon Agave; http://en.wikipedia.org

10

2.

13 Jute, wikipedia.org

11

2.

14

Serat

Jute

11

2.

15

webbing jute; outsidepride.com

11

2.

16

Benang Jute

11

2.

17

Kenaf, abc.net.au

12

2.

18

Serat Kenaf

12

2.

19

Benang kenaf

12

2.

20

Jaring Kenaf; jutexporterbangladesh.ne1.net

12

2.

21

Pohon dan batang Hemp, treehugger.com

13

2.

22

Serat hemp; kdhandicraft.com.np

13

2.

23

Jaring hemp; istockphoto.com

13

2.

24

Benang hemp; Grass Root

13

2.

25

Pohon Ramie; http://en.wikipedia.org

14

2.

26

Packing dari bahan ramie; www.gongyaosealing.com

14

2.

27

Benang ramie; vam.ac.uk

14

2.

28

Rotan, Sumber , http://en.wikipedia.org

15

2.

29

Pencari rotan; warsi.or.id

15

2.

30

Bubu rotan; bruneiresources.com

15

2.

31

Serat buahan yang terbuat buah nanas; Habu Textile knittedyarns.wordpress.com

16

2.

32

Jerami Gandum; www.istockphoto. com

16

2.

33

Batang bambu; onthaitime.com/activities/growingbamboo

16

2.

34

Alat penangkap ikan dari bahan bambu

16

2.

35

Benang terbuat dari pohon pisang; Shangrila Crapt

17

2.

36

Kain dari kulit waru. nma.gov.au

17

2.

37

Jaring dari kulit waru, nma.gov.au

17

2.

38

Ulat Sutra pemintalan tradisional, Sumber , http://en.wikipedia.org

18

2.

39

Serat sutra; sheepwreck.wordpress.com

18

2.

40

Benang sutra; Zhejiang Quan Shun Silk Co.,

18

2.

41

Wool, Sumber , http://en.wikipedia.org

19

2.

42

Domba penghasil wool; joe ks.com

19

© Sekolah Tinggi Perikanan Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan v

v

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan v
Bahan Alat Penangkap Ikan 2007

Bahan Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

2.

43

Benang wool; tribsen.com

19

2.

44

Domba cashmere; westernviewcashmere.com

19

2.

45

Benang cashmere; America Yarn Sore

19

2.

46

Serat asbes; mesotheliomanews blog.com

20

2.

47

Packing dari bahan asbe; aiflon.net

20

2.

48

Serat ceramic; composite.about.com

20

2.

49

Ceramic rope; topsealing.com

20

2.

50

Alumunium fiber;

minerals.caltech.edu

21

2.

51

Sikat alumunium; Yangzhou Lida Brush Co.,

21

3.

1

Skema klasifikasi serat buatan, Sumber : Taito,s Synthetic rope)

24

3.

2

Skema proses pembuatan serat nylon 66 hingga menjadi produk akhir (Klust, 1973) 27

3.

3

Skema proses pembuatan tali dari serat alami (hemp) sampai menjadi produk

 

tali (Taito Synthetic

27

3.

4

Skema proses pembuatan tali dari sintetis sampai menjadi produk tali (Taito Synthetic

28

3.

5

Mesin pemroses bahan baku

29

3.

6 Mesin pemintal benang

29

3.

7

Mesin pembuat tali anyam

29

3.

8

Mesin pembuat webbing raschel

29

3.

9

Mesin pembuat webbing yang disimpul

29

3.

10

Proses pengencangan webbing

29

3.

11 Benang jaring

 

29

3.

12 Benang cotton

29

3.

13

Webbing PE

30

3.

14

Kemasan benang PE

30

3.

15

Kemasan rope yang dipintal dan dianyam

30

3.

16

Tros kapal

30

3.

17

Perakitan webbing untuk alat penangkap ikan purse seine

30

3.

18

Perakitan pelampung alat penangkap ikan purse seine

30

3.

19

Kegunaan lain serat sintetis selain sebagai bahan alat penangkap ikan

31

3.

20

Benang PA mono

33

3.

21

Webbing nylon multifilament; Anhui Golden Monkey Fishery Science And Technology

 

Co.,

33

3.

22

Senar (Nylon monoline) Forman Tech

33

3.

23

Webbing nylon monofilament pakmarine.tripod.com

33

3.

24

Nylon twine Wellington Products

33

3.

25

Nylon fiber

33

3.

26

Nylon rope billo@cyber.net.pk

34

3.

27

Nylon Rope Cancord

34

3.

28 Benang Polyester

 

34

3.

29

Hollow Polyester Staple Fiber

35

3.

30

Polyester fiber; byteland.org/projectk9

35

3.

31

Polyester twine Zhejiang Guxiandao Industrial Fibre Co.,

35

3.

32

Polyester rope; toolgear.co.uk

35

3.

33

Polyester braisded rope; Baoying Xiangchuan Rope Co.,Ltd

36

© Sekolah Tinggi Perikanan Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan vi

vi

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan vi
Bahan Alat Penangkap Ikan 2007

Bahan Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

3.

34

Tali Polypropelene

36

3.

35

Polypropylene fiber CNBM International Corporation

37

3.

36

Polypropylene twine ahsdirect.co.uk

37

3.

37

Polypropylene rop sales@ropesandtwines.com

37

3.

38

Polypropylene knotless netting pokorny site.cz

37

3.

39

Polypropylene net (warna merah)

37

3.

40

Webbing PE; entship.ca

37

3.

41

Polyethylene fiber; © 2005 2007 THz Science & Technology Network

38

3.

42

PE Yarn; Shunyu Brand

38

3.

43

PE Twine Penro Industries (Vietnam) Co.,

38

3.

44

PE Netting images.asia.ru

38

3.

45 Polyethylene rope Young Chang Rope Co.,

38

3.

46

Polyethylene monofilament; Monic Ply Line

38

3.

47

PE Braided rope; Hvalspud A/S

39

3.

48

Tali PVA

39

3.

49

PVA fiber; China National Fiber

39

3.

50

Kuremoa Twine;

39

3.

51

Kuremona rope;

3. 51 Kuremona rope; 40

40

4.

1

Berbagai bentuk pelampung trawl terbuat dari bahan VPC yang masih diproduksi

45

4.

2

Contoh bentuk pelampung PVC untuk trawl, Brand (1984)

46

4.

3

Berbagai bentuk pelampung yang digunakan pada hand line sport dan leisure fishing

 

di perairan tawar atau pantai

46

4.

4

Contoh pelampung konvensional yang digunakan dalam tipe penangkapan

47

4.

5

Contoh pelampung untuk gill net dari bahan

48

4.

6

Pelampung Purse Seine. Sumber (Blue Ocean Tackle Inc //sales@blueoceantackle.com)

49

4.

7

Pelampung yang dapat diisi udara

50

4.

8

Bentuk pelampung trammel net Sumber (Blue Ocean Tackle Inc//sales@blueoceantackle.com)

51

4.

9

Jaring trammel net

52

4.

10

Pelampung yang digunakan pada radio buoy maupun light buoy pada long line

52

4.

11

Pelampung long line yang terbuat dari beling (sudah tidak diguakan)

52

4.

12

Pelampung Long Line, Photo : Aman Saputra. Madidihang 01. STP

53

4.

13

Contoh pemasangan pelampung pada berbagai gill net, FAO (1972)

54

4.

14

Berbagai konstruksi komponen pemberat trawl (bobbin)

55

4.

15

Bobbin, danleno, rubber scrapper pada ground rope trawl

55

4.

16

Bobbin, danleno, rubber scrapper yang terpasang pada ground rope trawl

56

4.

17

Komponen penberat pada dredger dan beam trawl

56

4.

18

Komponen pemberat pada purse seine

57

4.

19

Komponen Long line

57

4.

20

Berbagai swivel pancing yang terbuat dari logam

59

4.

21

Berbagai clip pancing yang terbuat dari logam yang digabung dengan swivel

59

4.

22

Berbagai kengkapan pada trawl yang berfungsi sebagai pemberat

60

4.

23

tipe snap yang digunakan pada long line

60

4.

24

Tipe Pancing

61

© Sekolah Tinggi Perikanan Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan vii

vii

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan vii
Bahan Alat Penangkap Ikan 2007

Bahan Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

4.

25

Tipe lock tip untuk long line

61

4.

26

Komponen rawai dasar

61

4.

27

Cara seizing dalam wire compon

63

4.

28

Compound rope dan rope dengan hati yang terbuat dari timah; Pak Marine Engg. Services

63

4.

29

Wire rope; Klik nya jika ingin lebih jelas

64

5.

1

Struktur benang, (1) kompon antara monofilemant dengan continuous filement

 

(warna

putih); (2) monofilament

67

5.

2

Struktur benang, (1) staple fiber; (2) monofilament; (3) split (film) fiber

68

5.

3

Sistem

pintal

69

5.

4

Sistem

anyam

69

5.

5

Konstruksi benang jaring yang dipintal, (Klust, 1993)

69

5.

6

Struktur benang anyam, (Klust, 1993)

73

5.

7

Tali

anyam 8 strand

75

5.

8

Tali dengan 3 strand

75

5.

9

Tali

anyam 8 = strand

75

5.

10

Tali dengan 4 – strand

75

5.

11 Arah pintalan S dan Z untuk yang dipintal

75

6.

1

Contoh menghitung R tex (Klust, 1993)

83

6.

2

Contoh tali dan benang

85

6.

3

Contoh kemasan dan struktur rope, dan kompon

85

6.

4

Konstruksi wire

89

6.

5

Komponen pancing long line, (1) pancing; (2) wire leader

91

6.

6

Komponen branch line pada long line

94

6.

7

Asesoris wire leader

94

6.

8

Kanze dan Armor spring

95

6.

9

Tipe lain asesoris pancing long line (FUJI)

96

6.

10 Penyambungan antar main line dan branch line

99

6.

11 Penyambungan antar main line pada long line modern dengan menggunakan main

 

line joint (TOYO)

99

6.

12 Alat penyambung main line (TOYO)

99

6.

13 Beberapa tipe snap dan ukurannya (TOYO)

100

6.

14 Pemasangan snap pada main line

100

© Sekolah Tinggi Perikanan Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan viii

viii

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan viii
Bahan Alat Penangkap Ikan 2007

Bahan Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

DAFTAR TABEL

Tabel

2. 1 Kategori serat Tumbuhan

7

4.

1

Bahan pelampung yang terbuat dari bagian tumbuhan (Nomura, 1975)

46

4.

2

Bahan pelampung yang terbuat glass dan sintetis, (Nomura,

47

4.

3

Spesifikasi pelampung trawl bentuk bulat dan berkuping, Weihai wei long (2000)

48

4.

4

Spesifikasi pada pelampung Gambar 4.5

49

4.

5

Spesifikasi pada pelampung Gambar 4.5

49

4.

6

Spesifikasi pelampung yang digunakan pada purse seine

50

4.

7

Spesifikasi pelampung yang dapat diisi udara

51

4.

8

Spesifikasi pelampung trammel net

51

4.

9

Bahan pemberat yang digunakan sebagai pemberat alat penangkap ikan, Nomura

 

(1975)

58

4.

10

Karakteristik tali compound, 6 strand, 200 m /coil, medium laid

63

5.

1

Struktur benang jaring yang dipintal

70

5.

2

Konstruksi benang jarring yang dianyam yang terbuat dari bahan PA dan PP continuous

74

6.

1

Hubungan antara berbagai sistem penomoran dengan tex. (Klust, 1993)

84

6.

2

Spesifikasi Manila Rope, 3 strand, plain atau Howser laid

86

6.

3

Spesifikasi beberapa jenis tali terbuat dari serat sintetis, 8 strand, Pintalan sedang

 

87

6.

4

Spesifikasi tali baja yang banyak digunakan di kapal, didasarkan pada JIS No. 4 untuk

 

tali baja ukuran 6 x 24 (JIS)

89

6.

5

Klasifikasi wire untuk warp pada

90

6.

6

Spesifikasi wire leader

91

6.

7

Spesifikasi Sekiyama (nylon 100%)

92

6.

8

Sekiyama dalam bentuk monoline dari bahan polyamide 100%. (FUJI RON)

93

6.

9

Ukuran dan diameter kanzeki spring, (FUJI LOCK, 1999)

95

6.

10

Ukuran dan diameter armor spring, (FUJI LOCK, 1999)

95

6.

11 Spesifikasi beads

96

6.

12

Lock tip yang disebut dengan Mini lock (FUJIRON)

96

6.

13

Lock tip yang disebut dengan Fuji lock (FUJIRON)

96

© Sekolah Tinggi Perikanan Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan iv

iv

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan iv
Bahan Alat Penangkap Ikan 2007

Bahan Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

6.

14

Lock tip yang disebut dengan Silver lock (FUJIRON)

97

6.

15

Kombinasi berbagai asesoris komponen wire leader long line berdasarkan lock tip

97

6.

16

Kombinasi berbagai asesoris komponen wire leader long line berdasarkan armor dan

 

kanseki spring

98

6.

17

Kombinasi berbagai asesoris komponen wire leader long line berdasarkan Nylon Strand line (FUJIRON,

98

6.

18

Kombinasi berbagai asesoris komponen wire leader long line berdasarkan Braid Sekiyama dan Braid Line (FUJIRON,

99

6.

19

Spesifikasi joran pole & line yang terbuat dari fiber glass, OFRO

100

6.

20

Pancing Pole & Line

101

© Sekolah Tinggi Perikanan Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan v

v

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan v
Bahan Alat Penangkap Ikan 2007

Bahan Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

Bab I PENDAHULUAN

Ketika kita akan membuat suatu alat penangkap ikan tentunya yang pertama muncul dalam pikiran kita adalah sejumlah pertanyaan diantaranya ikan apa yang akan kita tangkap, dimana ikan itu ditangkap, bagaimana tingkah laku ikan tersebut, bagaimana reaksi ikan terhadap stimulan (warna, ukuran, dan lain–lain), sampai kita temukan disain alat penangkap ikan yang sesuai, entah diperoleh dari literatur atau meniru disain dari orang yang telah berhasil atau mungkin juga kita rancang sendiri.

Setelah disain alat penangkap ikan kita tentukan, langkah berikutnya tentunya kita berpikir berapa banyak bahan yang digunakan, jenis bahan apa yang ada di pasaran, jika tidak ada di pasaran atau harganya terlalu mahal apakah harus mengganti bahan yang dianggap mirip dengan disain dan jika dapat lebih murah, jika diganti bahan mana yang dianggap paling sesuai, jika tidak ada yang sesuai dimana lagi bahan tersebut dapat diperoleh. Pilihan terakhir adalah memesan ke pabrik. Disinipun timbul lagi pertanyaan bagaimana cara memesannya dan berapa harganya.

Lebih lanjut adalah berapa tingkat kekakuannya, bagaimana strukturnya, bagaimana konstruksinya, bagaimana reaksi ikan terhadap bahan tersebut, berapa ukurannya, berapa beratnya, apa warnanya dan banyak lagi pertanyaan yang umumnya muncul dari para pengguna bahan tersebut sesuai dengan kondisi dan peruntukkannya. Pada kondisi tertentu kita dipaksa harus pula memilih mana yang harus diprioritaskan antara persyaratan teknis, ketersediaan bahan, kemampuan permodalan dan teknik pengoperasiannya, kondisi kapalnya, dan siapakah yang akan membuat dan mengoperasikannya dan sebaginya dan sebagainya.

Tidak jarang pula jika kita pergi ke toko bahan alat penangkap ikan, kita hanya bertemu dengan seorang pedagang murni, bahkan terkadang diapun tidak tahu untuk apa dan bagaimana bahan itu, dia hanya tahu sekilo sekian rupiah, dan kita pun tidak tahu sekilo ada berapa meter, dan kitapun tidak usah heran jika barang tersebut tidak berlabel, ataupun jika ada, label tersebut tidak memberikan informasi yang cukup, bahkan label tersebut tidak sesuai dengan barangnya. Andaikata kita hanya akan membeli beberapa pis webbing untuk gill net atau trammel net, dan beberapa puluh meter tali untuk risnya, mungkin kita masih sempat memeriksanya, sehingga meter dan kilo tidak begitu menjadi masalah, namun jika kita akan membeli webbing untuk tuna purse seine yang beratnya hampir 10 ton misalnya, apakah kita sanggup

© Sekolah Tinggi Perikanan Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan 1

1

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan 1
Bahan Alat Penangkap Ikan 2007

Bahan Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

memeriksanya pis demi pis ?. Andaikata pula kita akan membuat komponen branch

line untuk long line, kita harus tahu dan mengenal nomor atau ukuran pancing, wire

leader, kanseki spring, armor spring, course, aimata, lock tip, silver lock, swivel, snap dan

branch line-nya yang sesuai, sebab bahan-bahan tersebut diproduksi dalam berbagai

nomor dan ukuran. Dan banyak lagi andaikata dan andaikata lainnya.

Sebagian jawaban dari berbagai pertanyaan di atas akan diperoleh jika kita

mempelajari bahan alat penangkap ikan, baik jenis, ukuran, maupun karakteristiknya.

Sehingga kita dapat memilih dan menentukan bahan yang sesuai dengan disain atau

kondisi tertentu, agar efektif dan efisien.

Bahan alat penangkap ikan mencakup semua bahan yang digunakan untuk

membentuk sebuah alat penangkap ikan, baik yang terbuat dari serat alami, serat

buatan, metal, maupun kompon, termasuk juga bahan yang digunakan sebagai sarana

penunjang untuk mengumpulkan ikan sebelum ditangkap.

Bahan alat penangkap ikan ini akan lebih mudah dipahami jika sebelumnya kita

telah mempelajari metoda penangkapan ikan dan secara simultan mempelajari juga

teknologi penangkapan ikan yang mencakup, disain alat penangkap ikan, metode

pengoperasian dan olah gerak kapal penangkapan ikan, kapal penangkap ikan dan

perlengkapan penangkapannya, dan jangan lupa bahwa pengalaman praktis di

lapangan akan jauh lebih bermanfaat lagi.

Era globalisasi dewasa ini menghadapkan kita pada berbagai persaingan

teknologi dan lapangan pekerjaan perikanan laut, kita harus segera menyiapkan

kekuatan, selain pisik dan cinta laut, kitapun harus membekali diri dengan

pengetahuan dan keterampilan.

Bahan ajar ini terdiri dari empat bab, yaitu:

Bab I

Pendahuluan

Bab II

Serat Alami berisi pengetahuan mengenai: Serat Alami, Serat Tumbuhan, Serat Bijian, Serat Daunan, Serat Kulit, dan Serat Hewani.

Bab III Serat Buatan, berisi pengetahuan mengenai: Tahapan Pembuatan Serat Sintetis, Nama Produk Serat Sintetis, Polyamide (PA), Polyester (PES), Polyvinyl alcohol (PVA), Polyethylene (PE), Polypropylene (PP), Polyvinyl chloride (PVC), Copolymer fibres (PVD), Polyamide, Polyester, Polypropylene, Polyethylene.

© Sekolah Tinggi Perikanan Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan 2

2

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan 2
Bahan Alat Penangkap Ikan 2007

Bahan Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

Bab IV

Klasifikasi Bahan Alat Penangkap Ikan yang berisi pengetahuan mengenai:

Klasifikasi Bahan Alat Penangkap Ikan, Komponen Pelampung, Komponen Pemberat, Bahan yang Terbuat dari Logam, dan Bahan yang Terbuat dari Bahan Gabungan.

Bab V Struktur dan Konstruksi yang berisi pengetahuan mengenai struktur dan konstruksi bahan alat penanglap ikan yang berupa benang, tali, webbing dan wire.

Bab VI Nomor dan Ukuran yang berisi pengetahuan tentang sistem penomoran dan pengukuran bahan alat penangkap ikan baik yang berlaku secara regional maupu internasional.

Tujuan Bahan ajar ini adalah memberikan pengetahuan minimal bagi taruna

taruna agar taruna memiliki kemampuan, kebiasaan dan kesenangan untuk mengenal,

mempelajari, memahami, memecahkan masalah baik teknik maupun sosial semua

yang berkaitan dengan bahan alat penangkap ikan dengan menggunakan prinsip-

prinsip dan metoda yang baik dan benar, sehingga menumbuhkan keyakinan yang

kuat yang mendasari polapikir dan perilakunya sehari-hari.

Setiap bab dari buku ini dilengkapi dengan ringkasan, pertanyaan yang

berbentuk essay, pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda, tugas-tugas yang harus

dilakukan oleh para taruna, dan jawaban untuk pilhan ganda. Jika para taruna mampu

menjawab sebanyak 80 % setiap pilihan ganda tanpa melihat kunci jawaban, maka

taruna berhak mengikuti mata kuliah berikutnya.

© Sekolah Tinggi Perikanan Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan 3

3

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan 3
Bahan Alat Penangkap Ikan 20072007

Bahan Alat Penangkap Ikan

20072007

Oleh: Supardi Ardidja

BAB II SERAT ALAMI

2.1. Serat Alami

Serat alami adalah serat yang terbuat dari bahan alami tanpa melalui proses kimia atau transformasi. Bagianbagian tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan alat penangkap ikan adalah dari bijian, bast, daun, dan buah (Gambar 2.1). Perlakuan yang diberikan hanya ditujukan untuk membuang seratserat yang tidak berguna, atau dilakukan proses perebusan, perendaman, penyamakan dan penmgawetan, baik untuk melemaskan sehingga bahan tersebut mudah untuk dianyam atau dipintal maupun memperpanjang usia pakainya. Sebagai contoh bahan tali yang terbuat dari kulit pohon waru harus direndam di dalam lumpur selama 5 – 6 hari, baru seratnya dapat digunakan.

Serat tumbuhan (Vegetable Fibe)r Serat hewan(Animal Fiber)
Serat tumbuhan
(Vegetable Fibe)r
Serat hewan(Animal
Fiber)
Serat mineral (Mineral Fiber)
Serat mineral
(Mineral Fiber)

Seed : Katun, Kapuk

Bast : Jute, Ramie, Hemp, Flax, Kennaf, rotan, soybean, vine dan pisang

Leaf : Manila, sisal, Yucoa

Fruit : Sabut kelapa(coir)

Stalk : Jerami, bambu dan kulit kayu

Bulu (Wool) : domba, kambing, alpaca, kelinci, cashmir

Sutra

: Cocoon

Asbestos : serpentine(chrysotile),Amphiboles (amosite, crocidolite, tremolite, actinolite ,

Keramik : Glass fibers(Glass wool and Quart )z, aluminum oxide, silicon carbide , and boron carbide

Metal

: Alumunium

Serat Alami

(Natural Fiber)

Gambar 2. 1

Skema klasifikasi serat alami

Serat tumbuhan ( Vegetable fibers ) umumnya terdiri dari selulosa (cellulose ). Contoh serat yang tergolong dalam serat tumbuhan diantaranya adalah Katun ( cotton ) , linen , jute, flax, ramie, sisal , and hemp . Serat selulosa banyak digunakan dalam pembuatan kertas dan pakaian .

Menurut Iitaka (1983) sebelum Perang Dunia II serat alami seperti cotton, hemp, silk, dll. yang umum digunakan sebagai bahan alat penangkap ikan. Setelah berakhirnya Perang Dunia II bahan alat penangkap ikan mulai ditinggalkan. Seratserat alami yang masih digunakan dalam dunia perikanan adalah terbatas untuk tali tali pendukung, tidak digunakan sebagai tali utama untuk pembuatan alat penangkapan ikan. Sebagai contoh tali manila

© Sekolah Tinggi Perikanan Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan 4

4

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan 4
Bahan Alat Penangkap Ikan 2007

Bahan Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

digunakan sebagai core pada wire. Core ini berfungsi sebagai penyimpan bahan pelumas tali (grease).

Bila kita mengurut mundur pada tahun 60 an, saat itu payang, dogol dan bagan tancap masih menggunakan bahan jaring yang terbuat dari bahan agel dan lawe, selambarnya terbuat dari pintalan serat ijuk atau ramie, pelampung menggunakan bukuan bambu, tenaga pendorong kapal menggunakan layar dan dayung, dan pemberat menggunkana batu kali atau batu bata. Tahun 70 an kantong payang mulai menggunakan serat sintetis, tapi bagian sayapnya sebagian masih menggunakan agel dan lawe, tros kapal masih menggunakan anyaman ramie, dadung penambat kerbau masih menggunakan serat bambu. sebagian tali rumpon ada yang masih menggunakan tali ijuk dan bambu, kemudian tali bambu dan ijuk ditinggalkan, nelayan membuat tali rumpon dari bekas bekas webbing rusak yang dipintal menjadi tali rumpon. Seiring dengan itu bahan bahan pembuat jaring dari serat alami ditinggalkan kecuali untuk keperluan tali buangan, topdal, dan benang layar, tali bendera dan kadangkadang untuk tali perum, atau keperluan lain yang tidak berhubungan langsung dengan penangkapan ikan. Namun demikian, bahan tumbuhan tidak ditinggalkan begitu saja, walaupun tidak digunakan untuk membuat webbing, tapi seperti bubu masih menggunakan bilahan bambu. Alat penangkap ikan yang tergolong dalam metoda perangkap (trap) sero misalya masih menggunakan bilahan bambu, penaju pada jermal masih menggunakan batangan kayu, bambu digunakan sebagai pelampung payang, tiangtiang bagan tancap, tiangtiang bagan apung dan antang rumpon, joran pole & line di Sulawesi Utara juga akan tetap menggunakan bambu, dan masih banyak contoh lainnya lagi.

Bahan webbing yang terbuat dari serat cotton yang merupakan serat halus yang memiliki panjang 20 ~ 50 mm dan diameter berkisar antara 0,01 ~ 0,04 mm (Klust, 1973). Dewasa ini tali telah digantikan oleh serat buatan (manmade fiber) seperti Polyamide, Polyester dan Polyvinyl alcohol dan lain lain. Serat, seperti sisal, manila, pohon pisang, abaca linen, hemp, dan ramie sabut kelapa, ijuk, memiliki tekstur yang lebih kasar dibandingkan cotton atau kapok, hanya cocok untuk bahan tali (rope) dan tros. Bahanbahan ini terbuat dari bagian tumbuhan yang telah mati yang sebagian besar sebelum digunakan harus direndam di dalam air, sangat menyerap air dan rentan terhadap pembusukan. Pembusukan inilah yang menjadi alasan utama mengapa orang beralih ke serat buatan. Pembusukan terjadi diakibatkan oleh aktivitas micro organisme khususnya bakteri. Pembusukan terjadi saat proses dekomposisi bahan organik dimulai. Bahan organic yang mati akan membentuk nutrin nutrin anorganik seperti phosphorus, nitrogen, dan potassium

© Sekolah Tinggi Perikanan Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan 5

5

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan 5
Bahan Alat Penangkap Ikan 2007

Bahan Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

yang merupakan media tumbuh yang sangat baik bagi bakteri. Hal inilah yang menyebabkan mengapa tali tali yang terbuat dari bahanbahan ini memerlukan pengawetan seperti disamak atau diter (coal tar). Akibatnya seperti fishing day akan berkurang, menambah tenaga dan biaya perawatan dan biaya biaya lainnya (financial loss) oleh karenanya orang cenderung lebih banyak memilih bahan tali sintetis. Klust (1973) telah melakukan penelitian terhadap kemampuan tali cotton dan manila terhadap proses pembusukan setelah dilakukan berbagai pengawetan.

Sifat menyerap cairan terutama air (water absorption) dari bahan serat alami ini dalam pekerjaanpekerjaan praktis kurang disukai, namun sifat ini dapat dimanfaatkan sebagai penyimpan bahan pengawet atau bahan anti karat pada kawat baja (steel wire). Tali ini berfungsi sebagai “hati (core)”. Core ini dicelup dengan grease sehingga pada saat tali baja memperoleh tegangan atau kenaikan suhu maka grease pada core akan meleleh dan melumuri tali baja. Akibatnya tali baja akan terlumasi dan terlindung dari korosi atau mengurangi gaya gesekan. Sifat permukaan yang kasar dari serat tumbuhan dimanfaatkan untuk membungkus tali baja, sehingga tali baja tidak menjadi licin.

Hal yang paling tidak menguntungkan dari serat alami di dunia perikanan adalah umur pakainya yang sangat pendek. Ribuan tahun yang lalu para nelayan tidak mempunyai pilihan lain kecuali menggunakan serat alami, walaupun tidak sesuai untuk keperluan menangkap ikan (Brand, 1984). Ditemukannya serat buatan merupakan revolusi yang sangat penting di bidang perikanan modern disebabkan karakteristik dominannya bahwa serat buatan tidak dapat membusuk. Penemuan ini dapat dikatakan sebagai keajaiban sain, yang memberikan berbagai kemudahan bagi para penangkap ikan, (Klust, 1973).

2.2. Serat Tumbuhan

Serat tumbuhan (Vegetable fibers) umumnya terdiri dari selulosa (cellulose ). Contoh serat yang tergolong dalam serat tumbuhan diantaranya adalah Katun (cotton), linen, jute, flax, ramie, sisal, and hemp. Serat selulosa digunakan dalam pembuatan kertas dan pakaian.

Serat tumbuhan terbagi dalam 5 kategori, seperti yang ditampilan pada Tabel 2.1.

© Sekolah Tinggi Perikanan Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan 6

6

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan 6