Anda di halaman 1dari 30

Gangguan Psikosomatis yang menyebabkan kekambuhan tension headache

Nur Khairunnisa 1110221125


1/4/2014 1

Identitas Pasien
Nama Jenis Kelamin Umur Agama Status Pendidikan terakhir Pekerjaan Alamat Indah III RT 005/001 : Ny. LT : Perempuan : 46 tahun : Protestan : Menikah : SMA :: Jl. Bumi Kemanggisan
2

1/4/2014

Keluhan Utama
Kontrol dan sambung obat

1/4/2014

Riwayat gangguan sekarang


sekarang Pusing,leher kaku, terasa seperti ikatan yang mengencang Mual, perut cepat lapar setelah bertengkar dengan ibu mertua 1 bulan lalu Kontrol ke poli jiwa atas intruksi dr THT yang semula mendiagnosa sinusitis November 2012 Pasien mengancam menggunakan pisau kepada orang yang melarangnya pergi ke medan Dimedan pusing,cemas,leher kaku,mual

1/4/2014

Oktober 2012 sakit kepala, keringat berlebihan, rasa takut dan cemas yag berlebihan serta rasa akan pingsan (ibu mertua tdk percaya) Ke RS bhakti mulya,cek lab:normal, dirawat
1/4/2014

September 2012 Kaki yang dioperasi tahun 1993 terasa sakit, kontrol ke pelni diberi vitamin dan obat penghilang nyeri

Menurut pasien, selama ini dirinya selalu bertengkar dengan ibu mertua karena ibu mertua menuduhnya hanya ingin mengambil harta mereka dan mengajarkan yang tidak benar kepada anak mereka, dan keluhan tersebut timbul setelah bertengkar dengan ibu mertuanya. Menurut ibu mertua pasien,pasien sering mengeluh sakit tetapi hasil pemeriksaan normal,menantunya sering tidak beres mengurus anak mereka
1/4/2014 6

Riwayat Penyakit Sebelumnya


Riwayat gangguan psikiatri Pasien setahun belakangan ini selalu merasa dirinya sakit, sudah berkali-kali keluar masuk Rumah Sakit, keluhan ini timbul jika pasien merasa stres, pasien pernah mengancam orang-orang sekitar menggunakan pisau agar tidak mengahalanginya pergi.

1/4/2014

Riwayat gangguan medic Pasien memiliki penyakit polio sejak umur 2 tahun. Pada tahun 1993 pasien melakukan operasi pada kakinya yang polio karena sudah sulit berjalan, setelah operasi kaki tersebut tidak sakit dan dapat berjalan dengan baik. Sebelum pasien ke poliklinik JIWA RSAL, pasien sudah 2 kali dirawat di RS pelni dan RS Bhakti Mulya dengan diagnosa thyfoid dan sinusitis. Riwayat penggunaan zat Pasien menyangkal merokok dan mengkonsumsi obat obatan terlarang dan alkohol
1/4/2014 8

Riwayat Kehidupan Pribadi


Riwayat prenatal dan perinatal Selama mengandung, ibu pasien dalam keadaan sehat. Pasien lahir normal dan cukup bulan. Masa kanak awal Pasien diasuh oleh ayah ibunya sejak kecil. Riwayat tumbuh kembang terhambat karena pasien menderita polio sejak umur 2 tahun
1/4/2014 9

Masa kanak pertengahan Tumbuh dan berkembang terhambat, anak penurut, sayang kepada orang tua. Aktif, memiliki banyak teman. Masa kanak akhir Pasien bersekolah dengan baik, prestasi di sekolah cukup baik. Pasien punya banyak teman. Hubungan pasien dengan saudaranya rukun. Terbiasa membantu mengerjakan pekerjaan rumah.
1/4/2014 10

Masa dewasa Pendidikan akhir pasien adalah SMA. Pasien merasa kurang nyaman dengan lingkungannya yang sekarang karena selalu mendapat tekanan dari ibu mertuanya. Pasien menikah pada tahun 2000 dijodohkan oleh Pastur di kampungnya. Pasien saat ini tinggal di kemanggisan bersama suami dan kedua mertuanya. Selama ini pasien tidak pernah teribat proses hukum atau dipenjara.

1/4/2014

11

1/4/2014

12

DESKRIPSI UMUM Penampilan Pasien adalah seorang perempuan berusia 46 tahun,penampilan rapih,wajah sesuai dengan usianya,rambut pendek Kesadaran Kuantitatif : komposmentis Kualitatif : normal,dapat berinteraksi dengan cukup baik Pembicaraan Pasien dapat menjawab pertanyaan pemeriksa dengan intonasi yang jelas sesuai pertanyaan dari pemeriksa. Pasien berbicara tentang dirinya, suami dan mertuanya dengan jelas.
1/4/2014 13

Status Mental

Perilaku dan aktifitas motorik Pasien bersikap tenang saat dilakukan wawancara, pasien cukup kooperatif saat menjawab pertanyaan dari pemeriksa. Tidak ada aktivitas psikomotor yang berlebihan. Sikap terhadap pemeriksa Pasien cukup kooperatif, ramah, memperhatikan dan menjawab pertanyaan dari pemeriksa.
1/4/2014 14

Keadaan Afektif
Afek : Euthym Keserasian : serasi, mood sesuai dengan konteks pembicaraan Empati : dapat diempati

1/4/2014

15

Fungsi Intelektual (kognitif)


Taraf pendidikan, pengetahuan umum, dan kecerdasan
Taraf pendidikan formal Taraf pengetahuan Presiden RI sekarang Taraf kecerdasan soal matematika : SMA : pasien mengetahui : pasien dapat menjawab

Daya konsentrasi : Selama wawancara pasien duduk tenang dan focus dengan pertanyaan dari pemeriksa dari awal sampai akhir wawancara.
1/4/2014 16

Orientasi Waktu: pasien dapat mengetahui hari kontrol di RSAL Tempat: pasien mengetahui keberadaannya di RSAL Orang: pasien mengetahui siapa saja yang mewawancarai pasien Daya ingat Jangka panjang : pasien dapat menyebut dimana SD nya Jangka pendek : pasien dapat mengetahui apa yang dilakukannya sebelum tidur Segera : pasien dapat mengulang kata yang di berikan oleh pemeriksa Pikiran abstrak : pasien mengetahui arti peribahasa besar pasak daripada tiang
1/4/2014 17

Halusinasi :Tidak Ada

Derealisasi tdak ada

Gangguan prsepsi

Ilusi : Tidak ada

Depersonali sasi : Tidak Ada

1/4/2014

18

PROSES BERPIKIR
Arus berpikir Produktifitas : pasien dapat menceritakan beberapa hal yang dialami dalam hidupnya dan pasien dapat menjawab pertanyaan dari pemeriksa Kontinuitas : pembicaraan teratur,tidar ada asosiasi longgar Hendaya berbahasa : tidak ada Isi pikiran Preokupasi : pasien ingin agar ibu mertua dapat mengerti dan tidak mencurigainya lagi. Gangguan pikiran : tidak ada
1/4/2014 19

PENGENDALIAN IMPULS Pasien tenang dan dapat bersikap kooperatif selama wawancara DAYA NILAI 1. Norma sosial : baik, sikap pasien sopan saat dilakukan wawancara 2. Uji daya nilai : kapabilitas penilaian sosial pasien dirasa cukup baik saat ditanya tentang bagaimana bersikap terhadap anak anak yang kurang mampu. 3. Daya nilai realita: daya nilai realita pasien masih normal TILIKAN (INSIGHT) Pasien menyadari bahwa pasien sakit dan pasien rutin kontrol serta sambung obat. TARAF DAPAT DIPERCAYA Secara keseluruhan pasien dapat dipercaya
1/4/2014 20

Pemeriksaan Penunjang
PEMERIKSAAN PSIKOLOGIS Hasil pemeriksaan HARS : 25 ( kecemasan ringan) Hasil Pemeriksaan HDRS : 25 (depresi sedang) PEMERIKSAAN FISIK INTERNA Keadaan umum : baik Kesadaran : compos mentis NEUROLOGI GCS : E4M6V5
21

1/4/2014

Iktisar penemuan bermakna


Seorang pasien perempuan berusia 46 tahun, datang untuk kontrol dan sambung obat. Beberapa hari sebelumnya pasien mengeluh setelah obatnya habis : kepala pusing dan mengeluhkan lehernya terasa kaku seperti ada ikatan yang mengencang, ini menunjukkan gejala tension headache mual, perutnya cepat lapar, dan lemas sehingga mengganggu aktifitas. Menurut pasien keluhan tersbut dirasakan setelah bertengkar dengan ibu mertuanya.
1/4/2014

22

Pasien memiliki riwayat polio sejak tahun 1969. Pasien datang dengan mood baik, afek euthym, pembicaraan serasi dengan mood. fungsi intelektualnya baik, tidak ada gangguan persepsi, daya nilai baik, Hasil test HARS 15 (kecemasan ringan) HDRS 25 (depresi sedang) dan hasil pemeriksaan neurologis GCS 15 (E4M6V5).
1/4/2014 23

Diagnosis multiaksial
Aksis I : Gangguan Psikosomatis yang menyebabkan kekambuhan Tension Headache Aksis II : Tidak ada tanda-tanda gangguan kepribadian dan retardasi mental Aksis III : Tension Headache Aksis IV : Stressor diduga karena masalah dengan ibu mertua suami Aksis V : saat diwawancara GAF scale 91-100
1/4/2014 24

Daftar problematika
Problema organobiologik : Tension Headache Problema psikologik/ perilaku : pasien merasa cemas jika telah bertengkar dengan ibu mertua Problema keluarga : Pasien sering bertengkar dengan ibu mertua

1/4/2014

25

Prognosis
Prognosis : dubia ad bonam

1/4/2014

26

Rencana terapi
Farmakologi : Alprazolam 2 X 0,5 mg/hari Psikoterapi : Pasien : Memberikan informasi dan edukasi tentang penyakit pasien,gejala penyakit,penyebab,proses pengobatan, serta risiko kekambuhan Belajar menghindari atau menghadapi tegangan dengan lebih baik

1/4/2014

27

Keluarga : Memberikan dukungan kepada pasien agar rutin minum obat, melakukan aktifitas ringan sehari hari, memahami penyakit yang di derita pasien Membuat suasana yang nyaman di rumah

1/4/2014

28

Saran
Minum obat dan kontrol secara teratur Hindari stress dan faktor pemicu stress

1/4/2014

29

1/4/2014

30