Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Istilah Surveillance sudah dikenal oleh banyak orang, namun dalam aplikasinya banyak orang menganggap bahwa surveilans identik dengan pengumpulan data dan penyelidikan KLB, hal inilah yang menyebabkan aplikasi system surveilans di Indonesia belum berjalan optimal, padahal system ini dibuat cukup baik untuk mengatasi masalah kesehatan. Istilah Surveillance sebenarnya berasal dari bahasa perancis yang berarti mengamati tentang sesuatu, Istilah ini awalnya dipakai dalam bidang penyelidikan/intelligent untuk mematamatai orang yang dicurugai, yang dapat membahayakan. Kejadian luar biasa KLB! masih sering terjadi di Indonesia. KLB inimempunyai makna sosial dan politik tersendiri oleh karena peristiwa yang demikian mendadak, melibatkan banyak orang dan dapat menimbulkan banyak kematian. Batasan KLB meliputi arti yang luas, yang dapat diuraikan meliputi semua kejadian penyakit, dapat suatu penyakit in"eksi akut kronis ataupun penyakit non in"eksi. #enyakit menular pada manusia merupakan masalah penting yang dapat terjadisetiap saat, terutama di negara berkembang khususnya Indonesia. #enyakit menular seperti demam berdarah dengue sudah merebak hampir di setiap daerah. #enyakit poliomielitis dan "lu burung yang ditularkan melalui unggas dan dinyatakan sebagaikejadian luar biasa juga sempat merenggut jiwa. $idak ada batasan mengenai penentuan jumlah penderita yang dapat dikatakan sebagai KLB. %al ini selain karena jumlah kasus sangat tergantung dari jenis dan agen penyebabnya, juga karenakeadaan penyakit akan bervariasi menurut tempat tempat tinggal, pekerjaan! danwaktu yang berhubungan dengan keadaan iklim! dan pengalaman keadaan penyakittersebut sebelumnya dan tidak ada batasan yang spesi"ik mengenai luas daerah yangdapat dipakai untuk menentukan KLB, apakah dusun desa, kecamatan, kabupatenatau meluas satu

propinsi dan &egara. Luasnya daerah sangat tergantung dari cara penularan penyakit tersebut. 'aktu yang digunakan untuk menentukan KLB juga bervariasi. KLB dapat terjadi dalam beberapa jam, beberapa hari atau minggu atau beberapa bulan maupun tahun. B. Rumusan Masalah (dapun )umusan *asalah dari makalah ini yaitu + ,. (pa #engertian Surveilans .. (pa #engertian Kejadian Luar Biasa KLB!dan Surveilans Bencana /. (pa pengertian Bencana 0. Bagaimana Surveilans Bencana dan Surveilans Kejadian Luar Biasa KLB!C. Tujuan (dapun $ujuan dari makalah ini yaitu + ,. 1ntuk mengetahui dan memahami pengertian Surveilans .. 1ntuk mengetahui pengertian kejadian Luar biasa dans Surveilans Bencana /. 1ntuk mengetahui dan memahami pengertian Bencana 0. 1ntuk memahami Bagaimana Surveilans bencana dan Surveilans Kejadian luar biasa KLB!

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Sur eilans Surveilans adalah proses pengamatan secara teratur dan terus menerus terhadap semua aspek penyakit tertentu, baik keadaan maupun penyebarannya dalam suatu masyarakat tertentu untuk kepentingan pencegahan dan penanggulangan. 2e"inisi lain secara lengkap menjelaskan bahwa Surveilans adalah suatu rangkaian proses yang sistematis dan berkesinambungan dalam pengumpulan, analisa dan interpretasi data kesehatan dalam upaya untuk menguraikan dan memantau suatu peristiwa kesehatan. Surveilans memantau terus3menerus kejadian dan kecenderungan penyakit, mendeteksi dan memprediksi outbreak pada populasi, mengamati "aktor3"aktor yang mempengaruhi kejadian penyakit, seperti perubahan3 perubahan biologis pada agen, vektor, dan reservoir.Selanjutnya surveilans menghubungkan in"ormasi tersebut kepada pembuat keputusan agar dapat dilakukan langkah3langkah pencegahan dan pengendalian penyakit Last, .44,!.Kadang digunakan istilah surveilans epidemiologi. Baik surveilans kesehatan masyarakat maupun surveilans epidemiologi hakikatnya sama saja, sebab menggunakan metode yang sama, dan tujuan epidemiologi adalah untuk mengendalikan masalah kesehatan masyarakat, sehingga epidemiologi

dikenal sebagai sains inti kesehatan masyarakat core science o" public health!. Surveilans memungkinkan pengambil keeputusan untuk memimpin dan mengelola dengan e"ekti".Surveilans kesehatan masyarakat memberikan in"ormasi kewaspadaan dini bagi pengambil keputusan dan manajer tentang masalah3masalah kesehatan yang perlu diperhatikan pada suatu populasi.Surveilans kesehatan masyarakat merupakan instrumen penting untuk mencegah outbreak penyakit dan mengembangkan respons segera ketika penyakit mulai menyebar.In"ormasi dari surveilans juga penting bagi kementerian kesehatan, kementerian keuangan, dan donor, untuk memonitor sejauh mana populasi telah terlayani dengan baik. $ujuan surveilans '%5, .44.! ,. *emprediksi dan mendeteksi dini epidemi .. outbreak/wabah! /. *emonitor, mengevaluasi dan memperbaiki program pencegahan dan pengendalian penyakit. 0. *emasok in"ormasi untuk penentuan prioritas, pengambilan kebijakan, perencanaan, implementasi dan alokasi sumber daya kesehatan. 6. *onitoring kecenderungan penyakit endemis dan mengestimasi dampak penyakit di masa mendatang. 7. *engidenti"ikasi kebutuhan riset dan investigasi lebih lanjut. 2ikenal ada beberapa jenis surveilans+ ,! Surveilans individu8 .! Surveilans penyakit8 global. ,. Surveilans Individu /! Surveilans sindromik8 0! Surveilans Berbasis Laboratorium8 6! Surveilans terpadu8 7! Surveilans kesehatan masyarakat

Surveilans individu individual surveillance! mendeteksi dan memonitor individu3individu yang mengalami kontak dengan penyakit serius, misalnya pes, cacar, tuberkulosis, ti"us, demam kuning, si"ilis.Surveilans individu memungkinkan dilakukannya isolasi institusional segera terhadap kontak, sehingga penyakit yang dicurigai dapat dikendalikan.Sebagai contoh, karantina merupakan isolasi institusional yang membatasi gerak dan aktivitas orang3orang atau binatang yang sehat tetapi telah terpapar oleh suatu kasus penyakit menular selama periode menular. $ujuan karantina adalah mencegah transmisi penyakit selama masa inkubasi seandainya terjadi in"eksi Last, .44,!.Isolasi institusional pernah digunakan kembali ketika timbul (I2S ,9:4an dan S()S. 2ikenal dua jenis karantina+ ,! Karantina total8 .! Karantina parsial. Karantina total membatasi kebebasan gerak semua orang yang terpapar penyakit menular selama masa inkubasi, untuk mencegah kontak dengan orang yang tak terpapar. Karantina parsial membatasi kebebasan gerak kontak secara selekti", berdasarkan perbedaan tingkat kerawanan dan tingkat bahaya transmisi penyakit.;ontoh, anak sekolah diliburkan untuk mencegah penularan penyakit campak, sedang orang dewasa diperkenankan terus bekerja.Satuan tentara yang ditugaskan pada pos tertentu dicutikan, sedang di pospos lainnya tetap bekerja.2ewasa ini karantina diterapkan secara terbatas, sehubungan dengan masalah legal, politis, etika, moral, dan "iloso"i tentang legitimasi, akseptabilitas, dan e"ektivitas langkah3langkah pembatasan tersebut untuk mencapai tujuan kesehatan masyarakat. .. Surveilans #enyakit Surveilans penyakit disease surveillance! melakukan pengawasan terus3 menerus terhadap distribusi dan kecenderungan insidensi penyakit, melalui pengumpulan sistematis, konsolidasi, evaluasi terhadap laporan3laporan penyakit dan kematian, serta data relevan lainnya.<adi "okus perhatian surveilans penyakit adalah penyakit, bukan individu.2i banyak negara, pendekatan surveilans penyakit biasanya didukung melalui program

vertikal pusat3daerah!.;ontoh, program surveilans tuberkulosis, program surveilans malaria. Beberapa dari sistem surveilans vertikal dapat ber"ungsi e"ekti", tetapi tidak sedikit yang tidak terpelihara dengan baik dan akhirnya kolaps, karena pemerintah kekurangan biaya.Banyak program surveilans penyakit vertikal yang berlangsung paralel antara satu penyakit dengan penyakit lainnya, menggunakan "ungsi penunjang masing3masing, mengeluarkan biaya untuk sumberdaya masingmasing, dan memberikan in"ormasi duplikati", sehingga mengakibatkan ine"isiensi. /. Surveilans Sindromik Syndromic surveillance multiple disease surveillance! melakukan pengawasan terus3menerus terhadap sindroma kumpulan gejala! penyakit, bukan masing3masing penyakit.Surveilans sindromik mengandalkan deteksi indikator3indikator kesehatan individual maupun populasi yang bisa diamati sebelum kon"irmasi diagnosis.Surveilans sindromik mengamati indikator3indikator individu sakit, seperti pola perilaku, gejala3 gejala, tanda, atau temuan laboratorium, yang dapat ditelusuri dari aneka sumber, sebelum diperoleh kon"irmasi laboratorium tentang suatu penyakit.Surveilans sindromik dapat dikembangkan pada level lokal, regional, maupun nasional. Sebagai contoh, ;enters "or 2isease ;ontrol and #revention ;2;! menerapkan kegiatan surveilans sindromik berskala nasional terhadap penyakit3penyakit yang mirip in"luen=a illnesses! berdasarkan laporan berkala praktik dokter di (S. 2alam surveilans tersebut, para dokter yang berpartisipasi melakukan skrining pasien berdasarkan de"inisi kasus sederhana demam dan batuk atau sakit tenggorok! dan membuat laporan mingguan tentang jumlah kasus, jumlah kunjungan menurut kelompok umur dan jenis kelamin, dan jumlah total kasus yang teramati. Surveilans tersebut berguna untuk memonitor aneka penyakit yang menyerupai in"luen=a, termasuk "lu burung, dan antraks, sehingga dapat memberikan peringatan dini dan dapat digunakan sebagai instrumen untuk
6

"lu3like

memonitor

krisis

yang

tengah

berlangsung.Suatu

sistem

yang

mengandalkan laporan semua kasus penyakit tertentu dari "asilitas kesehatan, laboratorium, atau anggota komunitas, pada lokasi tertentu, disebut surveilans sentinel. #elaporan sampel melalui sistem surveilans sentinel merupakan cara yang baik untuk memonitor masalah kesehatan dengan menggunakan sumber daya yang terbatas. 0. Surveilans Berbasis Laboratorium Surveilans berbasis laboartorium digunakan untuk mendeteksi dan menonitor penyakit in"eksi.Sebagai contoh, pada penyakit yang ditularkan melalui makanan seperti salmonellosis, penggunaan sebuah laboratorium sentral untuk mendeteksi strain bakteri tertentu memungkinkan deteksi outbreak penyakit dengan lebih segera dan lengkap daripada sistem yang mengandalkan pelaporan sindroma dari klinik3klinik.

6.

Surveilans $erpadu Surveilans terpadu integrated surveillance! menata dan memadukan semua kegiatan surveilans di suatu wilayah yurisdiksi negara/ provinsi/ kabupaten/ kota! sebagai sebuah pelayanan publik bersama. Surveilans terpadu menggunakan struktur, proses, dan personalia yang sama, melakukan "ungsi mengumpulkan in"ormasi yang diperlukan untuk tujuan pengendalian penyakit. #endekatan surveilans terpadu tetap memperhatikan perbedaan kebutuhan data khusus penyakitpenyakit tertentu. Karakteristik pendekatan surveilans terpadu+ ,! *emandang surveilans sebagai pelayanan bersama common services!8 .! *enggunakan pendekatan solusi majemuk8 /! *enggunakan pendekatan "ungsional, bukan struktural8 0! *elakukan sinergi antara "ungsi inti surveilans yakni, pengumpulan, pelaporan, analisis data, tanggapan! dan "ungsi pendukung surveilans yakni, pelatihan dan supervisi, penguatan laboratorium, komunikasi, manajemen sumber daya!8 6! *endekatkan "ungsi surveilans dengan pengendalian
7

penyakit. *eskipun menggunakan pendekatan terpadu, surveilans terpadu tetap memandang penyakit yang berbeda memiliki kebutuhan surveilans yang berbeda. 7. Surveilans Kesehatan *asyarakat >lobal #erdagangan dan perjalanan internasional di abad modern, migrasi manusia dan binatang serta organisme, memudahkan transmisi penyakit in"eksi lintas negara.Konsekunsinya, masalah3masalah yang dihadapi negara3negara berkembang dan negara maju di dunia makin serupa dan bergayut.$imbulnya epidemi global pandemi! khususnya menuntut dikembangkannya jejaring yang terpadu di seluruh dunia, yang manyatukan para praktisi kesehatan, peneliti, pemerintah, dan organisasi internasional untuk memperhatikan kebutuhan3kebutuhan surveilans yang melintasi batas3batas negara.(ncaman aneka penyakit menular merebak pada skala global, baik penyakit3penyakit lama yang muncul kembali re3 emerging diseases!, maupun penyakit3penyakit yang baru muncul newemerging diseases!, seperti %I?/(I2S, "lu burung, dan S()S.(genda surveilans global yang komprehensi" melibatkan aktor3 aktor baru, termasuk pemangku kepentingan pertahanan keamanan dan ekonomi. B. Pengertian !eja"ian Luar #iasa $!LB% Kejadian Luar Biasa KLB! mempunyai banyak kesamaan kata,

diantaranya outbreak dan epidemic 'abah!. Ketiganya mempunyai pengartian yang hampir sama. 2isini dijelaskan mengenai pengertian Kejadian Luar biasa KLB!, 5utbreak, dan @pidemic wabah! dari berbagai sumber yang saya peroleh. A 2alam ## &o 0, $ahun ,99, tentang #enanggulangan 'abah #enyakit *enular, Kejadian Luar Biasa KLB! adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah.
8

A 2alam 11 &o. 0 $ahun ,9:0 tentang 'abah #enyakit *enular, 'abah penyakit menular yang selanjutnya disebut wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan yang la=im pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka. A *enurut Last ,9::!,@pidemi adalah kejadian dalam sebuah komunitas atau wilayah kasus penyakit, kesehatan spesi"ik yang berhubungan dengan perilaku, atau kesehatan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan yang jelas melebihi harapan normal. *asyarakat atau wilayah dan periode dalam kasus yang terjadi, telah ditentukan dengan tepat. <umlah kasus yang menunjukkan adanya epidemi bervariasi sesuai dengan ukuran, agen dan jenis populasi terpapar, pengalaman sebelumnya atau kurangnya paparan penyakit, dan waktu dan tempat kejadian8 epidemi yang demikian relati" terhadap "rekuensi yang biasa dari penyakit di daerah yang sama, di antara populasi tertentu, pada musim yang sama pada tahun tertentu. 2ua kasus seperti penyakit yang berhubungan dalam waktu dan tempat mungkin menjadi bukti yang cukup untuk dipertimbangkan epidemi.

*enurut Last .44,!, 5utbreak adalah peningkatan insidensi kasus yang melebihi ekspektasi normal secara mendadak pada suatu komunitas, di suatu tempat terbatas, misalnya desa, kecamatan, kota, atau institusi yang tertutup misalnya sekolah, tempat kerja, atau pesantren! pada suatu periode waktu tertentu. %akikatnya outbreak sama dengan epidemi wabah!. %anya saja terma kata outbreak biasanya digunakan untuk suatu keadaan epidemik yang terjadi pada populasi dan area geogra"is yang relati" terbatas.

*enurut @ko, dkk .44.!, @pidemi merupakan kejadian luar biasa yaitu timbulnya suatu penyakit yang menimpa masyarakat pada suatu daerah yang melebihi perkiraan kejadian yang normal dalam periode yang singkat. *ula3mula epidemi hanya ditujukan pada penyakit menular kemudian berkembang menjadi epidemi penyakit in"eksi yang tidak
9

menular, bahkan berlaku juga untuk "enomena3"enomena penyakit non in"eksi dan nonpenyakit yang berkaitan dengan masalah sosial seperti kenakalan remaja dan penyalahgunaan obat. 2ari beberapa pengertian dari KLB, 5utbreak, dan @pidemi wabah! dapat disimpulkan bahwa KLB outbreal/wabah! adalah terjadinya peningkatan jumlah kasus penyakit yang menimpa pada kelompok masyarakat tertentu, di daerah tertentu, dan selama periode waktu tertentu. Kriteria tentang KLB mengacu pada Keputusan 2irjen &o. 06,/9. Suatu kejadian dinyatakan luar biasa jika ada unsur+ ,. $imbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal .. #eningkatan kejadian penyakit/kematian terus3menerus selama / kurun waktu berturut3turut menurut jenis penyakitnya jam, hari, minggu! /. #eningkatan kejadian penyakit/kematian . kali lipat atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya jam, hari, minggu, bulan, tahun!. 0. <umlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan . kali lipat atau lebih bila dibandingkan dengan angka rata3rata perbulan dalam tahun sebelumnya. 6. #enanggulangan KLB yaitu menangani penderita, mencegah perluasan KLB, mencegah timbulnya penderita atau kematian baru pada suatu KLB yang sedang terjadi. 7. Berdasarkan hasil investigasi/penyelidikan epidemiologi tersebut maka segera dilakukan tindakan penanggulangan dalam bentuk yaitu+ ,! #engobatan segera pada penderita yang sakit, .! *elakukan rujukan penderita yang tergolong berat, /! *elakukan penyuluhan mengenai penyakit kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran agar tidak tertular penyakit atau menghindari penyakit tersebut, 0! *elakukan gerakan kebersihan lingkungan untuk memutuskan rantai penularan

10

B. Salah satu "aktor yang dapat mempengaruhi timbulnya KLB/'abah adalah %erd Immunity. Secara umum dapat dikatakan bahwa herd immunity ialah kekebalan yang dimiliki oleh sebagian penduduk yang dapat menghalangi penyebaran. %al ini dapat disamakan dengan tingkat kekebalan individu yaitu makin tinggi tingkat kekebalan seseorang, makin sulit terkena penyakit tersebut. 2emikian pula dengan herd immunity, makin banyak proporsi penduduk yang kebal berarti makin tinggi tingkat herd immunity3nya hingga penyebaran penyakit menjadi semakin sulit. :. Kemampuan mengadakan penanggulangan atau tingginya herd immunity untuk menghindari terjadi epidemi bervariasi untuk tiap penyakit tergantung pada+ ,. #roporsi penduduk yang kebal, .. Kemampuan penyebaran penyakit oleh kasus atau karier, dan /. Kebiasaan hidup penduduk. #engetahuan tentang penanggulangan KLB herd immunity berman"aat untuk mengetahui bahwa menghindarkan terjadniya epidemi tidak perlu semua penduduk yang rentan tidak dapat dipastikan, tetapi tergantung dari jenis penyakitnya, misalnya variola dibutuhkan 94C396C penduduk kebal. Setelah terjadi wabah, jumlah penduduk yang kebal bertambah hingga herd immunity meningkat hingga penyebaran penyakit berhenti. Setelah beberapa waktu jumlah penduduk yang kebal menurun demikian pula dengan herd immunity3nya dan wabah penyakit tersebut datang kembali, demikianlah seterusnya. C. Pengertian Ben&ana Bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

11

Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit. Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi kon"lik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror. Sedangkan, Kejadian Bencana adalah peristiwa bencana yang terjadi dan dicatat berdasarkan tanggal kejadian, lokasi, jenis bencana, korban dan/ataupun kerusakan. <ika terjadi bencana pada tanggal yang sama dan melanda lebih dari satu wilayah, maka dihitung sebagai satu kejadian. Bencana terbagi dalam+ ,. &atural 2isaster+ *isalnya gempa bumi, >empa ?ulkanik, >elombang $sunami, >unung *eletus. .. *an *ade 2isaster+ *isalnya Banjir,Kebakaran %utan,Kerusuhan Sosial dan #encemaran Lingkungan. 1ndang3undang &omor .0 $ahun .44B $entang #enanggulangan Bencana menyebutkan de"inisi bencana sebagai berikut+ Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh "aktor alam dan/atau "aktor nonalam maupun "aktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. 2e"inisi tersebut menyebutkan bahwa bencana disebabkan oleh "aktor alam, non alam, dan manusia. 5leh karena itu, 1ndang31ndang &omor .0 $ahun .44B tersebut juga mende"inisikan mengenai bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial. *anagemen #enanggulangan bencana meliputi Dase I untuk tanggap darurat,Dase II untuk "ase akut,Dase III untuk recovery rehabilitasi dan rekonstruksi!.#rinsip dasar penaggunglangan bencana adalah pada tahap #reparedness atau kesiapsiagaan sebelum terjadi bencana.

12

1paya #enaggunglangan Bencana meliputi8 ,. #ra Bencana+Kelembagaan/koordinasi yang solid.S2* atau petugas kesehatan yang terampil secara medik dan sosial dapat bekerjasama dengan siapapun,Ketersediaan logistik seperti bahan,alatan dan obat. Ketersediaan in"ormasi tentang bencana seperti daerah rawan dan beresiko terkena dampak,serta adanya ketersediaan jaringan kerja lintas program dan sektor. .. Ketika Bencana+ )apid %ealth assesment dilakukan dari hari terjadi bencana sehingga / hari setelah bencana. /. #ascabencana, berdasarkan dari rapid health assesment untuk menentukan langkah seterusnya sepe$i"oid!,#elayanan kesehatan dasar,Surveilans *asyarakat dan memperbaiki kesehatan lingkungan seperti air bersih,sanitasi makanan dan pengelolaan sampah. D. Sur eilans #en&ana "an !eja"ian luar #iasa $!LB% ,. Surveilans Bencana Surveilans bencana ialah kegiatan surveilans atau pengumpulan data yang terkait dengan kejadian bencana. $ujuan dibangunnya surveilans pada situasi bencana yaitu mendukung "ungsi pelayanan bagi korban bencana secara keseluruhan untuk menekan dampak negati" yang lebih besar. Karakteristik sistem surveilans yang dibangun pada situasi bencana ialah sistem harus sederhana, mencakup yang sangat prioritas, dilakukan cepat. Surveilans Bencana adalah upaya untuk mengumpulkan data pada situasi bencana, data yang dikumpulkan berupa jumlah korban meninggal, luka sakit, jenis luka, pengobatan yang dilakukan, kebutuhan yang belum dipenuhi, jumlah korban anak3anak, dewasa, lansia. Surveilans sangat
13

secara

akti"

dan

intensi",

melibatkan

semua

pihak,

mengutamakan unsur kecepatan, dan didukung juga adanya respon yang

penting untuk monitoring dan evaluasi dari sebuah proses, sehingga dapat digunakan untuk menyusun kebijakan dan rencana program. Surveilans berperan dalam+ ,. Saat Bencana + )apid %ealth (ssesment )%(!,melihat dampak3 dampak apa saja yang ditimbulkan oleh bencana,seperti berapa jumlah korban,barang3barang apa saja yang dibutuhkan, peralatan apa yang harus disediakan, berapa banyak pengungsi lansia, anak3anak, seberapa parah tingkat kerusakan dan kondisi sanitasi lingkungan. .. Setelah Bencana+ 2ata3data yang akan diperoleh dari kejadian bencana harus dapat dianalisis, dan dibuat kesimpulan berupa bencana kerja atau kebijakan, misalnya apa saja yang harus dilakukan masyarakat untuk kembali dari pengungsian, rekonstruksi dan rehabilitasi seperti apa yang harus diberikan. /. *enentukan arah respon/penanggunglangan dan menilai keberhasilan respon/evaluasi. Surveilans bencana meliputi + ,. Surveilans penyakit3penyakit terkait bencana, terutama penyakit menular. 2i lokasi pengungsian korban bencana, sangat perlu dilakukan survey penyakit3penyakit yang ada, terutama penyakit menular. 2engan ini diharapkan nantinya ada tindakan penanganan yang cepat agar tidak terjadi transmisi penyakit tersebut. (da ,/ besar penyakit menular dan penyakit terkait bencana + ;ampak, 2B2, diare berdarah, diare biasa, hepatitis, IS#(, keracunan makanan, malaria, penyakit kulit, pneumonia, tetanus, trauma "isik!, dan thypoid. .. Surveilans data pengungsi. 2ata pengungsi meliputi data jumlah total pengungsi dan kepadatan di tempat pengungsian, data pengungsi menurut lokasi, golongan umur, dan jenis kelamin. 2ata dikumpulkan setiap minggu atau bulanan. /. Surveilans kematian.
14

Eang tercantum dalam data kematian meliputi nama, tempat atau barak, umur, jenis kelamin, tanggal meninggal, diagnosis, gejala, identitas pelapor. 0. Surveilans rawat jalan. 6. Surveilans air dan sanitasi 7. Surveilans gi=i dan pangan. B. Surveilans epidemiologi pengungsi. Surveilas epidemiologi yang dikembangkan pada pengungsi pada periode emergensi merupakan Sistem Kewaspadaan 2ini KLB penyakit dan keracunan. Sistem yang akan dikembangkan harus selalu didahului dengan kajian awal. Kajian awal harus dapat mengidenti"ikasi prioritas3prioritas penyakit penyebab kesakitan dan kematian, "aktor3 "aktor yang berpengaruh, serta program intervensi yang mungkin dapat dilakukan, terutama penyakit potensial KLB. #rioritas3prioritas penyakit tersebut nantinya menjadi prioritas upaya perbaikan3perbaikan kondisi rentan pada kelompok pengungsi, agar kejadian luar biasa penyakit dan keracunan dapat ditekan "rekuensi atau beratnya kejadian, atau bahkan dapat dihindari sama sekali. #rioritas3priotas penyakit penyebab kesakitan kematian pada pengungsi tersebut juga menjadi dasar perumusan terhadap kemungkinan penyelenggaraan surveilans kesehatan masyarakat dalam bentuk sistem kewaspdaan dini KLB dan keracunan. *odel surveilans yang akan dikembangkan juga perlu menjadi salah satu sasaran kajian awal. #rioritas3prioritas penyakit penyebab kesakitan dan kematian pada pengungsi tersebut, juga menjadi dasar dari prioritas kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya kejadian rawan atau KLB penyakit menular dan keracunan. Kesiapsiagaan diarahkan pada kesiapsiagaan tenaga dan tim penanggulangan gerak cepat, sistem konsultasi ahli, komunikasi, in"ormasi dan transportasi, serta
15

kesiapsiagaan

penanggulangan

KLB,

baik

dalam

teknisk

penanggulangan, tim maupun logistic. <adi Surveilans bencana sangat penting karena secara garis besar dapat disimpulkan man"aatnya adalah+ ,. *encari "aktor resiko ditempat pengungsian seperti air, sanitasi, kepadatan, kualitas tempat penampungan. .. *engidenti"ikasi #enyebab utama kesakitan dan kematian sehingga dapat diupayakan pencegahan. /. *engidenti"ikasi pengungsi kelompok rentan seperti anak3anak, lansia, wanita hamil, sehingga lebih memperhatikan kesehatannya. 0. #endataan pengungsi diwilayah, jumlah, kepadatan, golongan, umur, menurut jenis kelamin. 6. *engidenti"ikasi kebutuhan seperti gi=i 7. survei @pidemiologi. Sur eilans !eja"ian Luar Biasa $!LB% Kegunaan surveilans kejadian luar biasa yaitu identi"ikasi, investigasi, serta penanggulangan KLB atau wabah sekaligus mencegah terulang lagi, Identi"ikasi kelompok risiko tinggi, *enetapkan prioritas penanggulangan penyakit, @valuasi keberhasilan program dan *emonitor kecenderungan trends! penyakit, kematian, atau peristiwa kesehatan lain. $ujuan surveilans KLB ,. $eridenti"ikasi adanya ancaman KLB .. $erselenggaranya peringatan kewaspadaan dini KLB /. $erselenggaranya kesiap3siagaan menghadapi kemungkinan terjadinya KLB

16

0. $erdeteksi secara dini adanya kondisi rentan KLB 6. $erdeteksi secara dini adanya KLB 1ntuk mengetahui adanya ancaman KLB, dilakukan kajian secara terus menerus dan sistematis terhadap berbagai jenis penyakit berpotensi KLB. Berdasarkan kajian epidemiologi dirumuskan suatu peringatan kewaspadaan dini KLB pada daerah dan periode waktu tertentu. ,. Bahan kajian + 2ata surveilans epidemiologi penyakit berpotensi KLB. Kerentananan masyarakat, al + status gi=i dan imunisasi. Kerentanan lingkungan. Kerentanan pelayanan kesehatan. (ncaman penyebaran penyakit berpotensi KLB dari daerah atau negara lain. Sumber data lain dalam jejaring surveilans epidmeiologi. .. Sumber data surveilans epidemiologi penyakit berpotensi KLB + Sumber utama. Sumber data lain. 2eteksi dini kondisi rentan KLB merupakan kewaspadaan terhadap timbulnya kerentanan masyarakat, kerentanan lingkungan3perilaku, dan kerentanan pelayanan kesehatan terhadap KLB dengan menerapkan cara3cara surveilans epidemiologi atau #emantauan 'ilayah Setempat #'S!3kondisi rentan KLB.

17

Identi"ikasi timbulnya kondisi rentan KLB dapat mendorong upaya3 upaya pencegahan terjadinya KLB dan meningkatkan kewaspadaan berbagai pihak terhadap KLB.Kegiatannya meliputi + a. Identi"ikasi kondisi rentan KLB *engidenti"ikasi secara terus menerus perubahan kondisi lingkungan, kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan, kondisi status kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan KLB di daerah.

b. #'S kondisi rentan KLB Setiap sarana pelayanan kesehatan merekam data perubahan kondisi rentan KLB menurut desa/kelurahan atau lokasi tertentu, menyusun tabel dan gra"ik #'S kondisi rentan KLB. c. #enyelidikan dugaan kondisi rentan KLB $ahapan kegiatan + Sarana Eankes secara akti" mengumpulkan in"ormasi kondisi rentan KLB dari berbagai sumber termasuk laporan perubahan kondisi rentan, oleh perorangan, kelompok, maupun masyarakat, 2i sarana Eankes, petugas kesehatan meneliti serta mengkaji kondisi rentan KLB. #etugas kesehatan mewawancarai pihak3pihak terkait yang patut diduga mengetahui adanya perubahan kondisi rentan KLB *engunjungi daerah yang dicu.rigai terhadap perubahan kondisi rentan KLB.
18

BAB III PENUTUP A. !esim'ulan (dapun kesimpulan dari makalah ini yaitu +

19

,. Surveilans

adalah

proses

pengamatan

secara

teratur

dan

terus

menerusterhadap semua aspek penyakit tertentu, baik keadaan maupun penyebarannya dalam suatu masyarakat tertentu untuk kepentingan pencegahan dan penanggulangan. .. KLB adalah meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna sec epidemiologis pada suatu waktu pada kurun waktu tertentu dan merupakan keadaan yang menjurus pada terjadinya wabah. /. 2e"inisi Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh "aktor alam dan/atau "aktor nonalam maupun "aktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. 0. Surveilans bencana ialah kegiatan surveilans atau pengumpulan data yang terkait dengan kejadian bencana. Sedangkan Surveilans KLB yaitu identi"ikasi, investigasi, serta penanggulangan KLB atau wabah sekaligus mencegah terulang lagi B. Saran (dapun saran dari kami yaitu, Surveilans bencana seharusnya dilakukan secara berkesinambungan mulai dari pra bencana, saat bencana dan pasca bencana. <adi perlu koordinasi dan kerjasama yang baik antara pihak3pihak terkait agar persiapan mengahadapi bencana dan intervensi setelah bencana dapat terlaksana dengan baik. Sedangkan KLB dilakukan untuk menurunkan kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, agar penyebarannya tidak meluas.

20

DA(TAR PUSTA!A 2;#. .44:!.#ublic health surveillance.$he best weapon to avert epidemics.2isease ;ontrol#riority #roject. www.dcp..org/"ile/,6//dcpp3 surveillance.pd"

@ko, Budiarti F 2wi, (nggraeni. .44.. Pengantar Epidemiologi edisi 2. <akarta + @>; http+//"atinma=iahreguler.44B.wordpress.com/.4,,/4./,9/surveilans3bencana/ ,7+,. http+//www.bnpb.go.id/page/read/6/de"inisi3dan3jenis3bencana . ,6+/B http+//arimasriadi.blogspot.com/Surveilans Epidemiologi Setelah Terjadinya Bencana. 2iakses tanggal 93.3.4,/, jam ..+0B 'IB. #riambodo, S.(. .449, Panduan Praktis Menghadapi bencana. Eogyakarta + Kanisius #reparedness,)esponse and )ecovery,2r belladona *Kes,Daculty o" *edicine,1>*. 'idyastuti, # @d.!. .447. Bencana Alam. <akarta + @>; '%5 .44,!.(n integrated approach to communicable disease surveillance. 'eekly epidemiologicalrecord, B6+ ,3:. http+//www.who.int/wer

21