Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah Berbicara tentang pemimpin dan kepemimpinan masa depan erat kaitannya dengan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh bangsa ini. Bangsa ini masih membutuhkan pemimpin yang kuat di berbagai sektor kehidupan masyarakat, pemimpin yang berwawasan kebangsaaan dalam menghadapi permasalahan bangsa yang demikian kompleks. Ini selaras dengan kerangka ideal normatif sistem kepemimpinan nasional sebagai sebuah sistem dalam arti statik maupun arti dinamik. Dalam arti sistem yang bersifat statik, sistem kepemimpinan nasional adalah keseluruhan komponen bangsa secara hierarkial (state leadership, political and entrepreneural leadership and societal leadership) maupun pada tatanan komponen bangsa secara horizontal dalam bidang ekonomi, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Sementara itu, dalam sistem yang bersifat dinamik, sistem kepemimpinan nasional adalah keseluruhan akti itas kepemimpinan yang berporos dari dan komponen proses transformasi (interaksi moral, etika dan gaya kepemimpinan) dan akhirnya keluar dalam bentuk orientasi kepemimpinan yang berdimensi aman, damai, adil dan se!ahtera. Saat ini, kita butuh pemimpin yang berorientasi kepada kepentingan, kema!uan, dan ke!ayaan bangsa dan negara, bukan kepada kepentingan pribadi"kelompok, bukan untuk melanggengkan kekuasaan kelompok, dan bukan pula kepemimpinan yang membiarkan hidupnya budaya anarkhisme, budaya kekerasan, dan budaya korupsi, kolusi dan nepotisme. #ita butuh, pemimpin berwawasan kebangsaan, pemimpin $ancasilais, setia kepada %egara #esatuan &epublik Indonesia dan ''D %egara &I (ahun )*+,, serta memahami karakter dan kultur bangsa Indonesia. $emimpin dan kepemimpinan masa depan yang integratif harus memiliki pola pikir, pola sikap dan pola tindak sebagai negarawan. -akna dari negarawan adalah seorang pemimpin yang diharapkan mampu mengubah kondisi saat ini melalui proses untuk menciptakan kondisi yang diharapkan dalam rangka mencapai tu!uan nasional dan mewu!udkan cita.cita nasional. $emimpin akan dapat melaksanakan fungsi kepemimpinan. nya dengan efektif, apabila ia diterima, dipercaya, didukung serta dapat diandalkan. Seorang pemimpin harus memiliki reputasi yang baik, menun!ukkan kiner!a yang diakui, terutama
1

dalam mengantisipasi tantangan.tantangan di depan dan keberhasilannya mengatasi masalah masalah yang kritikal dan membawa kema!uan.kema!uan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. /al tersebut tergantung pada gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh setiap pemimpin. 0aya kepemimpinan yang tepat akan membawa sebuah bangsa ke arah yang lebih baik. -aka dari itu, diperlukan pembahasan lebih lan!ut tentang gaya kepemimpinan nasional Indonesia. /al ini diperlukan sebagai bahan e aluasi untuk melihat gaya kepemimpinan seperti apa yang sesuai dengan bangsa Indonesia. #epemimpinan di Indonesia tentunya tidak akan pernah !auh dari masa kepemimpinan Soeharto. &e!im 1rde Baru dibawah kepemimpinan Soeharto mampu berkuasa di Indonesia selama kurang lebih 23 dan akhirnya tumbang. #epemimpinan Soeharto berlangsung selama Indonesia berada di zaman pembangunan. Soeharto menerapkan Demokrasi $ancasila selama periode kepemimpinannya. $ada masa demokrasi $ancasila pada kepemimpinan Soeharto, Stabilitas keamanan sangat di!aga sehingga ter!adi pemasungan kebebasan berbicara. %amun tingkat kehidupan ekonomi rakyat relatif baik. /al ini !uga tidak terlepas dari sistem nilai tukar dan alokasi subsidi BB- sehingga harga.harga barang dan !asa berada pada titik keter!angkauan masyarakat secara umum. %amun demikian penyakit korupsi, kolusi dan nepotisme (##%) semakin parah men!angkiti pemerintahan. 4embaga pemerintahan yang ada di legislatif, eksekutif dan yudikatif terkena irus ##% ini. Selain itu, pemasungan kebebasan berbicara ternyata men!adi bola sal!u yang semakin membesar yang siap meledak. Bom waktu ini telah terakumulasi sekian lama dan ledakannya ter!adi pada bulan -ei )**5. Selepas ke!atuhan Soeharto, selain ter!adinya kenaikan harga barang dan !asa beberapa kali dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, instabilitas keamanan dan politik serta ##% bersamaan ter!adi sehingga yang paling terkena dampaknya adalah rakyat kecil yang !umlahnya mayoritas dan menyebabkan posisi tawar Indonesia sangat lemah di mata internasional akibat tidak adanya kepemimpinan yang kuat. &esesi ekonomi yang ter!adi pada tahun )**6 !uga sebagai salah satu akibat dari kepemimpinan Soeharto. #ebi!akan ekonomi yang dilakukan oleh Soeharto se!ak kepemimpinannya sama sekali hanya mementingkan kaum kapitalis dan dirinya sendiri. 7uga dalam kepemimpinannya Soeharto memaksakan rakyat Indonesia untuk tidak terlibat dalam segala bentuk kegiatan politik. Depolitisasi yang dilakukan oleh Soeharto bahkan men!alar hingga ke tingkatan kampus dengan program %##"B##. Dengan ini mahasiswa dipaksa
2

untuk terlibat aktif dalam kegiatan di dalam kampusnya sendiri dan meninggalkan basis massa rakyat yang merupakan tempat pengabdiannya setelah men!adi seorang sar!ana.

I. 2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, masalah dalam makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut 8 ). Bagaimana gaya kepemimpinan masa 1rde Baru (rezim Soeharto) 9 3. #eberhasilan dan kegagalan yang dihasilkan dari gaya kepemimpinan Soeharto 9

I. 3 Tujuan Penul san -akalah ini bertu!uan untuk mengetahui gambaran gaya kepemimpinan masa 1rde Baru (rezim Soeharto), keberhasilan dan kegagalan yang dihasilkan dari gaya kepemimpinan Soeharto dan untuk memenuhi tugas mata kuliah kepemimpinan.

BAB II !ERAN"!A TE#RI

II. 1 Te$r !e%em m% nan $emimpin dan kepemimpinan merupakan konsep.konsep yang sangat uni ersal sifatnya. :enomena pemimpin (leader) dan kepemimpinan (leadership) dapat ditemukan di seluruh dunia dalam kehidupan kekeluargaan, kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan. $emimpin dan kepemimpinan biasanya terdapat dalam struktur organisasi formal, dari yang ukurannya terkecil seperti keluarga sampai dengan yang ukurannya terbesar seperti negara dan organisasi negara.negara. $emimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap usaha ker!asama sekelompok manusia untuk mencapai tu!uan bersama. #ata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun, menun!ukkan ataupun mempengaruhi. $emimpin mempunyai tanggung !awab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan akti itas ker!a dari yang dipimpin, sehingga men!adi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam men!alankan ke.pemimpinannya. &t$g' ll (1)*+, menyimpulkan bahwa banyak sekali definisi mengenai

kepemimpinan. /al ini dikarenakan banyak sekali orang yang telah mencoba mendefinisikan konsep kepemimpinan tersebut. %amun demikian, semua definisi kepemimpinan yang ada mempunyai beberapa unsur yang sama. &arr$s 'an But-hatsk. (1))/,0 ;leadership is defined as the purposeful behaviour of influencing others to contribute to a commonly agreed goal for the benefit of individual as well as the organization or common good". -enurut definisi tersebut, kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai suatu perilaku dengan tu!uan tertentu untuk mempengaruhi akti itas para anggota kelompok untuk mencapai tu!uan bersama yang dirancang untuk memberikan manfaat indi idu dan organisasi. -enurut #artini #artono, dalam organisasi dimana terdapat situasi beker!asama diantara orang.orang di dalamnya maka dibutuhkan adanya pemimpin dan kepemimpinan ).
1

Kartini Kartono. Pemimpin dan Kepemimpinan . Cetakan Kesembilan (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001), al. 2!.

"

#onsep.konsep pemimpin dan kepemimpinan selalu berkaitan dengan kekuasaan, kewibawaan, dan kemampuan. #ekuasaan ialah kekuatan, otoritas, dan legalitas yang memberi wewenang kepada pemimpin guna mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk berbuat sesuatu. #ewibawaan ialah kelebihan, keunggulan, keutamaan, sehingga orang mampu mbawani atau mengatur orang lain, sehingga orang tersebut patuh kepada pemimpin dan bersedia melakukan perbuatan.perbuatan tertentu. #emampuan ialah segala daya, kesanggupan, kekuatan, dan kecakapan " ketrampilan teknis maupun sosial yang dianggap melebihi kemampuan orang yang dipimpin3. #epemimpinan mencakup pengetahuan dan ketrampilan yang mempengaruhi dan mengarahkan kegiatan orang.orang lain2. II.2 Te$r "a.a !e%em m% nan 0aya kepemimpinan dalam teori.teori behavioral, oleh para ahli dibedakan menurut perilaku atau tindakan yang dilakukan pemimpin dalam mempengaruhi bawahan menu!u pencapaian tu!uan organisasi. Salah satu teori klasik gaya kepemimpinan, yakni yang dikembangkan oleh 4ikert ()*<)), membedakan gaya kepemimpinan men!adi empat, yaitu =exploitative-authoritative=, >benevolent-authoritative=, >consultative=, dan >participative=. -enurut 4ikert, gaya kepemimpinan berada suatu kontinuum, dapat bergerak dari yang berorientasi pada tugas dampai dengan yang berorientasi pada hubungan dengan staf+. 0aya kepemimpinan, menurut ?araki, merupakan pola perilaku yang digunakan seorang pemimpin dalam mengarahkan orang lain untuk melaksanakan peker!aan. $ola perilaku tersebut dapat diklasifikasikan men!adi dua, yakni perilaku yang berorientasi pada hubungan, atau pada peker!aan, atau kombinasi keduanya,. Dikaitkan dengan situasi dan kondisi yang cocok untuk penerapannya dan dampaknya pada iklim organisasi, gaya kepemimpinan menurut Daniel 0oleman dapat dibedakan men!adi enam, yaitu coercive, authoritative, affiliative, democratic, pacesetting, dan coaching. 0aya kepemimpinan coercive memiliki ciri.ciri perilaku atau tindakan pemimpin yang menuntut ketaatan segera, dengan perintah8 >#er!akan apa yang saya katakan=, yang dilandasi kompetensi intelegensi emosional untuk mencapai tu!uan, inisiatif, dan kontrol diri. 0aya ini paling cocok diterapkan dalam situasi krisis, untuk tu!uan melakukan perbaikan.

2 3

" !

Kartini Kartono, ibid., al. 31. #. K alili. Leadership Style and their Applications in the Iranian Management System. ($e ran: %ran, 1&&"), al. "'. (i at: ). *rab, ). $ajbar + ,. *kbari. op.cit. -ak tiar #ab ani .araki, op.cit.

perbaikan, atau pada saat ter!adi masalah karyawan. Dampaknya pada iklim organisasi biasanya negatif. 0aya kepemimpinan authoritative ditandai dengan tindakan pemimpin memobilisasi anggota.anggota organisasi pada suatu isi, dengan a!akan8 >-ari bersama saya=, yang dilandasi kompetensi intelegensi emosional penuh percaya diri, empati, dan katalis terhadap perubahan. 0aya kepemimpinan ini paling cocok diterapkan ketika perubahan.perubahan memerlukan adanya isi baru, atau ketika arah baru diperlukan. Dampak penerapannya terhadap iklim organisasi paling positif. 0aya kepemimpinan affiliative ditandai dengan tindakan pemimpin menciptakan harmoni dan membangun ikatan.ikatan emosional, dengan pedoman >-asyarakat atau publik yang dilayani adalah lebih penting=, yang dilandasi kompetensi intelegensi emosional penuh empati, membangun hubungan, dan komunikasi. $aling cocok diterapkan untuk memperbaiki kerusakan.kerusakan pada tim atau untuk memoti asi anggota tim dalam kondisi penuh tekanan. Dampak penerapannya pada iklim organisasi positif. 0aya kepemimpinan democratic ditandai dengan perilaku pemimpin yang mendorong pembentukan konsensus melalui partisipasi, dengan pertanyaan khas >Bagaimana pendapat Saudara9=, dan dilandasi kompetensi intelegensi emosional kolaborasi, kepemimpinan tim, dan komunikasi. 0aya ini paling cocok diterapkan untuk mendapatkan dukungan atau membentuk konsensus, atau untuk mendapatkan masukan dari karyawan yang dianggap penting. Dampak penerapannya pada iklim organisasi bersifat positif. 0aya kepemimpinan pacesetting ditandai dengan tindakan pemimpin menetapkan standar kiner!a yang tinggi, dengan perintah >#er!akan seperti yang saya lakukan, sekarang=, dan landasan kompetensi penuh kesadaran, semangat untuk mencapai tu!uan, dan inisiatif. $aling cocok diterapkan bila diinginkan hasil ker!a secara cepat dari tim yang memiliki moti asi tinggi dan kompetensi. Dampak penerapannya pada iklim organisasi biasanya negatif. Sedangkan gaya kepemimpinan coaching ditandai dengan perilaku pemimpin membina karyawan demi masa depan, dengan permintaan khas >@obalah ini=, dan landasan kompetensi mengembangkan orang lain, empati dan kesadaran diri. $aling cocok diterapkan untuk membantu karyawan meningkatkan kiner!a atau membangun kekuatan !angka pan!ang. Dampak penerapannya pada iklim organisasi bersifat positif<.
/

0aniel Goelman, (eaders i1 t at Gets Res2lts. Harvard Business Revie . )ar3 4 *1ril 2000. al. 52453.

BAB III PEMBAHA&AN

III.1 "a.a !e%em m% nan Masa #r'e Baru (Re1 m &$ehart$, B $gra2 & ngkat H.M. &#EHART# 7enderal Besar $urnawirawan Haj Muhamma' &$ehart$, (lahir di #emusuk, Argomulyo, Bogyakarta, 5 7uni, )*3) C 7akarta, 36 7anuari 3DD5) adalah $residen Indonesia yang kedua, menggantikan Soekarno. Setelah dirawat selama sekitar 3+ hari di rumah sakit, ia meninggal akibat kegagalan multifungsi organ di &S $usat $ertamina, 7akarta Selatan pukul )2.)D EIB. Secara informal, ;$ak /arto; !uga dipakai untuk menyapanya. Ia mulai men!abat se!ak keluarnya Supersemar pada tanggal )3 -aret )*<6 sebagai $en!abat $residen, dan setahun kemudian dilantik sebagai $residen pada tanggal 36 -aret )*<5 oleh -$&S. Soeharto dipilih kembali oleh -$& pada tahun )*62, )*65, )*52, )*55, )**2, dan )**5. $ada tahun )**5, masa !abatannya berakhir setelah mengundurkan diri pada tanggal 3) -ei tahun tersebut, menyusul ter!adinya #erusuhan -ei )**5 dan pendudukan gedung D$&"-$& oleh ribuan mahasiswa. Ia merupakan orang Indonesia terlama dalam !abatannya sebagai presiden. Soeharto menikah dengan Siti /artinah (;(ien;) dan dikaruniai enam anak, yaitu Siti /ardi!anti &ukmana ((utut), Sigit /ar!o!udanto, Bambang (rihatmod!o, Siti /ediati /ariyadi ((itiek), /utomo -andala $utra ((ommy), dan Siti /utami Fndang Adiningsih (-amiek).6 "a.a !e%em m% nan &$ehart$ Diawali dengan Surat $erintah Sebelas -aret (Supersemar) pada tahun )*<< kepada 4etnan 7enderal Soeharto, maka Fra 1rde 4ama berakhir diganti dengan pemerintahan Fra 1rde Baru. $ada awalnya sifat.sifat kepemimpinan yang baik dan menon!ol dari $residen Soeharto adalah kesederhanaan, keberanian dan kemampuan dalam mengambil inisiatif dan

'

Roeder, 6.G., *nak 0esa -io7rafi Presiden #oe arto, Jakarta: G2n2n7 *72n7, Cet.!, 1&5".

'

keputusan, tahan menderita dengan kualitas mental yang sanggup menghadapi bahaya serta konsisten dengan segala keputusan yang ditetapkan. 0aya #epemimpinan $residen Soeharto merupakan gabungan dari gaya kepemimpinan $roaktif.Fkstraktif dengan Adaptif.Antisipatif, yaitu gaya kepemimpinan yang mampu menangkap peluang dan melihat tantangan sebagai sesuatu yang berdampak positif serta mempunyal isi yang !auh ke depan dan sadar akan perlunya langkah.langkah penyesuaian. (ahun.tahun pemerintahan Suharto diwarnai dengan praktik otoritarian di mana tentara memiliki peran dominan di dalamnya. #ebi!akan dwifungsi AB&I memberikan kesempatan kepada militer untuk berperan dalam bidang politik di samping perannya sebagai alat pertahanan negara. Demokrasi telah ditindas selama hampir lebih dari 2D tahun dengan mengatasnamakan kepentingan keamanan dalam negeri dengan cara pembatasan !umlah partai politik, penerapan sensor dan penahanan lawan.lawan politik. Se!umlah besar kursi pada dua lembaga perwakilan rakyat di Indonesia diberikan kepada militer, dan semua tentara serta pegawai negeri hanya dapat memberikan suara kepada satu partai penguasa 0olkar.5 Bila melihat dari pen!elasan singkat di atas maka !elas sekali terlihat bahwa mantan $residen Soeharto memiliki gaya kepemimpinan yang otoriter, dominan, dan sentralistis. Sebenarnya gaya kepemimpinan otoriter yang dimiliki oleh Almarhum merupakan suatu gaya kepemimpinan yang tepat pada masa awal terpilihnya Soeharto sebagai $residen &epublik Indonesia. /al ini dikarenakan pada masa itu tingkat pergolakan dan situasi yang selalu tidak menentu dan !uga tingkat pendidikan di Indonesia masih sangat rendah. %amun, dirasa pada awal tahun )*5D.an dirasa cara memimpin Soeharto yang bersifat otoriter ini kurang tepat, karena keadaan yang ter!adi di Indonesia sudah banyak berubah. -asyarakat semakin cerdas dan semakin paham tentang hakikat negara demokratis. Dengan sendirinya model kepemimpinan Soeharto tertolak oleh kultur atau masyarakat. 'ntuk tetap mempertahkan kekuasaannya Soeharto menggunakan cara.cara represif pada semua pihak yang melawannya. $ada masa 1rde baru, gaya kepemimpinannya adalah 1toriter"militeristik. Seorang pemimpinan yang otoriter akan menun!ukan sikap yang menon!olkan >keakuannya=, antara lain dengan ciri.ciri 8

89arisan #oe arto:, tt1:;;dte.7n.a13.or7;'/ais. tm, diakses 1ada )in772 12 0esember 2010

). #ecendurangan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat.alat lain dalam organisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang menghargai harkat dan maratabat mereka. 3. $engutamaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya. 2. $engabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.

Sesuai dengan masalah dan tu!uan yang penulis angkat, pengukuran gaya kepemimpinan $residen Soeharto di sini diukur dari aspek.aspek8 ()) Status kepemimpinan dan kekuasaanG (3) 1rientasi pada hubunganG (2) 1rientasi pada tugasG (+) @ara mempengaruhi orang lain, dan (,) #epribadian. -aka hasil analisis menun!ukkan kecenderungan.kecenderungan sebagai berikut. Status kepemimpinan dan kekuasaan $residen Soeharto digambarkan sebagai seorang #epala %egara dibanding sebagai pemimpinan organisasi lainnya. Di media ia hampir tidak pernah ditampilkan sebagai seorang indi idu atau pribadi*. #ecenderungan ini secara !elas terlihat dari frekuensi kemunculan berita yang menun!ukkan status $residen Soeharto ketika menyampaikan pesan.pesan politik adalah sebagai #epala %egara. $osisi berikutnya menun!ukkan status $residen Soeharto sebagai #epala $emerintahan, pemimpin dan !uga sebagai #etua Dewan $embina 0olkar. $residen Soeharto cenderung digambarkan sebagai seorang pemimpin yang men!adi pusat kekuasaan pemerintah dan negara. -edia cenderung menggambarkan $residen Soeharto sebagai pemimpin yang lebih suka berada di lokasi pusat kekuasaan, di 7akarta sebagai ibukota negara. -eskipun ia sering melakukan per!alanan dinas dan pribadi"keluarga, baik di dalam maupun di luar negeri, media lebih sering menya!ikan liputan tentang akti itas komunikasi yang dilakukan $residen Soeharto di 7akarta.

&

0alam analisis ini stat2s ke1emim1inan Presiden #oe arto dili at dari 23a1an ata2 1ern<ataan Presiden #oe arto sendiri men7enai stat2s dirin<a, misaln<a: 8#a<a seba7ai 1ribadi ....:, 8#a<a seba7ai Ke1ala =e7ara ....:, 8#a<a seba7ai Pim1inan Kabinet .... 8, ata2 8#a<a seba7ai )andataris )PR4R% ....:.

&

$enggambaran media yang demikian diperkuat dengan penggambaran bahwa ketika di 7akarta $residen Soeharto lebih sering berada di Istana %egara atau Istana -erdeka dibanding tempat.tempat lainnya yang dapat berfungsi sebagai simbol kekuasaan dirinya sebagai pemimpin tertinggi dalam organisasi pemerintahan, negara, di Istana dibanding di Bina 0raha, kantor atau tempat ia biasanya beker!a. Orientasi pada hubungan Dilihat dari orientasinya pada pemeliharaan hubungan, $residen Soeharto cenderung ditampilkan sebagai seorang pemimpin yang otoriter, atau dalam istilah 4ikert ()*<)) disebut >exploitative-authoritative=, kurang demokratis. /asil analisis menun!ukkan, dari periode ke periode berita yang beredar menun!ukkan isi pesan $residen Soeharto berfungsi menghibur, memberikan dorongan dan bimbingan serta mengundang kritik konstruktif sebagaimana umumnya pemimpin yang demokratis !umlahnya relatif kecil. #ecuali pada periode awal kekuasaannya, $residen Soeharto dalam berita suratkabar !uga cenderung ditampilkan sebagai pemimpin yang mengutamakan hubungan dengan lembaga pemerintah yang dipimpinnya dibanding dengan lembaga.lembaga politik lainnya. Beliau lebih sering menyampaikan pesan.pesan politik kepada para pe!abat pemerintah, seperti menteri, gubernur, bupati, walikota, dan pegawai negeri, dibanding kepada ketua dan anggota D$& " -$&, ketua -A, /akim Agung, pimpinan dan anggota AB&I, ketua dan anggota $arpol, serta pimpinan dan wartawan media massa. $roporsi berita yang menun!ukkan $residen Soeharto menyampaikan pesan.pesan kepada masyarakat (termasuk para tokoh dan kalangan perguruan tinggi), dan kepada mereka yang duduk di lembaga eksekutif lebih besar dibanding proporsi berita yang menun!ukkan ia menyampaikan pesan. pesan kepada pihak lainnya. $residen Soeharto !uga cenderung ditampilkan sebagai seorang pemimpin yang lebih reaktif dibanding proaktif. Ia lebih sering memberikan tanggapan atau respon terhadap pernyataan orang lain dibanding menun!ukkan gagasan"pemikirannya sendiri. $esan.pesan erbal sebagaimana tercakup dalam ucapan atau pernyataan yang disampaikan $residen Soeharto kepada berbagai pihak lebih banyak berisi tanggapan dirinya terhadap pertanyaan, opini, sikap, dan perilaku para pe!abat dan masyarakat yang dipimpinnya dan organisasi. organisasi lainnya. Bahkan, ia !uga digambarkan sebagai pemimpin yang lebih sering berada

10

Selain itu !uga $residen Soeharto digambarkan sebagai pemimpin yang memiliki fleksibelitas dalam melaksanakan tugas dan fungsi kepemimpinannya. Isi pesan.pesan politiknya dari periode ke periode mengalami pasang.surut. $ada periode awal kepemimpinannya, yakni selama masa !abatan pertama )*<5.)*62, dominasi gagasan. gagasan sendiri lebih menon!ol dalam pesan.pesan politik $residen Soeharto. %amun, pada periode pengamalan dan pematangan kepemimpinan, yakni selama masa !abatan kedua sampai kelima )*62.)**2, dominasi gagasan.gagasan sendiri semakin menurun, dan kecenderungan ini diimbangi dengan meningkatnya tanggapan atau respon yang ia berikan terhadap gagasan, ucapan, dan tindakan.tindakan orang lain. Sedangkan pada periode puncak dan akhir kepemimpinannya, yakni selama masa !abatan keenam dan ketu!uh )**2.)**5, isi pesan.pesan politik $residen Soeharto semakin didominasi oleh tanggapan atau respon yang ia berikan terhadap gagasan, ucapan, dan tindakan.tindakan orang lain. Orientasi pada tugas $otret $residen Soeharto cenderung menun!ukkan dirinya sebagai pemimpin yang lebih sering memberikan perhatian sangat umum terhadap lingkup pembangunan nasional. Dalam setiap periode kekuasaannya, ia digambarkan !arang memberi perhatian khusus pada lingkup pembangunan lokal sa!a atau regional sa!a. Dilihat dari isi pesan.pesan politiknya, pembangunan yang paling sering dibicarakan oleh $residen Soeharto adalah pembangunan dalam lingkup nasional. $embangunan lokal Daerah (ingkat II #abupaten " #otamadya dan pembangunan regional Daerah (ingkat I $ropinsi relatif !arang dibicarakan oleh pemimpin 1rde Baru itu. Surat kabar !uga menggambarkan $residen Soeharto sebagai pemimpin yang

memberikan perhatian pada pembangunan daerah pedesaan dan perkotaan tanpa membedakan diantara keduanya. $residen Soeharto !arang membicarakan pembangunan yang orientasinya hanya daerah perkotaan atau hanya daerah perdesaan. Dalam media massa ia lebih sering ditampilkan sebagai pemimpin yang membicarakan tentang pembangunan secara keseluruhan, baik daerah perkotaan maupun daerah perdesaan. Selain itu, ia !uga digambarkan sebagai pemimpin yang memberi perhatian umum terhadap pelaksanaan pembangunan wilayah. Ia !arang digambarkan sebagai pemimpin yang memberi perhatian khusus pada pembangunan wilayah Barat sa!a atau wilayah (imur sa!a. /asil analisis !uga menun!ukkan, $residen Soeharto cenderung direpresentasikan sebagai seorang pemimpin yang lebih mementingkan pembangunan ekonomi dibanding
11

pembangunan sektor.sektor lainnya. Baik pada periode awal, periode pengamalan dan pematangan, maupun pada periode puncak dan akhir kepemimpinannya, topik pembangunan yang paling sering dibicarakan oleh $residen Soeharto adalah ekonomi. Dari sektor.sektor pembangunan yang pernah dibicarakannya, dua sektor yang paling sering dibicarakan $residen Soeharto adalah sektor /ankam, dan sektor $olitik, Aparatur %egara, $enerangan, #omunikasi, dan -edia -assa. (opik yang paling !arang dibicarakan pemimpin tersebut adalah topik pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (I$(F#). Cara mempengaruhi orang lain $residen Soeharto digambarkan sebagai seorang pemimpin yang otoriter, yang menerapkan gaya kepemimpinan coercive, yang selalu menginginkan agar perintah dan instruksinya dipatuhi orang lain dengan segera. Dalam berita surat kabar $residen Soeharto cenderung ditampilkan lebih mementingkan keselamatan dan kelangsungan pembangunan nasional. Demikian pentingnya hal itu sehingga bagian besar perintah dan instruksi yang disampaikan $residen Soeharto kepada orang lain berisi permintaan agar keselamatan dan kelangsungan pembangunan nasional selalu diprioritaskan. Selain itu, alasan yang !uga sering di!adikan landasan argumentasi $residen Soeharto ketika meminta orang lain untuk mematuhi pesan.pesannya adalah perlunya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa, upaya mempertahankan stabilitas politik, upaya menciptakan masyarakat adil dan makmur, upaya membangun kehidupan demokrasi, dan upaya lainnya. #etika ia meminta orang lain agar mau mematuhi pesan.pesannya, $residen Soeharto biasanya memilih kata.kata atau kalimat tertentu. Ia lebih sering menggunakan kata.kata atau kalimat netral dibanding membu!uk (persuasive) atau memerintah (instructive atau coercive). #esan yang dapat ditimbulkan dari cara menyampaikan perintah atau instruksi yang demikian adalah bahwa pada akhirnya perintah atau instruksi $residen Soeharto diserahkan kepada masing.masing orang untuk menentukan sikapG apakah mematuhi atau tidak mematuhi pesan. pesan itu)D. /asil analisis menun!ukkan, $residen Soeharto lebih sering menggunakan kata

10

K2m12lan kata ata2 frasa <an7 bersifat netral <an7 serin7 di72nakan 1emim1in 6rde -ar2 it2 biasan<a tidak dikaitkan den7an kata 7anti oran7, se1erti 8sebaikn<a:, dan 8akan lebi baik:, sedan7kan <an7 bersifat memb2j2k biasan<a men772nakan kata 7anti oran7 8kita:, se1erti: 8.... marila kita bersama4sama ....:, 8.... seba7ai ban7sa <an7 besar maka kita 1erl2 ber2sa a ....:, dan <an7 bersifat memaksa biasan<a men772nakan kata 7anti oran7 ked2a 8sa2dara4sa2dara:, se1erti: 8.... sa2dara4sa2dara ar2s ....:.

12

dan kalimat yang sifatnya netral ketika menyampaikan pesan.pesan politik kepada berbagai pihak. -eskipun demikian, pen!elasan yang disampaikan $residen Soeharto umumnya hanya berupa pen!elasan tentang arti kata " istilah, ungkapan, dan kalimat.kalimat yang diucapkannya. Ia !arang sekali memberikan pen!elasan yang bersifat mendorong penggunaan logika agar orang lain secara sadar dan sukarela mau menerima pesan.pesan yang disampaikannya. #epada orang.orang yang men!adi sasaran pesan.pesannya, ia !arang memberikan contoh.contoh penerapan pesan, men!elaskan manfaat apabila pesan itu diikuti, atau men!elaskan akibat apabila pesan itu tidak diikuti. (u!uan komunikasi yang dilakukan $residen Soeharto tampaknya hanya agar orang lain men!adi mengetahui, tetapi tidak sampai pada taraf memahami, mencoba, dan memutuskan untuk melakukan tindakan.tindakan tertentu. Kepribadian -enurut penulis $residen Soeharto adalah seorang pemimpin yang sederhana, tidak suka menon!olkan diri di hadapan orang lain. #etika berbicara dengan orang lain atau menyampaikan pesan.pesan kepada bawahan atau orang.orang yang dipimpinnya dalam berbagai organisasi, ia tidak suka menun!ukkan keberhasilan atau !asa.!asa yang dimilikinya. Apabila ia berusaha menon!olkan diri sendiri, cara yang digunakan $residen Soeharto biasanya adalah mengemukakan pengalaman atau !asa.!asa yang pernah diberikannya kepada bangsa dan negara pada masa lalu. Dalam menyampaikan pesan.pesan kepada bawahan dan orang.orang yang dipimpinnya, $residen Soeharto berusaha menun!ukkan !asanya yang besar dalam membela bangsa dan negara Indonesia, berani melawan musuh.musuh negara baik pada masa per!uangan kemerdekaan maupun pada masa pemberontakan 02DS"$#I, dan keberhasilannya dalam penyelenggaraan pembangunan nasional. III.2 !e3erhas lan 'an !egagalan .ang D has lkan Dar "a.a ke%em m% nan &$ehart$ 1rde Baru berlangsung dari tahun )*<5 hingga )**5. Dalam !angka waktu tersebut, kepemimpinan mantan $residen Soeharto telah memberikan berbagaai kema!uan dan !uga kemundurun. /al ini dikarenakan kebi!akan yang beliau ambil tergantung kepada gaya kepemimpinan yang beliau anut. #ekurangan dan kelebihan dari gaya kepemimpinan Soeharto yaitu8

13

III.2.1 !egagalan Dar "a.a !e%em m% nan &$ehart$ $olitik $residen Soeharto memulai ;1rde Baru; dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebi!akan luar negeri dan dalam negeri dari !alan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa !abatannya. Salah satu kebi!akan pertama yang dilakukannya adalah mendaftarkan Indonesia men!adi anggota $BB lagi. Indonesia pada tanggal )* September )*<< mengumumkan bahwa Indonesia ;bermaksud untuk melan!utkan ker!asama dengan $BB dan melan!utkan partisipasi dalam kegiatan.kegiatan $BB;, dan men!adi anggota $BB kembali pada tanggal 35 September )*<<, tepat )< tahun setelah Indonesia diterima pertama kalinya. Ini merupakan langkah awal dari ketergantungan Indonesia terhadapa modal asing. $ada tahap awal, Soeharto menarik garis yang sangat tegas. 1rde 4ama atau 1rde Baru. $engucilan politik . di Fropa (imur sering disebut lustrasi . dilakukan terhadap orang. orang yang terkait dengan $artai #omunis Indonesia. Sanksi kriminal dilakukan dengan menggelar -ahkamah -iliter 4uar Biasa untuk mengadili pihak yang dikonstruksikan Soeharto sebagai pemberontak. $engadilan digelar dan sebagian dari mereka yang terlibat ;dibuang; ke $ulau Buru. Sanksi nonkriminal diberlakukan dengan pengucilan politik melalui pembuatan aturan administratif. Instrumen penelitian khusus diterapkan untuk menyeleksi kekuatan lama ikut dalam gerbong 1rde Baru. #($ ditandai F( (eks tapol). 1rde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tu!uan utamanya dan menempuh kebi!akannya melalui struktur administratif yang didominasi militer namun dengan nasehat dari ahli ekonomi didikan Barat. D$& dan -$& tidak berfungsi secara efektif. Anggotanya bahkan seringkali dipilih dari kalangan militer, khususnya mereka yang dekat dengan @endana. /al ini mengakibatkan aspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pusat. $embagian $AD !uga kurang adil karena 6DH dari $AD tiap pro insi tiap tahunnya harus disetor kepada 7akarta, sehingga melebarkan !urang pembangunan antara pusat dan daerah. Soeharto siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi dari seminar Seskoad II )*<< dan konsep akselerasi pembangunan II yang diusung Ali -oertopo. Soeharto merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan dwitu!uan, bisa tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan pertumbuhan ekonomi di pihak lain. Dengan ditopang kekuatan 0olkar,
1"

(%I, dan lembaga pemikir serta dukungan kapital internasional, Soeharto mampu menciptakan sistem politik dengan tingkat kestabilan politik yang tinggi. Fksploitasi sumber daya Selama masa pemerintahannya, kebi!akan.kebi!akan ini, dan pengeksploitasian sumber daya alam secara besar.besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di Indonesia. @ontohnya, !umlah orang yang kelaparan dikurangi dengan besar pada tahun )*6D.an dan )*5D.an. Diskriminasi terhadap Earga (ionghoa Earga keturunan (ionghoa !uga dilarang berekspresi. Se!ak tahun )*<6, warga keturunan dianggap sebagai warga negara asing di Indonesia dan kedudukannya berada di bawah warga pribumi, yang secara tidak langsung !uga menghapus hak.hak asasi mereka. #esenian barongsai secara terbuka, perayaan hari raya Imlek, dan pemakaian Bahasa -andarin dilarang, meski kemudian hal ini diper!uangkan oleh komunitas (ionghoa Indonesia terutama dari komunitas pengobatan (ionghoa tradisional karena pelarangan sama sekali akan berdampak pada resep obat yang mereka buat yang hanya bisa ditulis dengan bahasa -andarin. -ereka pergi hingga ke -ahkamah Agung dan akhirnya 7aksa Agung Indonesia waktu itu memberi izin dengan catatan bahwa (ionghoa Indonesia ber!an!i tidak menghimpun kekuatan untuk memberontak dan menggulingkan pemerintahan Indonesia. Satu.satunya surat kabar berbahasa -andarin yang diizinkan terbit adalah /arian Indonesia yang sebagian artikelnya ditulis dalam bahasa Indonesia. /arian ini dikelola dan diawasi oleh militer Indonesia dalam hal ini adalah AB&I meski beberapa orang (ionghoa Indonesia beker!a !uga di sana. Agama tradisional (ionghoa dilarang. Akibatnya agama #onghucu kehilangan pengakuan pemerintah. $emerintah 1rde Baru berdalih bahwa warga (ionghoa yang populasinya ketika itu mencapai kurang lebih , !uta dari keseluruhan rakyat Indonesia dikhawatirkan akan menyebarkan pengaruh komunisme di (anah Air. $adahal, kenyataan berkata bahwa kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai pedagang, yang tentu bertolak belakang dengan apa yang dia!arkan oleh komunisme, yang sangat mengharamkan perdagangan dilakukan. 1rang (ionghoa di!auhkan dari kehidupan politik praktis. Sebagian lagi memilih untuk menghindari dunia politik karena khawatir akan keselamatan dirinya.

1!

$erpecahan bangsa Di masa 1rde Baru pemerintah sangat mengutamakan persatuan bangsa Indonesia. Setiap hari media massa seperti radio dan tele isi mendengungkan slogan ;persatuan dan kesatuan bangsa;. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah adalah meningkatkan transmigrasi dari daerah yang padat penduduknya seperti 7awa, Bali dan -adura ke luar 7awa, terutama ke #alimantan, Sulawesi, (imor (imur, dan Irian 7aya. %amun dampak negatif yang tidak diperhitungkan dari program ini adalah ter!adinya mar!inalisasi terhadap penduduk setempat dan kecemburuan terhadap penduduk pendatang yang banyak mendapatkan bantuan pemerintah. -uncul tuduhan bahwa program transmigrasi sama dengan !awanisasi yang disertai sentimen anti.7awa di berbagai daerah, meskipun tidak semua transmigran itu orang 7awa. $ada awal Fra &eformasi konflik laten ini meledak men!adi terbuka antara lain dalam bentuk konflik Ambon dan konflik -adura.Dayak di #alimantan. Sementara itu ge!olak di $apua yang dipicu oleh rasa diperlakukan tidak adil dalam pembagian keuntungan pengelolaan sumber alamnya, !uga diperkuat oleh ketidaksukaan terhadap para transmigra Semaraknya korupsi, kolusi, nepotisme $embangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesen!angan pembangunan antara pusat dan daerah, sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat munculnya rasa ketidakpuasan di se!umlah daerah karena kesen!angan pembangunan, terutama di Aceh dan $apua kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tun!angan pemerintah yang cukup besar pada tahun.tahun pertamanya Bertambahnya kesen!angan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin) #ritik dibungkam dan oposisi diharamkan kebebasan pers sangat terbatas, diwarnai oleh banyak koran dan ma!alah yang dibreidel penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan, antara lain dengan program ;$enembakan -isterius; (petrus) (idak ada rencana suksesi (penurunan kekuasaan ke pemerintah"presiden selan!utnya)

1/

III.2.2 !e3erhas lan .ang D has lkan Dar "a.a !e%em m% nan &$ehart$ Ealaupun terdapat berbagai kekurangan dari pemerintahan Soeharto tapi tidak dapat dipungkiri bahwa pada masa pemerintahan Soeharto Indonesia men!adi salah satu negara kaya dan disegani negara lain. kelebihan ). #elebihan sistem $emerintahan 1rde Baru perkembangan 0D$ per kapita Indonesia yang pada tahun )*<5 hanya ASI6D dan pada )**< telah mencapai lebih dari ASI).DDD 3. #ema!uan sektor migas Puncaknya adalah penghasilan dari migas yang memiliki nilai sama dengan 5DH ekspor Indonesia. Dengan kebi!akan itu, Indonesia di bawah 1rde Baru, bisa dihitung sebagai kasus sukses pembangunan ekonomi. #eberhasilan $ak /arto membenahi bidang ekonomi sehingga Indonesia mampu berswasembada pangan pada tahun )*5D.an, menurut Fmil Salim, diawali dengan pembenahan di bidang politik. #ebi!akan perampingan partai dan penerapan azas tunggal ditempuh pemerintah 1rde Baru, dilatari pengalaman masa 1rde 4ama ketika politik multi partai menyebabkan energi terkuras untuk bertikai. 0aya kepemimpinan tegas seperti yang di!alankan Suharto pada masa 1rde Baru memang dibutuhkan untuk membenahi perekonomian Indonesia yang berantakan di akhir tahun )*<D. %amun, dengan menstabilkan politik demi pertumbuhan ekonomi, yang sempat dapat dipertahankan antara <H.6H per tahun, semua kekuatan yang berseberangan dengan 1rde Baru kemudian tidak diberi tempat. 2. Swasembada beras Seperti pepatah rom !ero to "ero itulah kebi!akan yang dilakukan oleh /-. Soeharto pada masa pemerintahannya. Saat itu Indonesia men!adi pengimpor beras terbesar didunia, namun oleh Soeharto ini di!adikan moti asi untuk men!adikan Indonesia sebagai lumbung beras dunia. $uncaknya adalah ketika pada )*5+ Indonesia dinyatakan mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan beras atau mencapai swasembada pangan. $restasi itu membalik kenyataan, dari negara agraria yang mengimpor beras, kini Indonesia mampu mencukupi kebutuhan pangan di dalam
1'

negeri. $ada tahun )*<* Indonesia memproduksi beras sekitar )3,3 !uta ton beras tetapi tahun )*5+ bisa mencapai 3,,5 !uta ton. +. Sukses transmigrasi ,. Sukses $rogram #B <. Sukses memerangi buta huruf 6. Sukses swasembada pangan 5. $engangguran minimum *. Sukses &F$F4I(A (&encana $embangunan 4ima (ahun) )D. Sukses 0erakan Ea!ib Bela!ar )). Sukses 0erakan %asional 1rang.(ua Asuh )3. Sukses keamanan dalam negeri )2. In estor asing mau menanamkan modal di Indonesia. )+. Sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta produk dalam negeri

BAB I4 PENUTUP

I4.1 !es m%ulan #esimpulan yang dapat dirumuskan adalah gaya kepemimpinan Soeharto secara umum adalah otoriter, dominan, dan sentralistis . Dari periode ke periode kekuasaan $residen Soeharto digambarkan Soeharto sebagai #epala %egara, sebagai pusat kekuasaan politik di
15

Indonesia. $erilaku kepemimpinan $residen Soeharto ada yang berorientasi pada hubungan, tetapi !uga ada yang berorientasi pada tugas. 0aya kepemimpinan $residen Soeharto yang berorientasi pada hubungan digambarkan sebagai gaya kepemimpinan yang otoriter, kurang demokratis, mengutamakan hubungan dengan para menteri dan pe!abat di bawahnya, serta fleksibel8 dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan perkembangan situasi dan kondisi. 0aya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas direpresentasikan sebagai gaya kepemimpinan penuh perhatian pada pembangunan dalam lingkup nasional, tidak membedakan pembangunan daerah perdesaan dan perkotaan meskipun hanya berorientasi pada pembangunan sektor ekonomi sa!a. Selain itu, dari caranya mempengaruhi orang lain, gaya kepemimpinan $residen Soeharto oleh media !uga digambarkan sebagai gaya yang cenderung otoriter. -eskipun menggunakan kata.kata atau kalimat netral, tidak bersifat persuasive atau coercice, dan diikuti dengan pen!elasan secukupnya. Sebagai seorang pemimpin, $residen Soeharto !uga digambarkan sebagai seorang yang tidak suka menon!olkan diri. Selama 6 periode men!abat sebagai $residen, banyak keberhasilan dan kegagalan yang dihasilkan dari gaya kepemimpinan beliau. Berdasarkan pembahasan di atas, kekurangan darigaya kepemimpinan beliau menghasilkan eksploitasi sumber daya, diskriminasi terhadap warga (ionghoa, meningkatnya praktik ##%, pembangunan Indonesia yang tidak merata, dll. %amun, dibalik kekurangan.kekurangan tersebut masih terdapat kelebihan dari gaya kepemimpinan beliau diantaranya yaitu perkembangan 0D$ perkapita Indonesia, kema!uan sektor migas, swasembada beras, dsb.

I4. 2 &aran -enurut kelompok kami, gaya kepemimpinan $residen Soeharto yang dapat dikatakan otoriter memang sangat cocok pada waktu itu yaitu pada awal pemerintahan beliau. Bang mana dengan gaya kepemimpinan beliau pembangunan di Indonesia dapat lebih ma!u dari pemerintahan sebelumnya. Sangat disayangkan bahwa gaya kepemimpinan $residen Soeharto ini sangatlah bertolak belakang dengan sistem demokrasi yang dianut oleh Indonesia.

1&

Dari uraian di atas, saran yang dapat kelompok kami berikan untuk gaya kepemimpinan Soeharto adalah 8 #embali kepada sistem demokrasi yang ada di Indonesia yang mana setiap warga negara berhak untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemerintahan (idak berfokus hanya kepada bidang ekonomi tetapi !uga di semua sektor.

DA5TAR PU&TA!A

Buku
Entman, R.M. & A. Rojecki, The Black Image in the White Mind: Media and Race in America, Chicago: University of Chicago Press, 2000.

20

en!e", #ova, Miri $ish & %ere! &a"on, '(ea!ershi) sty"e an! choice of strategy in conf"ict management among *srae"i n+rse managers in genera" hos)ita"s,, International Education Journal, %o". - .o. /, 200/, htt):00111.iej.cj2.net 3artono, 3artini. ABRI dan Permasalahannya - Pemikiran Reflektif Peranan ABRI di Era Pem angunan 45an!+ng: Man!ar Maj+, 67789. 3artono, 3artini. Pemim!in dan "e!emim!inan. Cetakan 3esem2i"an 4:akarta: Raja &rafin!o Persa!a, 20069. 3ha"i"i. ;. #eadershi! $tyle and their A!!lications in the Iranian Management $ystem . 4#ehran: *ran, 677-9, ha". -<. (e1ig, 3.A. & M.$. =o""ar!, ';ocia" constr+ction of 1ork stress: A+stra"ian ne1s)rint me!ia )ortraya" of stress at 1ork, 677<>7?,, Work % $tress, 2006, vo". 6@, .o. 2, ha". 6<7> 670. McA+ai", =ennis. Teori "omunikasi Massa, E!isi 3e!+a 4:akarta: Er"angga, 67789. Ministry of ea"th of .e1 Bea"an!, $uicide and the Media & The re!orting and !ortrayal of suicide in the media. 6777. htt):00111.moh.govt.nC Pingree, ;., R. a1kins, M. 5+t"er & D. Pais"ey, 'A sca"e of seEism,, Journal of 'ommunication, 2-, ha". 67/>200F R. 3o"2e & P. A"2anese, 'Man to man: a content ana"ysis of so"e>ma"e images in ma"e a+!ience magaCines,, Journal of Ad(ertising, 2@ 4-9, ha". 6>20. Rasi!i, Baim. $oeharto Men)aring Matahari 4 5an!+ng: MiCan, 677?9.

6e3s te http8""teknikkepemimpinan.blogspot.com"3D)D"D3"teori.kepemimpinan.html http8""dte.gn.apc.org"6<ais.htm &oeder, 1.0., Anak Desa Biografi $residen Soeharto, 7akarta8 0unung Agung, @et.,, )*5+. http8""ninik.student.fkip.uns.ac.id"category"kepemimpinan" http8""www.madina.sk.com"indeJ.php9 optionKcomLcontentMtaskK iewMidK3,2)MItemidK)3 /usaini, Adian, Soeharto )*55, 7akarta8 0ema Insani $ress, )**<

21