Anda di halaman 1dari 9

Konsep Jaringan Komputer 1

1. KONSEP JARINGAN
1.1. Jaringan Komputer (Computer Network) ?
Sebuah jaringan minimal terbentuk dari dua komputer yang terhubung
(connection) sehingga masing-masing dapat membagi sumber dayanya
(resources sharing).

Adapun pada kenyataannya jaringan (Networks) lebih komplek daripada


skenario koneksi dua komputer, semua jaringan berdasar pada konsep
pembagian (sharing).

Jika sebuah komputer terhubung dan berkomunikasi dengan komputer lainnya


tentu sangat tergantung pada teknologi, untuk itu terdapat banyak tipe koneksi
fisik (physical connections) dan perangkat lunak terkait (software).

Gambar 1-1 Sebuah Jaringan LAN Pada Umumnya

Subandi@bl.ac.id
Konsep Jaringan Komputer 2

1.2. Tiga Tipe Jaringan (Networks)


Local Area Networks (LAN): Adalah kumpulan komputer yang terhubung
dengan jaringan pada daerah yang sempit (a small physical region), seperti
sebuah gedung perkantoran.
Wide Area Networks (WAN): WAN mencakup koneksi jaringan lintas dunia;
sarana komunikasi pihak ke tiga (a third-party communications carrier) biasanya
digunakan untuk mengirim (transmit) komunikasi antar jaringan.
Metropolitan Area Networks (MAN): MAN menggunakan teknologi WANs
untuk menghubungkan (interconnect) LAN pada sebuah daerah geografik
tertentu, seperti sebuah kota.

1.3. Jaringan Peer-To-Peer


Komputer pada sebuah jaringan peer-to-peer dapat berfungsi sebagai sebuah client
maupun sebagai sebuah server, jaringan peer-to-peer tidak memiliki kontrol terpusat
(centralized control) pada sumber daya yang terbagi (shared resources). Semua
peralatan dapat membagikan sumber dayanya dengan semua komputer pada
jaringan yang sama.
Hubungan peer berarti tidak ada satu komputer-pun yang memiliki prioritas akses
tertinggi, maupun tanggung jawab tertinggi untuk membagikan sumber daya.

Semua pengguna (user) pada jaringan peer-to-peer dapat bertindak sebagai


administrator jaringan. Sehingga setiap pengguna jaringan dapat mengatur hak
akses sumber daya pada komputer yang digunakannya. Pengguna mungkin saja
memberikan hak akses tidak terbatas (unlimited access) pada sumber daya lokal,
atau memberikan ijin hanya pada sumber daya tertentu.

Setiap pengguna dapat memutuskan apakah pengguna lain dapat meng-akses


sumber daya secara sederhana hanya dengan melakukan permintaan (requesting),
atau harus menggunakan kunci (password).

Gambar 1-2 Jaringan Peer-To-Peer

Subandi@bl.ac.id
Konsep Jaringan Komputer 3

Selain fleksibilitas dan keleluasaan individu pada sumber daya di sebuah jaringan
peer-to-peer, ke-kacauan pemberian hak adalah hal yang lumrah pada jaringan
peer-to-peer. Untuk itu keamanan (security) harus menjadi perhatian utama. Anda
dapat mengatur (set-up) sebuah jaringan peer-to-peer agar sumber dayanya
terkumpul dalam sebuah workgroups.
Dalam aturan (setting) sebuah workgroup, pengguna yang mengetahui kunci
(password) yang benar dapat meng-akses sumber daya, sedangkan yang tidak
mengetahuinya tidak dapat mengakses sumber daya.

Catatan: Sistem keamanan pada sebuah workgroups masih sangat lemah karena
tanpa keamanan jaringan yang luas (without network-wide security).
Configurasi peer-to-peer dapat berfungsi dengan baik pada jaringan yang kecil,
tetapi dibutuhkan kunci (password) yang berbeda untuk setiap sumber daya terbagi
yang ada pada sebuah jaringan.

Jaringan peer-to-peer tersebut pada suatu saat tidak dapat lagi berfungsi dengan
baik jika jumlah pengguna dan sumber daya semakin bertambah. Tidak dapat
berfungsinya jaringan tersebut bukan karena tidak berfungsinya jaringan secara fisik
tetapi karena semakin rumitnya jaringan tersebut (semakin banyaknya kunci
(password) untuk mengakses sumber daya tertentu).

Pada umumnya jaringan peer-to-peer terdiri dari sekumpulan komputer workstation


atau sering disebut juga client yang terhubung melalui media jaringan yang sama.
Komputer workstation tersebut pada umumnya tidak dirancang untuk dapat
berfungsi sebagai server jaringan, sehingga unjuk kerja (performance) dari jaringan
dapat dengan mudah menjadi sangat lamban pada saat banyak pengguna yang
mencoba meng-akses sumber daya pada beberapa komputer atau peralatan
lainnya.
Selain itu jika sebuah komputer sedang di akses sumber dayanya oleh pengguna
lainnya melalui jaringan, maka pengguna pada komputer tersebut akan merasakan
penurunan unjuk kerja (performance) dari komputer yang sedang digunakannya.

Contoh:
Sebuah komputer membagi printer-nya untuk dapat digunakan bersama-sama
melalui jaringan, pada saat printer tersebut di gunakan oleh pengguna lainnya
melalui jaringan maka komputer yang membagikan printer-nya akan mengalami
penurunan unjuk kerja (performance).
Hal tersebut akan sangat terasa pada komputer berkecapatan rendah yang
membagikan sumber dayanya ☺
Pada sebuah jaringan peer-to-peer tidaklah mudah untuk meng-orgranisasi data
yang ada, karena setiap komputer dapat berfungsi sebagai server, hal ini
menyulitkan pengguna untuk selalu mengetahui informasi yang dicari berada pada
komputer yang mana.

Subandi@bl.ac.id
Konsep Jaringan Komputer 4

Jika setiap 10 pengguna bertanggung jawab pada sebuah kumpulan dokumen,


salah seorang dari mereka mungkin harus meng-akses ke 10 komputer untuk
mencari file tertentu.
Seiring dengan pertumbuhan jaringan, desentralisasi membuat pencarian informasi
tertentu pada sumber daya bertambah sulit, dan usaha penyelamatan data (backing
up data) semakin rumit dibandingkan menyelamatkan data pada sebuah tempat
penyimpanan data yang terpusat, karena anda harus menyelamatkan data pada
setiap komputer yang ada pada jaringan untuk melindungi data yang terbagi.

Sepintas jaringan peer-to-peer tidak layak untuk dipertimbangkan karena hal-hal


tersebut diatas. Tetapi jangan lupa bagaimanapun jaringan peer-to-peer
menawarkan beberapa hal yang menarik, khususnya untuk organisasi dan jaringan
yang kecil.

Untuk memasang (install) jaringan peer-to-peer termasuk mudah dan murah.


Jaringan peer-to-peer umumnya hanya membutuhkan sebuah sistem operasi
seperti: Ms. Windows 95 atau Windows for Workgroups, pada komputer yang
memiliki kartu jaringan (NIC=Network Interface Card) dan media jaringan yang
sama. Begitu komputer terhubung, pengguna dapat segera membagikan informasi
dan sumber dayanya.

1.3.1. Beberapa keuntungan dari jaringan peer-to-peer:


Mudah dalam pemasangan (install) dan konfigurasi
Masing-masing komputer tidak tergantung pada sebuah server khusus
(dedicated server).
Pengguna dapat mengatur pembagian sumber dayanya sendiri (own shared
resources).
Biaya invenstasi dan operasional jaringan peer-to-peer tidak mahal.
Anda tidak membutuhkan peralatan atau software lainnya selain sebuah sistem
operasi, kartu jaringan, dan kabel.
Tidak membutuhkan seorang karyawan khusus sebagai administrator untuk
menjalankan jaringan.
Cocok untuk jaringan dengan jumlah pengguna 10 atau kurang.

1.3.2. Beberapa kerugian jaringan peer-to-peer:


Pada waktu yang sama anda hanya dapat menerapkan atau merubah keamanan
jaringan pada sebuah sumber daya saja (penerapan atau perubahan keamanan
sumber daya yang ada pada jaringan dilakukan secara satu per satu).
Kunci (password) yang harus diingat oleh pengguna bertambah banyak seiring
dengan bertambahnya sumber daya yang di bagi (shared resources).
Anda harus melakukan penyelamatan data (backup) pada setiap komputer untuk
melindungi data yang terbagi (shared data).
Pada saat seseorang meng-akses sumber daya yang terbagi, komputer dimana
sumber daya tersebut berada mengalami penurunan unjuk kerja (performance).

Subandi@bl.ac.id
Konsep Jaringan Komputer 5

Tidak adanya pola organisasi yang terpusat (no centralized organizational


scheme) untuk meng-alokasi atau mengatur hak akses kepada data.

1.4. Jaringan Client/Server


Client/Server biasa di deskripsikan sebagai “network servers” atau “server-based”
(Microsoft lebih suka menggunakan istilah “server-based” untuk mendeskripsikan
hubungan Client/Server).

Sebagai definisi sederhana sebuah server adalah sebuah mesin (komputer) yang
hanya berfungsi untuk melayani atau menjawab (dengan kata lain me-respond)
permintaan client.

Gambar 1-3 Jaringan Client/Server

Sebuah server biasanya sangat jarang dioperasikan secara langsung oleh manusia.
Sebuah server dioperasikan oleh seorang administrator hanya pada saat:
pemasangan (install) sistem operasi atau penambahan aplikasi perangkat lunak
(software), meng-konfigurasi (configure), atau mengatur fasilitas layanan-nya
(manage its services).

Pada umumnya, sebuah server adalah sebuah kombinasi dari perangkat lunak
(software) dan perangkat keras (hardware) khusus, yang menyediakan layanan-
layanan (services) pada sebuah jaringan kepada komputer-komputer lainnya
(workstations) atau untuk proses lainnya.

Subandi@bl.ac.id
Konsep Jaringan Komputer 6

Jaringan berbasis-server (server-based) bertumpu pada komputer yang memiliki


fungsi khusus (special-purpose computers) disebut server yang menyediakan
tempat penyimpanan terpusat (centralized repositories) untuk sumber daya jaringan,
berikut keamanan dan pengaturan hak akses terpusat dalam perusahaan
(incorporate centralized security and control access).

Sebagai perbandingan, jaringan peer-to-peer tidak memiliki keamanan atau fungsi


perawatan terpusat (no centralized security or maintenance functions).

Ada banyak alasan-alasan mengapa memilih meng-implementasikan sebuah


jaringan berbasis server, termasuk pemusatan pengaturan sumber daya pada
jaringan melalui penggunaan keamanan jaringan (network security) dan pengaturan
melalui konfigurasi dan setup server.

Sebuah komputer server umumnya memiliki processor atau CPU yang kencang,
memory yang cukup besar, harddisk yang berkapasitas besar, dan peralatan
tambahan seperti tape drives dan CD-ROM, jika dibandingkan dengan komputer
client atau workstation.

Beberapa Pertimbangan Perangkat Keras Server


Komponen Jaringan peer-to-peer Jaringan berbasis server
Lokasi Pada komputer pengguna (on user’s Server khusus (dedicated servers)
sumber daya computers)
yang terbagi
(Location of
the shared
resources)
RAM Berdasarkan kebutuhan pengguna. Sebesar mungkin. Minimal 16 MB. Super
Ms. Windows NT Workstation servers yang mendukung ribuan pengguna
membutuhkan minimum 12 MB, tidak boleh kurang dari 64 MB. (tergantung
disarankan 16 MB. Windows 95 NOS yang digunakan).
disarankan paling sedikit RAM 8 MB.
CPU Berdasarkan kebutuhan pengguna. Berdasarkan pada beban server. Paling
Minimal sebuah 386DX. Windows NT tidak 486 (tergantung NOS yang
Workstation 4.0 membutuhkan digunakan). High performance servers
sebuah 486DX atau lebih atau mendukung banyak processor (multiple
dukungan processor RISC. Windows processors).
95 membutuhkan sebuah 386DX atau
lebih.
Ruangan disk Sangat ber-variasi tergantung Sangat ber-variasi dengan kebutuhan
(disk space) kebutuhan pengguna. organisasi. Sebesar mungkin tetapi harus
direncanakan untuk ekspansi. Disarankan
minimal 1 GB untuk sebuah organisasi
yang kecil. Super servers tidak lagi
membatasi hanya sampai gigabyte. Tetapi
Kapasitasnya tergantung pada jumlah
harddisk yang dapat di-akomodasi.

Subandi@bl.ac.id
Konsep Jaringan Komputer 7

Server dirancang untuk memproses banyak permintaan (multiple requests) pada


sumber daya yang dibagi secara cepat dan efisien.

Server biasanya hanya-untuk (dedicated) melayani (servicing) permintaan client


jaringan.

Sebuah server seharusnya di letak-kan pada lokasi khusus dan aman (misal:
ruangan kontrol akses yang terpisah dari akses umum area kantor), karena
bagaimanapun keamanan fisik dalam hal meng-akses server adalah sebuah kunci
penting dalam keamanan jaringan.

Jaringan berbasis server selalu menyediakan verifikasi terpusat (centralized


verifications) pada user accounts dan passwords.

Sebagai contoh:
Windows NT menggunakan konsep model domain untuk mengatur users, groups,
dan mesin/komputer, dan untuk mengontrol hak akses sumber daya jaringan.
Sebelum users dapat meng-akses sumber daya jaringan, mereka harus
memberikan nama dan password ke sebuah domain controller, sebuah server
memeriksa nama account dan password pada sebuah database berdasarkan
beberapa informasi. Domain controller hanya akan mengijinkan kombinasi account
dan password yang sesuai untuk meng-akses sumber daya yang ada. Hanya
seorang administrator jaringan yang dapat merubah informasi keamanan di dalam
database domain controller.

Pendekatan ini memberikan keamanan terpusat, dan mengijinkan anda untuk


mengatur sumber daya secara bertingkat sesuai derajat kontrol berdasarkan
kepentingan, sensitivitas, atau lokasi.
Tidak seperti model peer-to-peer, jaringan berbasis-server biasanya membutuhkan
hanya sebuah login tunggal pada jaringan itu sendiri. Sehingga mengurangi
banyaknya password yang harus diingat oleh pengguna.
Disamping itu sumber daya jaringan seperti file-file dan printer lebih mudah di
temukan sebab semuanya berada pada server tertentu, tidak berada di komputer
pengguna masing-masing pada jaringan.
Sumber daya jaringan yang ter-konsentrasi pada sejumlah kecil server akan
memudahkan dalam perawatan dan penyelematan data (back up and maintain)

Tidak seperti jaringan peer-to-peer, jaringan berbasis-server lebih besar ukurannya.


Pada saat populasi jaringan berkembang, jaringan peer-to-peer menghadapi
masalah serius dan dapat menjadi sangat lamban dan tidak dapat dikendalikan
(unmanageable). Sebagai perbandingan, jaringan berbasis-server dapat melayani
dari beberapa pengguna dan sumber daya sampai dengan ribuan pengguna dan
sumber daya yang terpisah secara geografik. Dalam kata lain, jaringan berbasis-
server dapat berkembang sesuai dengan perkembangan perusahaan.

Subandi@bl.ac.id
Konsep Jaringan Komputer 8

Seperti model jaringan peer-to-peer, jaringan berbasis-server juga memiliki


kerugian-kerugian. Kerugian yang paling jelas adalah tambahan biaya operasional
jaringan. Jaringan berbasis-server membutuhkan satu atau lebih komputer yang
memiliki kemampuan tinggi dan tentunya lebih mahal untuk menjalankan perangkat
lunak server yang khusus (jelas tidak murah).
Selain itu, jaringan berbasis-server membutuhkan seseorang dengan pengetahuan
yang memenuhi syarat untuk meng-operasikan server tersebut.
Melatih pegawai-pegawai untuk mencapai keterampilan yang dibutuhkan untuk
mengatur sebuah jaringan berbasis-server, atau meng-gaji seorang administrator
jaringan yang siap pakai, juga merupakan tambahan biaya operasional jaringan.

Aspek negatif lainnya dari jaringan berbasis-server adalah: Pemusatan sumber daya
dan pengaturan memang telah menyederhanakan akses, kontrol, dan pemusatan
sumber daya, tetapi hal ini menimbulkan sebuah permasalahan baru “single point of
failure on networks” yang artinya kegagalan jaringan di-karena-kan kegagalan pada
satu titik saja. Jika server tidak dapat di-operasikan, sebuah jaringan berbasis-server
secara keseluruhan menjadi bukan jaringan lagi (is not a network at all).

Pada jaringan dengan server lebih dari satu, kehilangan salah satu server berarti
kehilangan pada seluruh sumber daya yang berhubungan dengan server yang tidak
dapat berfungsi tersebut. Apalagi jika server yang tidak berfungsi tersebut adalah
satu-satunya sumber yang menyimpan informasi pengaturan akses dari pengguna-
pengguna (users) yang ada, sehingga seluruh user tersebut tidak dapat meng-akses
jaringan bagaimanapun juga .

1.4.1. Beberapa keuntungan dari jaringan berbasis-server adalah:


Jaringan berbasis-server memberikan pemusatan (provide centralized) user
accounts, kemanan (security), dan pengaturan akses (access control), yang
memudahkan administrator jaringan.
Peralatan yang lebih ber-dayaguna berarti lebih efisien-nya proses akses ke
sumber daya jaringan dengan baik.
Pengguna (users) hanya perlu mengingat satu password untuk login jaringan,
yang akan memberikan mereka hak akses ke-seluruh sumber daya yang di-
ijinkan untuk di akses.

1.4.2. Beberapa konsekuensi dari jaringan berbasis-server adalah:


Kegagalan sebuah server dapat mengakibatkan tidak berfungsinya jaringan;
sehingga mengakibatkan hilangnya sumber daya jaringan.
Seluruh jaringan membutuhkan staff yang berpengalaman untuk mengatur
perangkat lunak server yang khusus (special-purpose server software) yang
komplek, sehingga menambah biaya secara keseluruhan.
Biaya selalu meningkat seiring dengan kebutuhan akan perangkat keras yang
berfungsi khusus (dedicated hardware) dan perangkat lunak yang dirancang
khusus (specialized software).

Subandi@bl.ac.id
Konsep Jaringan Komputer 9

1.4.3. Memilih sebuah jaringan


Memilih sebuah jaringan bergantung pada beberapa keadaan. Anda hanya memilih
sebuah jaringan peer-to-peer ketika beberapa kondisi berikut terpenuhi:
Pengguna (users) jaringan tidak lebih dari 10 (lebih baik , tidak lebih dari 5).
Semua komputer/mesin pada jaringan memiliki jarak yang cukup dekat untuk
menjadi sebuah LAN tunggal.
Pertimbangan pendanaan (budget) membutuhkan sebuah solusi yang tidak
mahal (inexpensive solution).
Anda tidak memerlukan server-server khusus (sebagai contoh: server fax, server
komunikasi, atau server aplikasi).

Pada sisi yang lain, jaringan berbasis-server masuk akal ketika satu atau lebih kondisi
berikut terpenuhi:
Lebih dari 10 pengguna (users) harus membagikan sumber daya jaringan.
Anda membutuhkan pemusatan pengaturan, keamanan, manajemen sumber
daya, atau backup.
Anda membutuhkan akses ke server khusus (specialized servers), atau terdapat
sebuah kebutuhan yang besar untuk sumber daya jaringan.
Anda menggunakan sebuah jaringan internasional (internetwork) atau anda
membutuhkan akses WAN.

Ketika sebuah jaringan memiliki lebih dari 5 tetapi kurang dari 10 pengguna (users),
keterbatasan dana biasanya mengarahkan organisasi kepada jaringan peer-to-peer.
Tetapi jika organisasi diperkirakan akan berkembang, atau server jaringan khusus
dibutuhkan, adalah baik untuk mulai menggunakan sebuah jaringan berbasis-server
☺.

Pertimbangan Peer-To-Peer Berbasis-Server


Ukuran (size) Baik sampai dengan 10 Dibatasi hanya oleh server dan
komputer perangkat keras jaringan.
Keamanan (security) Keamanan dilakukan oleh Luas, sumber daya yang
pengguna (user) pada setiap konsisten, dan keamanan
komputer pengguna (user).
Administrasi Setiap pengguna (user) Pemusatan lokasi untuk
(Administration) bertanggung jawab terhadap kontrol jaringan secara
administrasinya sendiri- konsisten. Dibutuhkan paling
sendiri. Tidak diperlukan sedikit satu orang
administrator full-time. administrator yang memiliki
pengetahuan cukup.

Subandi@bl.ac.id