Anda di halaman 1dari 12

KELOMPOK 1

KETULIAN DIMASYARAKAT

Tuli
Tuli, tunarungu, atau gangguan

pendengar adalah kondisi fisik yang ditandai dengan penurunan atau ketidakmampuan seseorang untuk mendengarkan suara. Tuli adalah keadaan dimana individu tidak dapat mendengar sama sekali (total deafness), suatu bentuk ekstrim dari kekurangan pendengaran (Dullah, 1977). Pendapat lain menyatakan bahwa tuli adalah penurunan fungsi pendengaran yang sangat berat. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tuli adalah dimana individu tidak dapat mendengar nada antara 20-20000 Hz.

Derajat Ketulian
Untuk mengetahui derajat ketulian dapat memakai suara bisik sebagai dasar yaitu sebagai berikut : Normal bila suara bisik antara 5 - 6 meter Tuli ringan bila suara bisik 4 meter Tuli sedang bila suara bisik antara 2 - 3 meter Tuli berat bila suara bisik antara 0 - 1 meter. Apabila yang dipakai dasar audiogram nada murni, derajat ketulian ditentukan oleh angka rata-rata intensitas pada frekuensifrekuensi 500, 1000 dan 2000 Hz yang juga disebut 48 Cermin Dunia Kedokteran No. 34. 1984 speech frequency. Konversasi biasa besarnya kurang lebih 50 db. Derajat ketulian berdasar audiogram nada murni adalah sebagai berikut : Normal antara 0 s/d 20 db. Tull ringan antara 21 s/d 40 db. Tull sedang antara 41 s/d 60 db. Tull berat antara 61 s/d 80 db. Tull amat berat bila lebih dari 80 db.

Macamnya tes pendengaran yaitu :


Tes yang paling sederhana ialah tes suara bisik dan percakapan("konversasi"). Tes dengan garpu suara. Di klinik yang maju dipergunakan alat elektro-akustik yaitu tes dengan audiometer dan, Tes dengan Impedance meter.

Penyebab Penurunan Fungsi Pendengaran


Menurut iswari, penyebab penurunan fungsi pendengaran

adalah: a. Suatu masalah mekanis di dalam saluran telinga atau di dalam telinga tengah yang menghalangi penghantaran suara (penurunan fungsi pendengaran konduktif). b. Kerusakan pada telinga dalam, saraf pendengaran atau jalur saraf pendengaran di otak (penurunan fungsi sensorineural). Dampak ketulian bagi tubuh 1. Keletihan 2. Acuh, mudah mengalami depresi 3. Tidak nyaman dengan lingkungannya, menarik diri 4. Tidak bisa berespon, komunikasi kurang 5. Timbul kecurigaan.

Macam-macam Tuli
Menurut iskandar (1993) meliputi 3 jenis: Tuli konduktif (tuli hantar) Yaitu bila keadaan kelainan terdpaat ditelinga luar dan tengah. Pada tuli konduktif terdapat gangguan hantaran suara disebabkan oleh kelainan/ penyakit di telinga luar atau tengah, dan pada umumnya tuli hantaran dapat disembuhkan. Tuli saraf (sensorineural deafness) Pada tuli saraf kelainan terdapat pada koklea (telinga dalam), nervus vili atau di pusat pendengaran. Etio karena kerusakan saraf pendengaran pada: kelainan telinga dalam, tumor di otak dekat saraf pendengaran, ibu yg sedang hamil sakit sehingga menggangu pertumbuhan janin, pada usia lanjut, akibat bising terus menerus, penyakit tuli mendadak dan keracunan obat. Tuli campur (mixed deafness) Disebabkan oleh kombinasi tuli konduktif dan tuli saraf. Tuli campur dapat merupakan suatu penyakit, missal: radang telinga tengah dengan komplikasi ke telinga dalam/ merupakan dua penyakit yg berlainan missal, tumor nervus vili dengan radang telinga tengah (tuli konduktif).

Tuli Konduktif (Tuli Hantar)


Tuli Konduktif atau Conductive Hearing Loss (CHL)

adalah jenis ketulian yang tidak dapat mendengar suara berfrekuensi rendah. Misalnya tidak dapat mendengar huruf U dari kata susu sehingga penderita mendengarnya susah. Biasanya gangguan ini reversible karena kelainannya terdapat di telinga luar dan telinga tengah. (Purnawan Junadi,dkk. 1997, hal. 238). Tuli/Gangguan Dengar Konduktif adalah gangguan dengar yang disebabkan kelainan di telinga bagian luar dan/atau telinga bagian tengah, sedangkan saraf pendengarannya masih baik, dapat terjadi pada orang dengan infeksi telinga tengah, infeksi telinga luar atau adanya serumen di liang telinga.

Etiologi

1. 2. 3. 4. 5.

sumbatan liang telinga, sumbatan pipa eustacheus, perporasi gendang telinga, diskontinuitas rantai tulang dengar, fiksasi rantai tulang pendengaran. Manisfestasi Klinik rasa penuh pada telinga pembengkakan pada telinga bagian tengah dan luar rasa gatal trauma tinnitus Penatalaksanaan Liang telinga di bersihkan secara teratur. dapat diberikan larutan asam asetat 2-5 % dalam alcohol yang di teteskan ke liang teling atau salep anti jamur. Tes suara bisikan, Tes garputala

Tuli saraf (sensorineural deafness)


Disebabkan oleh kerusakan atau malfungsi koklea, saraf

pendengaran dan otak sehingga bunyi tidak dapat diproses sebagaimana mestinya. Bila kerusakan terbatas pada sel rambut di koklea, maka sel ganglion dapat bertahan atau mengalami degenerasi transneural. Bila sel ganglion rusak, maka nervus VIII akan mengalami degenerasi Wallerian. Penyebabnya antara lain adalah : kelainan bawaan, genetik, penyakit/kelainan pada saat anak dalam kandungan, proses kelahiran, infeksi virus, pemakaian obat yang merusak koklea (kina, antibiotika seperti seperti golongan makroid), radang selaput otak, kadar bilirubin yang tinggi. Penyebab utama gangguan pendengaran inidisebabkan genetikatau infeksi, sedangkan penyebabyang lain lebih jarang. Tuli sensorineural adalah berkurangnya pendengaran atau gangguan pendengaran yang terjadi akibat kerusakan pada telinga bagian dalam, saraf yang berjalan dari telinga keotak (saraf pendengaran), atau otak.

Etiologi

Tuli sensorineural koklea disebabkan oleh aplasia (congenital), labirinitis (olehbakteri/virus), intoksikasi obat streptomisin, kanamisin, garamisin, neomisin, kina, asetosalatau alkohol. Selain itu, tuli sensorineural juga dapat disebabkan oleh tuli mendadak (suddendeafness), trauma kapitis, trauma akustik, dan pajanan bising.Tuli sensorineural retrokoklea disebabkan oleh neuroma akustik, tumor sudut ponsserebelum, mieloma multipel, cedera otak, perdarahan otak, dan sebagainya.

Manifestasi Klinik Gangguan pendengaran mungkin timbul secara bertahap atau tiba-tiba. Gangguan pendengaran mungkin sangat ringan, mengakibatkan kesulitan kecil dalam berkomunikasiatau berat seperti ketulian. Kehilangan pendengaran secara cepat dapat memberikan petunjuk untuk penyebabnya. Jika gangguan pendengaran terjadi secara mendadak, mungkindisebabkan oleh trauma atau adanya gangguan dari sirkulasi darah. Sebuah onset yang tejadisecara bertahap bias dapat disebabkan oleh penuaan atau tumor.Gejala seperti tinitus (telinga berdenging) atau vertigo (berputar sensasi), mungkinmenunjukkan adanya masalah dengan saraf di telinga atau otak. Gangguan pendengarandapat terjadi unilateral atau bilateral. Kehilangan pendengaran unilateral yang paling seringdikaitkan dengan penyebab konduktif, trauma, dan neuromas akustik. Nyeri di telingadikaitkan dengan infeksi telinga, trauma, dan obstruksi pada kanal. Infeksi telinga juga dapatmenyebabkan demam.

Penatalaksanaan Tuli sensorineural tidak dapat diperbaiki dengan terapi medis atau bedah tetapi dapat distabilkan. Tuli sensorineural umumnya diperlakukan dengan menyediakan alat bantudengar (amplifikasi) khusus. Volume suara akan ditingkatkan melalui amplifikasi, tetapisuara akan tetap teredam. Saat ini, alat bantu digital yang di program sudah tersedia, dimanadapat diatur untuk menghadapi keadaan yang sulit untuk mendengarkan.Tuli sensorineural yang disebabkan oleh penyakit metabolik tertentu (diabetes,hipotiroidisme, hiperlipidemia, dan gagal ginjal) atau gangguan autoimun (poliartritis danlupus eritematosus) dapat diberikan pengobatan medis sesuai penyakit yang mendasarinya.Beberapa individu dengan tuli sensorineural yang berat, dapat dipertimbangkan untuk melakukan implantasi bedah perangkat elektronik di belakang telinga yang disebut implankoklea yang secara langsung merangsang saraf pendengaran.

Tuli campur (mixed deafness)


Bila gangguan pendengaran atau tuli konduktif dan

sensorineural terjadi bersamaan. Tuli/Gangguan Dengar Campuran yaitu gangguan yang merupakan campuran kedua jenis gangguan dengar di atas, selain mengalami kelainan di telinga bagian luar dan tengah juga mengalami gangguan pada saraf pendengaran. Gangguan ini disebabkan oleh masalah baik pada telinga dalam maupun telinga luar atau telinga tengah. Opsi penanganan mencakup pengobatan, bedah, alat bantu dengar atau implan pendengaran telinga tengah .