Anda di halaman 1dari 28

Tanda-tanda Jiwa Sehat (World Health Organization)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan (walaupun buruk) Memperoleh kepuasan dari usahanya Lebih puas memberi daripada menerima Bebas (relatif) dari ketegangan & kecemasan Berhubungan dengan orang lain secara memuaskan, saling tolong menolong Kekecewaan dipakai sbg pengalaman di kemudian hari Rasa permusuhan diarahkan pada penyelesaian yang konstruktif kreatif Daya kasih sayang yang besar

GANGGUAN JIWA
DISFUNGSI :

Pola Pikir Emosi Perilaku Kecerdasan Kepribadian MENGGANGGU

PROSES PERJALANAN PENYAKIT


Fase Prodomal - Berlangsung antara 6 bulan s/d 1 tahun - Gangguan berupa : self care, akademik, pekerjaan, fungsi sosial ,pikiran & persepsi 2. Fase Aktif - Berlangsung kurang lebih 1 bulan - Gangguan berupa : gejala psikotik, halusinasi, delusi, disorganisasi, P/B, gangguan bicara, perilaku, disertai kelainan neurokimiawi 3. Fase Residual - mengalami minimal 2 gejala : gangguan afek dan gangguan peran - serangan biasanya berulang
1.

TAHAPAN HALUSINASI & DELUSI YANG BIASA MENYERTAI GANGGUAN JIWA (JANICE CLACK )
Conforting Kecemasan ringan, gejala kesepian , rasa berdosa, coping: imajinasi ( senang & terhindar dari ancaman 2. Condeming Kecemasan sedang,ada suara, takut orang lain mendengar, MD 3. Controling Kecemasan berat, merasa sangat kesepian, ( berusaha memerangi ) 4. Conquering Panik,mengancam diikuti dengan PK bahkan Suicide
1.

TANDA DAN GEJALA


1. 2. 3. 4. 5.

Pola Pikir : tdk nyambung, kacau, berwaham, mbulet, tdk masuk akal, ide2 aneh Emosi : sensitif, marah, senang, sedih, kosong Perilaku : mandi, sholat, makan, bergaul aneh Kecerdasan : pikiran buntu, gg konsentrasi dan kebijakan Kepribadian : terdapat perubahan pola kepribadian

Fungsi sosial, pekerjaan, keluarga terganggu

PENYEBAB GANGGUAN JIWA


Ketidakseimbangan Kimiawi Dalam Otak
Stress / Gangguan Psikis Berat Cedera Dan Penyakit-Penyakit Bagian

Otak Sebagian Karena Faktor Keturunan

Dopamine Hypothesis of Schizophrenia


Hyperdopaminergic pathways
Hypodopaminergic pathways

Positive symptoms Normal


Adapted from Stahl. J Clin Psychiatry. 2001;62:842.

Negative symptoms

NEUROBIOLOGI

Abnormalitas otak: sistem limbic (meningkatkan

kewaspadaan,distractibility,dan gangguan memori ), kortex frontal (kesulitan dalam proses pemecahan masalah dan perilaku yang mengarah pada tujuan, berfikir abstrak ), serebelum dan basal ganglia distonia dan tremor ). Dasar abnormalitas otak: perkembangan abnormal neuron pada masa perkembangan degenerasi neuron setelah perkembangan
HIPOTESIS DOPAMIN

Skizofrenia disebabkan aktivitas dopaminergik Hiperaktivitas dopamine akibat:


terlalu banyak pelepasan dopamin, terlalu banyaknya reseptor dopamin atau kombinasi kedua mekanisme ini.

Dopamin pada sistem limbik dan cortex cerebri.

STRESS
Keadaan

umum seseorang yang mengalami ketegangan Reaksi umum fisiologis & psikologis tubuh terhadap setiap kebutuhan Stres tuntutan penyesuaian diri mengganggu keseimbangan

MODEL STRES - DIATHESIS


Integrasi faktor biologi, psikososial dan lingkungan

Seseorang mempunyai diathesis (kepekaan) dan dipengaruhi oleh keadaan stres akan menimbulkan gx psikotik.
Diathesis maupun stres dapat berasal dari 3 faktor: Contoh: biologik Psikologik : infeksi, : situasi klg yg penuh stres atau kematian keluarga dekat

Lingkungan : keadaan suatu negara yang kacau, bencana

Stres adalah SEMUA PERUBAHAN

yang memerlukan PENYESUAIAN & PENYELESAIAN Sesuatu yang tak terpisahkan dari mns, bisa pos dan neg (Hans Selye)

Jenis stres:

fisik stres organobiologis jiwa sosial Penyebab stres disebut STRESSOR Stres tidak selalu merugikan !!!

STRESSOR
Rangsangan

internal/eksternal yang memunculkan ggn pd keseimbangan hidup individu tidak selalu menentukan ggn adaptasi kuantitas, kualitas, lamanya, lingkungan & konteks kepribadian ybs.
tunggal, majemuk, berulang, terusmenerus

Beratnya

Dapat

JENIS JENIS STESSOR


Tujuan
Frustrasi : ada 1 tujuan, tapi terhalang Konflik : ada 2 pilihan

Nilai ambang frustrasi

Tekanan : dari luar / dalam Krisis

DAYA TAHAN STRES


Berbeda tiap orang: - Umur - Jenis Kelamin - Kepribadian - Intelegensi - Emosi - Status Sosial

PSIKODINAMIKA

Individu terganggu apabila : Stres itu : - cukup besar - cukup lama - cukup spesifik Bila stres > daya tahan stres dekompensasi mental ggn jiwa

TANDA-TANDA SESEORANG YANG MENGALAMI STRES - Perubahan Fisiologis - Perubahan Tingkah Laku - Perubahan Pikiran - Perubahan Emosional

TANDA-TANDA STRES
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Gelisah seperti tidak dapat santai Lekas marah seperti akan meledak bila sesuatu tak sesuai kehendak Rasa sangat lelahberkepanjangan Sukar konsentrasi Kehilangan minat pada rekreasi Khawatir Bekerja berlebihan & tak efektif Pekerjaan rumah meningkat Merokok meningkat, minuman keras meningkat Kehilangan perspektif & masa depan

UNTUNG : - Rasa gagal < - Cemas < - Rasa sakit < - Rasa layak & harga diri

MEKANISME PEMBELAAN EGO

RUGI : - Membohongi diri sendiri - Distorsi realitas - Kerja tidak sadar tanpa pemikiran - Tak memcahkan masalah

MEKANISME PEMBELAAN EGO


TERGANTUNG : Holistik - Pendidikan - Pengalaman - Kebudayaan - Kepercayaan

Mekanisme Pembelaan Ego :


Fantasi : keinginan yang tak terkabul dipuaskan dalam imajinasi. Bisa produktif/non produktif. 2. Penyangkalan : tidak berani melihat kenyataan. 3. Rasionalisasi : berusaha untuk membuktikan bahwa perbuatannya itu masuk akal, dapat dibenarkan & dpt diterima oleh diri sendiri dan masyarakat. 4. Identifikasi : menambah rasa harga diri dengan menyamakan dirinya dengan seseorang.
1.

5.

Represi : secara tdk sadar mencegah pikiran yg menyakitkan atau berbahaya ke dalam alam sadar. Regresi : mundur ketaraf perkembangan yg sudah dilalui Proyeksi : menyalahkan orang lain mengenai kesulitannya sendiri atau melemparkan kepada orang lain keinginannya sendiri yg tidak baik.

6.

7.

9.

Penyusunan reaksi (Reaction formation) : supaya tidak menuruti keinginan yang jelek, maka sebagai penghalang diambil sikap & perilaku yg berlawanan, ttp secara berlebihan. Sublimasi : nafsu yg tidak terpenuhi, disalurkan ke kegiatan lain yang dapat diterima oleh masyarakat.

10.

11.

Kompensasi : menutupi kelemahan dengan menonjolkan sifat yang baik atau karena frustasi dlm suatu bidang dicari kepuasan secara berlebihan dalam bidang yang lain.

13. 14.

15.

16. 17.

Pelepasan (undoing) : menebus dan dengan demikian meniadakan keinginan atau tindakan yang tidak bermoral. Penyekatan emosional : individu mengurangi tk keterlibatan emosionalnya dlm keadaan yg dpt menimbulkan kekecewaan atau yg menyakitkan. Isolasi (intelektualisasi, disosiasi) : merupakan suatu bentuk penyekatan emosional, beban emosi dlm suatu keadaan yg menyakitkan, diputuskan atau diubah. Simpatisme : berusaha mendapatkan simpati dengan jalan menceritakan berbagai kesukarannya. Pemeranan (acting out) : mengurangi kecemasan yg dibangkitkan oleh berbagai keinginan yg terlarang dgn membiarkan ekspresinya & melakukannya.

Skinner : 4 kriteria kepribadian yg berintegrasi dg baik :

1.

2.

3.

Menerima diri sendiri : harga diri, percaya kemampuan & batas-batasnya, fleksibel. Diterima oleh orang lain : disukai & dicintai, dpt bekerja sama, sanggup menjadi pemimpin & bawahan. Efisiensi dlm pekerjaan atau studi : konsentrasi, bekerja sesuai kemampuan, realistik, pribadi matang sehat.

PROGNOSIS BAIK PROGNOSIS BURUK onset muda onset tua faktor presipitasi (-) faktor presipitasi nyata onset pelan onset akut premorbid sos, pek, seksual buruk premorbid hubungan perilaku otistik, menarik diri sosial, seksual dan bujang, duda, cerai pekerjaaan baik riwayat klg skizofrenia gangguan mood sistem support buruk (terutama depresi) gejala negative Menikah gejala dan tanda neurologikal Riwayat klg ada riwayat trauma perinatal ggn.mood tidak remisi dalam 3 tahun sistem support baik beberapa kali relaps riwayat penyerangan gejala positif

20-30 % menjalani kehidupan mendekati normal 20-30 % gejala sedang 40-60 % terganggu secara bermakna Prognosis pasien Skizofrenia kurang baik bila dibanding dengan Gangguan Mood,

TERAPI
Tiga hal yang harus diperhatikan: 1. pendekatan pengobatan secara individual 2. perlu memperhatikan faktor genetik, psikologis dan lingkungan 3. harus dilihat berbagai aspek, terapi tunggal tidak akan berhasil baik untuk berbagai penyebab. JENIS TERAPI Terapi Biologi Terapi Psikososial Terapi Kelompok Terapi Individual meningkatkan kemampuan sosial,merawat diri,ketrampilan praktis,komunikasi interpersonal Dilakukan di RS, klinik, rumah perkumpulan sosial

Terima Kasih