Anda di halaman 1dari 6

Memelihara Kesabaran

MEMELIHARA SIKAP SABAR

OLEH : H. MAS’OED ABIDIN

ْ
ِ‫ضَّراء‬ َ ‫ن فِي الْبَأ‬
َّ ‫ساءِ َوال‬ َ ‫صابِرِي‬ َّ ‫ وَال‬...
َّ َ َ ُ ْ ‫وحين الْبأ‬
‫صدَقُوا‬َ َ ‫ن‬ ‫ي‬ِ ‫ذ‬ ‫ال‬ ‫ك‬ ِ ‫ئ‬ ‫ول‬ ‫أ‬ ‫س‬
ِ َ َ ِ َ
‫ن‬َ ‫قو‬ ُ َّ ‫مت‬
ُ ْ ‫م ال‬
ُ ُ‫ك ه‬ َ ِ ‫َوأُولَئ‬
“… Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan,
penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah
ornag-orang yang besar (imannya) dan mereka itulah
orang-orang yang bertaqwa. ” (Q.S. Al Baqarah: 177)

Sabar bukanlah berarti menyerah dengan diam,


tanpa usaha; hal demikian adalah salah menurut
Islam. Sabar artinya tidak menggerutu, tidak
mencerca dan tidak pula berputus asa.; karena
mengetahui dan meyakini bahwa segala sesuatu
adalah datang dari Allah SWT. Allah SWT
mentakdirkan manusia dengan kejadiannya yang selalu
lebih sekian tingkat dan derajat di atas semua
makhluk yang lain. Dengan kesabaran, Allah melatih
manusia agar optimistis dan dinamis, penuh kreasi
dalam menjalani kehidupannya.
Melatih diri bersikap Optimis
Sabar dalam pengertian takdir, lalu ada usaha
memperbaikinya, baik dalam doa atau bentuk ikhtiar;
sabar dalam bentuk mengerjakan ibadah kepada Allah
SWT, agar manusia ridha menjalankan perintah-Nya,
sabar dalam menghadapi cobaan dan fitnah
kehidupan.

Kata sabar kedengarannya sederhana. Namun


tak semua insan bisa melakukannya. Kasus-kasus
orang yang kehilangan kesabarannya sudah sangat
sering kita dengar. Sehingga ketidak-sabaran seakan
menjadi sesuatu yang lumrah dalam kehidupan. Surat
kabar sering memuat peristiwa kejahatan dan
penyelewengan yang sebenarnya bila diteliti
bersumber dari rasa tidak sabar. Lihatlah, kasus
perkosaan terjadi lantaran rasa tidak sabar
pelakunya untuk menunda perkawinan yang sah yang
pasti akan menjamin rasa aman dan tentram.

Firman Allah SWT:

‫ن‬ َ ْ ‫س فََِي ال‬


ِ َ‫مهْد ِ وَكَهْل و‬
َََ ‫م‬ ُ ََّ
َََ ‫م النَّا‬ ِ ‫وَيُكَل‬

‫ن‬
َ ‫حي‬ َّ ‫ال‬
ِ ِ ‫صال‬

“Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Q.S. Ali


Imran: 46)
Memelihara Kesabaran

Seorang mukmin sangat berhajat kepada sifat


sabar, terutama ketika menghadapi bala’ dan bencana,
kesulitan dan kesusahan dan segala macam kezaliman.
Yakni, manakal kita ditimpa suatu musibah, maka kita
tidak boleh berputus asa. Malah harus bersikap
tenang dan lapang dada. Tidak merasa terbebani dan
tidak pula mengadukan hal itu kesana kemari. Kita
harus senantiasa menghadap Allah SWT dengan
penuh khusyu’, memohon dan merendahkan diri
kepada Allah SWT, berhusnudz-dzan terhdap-Nya.
Kemudian hendaknya kita meyakinkan diri bahwa
segala bala’ dan bencana yang ditimpakan Allah SWT
merupakan ujian yang mengandung banyak kebaikan
seperti meningkatkan derajat, melipat gandakan
pahala dan menebus dosa.

Seorang mukmin butuh banyak kesabaran di


dalam mengerjakan segala ketaatan. Yakni, hendaklah
kita tidak bermalas-malasan di dalam menunaikannya,
menyem-purnakannya dengan menghadirkan hati
(hudhurul qalbi) ketika menghadap Allah SWT,
dengan keikhlasan yang penuh, tidak riya’, tidak
berpura-pura di mata orang ramai. Memang, sudah
menjadi tabiat seseorang untuk bermalas-malasan
dan merasa berat hati unutk mengerjakan amal
Melatih diri bersikap Optimis
ibadah. Lantaran itu, kita harus membiasakan diri
untuk bersabar melawan segala hambatan ini.

Seorang mukmin senantiasa butuh kesabaran


yang banyak dalam upaya merintangi diri dari
melakukan kemaksiatan dan melanggar larangan-
larangan Allah SWT. Sebab, hawa nafsu sering
mengajak kita untuk melakukan dosa dan mengangan-
angankan maksiat. Ketika itu, hendaklah kita menahan
diri dengan penuh kesabaran dari melakukan maksiat
itu secara lahir dan menggambarkannya secara batin.

Kita harus sabar dalam menghadapi musibah


yang ditimpakan pada diri kita. Sebagai contoh; bagi
anak-anak yang masih belajar di bangku sekolah,
sudah berusaha melalui belajat tekun, tetapi setelah
ujian banyak yang tidak lulus. Dalam keadaan yang
demikian itu harus kita hadapi dengan sabar dan
ikhlas, sehingga kita tidak akan berputus asa dalam
menuntut ilmu. Seandainya dalam keadaan yang
demikian itu tidak dihadapi dengan sabar,
kemungkinan sekali bagi anak-anak yang tertimpa
musibah tersebut tentu akan berputus asa,
mengancam gurunya, bahkan mungkin juga bunuh diri.

Dalam melaksanakan ibadah harus selalu diiringi


dengan hati yang sabar, dengan arti melaksanakan
Memelihara Kesabaran

ibadah dengan tawadhdhu’, tenang, khusyu’, dan


penuh penyerahan diri kepada Allah. Misalnya dalam
melaksanakan ibadah shalat, dmulai dengan penuh
teliti, apakah wudhu’nya sudah sempurna, apakah
pakaian sudah memenuhi syarat dan rapi dan dalam
melaksanakannyapun harus dilakukan dengan penuh
kesabaran, tidak tergesa-gesa ruku’ dan sujudnya.
Dilakukan dengan tama’ninah dan sesudah itu berdoa
memohon diri kepada Allah SWT.

Seorang mukmin juga butuh kesabaran yang


banyak dalam mengekang diri dari keinginan hawa
nafsu terhadap perkara-perkara yang dilarang
atasnya untuk melakukannya, yang kebanyakan
manusia menggemarinyaseperti bermewah-mewahan
dengan kelezatan dan perhiasan dunia. Sebab, hal ini
dapat menjerumuskan manusia kepada perkara-
perkara syubhat, dan seterusnya dapat menyeret
kepada yang haram.

Dari tulisan ini, dapat disimpulkan secara


sederhana bahwa sifat sabar merupakan perbuatan
yang dapat membentengi manusia dari perbuatan-
perbuatan jahat, kemaksiatan dan dosa. Oleh karena
itu, tabahkanlah hati kita dalam menghadapi segala
cobaan, karena cobaan itu merupakan ujian keimanan
Melatih diri bersikap Optimis
yang diberikan oleh Allah SWT kepada para hamba-
Nya. Oleh karena itu akan beruntunglah orang yang
menghadapinya dengan ikhlas dan sabar. Semoga kita
memahami secara benar apa yang telah dibaca dalam
tulisan ini tentang hajat manusia kepada sifat sabar
dalam setiap keadaan dan setiap waktu. Maka
berpegang teguhlah kepada sifat sabar, niscaya kita
akan memperoleh kebaikan dan kebaikan. Semoga
Allah selalu melindungi kita.

Allahu a’lam bish shawab

‫ُسسلِمِيْنَ َو‬
ْ ‫َاتس وَ الم‬
ِ ‫ْنس َو المُؤْمِن‬ َ ‫غفِ ْر ِللْمُؤْمِنِي‬
ْ ‫اللّهُم ّ ا‬
‫غفِ ْرلَنَا‬
ْ ‫ رَبّنَا ا‬.ِ‫ُمس وَ اْلَ ْموَاتس‬
ْ ‫لحْيَاءِ مِنْه‬ َ َ‫ ا‬،ِ‫ُسسلِمَات‬
ْ ‫اْلم‬
‫فيس‬
ِ ْ‫ْنس س َسَبقُوْنَا ِباْلِيـسسمَانِ وَلَ َتجْ َعل‬ َ ‫لخْوَانِنَا الّذِي‬ ِ َِ‫و‬
.ٌ‫ن آمَنُوْا رَبّنَا إِ ّنكَ َرءُوْفٌ َرحِيْم‬
َ ْ‫ُقلُوْبِنَا غِلّ ِللّذِي‬

Anda mungkin juga menyukai