Anda di halaman 1dari 12

Peliharalah Pandangan Mata

PELIHARALAH PANDANGAN
MATA
OLEH : H. MAS’OED ABIDIN

‫ح َفظُوا‬
ْ َ‫ُقلْ ِللْ ُمؤْمِنِينَ َي ُغضّوا مِنْ أَ ْبصَارِ ِهمْ وَي‬
‫فُرُوجَ ُهمْ َذِلكَ أَزْكَى لَ ُهمْ إِنّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا‬

ْ‫ضضْنَ مِن‬
ُ ‫ت يَ ْغ‬ ْ ‫ وَ ُق‬-- َ‫َيصْنَعُون‬
ِ ‫ل لِلْ ُمؤْمِنَا‬
ّ‫أَ ْبصَارِهِنّ وَيَحْ َفظْنَ فُرُوجَهُن‬
Katakanlah kepada orang laki-laki yang
beriman, “ Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya ; yang
demikian itu adalah lebih suci bagi mereka,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang
mereka perbuat.
Katakanlah kepada wanita yang beriman,
“ Hendaklah mereka menahan pandangannya dan
memelihara kemaluanya. ”(S.Q. An Nuur: 30-31)
Pandangan mata seringkali menjadi pangkal
timbulnya fitnah dan dosa. Pandangan mata mesti
Agar Hati Menjadi Bersih

dipelihara dan dikendalikan. Kandungan ayat ini


sangat dalam maknanya.
1. Mengandung makna Pendidikan
Islam mengajarkan kepada umat agar menahan
pandangan (Ghadhdhul Bashr) dari yang diharam-
kan oleh Allah. Jika terpandang dengan tidak
sengaja kepada sesuatu yang mengundang hawa
nafsu dan hal yang diharamkan, maka pandangan
haruslah segera dipalingkan.

Rasulullah SAW mengajarkan kepada para


sahabat Radhiyallahu ‘Anhum, seperti hadits di-
riwayatkan oleh Muslim, dari Jabir ‘Abad al Bajili
r.a ia berkata: « Aku bertanya kepada Nabi SAW
soal memandang (sesuatu yang diharamkan) tanpa
disengaja (tiba-tiba), beliau menyuruhku
memalingkan pandangan » (HR.Muslim)

Diriwayatkan dari Buraidah, bahwa Rasulullah


SAW berkata kepada Sayyidina Ali bin Abi
Thalib r.a: « Hai Ali, janganlah pandangan pertama
diikuti oleh pandangan yang kedua. Sesungguhnya
pandangan yang pertama dibolehkan (untukmu).
Sedangkan pandangan yang selanjutnya tidak lagi
untukmu. » (HR. Abu Daud)
Peliharalah Pandangan Mata

2. Mengandung arti Peringatan


Allah mengingatkan kepada lelaki mukmin agar
memelihara pandangan dari yang diharamkan.
Peringatan Allah ini selain menjadi bimbingan
adalah perintah yang harus ditaati, supaya
terselamatkan dari fitnah yang selalu mengintai
di balik pandangan yang liar.

Nabi Isa a.s pernah berkata, « Janganlah


engkau melihat sesuatu yang tidak baik. Sebab,
penglihatan itu akan membangkitkan syahwat di
hatimu, dan mengundang fitnah bagi pelakunya. »

Seorang ulama sufi, Dzunun, mengatakan,


« Penahan syahwat yang paling ampuh adalah
memelihara pandangan dari segala yang tidak
perlu. »

Telah jelas bagi kita bahwa memalingkan


pandangan, atau tidak menyaksikan sesuatu yang
tidak bermanfaat, akan menjadikan hati selalu
bersih, bebas dari keragu-raguan dan terhindar
dari penyakti hati.
BERSEGERA DALAM BERIBADAH DAN BERAMAL SHALEH
Dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah SAW
Agar Hati Menjadi Bersih

bersabda: “Bersegeralah kalian untuk berbuat


amal shaleh, karena akan muncul berbagai fitnah
seperti penggalan-penggalan malam yang gelap
gulita. Ada orang yang paginya beriman, sorenya
kafir. Ada pula yang sorenya beriman, paginya
kafir. Ia jual agamanya dengan barang perhiasan
dunia.“ (H.R.Muslim)

Dari Salmah bin Qais r.a, bahwa Rasululiah


SAW bersabda: “Ketahuilah tentang empat
perkara ; Jangan mempersekutukan Allah dengan
suatu apapun, Jangan membunuh jiwa yang
diharamkan Allah, kecuali dengan haq, Jangan
berzina, dan jangan mencuri” (HR.. An Nasa ‘i)

AMAR MA’RUF & NAHI MUNGKAR


Dari Nabi SAW. bahwa Allah SWT berfirman
dalam Hadits Qudsi: “Wahai sekalian manusia,
Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman kepada
kalian, Ajaklah (manusia) berbuat Kebajikan &
Cegahlah mereka dari kemungkaran, sebelum
datang saatnya, (di mana) kalian berdoa kepada-
Ku, tapi Aku tidak mengabulkannya. Kalian
memohon kepada-Ku, tapi Aku tidak memenuhinya
& kalian meminta pertolongan kepada-Ku, tapi Aku
tidak menolong kalian”. (H.R. Ibnu Maajah dan
Peliharalah Pandangan Mata

ibnu Hibban)

Allah SWT Maha Mengetahui apa yang tampak


nyata dan apa yang tersembunyi. Allah Ta’ala
amat tahu apa yang terbersit dalam hati
seseorang. Begitu pula halnya dengan pandangan,
baik yang disengaja atau tidak disengaja. Alah
mengatahui mana pandangan mata yang khianat,
dan mana pula yang tidak.

Firman Allah dalam surat Al Mukmin ayat 19 …


« DIA mengetahui (pandangan) mata yang khianat
dan apa yang disembunyikan oleh hati .. » .

‫ وَمَا ءَاتَاكُمُ الرّسُولُ َفخُذُو ُه وَمَا َنهَاكُ ْم عَنْ ُه‬...


ِ‫ن اللّهَ شَدِي ُد الْ ِعقَاب‬
ّ ‫فَانْ َتهُوا وَا ّتقُوا اللّهَ ِإ‬
“… Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka
terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu
maka tinggalkanlah dan bertaqwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya “.
(Q.S.Al-Hasyr : 7)

Yang pasti, mata dan semua anggota tubuh


manusia kelak akan diminta pertanggung-jawaban
di yaumil mahsyar. Allah SWT berfirman dalam
Agar Hati Menjadi Bersih

surat Al Israa’: 36. « Dan janganlah kamu


mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai
pengetahuan tentangnya. Sungguh pendengaran,
penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta
pertanggungan jawabnya … »

AKHLAK DI DUNIA & AKHIRAT YANG PALING MULIA


Dari ‘Uqbah bin Amir Juhani bahwa Rasulullah
SAW bersabda : “Wahai ‘Uqbah, maukah engkau
aku beritahukan akhlaq penghuni dunia & akhirat
yang paling mulia ? yaitu ; menyambung
silaturrahmi (hubungan kekeluargaan) dengan orang
yang memutuskan hubungan silaturrahimnya
denganmu, memberi kepada orang yang tidak mau
& tidak pernah memberimu, memaafkan orang yang
pernah mendzolimi atau menganiayamu. “ (H.R.Al
Hakim)

TENTANG EMPAT PERKARA


Dari Mu’adz bin Jabal r.a bahwa Rasulullah
SAW bersabda : “Dua kaki seorang hamba tidak
akan berpindah (dari tempatnya berpijak nanti
pada hari kiamat.) sehingga dia ditanya tentang
empat perkara: Tentang umurnya, kemana saja dia
habiskan? Tentang masa mudanva, dengan apa dia
pergunakun? Tentang hartanya, dari mana dia
Peliharalah Pandangan Mata

mendapatkannya dan untuk apa saja dia


belanjakan? Dan tentang ilmunya, apa yang dia
perbuat dengan ilmunya itu?.” (H.R.At Thabrani &
Al Bazzar)

Dari Ibnu Umar r.a. bahwa Rasulullah SAW


bersabda: “Empat perkara yang jika telah
terdapat dalam dirimu, maka engkau tidak perlu
memikirkan apa yang tidak engkau peroleh di
dunia. (Empat perkara itu) Berbicara yang benar
(jangan dusta), Menjaga amanah, Berakhlak mulia
dan Memakan makanan yang baik (halal,). “
(H.R.Ahmad)

FAEDAH MENJAGA PANDANGAN MATA


Dalam kitab Tibbun Nabawy Imam Ibnu
Qayyim memberikan kesimpulan dari menjaga
pandangan mata sebagai berikut ;
1. Dengan menundukkan pandangan, berarti
seorang hamba telah menjalankan perintah
Allah. Dan mengikuti perintah Allah akan
menjadikan seorang hamba mendapatkan
kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
2. Menundukkan pandangan dapat
Agar Hati Menjadi Bersih
menghindarkan dan membentengi seseorang
dari serangan racun kehidupan yang
mematikan dan menghancurkan
kehidupannya.
3. Menundukkan pandangan dapat mengantarkan
seseorang merasa selalu dekat dan selalu
dalam pengawasan Allah.
4. Menundukkan pandangan akan menguatkan
hati dan menenteramkan jiwa dan mejadi
qalbin salim.
5. Menundukkan pandangan akan membuat hati
bercahaya bagaikan pelita di malam yang
gulita.
6. Menundukkan pandangan akan melahirkan
firasat yang tajam, sehingga antara yang
hak dan batil tampak jelas perbedaannya
dalam pandangan hatinya.
7. Menundukkan pandangan mata akan
melahirkan keteguhan hati (istiqamah),
optimisme dan keberanian (syaja’ah).
8. Menundukkan pandangan mata akan menutup
rapat celah-celah hati yang dapat dimasuki
oleh syetan untuk menggodanya, terhindar
dari melakukan kemaksiatan dan segala
Peliharalah Pandangan Mata

bentuk dosa.
9. Menundukkan pandangan akan menjadikan
hati mampu berkonsentrasi kepada sesuatu
yang dapat membawa kemaslahatan bagi
pelakunya.
10. Menundukkan pandangan berarti
menundukkan hati agar senantiasa
bertafakkur dan berzikir, mencermati
ciptaan Allah dengan cerdas. Sehingga mata
benar-benar berfungsi sebagaimana yang
dimaksudkan Allah dalam penciptaannya.
Yaitu alat bagi manusia untuk beriqra’,
membaca tanda-tanda Kekuasaan Allah,
memikirkan dan menyikapinya. Semua ini
berawal dari pandangan dan kesaksian mata.
Inilah yang mungkin dikenal dengan istilah
‘ketajaman mata hati’.
11. Sesungguhnya antara mata kepala dan mata
hati memiliki hubungan yang sangat erat
(integral). Kesibukan salah satunya akan
mengakibatkan kesibukan lainnya. Baik
buruknya pendangan mata sangat tergantung
kepada bersih atau kotornya hati.
12. Hati akan terpelihara kesuciannya apabila
Agar Hati Menjadi Bersih
mata terpelihara atau mengarahkan
pandangannya hanya kepada hal-hal yang
baik. Karena itu peliharalah dua ‘aset’
termahal manusia ini, yakni mata dan hati.

Buta mata tidaklah terlalu berbahaya. Tetapi,


buta hati semuanya akan binasa !
AKHLAK DALAM BERINTERAKSI SOSIAL
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW
bersabda: “Jauhilah oleh kalian akan dzan
(prasangka), karena prasangka itu adalah dusta
yang amat besar, Janganlah kalian mencari-cari
kesalahan orang lain, jangan pula kalian mencari-
cari keburukan (aib) orang lain, janganlah pula
kulian bersaing (secara tidak sehat,), dan
janganlah kalian saling iri & dengki, jangan saling
benci, jangan saling bermusuhan, dan jadilah
hamba-hamba Allah yang bersaudara. Dan
janganlah seseorang meminang gadis yang telah
dipinang oleh saudaranya, sehingga ia menikahinya
atau meninggalkannya.” (H.R. At Tarmizi)

Dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah SAW


bersabda: “Barang siapa yang meringankan
kesusahan seorang muslim dari berbagai beban di
dunia, maka Allah akan meringankan kesusahannya
Peliharalah Pandangan Mata

pada hari kiamat. Dan barang-siapa yang


memudahkan orang yang kesulitan di dunia, maka
Allah akan memudahkannya di dunia & akhirat.
Dan barang-siapa yang menutupi (aib) seorang
Muslim di dunia, maka Allah akan menutupi aibnya
di dunia & akhirat. Dan Allah (selalu) menolong &
membantu seorang hamba, selama hamba itu
menolong & membantu saudaranya.” (HR. Muslim.
Abu Daud, An Nasa’i &At Tarmizi).

BERSEGERA DALAM BERINFAQ DAN BERSEDEKAH


Dari Haritsah bin Wahb, bahwa Rasulullah
SAW bersabda: “Bersedekahlah kalian, karena
akan datang masa di mana seseorang membawa
sedekahnya namun tidak menemukan orang yang
mau menerimanya. Orang yang akan diberi
berkata, ‘Seandainya engkau datang kemarin,
niscaya aku mau menerimanya, sedangkan sekarang
aku sudah tidak memerlukannya lagi.”
(H.R.Muttafaq ‘Alaih)

َ‫سلِمِيْن‬ْ ُ‫اللّهُ ّم اغْ ِفرْ ِللْ ُمؤْمِنِيْنَ وَ المُؤْمِنَاتِ وَ الم‬


‫ رَبّنَا‬.ِ‫ اَلَحْيَاءِ مِ ْنهُمْ َو اْلَ ْموَات‬،ِ‫سلِمَات‬ ْ ُ‫وَ اْلم‬
َ‫خوَانِنَا الّذِيْنَ سَ َب ُقوْنَا بِ ْالِيــمَانِ وَل‬ ْ ِ‫اغْفِ ْرلَنَا وَِل‬
‫‪Agar Hati Menjadi Bersih‬‬

‫ل لِّلذِيْنَ آمَ ُنوْا رَبّنَا إِ ّنكَ‬


‫تَجْ َعلْ فيِ ُقُلوْبِنَا غِ ّ‬
‫رَ ُءوْفٌ رَحِ ْيمٌ‪.‬‬