P. 1
Statistik Ukuran Tendensi Sentral

Statistik Ukuran Tendensi Sentral

|Views: 4,040|Likes:
Dipublikasikan oleh Tri Cahyono

More info:

Published by: Tri Cahyono on Sep 10, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/26/2013

pdf

text

original

Tri Cahyono tricahyono37@yahoo.co.

id Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Depkes Semarang

UKURAN TENDENSI SENTRAL

UKURAN TENDENSI SENTRAL
• UTC • NILAI TENGAH

data terendah Angka / nilai

data tengah mewakili data

data tertinggi

UKURAN TENDENSI SENTRAL
•Modus •Median, Kuartil, Desil, Persentil •Mean

Modus / Mode
• Modus adalah angka yang sering muncul pada suatu data. Banyaknya modus pada suatu data mungkin tidak ada, mungkin satu, dua, tiga, empat atau lebih

• Unimodus

Bimodus

Multimodus

Modus data tunggal
• 2, 3, 3, 2, 4, 4, 3, 4, 5, 6, 4, 4, 5. • Maka modusnya adalah 4 • 2, 4, 3, 5, 5, 2, 3, 6, 6, 5, 4, 4, 3. • Maka modusnya adalah 3, 4, dan 5 • 5, 4, 7, 8, 6, 11, 9, 10 • Modusnya tidak ada

Modus data berkel ompok
∆a Mo = Lmdo + .I ∆a + ∆b
Mdo Lb La = Modus = batas bawah kelas modus = batas atas kelas modus beda frekuensi pada kelas modus dengan frekuensi pada kelas yang = lebih rendah didekatnya atau frekuensi sebelumnya beda frekuensi pada kelas modus dengan frekuensi pada kelas yang = lebih tinggi di dekatnya atau frekuensi sesudahnya = lebar interval kelas

∆b Mdo = La − .I ∆a + ∆b

∆a ∆b
I

Posisi modus terletak pada frekuensi tertinggi

TINGGI BADAN MASYARAKAT KALIMAS TAHUN 2006 NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. TINGGI BADAN 140 – 149 150 – 159 160 – 169 170 – 179 180 – 189 190 – 199 JUMLAH JUMLAH 6 22 39 25 7 1 100

∆a Mdo = Lb + .I ∆a + ∆b 17 Mdo = 159,5 + .10 17 + 14 Md 0 = 164,98
∆b Mdo = La − .I ∆a + ∆b 14 Mdo = 169,5 − .10 17 + 14 Mdo = 164,98

Median
• Median adalah angka yang berada di tengah-tengah pada suatu data yang telah diurutkan (array) mulai dari angka terendah sampai tertinggi atau sebaliknya. • Posisi median selalu didasarkan pada rumus (N+1)/2.

Median data tunggal
• Data ganjil. 2, 3, 2, 4, 5, 4, 5, 5, 6, 4, 3, 5, 4 disusun terlebih dahulu arraynya, yaitu 2, 2, 3, 3, 4, 4, 4, 4, 5, 5, 5, 5, 6. • Posisi median (N+1)/2, berarti (13+1)/2=7, maka angka yang berada diurutan ke 7 adalah mediannya, yaitu 4. • Data genap. 4, 3, 5, 6, 4, 4, 5, 6, 7, 6, 3, 2 disusun terlebih dahulu arraynya, yaitu 2, 3, 3, 4, 4, 4, 5, 5, 6, 6, 6, 7. • Posisi median (N+1)/2, berarti (12+1)/2=6,5, maka angka yang berada diurutan ke 6 dan 7 dijumlahkan, kemudian dibagi dua, yaitu ( 4 + 5 )/ 2 = 4,5.

Median data berkelompok
N − Fa Mdi = Lb + 2 .I fd
Mdi Lb La N Fa Fb fd I = : Median = : batas bawah kelas median = : batas atas kelas median = : total frekuensi / banyaknya angka pada data = : frekuensi komulatif sebelum frekuensi kelas median atau kelas lebih rendah = : frekuensi komulatif sesudah frekuensi kelas median atau kelas lebih tinggi = : frekuensi pada kelas median = : lebar interval

N − Fb Mdi = La − 2 .I fd

POSISI MEDIAN PADA ( N + 1 ) / 2

TINGGI BADAN MASYARAKAT KALIMAS TAHUN 2006 NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. TINGGI BADAN 140 – 149 150 – 159 160 – 169 170 – 179 180 – 189 190 – 199 JUMLAH JUMLAH 6 22 39 25 7 1 100

N − Fa Mdi = Lb + 2 .I fd 100 − 28 Mdi = 159,5 + 2 .10 39 Mdi = 165,14

N − Fb Mdi = La − 2 .I fd 100 − 33 Mdi = 169,5 − 2 .10 39 Mdi = 165,14

Median mengunakan gmb

Luas histogram (6 x 10) + (22 x 10) + (39 x 10) + (25 x 10) + (7 x 10) + (1 x 10) = 1000. • Luasan dibagi menjadi dua bagian, berarti masing-masing luasan 500. • Luasan batang I ditambah luasan batang II berjumlah 280, yang berarti untuk menjadi luasan 500 masih kurang 220. Luasan 220 didapat pada luasan batang III, panjang batang III = 39, berarti lebar untuk mencapai luasan 220, luasan 220 dibagi lebar 39 didapat angka 5,64. • Median berarti 159,5 sebagai batas bawah batang III ditambah 5,64 sama dengan 165,14.

Kuartil

DATA TUNGGAL Urutan angka dibagi menjadi empat bagian yang sama

DATA BERKELOMPOK

N i. − Fa i Qi = Lbi + 4 .I f Qi

Kuartil 1
N i. − Fa i Qi = Lbi + 4 .I f Qi Qi Qi 100 1. −6 4 = 149,5 + .10 22 = 158,14

Desil

DATA TUNGGAL

DATA BERKELOMPOK

Urutan angka dibagi N i. − Fai menjadi sepuluh bagian Di = Lbi + 10 .I yang sama

f Di

Desil 1
N i. − Fa i Di = Lbi + 10 .I f Di Di Di 100 1. −6 = 149,5 + 10 .10 22 = 151,32

Persentil

DATA TUNGGAL Urutan angka dibagi menjadi seratus bagian yang sama

DATA BERKELOMPOK

N i. − Fai Pi = Lbi + 100 .I f Pi

Persentil 1
N i. − Fa i Pi = Lbi + 100 .I f Pi Pi Pi 100 1. −0 = 139,5 + 100 .10 6 = 141,17

• Median = kuartil 2 = desil 5 = persentil 50

Mean
• Mean biasa diterjemahkan dengan rata-rata atau rerata. Mean dilambangkan dengan tanda X yang diberi garis di atasnya (¯) biasa disebut X bar. Pada mean suatu populasi biasa dilambangan dengan µ, sedangkan untuk sampel dilambangkan X Mean merupakan angka yang dapat mewakili suatu data untuk ukuran tendency central.

Mean data tunggal
35, 45, 36, 42, 38, 36, 48, 38, 40, 34, 34 Maka mean

∑ Xi X =
X = 38,73

N 35 + 45 + 36 + 42 + 38 + 36 + 48 + 38 + 40 + 34 + 34 X = 11 X = 38,73

Mean data berkelompok

∑ f .X X =
i

i

N

∑ f .X = ∑f
i i

i

X = Rata-rata Xi = Titik tengah interval kelas (batas bawah tidak nyata - ½ I ) ∑fi = N = Jumlah frekuensi

TINGGI BADAN MASYARAKAT KALIMAS TAHUN 2006 NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. TINGGI BADAN 140 – 149 150 – 159 160 – 169 170 – 179 180 – 189 190 – 199 JUMLAH JUMLAH 6 22 39 25 7 1 100

NO. TINGGI BADAN JUMLAH (fi) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 140 – 149 150 – 159 160 – 169 170 – 179 180 – 189 190 – 199 JUMLAH 6 22 39 25 7 1 100

Xi 144,5 154,5 164,5 174,5 184,5 194,5

fi.Xi 867,0 3399,0 6415,5 4362,5 1291,5 194,5 16530,0

∑ f .X X =
i

i

N 16530 X = 100 X = 165,30

USIA PENDERITA TB PARU DI KAB X TH 1996 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 USIA (Th) 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 JUMLAH JUMLAH 2 5 11 21 22 25 10 4 100

∆a Mo = Lmdo + .I ∆a + ∆b 3 Mo = 59,5 + .5 3 + 15 Mo = 60,33

N −F 2 Mi = Lmdi + .I fdi 100 − 39 2 Mi = 54,5 + .5 22 Mi = 57,00

N i. − Fai Qi = Lbi + 4 .I f Qi 100 1. − 18 4 Q1 = 49,5 + .5 21 Q1 = 51,17

N i. − Fa i 10 Di = Lbi + .I f Di 100 1. −7 D1 = 44,5 + 10 .5 11 D1 = 45,86

N i. − Fa i Pi = Lbi + 100 .I f Pi 100 1. −0 P1 = 34,5 + 100 .5 2 P1 = 37,00

USIA PENDERITA TB PARU DI KAB X TH 1996 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 USIA (Th) 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 JUMLAH JML (fi) 2 5 11 21 22 25 10 4 100 Xi 37 42 47 52 57 62 67 72 fi.Xi 74 210 517 1092 1254 1550 670 288 5655

X

∑fi. Xi = ∑fi

5655 X = 100 X =56,55

Secara empirik :

 Modus – Mean  = 3  Mean – Median 

Kemencengan ke kanan

Kemencengan ke kiri

Kurva normal

TUGAS 1
TINGGI BADAN BALITA DI RW I DESA X TAHUN 2000 NO 1 2 3 4 5 TINGGI BADAN (Cm) 70 – 79 80 – 89 90 – 99 100 – 109 110 – 119 JUMLAH JUMLAH 9 15 12 10 4 50

TUGAS 2
KADAR HB IBU – IBU DI DESA REJO TAHUN 2007 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Hb 7,0 – 7,9 8,0 – 8,9 9,0 – 9,9 10,0 – 10,9 11,0 – 11,9 12,0 – 12,9 13,0 – 13,9 14,0 – 14,9 15,0 – 15,9 JUMLAH JUMLAH 3 5 8 9 16 20 8 6 5 80

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->