Anda di halaman 1dari 11

TUGAS KELOMPOK FARMAKOLOGI

(Mekanisme Ekskresi Obat)

Disusun Oleh:Kelompok 4
Nitya Wita Utama (1200057) Nofita Sari (1200058) Novi Arini (1200059) Oelan Sari (1200061) Ospita Serli (1200062) Rahmi Yuni (1200063) Reni Setiawati (1200064)

Dosen: Adriani Susanti


Tanggal Penyerahan : 04 April 2013

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU 2012/2013


3|Mekanisme ekskresi obat

KATA PENGANTAR Pertama-tama penulis panjatkan puji beserta syukur kehadirat ALLAH SWT. Atas rahmat dan hidayahnya, kita semua masih diberikan nikmat yang begitu besar yaitinikmat iman dan islam. Selain itu penilis mengucapkan terimakasih kepada semua yang telah membimbing dalam pembuatan makalah ini. Serta kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Dalam penulisan ini penulis mencoba menyampaikan materi tentang MEKANISME EKSKRESI TUBUH. Harapan saya selaku penulis, semoga dengan adanya makalah ini bisa memberikan sedikit jawaban terutama penulis mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membagun dalam penulisan makalah ini karena penulis menyadari bahwa dalampenulisa makalah ini masih jau dari kesempurnaannya, sehingga kritik dan saran daripara pembaca sangat besar skali perananya.

Pekanbaru, April 2013

Penulis

4|Mekanisme ekskresi obat

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI .. BAB I Pendahuluan 1. Latar Belakang .. 2. Rumusan masalah .... 3. Tujuan penulisan ................................................................................................................ BAB II Pembahasan .... 1. Ekskresi obat ...................................... 2. Mekanisme ekskresi obat dan tempat terjadinya ekskresi obat ............................ BAB III Penutup ... 1. Kesimpulan ........ 2. Saran ................................................................................................................ ...................... DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 5 9 9 9 10

ii

3 3 3 4 5 5

5|Mekanisme ekskresi obat

BAB I PENDAHULAN

1. Latar Belakang Bagi tubuh manusia, secara umum, tubuh adalah senyawa asing. Dan senyawa asing biasanya memiliki efek merugikan, sehingga muncul pemahaman bahwa obat adalah racun dalam dosis yang tidak merugikan. Oleh sebab itu, setelah obat memberikan efek yang menguntungkan (efek terapi), obat harus diolah dan selanjutnya dibuang oleh tubuh.Lalu bagaimana tubuh memproses dan membuang senyawa obat yang ada di dalam tubuh. Dalam ilmu farmakologi, proses-proses yang berhubungan dengan pemrosesan dan pembuangan senyawa obat disebut metabolisme dan ekskresi obat. Disini kami membahas tentang EKSKRESI OBAT. Proses ekskresi adalah proses yang sangat penting bagi semua makhluk hidup. Ekskresi adalah suatu proses di mana produk sisa metabolisme dan materi tidak berguna lainnya dikeluarkan dari suatu organisme. Setelah melalui proses metabolisme, obat termasuk ke dalam produk sisa dan berbahaya apabila terus menerus ada di dalam tubuh, oleh sebab itu harus dibuang melaluis sistem ekskresi

2. Rumusan masalah

Apa itu ekskresi obat? Mekanisme ekskresi obat dan tempat terjadinya ekskresi obat?

6|Mekanisme ekskresi obat

3. Tujuan Penulisan

Siswa diharapkankan mengerti dan mampu menjelaskan tentang ekskresi obat.

Siswa diharap tau tentang mekanisme ekskresi obat dan tau tempat terjadinya ekskresi obat.

7|Mekanisme ekskresi obat

BAB II PEMBAHASAN

1. Ekskresi obat Ekskresi obat adalah proses pengeluaran zat-zat sisa oleh hasil metabolisme obat yang suah tidak digunakan oleh tubuh. Ekskresi Obat dikeluarkan dari tubuh melalui berbagai organ ekskresi dalam bentuk metabolit hasil biotransformasi atau dalam bentuk asalnya. Obat atau metabolit polar diekskresi lebih cepat daripada obat larut lemak, kecuali pada ekskresi melalui paru. Ginjal merupakan organ ekskresi yang terpenting. Ekskresi disini merupakan resultante dari 3 preoses, yakni filtrasi di glomerulus, sekresi aktif di tubuli proksimal, dan rearbsorpsi pasif di tubuli proksimal dan distal. Ekskresi obat juga terjadi melalui keringat, liur, air mata, air susu, dan rambut, tetapi dalam jumlah yang relatif kecil sekali sehingga tidak berarti dalam pengakhiran efek obat. 2. Mekanisme Ekskresi Obat dan Tempat Terjadinya Ekskresi Obat Organ terpenting untuk ekskresi obat ada ginjal. Obat diekskresi melalui ginjal dalam bentuk utuh maupun bentuk metabolitnya. Ekskresi dalam bentuk utuh atau bentuk aktif merupakan cara eliminasi obat melalui ginjal. Ekskresi dalam bentuk utuh atau bentuk aktif merupakan cara eliminasi obat melalu ginjal. Ekskresi melalui ginjal melibatkan 3 proses, yakni filrasi glomerulus, sekresi aktif ditubulus proksimal dan reabsorpsi pasif disepanjang tubulus. Fungsi ginjal mengalami kematangan pda usia 6-12 bulan, dn setelah dewasa menurun 1% pertahun.

8|Mekanisme ekskresi obat

Pada jalur ekskresi melalui ginjal, metabolit-metabolit obat diekskresikan melalui urine melalui mekanisme filtrasi glomerulus, sekresi tubular aktif, dan reabsorpsi tubular. Ginjal merupakan organ utama dalam proses ekskresi. Organ ini mengekskresikan senyawa dari sirkulasi sistemik atau dari darah guna mempertahankan miliu internal. Dalam ginjal terdapat unit fungsional terkecil yang disebut dengan Nefron. Nefron terdiri atas pembuluh proksimal, lengkung

Henle, dan pembuluh distal, sedangkan bagian kapiler terdiri dari glomerulus yang terdapat dalam kapsula Bowmann.

Filtrasi glomerulus menghasilkan ultrafiltrat, yakni plasma minus protein, jadi semua obat bebas akan keluar dlam ultrafiltrat sedangkan yang terikat protein tetap tinggal dalam darah. Sekresi aktif ddari dalam darah ke lumen tubulus proksimal terjadi melalui transporter membran P-glikoprotein (P-gp) dan MPR (multidru-resistance protein) yang terdapat di membran sel epitel engan selektivitas berbeda, yakni MPR utuk anion organik dan konyugat (mis: penisilin, ptobenesid, glukuronat, sulfat da konyugat glutation), dan P-gp untuk kation organik dan zat netral (mis: kuinidin, digoksin ). Dengan demikisn terjadi kompetisi antara asam-asam organik maupun antara basa-basa organik untuk disekresi. Hal ini dimanfaatkan untuk pengobatan gonorea dengan derivat

9|Mekanisme ekskresi obat

fenisilin. Untuk memperpanjang kerjanya, ampisilin dosis tunggal diberikan bersama probenesid ( probenesid akan menghambat eksresi aktif ampisilin ditubulus ginjal karena berkompetisi untuk transporter membran yang sama MRP). Reabsorpsi pasif terjadi di sepanjang tubulus untuk bentuk nonion obat yang larut lemak. Oleh karena derajat ionisasi bergantung pada pH larutan, maka hal ini dimanfaatkan untuk mempercepat eksresi ginjal pada keracunan suatu obat asam atau obat basa. Obat asam yang relatif kuat (pKa 2) dan obat basa yang relatif kuat (pKa 12, mialnya gUanetidin) terionisasi sempurna pada pH ekstrim urin akiat asidifikasi dan alkalinisasi paksa (4,5- 7,5). Oat asam yang sangat lemah ( pKa > 8, fenitoin) dan obat basa yang sangat lemah (pKa 6, misalnya profeksipen ) tidak terionisasi sama sekali pada semua Ph urin. Hanya obat asam dengan pKa antara 3,0 dan 7,5 dan obat basa dengan pKa antara 6 dan 12, yang dapat dipengaruhi oleh Ph urin. Misalnya (asam pKa =72) atau salisilat (asam, pKa =3,0) deberikan NaHCO3 untuk membasakan uri agar ionisasi meningkat sehingga bentuk nonion yang akan direabsorpsi akan berkurang dan bentuk ion yang akan dieksresi meningkat. Demikian juga pada keracunan amfetamin (basa, pKa = 9,8) diberikan NH4Cl untuk meningkatkan eksresinya. Di tubulus distal juga terdapat protein transporter yang berfungsi untuk reabsorpsi aktif dari lumen tubulus kembali ke dalam darah ( untuk obat-obat dan zat-zat endogen tertentu). Ekskresi melalui ginjal akan berkurang jika terdapat gangguan fungsi ginjal. Lain hal nya dengan pengurangan fungsi hati yang tidak dapat dihitung, pengurangan fungsi ginjal dapat dihitung berdasarkan pengurangan klirens kreatinin. Dengan demikian, pengurangan dosis obat pada gangguan fungsi ginjal dapat dihitung. Ekskresi obat yang kedua penting adalah melalui empedu kedalam usus dan keluar bersama fases. Transporter membran P-gp dan MRP terdapat di membran kanalikulus sel hati dan mensekresi katif obat-obat dan metabolit kedalam empedu dengan selektifitas berbeda, yakni MRP untuk anion organik dan

10 | M e k a n i s m e e k s k r e s i o b a t

konyugat (glukuronat dan konyugat lain), dan P-gp untuk kation organik, steroid, kolesteroldan garam empedu P-gp dan MRP jua terdapat di membran sel usus, maka sekresi langsung obat dan metaboit dari darah ke lumen usus juga terjadi. Ekskresi melalui paru terutama untuk eliminasi gas anestetik umum. Ekskresi dalam ASI, salifa, keringat, dan air mata secara kuantitatif tidak penting. Ekskresi ini bergantung terutama pada difusi pasif dari bentuk nonion yang larut lemak melalui el epitel kelenjar dan pada pH. Ekskresi dalam ASI meskipun sedikit, penting artinya karena dapat menimbulkan efek samping pada bayi yang menyusu pada ibunya. ASI lebih asam daripada plasma, maka lebih banyak obatobat basa dan lebih sedikit obat-obat asam terdapat dalam ASI daripada dalam plasma. Eskresi dalam salifa: kadar obat dalam salifa sama dengan kadar obat bebas dalam plasma, maka salifa dapat digunakanuntuk mengukur kadar obat jika sukar untuk memperoleh darah.

11 | M e k a n i s m e e k s k r e s i o b a t

BAB III PENUTUP

1. Kesimpulan Ekskresi obat adalah proses pengeluaran zat-zat sisa oleh hasil metabolisme obat yang suah tidak digunakan oleh tubuh. Ekskresi Obat dikeluarkan dari tubuh melalui berbagai organ ekskresi dalam bentuk metabolit hasil biotransformasi atau dalam bentuk asalnya. Obat atau metabolit polar diekskresi lebih cepat daripada obat larut lemak, kecuali pada ekskresi melalui paru. Ginjal merupakan organ ekskresi yang terpenting. Ekskresi disini merupakan resultante dari 3 preoses, yakni filtrasi di glomerulus, sekresi aktif di tubuli proksimal, dan rearbsorpsi pasif di tubuli proksimal dan distal. Mekanisme Ekskresi Obat dan Tempat Terjadinya Ekskresi Obat kerja obat banyak, diantaranya : meksnisme eksresi ginjal, Ekskresi melalui paru terutama untuk eliminasi gas anestetik umum. 2. Saran Agar kerja eksresi obat dalam tubuh bekerja baik seharusnya kita menjaga pola makan yang baik.

12 | M e k a n i s m e e k s k r e s i o b a t

DAFTAR PUSTAKA

Departemen farmakologi dan terapuritik, 2007. Farmakologi dan terapi. Edisi 5.


http://krissandy-gatez.blogspot.com/2012/05/farmakokinetik-ekskresi.html

13 | M e k a n i s m e e k s k r e s i o b a t