Anda di halaman 1dari 4

BATUAN BEKU Batuan beku adalah batuan yang terbentuk akibat membekunya magma pada waktu perjalanannya ke permukaan

bumi. Hasil dari rekristalisasi magma tersebut membentuk berbagai macam jenis mineral dan mengikuti aturan tingkat kristalisasi dari magma. Bowen menyusun urutan kristalisasi dari mineral-mineral utama pembentuk batuan beku yang dikenal sebagai Seri Reaksi Bowen (Diagram 1): Deret Diskontinu Olivin (Mg-Fe Silikat) Deret Kontinu Plagioklas Anortit (Ca-Al Silikat) Piroksen (Ca-Mg-Fe-Na-Al-Ti Silikat) Bitownit (Ca-Na-Al Silikat) Labradorit (Ca-Na-Al Silikat) Hornblenda (Ca-Na-Mg-Fe-Al-OH Silikat) Andesin (Na-Ca-Al Silikat) Oligoklas (Na-Ca-Al Silikat) Albit (Na-Al Silikat) K-Felspar (K-Al Silikat) Batuan Ultramafik

Biotit (K-Mg-Fe-Al-F-OH Silikat)

Muskovit (K-Al-Cr Silikat)

Kuarsa (SiO2)

Batuan Granitoid

Pengelompokan batuan beku berdasarkan kelompok mineralnya adalah Kelompok Mineral Olivin Piroksen Plagioklas Olivin, piroksen Olivin, piroksen, plagioklas Olivin, plagioklas Piroksen, plagioklas Piroksen, hornblenda, plagioklas Hornblenda, plagioklas Hornblenda, biotit, plagioklas, <<< kuarsa Hornblenda, biotit, muskovit, kuarsa Biotit, muskovit, k-felspar, kuarsa Biotit, muskovit, k-felspar Kelompok Batuan Beku

Ultramafik dan Ultramafitit

Gabroid dan Basaltoid

Dioritoid dan Andesitoid

Granitoid dan Dasitoid

KLASIFIKASI BATUAN BEKU SECARA MEGASKOPIS A. Berdasarkan Klasifikasi IUGS (1973) Secara megaskopik batuan beku dapat dibagi atas 2 kelompok besar yaitu: 1. Golongan Fanerik Batuan bertekstur fanerik, dapat teramati secara megaskopik (mata biasa), berbutir sedangkasar (kira-kira 1 mm). ukuran butirnya dapat ditentukan sebagai berikut: Halus : besar butir < 1 mm Sedang : besar butir 1 mm - 5 mm Kasar : besar butir 5 mm - 3 cm Sangat kasar : besar butir > 3 cm 2. Golongan Afanitik Batuan beku bertekstur afanitik, mineral-mineralnya tidak dapat dibedakan dengan mata biasa atau menggunakan loupe, umumnya berbutir halus (< 1 mm), sehingga batuan beku jenis ini tidak dapat ditentukan prosentase mineraloginya secara megaskopik. Jika batuan bertekstur porfiritik maka ukuran fenokris dan masa dasar dipisahkan. Komposisi mineralnya diperkirakan berdasarkan warna batuan karena umumnya mencerminkan proporsi mineral yang dikandung, proporsi mineral felsik (berwarna terang) dan mineral mafik (berwarna gelap). Semakin banyak mineral mafik, semakin gelap warna batuannya.

TEKSTUR BATUAN BEKU Tekstur adalah kenampakan dari batuan yang dapat merefleksikan sejarah kejadiannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan tekstur batuan beku adalah derajat kristalisasi, granulitas/besar butir dan kemas/fabric. Derajat Kristalisasi Tekstur batuan beku berdasarkan derajat kristalisasinya: Holokristalin : terdiri dari kristal seluruhnya Hipokristalin : terdiri dari sebagian kristal dan sebagian gelas Holohyalin : terdiri dari gelas seluruhnya. Kemas/fabric Tekstur batuan beku berdasarkan keseragaman butir/kristalnya: Equigranular: ukuran besar butir relatif sama Inequigranular: ukuran besar butir tidak sama Khusus untuk inequigranular dapat dibedakan menjadi tekstur: Porfiritik: kristal-kristal yang lebih besar (fenokris) tertanam dalam masa dasar (matriks) yang lebih halus. Vitrofirik: kristal-kristal yang lebih besar (fenokris) tertanam dalam masa dasar (matriks) gelas/amorf. Tekstur batuan beku berdasarkan bentuk geometri kristalnya: Tabular (plagioklas, k-felspar) Prismatik (piroksen, hornblenda) Berlembar (mika) Poligonal (kuarsa, olivin) STRUKTUR BATUAN BEKU Struktur yang dimaksud adalah struktur primer, yang terjadi saat terbentuknya batuan beku tersebut. Struktur batuan beku sebagian besar hanya dapat dilihat di lapangan (dimensinya sangat besar), tetapi kadang-kadang dapat dilihat juga dalam hand specimen. Struktur yang berhubungan dengan aliran magma: Schlieren: struktur kesejajaran yang dibentuk mineral prismatik, pipih atau memanjang atau oleh xenolith akibat pergerakan magma. Segregasi: struktur pengelompokan mineral (biasanya mineral mafik) yang mengakibatkan perbedaan komposisi mineral dengan batuan induknya. Lava bantal: struktur yang diakibatkan oleh pergerakan lava akibat interaksi dengan lingkungan air, bentuknya menyerupai bantal, di mana bagian atas cembung dan bagian bawah cekung. Struktur yang berhubungan dengan pendinginan magma: Vesikuler: lubang-lubang bekas gas pada batuan beku (lava).

Amigdaloidal: lubang-lubang bekas gas pada batuan beku (lava), yang telah diisi oleh mineral sekunder, seperti zeolit, kalsit, kuarsa. Kekar kolom: kekar berbentuk tiang dimana sumbunya tegak lurus arah aliran. Kekar berlembar: kekar berbentuk lembaran, biasanya pada tepi/atap intrusi besar akibat hilangnya beban.

KLASIFIKASI BATUAN BEKU Komposisi batuan : mineralogi dan kimiawi - mineralogi : mineral utama (olivin, piroksen, felspar dsb) mineral tambahan (apatit, rutil, mineral bijih, dll) - kimiawi : unsur utama (major elements) : unsur oksida SiO2, Al2O3, dll elements): Sr, Rb, Ba , dll - ppm unsur tanah jarang (Rare Earth Minerals / REE) : ppb inner transition elements - grup lanthanids (57 71) La, Ce, Pr, . Lu Dasar klasifikasi - mineralogi : % mineral utama - kimiawi : silika (% SiO2) : ultrabasa (< 45%), basa (45 52%), intermedier / menengah (52 66%), asam (> 66%) silica saturation, alumina saturation undersaturated, saturated terhadap - thd free silica

unsur jejak (trace