Anda di halaman 1dari 14

PLASTIK BIODEGRADABEL

MAKALAH

diajukan guna melengkapi tugas Polimer&Komposit

Oleh Dimas Bahtera E (091910101023)

!R!SA" TEK"IK MESI" #AK!LTAS TEK"IK !"I$ERSITAS EMBER 2010

BAB 1 PE"DAH!L!A"

1%2 Latar Be&a'a() Sampah plastik menjadi masalah lingkungan berskala gobal karena plastik tidak dapat terombak dalam lingkungan. Pengembangan bahan plastik biodegradabel merupakan salah satu alternatif untuk memecahkan masalah ini. Di beberapa negara maju sudah ada yang diproduksi secara komersial, seperti poli (hidroksi alkanoat (P!" , poli (e#kaprolakton (P$% , poli (butilen suksinat (P&S , dan poli asam laktat (P%" . Pengembangan bahan plastik biodegradabel menggunakan bahan alam terbarui (rene'able resources sangat diharapkan. Poli (asam laktat (P%" menjadi kandidat yang menjanjikan, karena P%" dapat diproduksi dari bahan alam terbarui seperti pati#patian dan selulosa melalui ferementasi asam laktat. Selain daripada itu P%" mempunyai sifat yang mirip dengan plastik kon(ensional. )ndonesia kaya akan sumberdaya alam pati#patian. Pengembangan biodegradabel plastik yang tengah kami lakukan adalah pemanfaatan pati#patian tropis (sagu dan tapioka melalui teknik blending pelet plastik dan pati, modifikasi pati dan sintesa kimia'i poli asam. Pengujian plastik biodegradabel dilakukan untuk mengetahui kemampuan lingkungan (tanah )ndonesia untuk merombak plastik biodegradabel. Penduduk dunia yang berjumlah * milyar di tahun +,-. meningkat / kali lipat menjadi lebih dari milyar hanya dalam kurun 'aktu 0. tahun. Peningkatan jumlah penduduk ditambah dengan penggunaan sumberdaya alam dan energi secara besar#besaran berakibat terciptanya sampah yang menumpuk dalam jumlah sangat besar. Diantara sampah tersebut, sampah plastik merupakan sampah yang sulit dalam penanganannya sehingga menyebabkan masalah lingkungan berskala global. Plastik banyak dipakai dalam kehidupan sehari#hari, karena mempunyai keunggulan#keunggulan seperti kuat, ringan dan stabil, namun sulit terombak oleh mikroorganisme dalam lingkungan sehingga menyebabkan masalah lingkungan yang sangat serius. Dalam memecahkan masalah sampah plastik dilakukan beberapa pendekatan seperti daur ulang, teknologi pengolahan sampah plastik dan

pengembangan bahan plastik baru yang dapat hancur dan terurai dalam lingkungan yang dikenal dengan sebutan plastik biodegradabel. Seiring dengan meningkatnya kesadaran untuk pelestarian lingkungan, kebutuhan bahan plastik biodegradabel mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. 1ambar + memperlihatkan proyeksi kebutuhan plastik biodegradabel hingga tahun /.+. yang dikeluarkan oleh 2apan &iodegradable Plastik Society. Di tahun +,,,, produksi plastik biodegradabel hanya sebesar /3.. ton, yang merupakan +4 +..... dari total produksi bahan plastik sintetis. Pada tahun /.+., diproyeksikan produksi plastik biodegradabel akan mencapai +./...... ton atau menjadi +4 +. dari total produksi bahan plastik. )ndustri plastik biodegradabel akan berkembang menjadi industri besar di masa yang akan datang.

1%2 R*m*sa( Masa&ah +. "pakah plastik biodegradabel itu5 /. &agaimana cara mengembangkan plastik biodegradabel dengan pati tropis5 *. &agaimana sifat dari plastik biodegradabel5

1%3 T*+*a( ,a( Ma(-aat +. Kita dapat mengetahui apa yang dimaksud plastik biodegradabel. /. Kita dapat mengetahui cara mengembangkan plastik biodegradabel. *. Kita dapat mengetahui sifat plastik biodegradabel.

BAB 2 PEMBAHASA"

2%1 P&asti' .i/,e)ra,a.e& ,a( met/,e 0e()*+ia((1a Plastik biodegradabel adalah plastik yang dapat digunakan layaknya seperti plastik kon(ensional, namun akan hancur terurai oleh akti(itas mikroorganisme menjadi hasil akhir air dan gas karbondioksida setelah habis terpakai dan dibuang ke lingkungan. Karena sifatnya yang dapat kembali ke alam, plastik biodegradabel merupakan bahan plastik yang ramah terhadap lingkungan. Di 2epang telah disepakati penggunaan nama plastik hijau (167))8P67" untuk plastik biodegradabel. &erdasarkan bahan baku yang dipakai, plastik biodegradabel

dikelompokkan menjadi / kelompok, yaitu kelompok dengan bahan baku petrokimia dan kelompok dengan bahan baku produk tanaman seperti pati dan selulosa. 9ang pertama adalah penggunaan sumberdaya alam yang tidak terbarui (non#rene'able resources , sedangkan yang kedua adalah sumber daya alam terbarui (rene'able resources . Saat ini polimer plastik biodegradabel yang telah diproduksi adalah kebanyakan dari polimer jenis poliester alifatik. 1ambar / menunjukkan representatif dari polimer plastik biodegradabel yang sudah diproduksi skala industri. +. Poli (#kaprolakton (P$% : P$% adalah polimer hasil sintesa kimia menggunakan bahan baku minyak bumi. P$% mempunyai sifat biodegradabilitas yang tinggi, dapat dihidrolisa oleh en;im lipase dan esterase yang tersebar luas pada tanaman, he'an dan mikroorganisme. 8amun titik lelehnya yang rendah, <m =-.o$, menyebabkan bidang aplikasi P$% menjadi terbatas. /. Poli (>#hidroksi butirat (P!& : P!& adalah poliester yang diproduksi sebagai cadangan makanan oleh mikroorganisme seperti "lcaligenes

(7alstonia eutrophus, &acillus megaterium dsb. P!& mempunyai titik leleh yang tinggi (<m = +?.o $ , tetapi karena kristalinitasnya yang tinggi menyebabkan sifat mekanik dari P!& kurang baik. Kopolimer poli (b# hidroksi butirat#ko#(alerat (P!&4 @ merupakan kopolimer hasil usaha perbaikan sifat kristalinitas dari P!&. Dalam majalah Scientific "merica edisi "ugust /..., <illman 6 1erngros melakukan kajian tentang tingkat keramahan plastik biodegradabel terhadap lingkungan. Dia menyatakan bah'a untuk memproduksi P!& dibutuhkan total energi yang jauh lebih besar dibanding dengan energi yang dibutuhkan untuk memproduksi plastik kon(ensional seperti polietilen dan polietilen tereftalat. Kenyataannya memang beberapa perusahaan yang memproduksi P!& menghentikan kegiatan produksinya, disebabkan karena mahalnya biaya produksi yang dibutuhkan. *. Poli (butilena suksinat (P&S : P&S mempunyai titik leleh yang setara dengan plastik kon(ensional polietilen, yaitu <m =++*o $. Kemampuan en;im lipase dalam menghidrolisa P&S relatif lebih rendah dibandingkan dengan kemampuannya menghidrolisa P$%. 6ntuk meningkatkan sifat biodegradabilitas P&S, dilakukan kopolimerisasi membentuk poli (butilen suksinat#ko#adipat (P&S4" . P&S dan P&S4 " memiliki sifat ketahanan hidrolisa kimia'i yang rendah, sehingga tidak dapat diaplikasikan untuk bidang aplikasi lingkungan lembab. Kopolimerisasi P&S dengan poli karbonat menghasilkan produk poliester karbonat yang memiliki sifat biodegradabilitas, ketahanan hidrolisa kimia'i dan titik leleh yang tinggi.
4. Poli asam laktat (P%" : P%" merupakan poliester yang dapat diproduksi

menggunakan bahan baku sumberdaya alam terbarui seperti pati dan selulosa melaui fermentasi asam laktat. Polimerisasi secara kimia'i untuk menghasilkan P%" dari asam laktat dapat dilakukan dengan / cara, yaitu secara langsung dari asam laktat dan secara tidak langsung melalui pembentukan laktida (dimer asam laktat terlebih dahulu, dan diikuti dengan polimerisasi menjadi P%". P%" mempunyai titik leleh yang tinggi sekitar +A3o $, dan dapat dibuat menjadi lembaran film yang transparans.

Perusahaan#perusahaan besar dunia mulai bergerak untuk memproduksi P%", seperti $argill#Do' $hemicals $o. yang akan memproduksi P%" dengan skala +0..... ton4 tahun dengan memanfaatkan pati jagung. Sedangkan di 2epang, perusahaan Shimad;u $o. dan Bitsui $hemicals $o. juga memiliki plant produksi P%". Perusahaan <oyota kabarnya juga akan mendirikan plant industri P%" di )ndonesia dengan memanfaatkan pati ubi jalar. <ampaknya P%" akan menjadi primadona plastik biodegradabel di masa datang.

2%2 Si-at .i/,e)ra,a.i&itas Pengujian internasional ()SO sifat biodegradabilitas bahan plastik dapat dilakukan

menggunakan en;im,mikroorganisme dan uji penguburan. %embaga standarisasi telah mengeluarkan metode standar pengujian sifat biodegradabilitas bahan plastik sebagai berikut a. )SO +0?3+ : Penentuan biodegradabilitas aerobik final dari bahan plastik dalam media cair # Betode pengukuran kebutuhan oksigen dalam respirometer tertutup b. (b )SO +0?3/ : Penentuan biodegradabilitas aerobik final dari bahan plastik dalam media cair # Betode analisa karbondioksida yang dihasilkan.
c. (c )SO +0?33 : Penentuan biodegradabilitas aerobik final dan disintegrasi

dari bahan plastik dalam kondisi komposting terkendali # Betode analisa karbondioksida yang dihasilkan. Pati tr/0is *(t*' .aha( .a'* 0&asti' .i/,e)ra,a.e&

)ndonesia kaya akan sumberdaya alam, diantaranya pati#patian (tapioka dan pati sagu yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan plastik biodegradabel. Pengkajian pemanfaatan sumberdaya pati )ndonesia untuk produksi plastik biodegradabel dapat dilakukan melalui * cara yaitu : (1) Pe(2am0*ra( (.&e(,i()) a(tara 0/&imer 0&asti' ,e()a( 0ati Pencampuran dilakukan dengan menggunakan eCtruder atau dalam miCer berkecepatan tinggi (high speed miCer yang dilengkapi pemanas untuk melelehkan polimer plastik. Plastik yang digunakan dapat berupa plastik biodegradabel (P$%, P&S, atau P%" maupun plastik kon(ensional (polietilen . Sedangkan pati yang digunakan dapat berupa pati mentah berbentuk granular maupun pati yang sudah tergelatinisasi. Sifat mekanik dari plastik biodegradabel yang dihasilkan tergantung dari keadaan penyebaran pati dalam fase plastik, dimana bila pati tersebar merata dalam ukuran mikron dalam fase plastik, maka produk plastik biodegradabel yang didapat akan mempunyai sifat mekanik yang baik. <abel + menunjukkan sifat mekanik plastik biodegradabel dari campuran antara polimer plastik dengan pati tropis (pati sagu dan tapioka . Sifat biodegradabilitas dari plastik biodegradabel berbasiskan pati sangat tergantung dari rasio kandungan patinya. Semakin besar kandungan patinya, maka semakin tinggi tingkat biodegradabilitasnya. 1ambar * menunjukkan perubahan morfologis dari sampel lempengan setebal ..3 mm setelah uji penguburan selama ., +, /, 0 dan - bulan. <erlihat bah'a semakin tinggi kandungan pati dalam campuran P$%4pati, semakin mudah terdegradasi.

Hasil Penguburan Plastik Biodegradable Campuran PCL dengan Pati Tropis

Ta.e& 1 Si-at me'a(i' 0&asti' .i/,e)ra,a.e& .er.asis'a( 0ati tr/0is 3am0*ra( 0&asti' ,e()a( 0ati Ke'*ata( tari' (40540 6.erat) (MPa) P$% 4 <apioka P$% 4 Sagu A., DE ..A A., DE +.+ E&/()asi (6) /AA DE *0 *+A DE /?

P&S 4 <apioka P&S 4 Sagu

+/.* DE ..? +-.0 DE 3..

-3 DE +0 3, DE ,

P%" 4 <apioka P%" 4 Sagu

+-.0 DE 3.. /0.+ DE /.?

+ DE . / DE +

Pem.a(,i() Produk komersial 8O@O8 +..A DE ..0 ++ DE +

Produk komersial B"<F7 &)

A.? DE ..-

? DE +

(2) M/,i-i'asi 'imia7i 0ati 6ntuk menambahkan sifat plastisitas pada pati, metode grafting sering digunakan. Sifat biodegradabilitas dari produk plastik yang dihasilkan tergantung daripada jenis polimer yang dicangkokkkan pada pati. 2ika polimer yang dicangkokkan adalah polimer yang bersifat biodegradabel, maka produk yang dihasilkan juga akan bersifat biodegradabel. 8amun demikian, biasanya sifat biodegradabilitas pati akan berkurang atau bahkan hilang sama sekali dengan proses modifikasi kimia'i. <abel / menunjukkkan hasil grafting antara pati sagu dan tapioka dengan poli metil akrilat.

Ta.e& 2 Gra-ti() a(tara 0ati sa)* ,a( ta0i/'a ,e()a( meti& a'ri&at Pati PMA 5 0ati ()) 6 a,,8 /( 6 7ei)ht /- Pati 1a() ter8)ra-t 6 PMA ,e()a( PMA '/(9ersi h/m/0/&imer 6 M( 7ei)ht ,.*+.A 0..? +*.? 0./3 C +.3 +.+. C +.A..3...

Sagu <apioka

+?.? +-.3

0-.? *+.A

Kondisi reaksi : Pati sebanyak 10 g direaksikan dengan 15 g metil akrilat dengan katalis Ceric ammonium nitrat sebesar 1 x 10 -3 M (3) Pe())*(aa( 0ati se.a)ai .aha( .a'* -erme(tasi me()hasi&'a( m/(/mer 5 0/&imer 0&asti' .i/,e)ra,a.e&

Pati dapat dipakai sebagai bahan baku fermentasi untuk menghasilkan asam laktat (monomer dari P%" , +,0#butanediol (monomer dari P&S atau poliester mikroba (P!& atau biopolimer lainnya seperti pullulan. Bi/,e)ra,a.i&itas 0&asti' .i/,e)ra,a.e& ,i &i()'*()a( I(,/(esia Sampah plastik menimbulkan masalah lingkungan karena

ketidakmampuan lingkungan (dalam hal ini mikroorganisme dalam merombak dan menguraikan plastik. )nformasi mengenai kemampuan lingkungan dalam menerima (merombak, menguraikan untuk kemudian masuk kedalam siklus materi plastik biodegradabel adalah sangat penting untuk mencegah hal#hal negatif yang mungkin akan timbul akibat meluasnya pemakaian plastik biodegradabel. Selain daripada pengkajian produksi plastik biodegradabel, kami juga melakukan e(aluasi mengenai biodegradabilitas plastik biodegradabel di )ndonesia. F(aluasi meliputi uji penguburan dan skrining mikroorganisme yang berkemampuan menguraikan plastik biodegradabel. 1ambar 0 menunjukkan hasil penguburan plastik biodegradabel yang dilakukan di daerah Serpong. <erlihat bah'a laju degradasi tiap#tiap polimer plastik berbeda satu sama lain. P!& dan P&S terdegradasi relatif lebih cepat, sedangkan laju degradasi P%" terlihat sangat lambat. Degradasi plastik di dalam tanah bukan hanya disebabkan oleh akti(itas mikroorganisme tetapi juga oleh faktor#faktor fisik dan kimia'i lain seperti kelembaban dan keasaman tanah. Skrining mikroorganisme dilakukan untuk mengetahui penyebaran mikroorganisme pengurai plastik dan juga rasio4 perbandingannya terhadap total mikroorganisme. Betode ;ona terang (clear ;one diaplikasikan untuk mengetahui penyebaran mikroorganisme pengurai polimer plastik. 1ambar 3 menunjukkan koloni yang tumbuh pada media agar berisikan kaldu nutrisi (nutrient broth (1ambar 3 " dan media agar beremulsikan polimer plastik P$% (1ambar 3 & . !asil pengamatan menunjukkkan tidak adanya pengaruh negatif terhadap pertumbuhan koloni mikroorganisme yang disebabkan karena keberadaan polimer plastik. <erlihat bah'a jumlah koloni yang tumbuh ((isible colony pada media 8& maupun P$% berada dalam kisaran +.A #+.?. Gona terang yang terbentuk di sekeliling koloni pada media P$%, menunjukkan bah'a koloni tersebut

berkemampuan mengeluarkan en;im yang dapat menguraikan polimer plastik P$%. !ubungan antara jumlah total koloni dengan jumlah ;ona terang yang terbentuk pada media agar beremulsikan polimer plastik P$%, P!&, P&S dan P%". Dari gambar terlihat bah'a dari /. sampel tanah yang dipakai, seluruh sampel menunjukan adanya koloni yang dapat mernguraikan P$%, P!& dan P&S, namun hanya / sampel yang menunjukkan adanya koloni yang dapat menguraikan P%". )ni menunjukkan bah'a penyebaran mikroorganisme pengurai P%" adalah lebih sempit dibandingkan dengan penyebaran mikroorganisme pengurai poliester lainnya. Kemudian dari jumlah ;ona terang yang terbentuk pada media beremulsikan P%", terlihat bah'a jumlah mikroorganisme pengurai P%" sangat sedikit yaitu sekitar +..H dari jumlah total mikroorganisme. !asil skrining di atas mendukung hasil penguburan plastik film P%" dimana laju degradasi plastik film P%" lebih lambat dibandingkan dengan plastik lainnya.

Koloni yang Tumbuh Pada Media Kaya Nutrisi (A) dan Media Beremulsikan PCL

Selain daripada itu P%" mempunyai sifat yang mirip dengan plastik kon(ensional. )ndonesia kaya akan sumberdaya alam pati#patian. Pengembangan

biodegradabel plastik yang tengah kami lakukan adalah pemanfaatan pati#patian tropis (sagu dan tapioka melalui teknik blending pelet plastik dan pati, modifikasi pati dan sintesa kimia'i poli asam. Pengujian plastik biodegradabel dilakukan untuk mengetahui kemampuan lingkungan (tanah )ndonesia untuk merombak plastik biodegradabel.

ambar PLastik Biodegradable dari golongan poliester ali!atik

BAB 3 PE"!T!P

Kesim0*&a( Pengembangan bahan plastik biodegradabel merupakan alternatif untuk memecahkan masalah penanganan sampah plastik. Produksi bahan plastik biodegradabel mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan. Pendayagunaan pati tropis seperti sagu dan tapioka untuk bahan baku plastik biodegradabel bukan hanya membuka peluang terciptanya industri baru, tetapi juga memberikan andil dalam penyelesaian masalah penanganan sampah plastik di )ndonesia. )nformasi mengenai kemampuan lingkungan dalam menerima polimer plastik baru sangat diperlukan untuk mencegah hal#hal negatif yang mungkin akan timbul dengan meluasnya pemakaian plastik biodegradabel di masa datang. +. Pembuatan plastik biodegradabel dapat dilakukan dengan cara

pencampuran antara %%DPF (%inear %o' Density Poly Fthylene sebagai

polimer sintetis dan pati tapioka sebagai polimer alam dengan penembahan bahan aditif dimana plastik biodegradabel yang dihasilkan dapat diaplikasikan menjadi suatu produk pengemas yaitu berupa mangkok (cup . /. Dari hasil analisa Belt Ilo' )ndeC (BI)= laju aliran menunjukkan bah'a semakin banyak konsentrasi pati tapioka yang ditambahkan mengakibatkan nilai BI) semakin rendah. !al ini berarti bah'a pada konsentrasi pati tapioka yang semakin tinggi mengakibatkan bahan sulit mengalir. *. Perlakuan konsentrasi pati berpengaruh nyata terhadap kekuatan tarik dan perpanjangan putus plastik biodegradabel yang dihasilkan. Semakin besar konsentrasi pati tapioka yang ditambahkan maka kekuatan tarik dan perpanjangan putusnya akan semakin menurun. 0. !asil analisis spektrophotometer inframerah menunjukkan pencampuran %%DPF dan pati tapioka dengan bahan aditif bersifat pencampuran fisik saja, karena gugus yang terbentuk merupakan penggabungan antara gugus fungsi %%DPF dan pati tapioka dan tidak memperlihatkan munculnya gugus fungsi spesifik baru.

DA#TAR P!STAKA

'''.'ikipedia.com '''.google.com