Anda di halaman 1dari 12

TERMOSETTING

PEREKAT

diajukan guna melengkapi tugas Polimer dan Komposit

Oleh Dimas Bahtera E (091910101023)

J R SAN TEKNIK MESIN !AK "TAS TEKNIK NI#ERSITAS JEMBER 2010

BAB 1 PENDA$ " AN

1%1 "atar Be&a'a()


Resin urea-formaldehid merupakan produk yang sangat penting saat ini di bidang plastik, pelapisan dan perekat. Hasil reaksi antara urea dan formaldehida adalah resin yang termasuk ke dalam golongan thermosetting, artinya mempunyai sifat tahan terhadap asam, basa, tidak dapat melarut dan tidak dapat meleleh. Di bidang plastik, resin urea formaldehid merupakan bahan pendukung resin fenolformaldehid yang penting karena dapat memberikan warna-warna terang. Selain itu, laju pengerasan pada temperatur kamar yang cepat membuat resin ini cocok digunakan sebagai perekat. Reaksi antara urea dan formaldehid yang menghasilkan resin urea-formadehid merupakan salah satu contoh reaksi polimerisasi yang dapat dipelajari dengan mudah dan sederhana di laboratorium.

1.2

Rumusan Masalah

1. Bagaimana proses polimerisasi dari urea formaldehid tersebut? 2. Bagaimana proses produksinya? 3. Bagaimana sifatnya?

1%3 T*+*a( ,a( Ma(-aat


1. Kita akan mengetahui reaksi polimerisasi dari urea formaldehid.

2. Kita dapat mengetahui proses produksinya produk. 3. Kita dapat mengetahui sifat-sifatnya.

BAB 2 PEMBA$ASAAN

2%1 Je(is P.&imer


esin urea-formaldehid adalah salah satu !ontoh polimer yang merupakan hasil kondensasi urea dengan formaldehid. Polimer jenis ini banyak digunakan di industri untuk bahan perekat. "rea-formaldehid #dikenal juga sebagai ureametanal$ adalah suatu resin atau plastik thermosetting yang terbuat dari urea dan formaldehid yang dipanaskan dalam suasana basa lembut seperti amoniak atau piridin. esin ini memiliki sifat tensile-strength dan hardness permukaan yang eaksi urea-formaldehid merupakan reaksi tinggi% dan absorpsi air yang rendah.

kondensasi antara urea dengan formaldehid. Pada umumnya reaksi menggunakan katalis hidroksida alkali dan kondisi reaksi dijaga tetap pada p& '-( agar tidak terjadi reaksi )anni*aro% yaitu reaksi diproporsionasi formaldehid menjadi alkohol dan asam karboksilat. "ntuk menjaga agar p& tetap maka dilakukan penambahan ammonia sebagai buffer ke dalam !ampuran. eaksi ini se!ara umum berlangsung dalam 3 tahap yakni inisiasi% propagasi #kondensasi$% dan proses !uring. 1. +ahap metilolasi% yaitu adisi formaldehid pada gugus amino dan amida dari urea% dan menghasilkan metilol urea 2. +ahap selanjutnya propagasi% yaitu reaksi kondensasi dari monomermonomer mono dan dimetilol urea membentuk rantai polimer yang lurus 3. +ahap terakhir adalah proses !uring yaitu ketika kondensasi tetap berlangsung% polimer membentuk rangkaian 3 dimensi yang sangat kompleks dan menjadi resin thermosetting. esin thermosetting mempunyai sifat tahan terhadap asam% basa% serta tidak dapat melarut dan meleleh. +emperatur !uring dilakukan pada sekitar temperatur 12, )el!ius dan p& - .

Bahan baku yang digunakan dalam membuat resin ureaformaldehid adalah urea dan formaldehid formalin!. "rea diproduksi secara besar-besaran melalui sintesis amoniak dan karbondioksida. #edua reaktan ini dicampurkan pada tekanan tinggi menghasilkan ammonium karbamat. $monium karbamat selanjutnya dipekatkan pada e%aporator %akum menghasilkan urea. &ormaldehid atau metanal adalah anggota senyawa aldehida yang pertama. 'ada kondisi ruangan, formaldehi murni berada dalam fasa gas. #arena itu formaldehid disimpan dalam bentuk larutan yang mengandung ()* hingga +,* berat H-H.. &ormaldehid diproduksi secara besar-besaran melalui reaksi oksidasi gas alam metana! atau hidrokarbon alifatik ringan.

2%2 Rea'si P.&imerisasi


eaksi antara urea dan formaldehid dengan katalis basa dapat menghasilkan mono-metilol urea sebagai monomer reaktan reaksi pembentukan polimer urea-formaldehid. Basa yang digunakan dapat berupa barium hidroksida ataupun kalium hidroksida.

/imetilol urea juga dapat dibuat dengan !ara yang sama tetapi menggunakan dua buah molekul formaldehid. Baik mono-metilol urea maupun dimetilol urea larut dalam air sehingga reaksi pembentukannya dilaksanakan dalam fasa pelarut air. +ahap reaksi pembentukan mono-metilol urea dan dimetilol-urea biasa dikenal dengan sebutan tahap pembuatan intermediate. Kondensasi lanjut akan menghasilkan jembatan metilen antara dua molekul urea. 0enis kondensasi ini dapat berlanjut terus menghasilkan rantai lurus.

eaksi penggabungan dua buah mono-metilol urea menghasilkan suatu molekul air. 1pabila air tersebut dikeluarkan dari sistem reaksi% maka kesetimbangan reaksi akan bergeser kearah pembentukan polimer. eaksi urea dan formaldehida pada p& di atas 2 adalah reaksi metiolasi% yaitu reaksi adisi formaldehida pada gugus amino dan amido dari urea% menghasilkan metilol urea. +urunan-turunan metilol merupakan monomer reaktan reaksi polimerisasi kondensasi. 3ula-mula polimer yang dihasilkan masih berupa polimer rantai lurus dan larut dalam air. 4emakin lanjut reaksi berlangsung% reaksi polimerisasi membentuk polimer tiga dimensi dan kelarutannya dalam air semakin berkurang. Pada proses curing% reaksi kondensasi tetap berlangsung terus dan polimer membentuk rangkaian tiga dimensi yang sangat kompleks sehingga terbentuk thermosetting resin. &asil dan laju reaksi% sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor 5 perbandingan jumlah mol reaktan% katalis #p& sistem reaksi$% temperatur% dan 6aktu reaksi. Kondisi reaksi ini sangat menentukan jenis produk yang dihasilkan% sehingga pada kondisi yang berbeda akan dihasilkan prouduk yangmempunyai sifat fisik% kimia dan mekanik yang berbeda pula. Karena itu kondisi operasi ditentukan oleh produk akhir yang dikehendaki.

2%3 !a't.r /a() mem0e()ar*hi rea'si


2.3.1 Kata&is Penggunaan katalis pada suatu reaksi akan meningkatkan laju reaksi tersebut. Begitu juga yang terjadi pada reaksi urea-formaldehid ini. 7aju reaksinya akan meningkat jika digunakan katalis. Katalis yang diguanakan pada per!obaan ini adalah 8&9O& karena reaksi ini berlangsung pada kondisi basa. 2.3.2 Tem0erat*r Kenaikan temperatur selalu mengakibatkan peningkatan laju suatu reaksi. 8amun% kenaikan temperatur ini dapat mempengaruhi jumlah produk yang terbentuk% bergantung pada jenis reaksi tersebut #eksoterm atau endoterm$. Oleh karena itu% diperlukan suatu optimasi untuk men!apai hasil yang diinginkan. Kenaikan temparatur juga dapat menurunkan berat molekul #3r$ resin ureaformaldehid. &al tersebut dikarenakan adanya pembentukan pusat-pusat aktif yang baru% sehingga memperke!il ukuran molekul resin. 2.3.3 1a't* Rea'si 0umlah dan sifat produk yang dihasilkan dari suatu reaksi juga dipengaruhi oleh 6aktu reaksi. 3akin lama 6aktu reaksi% jumlah produk yang dihasilkan makin banyak akibatnya% resin yang dihasilkan akan berkadar tinggi dan memiliki 3r tinggi.

:ambar alat

eaksi kondensasi ini dilakukan dalam sebuah labu berleher yang dilengkapi kondensor ohm meter% termometer% agitator. Kondensor berfungsi mengembunkan air yang menguap selama proses polimerisasi. &al ini dimaksudkan untuk memper!epat ter!apainya kesetimbangan reaksi. 1gitator berfungsi membuat larutan tetap homogen selama proses berlangsung.

2%2 Pr.ses Pr.,*'si


Produksi komersial urea formaldehida resin perekat dilakukan dalam dua langkah utama. Pertama langkah terdiri dari pembentukan oleh methylolureas reaksi urea dan formaldehida di ba6ah kondisi dasar dengan p& ; '-(. 7angkah ini dilakukan di ba6ah dasar kondisi untuk memungkinkan reaksi methylolation untuk melanjutkan methylolureas. tanpa adanya reaksi yang melibatkan kondensasi dari Pada langkah kedua% reaksi !ampuran diba6a ke sisi asam%

dengan p& sekitar .% dan kondensasi reaksi dilakukan hingga kekentalan yang diinginkan ter!apai. Kemudian% reaksi !ampuran didinginkan dan dinetralkan. 1ir dihilangkan oleh distilasi <akum untuk memberikan resin dengan dikehendaki konten padat #biasanya sekitar =,-=.>$. "rea sering ditambahkan dalam dua% atau kadangkadang lebih% langkah-langkah. 16al 4elain urea dibuat selama methylolation langkah% dalam yang formaldehida-ke-urea #? @ "$ rasio biasanya besar #; 1%=-2$. Biasanya% penambahan kedua urea dibuat selama langkah kondensasi. Kedua dan selanjutnya setiap penambahan urea rendah akhir ? @ " rasio yang tingkat yang dikehendaki. Prosedur ini untuk sintesis urea-formaldehida perekat resin mena6arkan berbagai kondisi yang membuat mungkin sintesis resin dengan sifat penting seperti taktik% gel 6aktu% dan spreadability untuk un!ured damar. ?ormaldehida emisi dan ketahanan damar disembuhkan dapat dikontrol dan disesuaikan se!ara khusus untuk akhir akhir penggunaan resin. -3engobati asam katalis yang ditambahkan pada urea-formaldehida resin sebelum digunakan sebagai perekat. 1monium klorida dan amonium sulfat adalah yang paling banyak digunakan katalis untuk resin yang digunakan oleh industri hasil hutan. Berbagai asam lainnya dapat digunakan sebagai katalis% termasuk asam format% asam borat% asam fosfat% asam oksalat% dan asam garam dari heksametilenatetramina. 3enyembuhkan resin biasanya dilakukan pada suhu ; 12, A ) dan p& -.. eaksi yang terjadi selama menyembuhkan akhir dari resin

dianggap serupa dengan yang terjadi selama kondensasi asam dari methylolureas. 4udut pandang tradisional adalah bah6a reaksi-reaksi ini mengarah pada pembentukan polimer !rosslinked jaringan untuk mengeras% sembuh damar. 8amun% ada bukti bah6a fase koloid juga terjadi selama resin !ure..-2 ini menggambarkan bukti kurangnya pemahaman penuh dari fisik dan kimia proses menuju penyembuhan resin urea-formaldehida sistem dan kebutuhan untuk terus penelitian.

2%3 Si-at
Penggunaan resin urea-formaldehida sebagai perekat utama oleh industri hasil hutan ini disebabkan oleh sejumlah keuntungan% termasuk biaya rendah% mudah digunakan di ba6ah luas menyembuhkan berbagai ma!am kondisi% menyembuhkan rendah suhu% air kelarutan% perla6anan terhadap mikroorganisme dan abrasi% kekerasan% sifat termal yang sangat baik% dan kurangnya 6arna% terutama dari resin sembuh. Kekurangan utama yang terkait dengan ureaformaldehyde perekat dibandingkan dengan termoseting lain perekat kayu% seperti fenol-formaldehida dan polimer diiso!yanates% adalah kurangnya ketahanan terhadap lembab kondisi% terutama dalam kombinasi dengan panas. Bni menyebabkan kondisi kebalikan dari ikatan- eaksi pembentukan dan pelepasan formaldehida. "ntuk alasan ini% ureaformaldehyde resin biasanya digunakan untuk pembuatan produk yang ditujukan untuk interior use only. 8amun% bahkan ketika digunakan untuk keperluan interior% lambat pelepasan formaldehida #yang di!urigai karsinogen$ dari produk terikat dengan ureaformaldehyde perekat adalah perhatian utama yang telah datang di ba6ah penga6asan dekat dengan negara dan lembaga regulator ?ederal.

Kerugian penggunaan urea-formaldehid sebagai resin dibandingkan polimer lain adalah resistensinya terhadap kadar air #moisture$ apalagi jika dikombinasikan dengan panas. Kondisi ini dapat menyebabkan reaksi balik dan melepaskan monomer C monomer yang belum sempurnya bereaksi membentuk polimer. 3onomer ini biasanya bera!un misalnya formaldehid yang dapat menyebabkan kanker. Oleh sebab itu% ada baiknya bila kita akan menggunakan peralatan makan yang terbuat dari bahan polimer% sebaiknya peralatan tersebut direndam dahulu dengan air panas dengan tujuan agar monomer C monomer yang belum sempurna bereaksi terlepas pada air rendaman.

BAB 3 PEN T P

Kesim0*&a(
esin urea-formaldehida adalah perekat komersial besar% terutama dalam industri hasil hutan. 3ena6arkan sejumlah keuntungan bila dibandingkan dengan perekat lain sistem. 8amun% 6alaupun kenyataan bah6a langkah besar telah dilakukan untuk menaikkan kerugian yang besar dengan menurunkan tingkat emisi formaldehida produk terikat dengan urea-formaldehyde resin perekat% industri masih menghadapi kemungkinan peraturan lebih ketat formaldehida di tempat tinggal. 4elain itu% pembatasan ketat formaldehida tingkat di tempat kerja juga mungkin. Baru upaya penelitian diperlukan untuk mengatasi masalah ini jika urea-formaldehida resin perekat untuk mempertahankan posisi penting sebagai perekat serbaguna sistem.