Anda di halaman 1dari 15

BIO DATA

NAMA
JABATAN

: Abdul Kadar, SKM, M.Kes.


: Widyaiswara Madya

RIWAYAT PENDIDIKAN : 1. SD, SMP, SMA : Surabaya 2. Akademi PenKes : Surabaya 3. FKM-UNHAS : Ujung Pandang (Jurusan Epidemiologi) 4. Pasca Sarjana : FETP UGM (Epidemiologi Lapangan)

RIWAYAT PEKERJAAN : 1. Dinas Kesehatan Kab.Manokwari : 1978-1989 2. Kanwil Depkes Prop.Irian Jaya : 1989-1997 3. Dinas Kesehatan Prop. Irian Jaya : 1997-1999 4. Dinas Kesehatan Kab.Manokwari : 1999-2002 5. Balai Pelatihan Keseht. Salaman : 2002-skrg
ALAMAT RUMAH : Dusun Salakan Desa Nogotirto Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta

MASALAH KESEHATAN MASY. AKIBAT BENCANA 1. Peningkatan morbiditas


a. Kesakitan Primer : akibat langsung (trauma fisik, termis, kimiawi, psikis) b. Kesakitan Sekunder : akibat sampingan (karena sanitasi buruk, kekurangan gizi)

2. Peningkatan mortalitas
a. Kematian primer : akibat langsung (tertimbun, terbawa arus, tertimpa benda) b. Kematian sekunder : akibat upaya-upaya (kurang obat/tenaga/persediaan darah)

3. Masalah Kesehatan Lingkungan


Buruknya kesling akibat bencana dan atau penampungan pengungsi (AB, JK, TPS, SPAL)

4. Masalah suplai bahan makanan dan obat-obatan 5. Keterbatasan tenaga medis/para medis, transportasi & komunikasi

KEMUNGKINAN AKIBAT BENCANA


Macam bencana
GEMPA BUMI

Kematian primer
+++

Kesakitan sekunder
+

Penyakit primer
Trauma fisik ,psikis

Penyakit sekunder
GE, defisiensi gizi, kulit, ISPA, dll

LETUSAN GUNUNG BERAPI

++

+++

Trauma fisik Psikis,termis

GE, defisiensi gizi, kulit, ISPA, dll GE, defisiensi gizi, kulit, ISPA, dll GE, defisiensi gizi, kulit, ISPA, dll GE, defisiensi gizi, kulit, ISPA, dll GE, defisiensi gizi, kulit, ISPA, dll

BANJIR

Infeksi sal. Cerna,dan nafas, kulit Trauma fisik Psikis

GERAKAN TANAH

++

ANGIN TOPAN

++

Trauma fisik Psikis

GELOMBANG PASANG

++

Trauma fisik Psikis

PRINSIP PENANGGULANGAN BENCANA BIDANG KESEHATAN


1. Bentuk Tim Penanggulangan yang terdiri dari : Tim medis/para medis dan Tim Kesmas 2. Buat Posko dengan sistem komunikasi sentral 3. Belajar dari penanggulangan sebelumnya 4. Jangan menolong korban secara acak-acakan 5. Buat perencanaan penanggulangan yang baik 6. Buat kategori bencana : a. Kategori I : jumlah korban < 50 orang b. Kategori II : jumlah korban 51 - 100 orang c. Kategori III : jumlah korban 101 - 300 orang d. Kategori IV : jumlah korban > 300 orang 7. Rencana sistem rujukan 8. Tentukan kategori RS atau bangun RS Lapangan 9. Sistem ambulance dengan petugas jaga 24 jam yg mampu melakukan resusitasi dan life support 10.Laksanakan tindakan yg mudah, cepat dan menyelamatkan jiwa 11.Lebih mencurahkan perhatian pada penderita yg memiliki harapan hidup lebih baik : perdarahan luar, traumatik, amputasi, gangguan nafas 12.Kerjasama yg baik dibawah koordinasi Pimpinan 13.Gunakan buku pedoman (Protap/Juklak/Juknis)

SISTEM SELEKSI PENDERITA


GOL KONDISI PENDERITA
PENANGANAN

TANDA

Tidak luka/tidak perlu tindakan bedah, mengalami gangguan jiwa

Dokter umum, Koasisten, Perawat

Hijau

II

Luka ringan/perlu bedah minor/tidak mengancam jiwa

Dokter umum, Koasisten, Perawat

Kuning

III

1. Non-operatif termasuk komutio serebri dan Ahli bedah dan Spesialis kontutio serebri lain, Perawat 2. Operatif termasuk hematom epidural, subdural, trauma torax abdomen, fraktur,dll Penderita keadaan berat dan syok Penderita meninggal Ahli anastesi, bagian ICU Kamar mayat

Merah

IV V

Putih

Hitam

PENANGGULANGAN BENCANA
TUJUAN : Menekan angka kematian, kesakitan, dan kerugian material akibat bencana KEGIATAN-KEGIATAN : 1. Terhadap akibat primer : a. Menyelamatkan penduduk ke daerah aman b. Melakukan asuhan keperawatan c. Memberikan pengobatan d. Menguburkan mayat atau bangkai bintang sesegera mungkin 2. Terhadap akibat sekunder : a. Penyediaan tempat penampungan yang memenuhi syarat kesehatan dengan segala perlengkapan tidur b. Penyediaan sarana sanitasi, peralatan, bahan c. Pencegahan khusus thd dampak bencana d. Surveilans penyakit e. Penyediaan sarana dan prasarana kesehatan termasuk Alkes, bahan dan obat-obatan f. Penyediaan bahan makanan dalam kuantitas dan kualitas yang cukup

ORGANISASI PENANGGULANGAN BENCANA


UNSUR YANG TERLIBAT : 1. Pemerintah Daerah (selaku Koordinator) 2. Dinas Kesehatan 3. Rumah Sakit Umum 4. Kepolisian 5. Dinas Kebakaran 6. Dinas Pekerjaan Umum 7. Dinas Sosial 8. Palang Merah 9. Wartawan 10.Masyarakat (ORARI, LSM terkait, dll)

KOORDINATOR SATUAN PELAKSANA

TIM KESEHATAN MASYARAKAT

TIM RUMAH SAKIT ( MEDIS/PARA MEDIS )

TIM LINTAS SEKTORAL

Catatan : Masing-masing Tim dapat saling berkomunikasi cepat dibawah koordinasi Koordinator

JENIS TENAGA YANG DIBUTUHKAN

1. TIM KESEHATAN MASYARAKAT a. Koordinator Tim (Ahli Kesehatan Masyarakat) b. Epidemiolog (surveilans/SKD, penyidikan KLB) c. Ahli Kesehatan Lingkungan d. Ahli Gizi e. Analis f. Tenaga lain (sesuai kebutuhan/jenis bencana)

2. TIM RUMAH SAKIT ( Tim Medical ) a. Koordinator Tim b. Ahli bedah c. Ahli Anastesi d. Orthopedic (bila diperlukan) e. Dokter umum f. Tenaga Farmasi g. Perawat h. Bidan i. Tenaga lain (sesuai kebutuhan/jenis bencana)

SANITASI DARURAT

PENGERTIAN : Upaya pengamanan substansi dan sarana Kesling untuk melindungi kesehatan masyarakat yg berisiko pd situasi mendadak seperti bencana, lokasi pengungsian, dan kegiatan tak permanen. BENTUK UNTUK BENCANA : 1. Kesiap-siagaan : a. Fasilitator Pelatihan Tenaga Kesling b. Penyediaan materi penyuluhan di daerah rawan c. Form/pedoman inventarisasi sarana kesling d. Peralatan komunikasi cepat e. Pengadaan bahan untuk buffer stock 2. Saat kejadian bencana/tanggap darurat : a. Bantuan tenaga utk Rapid Health Assesment b. Bantuan fasilitas, bahan dan peralatan sesuai hasil RHA 3. Pasca Bencana : Bantuan operasional dan penyediaan bantuan fisik

BANTUAN PASCA BENCANA

1. Penyediaan bantuan operasional : a. Pengawasan & perbaikan kualitas air bersih b. Pengawasan & perbaikan kualitas sarana pembuangan kotoran c. Pengawasan & perbaikan TPS dan SPAL d. Pengendalian vektor e. Pengawasan higiene&sanitasi makanan/minum f. Penyuluhan Kesling (PHBS) 2. Penyediaan bantuan fisik : a. Penyediaan air bersih b. Perbaikan sarana air bersih c. Penyediaan & perbaikan sarana pembuangan kotoran d. Penyediaan & perbaikan TPS dan SPAL e. Penyediaan tenda/tempat penampungan pengungsi f. Penyediaan media penyuluhan

STANDAR & JENIS BANTUAN SANITASI DASAR

1. Penyediaan air bersih : a. Fase penyelamatan/hari-2 pertama : 5 L/O/H b. Fase berikutnya : minimal 15 20 L/O/H 2. Bantuan SAB : a. Minimal 1 (satu) kran air untuk 250 orang b. Jumlah kran : 6 8 / tangki c. Jerigen air 10 20 liter : 1 buah/orang d. Tempat penampungan air 20 liter : 1 buah/KK e. Tandon air 2 M : 1 buah/100 orang ( 20 L/O/H ) f. Mobil tangki air 30 M: 1 bh/1500 org (20 L/O/H) 3. Penjernihan air cepat : a. Aluminium sulfat (tawas) : penjernih 1 sendok teh untuk 20 liter air baku b. Poly aluminium chlorine (PAC) : penjernih/ koagulan 1 sachet untuk 20 liter air baku 4. Desinfektan air : a. Kaporit (CaOCl) untuk 100 liter air : 72 mg/hari ( 1 sendok peres = + 3 gram kaporit) b. Aquatabs : 1 tablet (8,5 mg) untuk 20 liter air

STANDAR & JENIS BANTUAN SANITASI DASAR

1. Penyediaan sarana pembuangan kotoran : a. Jamban : 1 buah/20 orang b. SPAL : dalam 0,5 0,9 m x lebar 0,3 m x panjang 3,5 m untuk 20 org c. Lubang peresapan : dalam 5 6 m diameter 0,4 m untuk 20 orang d. MCK : 1 buah untuk 20 orang e. Pancuran mandi : 1 buah untuk50 orang f. Sabun mandi 100 gram : 2 buah/orang/bulan 2. Penyediaan sarana pembuangan sampah a. Kantong plastik ukuran 1 m x 0,6 m/ 1 3 KK b. Tempat sampah kapasitas 500 liter/25 50 org 3. Pengendalian vektor : a. Insektisida (Lamdasihalotrin 5 EC) : 1 liter/ha b. Kelambu poles (IBN) : 1 buah/3 orang c. Repellent lalat : 1 lembar/KK/hari d. Repellent nyamuk : 2 sachet/KK/hari e. Mist blower : 1 buah/lokasi f. Mesin fogging : 2 buah/lokasi 4. Sanitasi makanan : tutup makanan, celemek, topi 5. Tempat penampungan korban : a. Tenda 85 m/25 orang ( 3,5 m per orang ) b. Tenda 144 m/40 orang ( 3,5 m per orang ).

SARANA PENYULUHAN KESEHATAN

1. Pesan pesan PHBS : a. Cuci tangan dengan sabun sebelum menjamah makanan dan setelah buang air besar b. Jagalah kebersihan lingkungan c. Buanglah sampah pada tempatnya d. Makan/minumlah makanan/minuman yang telah dimasak mendidih e. Buang air besar di jamban f. Mandi dengan sabun dan sikat gigi 2 kali sehari g. Tidur menggunakan kelambu, dll 2. Jenis media : a. Spanduk b. Leaflet c. Poster d. Brosur e. Audio visual

KEBUTUHAN AIR BERSIH DAN DESINFEKTAN


Lama bantuan Jumlah korban/ pengungsi 100 500 1000 2000 3000 4000 5000 Kebutuh an air 20 LOH 20000 100000 200000 400000 600000 800000 1000000 Kaporit (gram) Aquatab PAC (tablet) Sachet

10 hari

14,4 72 144 288 432 576 720

10000 50000 10000 20000 30000 40000 50000

10000 50000 10000 20000 30000 40000 50000

30 hari

100 500 1000 2000 3000 4000 5000

60000 300000 600000 1200000 1800000 2400000 3000000

43,2 216 432 864 1296 1728 2160

30000 15000 30000 60000 90000 120000 150000

30000 15000 30000 60000 90000 120000 150000

KEBUTUHAN SARANA PENYEHATAN LINGKUNGAN

Jumlah korban
100 200 300 400 500 1000 2000 3000 4000 5000 Jumlah korban 100 200 300 400 500 1000 2000 3000 4000 5000

Tenda 85 m
4 8 12 16 21 41 82 124 165 201 Mist blower 1 1 1 1 1 2 2 3 4 4

Jamban
5 10 15 20 25 50 100 150 200 250 Mesin fogging 1 1 2 2 2 3 4 6 8 10

Kantong plastik
135 270 405 540 675 1350 2700 4050 5400 6750 Repellent nyamuk 40 80 120 160 200 400 800 1200 1600 2000

TPS
4 8 12 16 20 40 80 120 160 200 Repellt lalat 20 40 60 80 100 200 400 600 800 1000

Klambu
35 70 100 135 170 335 670 1000 1335 1670 Sabun mandi 20 40 60 80 100 200 400 600 800 1000