P. 1
TugasSejarah_Kelompok9_29-08-09

TugasSejarah_Kelompok9_29-08-09

5.0

|Views: 552|Likes:
Dipublikasikan oleh pitiksm

More info:

Published by: pitiksm on Sep 10, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

Tugas Sejarah Bab 2

Kelomok 9:1.Asida Gumara Mukti 2.Dickivan Surya Wijanarko 3.Jaler Sekar Maji 4.Kartika Putri Ardani

(6) (13) (20) (22)

IXE IXE IXE IXE

Berakhirnya konflik antara Indonesia dengan Belanda
Berikut ini faktor-faktor yang memaksa Belanda ke luar dari Indonesia: 1.Boikot Ekonomi dari Negara-negara di Asia Perdana Menteri India,Pandit Jawaharlal Nehru mengadakan konferensi di New Delhi pada 20-23 Januari 1949 yang dihadiri 19 negara Asia termasuk Australia dan New Zealand. Para peserta konferensi mengeluarkan resolusi yang diajukan kepada Dewan Keamanan PBB dan memutuskan boikot keras terhadap kepentingan ekonomi Belanda. Hal ini sangat memojokkan Belanda dan pemerintah Amerika Serikat akan menanggapi hal itu. 2.Tekanan Politis dan Keuangan dari Amerika Serikat Amerika Serikat memberi keamanan dan tekanan kepada militer Belanda ke-2 karena Belanda memanfaatkan ratusan juta dollar yang diberikan melalui proyek Marshall Plan sebagai biaya perang menghadapi Indonesia. Tekanan ini membuat Belanda mundur dari kedudukannya di Indonesia. 3.Mundurnya Dua Tokoh Penting Belanda I.Mr.A.M.J.A Sassen,berusaha menekan dan memaksa Amerika Serikat agar setuju dengan pernyataan, “apabila Belanda secara mendadak melepaskan Indonesia,maka kekacauan akan dimanfaatkan kaum komunis”. Namun pemerintah Belanda sendiri menolak hingga Sassen minta berhenti dari jabatannya. II.Dr.Bell yang merekayasa agresi militer Belanda ikut meletakkan jabatannya. 4.Angkatan Perang Belanda Menuju Ambang Kekalahan Tentara republik bersama rakyat Indonesia berhasil membuat Belanda kewalahan menjaga pos-pos yang didudukinya.Dari strategi gerilya,tentara Republik menjadi angkatan bersenjata yang rapi,disiplin dan taat terhadap komandannya yaitu Panglima Besar Jendral Sudirman dan Jendral A.H. Nasution. Kemenangan pada 1 Maret 1949 membuat semangat juang bagi rakyat sehingga menjadi awal kekalahan angkatan Belanda. 5.Negara-negara Bagian Ciptaan Belanda Berubah Haluan Negara-negara bagian yang tergabung dalam BFO yang semula berpihak pada Belanda akhirnya membubarkan dukungan kepada Indonesia karena telah mampu mengalahkan Belanda. Serangan Umum 1 Maret 1949 telah membuktikan bahwa kemampuan militer Republik Indonesia masuh cukup kuat. Negara-negara bagian yang tergabung dalam BFO menolak menghadiri konferensi yang diajukan Belanda, negara-negara bagian justru mau berunding dengan pemerintah RI dalam konferensi Inter-Indonesia yang dilaksanakan pada 19-22 Jui 1949 di Yogyakarta dan 31 Juli-2 Agustus di Jakarta hasilnya,pertemuan tersebut menyiratkan dukunhan dari negara-negara bagian atas penyerahan kedaulatan RI. 6.Penandatanganan Kedaulatan RIS pada 27 Desember 1949 Pada 27 Desember 1949 dilakukan upacara penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan RIS yang waktunya bersamaan dengan Indonesia, dan dilakukan di ruang takhta Istana Kerajaan Belanda. Upacara ini dihadiri Ratu Juliana, Perdana Menteri Dr.Willem Dress, Ketua delegasi RIS, Drs. Moh. Hatta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Wakil Tinggi Mahkota Belanda A.H.J. Lovink bersama-sama menandatangani penyerahan kekuasaan. Peristiwa ini merupakan akhir dari perjuangan RI untuk meningkatkan kemerdekaan dan menjadi kemerdekaan de jure negara RIS.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->