Anda di halaman 1dari 16

1)

ALAT UKUR/INSTRUMEN KEPERLUAN PERBAIKAN/REPARASI

Instrumen ataupun peralatan ukur yang sangat berperan dalam pekerjaan perbaikan/raparasi dalam semua jenis pesawat elektronika adalah AVO meter, atau sering juga disebut multimeter/multitester. Peralatan lain yang juga tidak kalah pentingnya didalam pekerjaan perbaikan/reparasi dari segala jenis pesawat elektronika antara lain: obeng, tang, solder, signal generator/signal injektror, oskiloskop dan alat Bantu lainnya. Dengan demikian ada dua jenis peralatan yang diperlukan dalam perbaikan/reparasi pesawat elektronik:

A)

Peralatan yang dibutuhkan didalam pekerjaan mekanik.

Di bawah ini akan ditunjukan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan perbaikan/reparasi, disini tidak dijelaskan secara rinci didalam penggunaan alat ukur, karena peserta diklat sudah memperoleh kompetensi EKA-MR. UM. 005 .A. 1. Obeng

Tanpa mempunyai obeng, kita tidak akan bisa mereparasi alat-alat elektronika atau radio dan lain sebagainya, obeng ini mempunyai peranan yang sangat penting didalam pekerjaan perbaikan/reparasi pesawat radio ataupun pesawat elektronik lainnya. Fungsinya ialah untuk membuka sekerup atau memasang sekerup (pekerjaan mekanik). Agar memudahkan anda dalam pekerjaan/reparasi sebaiknya persiapkan obeng yang berbagai jenis ukuran dan macam-macamnya. Yaitu dengan membeli satu set obeng. Jenis obeng ada yang berujung pipih (-)dan berujung (+) disebut kembang. Gunanya juga disesuaikan keperluan. Jika kita akan membuka atau memasang sekerup kembang hendaknya dipakai obeng (+) kembang. Jika kita memasang sekerup (-) hendaknya dipakai obeng yang berujung pipih saja. Dalam membuka sekerup usahakan jangan sampai sekerup cacat atau rusak. Oleh sebab itu gunakan obeng yang sesuai dan yang masih baik keadaannya.

Modul ELKA-MR.AM.004.A)

Macam-Macam Obeng adalah gambar macam-macam obeng untuk keperluan perbaikan/reparasi dalam menangani pekerjaan mekanik.

2.

Obeng pengetrim

Untuk keperluan mengetrim diperlukan obeng yang khusus untuk itu, biasanya pangkalnya terbuat dari plastik dan ujungnya dari pelat. Gambar 11 di bawah adalah salah satu contoh obeng yang dapat digunakan sebagai pengetrim.

Gambar Obeng Trim 3. Tang

Gambar adalah yang lajim dipergunakan.

Gambar Tang yang bermoncong panjang.


Modul ELKA-MR.AM.004.A)

Selain dari pada obeng, kita juga butuh bermacam-macam jenis tang. Tang diperlukan dalampekerjaan perbaikan/reparasi pesawat elektronika. Tang ini bentuknya moncong panjang pada pangkalnya. Fungsi untuk membengkokan kawat atau memegang kaki komponen seperti Resisitor, Transistor dan komponen lainnya.

Tang kombinasi ini ada yang berisolasi dan ada yang tak berisolasi. Fungsinya banyak, bisa untuk memotong melipat/membengkokan dan lain sebagainya.

Gambar Tang kombinasi 4. Solder

Solder Merupakan peralatan yang diperlukan untuk melepas dan memasang komponen dari PCB ( printed circuit board). Pekerjaan ini diperlukan solder yang sesuai dengan daya panas pemasangan maupun melepas komponen. Solder sangat penting dan harus anda punyai. Dibawah ini salah satu model Solder listrik yang dilengkapi kedudukan:

Modul ELKA-MR.AM.004.A)

Gambar Solder listrik dengan kedudukan

Daya panas Solder dapat dipilih dan disesuaikan dengan komponen yang akan disolder. Panas yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen, dan sebaliknya solder yang kurang panas dapat mempengaruhi hasil penyolderan yang sempurna.

B) 1.

Peralatan yang digunakan didalam pekerjaan pengukuran. Multimeter

Konfigurasi multimeter dan perangkat-perangkat yang terdapat pada sebuah multimeter diperlihatkan pada gambar
SKALA OHM

PAPAN SKALA SKALA VOLT (ACV-DCV) SKALA ARUS (DCmA) TOMBOL PENGATUR POSISI JARUM OUT (+)

JARUM PENUNJUK SEKRUP PENGATUR POSISI JARUM (PRESET) BATAS UKUR (RANGE) SAKLAR JANGKAUAN UKUR

KABEL PENYIDIK (PROBES)

JEPITAN MONCONG BUAYA (ALIGATOR CLIP)

Modul ELKA-MR.AM.004.A)

Gambar Papan Skala Multimeter a) Papan Skala: digunakan untuk membaca hasil pengukuran. Pada papan skala terdapat skala-skala;

tahanan/resistansi (resistance) dalam satuan Ohm (), tegangan (ACV dan DCV), kuat arus (DCmA), dan skala-skala lainnya. Lihat gambar 16. b) Saklar Jangkauan Ukur: digunakan untuk menentukan posisi kerja multimeter, dan batas ukur

(range). Jika digunakan untuk mengukur nilai satuan tahanan (dalam ), saklar ditempatkan pada posisi , demikian juga jika digunakan untuk mengukur tegangan (ACV-DCV), dan kuat arus (mA-A). Satu hal yang perlu diingat, dalam mengukur tegangan listrik, posisi saklar harus berada pada batas ukur yang lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur. Misal, tegangan yang akan diukur 220 ACV, saklar harus berada pada posisi batas ukur 250 ACV. Demikian juga jika hendak mengukur DCV. c) Sekrup pengatur posisi jarum (preset): digunakan untuk menera jarum penunjuk pada angka nol

(sebelah kiri papan skala) d) Tombol Pengatur Jarum Pada Posisi Nol (Zero Adjustment): digunakan untuk menera jarum penunjuk

pada angka nol sebelum multimeter digunakan untuk mengukur nilai tahanan/resistansi. Dalam praktek, kedua ujung kabel penyidik (probes) dipertemukan, tombol diputar untuk memosisikan jarum pada angka nol. e) Lubang Kabel Penyidik: tempat untuk menghubungkan kabel penyidik dengan multimeter. Ditandai

dengan tanda (+) atau out dan (-) atau common. Pada multimeter yang lebih lengkap terdapat juga lubang untuk mengukur hfe transistor (penguatan arus searah/DCmA oleh transistor berdasarkan fungsi dan jenisnya), dan lubang untuk mengukur kapasitas kapasitor. f) Batas Ukur (Range) Kuat Arus: biasanya terdiri dari angka-angka; 0,25 25 500 mA.

Untuk batas ukur (range) 0,25, kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 0,25 mA. Untuk batas ukur

Modul ELKA-MR.AM.004.A)

(range) 25, kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 25 mA. Untuk batas ukur (range) 500, kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 500 mA.

g)

Batas Ukur (range) Tegangan (ACV-DCV): terdiri dari angka; 10 50 250 500 1000 ACV/DCV.

Batas ukur (range) 10, berarti tegangan maksimal yang dapat diukur adalah 10 Volt. Batas ukur ( range) 50, berarti tegangan maksimal yang dapat diukur adalah 50 Volt, demikian seterusnya. Batas Ukur (Range) Ohm: terdiri dari angka; x1, x10 dan kilo Ohm (k). Untuk batas ukur (range) x1,

h)

semua hasil pengukuran dapat langsung dibaca pada papan skala (pada satuan ). Untuk batas ukur (range) x10, semua hasil pengukuran dibaca pada papan skala dan dikali dengan 10 (pada satuan ). Untuk batas ukur (range) kilo Ohm (k), semua hasil pengukuran dapat langsung dibaca pada papan skala (pada satuan k), Untuk batas ukur (range) x10k (10k), semua hasil pengukuran dibaca pada papan skala dan dikali dengan 10k.

2.

Oskiloskop

Oskiloskop merupakan salah satu alat yang dominan dalam melakukan prosedur reparasi, terutama untuk jenisjenis pesawat yang terdiri dari susunan sirkuit dalam bentuk yang kompleks, oskiloskop merupakan suatu alat yang mampu melihat dan menganalisa gejala gejala listrik. Oskiloskop mempunyai kemampuan dalam hal hal sebagai berikut: a) b) c) d) e) Melihat bentuk tegangan periodik maupun non perodik. Mengukur tegangan dan arus. Mengukur frekuensi. Mengukur beda fasa. Sebagai penggambar x y.

Dengan oskiloskop tidak hanya besarnya tegangan ataupun arus yang dapat kita ketahui tapi bentuk wujud dari tegangan maupun arus itu dapat dengan jelas. Jadi secara ringkasnya, bentuk gelombang yang keluar dari hasil pengukuran pada suatu titik akan mudah dilihat dengan jelas. Salah satu contoh adalah sebagaimana pada gambar berikut:

Modul ELKA-MR.AM.004.A)

Gambar 17b. Panel Oskiloskop

Bila sinyal Audio generator atau RF generator ini digunakan sebagai sinyal input didalam penelusuran terminal input untuk menuju ke output maka pada layar oskiloskop akan terlihat dengan jelas karakteristik respon frekuensi rangkaian yang tengah diamati. Misalnya pada rangkaian frekuensi menengah rangkaian Audio pada pesawat penerima radio. 3. Signal Injector (IF),

Alat ini digunakan untuk melakukan pengetesan terhadap rangkaianrangkaian transistor (bahkan pada komponen transistornya) untuk mengetahui keadaan komponen tersebut. Sebagai contoh alat signal injektor adalah ditunjukan pada gambar 18 di bawah ini;

Modul ELKA-MR.AM.004.A)

Gambar 18. Signal injektor

Signal injektor ini sebenarnya merupakan osilator audio yang sangat dominan untuk melacak rangkaian rangkaian transistor yang rusak. Karena pada rangkaian yang rusak bila diinjeksi dengan alat ini akan memberikan reaksi suara. Biasanya signal injektor ini digunakan untuk mencari gangguan pada rangkaian rangkaian audio seperti pesawat radio transistor, tape recorder ataupun pada pesawat televisi pada rangkaian sesudah penguat video.

a.

Uraian materi

Seperti pada kegiatan belajar 1 telah dijelaskan bahwa pesawat Radio sistem AM maupun sistem FM yang dijelaskan satu persatu. Pada pembelajaran berikuti peserta diklat diharapkan dapat memahami gejala kerusakan yang ditimbulkan oleh tombol power, tombol pengatur volume, dan tombol pengatur pencarian gelombang. Tentu saja dalam perkembangan elektronika pesawat radio sistem AM maupun sistem FM diperoleh dalam satu kemasan yang kita temukan yaitu Pesawat Radio Tape Recorder. Untuk memahami dan mengatahui kerusakan, maka ada bebrapa langkah yang harus dilakukan oleh peserta diklat;

Modul ELKA-MR.AM.004.A)

Mengamati kerusakan pada tombol power

Gambar 19. Tombol Power 1. 2. 3. Ambillah Pesawat Radio Tape Recorder! Hubungkan penghubung kabel AC pada sumber PLN! Hidupkan pesawat penerima radio Tape Recorder dengan menekan

tombol power on/off maka pesawat radio. 4. Mati bagian panel radio atau lampu indikator jika lampu menyala

maka tombol power berpungsi dengan baik, jika lampu indikator tidak menyala maka tombol power tidak berpungsi sebagaimana mestinya. 5. Buat catatan dari hasil pengamatan ini, kemudian diskusikan

sehingga memperoleh pemahaman tentang tombol power pada pesawat radio tape recorder.

Catatan: Pemahaman tentang tombol power akan didapat kepada peserta diklat, bahwa tombol power merupakan bagian utama untuk pesawat radio mendapatkan sumber tegangan. Karena pada tombol power ini adalah salah satu komponen yang bekerja sebagi penghubung dan pemutus arus yang masuk ke bagian catu daya DC. Dengan sumber tegangan DC ini maka peswat radio dapat bekerja dengan baik dan dapat menerima siaran yang dipancarkan oleh pemancar radio.

Modul ELKA-MR.AM.004.A)

Mengamati kerusakan pada pengatur volume

Gambar 20. Menunjukan Tombol Volume 1. 2. 3. power 4. Amati bagian panel radio atau lampu indikator jika lampu menyala Ambillah Pesawat penerima Radio Tape Recorder! Hubungkan penghubung kabel AC pada sumber PLN! Hidupkan pesawat radio Tape recorder dengan menekan tombol

maka tombol power berpungsi dengan baik. 5. Opersikan Tombol Pengatur volume dan pesawat radio akan

menerima siaran radio yang dipancarkan dari pemancar radio. 6. Buat catatan dari hasil pengamatan ini, kemudian diskusikan memperoleh pemahaman tentang tombol pengatur volume.

sehingga Catatan:

Pemahaman tentang tombol pengatur volume

akan didapat kepada peserta

diklat, bahwa tombol pengatur volume merupakan komponen yang dapat mengatur besar kecilnya sinyal yang akan diproses menjadi suara. Karena pada tombol pengatur volume ini adalah salah satu komponen yang bekerja sebagai pengatur sinyal yang akan diteruskan kebagian penguat audio seperti yang

Modul ELKA-MR.AM.004.A)

10

dijelaskan pada pembelajaran 1. Dengan tombol pengatur volume maka pesawat penerima radio dapat menghasilkan besar kecilnya suara yang kita inginkan. Mengamati kerusakan pada Pengatur pencari gelombang

Gambar 21. Tombol pencari gelombang 1. 2. 3. 4. Ambillah Pesawat penerima Radio Tape Recorder! Hubungkan penghubung kabel AC pada sumber PLN! Hidupkan pesawat radio Tape recorder dengan menekan tombol power Amati bagian panel radio atau lampu indikator jika lampu menyala maka

tombol power berpungsi dengan baik. 5. Operasikan Tombol Pengatur volume pesawat radio akan menerima

siaran radio yang dipancarkan dari pemancar radio. 6. Lakukan pengaturan tombol gelombang maka pesawat radio akan

menyeleksi siaran yang akan diterima dengan indikator pada jarum penunjuk pencarian gelombang. 7. Jika pada tombol ini tidak bekerja maka kemungkinan kerusakan

pada pengaturan tali gelombang. 8. Buat catatan dari hasil pengamatan ini, kemudian diskusikan memperoleh pemahaman tentang tombol pengatur pencari

sehingga gelombang.

Modul ELKA-MR.AM.004.A)

11

Catatan: Pemahaman tentang tombol pengatur pencari gelombang akan didapat kepada peserta diklat, bahwa tombol pengatur pencari gelombang merupakan bagian yang dapat merubah nilai komponen penala umumnya komponen ini adalah condenstor variabel. Karena pada tombol pengatur pencari gelombang ini adalah bagian yang bekerja dapat merubah frekuensi oscilator lokal dari pesawat radio tape recorder.

Jenis kerusakan yang dimaksud adalah: 1) 2) Suara radio lemah. Pesawat Radio tidak ada sinyal.

1)

SUARA RADIO LEMAH No . 1. Bagian Yang Rusak Detektor (transistor) Analisa pengukuran Tegangan bias yg salah pada transistor Penyelesaian Betulk

an tegangan bias dengan transistor yg baru Ganti

No . 2.

Bagian Yang Rusak Detektro (dioda)

Analisa pengukuran Tegangan bias yg salah Pada dioda

Penyelesaian Betulk

an tegangan bias Ganti

Modul ELKA-MR.AM.004.A)

12

dengan dioda yg baru 3. Filter AGC Kondensator filter AGC putus 1. Periks

a sirkuit /komponen sekitar rangkaian detektor

Dari tabel diatas dijelaskan lebih rinci seperti dibawah ini: Tingkat detektor dan AGC radio penerima dapat mengakibatkan suara radio menjadi lemah, apabila pada tingkat-tingkat itu terdapat kerusakan-kerusakan antara lain seperti dibawah. 1. Jika detektornya dari transistor, dari hasil pengukuran terjadi kesalahan tegangan bias pada

transistornya. 2. a. Jika detektornya dari diode, mungkin diode itu diberi tegangan bias yang salah. Periksalah tegangan bias laju detektor (diode atau transistor). Kesalahan tegangan ini jangan sampai

melebihi 10-20 %. Jika ada kesalahan tegangan bias ini maka suara radio dapat lemah dan mungkin disertai dengan distorsi. b. c. Coba gantilah dengan detektor yang baru dan perhatikanlah perobahannya. Periksalah sirkuit detektor (komponen-komponen detektor lainnya) seperti tahanan dari

kondensator filter. Lepaslah detektor itu dari sirkuitnya pada waktu pengukuran komponen-komponen sirkuit tersebut. 3. a. Filter AGC rusak. Jika kondensator filter AGC diduga putus (habis nilainya) periksalah dengan menghubungkan paralel

kondensator yang baru. b. Kondensator filter AGC yang putus dapat mengakibatkan radio kurang sensitive, dan sering kali

disertai dengan regeneration. Dalam menghubungkan kondensator filter ini jangan sampai terbalik

Modul ELKA-MR.AM.004.A)

13

polaritasnya. Kondesnsator filter AGC radio transistor biasanya dari elektrolit, jadi berbeda dengan kondensator filter AVC untuk radio tabung. 4. Ada kerusakan pada diode-overload atau diode pembantu, jika radio yang bersangkutan

menggunakannya. a. Coba periksalah diode-overload itu jika mungkin hubunganpendek. Telitilah hubungan diode itu

kalau terbalik pemasangannya dalam sirkuit. b. Diode-overload yang terbalik memasangnya atau hubungan pendek dapat mengakibatkan radio

kurang peka (kurang sensitive).

Selain hubungan yang telah diterangkan, kadang-kadang diode-overload dipasang antara sisi bawah gulungan transformator I-F kedua bagian primernya dengan gulungan primer sisi atas transformator I-F pertama. Jika hubungan yang sedemikian itu diode-overload. 2) TiDAK ADA SINYAL No . 1. Bagian Yang Rusak Gulungan transformator IF 2. Detektor (dioda)/ (transistor) Tegangan bias yg salah Pada dioda Betulkan Analisa pengukuran Hambatan kumparan sekunder trafo putus IF Penyelesaian

Ganti trafo

tegangan bias Ganti

dengan dioda yg baru 3. Oscilator lokal pada rangkaian penala Transistor penguat RF tegangan bias yg salah Priksa

sirkuit /komponen Sekitar

rangkaian penala

Dari tabel diatas dijelaskan lebih rinci seperti dibawah ini: 1. Gulungan Transformator putus.

Trafo yang rusak dapat mengakibatkan tidak dapat diteruskan sinyal dari tingkat ketingkat lainnya. Setelah dilakukan pengukuran pada gulungan primer dan sekunder transformator IF dengan ohm meter, dan menunjukan nilai yang tidak sesuai dengan data teknis, maka dapat disimpulkan sinyal berhenti disatu titik yang pada akhirnya radio tidak bunyi.
Modul ELKA-MR.AM.004.A)

14

2.

Transistor detektornya rusak.

Hal ini jika detektor menggunakan transistor, coba lepaslah transistor itu dan periksalah dengan ohm-meter, atau gantilah dengan transistor yang baru. Jika transistornya dalam keadaan baik, coba ukurlah komponenkomponen detektor transistor itu.

3. a.

Diode germanium rusak (jika menggunakan detektor diode germanium). Ukurlah tahanan balik dan tahanan laju diode. Jika tahanan baliknya dibawah 20 k-ohm (20.000

ohm), sebaiknya gantilah kristal germanium itu. Kristal diode germanium yang masih baik mempunyai tahanan balik antara 100.000-500.000 ohm dan tahanan lajunya kurang dari 100 ohm. Makin besar ketetapan arus diode kristal itu makin rendah pula tahanan lajunya. b. Mengukur tahanan laju dan tahanan balik diode cukup hanya dengan membalik kabel pengukur

ohm-meter. c. Gantilah diode yang sudah rusak, dan perhatikanlah polaritasnya ketika memasang, jangan

sampai keliru. Pada waktu memasang kristal diode, gunakanlah penyalur panas dengan hati-hati dan secepat mungkin mengerjakannya, agar supaya diode itu tidak rusak karena panas yang berlebihan. (Panas ketika menyolder). 4. a. Tegangan elektrode-elektrode detektor. Jika detektornya dari diode-germanium (kristal diode), ukurlah tegangan bias laju antara anode

dan katodenya. Tegangan bias laju ini kecil sekali, antara 0,025 volt-0,1 volt. b. Jika detektornya dari transistor, ukurlah bias laju antara basis dan emittor, dan tegangan bias ini

juga kecil seperti tegangan bias pada diode germanium. c. Dalam pengukuran ini gunakanlah voltmeter d-c dengan batas ukur yang cukup rendah, sehingga

penunjukan jarum voltmeter mudah dibaca.

Osilator lokal pada rangkaian penala dapat menyebakan pesawat radio tidak ada sinyali, sinyal dari osilator dan sinyal RF yang datang dari luar (antena) agar menghasilkan sinyal IF dengan frekuensi 455 kHz. Jika bagian ini tidak bekerja maka pada pesawat tidak akan ada sinyal.

Modul ELKA-MR.AM.004.A)

15

Modul ELKA-MR.AM.004.A)

16