Anda di halaman 1dari 3

Judul: Prevalensi dan Faktor Resiko Hipertensi Pada Lansia di Panti Jompo Wana Seraya Denpasar

1.1 Latar belakang

Prevalensi pada penyakit hipertensi selalu meningkat setiap tahunnya sejalan dengan perubahan gaya hidup, terutama dalam pola makan dan merupakan masalah kesehatan global. Di Indonesia masalah hipertensi cenderung meningkat. Hipertensi atau darah tinggi sendiri merupakan peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan hasil pengukuran tekanan darah pada usia 18 tahun ke atas ditemukan prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 31,7%. Usia lanjut atau lansia merupakan suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang. Pada usia lanjut akan terjadi berbagai kemunduran pada organ tubuh yang menyebabkan terjadinya peningkatan berbagai macam resiko penyakit salah satunya adalah hipertensi. Usia lanjut merupakan seseorang yang berusia 60 tahun ke atas baik pria maupun wanita, yang masih aktif beraktivitas dan bekerja ataupun mereka yang tidak berdaya untuk mencari nafkah sendiri sehingga bergantung kepada orang lain untuk menghidupi dirinya. Pada tahun 2000 Usia harapan hidup (UHH) di Indonesia adalah 64,5 tahun (dengan persentase populasi lansia adalah 7,18%). Angka ini meningkat pada tahun 2011 menjadi 69,65 tahun (dengan persentase populasi lansia adalah 7,58%). Peningkatan jumlah lansia di Indonesia menjadi fokus Negara untuk membuat lansia yang berkualitas sepenuhnya. Maka, Hipertensi lanjut usia adalah peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik yang intermiten atau menetap, dengan pengukuran tekanan darah serial 150/95 mmHg atau lebih tinggi pada orang yang berusia diatas 50 tahun. Beberapa faktor risiko yang berpengaruh terhadap kenaikan tekanan darah pada seseorang antara lain: faktor yang tidak dapat diubah (umur, riwayat keluarga) dan faktor yang dapat diubah (obesitas, perokok, konsumsi alkohol,

dan konsumsi makanan yang banyak mengandung lemak atau garam). Menurut Departemen Kesehatan pada golongan umur 55-64 tahun, penderita hipertensi pada pria dan wanita sama banyak. dan tingginya prevalensi hipertensi sejalan dengan bertambahnya umur. Penelitian yang dilakukan di 6 kota besar seperti Jakarta, Padang, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, dan Makasar terhadap usia lanjut (55-85 tahun), didapatkan prevalensi hipertensi sebesar 52,5%. Berdasarkan data di atas seiring bertambahnya jumlah lansia dan peningkatan hipertensi, maka peneliti ingin melakukan studi yang bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor-faktor penyebab terjadinya hipertensi pada usia lansia di panti jompo Wana Seraya, yang nantinya diharapkan akan bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya dan berguna sebagai acuan untuk penelitian berikut pada khususnya. Penelitian ini akan mengambil sampel di panti jompo Wana Seraya. Atas dasar pertimbangan di atas, maka memperkuat motivasi penulis untuk melakukan penelitian ini. 1.2 Pertanyaan 1.2.1 Apakah terdapat pengaruh faktor resiko usia dengan hipertensi di panti jompo Wana Seraya? 1.2.2 Apakah terdapat pengaruh faktor resiko riwayat keluarga dengan hipertensi di panti jompo Wana Seraya? 1.2.3 Apakah terdapat pengaruh faktor resiko merokok dengan hipertensi di panti jompo Wana Seraya? 1.2.4 Apakah terdapat pengaruh faktor resiko makanan & minuman beralkohol dengan hipertensi di panti jompo Wana Seraya?

1.3 Tujuan 1.3.1 Mengetahui pengaruh faktor resiko usia dengan hipertensi di panti jompo Wana Seraya 1.3.2 Mengetahui pengaruh faktor resiko riwayat keluarga dengan hipertensi di panti jompo Wana Seraya 1.3.3 Mengetahui pengaruh faktor resiko merokok dengan hipertensi di panti jompo Wana Seraya

1.3.4

Mengetahui pengaruh faktor resiko makanan & minuman beralkohol dengan hipertensi di panti jompo Wana Seraya

2.1 Rancangan Penelitian Dilakukan penelitian analitik dengan menggunakan kuisioner. Penelitian termasuk penelitian cross sectional.

2.2 Subjek Penelitian Populasi data penelitian yang digunakan adalah seluruh penderita hipertensi yang ada pada panti jompo Wana Seraya

2.3 Variabel Penelitian 2.3.1 Variabel Bebas 1. Usia 2. Riwayat Keluarga 3. Merokok 4. Makanan dan minuman 2.3.2 Variabel Tergantung 1. Hipertensi

2.4 Rencana Analisis Rencana analisis akan dilakukan dengan cara analitik

Anda mungkin juga menyukai