Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM BAHAN BAKAR NABATI Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah

osen Pembimbin! " #uana $usmiati% $&TP% M&$i isusun Oleh "
1. Hairul Anam 2. Pradiska Julinda , 3. /eni

'B()**(**+ 'B()**-.(+ 'B()**234+ 'B()**336+ 'B()**4**+

0i Kusuma 1

4. $idi5 Khoirudin 5. Aditya ,ir!ia0an

PRO7RAM $TU I T8KNIK 8N8R7I T8RBARUKAN JURU$AN T8KNOLO7I P8RTANIAN POLIT8KNIK N878RI J8MB8R 8$8MB8R% )6*.

I& TUJUAN PRAKTIKUM


1. Mahasiswa

dapat memahami dan menjelaskan proses pembuatan

biodiesel.
2. Mahasiswa dapat mengerjakan dan menjelaskan proses pembuatan

biodiesel dari minyak jelantah II& A$AR T8ORI Minyak merupakan trigliserida yang tersusun atas tiga unit asam lemak, berwujud cair pada suhu kamar (25C) dan lebih banyak mengandung asam lemak tidak jenuh sehingga mudah mengalami oksidasi. Minyak yang berbentuk padat biasa disebut dengan lemak. Minyak dapat bersumber dari tanaman, misalnya minyak aitun, minyak jagung, minyak kelapa, dan minyak bunga matahari. Minyak dapat juga bersumber dari hewan, misalnya minyak ikan sardine, minyak ikan paus dan lain!lain. Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia sebagai alat pengolah bahan!bahan makanan. Minyak goreng ber"ungsi sebagai media penggoreng sangat penting dan kebutuhannya semakin meningkat. #etelah digunakan, minyak goreng tersebut akan mengalami perubahan dan bila ditinjau dari komposisi kimianya, minyak bekas penggorengan mengandung senyawa!senyawa yang bersi"at karsibogenik, yang terjadi selama proses penggorengan. $erubahan si"at ini menjadikan minyak goreng tersebut tidak layak lagi digunakan sebagai bahan makanan. %leh karena itu minyak goreng yang telah dipakai atau minyak jelantah menjadi barang buangan atau limbah dari industry penggorengan (&osita dan 'idasari, 2(()) Minyak jelantah (waste cooking oil) adalah minyak limbah yang bisa berasal dari jenis!jenis minyak goreng seperti halnya minyak jagung, minyak sayur, minyak samin dan sebagainya. Minyak ini merupakan minyak bekas pemakaian kebutuhan rumah tangga atau rumah makan* restoran. Minyak jelantah adalah minya yang sudah pernah dipakai, sehingga sudah mengandung akrilamida, radikal bebas, dan asam lemak trans. +erlebih kalau

warnanya sudah kecoklatan, dan teksturnya kental. ,alau dipanaskan lagi, semakin tinggi kandungan senyawa!senyawa karsinogenik tersebut didalamnya. Minyak jelantah sebagai limbah akan menjadi bahan yang berman"aat jika diolah untuk pengunaan yang lain. #alah satunya adalah pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel. $ada prinsipnya pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel adalah proses kon-ersi trigliserida menjadi metil atau etil ester. $roses kon-ersi ini biasa disebut transesteri"ikasi merupakan reaksi antara minyak dengan alcohol untuk memutus tiga rantai gugus ester dari tiap cabang trigliserida. &eaksi pada transesteri"ikasi membutuhkan panas sebagai energy dan katalis basa sebagai mediator kon-ersi agar diperoleh mutu produk reaksi yang tinggi. $ada reaksi ini minyak jelantah dikon-ersi menjadi biodiesel dan gliserin. Minyak jelantah tanpa pemurnian biasanya mengandung ../ yang cukup tinggi, oleh karena itu dalam proses pembuatan biodiesel kadar ../ tersebut diturunkan terlebih dahulu melalui proses esteri"ikasi. $ada proses esteri"ikasi dilanjutkan dengan proses transesteri"ikasi. III& P8LAK$ANAAN .&* 1aktu Pelaksanaan 0ari +anggal $ukul +empat 1 ,amis 1 (5 2esember 2(34 1 ().(( 5 34.(( '67 1 8ab. +eknik 9nergi +erbarukan

.&) Alat dan Bahan .&)&* Alat


1. 2. 3.

:eraca 9rlenmeyer 7eker ;lass

4. 5. 6. 7. 8. 9.

;elas <kur $emanas 7uret #tati" $ipet #patula

10. Magnetic #tirrer 11. +hermometer

.&)&) Bahan
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Minyak =elantah ,%0 .enol"talein 9tanol )5> 02#%? Methanol

.&. Prosedure Per9obaaan


1. 8akukan pengukuran kadar ../ sesuai dengan procedure praktek

sebelumnya.
2. +entukan langkah pembuatan biodiesel berdasarkan kadar ../

(esteri"ikasi dan transesteri"ikasi atau transesteri"ikasi)


3. &eaksi esteri"ikasi 1 /mbillah sampel minyak jelantah (3@( ml) ke dalam 9rlenmeyer*

beker glass lalu panaskan hingga suhunya mencapai 55!A( C.


7uatlah larutan metoksida yaitu campuran katalis asam ( sebanyak

5> -*- minyak dengan methanol 2(> -*- minyak.


+ambahkan campuran katalis asam dan methanol ke dalam sampel

minyak yang sudah panas (55!A( C) sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.

8anjutkan proses pemanasan dan pengadukan sampel yang sudah

tercampur dengan metoksida dan pertahankan suhunya 55 C selama B A( menit.


/ngkat sampel dan diamkan hingga suhu ruang, kemudian

masukkan kedalam labu pemisah sambil dikocok. 2iamkan campuran hingga terjadi separasi (B @ jam).
#etelah terjadi reparasi lakukan pemisahan. 4. &eaksi transesteri"ikasi 1 /mbillah sampel minyak jelantah (3@( ml) ke dalam 9rlenmeyer*

beker glass lalu panaskan hingga suhunya mencapai 55!A( C.


7uatlah larutan metoksida yaitu campuran katalis basa (,%0 atau

:a%0) sebanyak 3> -*- minyak dengan methanol 2(> -*minyak.


+ambahkan campuran katalis basa dan methanol (metoksida) ke

dalam sampel minyak yang sudah panas (55!A( C) sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.
$anaskan sambil diaduk sampel minyak yang telah dicampur

dengan katalis dan methanol pada temperature 55 C selama B 3 jam.


8anjutkan proses pemanasan dan pengadukan sampel yang sudah

tercampur dengan metoksida dan pertahankan suhunya 55 C selama B A( menit.


/ngkat sampel dan diamkan hingga suhu ruang, kemudian

masukkan ke dalam labu pemisah sambil dikocok. 2iamkan campuran hingga terjadi separi (B @ jam).
#etelah terjadi separasi lakukan pemisahan. 5. 0itung

rendemen

biodiesel

yang

dihasilkan,

termasuk

hasil

sampingnya.
6. 7uatlah laporan yang dilengkapi dengan bagan alir pembuatan

biodiesel dari sampel minyak yang anda lakukan.

I,& HA$IL AN P8MBAHA$AN (&* Men!hitun! Kadar //A

Per9obaan ke:* >../ Minyak =elantah ;


C 33, 4)

Per9obaan ke:) >../ Minyak =elantah C C Per9obaan ke:. >../ Minyak =elantah C C Per9obaan ke: 3 2 4 Rata:rata Kadar //A 33.4) 4?.3) 3?.(A *4&33 3?, (A 4?, 3)

2idapat kadar ../ sebesar 3),@@ yaitu lebih dari 2 jadi menggunakan proses esteri"ikasi terlebih dulu sebelum menuju ke proses transesteri"ikasi. (&) Men!hitun! Katalis

Membuat larutan metoksida yaitu campuran katalis basa ,%0 sebanyak 3> -*- minyak dengan methanol 2(> -*- minyak.
,atalis basa ,%0

C C

D 3@( 3,@ D 3@( 4A

Methanol

C C

(&. Pen9u9ian Biodiesel 7iodiesel dicuci sebanyak 4 kali menggunakan aEuades. Masing! masing pencucian dilakukan dengan menambahkan aEuades yang sudah dipanaskan dengan suhu @( C sebayak 3(( ml yang kemudian dikocok dan didiamkan. $rinsip pengerjaan sama dengan pencucian. /gar pada tahap akhir pemurnian tidak ditemukan bahan pengotor, yang menurunkan kualitas biodiesel. +ujuannya membuang sabun yang terbentuk dan melarutkan metanol sisa reaksi. +ujuan memisahkan biodiesel dari metanol dan gliserol. (&( Proses Pembuatan Biodiesel
$roses satu tahap dapat tidak e"isien karena terbentuknya sabun. #abun terbentuk selama transesteri"ikasi dengan katalis basa,

ketika ion :aF bergabung dengan adanya asam lemak bebas ("ree "atty acids) yang mungkin ada dalam bahan baku
#abun akan mengurangi hasil (yield) karena sabun mengikatkan

methyl ester dengan air. 6katan ester dapat dibersihkan dalam

pencucian, tetapi pemisahan air akan lebih sulit dan meningkatkan konsumsi air.
$roses esteri"ikasi dengan katalis asam sebelum transesteri"ikasi

dengan katalis basa akan mengeliminasi sebagian besar asam lemak bebas. (&- /aktor:<aktor yan! mem=en!aruhi ke9e=atan transesteri<ikasi " 3. #uhu ,ecepatan reaksi secara kuat dipengaruhi oleh temperatur reaksi pada ummnya reaksi ini dapat dijalankan pada suhu mendekati titik didih metanol (A5oC) pada tekanan atmos"er. ,ecepatan reksi akan meningkat sejalan dengan kenaikan temperatur semakin tinggi temperatur berarti semakin banyak yang dapat digunakan oleh reaktan untuk mencapai energi akti-asi. 2. 'aktu reaksi #emakin lama waktu reaksi maka semakin banyak produk yang dihasilkan karena ini akan memberikan kesempatan rektan untuk bertumbukan satu sama lain. :amun setelah kesetimbangan tercapai tambahan waktu reaksi tidak akan mempengaruhi reaksi. $enelitian yang menggunakan lama reaksi 4 jam (/ is., 2((5 ) 4. ,atalis ,atalis ber"ungsi untuk mempercepat reaksi dengan menurunkan energi akti-asi reaksi namun tidak menggeser letak kesetimbangan. +anpa katalis rekasi transesteri"ikasi baru dapat berjalan pada suhu sekitar 25(C. $enambahan katalis bertujuan untuk mempercepat reaksi dan menurunkan kondisi operasi. ,atalis yang dapat digunakan adalah katalis asam, katalis basa ataupu penukar ion. 2engan katalis basa reaksi dapat berjalan pada suhu kamar sedangkan katalis. ?. $engadukan

$ada

reaksi

transesteri"ikasi

reaktan!reaktan

awalnya

membentuk sistim cairan dua "asa. &eaksi dikendalikan oleh di"usi diantara diantara "ase!"ase yang berlangsung lambat. #eiring dengan terbentuknya metil ester ia bertindak sebagai pelarut tunggal yang dipakai bersama oleh reaktan!reaktan dan sistim dengan "ase tunggalpun terbentuk. 2ampak pengadukan ini sangat signi"ikan selama reaksi. #etelah sistim tunggal terbentuk maka pengudukan menjadi tidak lagi mempunyai pengaruh yang signi"ikan terhadap reaksi. $engadukan dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan campuran reaksi yang bagus. $engadukan yang tepat akan mengurangi hambatan antar massa. $engadukan transesteri"ikasi 35(( rpm. 5. $erbandingan reaktan Gariabel penting lain yang mempengaruhi hasil ester adalah rasio molar antara alkohol dan minyak nabati. #toikiometri reaksi transesteri"ikasi memerlukan 3 mol minyak trigliserida memerlukan A mol metanol menggunakan rasio molar alkohol!minyak C 3 1 A. +erlalu banyak alkohol yang dipakai menyebabkan biodiesel mempnyai -iskositas yang rendah dibandingkan -iskositas solar juga akan menurunkan titik nyala (flas point). 0al ini disebabkan karena pengaruh si"at!si"at alkohol yang mudah terbakar. $erbandingan alkohol minyak C 3 1 2,2 (etanol 1 minyak). (&2 Hasil Per9obaan Golume awal ;liserin 7iodiesel yang dihasilkan C 25( ml C 4@ ml C 35H ml

(&> 7ambar Per9obaan

,& K8$IMPULAN

Minyak jelantah sebagai limbah akan menjadi bahan yang berman"aat jika diolah untuk pengunaan yang lain. #alah satunya adalah pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel. Minyak jelantah tanpa pemurnian biasanya mengandung ../ yang cukup tinggi, oleh karena itu dalam proses pembuatan biodiesel kadar ../ tersebut diturunkan terlebih dahulu melalui proses esteri"ikasi. $ada proses esteri"ikasi dilanjutkan dengan proses transesteri"ikasi. 2ari hasil praktikum yang telah dilakukan didapat bahwa biodiesel yang dihasilkan sebanyak 35H ml dengan gliserin 4@ ml. $encucian dilakukan sebanyak tiga kali dengan aEuades masing!masing sebanyak 3(( ml yang telah dipanaskan dengan suhu @(C. #edangkan untuk kadar ../ didapat sebesar 3),@@ yaitu lebih dari 2 jadi menggunakan proses esteri"ikasi terlebih dulu sebelum menuju ke proses transesteri"ikasi. .aktor yang mempengaruhi proses transesteri"ikasi adalah1
1. #uhu 2. 'aktu reaksi 3. ,atalis 4. $engadukan 5. $erbandingan reaktan