Anda di halaman 1dari 7

ANALISIS HUBUNGAN ANTARA DUA VARIABEL KOEFISIEN KORELASI SEDERHANA LAMBDA () Diajukan sebagai salah satu tugas mata

kuliah Metoda Statistik pada Semester IV Tahun Akademik 2012-2013

Analisis Hubungan Antara Dua Variabel Teknik statistik yang digunakan dalam analisis hubungan yang hanya melibatkan dua variabel, salah satunya adalah koefisien korelasi sederhana. Koefisien korelasi sederhana Koefisien korelasi sederhana adalah koefisien korelasi yang digunakan untuk mengukur derajat hubungan dari dua variabel. Salah satu cara untuk mengukur derajat hubungan antara variabel nominal dengan variabel nominal adalah menggunakan rumus koefisien korelasi lambda. Rumus Koefesien Korelasi Lambda () Rumus korelasi lambda(), digunakan pada analisis korelasi sederhana untuk variabel nominal dengan variabel nominal, apabila kolom dan barisnya lebih dari dua. Koefisien korelasi lambda dirumuskan:

a). Lambda simetris, tidak mempersoalkan variabel mana yang dijadikan variabel bebas.

Keterangan : = Koefesien korelasi Lambda

fb = frekuensi terbesar pada baris fk = frekuensi terbesar pada kolom Fb = frekuensi marjinal terbesar pada baris Fk = frekuensi marjinal terbesar pada kolom

n = jumlah data

b). Lambda asimetris, mempersoalkan variabel mana yang tepat menjadi variabel bebas (prediktor).

Keterangan : fi = frekuensi terbesar pada subkelas variabel bebas (independen)

Fd = frekuensi terbesar pada subtotal variabel terikat (dependen) n = jumlah data

Contoh soal Berikut ini diberikan data tentang partisipasi mahasiswa dalam kegiatan

politik dengan jenis media yang paling sering diikutinya.

Pertanyaan : a. Tentukan nilai koefesien korelasi lambda simetris dan asimetris-nya !

b. Apa artinya pada nilai koefisien korelasi lambda simetris ?

Jawab : Dari tabel diatas diketahui : a. 1) fb= frekuensi terbesar pada baris = 32 + 47 = 79 fk= frekuensi terbesar pada kolom = 32 + 26 + 47 = 105 Fb= frekuensi marjinal terbesar pada baris = 71 Fk = frekuensi marjinal terbesar pada kolom = 58 n = jumlah observasi = 140

b. Nilai =0,3642 memberikan arti bahwa antara tingkat partisipasi politik dengan jenis media yang diikuti terdapat hubungan yang rendah atau lemah tapi pasti, artinya bahwa makin tinggi/rendah tingkat partisipasi maka jenis media yang diikuti makin banyak/sedikit.