Anda di halaman 1dari 21

DINAMIKA ROTASI DAN

KESEIMBANGAN
SK 2 BENDA
Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik
sistem kontinu dalam menyelesaikan masalah
KD 2.1
Menformulasikan hubungan antara konsep
torsi, momentum sudut, dan momen inersia,
berdasarkan hukum II Newton serta
penerapannya dalam masalah benda tegar

presented by nuri simarona, st 1


MOMEN GAYA / TORSI
• Momen gaya merupakan gaya yang menyebabkan
sebuah benda mengalami rotasi.
• Besarnya momen gaya tergantung pada besar
gaya yang diberikan dan lengan momen ( yaitu

τ    


τ = F. l = F.r   
presented by nuri simarona, st 2
Perhatikan Beberapa animasi berikut:

presented by nuri simarona, st 3


Momen Inersia
• Momen inersia merupakan ukuran untuk menyatakan besarnya
kecendrungan sebuah benda untuk mempertahankan
keadaannya.
• Momen inersia sebuah benda tergantung jumlah zat dalam
benda (massa benda) dan posisi molekul-molekul benda
penyusunnya.
• Persamaan momen inersia :
Untuk sistem partikel tunggal Untuk sistem banyak
partikel

Untuk benda tegar

presented by nuri simarona, st 4


Momen Inersia Benda Tegar

presented by nuri simarona, st 5


Teorema Sumbu Sejajar

I = Ipm + m.d 2

Pusat massa adalah titik dimana seluruh


massa benda itu dapat
dikonsentrasikan, dan umumnya pusat
massa benda terletak ditengah atau di
presented by nuri simarona, st 6
Simak Beberapa
Percobaan berikut:

presented by nuri simarona, st 7


Hubungan Momen Gaya dengan Percepatan Sudut
Momen gaya menyebabkan benda mengalami percepatan sudut ( ),
perhatikan ilustrasi berikut :
Jika F bekerja, maka benda m akan berotasi
dengan torsi sebesar = r.F, dari hukum II
F Newton F = m.a dengan a = .r, maka

= r.m. .r = m.r2. , diketahui m.r2 = I,


sehingga
r
m = I.
Penyelesaian masalah dinamika rotasi benda tegar untuk berbagai
keadaan dengan hukum II Newton
☺ Untuk sistem benda ☺ Untuk sistem benda yang
yang mengalami gerak mengalami gerak
rotasi berlaku translasi berlaku

presented by nuri simarona, st 8


Energi Kinetik Rotasi
• Untuk benda yang berotasi berlaku
energi kinetik rotasi , yaitu EKrotasi = ½ I.
2
Buktikan persamaan EKrotasi di atas !

Buktikan di sini

Pada dinamika rotasi berlaku juga hukum kekekalan energi mekanik,


dengan energi kinetik sistem, EKsistem = EKtranslasi + EKrotasi

dengan, EKtranslasi = ½ m.v2


Jangan lupa Energi mekanik,
EM = EK + EP presented by nuri simarona, st 9
Momentum Sudut
• Momentum sudut, l suatu partikel (benda titik) yang
berputar terhadap suatu titik (secara vektor)
didefinisikan sebagai : • Arah momentum sudut dapat

L=rxp ditentukan dengan aturan


tangan kanan, yaitu jika kita
dengan,
mengepalkan keempat jari
L = momentum sudut, kgm s 2 -1
kita dari arah r ke arah p,
P = momentum linear, kgms-1 maka ibu jari menunjukkan
r = jarak partikel terhadap poros, m arah L
• Besarnya momentum sudut sebuah titik atau
benda tegar dapat ditentukan dengan
persamaan: L = I. dengan = kecepatan sudut partikel
atau benda tegar, rad/s
presented by nuri simarona, st 10
Hukum Kekekalan Momentum Sudut
• Jika tidak ada momen gaya luar, maka sebuah
partikel atau benda tegar yang berotasi berlaku,
Bentuk umum :
Jadi,
I. = konstan I0. 0 = I.

dengan,
I0 =momentum sudut awal, kgm2

0 = kecepatan sudut awal, rads-1

presented by nuri simarona, st 11


Keseimbangan Benda Tegar
• Keseimbangan dibedakan atas keseimbangan statik ( keseimbangan
ketika benda diam) dan kesetimbangan dinamik (keseimbangan
ketika benda bergerak dengan kecepatan tetap).
• Syarat keseimbangan benda titik.

• Syarat keseimbangan benda tegar.

Strategi menyelesaikan soal-soal keseimbangan benda tegar


• Pilihlah selalu titik pusat momen (poros) di mana banyak bekerja
gaya-gaya yang tidak diketahui tetapi gaya-gaya tersebut tidak
ditanyakan dalam soal sehingga momen gayanya sama dengan nol.
• Jika tepat dalam memilih titik pusat momen (poros), maka soal
dapat diselesaikan cukup dengan syarat = 0.
• Pada keadaan seimbang, momen gaya terhadap titik manapun sama
presented by nuri simarona, st 12
dengan nol.
Soal-soal Contoh
1. Perhatikan gambar berikut tentukan tegangan tiap tali dan
besar gaya F.  


F
M

6. Perhatikan gambar di bawah ini.


Jika batang disandarkan pada dinding
yang licin, maka tentukan koefisien
l
gesekan antara batang dan lantai sesaat
batang akan tergelincir.

wb

presented by nuri simarona, st 13


100 cm
3. Batang homogen berengsel memiliki berat
200 N berada dalam keadaan seimbang,
seperti tampak pada gambar. Hitunglah
besar tegangan tali pendukungnya! 37º

4. Hitung tegangan tali pada sistem 80 cm

yang dalam keadaan seimbang.


200 N
37º 57º

100 N 400 N
2m

5. Sebuah tangga berat 100 N bersandar pada tembok 4m


licin bertumpu pada lantai kasar. Abi yang beratnya
53
400 N berdiri pada tangga (lihat gambar). Jika sistem
seimbang, hitunglah koefisien gesekan antara lantai
dengan tangga di titik A! (sin 53=0,8)

presented by nuri simarona, st 14


Pusat Massa dan Titik Berat
• Pusat massa suatu benda atau sistem merupakan titik dimana gaya yang
bekerja pada titik tersebut menyebabkan benda atau sistem bergerak
translasi murni.
• Jika sebuah sistem terdiri dari n massa masing-masing m1, m2, m3, …,
mndan terletak pada koordinat (x1,y1), (x2,y2), (x3,y3), …, (xn,yn), maka
koordinat (posisi) pusat massa dari sistem ini adalah :

presented by nuri simarona, st 15


Titik Berat Benda homogen berbentuk garis
• Benda berbentuk garis (satu dimensi) adalah benda berbentuk kawat
sehingga berat benda sebanding dengan panjangnya (l). Titik berat benda
homogen berbentuk garis yang beraturan terletak pada sumbu
simetrinya dapat dilihat pada tabel berikut:

Untuk gabungan beberapa benda homogen berbentuk garis, maka koordinat titik
beratnya (x0, y0) dapat dicari dengan persamaan :

presented by nuri simarona, st 16


Titik Berat Benda homogen berbentuk luasan (dimensi dua)
• Benda berbentuk luasan (dua dimensi) adalah benda yang tebalnya dapat
diabaikan sehingga berat benda sebanding dengan luasnya (A). Titik
berat benda homogen berbentuk dimensi dua yang beraturan terletak
pada sumbu simetrinya dapat dilihat pada tabel berikut:

presented by nuri simarona, st 17


Untuk gabungan beberapa benda homogen berbentuk luasan, maka koordinat
titik beratnya (x0, y0) dapat dicari dengan persamaan :

presented by nuri simarona, st 18


Titik Berat Benda homogen berbentuk bangun (tiga dimensi)
• Benda berbentuk bangun (tiga dimensi) adalah benda berbentuk bangun
sehingga berat benda sebanding dengan volumnya (V). Titik berat benda
homogen berbentuk bangun yang beraturan dapat dilihat pada tabel
berikut:

presented by nuri simarona, st 19


Untuk gabungan beberapa benda homogen berbentuk volum, maka koordinat
titik beratnya (x0, y0) dapat dicari dengan persamaan :

SOAL-SOAL CONTOH
Tentukan titik berat benda-benda berikut ini :
e d
b
b a
c
c

c a d

a b

a
a

b
b

presented by nuri simarona, st 20


c
REFERENSI DAN SUMBER SOAL

• Haliday, David, and Robert Resnick. 1985, FISIKA Jilid 1, Jakarta :


Erlangga.
• Kamajaya, Ketut. 2004, FISIKA Untuk SMA Kelas XI semester 2,
Bandung : Grafindo Media Pratama.
• Kanginan, Marthen. 2004, FISIKA Untuk SMA Kelas XI Jilid 2B,
Jakarta : Erlangga.
• Sears, Francis W., and M. W. Zemansky.1994, FISIKA Untuk
Universitas 1, Bandung : Binacipta.
• Surya, Yohanes. 2003, FISIKA ITU MUDAH Jilid 3A, Jakarta : PT.
Bina Sumber Daya MIPA.
• Young, H.D. 1992, University Physic, USA : Addison Wesley
Publishing Company, Inc.

presented by nuri simarona, st 21