Anda di halaman 1dari 8

Surat Perjanjian Nomor _________________

Pada hari ini, _______ tanggal _______bulan_____tahun______, bertempat di ________, kami yang bertanda tangan di bawah ini : PT. KARYA MITRA NUGRAHA Dalam hal ini diwakili oleh : Permadi Setiakusuma, selaku Direktur Utama, yang berkedudukan di Jalan Veteran No. 39 Semarang, sebagai PENGGUNA BARANG/JASA dan selanjutnya dalam Surat Perjanjian disebut sebagai Pihak Pertama. PT._____________________ Dalam hal ini diwakili oleh : _______________________, selaku ______________ Berkedudukan _______________________________, sebagai PENYEDIA BARANG/JASA, dan selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua. Penjual dan Pembeli secara secara sendiri-sendiri disebut sebagai Pihak dan secara bersama-sama disebut sebagai Para Pihak. Menerangkan : 1. Pihak Pertama adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang Fabrikasi yang memproduksi Tower PLN, Telekomunikasi, Konstruksi Baja, Hot Dip Galvanizing 2. Pembeli adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang usaha _____________ 3. Pembeli bermaksud untuk ______________________________________________ 4. Penjual setuju untuk melakukan penyediaan material tower sesuai dengan spesifikasi yang disepakati oleh Para Pihak Para Pihak dengan ini menyetujui sebagai berikut : Pasal 1 Syarat-Syarat Umum Perjanjian Pengertian dan keterangan yang digunakan dalam perjanjian ini antara lain

1. Kontrak perjanjian adalah suatu kondisi dari perjanjian dan lampiran tambahan, harga dan spesifikasi yang disetujui oleh Para Pihak.

2. Pengertian Harga Kontrak adalah spesifikasi harga dan nilai mata uang yang digunakan adalah IDR (Indonesia Rupiah) seperti yang ditentukan pada Pasal 3 3. Hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan dibicarakan secara langsung dan akan diatur dalam perjanjian tambahan atau addendum

Pasal 2 Kontrak Material Yang Harus Dipenuhi 1. Penjual setuju untuk menjual dan menyerahkan kepada pembeli dan pembeli setuju untuk membayar dan menerima sesuai dengan kesepakatan yang diatur dalam perjanjian ini. 2. Uraian dan spesifikasi dari perjanjian ini sesuai dengan lampiran. Pasal 3 Harga 1. Harga dari perjanjian ini adalah sebesar Rp. 15.986.326.400,- (lima belas milyar sembilan ratus delapan puluh enam juta tiga ratus dua puluh enam ribu empat ratus rupiah), sesuai Nomor Purchase Order (PO) 040/Laskol.3/Kons.BRC-CBP/VII/2012. Harga sudah termasuk PPN (Pajak Pertambahan Nilai), serta Franco Pabrik PT. Kurnia Adijaya Mandiri 2. Harga sebagaimana ayat 1(satu) mengacu pada kesepakatan Para Pihak mengenai harga per kg (kilogram) sebesar Rp. 16.000,- (enam belas ribu rupiah) dan volume total keseluruhan dicantumkan di Purchase Order (PO) yang akan diterbitkan kemudian sebagai kesatuan dari kontrak ini. 3. Harga per kg (kilogram) yang disepakati Para Pihak sudah termasuk : Mur Baut dan Lock Nut Anti Climbing Number Plate dan Danger Plate Earthing Device (tidak termasuk kabel BC/GSW dan Schoen) Pasal 4 Syarat Syarat Pembayaran 1. Pihak Pembeli akan memberikan uang muka kepada Pihak Penjual sebesar 15 % dari besaran nilai kontrak yang sudah disepakati oleh Para Pihak, yang dibayarkan melalui telegraphic transfer (T/T) dalam waktu 2 (dua) minggu setelah invoice diterima oleh Pembeli.

2. Untuk pembayaran sebesar 85 % akan dibayarkan lunas melalui SKBDN ( Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri) yang diterbitkan oleh Bank Devisa

Swasta/Pemerintah berjangka waktu 3 (tiga) bulan, dengan nominal setara dengan tower yang akan diambil selambat-lambatnya ___ 7 (tujuh) hari setelah Pihak Pembeli menerima Surat Tagihan/Invoice dari Pihak Penjual dan sebelum pengambilan tower sebagaimana dimaksud Pasal 11 ayat 4 perjanjian ini. 3. Rekening pembayaran PT. Kurnia Adijaya Mandiri : Bank Mandiri Cabang Pahlawan Semarang No Rekening : 136-000 480 35 88 Atas Nama : PT. Kurnia Adijaya Mandiri

Pihak Pembeli : Bank ______________ No Rekening : _______________ Atas Nama : _______________

4. Biaya yang timbul akibat pemindahan dana akan menjadi tanggung jawab Pihak Pembeli 5. Apabila terjadi selisih pembayaran dari Nilai Kontrak antara harga berdasarkan perhitungan aktual pekerjaan dengan jumlah pembayaran yang telah diterima oleh Pihak Penjual, maka Pihak Penjual wajib mengembalikan selisih kelebihan tersebut melalui telegraphic transfer (T/T) ke rekening Pihak Pembeli, demikian pula apabila terjadi kekurangan bayar maka Pihak Pembeli wajib membayar kekurangan tersebut kepada Pihak Penjual melalui telegraphic transfer (T/T) ke rekening Pihak Penjual. Pasal 5 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan 1. Pihak Penjual mulai memproduksi tower setelah Pihak Pembeli menyerahkan : a. Gambar Schedule yang telah disetujui oleh PLN dan final, b. Purchase Order (PO) c. Uang muka dan telah diterima oleh Pihak Penjual 2. Pihak Penjual akan memberitahukan kepada Pihak Pembeli mengenai barang yang sudah selesai produksi dengan disertai Surat Tagihan/Invoice. 3. Jadwal pengambilan material akan diberikan oleh Pihak Pembeli kepada Pihak Penjual dan telah disepakati bersama yaitu terhitung hari kerja. 4. Pengambilan dapat dilakukan partially/sebagian sesuai jadwal yang diberikan oleh Pihak Pembeli.

5. Setiap pengambilan material tower dilampiri dengan BAST (Berita Acara Serah Terima) dan Check List Material yang ditandatangani Para Pihak sebagai bukti bahwa seluruh kewajiban Pihak Pertama telah selesai dilaksanakan. 6. Setelah tower dibawa oleh Pihak Pembeli keluar dari lokasi gudang Pihak Penjual, apabila terjadi kekurangan atau kehilangan bukan menjadi tanggung jawab Pihak Penjual, kecuali kekurangan tersebut terbukti disebabkan kesalahan pabrikasi Pihak Penjual. Pasal 6 Pekerjaan Tambah Kurang Bilamana terjadi perubahan Purchase Order (PO) berupa pengurangan atau perubahan tipe tower karena permintaan dari Pihak Pembeli dan material sudah dibeli dan tower sudah diproduksi oleh Pihak Penjual, maka Pihak Pembeli tetap harus membayar atas harga barang tersebut. Pasal 7 Kewajiban Dan Hak Pihak Penjual 1. Pihak Penjual berkewajiban menyediakan seluruh material yang dibutuhkan oleh Pihak Pembeli sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati, kecuali material tidak tersedia di pasaran atau di Indonesia 2. Dalam hal sebagian material tidak tersedia dan tidak diproduksi di pasaran atau pabrik besi di Indonesia, Pihak Penjual akan memberitahukan kepada Pihak Pembeli. 3. Bilamana terjadi import yang berpengaruh pada perubahan nilai kontrak akan dinegosiasikan dengan Pihak Pembeli, hasil negosiasi akan dicantumkan dalam perjanjian tambahan dan menjadi satu bagian dari perjanjian ini. 4. Pihak Penjual berhak untuk menerima pembayaran sesuai yang diatur dalam perjanjian ini 5. Pihak Penjual berhak untuk meminta dan menerima salinan copy Kontrak Utama Pihak Pembeli dengan PLN sebagai lampiran dari kontrak ini. Pasal 8 Kewajiban Dan Hak Pihak Pembeli 1. Pihak Pembeli berkewajiban untuk memastikan pembayaran kepada Pihak Penjual sesuai yang diatur dalam perjanjian ini 2. Pihak Pembeli berkewajiban untuk memberitahukan jadwal pengambilan barang kepada Pihak Penjual

3. Pihak Pembeli berhak untuk menerima barang yang dibutuhkan sesuai dengan spesifikasi yang disetujui oleh Para Pihak Pasal 9 Beban Biaya 1. Segala beban biaya yang timbul dari pelaksanaan perjanjian ini seperti PPN (Pajak Pertambahan Nilai), PPH (Pajak Penghasilan) akan menjadi tanggung jawab masing-masing pihak, kecuali ditentukan lain oleh Para Pihak. 2. Test Laboratorium Besi Material dan Factory Acceptance Test (FAT) akan menjadi tanggung jawab kepada Pihak Penjual. 3. Untuk Tim Pemeriksa atau Surveyor yang berasal dari PLN dan instansi lainnya akan menjadi tanggung jawab Pihak Pembeli Pasal 10 Tanggung Jawab Para Pihak 1. Apabila pada saat erection tower di lapangan terjadi ketidaksesuaian dengan gambar yang telah disetujui selama : a. Bukan merupakan kesalahan dari Tim Erektor b. Bukan merupakan kesalahan dari Tim Sipil Pengecoran Pondasi Akan menjadi tanggung jawab dari Pihak Penjual dengan penggantian material yang tidak sesuai 2. Apabila ketidaksesuaian tersebut disebabkan oleh : a. Kesalahan dari Tim Erektor b. Kesalahan dari Tim Sipil Pengecoran Pondasi c. Kesalahan metode penyimpanan di gudang Pihak Pembeli yang berakibat seperti barang menjadi bengkok atau hilang. Akan menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari Pihak Pembeli. Pasal 11 Denda 1. Apabila terjadi pembayaran terlambat maka Pihak Penjual akan memberikan surat pemberitahuan keterlambatan tersebut dan barang material tower tidak bisa diambil, dan bila tidak mendapat tanggapan dari Pihak Pembeli maka Pihak Penjual akan memberikan surat peringatan pembayaran 2. Bila surat peringatan pembayaran tidak mendapat tanggapan maka Pihak Penjual akan mengenakan denda kepada Pihak Pembeli sebesar 0,1% (sepersepuluh

persen) dari Total Nilai Barang untuk setiap hari keterlambatan pembayaran, tanpa batas maksimun denda. 3. Barang yang sudah jadi pelaksanaan dan belum diambil oleh Pihak Pembeli yang tidak disebabkan karena faktor force majeure lebih dari satu minggu akan diberitahukan oleh Pihak Penjual. 4. Apabila setelah tiga bulan setelah SKBDN (Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri) cair barang tersebut tidak diambil setelah ada pemberitahuan maka Pihak Pembeli akan dikenakan biaya tambahan berupa sewa gudang yang nilai sewa ditentukan oleh Pihak Penjual. 5. Para Pihak setuju untuk tidak mengesampingkan ketentuan Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dalam hal pembatalan atau pengakhiran perjanjian ini. Pasal 12 Force Majeure 1. Para Pihak dibebaskan dari tanggung jawab atas sesuatu kelambatan atau kegagalan dari pelaksanaan kewajiban berdasarkan perjanjian ini yang disebabkan oleh kejadian atau hal-hal lain yang berada di luar kekuasaan Para Pihak yang lazimnya disebut Force Majeure 2. Kejadian tersebut termasuk, tetapi tidak terbatas kepada, satu atau lebih dari berikut: gempa bumi, banjir, epidemi, huru-hara, pemogokan, perselisihan perburuhan, karantina dan peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang langsung berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan dalam perjanjian ini 3. Masing-masing Pihak tidak akan bertanggung jawab dan tidak dapat menuntut ganti rugi kepada Pihak lainnya atas kegagalan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam perjanjian ini apabila kegagalan tersebut disebabkan oleh terjadinya Keadaan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 (dua) perjanjian ini dan Pihak tersebut telah menggunakan segala upaya terbaik untuk menanggulangi penyebab atau perisitiwa tersebut 4. Pihak yang mengalami Keadaan tersebut harus segera memberitahukan Pihak lainnya secara lisan dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam dan diikuti dengan pemberitahuan tertulis selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender setelah kejadian Keadaan tersebut. Pasal 13 Informasi Rahasia dan Kerahasiaan

1. Yang dimaksud dengan Informasi Rahasia di dalam dan untuk keperluan Kontrak adalah setiap informasi, data, dokumen atau material lain dalam bentuk dan sifat apapun yang diperoleh atau diterima oleh Pihak yang menerima dari Pihak yang mengungkapkan, Mengungkapkan yang sebagai ditentukan rahasia atau atau diindentifikasi hak milik oleh Pihak Pihak yang Yang

intelektual

Mengungkapkan atau yang secara wajar dianggap rahasia atau sebagai hak milik intelektual Pihak yang Mengungkapkan. 2. Pihak Penerima wajib menjaga dan melindungi keamanan dan kerahasiaan Informasi Rahasia dan tidak akan mengungkapkannya kepada pihak manapun, kecuali diatur lain dalam Kontrak. 3. Ketentuan dalam Pasal ini tetap berlaku walaupun Kontrak berakhir, kecuali ditentukan lain oleh Para Pihak. Pasal 14 Perselisihan 1. Perjanjian ini tunduk dan diinterpretasikan berdasarkan ketentuan hukum peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia 2. Dalam hal timbul perselisihan sehubungan dengan Perjanjian ini, Para Pihak akan menyelesaikannya melalui musyawarah untuk mufakat 3. Apabila penyelesaian dengan cara musyawarah tidak tercapai, maka Para Pihak dengan ini setuju untuk menyelesaikannya dengan memilih domisili hukum yang sah dan tidak berubah di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Semarang. Pasal 15 Lain-Lain 1. Tanggung jawab dari perjanjian tidak dapat dipindahkan secara keseluruhan atau sebagian tanpa adanya persetujuan dari Para Pihak 2. Setiap perubahan dari kontrak dapat diterima jika mendapat persetujuan dan ditanda tangani oleh Para Pihak 3. Penandatanganan PO (Purchase Order) turunan akan diwakili oleh GM (General Manager) PT. Kurnia Adijaya Mandiri. Perjanjian ini akan berlaku setelah ditandatangani oleh Para Pihak. Demikian surat perjanjian ini dibuat dalam 3 (tiga) 2 (dua) rangkap asli dan masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama, 1 (satu) rangkap untuk PIHAK PENJUAL dan 2

(dua) 1 (satu) rangkap untuk PIHAK PEMBELI ditandatangani oleh Para Pihak di atas meterai Rp. 6000,- (enam ribu rupiah).

Semarang, ___________2012 PIHAK PENJUAL PT. KURNIA ADIJAYA MANDIRI PIHAK PEMBELI KSO PT. BINTANG REJEKI CEMERLANG PT. CITRA BAKTI PERSADA

____________________ PRESIDENT DIREKTUR

________________________ KETUA