Anda di halaman 1dari 5

KESEIMBANGAN ELEKTROLIT

KESEIMBANGAN ELEKTROLIT Elektrolit tdd anion dan kation. Anion: Kation: Clorida Natrium Sulfat Kalium Fosfat Kalsium Bicarbonat Magnesium Fungsi Elektrolit: 1. Pengaturan distribusi air 2. Pengaturan keseimbangan asba 3. Mempertahankan tk keseimbangan aktivitas neuromuskuler PENGATURAN ELEKTROLIT KATION Kation utama di dlm cairan intra & ekstra sel adl natrium, kalium, calsium & magnesium Pengaturan Natrium Natrium mrp kation terbanyak di dlm ekstrasel. Fungsi natrium, al: 1. Mempertahankan keseimbangan air 2. Mentransmisi impuls saraf, kontraksi otot 3. Pompa sodium potasium Kadar normal Natrium 135 145 mEq/L Kadar ini diatur o/: asupan garam, aldosteron & ekskresi urin. Sbr Na + : gram dapur, daging, makanan kaleng Pengaturan Kalium K + mrp kation utama di intrasel yg mengatur eksitabilitas neuromuskuler & kontraksi otot. Fungsinya al: 1. Mengatur keseimbangan asam basa 2. Pengaturan aktivitas enzim & isi cairan dlm sel 3. Metabolisme protein & karbohidrat Kadar normal K + serum : 3,5 5,3 mEq/L Sbr berasal dari gandum, buah2an, sayuran, kacang2an, pisang, tomat Pengaturan Kalsium Fungsi Ca 2+ al: 1. Integritas & struktur membran sel 2. Konduksi jantung yg adekuat 3. Koagulasi darah 4. Pertumbuhan & pembentukan tulang 5. Relaxasi otot Kadar ormal: 4-5 mEq/L

Kalsium di dlm c. ekstrasel diatur mll kerja kelenjar paratyroid & tyroid. H. paratyroid mengontrol keseimbangan kalsium tulang, absorbsi kalsium di gastrointestinal & ekskresi Ca2+ di ginjal.Tirokalsitonin dari kelenj.tyroid berperan dlm menghambat pelepasan kalsium tulang. Regulasi Calsium: Calsium

Kelenjar paratyroid me sekresi PTH

Hormon paratyroid me

Merangsang aktivitas tulang unt.mengeluarkan Ca +

Calsium tulang dalam darah

Tubulus ginjal & intestinal me reabsorbsi calsium Pengaturan Magnesium Mg 2+ mrp kation penting ke 2 di dlm intrasel. Berguna untuk: 1. Aktivitas enzim 2. Penting untuk metabolisme karbohidrat dan protein 3. Eksitabilitas otot Kadar normal Mg 2+ : 1,5 2,5 mEq/L Sumber: sayuran, kacang-kacangan, ikan ANION Anion utama adl klorida, bicarbonat, fosfat. Anion ini mempengaruhi keseimbangan & fungsi cairan, elektrolit & asam basa. Pengaturan clorida ( Cl -) Merupakan anion terbesar di ekstraseluler.Clorida ditemukan di dlm cairan ekstra & intra sel. Keseimbangan dipertahankan mll asupan mkn, ekskresi serta reabsorbsi renal. Klorida ditur o/: ginjal. Kadar normal 100-106 mEg/L Fungsi Clorida: 1. Mempertahankan tekanan osmotik darah

2. Keseimbangan asba 3. Sebagai sistem buffer 4. Produksi asam hidroklorid dalam lambung Pengaturan bicarbonat (HCO3-) HCO3- adl bufer kimia yg utama di dlm tubuh. Ion ini ditemukan dlm cairan intra & ekstrasel. HCO3- diatur mll ginjal. Ion ini penting dlm st. bufer asam karbonat-bicarbonat yg sangat penting dlm keseimbangan asam basa. Kadar normal HCO3-: 22-26 mEq/L (arteri) 24-30 mEq/L (vena) diukur mll kandungan CO2. Jika tubuh memerlukan lebih banyak basa, ginjal akan mereabsorbsi bicarbonat lebih banyak & HCO3- tersebut akan dikembalikan ke dlm c. ekstrasel. Pengaturan Fosfat (PO3-) Mrp anion bufer dlm cairan intra & ekstrasel. Fosfat & kalsium membantu mengembangkan & memelihara tulang & gigi. Fungsi fosfat al: 1. Meningkatkan kerja neuromuskuler normal 2. Partisipasi dlm metabolisme karbohidrat 3. Membantu pengaturan asam basa Kadar normal fosfat serum: 2,5 - 4,5 mEq/L Konsentrasi fosfat diatur o/: ginjal, h. paratyroid, vit.D. Fosfat scr normal diabsorbsi mll sal. Gastrointestinal. Kalsium & fosfat berbanding terbalik scr proporsional. KESEIMBANGAN ASAM BASA Hal ini tjd ketika produksi sama dengan ekskresi asam basa. Keseimbangan ini menghasilkan stabilnya konsentrasi ion H+ yg dinyatakan sbg PH. PH normal: 7,35-7,45 Jenis2 regulator asam basa di dlm tubuh mrp st. bufer kimia,biologis,fisiologis. Bufer adl substansi yg dpt mengabsorbsi atau melepaskan ion2 hidrogen unt. memperbaiki ketidakseimbangan asam basa. Untuk mengukur keseimbangan asam basa adl PH Asidosis = kondisi dimana terdapat kelebihan ion hidrogen dlm ECF shg PH < 7,35 Alkalosis = kondisi dimana terdapat kehilangan ion hidrogen dalam ECF shg PH > 7,45 Normal PH diatur oleh homeostatis ion hydrogen 1. Buffer sistem a. Sistem buffer asam karbonat sodium bikarbonat b. Sistem buffer phospat c. Sistem buffer protein d. Mekanisme respirasi 2. Mekanisme ginjal Sistem buffer asam karbonat sodium bikarbonat Merupakan sistem buffer terpenting !! Disebut juga buffer kimia.

Untuk mencapai keseimbangan asam basa, HARUS dicapai nilai perbandingan asam karbonat (H2CO3) dg basa bicarbonat (HCO3) yaitu 1 : 20 Sistem buffer phospat Garam phospat dibentuk di ginjal dg perubahan ion sodium dari ion hidrogen yg dikonversi dari basa sodium phospat (Na2HPO4) menjadi asam sodium phospat (NaH2PO4) Sistem buffer protein Protein plasma dan hemoglobin dapat berikatan dengan ion hidrogen. Hal ini dapat meminimalkan perubahan PH. Sistem buffer protein juga disebut sbg bufer kimia. Mekanisme respirasi Mrp pengaturan fisiologis Jika ion H + berubah maka paru2 bereaksi mengubah frekuensi & kedalaman pernapasan. Pd alkalosis, frekuensi napas turun shg CO2 dpt dipertahankan. CO2 ini berkombinasi dg H2O mjd H2CO3- yg membantu komponen asam. Pada asidosis, frekuensi napas naik shg ekskresi CO2 banyak. CO2 yg berkombinasi dg H2O sedikit & asam karbonat yg dihasilkannyapun sedikit Mekanisme ginjal Mrp pengaturan fisiologis. Ginjal menggunakan 3 mekanisme unt.mengatur ion Hidrogen 1. Mengabsorbsi bicarbonat slm tjd asidosis & mengekskresi bicarbonat slm tjd alkalosis 2. Menggunakan ion Fosfat unt. Membawa ion hidrogen dg mengekskresikan asam fosfat & membentuk asam basa 3. Mengubah asam amino menjadi amonium dg mengikatkannya pada sebuah ion hidrogen Pengaturan Kimia Bufer kimia yg paling byk di dlm ekstrasel adl sistem bufer asam karbonat-bicarbonat.Mrp st bufer tercepat.

CO2 + H2O H2CO3 H+ + HCO3(Karbon Dioksida) (Air) (As. Karbonat) (Hidrogen) (Bicarbonat)

Ekskresi CO2 dikendalikan oleh paru2 sedangkan ekskresi H+ & HCO3- dikendalikan ginjal. Sistem bufer yg ke 2 adl protein plasma (albumin,fibrinogen,protrombin), gama globulin. Protein ini dpt melepaskan atau berikatan dg ion H+ unt memperbaiki asidosis atau alkalosis Pengaturan biologis Tjd bufer biologis jk ion H+ diabsorbsi atau dilepaskan oleh sel2 tubuh. H+ memiliki muatan & hrs ditukar dg juga. Yg sering digunakan adl kalium. Bufer biologis yg ke 2 adl sistem hemoglobin-oksihemoglobin. H2CO3- H+ + HCO3Ion H+ terikat pd Hb. Ion HCO3- melakukan bufer dg menukarnya dg Cl- yg berada di ekstrasel. Pengaturan fisiologis Pengaturan fisiologis tjd di paru2 dan ginjal Paru-paru Jika ion H + berubah maka paru2 bereaksi mengubah frekuensi & kedalaman pernapasan. Pd alkalosis, frekuensi napas turun shg CO2 dpt dipertahankan. CO2 ini berkombinasi dg H2O mjd H2CO3- yg membantu komponen asam. Pada asidosis, frekuensi napas naik shg ekskresi CO2 banyak. CO2 yg berkombinasi dg H2O sedikit & asam karbonat yg dihasilkannyapun sedikit Ginjal Ginjal menggunakan 3 mekanisme unt. Mengatur ion Hidrogen

1. Mengabsorbsi bicarbonat slm tjd asidosis & mengekskresi bicarbonat slm tjd alkalosis 2. Menggunakan ion Fosfat unt. Membawa ion hidrogen dg mengekskresikan asam fosfat & membentuk asam basa 3. Mengubah asam amino menjadi amonium dg mengikatkannya pada sebuah ion hidrogen