Anda di halaman 1dari 3

Tantangan Global Umat Islam -seperti yang dijelaskan sebelumnya - sebagian telah kehilangan identitasnya,dalam berbagai hal kaum

muslimin dengan non muslim sulit terlihat adanya perbedaan. Sebagaicontoh kita bisa melihat para muslimah saat ini, mereka mengenakan pakaian yang serba minim,mencontoh kebudayaan barat yang notabene tidak sesuai dengan syariat islam. Kaum prianya sudah tidak malu menggoda kaum muslimah di jalan, atau mudah m e l e c e h k a n m e r e k a d a l a m h a l keseharian. Para anak mudanyaS e l a i n i t u , a d a n ya s i f a t i n d i v i d u a l i s m e ya n g m e r u p a k a n h a s i l d a r i m a t e r i a l i s m e telahmengakar pada diri umat islam. Muslim kini tidak lagi memikirkan n a s i b m u s l i m l a i n , y a n g dipikirkan hanyalah dirinya sendiri. Padahal Rasulullah saw telah menitipkan pesan kepada kita bahwa umat islam itu laksana satu tubuh. Satu bagian mengokohkan bagian lainnya, jika salah satuada yang sakit maka tubuh yang lain pun merasa sakit. Dari individualistik tersebut kemudianmuncul nasionalisme, jika umat islam yang dulu bersatu dalam naungan Khilafah Islamiyah, kiniumat islam terbagi-bagi dalam sekat negara bangsa yang lemah.Bukan hanya itu, pemikiran dan hukum yang diterapkan sudah terbaratkan (westernisasi)contohnya saja seorang muslim berpendapat bahwa quran diragukan orisinalitasnya, mengkritisidalil-dalil qat'i yang ada pada alquran, dan bahkan mengubah hukum yang bersifat qat'i dalam alquran, padahal keyakinan terhadap al Quran merupakan pemikiran yang asasi dalam islam.Dalam hukum, kaum muslimin menjadikan peraturan barat(sekuler-kapitalis), yang notabenet i d a k s e s u a i dengan islam, sebagai standar hukum yang diterapkan dalam kehidupan. Menapad e m i k i a n ? K a r e n a s u d a h h i l a n g d a l a m b e n a k k a u m m u s l i m i n b a h w a s a n y a i s l a m m e m i l i k i seperangakat aturan dalam kehidupan yang menjadi solusi dalam berbaga i masalah kehidupan.Mereka tidak lagi berpijak pada alquran dan assunah, karena mereka pikir alquran dan assunahsudah tidak relevan lagi bagi kehidupan pada saat ini.Bahkan dalam akademisi, hilangnya kesadaran ideologis dalam perkajian ilmu pengetahuan,mempelajari ilmu pengetahuan seolah-olah bukan mempelajari hakekat adanya pencipta, namun justru menjadikan mereka jauh dari Sang Pencipta (sekuler). Hal ini karena hegemoni peradabanBarat yang sekuler-kapitalis ke dunia global, termasuk negeri-negeri islam. Disamping itu, banyak para sarjana-sarjana muslim belum mampu memberikan solusi bagi kehidupan umat islam, bahkansebagian diantaranya merusak kaidah-kaidah hukum yang berlaku dalam islam. Inilah beberapa t a n t a n g a n yang dihapi umat islam pada saat ini diman a cara berpikir barat t e l a h m e r u s a k , mendominasi, dan menggantikan kaidah berpikir kaum muslimin.Secara garis besar tantangan umat islam pada masa kini sebagai berikut :1 . S e k u l a r i s a s i 2 . D e k o n s t r u k s i A q i d a h d a n S ya r i a h 3 . K r i s t e n i s a s i 4 . K a p i t a l i s m e d i b i d a n g ekonomi5 . D o m i n a s i m e d i a b a r a

Kapitalisme telah memberikan ketimpangan antara negara -negara maju dan negara-negarad u n i a k e t i g a , a n t a r a ya n g k a ya d a n ya n g m i s k i n . A k i b a t kapitalisme ini, dunia dikuasai olehkekuatan negara maju dengan m e l a k u k a n i n v a s i e k o n o m i m e l a l u i b e r b a g a i l e m b a g a k e u n g a n , misalnya IMF. Di Indonesia saja utang luar negerinya mencapai angka 150 dollar AS, lewat jalur inilah negeri-negeri muslim dijerat. Pencabutan subsidi BBM, listrik, air bahkan Privatisasi Sumber Daya Alam pun dilakukan secara besar-besaran demi memenuhi penjajah ekonomi tersebut. 35 Sekarang, Kapitalisme sedang mengalami krisis yang diakibatkan oleh jual beli saham diAmerika namun memiliki efek domino bagi ekonomi dunia, sehingga merembet menjadi krisisekonomi global yang mengancam dunia dan mengakibatkan PHK besar-besaran di berbagai negaradunia. Krisis tersebut bukan hanya terjadi pada saat ini, namun berulang tiada henti sejak tahun 1923, 1930, 1940, 1970, 1980, 1990, dan 1998-2001. 36 J e l a s n ya s i s t e m e k o n o m i k a p i t a l i s t e l a h m e r u s a k d u n i a d a n u m a t i s l a m . M a k a d a r i i t u diperlukan sistem ekonomi yang dapat menjawab tantangan global. Islam sebagai aturan hidupmemiliki seperangkat sistem ekonomi yang mengatur kehidupan masyarakat. Sistem Ekonomi I s l a m s e c a r a k o m p r e h e n s i f terdiri dari : Mata uang berdasarkan emas/perak, bebas riba, dan b e r t u m p u p a d a s e k t o r r i i l . S i s t e m e k o n o m i I s l a m s e l a l u m e n o m o r s a t u k a n k e b u t u h a n d a n pemberdayaan masyarakat secara riil bukan pertumbuhann ekonomi saja-, selain itu dalam sistemekonomi islam , individu tidak boleh menguasai wilayah publik, karena merupakan barang milik rakyat yang seharusnya digunakan, diatur, dan dikelola untuk rakyat. 37 5. Dominasi Media Barat M e d i a ya n g m e r u p a k a n s a r a n a u n t u k m e n ya m p a i k a n i n f o r m a s i p u n d i d o m i n a s i o l e h kepentingan barat. Fakta menunjukan bahwa sumber berita internasional dikuasai oleh yahudi. DanIronisnya kaum muslimin berkiblat dan mengambil informasi dai mereka. Reuters, AssociatedPress, ABC, CNN, dan BBC merupakan sumber yang paling sering dipakai. Opini-opini tentangteroris di sematkan kepada islam, namun amerika yang teroris yang sebenarya tidak pernah di sebut.Bukan hanya itu, proses kristenisasi pun terjadi melalui film, kartun, dan kainnya yang bernafaskan agama kristen pun ditayangkan di media massa kita. Ujungnya, opini umum yangterbentuk di dalam benak kaum muslimin didominasi dan disajikan sesuai dengan sudut pandangBarat, ideologi Kapitalisme -sekular. Akhirnya, terbentuklah pandangan miring dikalangan umat 35 Muhammad Rahmat Kurnia, Menjadi Pembela Islam, (Bogor: Al Azhar Press, 2005), cet.5 hal.13336 Akhir Ekonomi Kapitalis, Majalah Al Waie Desember 200837 Sistem Keuangan Islam Global, Majalah Al Waie Desember 2008, hal 14-15

Islam terhadap Islam yang dianutnya; seperti sebutan fu ndamentalisme, ekstrimis, militan dansebagainya. 38 Media kita pun tidak segan-segan memperkenalkan budaya barat kepada generasi muslim.Dengan mudah kita dapat menemukan tayangan yang mempertontonkan aurat

wanita, budaya sex bebas, pergaulan bebas , Hedoni sme dan sebagainya. Media kita tidak mendidik para generasimuslim menjadi generasi yang kuat dan handal, namun mengajarkan mereka kesenangan duniasemata. Selain itu, anak -anak diajarkan materialis dengan adanya tayangan seperti Mama Mia. Akibatnya, kita dapat melihat generasi muslim saat ini loyo, dan tidak berkualitas. BAB IIIPenutup Kemerosotan Umat Islam yang begitu berat ini tidak lain merupakan akibat dari jauhnyak a u m m u s l i m i n t e r h a d a p s i s t e m I s l a m y a n g t e l a h d i j a l a n k a n o l e h N a b i S a w k e t i k a b e l i a u mendirikan Negara Madinah. Islam telah dilupakan bahkan dianggap tidak relevan lagi bagi kaummuslimin. Sejak hancurnya Khilafah Islamiyah yang digantikan oleh sistem sekular ini, umat islam p e r l a h a n - l a h a n terperosot dalam jebakan barat, yakni rusaknya akidah, m oral, a k h l a k d a n sebagainya.Islam saat ini tidak diemban lagi sebagai dasar negara, sehingga kesan Islam yang utuh dan 38 Muhammad Rahmat Kurnia, op. cit. hal 137

komperehensif tidak pernah terlihat. Umat Islam tidak lagi bersatu d a l a m D a u l a h I s l a m ya n g memberikan perlindungan seutuhnya kepada kaum muslimin. Umat Islam terpecah-belah menjadinegara-negara yang tidak memiliki kekuatan dan di dominasi oleh barat.Solusi satu-satunya untuk berbagai masalah ini adalah mengembalikan Islam sebagai sistemhidup yang mengatur kehidupan kita, baik dalam individu, masyarakat, dan negara.

Daftar PustakaAbdurrahman, Hafidz. Diskursus Islam Politik dan Spiritual. Bogor: Al Azhar Press. 2007Arif, Syamsudin. Orientalis dan Diabolisme Pemikiran. Jakarta: Gema Insani Press. 2008Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia cet.1988Djamaris, Zainal A. Islam : Aqidah dan Syariah I. Jakarta: Raja Grafindo Persada.1996Gauhar, Altar. Tantangan Islam, Cet 2. Bandung: Pustaka. 1995.H u s a i n i , Adian. Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoi Kristen ke Dominasi S e k u l a r L i b e r a l . Jakarta: GIP. 2005