Anda di halaman 1dari 33

MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER (PSPD) ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN RS DR. HASAN SADIKIN BANDUNG 2012

MODUL VARISELA RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Keluhan utama : beruntus-beruntus kemerahan / beruntus-beruntus berisi cairan jernih yang terasa gatal pada seluruh tubuh - sejak kapan timbul kelainan kulit ? - keluhan subyektif yang timbul : gatal ? - lokasi pertama kali timbul ? - perubahan kulit : eritempapula eritem vesikel pustula krusta erosi ekskoriasi ? - adakah rasa perih dalam mulut ? (sariawan) - gejala prodormal : sakit kepala / demam / malaise ? FAKTOR PENCETUS - Stress fisik - Penyakit kronis - Keganasan - Penggunaan obat-obat sitostatika SUMBER PENULARAN Pasien cacar air di lingkungan pasien KOMPLIKASI YANG TERJADI - Infeksi sekunder (impetigo, furunkel, selulitis dll) - pada mata : konjungtivitis, ulkus cornea - meningitis / ensefalitis - pneumonia - otitis media DIAGNOSIS BANDING Eritema neonatorum ,insect bite bila lesi : Papula eritem Miliaria kristalina,insect bite bila lesi : vesikel Impetigo bila ada infeksi sekunder

5.

6.

7. 8.

9. 10. 11.

RIWAYAT PENGOBATAN 13. - Sudah diobati : sendiri / bidan / paramedik / sinshe / dokter - Obat-obat yang digunakan : topikal / sistemik -Hasil pengobatan : membaik / tetap / memburuk PEMERIKSAAN FISIK 14. Terangkan dan minta ijin kepada pasien mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan 15. Pasien ditempatkan di ruangan / tempat yang cukup terang. Pemeriksa berada di sisi kanan bila pasien berbaring 16. Persilakan pasien membuka baju, perhatikan ekspresi pasien tampak sakit ringan / sedang / berat STATUS GENERALIS 17. Tanda vital Mata : konjungtiva eritem, vesikel ? Mukosa mulut : eritem, vesikel, ulkus Pembesaran KGB regional regional STATUS DERMATOLOGICUS 18. Distribusi lesi : Periksa seluruh permukaan kulit untuk menentukan distribusinya generalisata / universalis Ad regio ( AR/ sentripetal) Hampir seluruh tubuh / seluruh tubuh (termasuk lesi di telapak tangan dan kaki) 9.

20.

Karakteristik lesi : - jumlah - diskret / konfluens - bentuk - ukuran - batas - menimbul dari permukaan kulit / tidak - basah / kering 21. Tipe lesi / efloresensi : Papula eritem pada dasar yang eritem Vesikel pada dasar yang eritem dengan umbilikasi Erosi, ekskoriasi, ulkus Krusta serosa / sanguinolenta / pustulosa / medikamentosa PEMERIKSAAN PENUNJANG 22. - Tzanck smear - Preparat Gram bila ditemukan pustula USUL PEMERIKSAAN 23. - Kultur bakteri dan tes resistensi bila pada pewarnaan Gram ditemukan bakteri - Kultur virus DIAGNOSIS BANDING 24. Varisela + (komplikasi bila ada) 25. Eritema neonatorum(stadium eritem) 26. Insect bite (stadium eritem + vesikel) 27. Miliaria kristalina (stadium vesikel) 28. Impetigo DIAGNOSIS KERJA 25. Varisela + (komplikasi bila ada) PENGOBATAN 26. Umum : - terangkan tentang penyakitnya - Kebersihan diri - cara pengobatan Khusus : - Topikal : - kering : bedak salisil 2% - basah : kompres dengan NaCl 0,9% - Topikal antibiotik (sebut nama obat) - Sistemik : - antivirus, bila ada indikasi (sebutkan nama obat) - analgetik/antipiretik, untuk simtomatik (sebutkan nama obat dan dosis) - antibiotik, bila ada indikasi (sebutkan nama obat dan dosis) PROGNOSIS 27.

Quo ad vitam Quo ad functionam Quo ad sanationam

: ad bonam : ad bonam : ad bonam

MODUL HERPES ZOSTER RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Keluhan utama : beruntus-beruntus kemerahan / beruntus-beruntus berisi cairan jernih yang terasa nyeri pada daerah dermatom yang terkena - sejak kapan timbul kelainan kulit ? - keluhan subyektif yang timbul : nyeri ? - lokasi pertama kali timbul ? - perubahan kulit : papula eritem vesikel pustula krusta / erosi, ekskoriasi ? - gejala prodormal : nyeri / demam / malaise ? FAKTOR PENCETUS - Stress fisik - Penyakit kronis - Keganasan - Penggunaan obat-obat sitostatika SUMBER PENULARAN Pasien cacar air di lingkungan pasien KOMPLIKASI YANG TERJADI

5.

6.

7. 8

9. 10. 11. 12.

Infeksi sekunder pada mata : konjungtivitis, ulkus cornea, optalmoplegi Ramsay-Hunt Syndrome kelumpuhan motorik kelumpuhan visera meningitis / ensefalitis post herpetic neuralgia (PHN) DIAGNOSIS BANDING Herpes simpleks zosteriformis Dermatitis kontak alergi Luka bakar / combustio RIWAYAT PENGOBATAN

13.

Sudah diobati : sendiri / bidan / paramedik / sinshe / dokter Obat-obat yang digunakan : topikal / sistemik Hasil pengobatan : membaik / tetap / memburuk RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Pernah menderita cacar air / varisela

PEMERIKSAAN FISIK 14. Terangkan kepada pasien mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan dan minta ijin untuk melalukannya 15. Pasien ditempatkan di ruangan / tempat yang cukup terang. Pemeriksa berada di sisi kanan bila pasien berbaring 16. Persilakan pasien membuka baju, perhatikan ekspresi pasien tampak sakit ringan / sedang / berat 17. STATUS GENERALIS Bila H. zoster mengenai wajah periksa : Mata : palpebra odem, konjungtiva hiperemis , ulkus kornea

Hidung:Tanda Hutchinson Telinga: lesi kulit, cairan Sudut mulut : simetris ? Bila H. zoster mengenai alat gerak : periksa kekuatan otot (1-5) dan edema sekitar daerah yang terkena Pemeriksaan KGB regional STATUS DERMATOLOGIKUS 18. Distribusi lesi : Periksa seluruh permukaan kulit untuk menentukan distribusi penyebaran penyakit : regional, unilateral atau segmental sesuai dermatome yang terkena 19. Ad regio ( AR/) Setinggi dermatom yang terkena (kanan/kiri) 20. Karakteristik lesi : - jumlah - diskret / konfluens - bentuk - ukuran - batas - menimbul dari permukaan kulit / tidak - basah / kering 21. Tipe lesi / efloresensi : Vesikel / pustula pada dasar yang eritem tersusun herpetiformis / zosteriformis Erosi, ekskoriasi, ulkus Krusta serosa / sanguilenta / pustulosa / medikamentosa PEMERIKSAAN PENUNJANG 22. - Tzanck smear - preparat Gram bila ditemukan pustule USUL PEMERIKSAAN 23. - Kultur bakteri dan tes resisntensi bila pada pewarnaan Gram ditemukan bakteri - Kultur virus DIAGNOSIS BANDING 24. 1. Herpes simpleks yang zosteriformis a/r .. DIAGNOSIS KERJA 25. H. zoster (sesuai dermatom-dekstra/sinistra) + (komplikasi bila ada) PENGOBATAN 26. Umum : - Pasien beristirahat hindari pencetus - Terangkan penyakitnya - Terangkan cara pengobatan

Khusus : - Topikal : o kering : bedak salisil 2% o basah : kompres dengan NaCl 0,9% o Topikal antibiotik (sebut nama obat) - Sistemik : o antivirus, bila ada indikasi ( nama obat) o analgetik/antipiretik, untuk simtomatik ( nama obatdan dosis) o antibiotik, bila ada indikasi ( nama obat dan dosis)

o neurovitamin (obat dan dosis)


PROGNOSIS 27. Quo ad vitam : ad bonam Quo ad functionam : ad bonam Quo ad sanationam : ad bonam MODUL SKABIES RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Keluhan utama : beruntus-beruntus berisi cairan jernih / keruh yang terasa sangat gatal Anamnesis khusus : - sejak kapan timbul kelainan kulit ? - keluhan subjektif : gatal terutama pada malam hari - lokasi pertama kali timbul ?(sela jari / genital /tempat predileksi lainnya) - Perubahan kulit (papula eritem-> vesicle -> pustule -> krusta / erosi , ekskoriasi - Apakah kelainan kulit meluas ? FAKTOR PREDISPOSISI - Lingkungan yang padat Tanyakan berapa ukuran rumah, berapa yang tinggal bersama ? - Kebersihan yang kurang Berapa kali mandi sehari, bagaimana berganti baju, pinjam meminjam baju/ perlengkapan mandi SUMBER PENULARAN Adakah yang sakit serupa dilingkungan pasien ? KOMPLIKASI YANG TERJADI - Eczematisasi Penyakit yang sudah lama sering menjadi tidak jelas / tidak khas gambaran klinisnya oleh karena sering di garuk atau sudah memakai bermacam-macam obat. Yang sering ditemukan adalah gambaran dermatitis - Infeksi sekunder Adakah kelainan kulit seperti bisul DIAGNOSIS BANDING

5.

6. 7.

8. 9.

10.

11.

Skabies Papular urtikaria Insect bite Dermatitis atopik Pioderma RIWAYAT PENGOBATAN 14. - Sudah diobati : sendiri / bidan / paramedic / sinshe / dokter - Obat-obat yang digunakan : topikal / sistemik -hasil pengobatan : membaik / tetap / memburuk PEMERIKSAAN FISIK 15. Terangkan kepada pasien mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan dan minta ijin untuk melalukannya 16. Pasien ditempatkan di ruangan / tempat yang cukup terang. Pemeriksa berada di sisi kanan bila pasien berbaring 17. Persilakan pasien membuka baju, perhatikan ekspresi pasien tampak sakit ringan / sedang / berat 18. STATUS GENERALIS Periksa kgb. regional bila ada infeksi sekunder yang luas STATUS DERMATOLOGICUS

19.

Distribusi lesi : Periksa seluruh permukaan kulit untuk menentukan distribusi penyebaran penyakit : lokalisata / regional atau generalisata 20. Ad regio ( AR/ ) : Kulit yang tipis : sela jari tangan, jari tangan, pergelangan tangan bagian fleksor, fossa cubiti, lipat axilla, periumbilicus, gluteal,sacrum. Pada wanita : daerah areola mammae Pada laki-laki: penis dan scrotum Pada anak-anak : kulit kepala berambut , telapak tangan dan kaki 21. Karakteristik lesi : jumlah multiple diskret / konfluen bentuk : bulat/ tak beraturan ukuran batas : tegas menimbul dari permukaan kulit / tidak menimbul basah / kering 22. Tipe lesi / efloresensi : - Nodular skabies : papula eritem. Nodul - Pada anak : papula, vesiko-pustulosa, nodul, bula - Pada orang tua : krusta - Ekskoriasi - Ulkus PEMERIKSAAN PENUNJANG 23. - Pemeriksaan tungau, nimfa, telur, skibala - Pemeriksaan kanalikuli DIAGNOSIS BANDING 24. Skabies 25. Papular urtikaria 26. Insect bite 27. Dermatitis atopik 28. Pioderma DIAGNOSIS KERJA 29. Skabies PENGOBATAN 30. Prinsip pengobatan bila ada infeksi sekunder atau eksematisasi diobati dulu. Umum : Menerangkan bahwa penyakitnya menular Hilangkan faktor predisposisi Pakaian , sarung bantal,alas tidur (sprei) direndam air panas Kasur di jemur Sumber penularan juga di obati Cara pengobatan : obat dioleskan mulai dari belakang telinga, leher sampai ketelapak kaki. Setelah beberapa lama (sesuai dengan obat yang dipakai) mandi dan memakai pakaian bersih Khusus : Topikal : Lesi basah : kompres Lesi kering : zalf 2-4 / krim Permetrin 5% / Gamexan 1%

Krim Crotamiton 10% / lot. EBB 25% Sistemik Antihistamin gol.sedatif (bila perlu) sebut nama obat Antibiotik (apabila diperlukan atasi lebih dahulu infeksi sekunder) PROGNOSIS 31. Quo ad vitam : ad bonam Quo ad functionam : ad bonam Quo ad sanationam : ad bonam bila faktor predisposisi dapat dihilangkan

MODUL MORBUS HANSEN/KUSTA CLIENT ASSESMENT 1. Sapa penderita dengan ramah dan sopan, perkenalkan diri 2. Terangkan kepada penderita mengenai anamnesis 3. Terangkan tujuan anamnesis PENGAMBILAN DATA PENDERITA ANAMNESIS INDENTITAS PENDERITA 4. Tanyakan: - nama - jenis kelamin - umur - alamat - pendidikan - pekerjaan - suku bangsa - status marital - Jumlah anak/saudara serumah - apakah pernah/tinggal di daerah endemik kusta? (Indonesia timur, pantai utara Jawa, Jawa barat, seperti Cirebon, Subang, Kuningan, dll) RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG 5. Keluhan utama: bercak dan atau beruntus dan atau benjolan-benjolan, berwarna kemerahan dan atau berwarna putih, tidak terasa gatal dan tidak terasa nyeri - sejak kapan timbul kelainan kulit - lokasi pertama kali timbul - keluhan subjektif: tidak gatal/baal - perubahan kelainan kulit selanjutnya - penyebaran kelainan kulit - keluhan kesemutan - keluhan kerontokan alis, bulu mata, dan rambut - keluhan suara sengau - keluhan penebalan cuping telinga - apakah pernah kontak dengan orang yang diketahui menderita kusta? - apakah ada orang serumah yang mempunyai bercak di kulit atau tanda kusta lainnya? - keluhan demam FAKTOR PENCETUS REAKSI (bila ada) 6. - infeksi di organ lain: gigi, THT, dll 7. - stres fisik dan atau psikis - kehamilan (pasien wanita) KOMPLIKASI YANG TERJADI 8. - luka atau borok (ulkus) - nyeri saraf - keluhan kesulitan menutup mata dan gangguan penglihatan - keluhan tangan dan kaki lunglai, jari-jari tangan dan kaki seperti cakar, pemendekan jari-jari tangan dan kaki (pseudomutilasi) - keluhan mimisan dan perubahan bentuk hidung - tanda-tanda reaksi (reaksi kusta tipe 1 atau 2) DIAGNOSIS BANDING

9. 1) Dermatofitosis 10. 2) Penyakit-penyakit EPS 11. 3) Vitiligo 4) Sifilis 5) Polineuropati RIWAYAT PENGOBATAN 12. - sudah diobati, di mana, dan berapa lama? - obat-obat yang digunakan - hasil pengobatan - pernah mendapat obat antireaksi? - pernah mendapat pencegahan kecacatan (POD)? PEMERIKSAAN FISIK 13. Terangkan kepada penderita mengenai pemeriksaan fisik yang akan dilakukan 14. Penderita ditempatkan di tempat yang cukup terang dan kita berada di sisi kanan penderita 15. Perhatikan ekspresi penderita, tampak sakit ringan / sedang / berat dan tanda-tanda kusta pada wajah ? 16. Persilakan penderita membuka baju STATUS GENERALIS 17 Kepala: Rambut: rontok Wajah: fasies leonina, simetris atau tidak Mata: alis, bulu mata: madarosis lagoftalmus konjungtiva: konjungtivitis, anemis sklera: ikterik kornea: keratitis iridosiklitis Telinga: infiltrat Hidung: saddle nose Dada: ginekomastia Anggota gerak: skar BCG, edema, banana fingers/toes, pseudomutilasi, kontraktur, claw hands/toes, drop wrists/foot STATUS DERMATOLOGIKUS 17. Distribusi lesi: (membedakan bentuk PB/MB) Periksa seluruh permukaan kulit untuk menentukan distribusinya simetris atau tidak 18. Karakteristik lesi: (membedakan bentuk PB/MB) - jumlah: soliter/multipel - diskret/konfluen - bentuk: teratur/tidak teratur/bentuk khusus (punch out) - ukuran - batas: tegas/tidak tegas - menimbul/datar/melekuk dari permukaan kulit normal - kering/basah 19. Efloresensi: - makula/papula/plak/nodul/dll, yang eritema/hipopigmentasi/sewarna kulit - ulkus STATUS NEUROLOGIKUS - Kelainan sensoris pada lesi kulit: anestesi/hipestesi - Pemeriksaan saraf superfisial (n. aurikularis magnus,

20.

10

n. ulnaris, n. peroneus komunis): pembesaran, konsistensi, nyeri tekan (neuritis) - Kelainan sensoris pada daerah predileksi (bila tidak ada lesi), misal gloves and stockings anaesthesia - Kelainan motoris - Fungsi otonom? PEMERIKSAAN PENUNJANG 21. Pemeriksaan apus sayat kulit: kedua cuping telinga dan lesi kulit untuk menentukan indeks bakteri (IB) dan indeks morfologi (IM) Pemeriksaan darah rutin, fungsi hati, dan ginjal Pemeriksaan histopatologis (bila perlu, misal klinis tidak jelas) DIAGNOSIS KERJA 22. Kusta tipe TT/BT/BB/BL/BL, disertai kecacatan (mata, tangan, atau kaki) (bila ada) dan tingkatannya, reaksi kusta (bila ada) PENGOBATAN /PENATALAKSANAAN 23. Umum : Menerangkan tentang penyakit (kronis, bisa menular, dll) Menerangkan tentang pengobatan: membutuhkan pengobatan lama (PB perlu 6 bln dan MB 12 bln) Perlu kepatuhan Kemungkinan timbulnya reaksi dan penyebab reaksi Pemeriksaan narakontak Khusus : Kusta PB : - Rifampisin 600 mg/bulan - Dapson 100 mg/hari o Sebanyak 6 dosis selama 6-9 bulan Kusta MB: - Rifampisin 600 mg/bulan - Klofasimin 300 mg/bulan - Klofasimin 50 mg/hr - Dapson 100 mg/hr o Sebanyak 12 dosis selama 12-18 bulan Reaksi kusta : - Ringan: istirahat, analgetika - Berat: istirahat, analgetika, prednison dimulai 40 mg/hari dan diturunkan secara pelahan setiap 2 minggu Pencegahan kecacatan: jika perlu konsultasi Departemen Rehabilitasi Medik PROGNOSIS 24. Quo ad vitam : ad bonam 25. Quo ad functionam : dubia ad bonam/dubia ad malam 26. Quo ad sanationam : dubia ad bonam/dubia ad malam

11

MODUL PSORIASIS VULGARIS CLIENT ASSESMENT RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG 5. Keluhan utama : Bercak kemerahan bersisik tebal dengan atau tanpa rasa gatal ditempat predileksi Anamnesis khusus : - sejak kapan timbul kelainan kulit ? - keluhan subjektif : gatal / tidak - lokasi pertama kali timbul - perubahan kelainan kulit : menebal - penyebaran bertambah luas / banyak FAKTOR PENCETUS 6. - trauma : fisik, kimiawi, elektrik, pembedahan - infeksi (streptococcus misalnya infeksi tenggorokan, HIV) - stress psikis - obat-obatan : beta-adrenergic blocker, lithium, antimalaria, terbinafin RIWAYAT KELUARGA 7. Ada yang sakit serupa dalam keluarga KOMPLIKASI YANG TERJADI 8. - eritroderma : bercak merah bersisik yang universalis 9. - arthritis psoriatika : bengkak dan merah di persendian jari - jari DIAGNOSIS BANDING 10. - Dermatitis numularis : bentuk koin, papula papula kecil yang berkonfluens pada dasar yang eritem, gatal, eksudatif 11. - Tinea corporis : gambaran central healing 12. - Dermatitis seboroik : bercak merah & skuama halus 13. - Pitiriasis rosea : lesi primer herald patch & lesi sekunder tersusun seperti pohon cemara RIWAYAT PENGOBATAN 14. - Sudah diobati : sendiri / paramedis / sinshe /dokter - Obat-obat yang digunakan : topikal / sistemik - Hasil pengobatan : membaik / tetap / memburuk PEMERIKSAAN FISIK 15. Terangkan kepada pasien mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan dan minta ijin untuk melalukannya 16. Pasien ditempatkan di ruangan / tempat yang cukup terang. Pemeriksa berada di sisi kanan bila pasien berbaring 17. Persilakan pasien membuka baju, perhatikan ekspresi pasien tampak sakit ringan / sedang / berat STATUS GENERALIS 18. 19. 20.

21. 22.

Mukosa lidah : geographic tongue Persendian interfalang distal : eritem & edem Kelainan kuku jari tangan/kaki : pitting nail, oil spots, splinter hemorrhages, onikolisis, onikodistrofi, subungual hiperkeratosis - Pembesaran KGB regional STATUS DERMATOLOGIKUS Distribusi lesi : Periksa seluruh permukaan kulit untuk menentukan distribusi penyebaran penyakit : regional, generalisata Ad Region ( AR/) Daerah yang sering terkena trauma : lutut, siku, bokong, retroaurikuler, kulit kepala berambut

12

23.

Karakteristik lesi : - jumlah : soliter / multiple - diskret / konfluens - bentuk : bulat / tak beraturan - ukuran : pinpoint plakat - batas : tegas - menimbul dari permukaan kulit / tidak - basah / kering 24. Tipe lesi / efloresensi : - Papula eritem - plak eritem - SKuama tebal berlapis berwarna putih PEMERIKSAAN TAMBAHAN / PENUNJANG 25. - Tanda Auspitz - Fenomena Koebner PEMERIKSAAN PENUNJANG 27. - Kerokan kulit dengan KOH DIAGNOSIS BANDING 25. 28. 29. 30. 31. Psoriasis vulgaris Dermatitis numularis Tinea korporis Dermatitis seboroik Pitiriasis rosea DIAGNOSIS KERJA 32. Psoriasis vulgaris PENGOBATAN 33 Umum : . menerangkan penyakitnya kronis hilangkan faktor pencetus jangan digaruk cara pengobatan Khusus : Topikal : - kortikosteroid poten (sebut nama obat) Sistemik : ( sesuai indikasi ) - sitostatik - Fototerapi : UV-A & UV-B - Biologic agent PROGNOSIS 34 Quo ad vitam : ad bonam . Quo ad functionam : ad bonam Quo ad sanationam : ad malam

13

14

MODUL DERMATITIS SEBOROIK (DEWASA) CLIENT ASSESMENT 1. Sapa penderita dengan ramah dan sopan, perkenalkan diri sebagai dokter yang berrtugas hari ini 2. Terangkan kepada penderita mengenai anamnesis 3. Terangkan tujuan anamnesis PENGAMBILAN DATA PENDERITA ANAMNESIS INDENTITAS PENDERITA 4. Tanyakan : - nama - umur - jenis kelamin - suku bangsa - pendidikan - pekerjaan - status marital - alamat RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG 5. Keluhan utama : bercak kemerahan bersisik yang terasa gatal di tempat predileksi - sejak kapan timbul kelainan kulit ? - keluhan subyektif : gatal / panas ? - lokasi pertama kali timbul ? - perubahan kelainan kulit bertambah tebal / merah ? - penyebaran bertambah luas / banyak ? FAKTOR PENCETUS 6. - Obat obatan : arsen, emas, metildopa, simetidin dan neuroleptik. - Gangguan neurologi : postensefalitis, Parkinson, epilepsi, paralisis fasial, poliomielitis, quadriplegia. - Stress emosional - Suhu dan kelembaban udara 7. FAKTOR PREDISPOSISI - Riwayat penyakit serupa dalam keluarga KOMPLIKASI YANG TERJADI 8. - Eritroderma DIAGNOSIS BANDING ( tergantung regio ) 9. - Kulit kepala berambut : psoriasis - Wajah : psoriasis, dermatitis kontak , impetigo krustosa - Lubang telinga : psoriasis, infeksi jamur - Dada & punggung : pitiriasis rosea, pitiriasis versikolor - Daerah lipatan : psoriasis, kandidiasis RIWAYAT PENGOBATAN 10. - Sudah diobati ke dokter / paramedis / sinshe / sendiri ? - Obat obat yang digunakan topikal / sistemik ? - Hasil pengobatan membaik / tetap / memburuk ? PEMERIKSAAN FISIK 11. Terangkan kepada penderita mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan 12. Penderita ditempatkan di tempat yang cukup terang dan kita berada di sisi kanan penderita 13. Perhatikan ekspresi penderita, tampak sakit ringan / sedang / berat ? 14. Persilakan penderita membuka baju,

15

STATUS DERMATOLOGIKUS 15. Distribusi lesi : Periksa seluruh permukaan kulit untuk menentukan distribusinya lokalisata, regioner, generalisata ? Ad regio : 16. Kulit kepala berambut, alis, kelopak mata, plika nasolabialis, lubang telinga, sternal, aksila, lipatan payudara, umbilikus, sela paha dan lipat gluteus Karakteristik lesi : - Jumlah : soliter / multipel - Bentuk : bulat / sirsiner / petaloid / ireguler - Ukuran : lesi terkeci & lesi terbesar - Batas : tegas / tidak tegas - Menimbul / tidak dari permukaan kulit normal 17. - Basah / kering 18. Efloresensi : - Makula eritema - Skuama pitiriasiformis pada makula PEMERIKSAAN PENUNJANG 19. - Pemeriksaan kerokan kulit dengan KOH DIAGNOSIS BANDING ( tergantung regio ) 20. Kulit kepala berambut : psoriasis Wajah : psoriasis, dermatitis kontak , impetigo Lubang telinga : psoriasis, infeksi jamur Dada & punggung : pitiriasis rosea, pitiriasis versikolor Daerah lipatan : psoriasis, kandidiasis DIAGNOSIS KERJA 21. Dermatitis seboroik PENGOBATAN 22. Umum : Menerangkan - penyakit kronis - Menghilangkan faktor pencetus - Cara pengobatan Khusus : Topikal : kortikosteroid potensi lemah Ketokonazol 2% PROGNOSIS 24. Quo ad vitam : ad bonam 25. Quo ad functionam : ad bonam 26. Quo ad sanationam : dubia ad malam

16

MODUL DERMATITIS SEBOROIK PADA ANAK RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Keluhan utama : bercak kemerahan berbatas tegas bersisik , berminyak yang tidak terasa gatal/gatal ringan di tempat predileksi sejak kapan timbul kelainan kulit ? keluhan subyektif : tidak ada /gatal ringan ? lokasi pertama kali timbul ? perubahan kelainan kulit (kepala dan lipatan ) bertambah tebal / merah/basah/melekat / sisik kuning berminyak? penyebaran bertambah luas / banyak ? perubahan kulit berupa sisik putih dan kering? FAKTOR PENCETUS (belum diketahui pasti) Sekresi sebum yang tinggi pada bulan pertama kehidupan Diduga peran hormon androgen ibu selama kehamilan dan masih tersisa setelah bayi lahir. Defisiensi enzim (delta-6-desaturase) untuk sintesis asam lemak. Defisiensi Biotin Suhu panas , retensi keringat dan kelembaban udara Infeksi C.albicans , P. ovale

5.

6.

7.

FAKTOR PREDISPOSISI Riwayat penyakit serupa dalam keluarga Riwayat atopi KOMPLIKASI YANG TERJADI 8. Infeksi sekunder Eritroderma DIAGNOSIS BANDING ( tergantung regio ) 9. Kulit kepala berambut : psoriasis ,dermatitis atopik. Wajah : psoriasis , dermatitis atopik, dermatitis kontak. Lubang telinga : infeksi jamur Dada & punggung : d.atopik. Daerah lipatan : psoriasis, kandidiasis Daerah bokong : dermatitis popok RIWAYAT PENGOBATAN 10. Sudah diobati ke dokter / paramedis / sinshe / sendiri ? Obat obat yang digunakan topikal / sistemik? Hasil pengobatan membaik / tetap / memburuk ? PEMERIKSAAN FISIK 11. Terangkan kepada orang tua penderita mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan 12. Penderita ditempatkan di tempat yang cukup terang dan kita berada di sisi kanan penderita 13. Perhatikan ekspresi penderita, tampak sakit ringan / sedang / berat ? 14. Persilakan ibu/bapak penderita membuka baju anaknya STATUS DERMATOLOGIKUS 15. Distribusi lesi : Periksa seluruh permukaan kulit untuk menentukan distribusinya lokalisata, regioner, generalisata ? Ad regio : 16. Kulit kepala berambut, alis, kelopak mata, plika nasolabialis, lubang telinga, sternal, aksila, dada, umbilikus, sela paha dan lipat gluteus

17

17.

Karakteristik lesi : Jumlah : soliter / multipel Bentuk : bulat / sirsiner / petaloid / ireguler Ukuran : lesi terkecil & lesi terbesar Batas : tegas / tidak tegas Menimbul / tidak dari permukaan kulit normal Basah / kering 18. Efloresensi : Makula eritema Skuama putih atau kekuningan , berminyak / kering pada makula PEMERIKSAAN PENUNJANG 19. Pemeriksaan kerokan kulit dengan KOH DIAGNOSIS BANDING ( tergantung regio ) 20. 1. Dermatitis seboroik 2. Dermatitis atopik 3. Kandidiasis 4. Psoriasis 5. Dermatofitosis DIAGNOSIS KERJA 21. Dermatitis seboroik PENGOBATAN 22. Umum : - Menerangkan penyakit kronis,belum jelas penyebabnya, self -limited - Menghilangkan faktor pencetus - Kebersihan dan perawatan kulit (mandi dan pelembab) - Cara pengobatan Khusus : - Topikal : o kortikosteroid potensi lemah bergantian dengan emolien o Ketokonazol 2% dan krim antibakteri (bila ada superinfeksi Kandida dan bakteri) PROGNOSIS 24. Quo ad vitam ad bonam 25. Quo ad functionam ad bonam 26. Quo ad sanationam ad bonam

18

19

MODUL AKNE VULGARIS


RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Keluhan utama : Jerawat/beruntus merah sebgaian bernanah yang kadang-kadang terasa gatal/nyeri di wajah/punggung/dada Anamnesis khusus: - sejak kapan timbul kelainan kulit ? - apa jenis kelainan kulit yang timbul? - di bagian tubuh mana sajakah kelainan kulit timbul? - apakah ada keluhan subyektif? (nyeri/gatal/tidak nyeri ataupun gatal) - apakah kelainan bersifat hilang timbul? - kapan pertamakali kelainan kulit timbul? - apakah ada gejala lain yg menyertai keluhan saat ini? FAKTOR PENCETUS/memperberat 6. - apakah kelainan kulit timbul/semakin berat bila stres? - pada wanita: apakah berhubungan dengan siklus menstruasi? - apakah berhubungan dengan penggunaan kosmetik? - apakah berhubungan dengan konsumsi makanan tertentu ? - apakah sebelumnya mengonsumsi obat-obat tertentu ? (antara lain:steroid/vitamin B komlpeks/fenitoin/INH) FAKTOR PREDISPOSISI 7. - Riwayat berjerawat pada keluarga (ayah/ibu/saudara kandung) KOMPLIKASI /Gejala sisa 8. - Hiperpigmentasi pascainflamasi - Sikatrik atrofi / hipertrofi pasca akne DIAGNOSIS BANDING 9. - Rosasea (area wajah: malar, hidung) 10. - Dermatitis perioral (sekitar mulut) 11. - Erupsi akneiformis 12. - Folikulitis stafilokokal (untuk pustula) RIWAYAT PENGOBATAN 13. - Apakah sudah pernah diobati? - Apabila sudah pernah diobati: Siapa yang mengobati? (diobati sendiri/oleh dokter umum/spesialis Kulit dan kelamin?) Obat apa yang digunakan? Bagaimana hasil pengobatan? PEMERIKSAAN FISIK 14. Terangkan kepada penderita mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan 15. Penderita ditempatkan di tempat yang nyaman, cukup terang dan pemeriksa berada di sisi kanan penderita 16. Perhatikan ekspresi penderita: tampak sakit ringan / sedang / berat STATUS DERMATOLOGIKUS 17. Distribusi lesi : Lakukan pemeriksaan pada seluruh permukaan kulit, terutama pada predileksi akne vulgaris untuk menentukan distribusi lesi Distribusi lesi: regioner 18. Ad regio : Wajah (dapat disebutkan lebih spesifik bagian tertentu dari wajah, misalnya: pipi, dahi dll) Dada Bahu Punggung 5.

20

19.

Karakteristik lesi : Jumlah Bentuk Ukuran Batas Menimbul / tidak dari permukaan kulit normal Basah / kering 20. Efloresensi : Komedo tertutup, komedo terbuka, papula eritem, pustula, nodul, kista, makula hiperpigmentasi, sikatrik atrofi, sikatrik hipertrofi PEMERIKSAAN PENUNJANG 21. Apabila ditemukan pustula: Preparat Gram 22. Usul pemeriksaan : Kultur dan resistensi (bila meragukan) DIAGNOSIS BANDING 23. Akne vulgaris 24. Rosasea (area wajah: malar, hidung) 25. Dermatitis perioral (sekitar mulut) 26. Erupsi akneiformis 27. Folikulitis stafilokokal (disesuaikan dengan gambaran klinis) DIAGNOSIS KERJA 28. Akne vulgaris PENGOBATAN 29 Umum : . Diberikan penjelasan: penyakit bersifat hilang timbul terdapat beberapa faktor pencetus pengobatan harus teratur, patuh dan benar Khusus : Disesuaikan dengan gambaran klinis, dapat dipilih obat-obat sbb.: Topikal : - Tretinoin 0,01 s/d 0,1% (untuk seluruh wajah pada malam hari)) - Benzoil peroksida 2,5-5% (pada lesi inflamasi untuk pagi dan siang hari) - Asam azaleat: krim 20%, gel 15% - Eritromisin - Klindamisin - Lain-lain: membersihkan wajah, tabir surya Sistemik: - Tetrasiklin 2x250 mg s/d 500 mg/hari, p.o - Doksisiklin 2x50 mg s/d 100 mg/hari, p.o - Klindamisin 2x300 mg/hari, p.o - Eritromisin 2x500 mg/hari, p.o PROGNOSIS 30. Quo ad vitam : ad bonam 31. Quo ad functionam : dubia (ad bonam/ad malam) 32. Quo ad sanationam : dubia

21

MODUL DERMATITIS ATOPIK CLIENT ASSESMENT 1. Sapa penderita dengan ramah dan sopan, perkenalkan diri sebagai dokter yang bertugas saat ini. 2. Terangkan kepada penderita mengenai anamnesis 3. Terangkan tujuan anamnesis PENGAMBILAN DATA PENDERITA ANAMNESIS IDENTITAS PENDERITA 4. Tanyakan : - nama penderita - umur - jenis kelamin - suku bangsa - pendidikan (terakhir) - pekerjaan - status marital - alamat RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG 5. Keluhan utama : - Beruntus-beruntus yang terasa gatal di pipi,kedua lipat siku dan kedua lipat lutut atau, - Kulit yang terasa kering atau, - Bercak-bercak putih di wajah bila kena sinar matahari atau, - Beruntus-beruntus sewarna kulit yang tidak terasa gatal di kedua lengan atas Anamnesis khusus : - Sejak kapan timbul kelainan kulit ? - Lokasi pertama kali timbul ? - Waktu timbulnya kelainan : berkeringat / malam hari / siang hari / udara dingin / kemarau ? - Penyebaran ? FAKTOR PENCETUS 6. - Infeksi Staphylococcus ? 7. - Stres emosional? 8. - Kulit kering ? 9. - Makanan / debu / baju wool / detergent /keringat yang berlebihan / - Kelembaban ? RIWAYAT PENYAKIT DAHULU 10. Pernah menderita penyakit yang sama ? Kapan 11. 12. 13. 14. 15. 16. RIWAYAT KELUARGA Apakah ditemukan anggota keluarga yang sakit serupa atau gejala atopik (atopic stigmata) KOMPLIKASI YANG TERJADI Infeksi sekunder DIAGNOSIS BANDING PADA ANAMNESIS

Dermatitis seboroik Dermatitis kontak Dermattis numularis Likhen simpleks kronikus

22

17. 18.

Dermatofitosis RIWAYAT PENGOBATAN

Sudah diobati : sendiri / bidan / paramedis / sinshe / dokter Obat-obat yang digunakan : topical / sistemik Hasil pengobatan : membaik / tetap / memburuk PEMERIKSAAN FISIK 19. Terangkan dan minta ijin kepada penderita mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan 20. Penderita ditempatkan di ruangan / tempat yang cukup terang. Pemeriksa berada di sisi kanan bila penderita berbaring 21. Apabila diperlukan pemeriksaan lesi kulit di daerah tertutup pakaian, pasien dipersilakan membuka baju,perhatikan ekspresi penderita tampak sakit ringan / sedang / berat STATUS GENERALIS 22. - Alis mata : Hertoghe sign 23. - Mata : Dennie-Morgan fold Orbital darkening K onjungtivitis 24. - Hidung : Allergic Salute 25. - Tangan : Palmar hyperlinearity STATUS DERMATOLOGICUS 26. Distribusi lesi : Periksa seluruh permukaan kulit untuk menentukan distribusi penyebaran penyakit : lokalisata, regional atau generalisata 27. Ad regio ( AR/ ): Wajah, nuchae, pergelangan tangan, kedua fossa cubiti, kedua fossa poplitea, brachialis, gluteal,seluruh tubuh 28. Karakteristik lesi : - jumlah : soliter /multipel - diskret / konfluens - bentuk : bulat seperti uang koin atau oval atau polikulitik atau irreguler - ukuran - batas : tegas dan tidak tegas - menimbul dari permukaan kulit / tidak - basah / kering 29. Tipe lesi / efloresensi : - makula eritem, vesikel, papula, plak - akut : edema, eksudasi, krusta - kronik : skuama, likhenifikasi - ekskoriasi PEMERIKSAAN PENUNJANG 30. - Kerokan kulit dengan KOH USUL PEMERIKSAAN 31. Konsul ke bagian lain untuk mencari focal infection DIAGNOSIS BANDING ( SETELAH ANAMNESIS, PEMERIKSAAN FISIK DAN PEMERIKSAAN PENUNJANG ) 32. Dermatitis atopik 33. Dermatitis seboroik 34. Dermatitis kontak (alergi atau iritan) 35. Dermatitis numularis

23

36. Likhen simpleks kronikus 37. Dermatofitosis DIAGNOSIS KERJA 38. Dermatitis atopik PENGOBATAN Umum : 39. Terangkan penyakitnya hilang timbul 40. Sedapat mungkin hindari faktor pencetus 41. Bila perlu menggunakan tabir surya 42. Jangan mandi terlalu sering/ berlebihan Khusus : Topikal : 43. - Basah Kompres - Kering : Kortikosteroid atau pelembab (sebutkan jenis obat) - tanpa lesi : pelembab - kering dengan lesi : kortikosteroid Sistemik : (sebutkan nama dan dosis obat) - Antihistamin - Kortikosteroid - Antibiotik (bila ditemukan infeksi sekunder ) PROGNOSIS 45. Quo ad vitam : ad bonam 46. Quo ad functionam : ad bonam 47. Quo ad sanationam : dubia ad bonam 44.

24

MODUL DUH TUBUH PRIA CLIENT ASSESMENT 1. Sapa pasien dengan ramah dan sopan, perkenalkan diri sebagai dokter yang bertugas saat ini. 2. Terangkan kepada pasien maksud, tujuan, dan prosedur dari anamnesis dan pemeriksaan kelamin 3. Sedapat mungkin pasien belum buang air kecil 3 jam sebelum pemeriksaan. PENGAMBILAN DATA PASIEN ANAMNESIS IDENTITAS PASIEN 4. Tanyakan : - nama pasien - umur - jenis kelamin - suku bangsa - pendidikan (terakhir) - pekerjaan dan kegiatan sehari-hari - status marital - alamat Menanyakan maksud atau alasan berobat (keluhan utama) 5. Apa yang saudara/bapak keluhkan sehingga datang berobat? Mendeskripsikan keluhan utama berkaitan dengan berbagai penyebab dari duh tubuh uretra 6. Warna duh tubuh (jernih, keruh, kuning) 7. Jumlah duh tubuh (banyak atau sedikit) 8. Disertai rasa gatal, rasa seperti terbakar, atau nyeri BAK? 9. Bercampur dengan darah? 10. Keluhan pertama kali timbul? Keluhan lain yang berkaitan dengan komplikasi atau kemungkinan infeksi campuran 11. Nanah atau bisul pada glans penis 12. Rasa nyeri pada perut bagian bawah atau di daerah sekitar pangkal kemaluan dan anus (perineum) 13. Pembesaran buah zakar yang disertai rasa nyeri 14. Ruam kulit seperti lecet, borok, bintil-bintil pada kelamin atau sekitar kelamin pada pasangan seksual. 15. Benjolan pada leher, ketiak, dan pangkal paha (limfadenopati) 16. Ruam kulit pada bagian tubuh lain yang tidak gatal Riwayat seksual 17. Usia hubungan seksual pertama kali 18. Hubungan seksual terakhir dengan pasangan tetap 19. Hubungan seksual terakhir dengan pasangan tidak tetap 20. Jumlah pasangan seksual dalam 3 bulan terakhir? 12 bulan terakhir? sampai saat ini? 21. Cara melakukan hubungan seksual: - Genitogenital - Orogenital - Anogenital 22. Pemakaian kondom saat hubungan seksual (teratur atau tidak)

25

Faktor risiko HIV 23. Konsumsi minuman beralkohol atau narkotika suntik 24. Hubungan seksual dengan sejenis, gay, atau biseksual Riwayat pengobatan dan alergi obat-obatan 25. Riwayat minum antibiotika sebelumnya? 26. Riwayat alergi obat (ruam kulit setelah minum obat) CLIENT ASSESMENT 27. Pasien dipersilahkan untuk ke tempat pemeriksaan dan menanggalkan celana dalamya 28. Pemeriksa mencuci tangan dan menggunakan sarung tangan STATUS VENEREOLOGIKUS Pemeriksaan daerah inguinal dan pubis 29. Limfadenopati - Jumlah - Ukuran - Konsistensi - Mobilitas - Nyeri tekan 30. Kulit pubis - Ruam kulit Rambut pubis - Kutu - Telur 31. Hernia Pemeriksaan penis 32. Penis : adakah balanitis, postitis, lesi? Papula Vesikel Erosi Ulkus Dinding Tepi Dasar Indurasi Jumlah Nyeri Plak fibrosis Prepusium - Eritem - Edema - Tumor - Papula - Vesikel - Erosi - Ulkus Dinding Tepi

33.

26

34.

Dasar Indurasi Jumlah Nyeri Meatus uretra - Eritem - Edema - Hipospadia - Epispadia - Duh tubuh Warna Jumlah Konsistensi Bau Mengambil bahan pemeriksaan dari uretra Bersihkan meatus dengan kassa steril N.gonorrhoeae - Masukkan cotton swab sedalam 2-4 cm ke uretra, rotasikan selama 10 detik. - Masukkan spesimen dalam media transport untuk kultur. - Ambil kembali spesimen dengan cara yg sama kemudian digulirkan pada permukaan gelas objek (sediaan apus), lewatkan diatas api untuk difiksasi, selanjutnya diwarna dengan pewarnaan Gram. - C. trachomatis - Masukkan cotton swab sedalam 2-4 cm ke uretra, lakukan penekanan pada mukosa (scrape). - Masukkan specimen ke dalam media transport untuk pemeriksaan PCR. - T. vaginalis - Siapkan 2 tetes NaCl fisiologis pada kaca objek. - Masukkan cotton swab sedalam 2-4 cm ke dalam uretra - Campurkan spesimen tersebut dengan larutan NaCl - Tutup dengan gelas penutup. Skrotum - Adakah asimetri dan lesi Testis - Palpasi, tentukan ukuran, indurasi, adakah suatu massa - Pemeriksaan transiluminasi (ruangan gelap) Letakkan senter di belakang testis, amati adakah transiluminasi. Epididimis - Palpasi, tentukan ukuran, indurasi dan nyeri tekan Perianal - Eritema - Papula - Vesikel - Erosi - Ulkus Dinding Tepi Dasar Indurasi

35.

36.

37. 38.

27

Jumlah Nyeri - Duh tubuh Warna Jumlah Konsistensi Bau PEMERIKSAAN PENUNJANG 39. Sediaan apus uretra yang diwarnai Gram - Epitel (jumlah/lpb) - PMN (jumlah/lpb) - Jumlah Diplokokus Gram negative intra sel dan ekstra sel/lpb 40. Sediaan basah dengan NaCl 0,9% dari duh tubuh uretra - Trichomonas vaginalis USULAN PEMERIKSAAN 41. - Kultur dan tes sensitivitas untuk N. gonorrhoeae - Pemeriksaan PCR untuk Chlamidia Trachomatis - Pemeriksaan serologis VDRL/RPR dan TPHA - Pemeriksaan serologis HIV DIAGNOSIS BANDING 42. - Uretritis Gonore 43. - Uretritis Gonore + Uretritis Nongonore DIAGNOSIS KERJA 44. Uretritis Gonore PENGOBATAN 45. - Umum : o Menerangkan tentang penyakitnya o Cara pencegahan o Cara pengobatan o Menyarankan agar pasangan seksual dilakukan pemeriksaan - Khusus : o Sefiksim 400mg/per oral/dosis tunggal atau o Levofloksasin 250 mg/per oral/dosis tunggal plus o Azitromisin 1 gr/per oral/dosis tunggal atau o Dosisiklin 2 x 100 mg / per oral selama 7 hari PROGNOSIS 46. Quo ad vitam ad bonam 47. Quo ad functionam dubia bonam 48. Quo ad sanationam dubia ad bonam

28

MODUL DUH TUBUH PADA WANITA CLIENT ASSESMENT 1. Sapa pasien dengan ramah dan sopan, perkenalkan diri sebagai dokter yang bertugas saat ini. 2. Terangkan kepada pasien maksud, tujuan, dan prosedur dari anamnesis dan pemeriksaan kelamin PENGAMBILAN DATA PASIEN ANAMNESIS IDENTITAS PASIEN 3. Tanyakan : - nama pasien - umur - jenis kelamin - suku bangsa - pendidikan (terakhir) - pekerjaan dan kegiatan sehari-hari - status marital - alamat Menanyakan maksud atau alasan berobat (keluhan utama) 4. Apa yang saudari/ibu keluhkan sehingga datang berobat? Mendeskripsikan keluhan utama berkaitan dengan berbagai penyebab keputihan/duh tubuh vagina 5. Warna duh tubuh (jernih, putih, kekuningan) 6. Jumlah duh tubuh (banyak atau sedikit) 7. Disertai bau amis? 8. Disertai rasa gatal, rasa seperti terbakar, atau nyeri pada kemaluan? 9. Keputihan terjadi sebelum atau sesudah menstruasi? 10. Sebelum keluhan timbul menggunakan antiseptik atau pewangi pada kemaluan? 11. Sedang hamil? hari pertama haid terakhir? 12. Penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim? 13. Bercampur dengan darah? 14. Keluhan pertama kali timbul? Keluhan lain yang berkaitan dengan komplikasi atau kemungkinan infeksi campuran 15. Nyeri pada lubang kencing saat BAK? 16. Lecet, borok, bintil-bintil, bisul atau benjolan pada kemaluan? 17. Benjolan pada leher, ketiak, dan pangkal paha (limfadenopati) 18. Ruam kulit pada bagian tubuh lain yang tidak gatal 19. Benjolan pada bibir kemaluan yang terasa nyeri 20. Nyeri perut bagian bawah atau nyeri saat hubungan seksual Riwayat seksual 21. Usia hubungan seksual pertama kali 22. Hubungan seksual terakhir dengan pasangan tetap 23. Hubungan seksual terakhir dengan pasangan tidak tetap 24. Jumlah pasangan seksual dalam 3 bulan terakhir? 12 bulan terakhir? sampai saat ini? 25. Cara melakukan hubungan seksual: - Genitogenital - Orogenital

29

Anogenital 26. Pemakaian kondom saat hubungan seksual (teratur atau tidak) Faktor risiko HIV 27. Konsumsi minuman beralkohol atau narkotika suntik 28. Hubungan seksual dengan sejenis, gay, atau biseksual Riwayat pengobatan dan alergi obat-obatan 29. Riwayat minum antibiotika sebelumnya? 30. Riwayat alergi obat (ruam kulit setelah minum obat) Client assasment 31. Pasien dipersilahkan buang air kecil - Pasien dipersilahkan menanggalkan pakaian dalam dan - dipersilahkan ke tempat tidur pemeriksaan dan diletakkan dalam posisi litotomi - Pemeriksa mencuci tangan dan menggunakan sarung - tangan STATUS VENEREOLOGIKUS Pemeriksaan daerah inguinal dan pubis 32. Limfadenopati - Jumlah - Ukuran - Konsistensi - Mobilitas - Nyeri tekan 33. Kulit pubis - Ruam kulit Rambut pubis - Kutu - Telur Pemeriksaan vulva dan uretra 34. Labia mayora dan minora - Eritema - Edema - Papula - Vesikel - Erosi - Ulkus Dinding Tepi Dasar Indurasi Jumlah Nyeri 35. Introitus vagina - Duh tubuh Warna Jumlah Konsistensi

30

Bau Meatus uretra dan kelenjar periuretra (Skene) - Eritema - Edema - Duh tubuh Warna Jumlah Konsistensi Bau 37. Kelenjar Bartholin - Eritema - Pembesaran, ukuran, fluktuasi - Nyeri tekan - Pus Vagina dan serviks Inspekulo 38. Dinding vagina: - Eritema - Papula - Vesikel - Erosi - Ulkus Dinding Tepi Dasar Indurasi Jumlah Nyeri - Duh tubuh Warna Jumlah Konsistensi Bau 39. Serviks: - Eritema - Ektopi - Papula - Vesikel - Erosi - Ulkus Dinding Tepi Dasar Indurasi Jumlah Nyeri
36.

31

Duh tubuh

Warna Jumlah Konsistensi Bau Pengambilan spesimen 40. Bersihkan vulva dengan kassa steril Masukkan spekulum N. gonorrhoeae o Masukkan cotton swab 2-4 cm ke kanalis servikalis. o Rotasikan 10 detik o Masukkan spesimen dalam media transport untuk kultur. o Ambil kembali spesimen dengan cara yg sama kemudian digulirkan pada permukaan gelkas objek (untuk sediaan apus), lewatkan diatas api untuk difiksasi, selanjutnya diwarna dengan pewarnaan Gram. - C. trachomatis o Masukkan cotton swab sedalam 2-4 cm ke kanalis servikalis, lakukan penekanan pada mukosa (scrape). o Masukkan specimen ke dalam media transport untuk pemeriksaan PCR. - Candida spp. o Teteskan KOH 10% pada gelas objek o Ambil specimen dari dinding vagina o Sediakan 2 tetes larutan KOH 10% pada gelas objek o Campur specimen dengan larutan KOH 10% o Tutup dengan kaca penutup - T. vaginalis o Teteskan larutan NaCl fisiologis pada gelas objek o Ambil specimen dari dinding forniks posterior o Sediakan 2 tetes larutan NaCl fisiologis pada gelas objek o Campur specimen dengan larutan NaCl fisiologis o Tutup dengan kaca penutup Perianal - Eritema - Papula - Vesikel - Erosi - Ulkus Dinding Tepi Dasar Indurasi Jumlah Nyeri - Duh tubuh Warna Jumlah Konsistensi Bau

41.

32

PEMERIKSAAN PENUNJANG 42. Sediaan apus uretra yang diwarnai Gram - Epitel (jumlah/lpb) - PMN (jumlah/lpb) - Jumlah Diplokokus Gram negative intra sel dan ekstra sel/lpb 43. Sediaan basah dengan NaCl 0,9% dari forniks posterior - Trichomonas vaginalis 44. Sediaan apus vagina yang diwarnai Gram - Epitel (jumlah/lpb) - PMN (jumlah/lpb) - Clue cells (persentase dari seluruh sel) Sediaan dengan pewarnaan KOH - Pseudohifa 45. - Budding cell 46. pH dinding vagina 47. Whiff test 48. Pemeriksaan bimanual: Nyeri goyang serviks USULAN PEMERIKSAAN 49. - Kultur dan tes sensitivitas untuk N. gonorrhoeae - Pemeriksaan PCR untuk Chlamidia Trachomatis - Pemeriksaan serologis VDRL, TPHA, dan HIV DIAGNOSIS BANDING 50. Servisitis Gonore 51. Servisitis Gonore + Servisitis Nongonore DIAGNOSIS KERJA 52. Servisitis Gonore PENGOBATAN 53. Umum : Menerangkan tentang penyakitnya Cara pencegahan Cara pengobatan Menyarankan agar pasangan seksual dilakukan pemeriksaan Khusus : - Sefiksim 400mg/per oral/dosis tunggal atau - Levofloksasin 250 mg/per oral/dosis tunggal PLUS - Azitromisin 1 gr/per oral/dosis tunggal atau - Dosisiklin 2 x 100 mg / per oral selama 7 hari PROGNOSIS 54. Quo ad vitam ad bonam 55. Quo ad functionam dubia bonam 56. Quo ad sanationam dubia ad bonam

33