Anda di halaman 1dari 14

2.

Konsep ADL (Activity Daily Living)

2.3.1 Pengertian ADL (Activity Daily Living) ADL (Activity Daily Living )adalah kegiatan melakukan pekerjaan rutin sehari hari. ADL merupakan aktivitas pokok bagi perawatan diri. ADL meliputi antara lain : ke toilet, makan, berpakaian (berdandan), mandi, dan berpindah tempat (Hardywinito !etiabudi, "##$). !uddarth ("##"), ADL adalah akti&itas

!edangkan menurut %runner

perawatan diri yang harus pasien lakukan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup sehari'hari. ADL adalah ketrampilan dasar dan tugas okupasional yang harus dimiliki seseorang untuk merawat dirinya se(ara mandiri yang dikerjakan seseorang sehari'harinya dengan tujuan untuk memenuhi atau berhubungan dengan perannya sebagai pribadi dalam keluarga dan masyarakat (!ugiarto, "##$). )stilah ADL men(akup perawatan diri (seperti berpakaian, makan minum, toileting, mandi, berhias, juga menyiapkan makanan, memakai telephone, menulis, mengelola uang dan sebagainya) dan mobilitas (seperti berguling di tempat tidur, bangun dan duduk, trans&er atau bergeser dari tempat tidur ke kursi atau dari satu tempat ke tempat lain) (!ugiarto, "##$). 2.3.2 Klasifikasi ADL (Activity Daily Living)

*) ADL dasar, sering disebut ADL saja, yaitu ketrampilan dasar yang harus dimiliki seseorang untuk merawat dirinya meliputi berpakaian, makan minum,

toileting, mandi, berhias. Ada juga yang memasukkan kontinensi buang air besar

dan buang air ke(il dalam kategori ADL dasar ini. Dalam kepustakaan lain juga disertakan kemampuan mobilitas (!ugiarto, "##$). ") ADL instrumental, yaitu ADL yang berhubungan dengan penggunaan alat atau benda penunjang kehidupan sehari'hari seperti menyiapkan makanan, menggunakan tele&on, menulis, mengetik, mengelola uang (!ugiarto, "##$). -) ADL vokasional, yaitu ADL yang berhubungan dengan pekerjaan atau kegiatan sekolah. .) ADL non vokasional, yaitu ADL yang bersi&at rekreasional, hobi, dan mengisi waktu luang. 2.3.3 Cara Pengukuran ADL ADL men(akup kategori yang sangat luas dan dibagi'bagi menjadi sub kategori atau domain seperti berpakaian, makan minum, toileting atau higieni pribadi, mandi, berpakaian, trans&er, mobilitas, komunikasi, vokasional, rekreasi, instrumental ADL dasar, sering disebut ADL saja, yaitu ketrampilan dasar yang harus dimiliki seseorang untuk merawat dirinya meliputi berpakaian, makan dan minum, toileting, mandi, berhias. Ada juga yang memasukkan kontinensi buang air besar dan buang air ke(il dalam kategori ADL dasar ini. Dalam kepustakaan lain juga disertakan kemampuan mobilitas (!ugiarto, "##$). /engkajian ADL penting untuk mengetahui tingkat ketergantungan atau besarnya bantuan yang diperlukan dalam kehidupan sehari'hari. /engukuran kemandirian ADL akan lebih mudah dinilai dan dievaluasi se(ara kuantitati& degan sistem skor yang sudah banyak dikemukakan oleh berbagai penulis ADL dasar, sering disebut ADL saja, yaitu ketrampilan dasar yang harus dimiliki seseorang

*#

untuk merawat dirinya meliputi berpakaian, makan

minum, toileting, mandi,

berhias. Ada juga yang memasukkan kontinensi buang air besar dan buang air ke(il dalam kategori ADL dasar ini. Dalam kepustakaan lain juga disertakan kemampuan mobilitas (!ugiarto, "##$). 0abel ".* %eberapa )ndeks /engukuran ADL (A(tivity Daily Living) menurut sugiarto, "##$. Ke"an#alan$ Kesa"i"an Sensivitas )ndeks barthel !kala ordinal !angat handal dengan skor # sangat sahih, dan (total dependent)' (ukup sensiti&. *##(total independent) : *# item : makan, mandi, berhias, berpakaian, kontrol kandung ken(ing,dan kontrol anus, toileting, rans&er kursi atau tempat tidur, mobilitas dan naik tangga. )ndeks 2at3 Skala Deskripsi !enis skala %aktu Pelaksanaan 1 *# menit, sangat sesuai untuk skrining, penilaian &ormal, pemantauan pemeliharaan terapi. Ko&entar

!kala ADLyang sudah diterima se(ara luas, kehandalan dan kesahihan sangat baik.

4erupakan 2ehandalan 1 *# menit, penilian kesahihan (ukup6 sangat sesuai kemandirian yang kisaran ADL sangat untuk skrining, diukur dependensi terbatas (7 item) penilaian yang hierarkis : &ormal, mandi, berpakaian, pemantauan toileting, berpindah pemeliharaan tempat, dan terapi. makan./enilaian dari A (mandiri pada kelima item) sampai 5

!kala ADLyang sudah diterima se(ara luas, kehandalan dan kesahihan (ukup, menilai keterampilan dasar, tetapi tidak menilai berjalan naik tangga

**

(dependent pada kelimam item). FIM !kala ordinal (Functional dengan *+ item, 8 Independence level dengan skor Measure) berkisar antara *+' *"76 area yang dievaluasi6 perawatan diri, kontrol sting&er, trans&er, lokomosi, komunikasi, dan kogniti& sosial.

2ehandalan kesahihan baik, sensiti& dan dapat mendeteksi perubahan ke(il dengan 8 level.

1 "# menit, sangat sesuai untuk skrining, penilaian &ormal, pemantauan pemeliharaan terapi serta evaluasi program.

!kala ADLyang sudah diterima se(ara luas. /elatihan untuk petugas pengisi lebih lama karena item banyak.

*) )ndeks %arthel ()%) )ndeks %arthel merupakan suatu instrument pengkajian yang ber&ungsi mengukur kemandirian &ungsional dalam hal perawatan diri dan mobilitas serta dapat juga digunakan sebagai kriteria dalam menilai kemampuan &ungsional bagi pasien'pasien yang mengalami gangguan keseimbangan. menggunakan *# indikator, yaitu : 0abel "." )nstrument /engukuran ADL (A(tivity Daily Living) dengan )ndeks %arthel menurut !ugiarto, "##$). 'o. (te& yang #inilai Skor *. 4akan (Feeding) # 9 0idak mampu * 9 %utuh bantuan memotong, mengoles mentega dll. " 9 4andiri ". 4andi (Bathing) # 9 0ergantung orang lain * 9 4andiri 'ilai

*"

-. /erawatan diri (Grooming) .. %erpakaian (Dressing) $. %uang air ke(il (Bo el)

7. %uang air besar (Bladder)

8. /enggunaan toilet

+. 0rans&er

,. 4obilitas

*#. ;aik turun tangga

# 9 4embutuhkan bantuan orang lain * 9 4andiri dalam perawatan muka, rambut, gigi, dan ber(ukur # 9 0ergantung orang lain * 9 !ebagian dibantu (misal mengan(ing baju) " 9 4andiri # 9 )nkontinensia atau pakai kateter dan tidak terkontrol * 9 2adang )nkontinensia (maks, *:". jam) " 9 2ontinensia (teratur untuk lebih dari 8 hari) # 9 )nkontinensia (tidak teratur atau perlu enema) * 9 2adang )nkontensia (sekali seminggu) " 9 2ontinensia (teratur) # 9 0ergantung bantuan orang lain * 9 4embutuhkan bantuan, tapi dapat melakukan beberapa hal sendiri " 9 4andiri # 9 0idak mampu * 9 %utuh bantuan untuk bisa duduk (" orang) " 9 %antuan ke(il (* orang) - 9 4andiri # 9 )mmobile (tidak mampu) * 9 4enggunakan kursi roda " 9 %erjalan dengan bantuan satu orang - 9 4andiri (meskipun menggunakan alat bantu seperti, tongkat) # 9 0idak mampu * 9 4embutuhkan bantuan (alat bantu) " 9 4andiri

)nterpretasi hasil : "# : 4andiri

*"'*, : 2etergantungan <ingan ,'** $'+ : 2etergantungan !edang : 2etergantungan %erat

*-

#'.

: 2etergantungan 0otal

") )ndeks 2ats )ndeks kat3 adalah suatu instrument pengkajian dengan sistem penilaian yang didasarkan pada kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari'hari se(ara mandiri. /enentuan kemandirian &ungsional dapat mengidenti&ikasikan kemampuan dan keterbatasan klien sehingga memudahkan pemilihan intervensi yang tepat (4aryam, <. !iti, dkk, "#**). /engkajian ini menggunakan indeks kemandirian 2at3 untuk aktivitas kehidupan sehari'hari yang berdasarkan pada evaluasi &ungsi mandiri atau bergantung dari klien dalam hal *) makan, ") kontinen (%A% atau %A2), -) berpindah, .) ke kamar ke(il, $) mandi dan berpakaian (4aryam, <. !iti, dkk, "#**). 0abel ".- /enilaian )ndeks 2at3 menurut 4aryam, <. !iti, dkk, "#**. Skore A % = D > ? 5 Lain @ Lain Kriteria 2emandirian dalam hal makan, kontinen (%A% atau %A2), berpindah, ke kamar ke(il mandi dan berpakaian. 2emandirian dalam semua hal ke(uali satu dari &ungsi tersebut. 2emandirian dalam semua hal, ke(uali mandi dan satu &ungsi tambahan. 2emandirian dalam semua hal ke(uali mandi, berpakaian dan satu &ungsi tambahan. 2emandirian dalam semua hal ke(uali mandi, berpakaian, ke kamar ke(il dan satu &ungsi tambahan. 2emandirian dalam semua hal ke(uali mandi, berpakaian, ke kamar ke(il, berpindah dan satu &ungsi tambahan. 2etergantungan pada ke enam &ungsi tersebut. 0ergantung pada sedikitnya dua &ungsi, tetapi tidak dapat diklasi&ikasikan sebagai =, D, > atau ?

*.

2eterangan: 2emandirian berarti tanpa pengawasan, pengarahan, atau bantuan akti& dari orang lain. !eseorang yang menolak melakukan suatu &ungsi dianggap tidak melakukan &ungsi, meskipun sebenarnya mampu. (*) 4andi Mandiri! bantuan hanya pada satu bagian mandi (seperti punggung atau ekstermitas yang tidak mampu) atau mandi sendiri sepenuhnya. Bergantung! bantuan mandi lebih dari satu bagian tubuh, bantuan masuk dan keluar dari bak mandsi, serta tidak mandi sendiri. (") %erpakaian Mandiri! mengambil baju dari lemari, memakai pakaian, melepaskan pakaian, mengan(ingi atau mengikat pakaian. "ergantung! tidak dapat memakai baju sendiri atau baju hanya sebagian. (-) 2e 2amar 2e(il Mandiri! masuk dan keluar dari kamar ke(il kemudian membersihkan genitalia sendiri. "ergantung! menerima bantuan untuk masuk ke kamar ke(il dan menggunakan pispot. (.) %erpindah Mandiri! berpindah ke dan dari tempat tidur untuk duduk, bangkit dari kursi sendiri. "ergantung! bantuan dalam naik atau turun dari tempat tidur atau kursi, tidak melakukan satu, atau lebih berpindah.

*$

($) 2ontinen Mandiri! %A2 dan %A% seluruh dikontrol sendiri. "ergantung! )nkontinensia parsial atau lokal6 penggunaan kateter, pispot, enema, dan pembalut (pampres). (7) 4akan Mandiri! mengambil makanan dari piring dan menyuapinya sendiri. Bergantung! bantuan dalam hal mengambil makanan dari piring dan menyuapinya, tidak makan sama sekali, dan makan parenteral (;50). 0abel ".. 4odi&ikasi )ndeks 2emandirian 2at3 4enurut 4aryam, <. !iti, dkk, "#**. 'o. * Aktivitas )an#iri 'ilai (1) *ergantung ('ilai +)

4andi di kamar mandi (menggosok, membersihkan, dan mengeringkan badan). " 4enyiapkan pakaian, membuka, dan menggunakannya. - 4emakan makanan yang telah disiapkan. . 4emelihara kebersihan diri untuk penampilan diri (menyisir rambut, men(u(i rambut, mengosok gigi, men(ukur kumis). $ %uang air besar di A= (membersihkan dan mengeringkn daerah bokong). 7 Dapat mengontrol pengeluaran &eses (tinja). 8 %uang air ke(il di kamar mandi (membersihkan dan mengeringkan daerah kemaluan). + Dapat mengontrol pengeluaran air kemih. , %erjalan di lingkungan tempat tinggal atau ke luar ruangan tanpa alat bantu, seperti tongkat. *# 4enjalankan agama sesuai agama dan keper(ayaan yang dianut. ** 4elakukan pekerjaan rumah, seperti: merapikan tempat tidur, men(u(i pakaian, memasak, dan membersihkan ruangan. *" %erbelanja untuk kebutuhan sendiri atau

*7

kebutuhan keluarga. *- 4engelola keuangan (menyimpan dan menggunakan uang sendiri). *. 4engguanakan sarana trans&ortasi umum untuk berpergian. *$ 4enyiapkan obat dan minum obat sesuai dengan aturan (takaran obat dan waktu minum obat tepat). *7 4eren(anakan dan mengambil keputusan untuk kepentingan keluarga dalam hal penggunakan uang, aktivitas sosial yang dilakukan dan kebutuhan akan pelayanan kesehatan. *8 4elakukan aktivitas di waktu luang (kegiatan keagamaan, sosial, rekreasi, olah raga dan menyalurkan hobi. !,)LA- P.(' )A'D(/( Analisi Hasil : /oint : *- @ *8 : 4andiri /oint : # @ *" : 2etergantungan

2.3.0 1aktor21aktor yang )e&pengaru"i ADL ADL (Activities Daily Living) terdiri dari aspek motorik yaitu kombinasi gerakan volunter yang terkoordinasi dan aspek propiosepti& sebagai umpan balik gerakan yang dilakukan. 4enurut !ugiarto ("##$), ADL dasar dipengaruhi oleh : *) <B4 sendi ") 2ekuatan otot -) 0onus otot .) /ropiosepti& $) /ersepti visual

*8

7) 2ogniti& 8) 2oordinasi +) 2eseimbangan tubuh yang jelek 4enurut Hadiwynoto ("##$), &aktor yang mempengaruhi penurunan ADL (Activities Daily Living) adalah: *) 2ondisi &isik misalnya penyakit menahun, gangguan mata dan telinga ") 2apasitas mental -) !tatus mental seperti kesedihan dan depresi .) /enerimaan terhadap &ungsinya anggota tubuh $) Dukungan anggota keluarga 4enurut Hadiwynoto ("##$), &aktor yang mempengaruhi penurunan ADL (Activities Daily Living) adalah: *) 2urangnya bergerak (Immo#ilisasi) ") 2epikunan yang berat (Dementia) -) %eser buang air ke(il atau buang air besar (Inkontinensia) .) Asupan makanan dan minuman yang kurang $) Le(et dan borok pada tubuh akibat berbaring yang lama (Decu#itus) 7) /atah tulang 8) /ersendian yang kaku +) /ergerakan yang terbatas ,) Aaktu beraksi yang lambat, keadaan tidak stabil bila berjalan *#) 2eseimbangan tubuh yang jelek **) 5angguan peredaran darah

*+

*") 5angguan penglihatan, gangguan pendengaran *-) 5angguan pada perabaan *.) 5angguan status mental seperti kesedihan atau depresi 2.3.3 Pengertian Ke&an#irian 2emandirian pribadi yang berarti tanpa pengawasan, pengarahan yang atau bantuan untuk

masih

akti&.

!eseorang

lansia

menolak

melakukan &ungsi dianggap sebagai tidak melakukan &ungsi, meskipun dianggap mampu (4aryam, "#**). 2emandirian berarti hal atau keadaan seseorang yang dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain. 2ata kemandirian berasal dari kata dasar diri yang mendapat awalan ke dan akhiran an yang kemudian membentuk suatu kata keadaan atau kata benda (%ahara, "##+). 4enurut 4uCtadin ("##"), kemandirian mengandung pengertian yaitu suatu keadaan dimana seseorang yang memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya mampu mengambil keputusan dan inisiati& untuk mengatasi masalah yang dihadapi, memiliki keper(ayaan diri dalam mengerjakan dilakukan. tugas'tugasnya, Lebih lanjutnya bertanggung 4uCtadin jawab ("##"), terhadap apa yang bahwa

menyebutkan

kemandirian merupakan suatu sikap dimana individu akan terus belajar untuk bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai situasi dilingkungan sehingga individu pada akhirnya akan mampu berpikir dan bertindak sendiri. 2.3.4 1ungsi Ke&an#irian

*,

?ungsi

kemandirian

pada

lansia

mengandung

pengertian

yaitu

kemampuan yang dimiliki oleh lansia untuk tidak tergantung pada orang lain dalam melakukan aktivitasnya, semuanya dilakukan sendiri dengan keputusan sendiri dalam rangka memenuhi kebutuhannya (Hidayat, "##.). 2.3.5 Aspek Ke&an#irian 4enurut !teinberg ("##"), kemandirian merupakan kemampuan

individu untuk bertingkah laku se(ara seorang diri. Dntuk men(apai kemandirian melibatkan tiga aspek yaitu: *) Aspek kemandirian kemandirian yang emosional (emotional autonomy), yaitu aspek

berkaitan

dengan

perubahan

hubungan

individu,

terutama dengan orang tua. ") Aspek kemandirian bertingkah laku (#ehavioral autonomy), yaitu

kemampuan untuk membuat suatu keputusan sendiri dan menjalankan keputusan tersebut. -) Aspek kemandirian nilai (value autonomy), yaitu memiliki seperangkat prinsip'prinsip tentang mana yang benar dan mana yang salah, mengenai mana yang penting dan mana yang tidak penting. 2.3.6 1aktor2faktor yang )e&pengaru"i Ke&an#irian ?aktor'&aktor yang mempengaruhi kemandirian orang lanjut usia meliputi: *) 2ondisi 2esehatan Lanjut usia yang memiliki tingkat kemandirian tertinggi adalah mereka yang se(ara &isik dan psikis memiliki kesehatan yang (ukup prima. /rosentase yang paling tinggi adalah mereka yang mempunyai kesehatan baik. Dengan kesehatan

"#

yang baik mereka bisa melakukan aktivitas apa saja dalamkehidupannya sehari' hari seperti : mengurus dirinya sendiri, bekerja dan rekreasi. Hal ini sejalan dengan pendapat 4uCtadin, ("##") bahwa kemandirian bagi orang lanjut usia dapat dilihat dari kualitas kesehatan sehingga dapat melakukan Aktivitas 2ehidupan !ehari'hari. Dengan menurunnya kondisi kesehatan seseorang se(ara bertahap dalam ketidak mampuan se(ara &isik mereka hanya tertarik pada kegiatan yang memerlukan sedikit tenaga dan kegiatan &isik (Hurlo(k, *,,.). ") 2ondisi >konomi /ada kondisi ekonomi responden yang mandiri memiliki kondisi ekonomi sedang. <esponden dengan kondisi ekonomi sedang berusaha tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya agar tidak tergantung pada anak atau keluarga lain. Dengan bekerja mereka akan memperoleh beberapa keuntungan yaitu selain mendapatkan penghasilan mereka dapat mengisi waktu senggang dengan kegiatan yang berguna, sehingga akti&itas &isik dan psikis tetap berjalan. 2eterlibatan lanjut usia dalam aktivitas produkti& akan menunjang kemandirian mereka dalam rumah tangga. -) 2ondisi !osial 4ereka yang beragama )slam akti& dalam perkumpulan keagamaan, seperti Easinan yang dilakukan tiap minggu dan pengajian setiap bulan, yang beragama 2ristenF2atolik akti& dalam 2ebaktian. 2egiatan ini dihadiri tidak hanya oleh orang lanjut usia saja tetapi juga dihadiri oleh bapakFibu yang masih muda, dan pra lanjut usia. 4ereka berkumpul bersama untuk melakukan kegiatan tersebut. 2egiatan ini didukung teori pertukaran sosial dimana mereka melakukan kegiatan

"*

yang (ara pen(apaiannya dapat berhasil jika dilakukan dengan berinteraksi dengan orang lain.