Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Menurut Wall dan Jellinek, 1970, kosmetik dikenal manusia sejak berabad abad yang lalu. Pada abad ke-19, pemakaian kosmetik mulai mendapat perhatian, yaitu selain untuk kecantikan juga untuk kesehatan. Perkembangan ilmu kosmetik serta industrinya baru dimulai secara besar besaran pada abad ke-20. [1] Kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan seperti epidermis, rambut, kuku, bibir, gigi, dan rongga mulut antara lain untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit. [1] Segala jenis kosmetik mempunyai tujuan yang sama, yaitu memelihara atau menambah kecantikan kulit salah satunya melalui pemakaian kosmetik dekoratif yang dapat mengubah penampilan agar tampak lebih cantik serta noda maupun kelainan pada kulit dapat tertutupi. Salah satu jenis dari kosmetik dekoratif yaitu face tonik. [1] Face Tonik adalah suatu bahan yang digunakan untuk melembabkan dan

membersihkan kulit. Selain sebagai pelembab face tonik juga memiliki manfaat lain seperti mengangkat sisa-sisa kotoran di wajah yang tidak bisa diangkat oleh susu pembersih, membersihkan wajah sehingga tidak tampak kusam, menyeimbangkan pH kulit, menciutkan pori pori kulit, menyegarkan kulit, melembabkan kulit, menambah selapis perlindungan, mencegah bulu tumbuh kedalam, membantu mengurangi dan mencegah timbulnya komedo. Dalam makalah ini penulis akan membuat formulasi baru pada sediaan face tonik dengan perbandingan formula face tonik lain di pasaran dengan menggunakan bahan lainnya.

Face Tonik

Page 1

I.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas, perumusan masalah dari makalah ini antara lain : 1. Bagaimana memformulasikan sediaan kosmetik face tonik sesuai standar CPKB ? 2. Bagaimana perbandingan antara formulasi yang akan dibuat dengan yang beredar dipasaran? 3. Bagaimanakah metode pembuatan yang baik untuk formulasi sediaan face tonik yang baru ? 4. Bagaimanakah karakteristik yang baik untuk formulasi sediaan face tonik yang baru? 5. Bagaimanakah evaluasi untuk formulasi sediaan face tonik yang baru ?

I.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini antara lain : a. Untuk mengetahui cara pembuatan face tonik sesuai dengan CPKB. b. Untuk membandingkan formulasi yang akan dibuat dengan yang beredar dipasaran. c. Untuk memahami metode pembuatan yang baik bagi formulasi sediaan face tonik yang baru. d. Untuk memahami karakteristik yang baik bagi formulasi sediaan face tonik yang baru. e. Untuk memahami evaluasi bagi formulasi sediaan face tonik yang baru.

I.4 Manfaat Penulisan Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah agar dapat menambah wawasan atau pengetahuan yang lebih mengenai face tonik, baik itu dari segi pembuatan, bahan yang digunakan seperti pengawet, pewarna, dll, dan kerusakan-kerusakan pada lipstick. Serta memberikan informasi kepada pembaca, terutama wanita agar lebih memperhatikan lebih baik lagi face tonik yang akan mereka gunakan.

Face Tonik

Page 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Buah Kiwi Dalam sistematika tumbuhan, buah kiwi diklasifikasikan sebagai berikut [2]: Kerajaan : Plantae Divisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Ericales : Actinidiaceae : Actinidia : Actinidia deliciosa

Kiwi adalah sejenis buah beri dengan klompok kultivar dari kayu pohon anggur Actinidia deliciosa dan hibrida antara ini dan spesies pada genus Actinidia asli berasal dari Shaanxi,Cina. Buah kiwi yang normal berbentuk oval, kira-kira sebesar telur ayam (58 cm / 23 in dan diameter 4.55.5 cm / 12 ). Buah ini kaya serat, kulit berwarna hijau-kecokelatan dan daging buah berwarna hijau terang atau keemasan dengan biji kecil, hitam, dan bisa dimakan. Tekstur buah ini sangat halus dan rasanya yang unik, saat ini buah kiwi sudah ditanam di berbagai negara. [2]

II.1.1 Kandungan Kimia Buah Kiwi Kiwi ini dikenal sebagai penghasil vitamin C terbesar dibandingkan dengan buahbuahan yang lainnya. Untuk lebih detailnya, berikut merupakan kandungan yang dimiliki oleh buah Kiwi per 100 gramnya Protein: 0.99 gram; Air: 83,05 gram; Karbohidrat: 14.88 gram; Kalori: 61 kcal; Abu: 0.64 gram; Lemak: 0.44 gram; Magnesium: 30 mg; Fiber: 3.4 gram; Besi: 0.41 mg; Vitamin C: 75.0 mg; Potassium, K: 332 mg; Vitamin A: 9 mcg; Calcium: 26 mg; Phosphorus, P: 40 mg; Niacin: 0.500 mg; Vitamin A: 175 iu; Retinol: 0 mcg; Sodium: 5 mg; Thiamin: 0.020 mg; Kolesterol: 0 mcg; Riboflavin: 0.050 mg. [3]

Face Tonik

Page 3

II.2 Anatomi Kulit Kulit merupakan organ tubuh paling besar yang melapisi seluruh bagian tubuh, membungkus daging dan organ-organ yang ada didalamnya. Luas kulit pada manusia rata-rata + 2 meter persegi dengan berat 10 kg jika ditimbang dengan lemaknya atau 4 kg jika tanpa lemak atau beratnya sekitar 16 % dari berat badan seseorang.[4]

II.2.1 Struktur Kulit 1. Epidermis Epidermis merupakan bagian kulit paling luar yang paling menarik untuk diperhatikan dalam perawatan kulit, karena kosmetik dipakai pada bagian epidermis. Ketebalan epidermis berbeda-beda pada berbagai bagian tubuh, yang paling tebal berukuran 1 milimeter misalnya pada telapak tangan dan telapak kaki, dan yang paling tipis berukuran 0,1 milimeter terdapat pada kelopak mata, pipi, dahi dan perut. Sel - sel epidermis disebut keratinosit. Epidermis melekat erat pada dermis karena secara fungsional epidermis memperoleh zat - zat makanan dan cairan antar sel dari plasma yang merembes melalui dinding - dinding kapiler dermis ke dalam epidermis. [4] 2. Dermis Kulit jangat atau dermis menjadi tempat ujung saraf perasa, tempat keberadaan kandung rambut, kelenjar keringat, kelenjar palit atau kelenjar minyak, pembuluh pembuluh darah dan getah bening, dan otot penegak rambut (muskulus arektor pili). Sel sel umbi rambut yang berada di dasar kandung rambut, terus - menerus membelah dalam membentuk batang rambut. Kelenjar palit yang menempel di saluran kandung rambut, menghasilkan minyak yang mencapai permukaan kulit melalui muara kandung rambut. Kulit jangat sering disebut kulit sebenarnya dan 95 % kulit jangat membentuk ketebalan
Face Tonik Page 4

kulit. Ketebalan rata - rata kulit jangat diperkirakan antara 1 - 2 mm dan yang paling tipis terdapat di kelopak mata serta yang paling tebal terdapat di telapak tangan dan telapak kaki. Susunan dasar kulit jangat dibentuk oleh serat - serat, matriks interfibrilar yang menyerupai selai dan sel-sel. Di dalam lapisan kulit jangat terdapat dua macam kelenjar yaitu kelenjar keringat dan kelenjar palit. [4] 3. Hipodermis Lapisan ini terutama mengandung jaringan lemak, pembuluh darah dan limfe, saraf-saraf yang berjalan sejajar dengan permukaan kulit. Cabang-cabang dari pembuluhpembuluh dan saraf-saraf menuju lapisan kulit jangat. Jaringan ikat bawah kulit berfungsi sebagai bantalan atau penyangga benturan bagi organ-organ tubuh bagian dalam, membentuk kontur tubuh dan sebagai cadangan makanan. Ketebalan dan kedalaman jaringan lemak bervariasi sepanjang kontur tubuh, paling tebal di daerah pantat dan paling tipis terdapat di kelopak mata. Jika usia menjadi tua, kinerja liposit dalam jaringan ikat bawah kulit juga menurun. Bagian tubuh yang sebelumnya berisi banyak lemak, lemaknya berkurang sehingga kulit akan mengendur serta makin kehilangan kontur. [4]

Dari sudut kosmetika, epidermis merupakan bagian kulit yang menarik karena kosmetika dipakai pada epidermis itu. Lapisan epidermis terdiri atas stratum korneum, stratum lusidum, stratum granulosum, stratum spinosum, dan stratum basalis. Marchionini (1929) menemukan bahwa stratum korneum dilapisi oleh suatu lapisan tipis lembab yang bersifat asam, sehingga ia menamakannya sebagai mantel asam kulit. Tingkat keasamannya (pH) umumnya berkisar antara 4,5 6,5. Fungsi pokok mantel asam kulit yaitu : 1. Sebagai penyangga (buffer) yang berusaha menetralisir bahan kimia yang terlalu asam atau terlalu alkalis yang masuk ke kulit. 2. Membunuh atau menekan pertumbuhan mikroorganisme yang membahayakan kulit. Dengan sifat lembabnya sedikit banyak mencegah kekeringan kulit. [5]

Face Tonik

Page 5

II.2.2 Klasifikasi Kulit Klasifikasi kulit umumnya terdiri atas 3 jenis [6] : 1. Kulit Normal Merupakan kulit ideal yang sehat, tidak mengkilap atau kusam, segar dan elastis dengan minyak dan kelembaban yang cukup. 2. Kulit Berminyak Kulit yang mempunyai kadar minyak permukaan kulit yang berlebihan sehingga tampak mengkilat, kotor dan kusam, biasanya pori kulit lebar sehingga kesannya kasar dan lengket. 3. Kulit Kering Kulit yang mempunyai lemak permukaan kulit yang kurang atau sedikit sehingga pada perabaan terasa kering, kasar karena banyak lapisan kulit yang lepas dan retak, kaku atau tidak elastis dan mudah terlihat kerutan.

II.2.3 Fungsi Kulit Fungsi biologik kulit diantaranya sebagai berikut [7] : 1. Proteksi Serabut elastis yang terdapat pada dermis serta jaringan lemak subkutan berfungsi mencegah trauma mekanik langsung terhadap interior tubuh. Lapisan tanduk dan mantel lemak kulit menjaga kadar air tubuh dengan cara mencegah masuknya air dari luar tubuh dan mencegah penguapan air, selain itu juga berfungsi sebagai barrier terhadap racun dari luar. Mantel asam kulit dapat mencegah pertumbuhan bakteri di kulit. 2. Thermoregulasi Kulit mengatur temperatur tubuh melalui mekanisme dilatasi dan konstriksi pembuluh kapiler dan melalui perspirasi, yang keduanya dipengaruhi saraf otonom. Pusat pengatur temperatur tubuh di hipotalamus. Pada saat temperatur badan menurun terjadi vasokonstriksi, sedangkan pada saat temperatur badan meningkat terjadi vasodilatasi untuk meningkatkan pembuangan panas. 3. Persepsi sensoris Kulit sangat sensitif terhadap rangsangan dari luar berupa tekanan, raba, suhu dan nyeri. Beberapa reseptor pada kulit untuk mendeteksi rangsangan dari luar diantaranya adalah Benda Meissner, Diskus Merkell dan Korpuskulum Golgi sebagai reseptor raba, Korpuskulum Panici sebagai reseptor tekanan, Korpuskulum Ruffini dan Benda Krauss sebagai reseptor suhu dan Nervus End Plate sebagai

Face Tonik

Page 6

reseptor nyeri. Rangsangan dari luar diterima oleh reseptor-reseptor tersebut dan diteruskan ke sistem saraf pusat selanjutnya diinterpretasi oleh korteks serebri. 4. Absorbsi beberapa bahan dapat diabsorbsi kulit masuk ke dalam tubuh melalui dua jalur yaitu melalui epidermis dan melalui kelenjer sebasea dari folikel rambut. Bahan yang mudah larut dalam lemak lebih mudah diabsorbsi dibandingkan bahan yang larut air. 5. Fungsi Lain Kulit dapat menggambarkan status emosional seseorang dengan memerah ataupun memucat. Kulit dapat juga mensintesa vitamin D dengan bantuan sinar ultraviolet.

II.3 Kosmetika Kosmetika berasal dari kata kosmein (Yunani) yang berarti berhias. Bahan yang dipakai dalam usaha untuk mempercantik diri ini, dahulu diramu dari bahan-bahan alami yang terdapat di sekitarnya. Namun, sekarang kosmetika tidak hanya dari bahan alami tetapi juga bahan buatan untuk maksud meningkatkan kecantikan. [6] Definisi kosmetika menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 445/ MenKes/ Permenkes/ 1998 adalah sebagai berikut: Kosmetika adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin bagian luar), gigi, dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit. Kosmetika biasanya mengandung bahan seperti lemak, minyak, ester lilin, minyak ester humektan, pewarna, dan lain-lain. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih bahan baku kosmetika salah satunya adalah sangat baik dan aman untuk digunakan serta stabil terhadap pengaruh oksidasi dan pengaruh luar lainnya. [7] Tujuan awal penggunaan kosmetika adalah mempercantik diri yaitu usaha untuk menambah daya tarik agar lebih disukai orang lain. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan cara merias setiap bagian tubuh yang terpapar oleh pandangan sehingga terlihat lebih menarik dan sekaligus juga menutupi kekurangan (cacat) yang ada.

Face Tonik

Page 7

II.3.1 Kosmetika Dekoratif Kosmetika dekoratif semata-mata hanya melekat pada alat tubuh yang dirias dan tidak bermaksud untuk diserap ke dalam kulit serta mengubah secara permanen kekurangan (cacat) yang ada. Kosmetika dekoratif terdiri atas bahan aktif berupa zat warna dalam berbagai bahan dasar (bedak, cair, minyak, krim, tingtur, aerosol) dengan pelengkap bahan pembuat stabil dan parfum. Berdasarkan bagian tubuh yang dirias, kosmetika dekoratif dapat dibagi menjadi [7] : 1) Kosmetika rias kulit (wajah); 2) Kosmetika rias bibir; 3) Kosmetika rias rambut; 4) Kosmetika rias mata; dan 5) Kosmetika rias kuku. Peran zat warna dan zat pewangi sangat besar dalam kosmetika dekoratif. Pemakaian kosmetika dekoratif lebih untuk alasan psikologis daripada kesehatan kulit.

Tabel 2.1 Batas Kadaluwarsa Beberapa Jenis Kosmetik Dekoratif

Face Tonik

Page 8

II.3.2 Persyaratan Kosmetik Dekoratif Persyaratan untuk kosmetika dekoratif antara lain: a. Warna yang menarik b. Bau yang harum menyenangkan c. Tidak lengket d. Tidak menyebabkan kulit tampak berkilau e. Tidak merusak atau mengganggu kulit, rambut, bibir, kuku, dan lainnya.

II.3.3 Pembagian Kosmetik Dekoratif Pembagian kosmetika dekoratif yaitu: a. Kosmetika dekoratif yang hanya menimbulkan efek pada permukaan dan pemakaiannya sebentar. Misalnya: bedak, pewarna bibir, pemerah pipi, eye shadow, dan lain-lain. b. Kosmetika dekoratif yang efeknya mendalam dan biasanya dalam waktu yang lama baru luntur. Misalnya: kosmetika pemutih kulit, cat rambut, pengeriting rambut, pelurus rambut, dan lain-lain. II.4 Face Tonik / Penyegar wajah Face Tonik adalah suatu bahan yang digunakan untuk melembabkan dan

membersihkan kulit. Penyegar mampu membersihkan sisa-sisa kotoran dan membuat kulit lebih kencang karena pori-pori menutup. II.4.1 Manfaat dari Face Tonic Adapun manfaat penggunaan face tonic ialah : mengangkat sisa-sisa kotoran di wajah yang tidak bisa diangkat oleh susu pembersih membersihkan wajah sehingga tidak tampak kusam menyeimbangkan pH kulit, menciutkan pori pori kulit, menyegarkan kulit dan melembabkan kulit menambah selapis perlindungan dan mencegah bulu tumbuh kedalam membantu mengurangi dan mencegah timbulnya komedo.

Face Tonik

Page 9

II.4.2 Persyaratan Face Tonik Dari sudut pandang kualitas, Face tonik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Tidak mengiritasi atau menimbulkan alergi b. Harus tidak berbau, paling tidak nyaman bagi pemakai c. Harus stabil selama pemakaian pada kulit

II.5 Komponen dalam Sediaan Face Tonik a. Metil paraben Pemeriannya yaitu berupa hablur kecil, tidak berwarna atau serbuk hablur, putih, tidak berbau atau berbau khas lemah, mempunyai sedikit rasa terbakar. Kelarutannya yaitu sukar larut dalam air dan benzen, mudah larut dalam etanol dan dalam eter, larut dalam minyak, propilen glikol, dan dalam gliserol. Suhu leburnya antara 1250C hingga 1280C. Khasiatnya sebagai zat tambahan (zat pengawet). [9] b. Propilen glikol Propilen glikol beupa cairan jernih, tidak berwarna, dan praktis tidak berbau, rasa agak manis, dan stabil jika bercampur dengan gliserin, air, dan alkohol. Propilen glikol sangat luas digunakan dalam kosmetika sebagai pelarut. Dalam kosmetika propilen glikol berfungsi sebagai humektan. [10]

Face Tonik

Page 10

BAB III METODOLOGI

III.1 Formula Baru

III.2 Metode Pembuatan Face Tonik

III.3 Evaluasi Sediaan Face Tonik

Face Tonik

Page 11

BAB IV PEMBAHASAN

IV.1 Formulasi Sediaan Face Tonik dari Produk Pasaran sebagai Pembanding Formula I Bahan Wardah Erosus 0.020.3 % Polysorbate 80 0,1 0,3 Antioksidan % Benzyl Alkohol Methylchloroisothiazo linone Licorice (Glycyrrhiza Glaba) Extract Etanol Sorbitol Pachyrrhizus Extract Methylparaben Pengawet >10% <8% Antimikroba Pelarut <0,05 % Pelarut Antimikroba Formula II Viva Bengkoang Aqua PEG-4-Hydrogenated Castor Oil Triethanolamine
2 - 4%.

Formula III Viva Green Tea

Formula IV Viva Lemon

Formula Kelompo k Pelarut Fungsi

Emulsifying agent,

Glycolic Acid Niacinamide Fragrance Sargassum Filipendula (Seaweed) Extract Tocopheryl Acetate

6 10 % 4%

pelarut Anti aging Pengaroma

Face Tonik

Page 12

Propylene Glycol

580 %

Humektan, Antimikroba

Sunflower (Heliathus Annuus) Seed Oil PEG 40 Hydrogenated Castor Oil Citric Acid Camellia Leaf Extract Tea Tree Oil Sinensis

0,5 22 % Emulsifyer

(Melaleuca alternifolia) Allantoin Witch Hazel Distillate Acidum Tartaricum 1,5 % Sequestering agent Cl. 19140 warna kuning lemon Cl. 42090 Perfume Warna Biru Pengaroma Anti iritasi

Produk 1 : Wardah Lightening face Tonik (PT.Paragon Technology and Innovation) Keuntungan : Toner dengan pH balance mengandung ekstrak Licorice, Seaweed dan Vitamin E. Membantu membersihkan minyak dan sisa cleaser serta memberikan rasa nyaman dan segar di kulit wajah. Alcohol free, tidak membuat kulit kering. Produk 2 : Viva - Face Tonic Bengkoang (PT Vitapharm) Keuntungan : Lotion penyegar untuk kulit normal, mengandung bahan alami Ekstrak Bengkuang dan Ekstrak Sunflower yang berfungsi untuk membersihkan sisa sisa susu pembersih,
Face Tonik Page 13

menyegarkan kulit, serta merawat elastisitas/kelenturan kulit wajah anda sehingga tampak lebih cerah berseri.

Produk 3 : Viva - Face Tonic Green Tea Keuntungan : Harganya murah, tidak mengandung alkohol (cocok buat kulit sensitif), tidak menyebabkan iritasi, tidak membuat kulit jadi berminyak ataupun kering kerontang, membuat kulit menjadi lebih lembab, wanginya soft dan tidak disturbing Produk 4 : Viva - Face Tonic Lemon Keuntungan : Lation penyegar untuk kulit berminyak, mengandung Ekstrak Lemon yang berfungsi untuk membersihkan sisa-sisa susu pembersih, menyegarkan kulit, mengecilkan pori-pori dan membantu merawat kulit berjerawat serta melembabkan kulit wajah.

IV.2 Formula Baru Komposisi Konsentrasi (%)

IV.3 Prosedur Pembuatan Face Tonik Cara pembuatannya adalah sebagai berikut:

IV.4 Evaluasi Sediaan

IV.5 Keuntungan Sediaan Keuntungan dari sediaan yang kami rancang dan buat ialah
Face Tonik Page 14

IV.6 Kemasan Produk

BAB V PENUTUP

V.1 Kesimpulan

V.2 Saran

Face Tonik

Page 15

DAFTAR PUSTAKA

1. Tranggono, R.I, Latifah, F., 2007, Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. 2. http://id.wikipedia.org/wiki/Buah_kiwi#Kandungan_penting_buah_kiwi (Diakses 6 januari 2014) 3. http://www.deherba.com/mengenal-buah-kiwi-dan-khasiatnya.html (Diakses 6 januari 2014) 4. Mitsui, T., (1997). New Cosmetic Science. Amsterdam: Elsevier. Pages:19-21,121,386. 5. Anonima. (1990). Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan No. 00386/C/SK/II/90 tentang Perubahan Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan No. 239/Menkes/Per/V/85 tentang Zat Warna Tertentu yang Dinyatakan sebagai Bahan Berbahaya. 6. Wasitaatmadja, S M., 1997, Penuntun Ilmu Kosmetik Medik, Jakarta : Universitas Indonesia Press. Hal: 26, 28, 122, 124. 7. Ditjen POM. (1985). Formularium Kosmetika Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Hal. 83, 85, 86, 195-197 http://medicafarma.blogspot.com/2008/09/sedian-lipstik.html (Diakses 8 Nov 2013) 8. Ditjen POM. (1995). Farmakope Indonesia. Edisi Keempat. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Hal: 57, 72, 157, 186, 550, 822 9. Ditjen POM. (1979). Farmakope Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Hal: 33, 56, 141, 378, 459, 534, 633. 10.

http://harmoniku21.blogspot.com/2012/06/viva-perawatan-dasar.html
Face Tonik Page 16

http://sweetspearls.com/health/alasan-mengapa-wajib-menggunakan-facial-toner/

Face Tonik

Page 17

Anda mungkin juga menyukai