Anda di halaman 1dari 28

MANAJEMEN PESERTA DIDIK (STUDI KASUS PADA SMAN 6 BANDUNG)

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengelolaan Pendidikan

Disusun Oleh Kelompok 4 : Adiyat Fikrizal Angga Resgiana Dimas Bagus Ananta Popi Delima Putri Fifi Fikriyah Wiwit Nurwenda Yuda Sulistianto 1003242 1005515 1005906 1002009 1001781 1000919 1006169

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2011

KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nya lah makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Adapun penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Pengelolaan Pendidikan. Selain untuk memenuhi tugas, tujuan penyusunan makalah antara lain untuk dijadikan bahan pembelajaran mengenai Manajemen Peserta Didik di SMAN 6 BANDUNG. Dalam proses penyusunan makalah ini, penyusun juga sempat mengalami beberapa kesulitan, namun berkat bimbingan dari berbagai pihak, akhirnya makalah ini dapat diselesaikan, walaupun masih banyak kekurangan di dalamnya. Terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam proses penyusunan makalah ini. Penyusun menyadari sepenuhnya sebagai pihak yang masih perlu banyak belajar dalam penyusunan makalah, bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penyusun sangat mengharapkan adanya kritik serta saran yang bersifat membangun dari semua pihak agar makalah ini menjadi lebih baik dan berdaya guna di masa yang akan datang.

Bandung, Oktober 2011

Penyususn

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ..................................................................................... i DAFTAR ISI .................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ..................................................................................... 1 B. Tujuan .................................................................................................. 1 C. Rumusan Masalah ................................................................................ 2 D. Metode Pengumpulan Data .................................................................. 2 BAB II TINJAUAN TEOR A. Pengertian Manajemen Peserta Didik .................................................. 3 B. Tujuan, Fungsi, dan Prinsip Manajemen Peserta Didik ....................... 4 C. Ruang Lingkup Pengertian Manajemen Peserta Didik ........................ 5 D. Layanan Penunjang Manajemen Peserta Didik.................................... 11 BAB III HASIL OBSERVASI DAN WAWANCARA. A. Hasil Observasi .................................................................................... 20 B. Hasil Wawancara ................................................................................. 20 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan .......................................................................................... 22 B. Saran ..................................................................................................... 22 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 23 LAMPIRAN ..................................................................................................... 24

ii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komponen-komponen pendukung pelaksanaan kegiatan seperti kurikulum, peserta didik, pembiayaan, tenaga pelaksana, dan sarana prasarana akan sangat menentukan keberhasilan dalam penyelenggaraan lembaga pendidikan (sekolah). Komponen-komponen tersebut merupakan satu kesatuan dalam upaya pencapaian tujuan lembaga pendidikan (sekolah), artinya bahwa satu komponen memberikan dukungan bagi komponen lainnya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi terhadap pencapaian tujuan lembaga pendidikan (sekolah) tersebut. Keberadaan peerta didik tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan saja, akan tetapi harus merupakan bagian dari kebermutuan lembaga pendidikan (sekolah) itu sendiri, sehingga pesrta didik itu dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi fisik, kecerdasan intelektual, social, emosional, dan kejiwaan peserta didik. Kebutuhan peserta didik dalam mengembangkan dirinya tentu saja beragam dalam hal pemrioritasan, seperti disatu sisi para pesrta didik ingin sukses dalam hal prestasi akademiknya, disisi lainnya juga ingin sukses dalam hal sosialisasi dengan teman sebayanya. Bahkan ada juga peserta didik yang ingin sukses dalam segala hal. Pilihan-pilihan yang tepat atas keberagaman keinginan tersebut tidak jarang menimbulkan masalaah bagi peserta didik. Oleh karena itu diperlukan layanan bagi peserta didik yang dikelola dengan baik. Manajemen peserta didik berupaya mengisi kebutuhan akan layanan yang baik tersebut, mulai dari peserta didik tersebut mendaftarkan diri ke sekolah sampai peserta didik tersebut menyelesaikan studi di sekolah tersebut. B. Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah : Mengetahui pengertian Manajemen Peserta Didik. Mengatahui manfaat Manajemen Peserta Didik. Mengetahui aspek penting dalam Manajemen Peserta Didik. Memahami keterkaitan antara Manajemen Peserta Didik dengan kemajuan prestasi sekolah.

1. 2. 3. 4.

C. Rumusan Masalah Pokok permasalahan, lebih lanjut dirinci dalam beberapa indikator permasalahan, yaitu sebagai berikut. 1. Apa yang dimaksud dengan Manajemen Peserta Didik ? 2. Apa manfaat Manajemen Peserta Didik? 3. Apa saja layanan penunjang dalam Manajemen Peserta Didik? 4. Bagaimana keterkaitan antara Manajemen Peserta Didik dengan kemajuan prestasi sekolah? D. Metode Pengumpulan Data 1. Wawancara

BAB II TINJAUAN TEORI A. Pengertian Manajemen Peserta Didik Manajemen diartikan bermacam-macam. Secara etimologis, kata manajemen merupakan terjemahan dari management (Bahasa Inggris). Kata ini berasal dari bahasa latin, prancis dan italia yaitu manus, mano, manage/maneedan manaeggiare. Maneggiare berarti melatih kuda agar dapat melangkah dan menari seperti yang dikehendaki pelatihnya. Harold koontz dan Cyril ODonel (Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan, 2010 : 197) mendefinisikan manajemen sebagai usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Dengan demikian Manager mengadakan koordinasi atas sejumlah aktifitas orang lain yang meliputi pencapaian, pengorganisasian, penempatan, pengarahan, danpengendalian. Terry (1953, dalam Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan, 2010 : 197), mendefinisikan manajemen sebagai pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya melalui usaha orang lain (Management is the accomplishing of the predertemined objective through the effort of other people). Dari pendapat diatas dapat disimpulkan managemen adalah suatu proses yang dilakukan agar suatu usaha dapat berjalan dengan baik memerlukan perencanaan, pemikiran, pengarahan, dan pengaturan serta mempergunakan/mengikutsertakan semua potensi yang ada baik personal maupun material secara efektif dan efisien. Pengertian Peserta Didik sendiri menurut ketentuan umum Undang-undang RI No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potens diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang,dan jenis pendidikan tertentu. Peserta Didik adalah orang yang mempunyai pilihan untuk menempuh ilmu sesuai dengan cita-cita dan harapan masa depan. Oemar Hamalik (Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan, 2010 : 197) mendefinisikan peserta didik sebagai suatu komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya diproses dalam proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkuaitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Dari pengertian-pengertian di atas, bisa dikatan peserta didik adalah orang/individu yang mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat,minat, dan kemampuannyaagar tumbuh dan berkembangdengan baik, serta mempunyai kepuasan dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh pendidiknya. Peserta didik mempunyai sebutan yang berbeda beda. Pada Taman Kanakkanak disebut dengan anak didik. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah disebut dengan siswa. Sedangkan pada jenjag pendidikan tinggi disebut

mahasiswa. Disamping sebutan tersebut masih ada sebutan lain bagi peserta didik, yaitu: murid, pelajar, santri, trainee dan sebagainya. Kalau begitu apa yang dimaksud dengan manajemen peserta didik? Manajemen Peserta Didik atau Pupil Personnel Administration adalah layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan, layanan individuan seperti pengembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai ia matang di sekolah. (Knezevich, 1961, dalam Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan, 2010 : 198). Manjemen Peserta Didik juga bisa diartikan sebagai usaha pengaturan peserta didik dimulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah hingga mereka lulus sekolah. Dengan demikian, manajemen peserta didik tidak hanya dalam kegiatankegiatan catat mencatat saja, melainkan juga meliputi aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat digunakan untuk membantu kelancaran upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan. Adanya manajemen peserta didik merupakan upaya untuk memberikan layanan yang sebaik mungkin kepada peserta didik semenjak dari proses penerimaan sampai saat peserta didik hingga lulus. B. Tujuan, Fungsi dan Prinsip Manajemen Peserta Didik Tujuan manajemen peserta didik adalah sebagai pengatur kegiatankegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran di lembaga pendidikan (sekolah) sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuans sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan. Fungsi Manajemen Peserta Didik adalah sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan aspek-aspek individualisnya, sosial, aspirasi, kebutuhan dan potensi peserta didik lainnya. Agar tujuan dan fungsi peserta didik dapat tercapai, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya. Prinsip prinsip yang dimaksud adalah sebagai berikut: a. Dalam mengembangkan program Manajemen keperserta didikan, penyelenggaraan harus meengacu pada peraturaan yang berlaku pada saat program dilaksanakan. b. Manajemen peserta didik dipandang sebagai bagian keseluruhan manajemen sekolah. Oleh karena itu ia harus mempunyai tujuan yang sama dan atau mendukung terhadap tujuan manajemen sekolah secara keseluruhan.\ c. Segala bentuk kegiatan manajemen peserta didik haruslah mengemban misi pendidikan dan dalam rangka mendidik peserta didik

d. Kegiatan kegiatan manajemen peserta didik haruslah diupayakan untuk mempersatukan peserta yang mempunyai keragaman latar belakang dan punya banyak perbedaan. Perbedaan perbedaan yang ada pada pesrta didik tidak diarahkan bagi munculnya konflik diantara mereka melainkan justru untuk mempersatukan, saling memahami dan saling menghargai. Sehingga setiap peserta didik memiliki wahana untuk berkembang secara optimal. e. Kegiatan Manajeman Peserta Didik haruslah dipandang ssebagai upaya pengaturan terhadap pembimbingan peserta didik. f. Kegiatan Manajemen peserta didik haruslah mendorong dan memacu kemandirian peserta didik. Prinsip kemandirian akan bermanfaat tidak hanya ketika di sekolah, melainkan juga ketika sudah terjun kemasyarakat. g. Kegiatan Manajemen peserta didik haruslah fungsional bagi kehidupan pesertaa didik, baik disekolah lebih lebih di masa depan. C. Ruang Lingkup Manajemen Peserta Didik Semua kegiatan di sekolah pada akhirnya ditujukan membantu peserta didik mengembangkan dirinya. Upaya itu akan optimal jika peserta didik itu secara sendiri berupaya aktif mengembangkan diri sesuai dengan programprogram yang dilakukan sekolah. Oleh karena itu sangat penting untuk menciptakan kondisi agar peserta didik dapat mengembangkan diri secara optimal. Sebagai pemimpin di sekolah, kepala sekolah memegang peranan penting dalam menciptakan kondisi tersebut. Dengan demikian Manajemen peserta didik itu bukanlah dalam bentuk pencatatan data peserta didik saja, melainkan meliputi aspek yang lebih luas yang luas yang secara operasional dapat digunakan untuk membantu kelancaran upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah. Ruang lingkup manajemen peserta didik itu meliputi : a. Analisis kebutuhan peserta didik Langkah pertama dalam kegiatan manajemen peserta didik adalah melakukan analisis kebutuhan yaitu penetapan siswa yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan ( sekolah). Kegiatan yang dilakukan dalam langkah ini adalah : Merencanakan jumlah peserta didik yang akan diterima Penentuan jumlah peserta didik yang akan diterima perlu dilakukan sebuah lembaga pendidikan, agar layanan terhadap peserta didik bisa dilakukan

secara optimal. Besarnya jumlah peserta didik yang akan diterima harus mempertimbangkan hal-hal berikut : o Daya tampung kelas satu atau jumlah kelas yang tersedia. Jumlah peserta didik dalam satu kelas (ukuran kelas ) berdasarkan kebijakan pemerintah berkisar anatara 40-45 orang. Sedangkan ukuran kelas yang ideal secara teoritik adlah 25-30 peserta didik per satu kelas. o Rasio murid dan guru. Yang dimaksud rasio murid guru adalah perbandingan anatara banyaknya peserta didik dengan guru perfultimeter. Secara ideal rasio murid guru adalah 1:30. Menyususn program kegiatan kesiswaan Penyusunan program kegiatan bagi siswa selama mengikuti pendidikan disekolah harus didasarkan kepada: o Visi dan misi lembaga pendidikan o Minat dan bakat peserta didik o Sarana dan prasarana yang ada o Anggaran yang tersedia o Tenaga kependidikan yang tersedia

b. Rekruitmen peserta didik Rekruitmen peserta didik di sebuah lembaga pendidikan (sekolah) pada hakekatnya adalah merupakan proses pencarian, menentukan dan menarik pelamar yang mampu untuk menjadi peserta didik di lembaga pendidikan (sekolah) yang bersangkutan. Rekruitmen peserta didik dalam tinjauan manajemen penyelenggaraan pendidikan formal (persekolahan) merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh sekolah untuk menghimpun, menyeleksi, dan menyempatkan calon peserta didik menjadi peserta peserta didik pada jenjang dan jalur pendidikan tertentu. Kerutinan ini tidak mengurangi potensi masalah yang menyertai dalam proses rekruitmen. Karena itu, kebijakan rekruitmen perlu mendasar pada konsep dan aturan yang ajeg dan berlaku dalam penyelenggaraan pendidikan. Tujuan rekruitmen peserta didik adalah untuk mendapatkan peserta didik yang memiliki karakteristik sesuai dengan kemampuan sekolah dalam membina dan mengembangkan peserta didik. Hal ini berarti bahwa peserta didik akan mendapatkan layanan tidak tepat jika diterima pada sekolah tersebut, sehingga sekolah harus tidak menerimanya. Ketika melakukan rekruitmen harus mengacu pada prinsip berikut, yaitu obyektif, transparansi, akuntabilitas dan berkeadilan. Langkah-langkah rekruitmen peserta didik (siswa baru) adalah sebagai berikut : Pembentukan panitia penerimaan mahasiswa baru. Susunan kepanitiaan biasanya sebagai berikut :

Ketua Umum : Ketua pelaksana : Sekretaris : Bendahara : Anggota/ seksi : Pembuatan dan pemasangan pengumuman penerimaan peserta didik baru yang dilakukan secara terbuka. Pengumuman penerima siswa baru ini berisi hal-hal sebagai berikut : o Gambaran singkat lembaga pendidikan (sekolah) yang meliputi: sejarah sekolah, visi dan misi sekolah, kelengkapan fasilitas sekolah, tenaga kependidikan yang dimiliki serta hal-hal lain yang perlu disampaikan pada calon pelamar. o Persyaratan pendaftaran siswa baru minimal meliputi : surat sehat dari dokter, ada batasan usia yang ditujukan dengan akte kelahiran (TK maksimal 6 tahun, SD maksimal 12 tahun,SLTP maksimal 15 tahun, SLTA maksimal 18 tahun), surat keterangan berkelakuan baik, salainan nilai (raport/STTB/nilai UAN) dari sekolah sebelumnya, melampirkan pas foto (3x4 atau 4x6). o Cara pendaftaran. Ada dua cara yaitu secara individual oleh masingmasing calaon peserta didik yang datang ke lembaga pendidikan (sekolah) yang dituju atau secara kolektif oleh pihak sekolah dimana peserta didik sekolah sebelumnya. Waktu pendaftaran, yang memeuat kapan waktu pendaftaran dimulai dan kapan waktu pendaftaran diakhiri. Walau pendaftaran ini meliputi hari,tanggal dan jam pelayanan. Tempat pendaftaran. Hal ini menentukan dimana saja calaon peserta didik dapat mendaftarkan diri. Berapa uang pendaftaran dan kepada siapa uang pendaftaran diserahkan(melalui petugas pendaftaran atau bank yang ditunjuk), serta bagaimana pembayarannya(tunai atau bisa diangsur) Waktu dan tempat seleksi yang meliputi hari, tanggal, jam dan tempat seleksi. Pengumuman hasil seleksi yang meliputi waktu pengumuman hasil seleksi dan dimana calon peserta didik dapat memperolehnya. Biasanya setiap tahun ajaran baru, sekolah disibukkan oleh kegiatan penerimaan siswa baru. Sebelum kegiatan ini dimulai,kepala sekolah terlebih dahulu membentuk panitia berdasarkan pedoman dari Dinas Pendidikan setempat. Panitia yang sudah dibentuk diformalkan dengan menggunakan surat keputusan (SK) kepala Sekolah.

c. Seleksi peserta didik Kegiatan sekolah berikutnya adalah melaksanakan seleksi bagi calon siswa yang mendaftar di sekolah yang bersangkutan. Dari hasil seleksi ini ditentukan peserta didik yang diterima disekolah tersebut. Seleksi peserta didik adalah kegiatan pemilihan calon peserta didik untuk menentukan diterima atau tidaknya calon peserta didik menjadi peserta didik dilembaga pendidikan (sekolah) tersebut berdasarkan ketentuan yang berlaku. Seleksi peserta didik penting dilakukan terutama bagi lembaga pendidikan (sekolah) yang calon peserta yang calon peserta didiknya melebihi dari daya tampung yang tersedia di lembaga pendidikan (sekolah) tersebut. Adapaun cara-cara seleksi yang tepat digunakan adalah: i. Melalui Tes atau ujian. Adapun tes ini meliputi psikotest, tes jasmani,tes kesehatan, tes akademik atau tes keterampilan. ii. Melalui penelusuran bakat kemampuan. Penelusuran ini biasanya didasarkan pada prestasi yang diraih oleh calon peserta didik dalam bidang olahraga atau kesenian. iii. Berdasarkan nilai STTB atau nilai UN. Dari hasil seleksi terhadap peserta didik dihasilkan kebijakan sekolah yaitu: peserta didik yang diterima dan peserta didik yang tidak diterima. Setelah ditetapkan peserta yang diterima dan yang tidak diterima,kemudian diumumkan. d. Orientasi Setelah peserta didik diterima pada suatu sekolah. Pihak sekolah mempunyai tanggung jaawab untuk memberikan suatu program penyesuaian calon peserta didik kepada situasi sekolah mereka yang baru. Program ini yang disebut sebagai masa orientasi. Orientasi peserta didik (siswa baru) adalah kegiatan penerimaan siswa baru dengan mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan (sekolah) tempat peserta didik itu menempuh pendidikan. Situasi dan kondisi ini menyangkut lingkungan fisik sekolah dan lingkungan sosial sekolah. Lingkungan fisik sekolah seperti jalan menuju sekolah, halaman sekolah, tempat olah raga, gedung dan perlengkapan sekolah serta fasilitas-fasilitas lainnya yang disediakan lembaga. Sedangkan lingkungan sosial sekolah meliputi kepala sekolah,guru-guru,tenaga TU, teman sebaya, kaka-kakak kelas, peraturan atau tata tertib sekolah, layanan layanan sekolah bagi peserta didik serta kegiatan-kegiatan dan organisasi kesiswaan yang ada dilembaga. Tujuan diadakan kegiatan orientasi bagi peserta didik antara lain:

Agar peserta didik dapat mengerti dan mentaati segala peraturan yang berlaku di sekolah Agar peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan sekolah. Agar peserta didik siap menghadapi lingkungannya yang baru baik secara fisik, mental dan emosional sehingga ia merasa betah dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah serta dapat menyesuaikan dengan kehidupan sekolah. Ada beberapa istilah yang digunakan untuk memberi nama kegiatan orientasi siswa baru ini. Ada menamakan kegiatan dengan MOS (Masa Orientasi Siswa), MOPD (Masa Orientasi peserta Didik), POS ( Pekan orientasi Siswa) dan lain-lain.

e. Penempatan peserta didik ( pembagian kelas ) Setelah siswa mengikuti masa orientasi,dilakukan pembagian kelas. Menurut Wiliam A Jeanger dalam pegelompokan peserta didik dapat di dasrkan pada: 1. Fungsi Integrasi ,yaitu pengelompoka berdasarkan atas kesamaan yang ada pada peserta didik .Seperto jenis kelamin,umur dan sebagainya. 2. Fungsi perbedaan ,yaitu pengelompokan peserta didik berdasarkan pada perbedaan perbedaan yang ada dalam individu peserta didik,seperti minat,bakat,kemampuan.Hal ini menghasilkan pembelajaran individual. Menurut Hendyat Soeopo,dasar-dasar pengelompokan peserta didik ada 5: 1. Friendship Grouping Pengelompokan peserta didik didasarkan pada kesukaan dalam memilih teman antar peserta didik itu sendiri.DDalam hal ini peserta didik dapat memilih teman untuk di jadikan teman sebagai anggotanya. 2. Ahievement Gruoping Pengelompokan peserta didik berdasarkan prestasiyang di capai oleh siswa.Biasanya dalam pengelompokan ini biasanya diadakan percampuran antar peserta didik yang berprestasi tinggi dengan yang berprestasi rendah. 3. Aptitude Grouping Pegelompokan peserta didik sesuai dengan bakat dan kemampuan peserta didik itu sendiri. 4. Attiention Grouping Pengelompokan peserta didik berdasarkan atas perhatian atau minat yang dasar:kesenangan peserta didik itu sendiri. 5. Intelligence Grouping Pengelompokan peserta diidk berdasarkan hasil tes intelegensi yang di beriikan pada peserta didik. 9

f. Pembinaan dan Pengembangan Peserta Didik Langkah berikutnya dalam manajemen peserta didik adalah melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap peserta didik.Hal ini di lakukan sehingga anak mendapat bermacam macam pengalaman belajar untuk bekal hidupnya di masa yang akan datang . Biasanya sekolah mengadakan bermacam macam kegiatan,seperti kegiatan kulikuler dan ekstrakulikuler. Kulikuler adalah semua kegiatan yang telah di tentukan di dalam kurikulu, yang pelaksanaannya di lakukan pada jam jam pelajaran.Kegiatan ini dalam bentuk proses belajar mengajar di kelas dengan nama mata pelajaran atau bidang study. Ekstrakulikuler adalah semua kegiatan yang pelaksanaannya di lakukan di luar jam pelajaran atau di luar ketentuan kurikulum.Kegianta ini biasanya berdasarkan minat an bakat yang di miliki oleh peserta didik.Seperti OSIS,ROHIS dll. g. Pencatatan dan pelaporan Pencatatan dan pelaporan tentang peserta didik di sebuah lembaga pendidikan (sekolah) sangat di perlukan Kegiatan ini di mulai sejak peserta didik itu di terima di sekolah tersebut sampai mereka tamat dan meninggalkan sekolah tersebur. Hal ini penting agar pihak sekolah dapat memberikan bimbingan yang optimal pda peserta didik.Dan pelaporan di lakukan sebagai wujud tanggung jawab lembaga peserta didik agar pihak-pihak terkait dapat mengetahui perkembangan peserta didikm do lembaga tersebut. Peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam pencatatan dan pelaporan terrserbut biasanya berupa: i. Buku Induk siswa Atau disebut juga buku pokok atau satambuk ii. Buku kapler Pencatatan buku ini dapat diambil dari buku induk,dan penulisannya berdasarkan abjad.Agar memudahkan pencarian data peserta didik bila suatu waktu di perlukan. iii. Daftar Presensi Daftarhadir sangat penting sebab frekuensi kehadiran setiap peserta didik dapat di ketahui atau di control. iv. Daftar mutasi pesrta didik Daftar mutasi iini di gunakan untuk mencatat keluar masuk peserta didik dalam setiap bulan,semester atau setahu.Hal inii karena daftar peserta didik tidaklah tetap,ada yang masuk dan ada juga yang keluar

10

v.

vi.

vii.

viii.

Buku catatan pribadi peserta didik Berisi tentangidentitas peserta didk,keterangan mengenai keadaan keluarga,keadaan jasmani dan rohani,minat ,bakat dan lain sebaganya. Daftar Nilai Daftar nilai ini di pegang oleh guru ,khusus untuk mencatat hasil tes pseserta didik .hal ini dapat di ketahui perkembangan kemajuan belajaer peserta didik. Buku Legger Legger merupakan kumpulan nilai dari seluaruh bidang study untuk setiap pesserta didik.Pengisian ini di lakukan oleh walikelas sebagai bahan pengisian rapot. Buku Rapot Merupupakan alat untuk melaporkan prestasi pesrta didik kepada orang tua/wali.

h. Kelulusan dan Alumni Proses kelulusan adalah kegiatan paling akhir dari manajemen peserta didik.Kelulusan adalah pernaytaan dari lembaga pendidikan ( sekolah) tenatng telah di selesaikannya program, pendidikan yang harus di ikuti oleh peserta didik.Setelah peserta didik lulus maka di berikan surat keterangan lulus atau sertifikat.Dan di berikan surat tanda tamat belajar (STTB). D. Layanan Khusus yang Menunjang Manajemen Pesserta Didik Merupakan suatu layanan yang diberikan kepada peserta didik agar dapat menunjang dalam pengelolaannya. Layanan ini diantaranya : a. Layanan Bimbingan dan Konseling Dalam PP No. 28 tahun 1990 tentang pendidikan dasar dan PP No.29 tahun 1990 tentang pendidikan menengah digunakan istilah bimbingan. Pengertian bimbingan menurut PP No.29 tahun 1990 Bab X pasal 27, yaitu bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan. Bimbingan diberikan oleh guru pembimbing. Menurut Hadiyat Soetopo, bimbingan adalah proses bantuan yang diberikan kepada siswa dengan memperhatikan kemungkinan dan kenyataan tentang adanya kesulitan yang dihadapi dalam rangka perkembangan yang optimal, sehingga mereka memahami dan mengarahkan diri serta bertindak dan bersikap sesuai dengan tuntutan dan situasi lingkungan, sekolah, dan masyarakat.

11

Fungsi bimbingan di sekolah : 1) Fungsi Penyaluran, yaitu membantu peserta didik dalam memilih jenis sekolah lanjutannya, memilih program, memilih lapangan pekerjaan sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan cita-citanya. 2) Fungsi Pengadaptasian, yaitu membantu guru atau tenaga edukatif lainnya untuk menyesuaikan program pengajaran yang disesuaikan dengan minat, kemampuan, dan cita-cita peserta didik. 3) Fungsi Penyesuaian, yaitu membantu peserta didik dalam menyesuaikan diri dengan bakat, minat dan kemampuannya untuk mencapai perkembangan yang optimal. Tujuan dilakukannya bimbingan di sekolah antara lain : Mengembangkan pengertian dan pemahaman diri Mengembangkan pengetahuan tentang janjang pendidikan dan jenis pekerjaan serta persyaratan Mengembangkan pengettahuan tentang berbagai nilai dalam kehidupan keluarga dan masyarakat Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah Mengembangkan kemampuan merencanakan masa depan dengan bertolak pada bakat, minat, dan kemampuannya Mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya, lingkungannya, dan berbagai nilai Mengatasi kesulitan dalam menyalurkan minat, dan bakatnya dalam perencanaan masa depan baik yang menyangkut pendidikan maupun pekerjaan yang tepat Mengatasi kesulitan dalam belajar dan hubungan sosial.

1) 2) 3) 4) 5) 6) 7)

8)

Ruang lingkup bimbingan di sekolah yaitu : 1) Layanan kepada peserta didik a) Dilihat dari jenis permasalahan yang dihadapi peserta didik, mencakup : bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan pendidikan, bimbingan pekerjaan (bimbingan karir). b) Dilihat dari urutan kegiatan, mencakup : layanan orientasi, layanan pengumpulan data pribadi, layanan pemberian informasi, layanan penempatan, layanan penyuluhan, layanan pengiriman (referral), layanan tindak lanjut. 2) Layanan kepada guru 3) Layanan kepada kepala sekolah 4) Layanan kepada calon peserta didik (feeder school)

12

5) Layanan kepada orang tua 6) Layanan kepada dunia kerja, terutama dilaksanakan di sekolah kejuruan 7) Layanan kepada lembaga-lembaga dan masyarakat lain. b. Layanan Perpustakaan Perpustakaan merupakan salah satu unit yang memberikan layanan kepada peserta didik, dengan maksud membantu dan menunjang proses pembelajaran di sekolah, melayani informasi-informasi yang dibutuhkan serta memberikan layanan rekreatif melalui koleksi bahan pustaka. Perpustakaan sekolah merupakan perangkat kelengkapan pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Keberadaan perpustakaan di sekolah sangatlah penting. Perpustakaan sekolah sering disebut sebagai jantungnya sekolah, karena yang menjadi denyut nadi proses pembelajaan di sekolah adalah perpustakaan. Perpustakaan juga dipandang sebagai kunci bagi ilmu pengetahuan dan inti setiap proses pembelajaran di sekolah. Tujuan perpustakaan sekolah : 1) Mengembangkan minat, kemampuan dan kebiasaan membaca khususnya serta mendayagunakan budaya tulisan 2) Mendidik peserta didik agar mampu memelihara dan memanfaatkan bahan pustaka secara efektif dan efisien 3) Meletakan dasar kearah belajar mandiri 4) Memupuk bakat dan minat 5) Mengembangkan kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari atas usaha dan tanggung jawab sendiri. Fungsi perpustakaan sekolah : 1) Menyerao dan menghimpun informasi guna kegiatan belajar mengajar 2) Menyediakan sumber-sumber rujukan yang tepat untuk kegiatan konsultasi bagi peserta dan pendidik 3) Menyediakan bahan-bahan yang bermanfaat bagi kegiatan rekreatif yang berkaitan dengan bidang budaya dan dapat meningkatkan selera mengembangkan daya kreatif 4) Melaksanakan layanan perpustakaan yang sederhana, mudah dan menarik sehingga pendidikan peserta didik tertarik dan terbiasa dalam menggunakan fasilitas perpustakaan.

13

Perpustakaan sekolah diselenggarakan di setiap sekolah. Penyelenggaranya adalah guru yang ditunjuk oleh kepala sekolah baik ahli pepustakaan atau guru yang ditugaskan di perpustakaan dan telah mendapat kursus atau latihan sebelumnya. Layanan perpustakaan bertujuan untuk menyajikan informasi untuk peningkatan proses belajar mengajar serta rekreasi bagi semua warga sekolah dengan mempergunakan bahan pustaka. Secara operasional layanan perpustakaan terdiri dari layanan sirkulasi, referensi, dan bimbingan membaca. Ada tiga jenis perpustakaan sesuai dengan sasaran yang ditujunya yaitu : 1) Layanan kepada guru, meliputi kegiatan berikut : a) Meningkatkan penngetahuan guru mengenai subjek yang menjadi bidang b) Membantu guru dalam menngajar di kelas dengan menyediakan alat audiovisual dan lain-lain c) Menyediakan bahan pustaka pesanan yang diperlukan mata pelajaran tertentu d) Menyediakan bahan informasi bagi kepentingan penelitian yang diperlukan oleh guru dalam rangka meningkatkan profesinya e) Untuk SD menyediakan kam bercerita, pembacaan buku, dan permainan boneka f) Mengisi jam pelajaran kosong. 2) Layanan kepada peserta didik, meliputi : a) Menyediakan bahan pustaka yang memperkaya dan memperluas cakrawala kurikulum b) Menyediakan bahan pustaka yang dapat membantu peserta didik memperdalam pengetahuannya mengenai subjek yang diminatinya c) Menyediakan bahan untuk meningkatkan keterampilan d) Menyediakan kemudahan untuk membantu peserta didik mengadakan penelitian e) Mengadakan minat baca peserta didik dengan cara mengadakan bimbingan membaca, bagaimana menggunakan perpustakaan, menngenalkan jenis-jenis koleksi buku, bercerita, membaca keras, membuat isi ringkas, kliping dan lain-lain.

14

3) Layanan terhadap manajemen sekolah Perpustakaan secara aktif membantu pimpinan sekolah dan guru dalam bidang perencanaan dan pelaksanaan, pemanduan dan penilaian program pendidikan di sekolah. Organisasi dan tata laksana perpustakaan sekolah adalah : a) Sebagai perangkat pendidikan di sekolah b) Unit pelaksana teknis c) Mata rantai dalam system nasional layanan perpustakaan. Sebagai perangkat pendidikan di sekolah, perpustakaan merupakan bagian integral dari sekolah. Perpustakaan berfungsi sebagai pusat belajar dan mengajar, pusar informasi, pusat penelitian sederhana dan rekreasi sehat. Sebagai unit pelaksana teknis di sekolah, perpustakaan sekolah dipimpin oleh seorang kepala perpustakaan yang di bawah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah. Perpustakaan sekolah melaksanakan kegiatan teknis yang mencakup keadaan, pengolahan, penyusunan buku dan catalog. Sedangkan kegiatan layanan sirkulasi, layanan buku dan rujukan dan layanan baca. Sebagai mata rantai dalam system nasional layanan perpustakaan dalam rangka meningkatkan kemampuan menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan, perpustakaan dapat melakukan kerjasama dengan perpustakaan lain. Koleksi perpustakaan sekolah terutama terdiri dari bahan pustaka yang menjadi bahan pokok dan penunjang kurikulum sekolah yang sesuai dengan jenjang dan jenisnya. Jenis koleksi perpustakaan sekolah terdiri dari : 1) Bahan cetak seperti buku, majalah, surat kabar, brosur, pamphlet, guntingan surat kabar, majalah, dan sebagainya 2) Bahan bukan cetak, seperti karya tulis guru dan murid, peta gambar, globe, relief, slide, filmstrif, film, pita rekaman, dan sebagainya. Menurut isi/cakupannya, koleksi perpustakaan sekolah yang berupa buku, terdiri atas : buku-buku teks, pelengkap, buku-buku rujukan seperti kamus, ensiklopedia, almanac, buku tahunan, terbitan pemerintah, buku-buku bacaan fiksi/rekaan dan sebagainya. Perbandingan koleksi antara buku non-fiksi dan fiksi disarankan sebagai berikut : untuk SD 60:40, untuk SMP 70:30, dan untuk SMA 75:25. Jumlah koleksi dasar disarankan dengan perbandingan 10 judul buku untuk seorang murid. Koleksi dasar 50% dari jumlah koleksi

15

minimal. Selanjutnya untuk pengembangan, diperlukan setiap tahun penambahan koleksi kurang lebih 10% dari jumlah koleksi yang ada. Selanjutnya diperlukan 10% untuk pemeliharaan dan penggantian. Sebelum siap dipinjamkan, bahan pustaka perlu diorganisasikan/diolah berdasarkan peraturan dan ketentuan yang telah dibakukan. Untuk klasifikasi digunakan system DDC (Dewey Decimal Clasification), untuk katalogisasi mempergunakan peraturan katalogisasi Indonesia. Untuk teknis pelaksanaan digunakan pedoman penyelenggaraan perpustakaan sekolah. Tenaga perpustakaan terdiri dari : 1) Pustakawan, adalah seorang guru pustakawan, yaitu guru yang disamping tugas mengajar juga mengolah perpustakaan. Untuk ini diperlukan pendidikan ilmu dan teknologi perpustakaan kurang lebih 6 bulan (630 jam). Guru perpustakaan mempunyai kedudukan sejajar dengan guru. 2) Tenaga pembantu, adalah tenaga pustakawan pembantu dan tenaga administrasi dengan pengetahuan perpustakaan sedikitnya 120 jam. Sekolah dengan jumlah murid 250 -300 orang membutuhkan satu orang pustakawan pembantu sekaligus menjabat kepala perpustakaan. Sedangkan sekolah dengan jumlah murid 300-700 orang membutuhkan dua orang tenaga pustakawan pembantu. Sekolah dengan jumlah murid 750 orang ke atas, memerlukan satu orang pustakawan dibantu oleh satu orang pustakawan pembantu. Pada jamjam tertentu di luar jam pelajaran, beberapa murid yang berprestasi dapat diikutsertakan dalam pengelolaan perpustakaan sekolah, jumlahnya dua sampai empat orang secara bergiliran. Gedung atau ruang perpustakaan berfungsi sebagai : 1) Tempat penyimpanan bahan pustaka 2) Tempat aktivitas layanan perpustakaan 3) Tempat bekerja petugas perpustakaan Lokasi perpustakaan mempunyai persyaratan berada di pusat gedung sekolah sehingga mudah dicapai dan tempatnya tenang. Tata ruang : ruang perpustakaan diatur agar layanan berlangsung lancer, memungkinkan sirkulasi udara dan masuknya sinar matahari, dan pengawasan dapat dilaksanakan dengan baik. Dekorasi : cat ruangan tidak menyilaukan dan tidak suram. Penerangan : jika mungkin menggunakan cahaya matahari sebagai sumber penerangan tetapi tidak langsung terkena buku.

16

Suhu udara : ruangan diusahakan sejuk sehingga menunjang senang belajar di perpustakaan. Suhu yang baik sekitar 22 derajat celcius dengan kelembaban 45-50%. Jika tidak dapat menggunakan penyejuk udara, tanamilah pohon-pohon penyejuk. Jenis ruangan : ruangan perpustakaan dibagi berdasarkan aktivitas perpustakaan, yaitu : Ruangan penyimpanan koleksi bahan pustaka Ruangan penerbitan berkala Ruangan alat audio-visual Ruangan baca Ruangan pengolahan Ruangan layanan pembaca Ruangan pustakawan Ruangan serba guna Ruangan antar-ruangan Jenis peralatan dan perlengkapan perpustakaan yang diperlukan adalah sebagai berikut: Meja sirkulasi/layanan Rak penitipan/loker Rak buku Rak majalah Rak surat kabar Meja baca dan kursi Meja belajar Catalog cabinet Rak atlas Papan pengumuman/ papan panjang Perabot (mebelair) dan perlengkapan untuk ruang pengolahan. c. Layanan Kantin/Kafetaria Kantin/warung sekolah diperlukan adanya di tiap sekolah supaya makanan yang dibeli peserta didik terjamin kebersihannya dan cukup mengandung gizi. Para guru diharapkan sekali-kali mengontrol kantin sekolah dan berkonsultasi dengan pengelola kantin mengenai makanan yang bersih dan bergizi. Peranan lain kantin sekolah yaitu supaya para peserta didik tidak berkeliaran mencari makanan keluar lingkungan sekolah.

17

Pengelola kantin sebaiknya dipegang oleh orang dalam atau keluarga karyawan sekolah yang bersangkutan, agar segala makanan yang dijual di kantin tersebut terjamin dan bermanfaat bagi peserta didik. d. Layanan Kesehatan Layanan kesehatan di sekolah biasanya dibentuk sebuah wadah bernama Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Usaha kesehatan sekolah adalah usaha kesehatan masyarakat yang dijalankan di sekolah. Sasaran utama UKS adalah untuk meningkatkan atau membina kesehatan murid dan lingkungan hidupnya. Program utama UKS di sekolah adalah sebagai berikut: 1) Mencapai lingkungan hidup yang sehat, 2) Pendidikan kesehatan, 3) Pemeliharaan kesehatan di sekolah. Gedung sekolah merupakan tempay para peserta didik belajar dan menghabiskan sebagian waktunya. Karena itu sekolah hendaknya memenuhi persyaratan school plant, misalnya gedung harus ditanami rumput, air yang bersih, WC tersedia dan memenuhi persyaratan serta dibersihkan setiap hari, ruangan kelas harus bersih dan nyaman. Inilah yang dimaksud dengan mencapai lingkungan hidup di sekolah. Pendidikan kesehatan dimulai dengan cara memberikan informasi bahwa kebiasaan hidup sehat merupakan modal utama dalam kehidupan misalnya tempat tinggal yang sehat, mandi dua kali sehari, makanan bergizi dan sebagainya. Peran guru sanagt besar dalam pendidikan kesehatan. Guru harus menegur peserta didiknya yang berpakaian dan berbadan kotor, sewaktu-waktu guru mengajak peserta didik untuk membersihkan lingkngan sekolah/ kerja bakti. Pemeriksaan kesehatan umum maupaun khusus diadakan secara berkala. Sejak masuk kelas satu hari sudah mulai diajarkan hidup sehat, lingkungan sehat, pemberantsan penyakit, sehingga peserta didik terpelihara kesehatan jasmani dan rohaninya. Penyelenggaraan UKS memerlukan kerja sama antar seluruh warga sekolah. Setiap warga sekolah hendaknya menjalankan tugasnya sebaikbaiknya. Kepala sekolah dan para guru sebagai penanggung jawab umum, sedangkan peserta didik membantu pelaksanaan UKS, dengan piket secara bergilir. Dismampong penanggung jawab umum, hendaknya ada penanggug jawab bidang pendidikan, kesehatan, bidang kebersihan lingkungan kelas sehat, bidang pemeliharaan (pemeriksaan/pemeliharaan)

18

kesehatan dan penaggung jawab mengenai usaha-usaha yang dijalankan sekolah (misalnya: kantin sekolah, usaha berternak, bertelur dan lain-lain). e. Layanan Traansportasi Sekolah Sarana angkutan (transportasi) bagi para peserta didik merupakan salah satu penunjang untuk proses belajar mengajar. Para peserta didik akan merasa aman dan dapat masuk/ pulang sekolah dengan waktu yang tepat. Transportasi diperlukan terutama bagi peserta didik ditingkat persekolah dan pendidikan dasar. Penyelenggaraan sekolah dasar. Penyelenggaraan transportasi sebaiknya dilaksanakan oleh sekolah yang bersangkutan atau pihak swasta (misalnya dengan cara abodemen). f. Layanan Asrama Bagi para peserta didik khususnya jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi, terutama bagi mereka yang jauh dari orang tuanya diperlukan adanya asrama. Selain manfaat untuk peserta didik, asrama mempunyai manfaat bagi para pendidik dan petugas asrama tersebut. Manfaat asrama bagi peserta didik yaitu: 1) Tugas sekolah dapat dikerjakan dengan cepat dan sebaik-baiknya terutama jika tugas berbentuk tugas kelompok. 2) Sikap dan tingkah laku peserta didik dapat diawasi oleh petugas asrama dan para pendidik. 3) Jika diantara peserta didik mempunyai kesulitan (kiriman dari orang tua terlambat, sakit dan sebagainya) dapat saling membantu. 4) Meringankan kecemasan orang tua terhadap putra-putrinya. 5) Dapat juga merupakan salah satu cara utnuk mengendalikan tingkah laku remaja yang kurang baik (negative) Manfaat asrama bagi para pendidik/ petugas asrama: a. Mengetahui, memahami dan mengawasi tingkah laku peserta didik, bukan hanya terbatas di sekolah tetapi juga diluar sekolah. b. Guru dapat dengan cepat mengontrol tugas yang diberikan kepada peserta didik.

19

BAB III HASIL OBSERVASI DAN WAWANCARA

A. Hasil Wawancara 1. Layanan yang diberikan SMAN 6 Bandung kepada peserta didik antara lain adalah Bimbingan Konseling, Perpustakaan, Laboratorium, Information Technology dan website, Usaha Kesehatan Sekolah/Palang Merah Remaja, Koperasi, Mushola, Kantin, Tempat Photo Copy, Tata Usaha ; 2. Layanan yang baik diberikan sekolah mampu memajukkan prestasi sekolah, terutama dalam prestasi non akademiknya seperti dalam bidang olah raga dan seni. SMAN 6 Bandung banyak melahirkan atlet-atlet maupun artis. Selain itu, dibuktikan juga dengan akreditasi sekolah A ; 3. Jumlah siswa dalam satu kelas yaitu sekitar 40 siswa ; 4. Jumlah guru SMAN 6 Bandung adalah 65 guru dengan jumlah siswa : 1026 siswa, sehingga rasio antara guru dan siswa adalah 1 : 16 ; 5. Kegiatan orientasi siswa merupakan kegiatan formal yang diberikan oleh pihak sekolah sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada siswa/peserta didik ; 6. Dalam rekruitmen siswa, pihak sekolah menyatakan bahwa kegiatan promosi sekolah tidak terlalu dilakukuan secara gencar tetapi masyarakat sendirilah yang mencari tahu atau sudah tahu tentang SMAN 6 Bandung, hal ini dibuktikan dengan salah satu sekolah dengan pendaftar paling banyak di Bandung. Dalam penyeleksian calon siswa, seleksi calon siswa dibagi menjadi 2, yaitu jalur akademik dan non akademik ; 7. Pembagian kelas berdasarkan persamaan siswa terutama pada persamaan prestasi dan perbedaan siswa yang ada dalam individu siswa seperti perbedaan minat, bakat. Pada pembagian kelas berdasarkan persamaan, pembagian pada kelas 10 didasarkan pada nilai NEM, kemudian pada kelas-kelas selanjutnya didasarkan pada nilai rapot ; 8. Ada 3 ekstrakurikuler yang wajib : yaitu Paskibraka, Pramuka, dan PMR. Ekstrakurikuler lainnya : a). Bidang olah raga :Tae kwon do, futsal, basket, hikmatul iman, soft ball.

20

b). Bidang seni : Teater (TERASE), majalah dinding (WAHANA), vokal grup/paduan suara, angklung, karawitan. c). Bidang keorganisasian : OSIS, kerohanian islam (Dinamika Remaja Islam), Javanesse Club d). Bidang lainnya multimedia, kewirausahaan. : pecinta alam, karya ilmiah remaja,

9. Pendataan alumni dilakukan sebagai arsip dan komunikasi anatara sekolah dan alumni, selain itu alumni juga dijadikan contoh bagi lulusan sekolah dan sebagai pemberi bantuan (beasiswa), dan secara tidak langsung mempromosikan sekolah.

B. Hasil Observasi 1. Daya tampung kelas Jumlah peserta didik dalam satu kelas (ukuran kelas) berdasarkan kebijakan pemerintah bekisar antara 40-45. Sedangkan ukuran kelas yang ideal secara teoritik berjumlah 25-30 peserta didik per satu kelas. Di SMAN 6 Bandung dengan jumlah siswa 40 per kelas menunjukan bahwa sekolah ini sesuai dengan kebijakan pemerintah ; 2. Rasio peserta didik dan tenaga pendidik Jumlah peserta didik di SMAN 6 Bandung adalah 1026 dan jumlah Guru pada sekolah terebut adalah 65, maka rasio perbandingan Guru dan murid adalah 1 : 16, rasio ini bisa dikatakan sangat baik, karena perbandingan antara banyaknya peserta didik dengan guru perfultimer yang ideal adalah 1:30 ; 3. Keefektifan layanan dalam memajukan prestasi Layanan yang diberikan SMAN 6 Bandung kepada peserta didik dapat dikatakan mampu memajukkan prestasi sekolah, terutama dalam prestasi non akademiknya seperti olah raga dan seni. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya siswa/peserta didik yang menjadi juara olah raga seperti renang, serta terdapat pula peserta didik yang menjadi artis yaitu SMASH sebagai implikasi dari layanan yang diberikan; 4. Promosi Sekolah dalam menarik peserta didik Pihak sekolah tidak terlalu gencar dalam hal mempromosikan sekolahnya walaupun informasi sekolah dapat ditemui pada website resmi SMAN 6 Bandung ; 21

5. Seleksi calon peserta didik Seleksi calon siswa dibagi menjadi dua, yaitu jalur akademik dan non akademik. Jalur akademik melalui nilai NEM dan tes seleksi masuk sedangkan jalur non akademik melalui prestasi dibidang non akademik selain itu juga melalui NEM ; 6. Pembagian kelas peserta didik Pembagian kelas berdasarkan persamaan dan perbedaan siswa terutama sehingga dikatakan memenuhi fungsi pengelompokkan integrasi dan perbedaan. Pada pembagian kelompok berdasarkan persamaan, didasarakan pada persamaan terutama prestasi, sedangkan pembagian kelas berdasarkan perbedaan, didasarkan pada perbedaan minat dan bakat ; 7. Penyaluran minat dan bakat peserta didik SMAN 6 Bandung sangat baik dalam hal penyaluran minat dan bakat peserta didiknya, bisa dibuktikan dengan banyaknya ekstrakulikuler yang ada di sekolah tersebut, dan prestasi prestasi yang telah diperoleh dari kegiatan kegiatan tersebut ; 8. Kelulusan dan Alumni Di SMAN 6 Bandung, Ada pendataan untuk alumni sebagai arsip dan komunikasi anatara sekolah dan alumni. Hubungan antara para alumni dan sekolah dibuktikan atau dipelihara dengan diadakannya acara reuni pada SMAN 6 Bandung. Pendataan prestasi para alumni juga diarsipkan oleh pihak sekolah.

22

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Kegiatan manajemen peserta didik merupakan bagian penting yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan disekolah. Programprogram kegiatan Manajemen kepeserta didikan yang diselenggarakan harus didasarkan kepada kepentingan dan peningkatan kemampuan peserta didik dalam bidang kognitif, afektif dan psikomotor dan sesuai dengan keinginan, bakat dan minat peserta didik. Pengadaan program kegiatan Manajemen kepeserta didikan diharapkan dapat menghasilkan keluaran atau lulusan yang bermutu. Pengelolaan Peserta didik di SMAN 6 Bandung, cukup baik dalam berbagai aspek,mulai dari penerimaan peserta didik baru, rasio kelas dan peserta didik,, rasio guru dan peserta didik,, pelayanan dan infrastuktur, alumni, dan prestasi yang didapatkan sebagai salah satu bukti suksesnya pengelolaan peserta didik di sekolah tersebut. B. Saran Walaupun SMAN 6 Bandung sudah cukup baik dalaam berbagai aspek yang dibutuhkan oleh peserta didik, dan sudah banyak peserta didik yang mendaftarkan diri pada sekolah tersebut namun alangkah lebih baiknya apabila promosi sekolah tersebut lebih ditingkatkan lagi, agar lebih banyak calon peserta didik yang mengetahui mengenai profil sekolah dan semakin berkualitasnya peserta yang tersaring didik disekolah tersebut.

23

DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional, (2000), Panduan Manajemen Sekolah, Jakarta, Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, Hasibuan, Malayu S.P. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara. Hasibuan, Melaayu S.P. (2003). Organisasi dan Motivasi. Jakarta : Bumi Aksara. Hoy, Wayne K, (2001), Educational Administration : Theory, Research and Practice Sixth Edition, New York, Mcgraw Hill Companies Imron, Ali. (2004). Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah. Malang : Universitas negeri Malang. Soetopo, Hendayat dan Wasty Soemanto, Pengantar Oprasional Administrasi Pendidikan, ______________ Suryosubroto, B.(2004). Manajemen Pendidikan Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta. Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan (2010). Pengelolaan Pendidikan, Bandung: Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia. Undang-undang RI No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Naasional Pendidikan William A, (1949), Administrasi and The Pupil, New York : Happers and Brothers Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan (2010). Pengelolaan Pendidikan, Bandung: Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UPI.

24

LAMPIRAN Pertanyaan yang ditanyakan pada saat wawancara: 1. Layanan apa saja yang diberikan sekolah kepada siswa tersebut? 2. Bagaiamana keterkaitan antara layanan yang diberikana dengan kemajuan prestasi sekolah ? 3. Berapa jumlah siswa dalam satu kelas ? 4. Berapa jumlah guru dan siswa dalam satu sekolah ? 5. Apakah kegiatan orientasi siswa merupakan kegiatan formal sekolah ? 6. Bagaimana cara rekruitmen calon siswa serta seleksi penerimaan? 7. Berdasarkan apa pembagian kelas, apakah pembagian atau pengelompokkan berdasarkan persamaan siswa atau perbedaan siswa ? 8. Apa saja kegiatan ekstra kurikuler yang ada ? 9. Apa dan bagaimana hubungan sekolah dengan alumni terkait proses pendidikan ?

25