Anda di halaman 1dari 20

BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.

H DENGAN MASALAH KEPERAWATAN DEFISIT PERAWATAN DIRI DI RUANG MELATI RSJ PROVINSI NTB

Tanggal Pengkajian Tanggal Masuk Ruang No. RM

: 30-12-2013 : 20-12-2013 : Melati :-

1. PENGKAJIAN A. Biodata Pasien Identitas Pasien Nama Umur Alamat Status Perkawinan Agama Suku/Bangsa Pendidikan Pekerjaan : Tn. H : 30 Tahun : Sekotong : Belum Kawin : Islam : Sasak : SD : Petani

Identitas Penanggung Jawab Nama Hubungan dengan Pasien Alamat : Nasiah : Tetangga : Dsn. Pamegetan, ds. Sekotong Tengah, Kec. Sekotong

B. Alasan Masuk Klien masuk RSJ Provinsi yang ke-4 kali dengan keluhan ngamuk-ngamuk, memukul, merusak, keluyuran, tidak mau makan, dan meresahkan tetangga. Masalah keperawatan Saat di kaji : resiko perilaku kekerasan : klien malas mandi,badan kotor, makan berantkan, oral hygiene tidak terjaga, dandanan tidak rapi Masalah Keperawatan : defisit perawatan diri

C. Faktor Predisposisi a. Riwayat gangguan jiwa sebelumnya Dari status klien didapatkan bahwa klien sebeleumnya pernah masuk RSJP NTB sebanyak 3 kali. b. Pengobatan Sebelumnya Dari status klien didapatkan bahwa klien putus obat c. Aniaya fisik Tidak terkaji d. Herediter Gangguan Jiwa Dari status klien didapatkan bahwa gangguan jiwa yang diderita klien merupakan herediter dari pamannya e. Pengalaman Masa Lalu yang tidak menyenangkan Tidak terkaji

D. Faktor Presipitasi a. Keluarga klien kurang mengerti cara merawat klien di rumah sehinga klien kambuh lagi untuk yang ke 4 kalinya. Masalah keperawatan : koping keluarga inefektif b. Klien mengalami penurunan motivasi untuk mengkonsumsi obat-obatanya sesuai jadwal sehingga klien putus obat dan kambuh lagi Masalah keperawatan : regimen terapeutik inefektif

E. Pemeriksaan Fisik 1. Tanda-Tanda Vital TD N S RR 2. Ukur BB TB : 49 kg : 153 cm : 130/80 : 80x/menit : 36,5 0C : 24x/menit

3. Keluhan fisik : tidak terkaji

F. Psikososial a. Genogram b.

Keterangan

: : meninggal

: Laki-Laki

: Perempuan

: meninggal

: Carier

: Garis Pernikahan

: Klien : Garis Keturunan

: Tinggal Serumah

Penjelasan : klien merupakan anak tunggal, belum menikah, tinggal serumah dengan orang tua, dan gangguan jiwa yang klien derita merupakan turunan dari pamannya.

c. Konsep Diri 1. Citra tubuh :

Klien mengatakan menyukai semua anggota tubuhnya 2. Identitas diri :

Klien mampu menyebutkan namanya, alamat dan apa yang berhubngan dengan klien 3. Peran diri :

Klien tidak mampu menjalankan perannya sebagai anak didalam keluarga. 4. Ideal diri :

Klien ingin segera sembuh dan pulang bertemu keluarganya 5. Harga diri :

Klien merasa malu dengan keadaannya saat ini, klien tampak tidak berinisiatif berinteraksi dengan klien lain dan kontak mata kurang Masalah keperawatan : Harga Diri Rendah d. Hubungan sosial 1. Orang yang berarti Klien mengatakan orang yang berarti dalam kehidupanynya adalah kedua orang tuanya 2. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat Klien mengatakan tidak pernah aktif dalam kegiatan masyarakat karena malas berinteraksi 3. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain Klien mengatakan senang menyendiri, jarang bergaul, dan klien tampak jarang berbicara dengan klien lainnya Masalah keperawatan : Isolasi Sosial e. Spiritual 1. Nilai dan keyakinan 2. Kegiatan ibadah : Klien mengatakan bahwa dirinya beragama Islam : Kegiatan ibadah klien saat dirumah tidak terkaji. Selama

klien di rumah sakit, dari pantauan melalui CCTV, klien tidak pernah terlihat melakukan sholat. Masalah keperawatan : distress spiritual

G. Status Mental a. Penampilan Klien tampak berpenampilan tidak rapi, pakaian kotor, rambut tidak rapi, kebersihan mulut dan gigi tidak terjaga dan makan berantakan Masalah keperawatan : defisit perawatan diri : mandi, makan dan

berdandan/berhias b. Pembicaraan Klien tidak kooperatif, jarang mau bicara, lebih sering diam Masalah keperawatan : kerusakan komunikasi verbal c. Aktivitas motorik Klien malas mandi, makan tidak mencuci tangan, lebih banyak ditempat tidur. d. Alam perasaan Klien mengatakan sedih dengan keadaannya sekarang e. Afek Afek tumpul, klien mau berespon ketika diberi stimulus yang kuat, contoh : ditepuk pundaknya atau dikejutkan. f. Interaksi selama wawancara Klien hanya menjawab beberapa pertanyaan saja, terkadang hanya mengangguk dan menggelengkan kepalanya saja. Masalah keperawatan : isolasi sosial, harga diri rendah g. Persepsi Klien mengatakan tidak pernah mendengar suara-suara bisikan ataupun bayangan aneh. Masalah keperawatan : h. Proses berfikir Tidak terkaji i. Tingkat kesadaran : Compos Mentis Klien mampu mengenal tempat, waktu dan orang j. Memori Klien mampu mengingat kejadian dimasa lalu dan sekarang (nama keluarga, alamat,dll) k. Tingkat konsentrasi dan berhitung Klien tidak mampu berkonsentrasi, tidak mampu berhitung dari 1-10 l. Kemampuan penilaian

Klien tidak mampu mengambil keputusan, klien masih sangat diarahkan oleh perawat Masalah keperawatan : isolasi sosial, harga diri rendah m. Daya tilik diri Klien tidak menyadari penyakit yang diderita saat ini

H. Kebutuhan Persiapan Pulang a. Kemampuan memenuhi kebutuhan 1. Makan Klien mampu makan, mengahabiskan 1 porsi makan, saat makan klien tidak memisahkan diri dengan klien yang lain. 2. Pakaian Klien tidak rapi dalam berpakaian dan belum pernah mengganti pakaian 3. Perawatan kesehatan Klien terlihat kurang memiliki kemauan dalam merawat kesehatannya.

b. Kegiatan sehari-hari 1. Mandi Klien mengatakan malas mandi dan tidak pernah gosok gigi 2. BAB Klien mnegatakan BAB 1x dalam sehari pada pagi hari. 3. BAK Klien mengatakan BAK 4-5x sehari dikamar mandi secara mandiri 4. Nutrisi Klien makan 3x sehari, mampu menghabiskan 1 porsi makan 5. Istirahat tidur Klien biasa tidur siang 1-2 jam sehari yaitu pukul 14.00-16.00 WITA, tidur malam 6-7 jam sehari yaitu dari pukul 21.00-05.00 WITA. 6. Penggunaan Obat Klien minum obat sesuai dengan arahan perawat. 7. Pemeliharan kesehatan Klien mampu memelihara kesehatan dengan bantuan perawat.

I. Mekanisme Koping

Klien

mengatakan

apabila

ada

masalah

dengan

keluarga,

klien

tidak

bisa

menyelesaikannya dengan baik, hanya bisa memendamnya sendiri. Masalah keperawatan : Koping individu tidak efektif

J. Masalah Psikososial dan Lingkungan Klien terlihat jarang mau berinteaksi dengan orang lain. K. Pengetahuan Klien mengatakan tidak tahu tentang penyakit jiwa yang klien derita L. Aspek Medik Diagnosa Medik Terapi Medik Nama Resperidon Fluxetin Merlopam Trihexyphenudyl : Scizofrenia tidak terperinci : Warna Cokalt muda Putih Merah muda Putih Dosis 2x 2mg 1x2mg 1x0,5mg 2x2mg Fungsi Anti psikotik Anti depresan Anti depresan Membuat rileks

M. Masalah Keperawatan 1. Isolasi Sosial 2. Defisit Perawatan Diri 3. Harga diri Rendah 4. Koping Individu Inefektif

N. Pohon Masalah

Gangguan Integritas Kulit

Defisit perawatan diri

Isolasi sosial

Regimen Terapeutik Koping Keluarga Inefektif

Harga Diri Rendah Koping Individu Tidak Efektif

O. Analisa Data NO DATA FOKUS 1 DS : tidak terkaji DO : - Klien malas mandi - Badan kotor - Dandanan tidak rapi - Makan berantakan - Oral hygiene tidak terjaga 2 DS : Klien mengatakan senang menyendiri, jarang bergaul DO : klien tampak jarang berbicara dengan klien lainnya 3 DS : Klien merasa malu dengan keadaannya saat ini DO : Kontak mata kurang Tidak berinisiatif berinteraksi dengan klien lain Harga Diri Rendah Isolasi Sosial PROBLEM Defisit perawatan diri

P. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa prioritas : Defisit perawatan diri

Q. PERENCANAAN KEPERAWATAN No Dx Tujuan TUM: Klien lagi Perencanaan Intervensi Kriteria Evaluasi

Tgl

Dx Keperawatan Defisit

perawatan diri tidak mengalami

defisit perawatan dri 1. TUK: 1. Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat o Wajah o Mau berkenalan o Ada mata o Menerima kehadiran perawat o Bersedia menceritakan perasaannya kontak cerah, tersenyum Dalam interaksi menunjukkan tanda-tanda percaya perawat: kepada 3 kali 1. klien Bina hubungan saling percaya : Beri setiap berinteraksi. Perkenalkan nama, panggilan perawat tujuan dan perawat nama salam

berkenalan Tanyakan nama dan panggilan

kesukaan klien Tunjukkan sikap jujur dan menepati setiap berinteraksi Tanyakan perasaan masalah dan yang janji kali

dihadapi klien

Buat interaksi jelas

kontrak yang

Dengarkan ungkapan perasaan Penuhi kebutuhan dasar klien klien

dengan empati

2.

Klien 2. mengetahui pentingnya perawatan diri

Dalam interaksi

kali 2.

Diskusikan dengan

klien klien: Penyebab klien tidak diri Manfaat menjaga perawatan untuk fisik, diri merawat

menyebutkan: o Penyebab tidak merawat diri o Manfaat menjaga pwtan diri o Tanda-tanda bersih rapi o Gangguan yang dialami jika perawatan diri tidak dan

keadaan mental,

dan sosial. Tanda-tanda perawatan yang baik Penyakit gangguan kesehatan yang bisa dialami atau diri

diperhatikan

oleh klien bila perawatan diri

tidak adekuat

3.

Klien 3.1. Dalam 3 kali mengetahui cara-cara melakukan perawatan diri interaksi menyebutkan frekuensi menjaga perawatan diri: o Frekuensi mandi o Frekuensi gosok gigi o Frekuensi keramas o Frekuensi ganti pakaian o Frekuensi berhias o Frekuensi gunting kuku 3.2. Dalam interaksi 3 kali klien klien

3.1.Diskusikan frekuensi menjaga pwtan diri selama ini Mandi Gosok gigi Keramas Berpakaian Berhias Gunting kuku

3.2.Diskusikan

cara

praktek perawatan diri yang baik dan benar : mandi gosok gigi Keramas Berpakaian Berhias Gunting kuku 3.2. Berikan pujian

menjelaskan cara menjaga

perawatan diri: o Cara mandi o Cara gigi o Cara Keramas o Cara Berpakaian o Cara berhias o Cara gunting gosok

untuk setiap respon klien yang positif

kuku 4. Klien dapat 4. melaksanakan perawatan diri dengan bantuan perawat Dalam interaksi 3 kali 4.1.Bantu klien saat

klien perawatan diri : Mandi Gosok gigi Keramas Ganti pakaian Berhias Gunting kuku 4.2. Beri pujian setelah klien selesai

mempraktekkan perawatan dengan diri dibantu

oleh perawat: o Mandi o Gosok gigi o Keramas o Ganti pakaian o Berhias o Gunting kuku

melaksanakan perawatan diri

5. Klien dapat 5. melaksanakan perawatan diri secara mandiri

Dalam interaksi

kali 5.1. Pantau klien dalam klien melaksanakan perawatan diri: Mandi Gosok gigi Keramas Ganti pakaian gigi Berhias Gunting kuku

melaksanakan praktek perawatan diri secara mandiri o Mandi 2 X sehari o Gosok sehabis makan o Keramas 2 X seminggu o Ganti pakaian 1 X sehari o Berhias sehabis mandi o Gunting kuku setelah mulai

5.2. Beri pujian saat klien melaksanakan perawatan secara mandiri. diri

panjang

6.

Klien 6.1. Dalam 3 kali 6.1 Diskusikan dengan mendapatkan dukungan keluarga untuk meningkatkan perawatan diri interaksi keluarga keluarga: menjelaskan caracara klien memenuhi kebutuhan perawatan dirinya membantu dalam Penyebab klien tidak melaksanakan perawatan diri Tindakan yang telah dilakukan klien selama di rumah sakit

dalam menjaga perawatan dan yang dialami 6.2. Dalam 3 kali interaksi keluarga menyiapkan sarana perawatan diri klien: sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi, klien Dukungan yang bisa oleh untuk meningkatkan kemampuan klien dalam diberikan keluarga diri

kemajuan telah oleh

shampoo, handuk, pakaian bersih,

perawatan diri

sandal, dan alat 6.2. Diskusikan dengan berhias 6.3. Keluarga keluarga tentang: Sarana diperlukan yang

mempraktekan

perawatan pada klien

diri

untuk

menjaga diri

perawatan klien Anjurkan

kepada keluarga menyiapkan sarana tersebut

6.3. Diskusikan dengan keluarga yang hal-hal perlu

dilakukan keluarga dalam diri : Anjurkan keluarga untuk mempraktekan perawatan (mandi, gigi, ganti berhias Ingatkan waktu gosok keramas, baju, dan kuku. Bantu jika klien mengalami diri gosok keramas, baju, dan perawatan

gunting kuku) klien mandi, gigi, ganti

berhias, gunting

hambatan dalam perawatan diri Berikan atas keberhasilan klien pujian

R. PELAKSANAAN KEPERAWATAN Catatan Perkembangan Selasa 31-12-13 Evaluasi S : tidak terevaluasi

O: Data DS : DO : - Klien tampak malas mandi - badan kotor - dandanan tidak rapi - makan berantakan - oral hygiene tidak terjaga klien mampu mempertahankan kebersihan diri dengan bimbingan A: Defisit perawatan diri (+) P: latihan mempertahankan cara menjaga kebersihan diri 2x sehari

Kemampuan Mampu mempertahankan cara

menjaga kebersihan diri dengan bimbingan (Husnul Yakin) Diagnosa : defisit perawatan diri

Tindakan Membantu klien cara menjaga kebersihan diri

RTL Bantu klien cara

berdandan/berhias

Rabu 1-1-2014

S : tidak terevaluasi O:

Data DS : DO : - dandanan tidak rapi - makan berantakan - oral hygiene tidak terjaga

klien mampu mempertahankan cara menjaga kebersihan diri secara mandiri A: Defisit perawatan diri () P: Latihan mempertahankan cara berdandan/berhias 2x sehari

Kemampuan Klien mampu mempertahankan cara menjaga kebersihan diri

secara mandiri

Diagnosa : defisit perawatan diri

(Husnul Yakin)

Tindakan Membantu klien mempertahankan cara berdandan/berhias

RTL Bantu klien cara makan yang benar

Kamis 2-1-2014

S : tidak terevaluasi O:

Data DS : DO : - dandanan tampak rapi - oral hygiene tidak terjaga - makan berantakan Kemampuan Klien mampu mempertahankan cara berdandan/berhias dengan bimbingan

klien mampu mempertahankan cara berdandan/berhias dengan bimbingan A: Defisit perawatan diri () P: latihan mempertahankan cara berdandan/berhias 2x sehari

Diagnosa : defisit perawatan diri

Tindakan Membantu klien mempertahankan cara berdandan/berhias

(Husnul Yakin)

RTL

Bantu klien cara makan yang benar