Anda di halaman 1dari 2

Amal Hamzah*

Posted on September 18, 2012 Lahir 31 Agustus 1922 di Binjai, Langkat, Sumatera Utara. Ia mengenyam pendidikannya: HIS, MULO, MHS, fakultas hukum, dan fakultas sastra. Gitanjali, karya Rabindranath Tagore, diterjemahkan oleh Amal Hamzah, yang pertama kami terbit dalam bentuk buku tahun 1946, telah berkali-kali dicetak ulang. Ia menterjemahkan Gitanjali berdasarkan terjemahan Dr. J.W. Boissevain yang berbahasa Belanda. Dimuat berturut-turut dalam majalah Poedjangga Baroehttp://en.wikipedia.org/wiki/Poedjangga_Baroe No. 1, Th. I, Juli 1933 sampai No. 8, Th. 2, Februari 1934. Amal Hamzah menulis puisi, prosa, drama, dan banyak menerjemahkan karya asing. Amal Hamzah adalah adik Amir Hamzah. Sering kali orang awam menganggap keduanya sama, sehingga terjemahan Gitanjali kadang disebut terjemahan dari Amir Hamzah. Buku Amal Hamzah yang sudah terbit: Pembebasan Pertama, kumpulan puisi 1942-1948, Djakarta, Balai Pustaka, 1949. Buku dan penulis; kumpulan uraian beberapa buku roman Indonesia, Djakarta, Balai Pustaka, 1950. Pakistan (1952). Roman Ankara, terjemahan karya J.K. Karaosmanoglu, pengarang modern Turki, 1952. Ia juga menterjemahkan Untaian Bunga serta Kuntum Melati (Melatiknoppen) karangan Noto Soeroto http://en.wikipedia.org/wiki/Noto_Soeroto, penulis Indonesia yang karya-karyanya hampir seluruhnya dalam Bahasa Belanda. Sejumlah karyanya ada dalam antologi Kesusastraan Indonesia di Masa Jepang (1948) susunan H.B. Jassin dan Gema Tanah Air (1948) susunan H.B. Jassin. Ia pernah mengajar di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Amal menulis puisi yang sangat kuat ekspresinya, yang juga punya hentakan seperti Chairil Anwar, berikut kutipan sajaknya. Sembrono Satu padaku: Hari yang kuhadapi Akan kureguk sepuas-puasnya! - Sajak Kesembongan Tapi aku orang sembrono Bermain bersenda dengan neraka! Kurangkum neraka bermulit api

Kuterima sekali segala ajaran suci!