Anda di halaman 1dari 12

CARA MENGATASI MASALAH JERAWAT Apa sih Jerawat itu ? Nama kerennya jerawat adalah Acne Vulgaris.

Jerawat adalah peradangan kronis pada kelenjar minyak kulit (Pilosebasea / sebaceous) Munculnya Jerawat : Karena adanya ketidakseimbangan antara produksi minyak dengan keluarnya minyak ke permukaan kulit. Produksi minyak yang berlebihan dikelenjar sebasea jika tidak diiringi dengan pengeluaran yang baik akan menyebabkan minyak menumpuk, mengeras, dan menyumbat. Minyak yang menumpuk tersebut memicu pertumbuhan bakteri penyebab jerawat (Propionibacterium acnes). Jika terus didiamkan akan timbul peradangan. Jerawat tidak hanya ditimbul di bagian muka saja tetapi juga bisa timbul dibagian tubuh yang lain. Jerawat biasanya muncul pada usia remaja. Pada saat puber, antara usia 12-19 tahun, produksi hormon androgen sedang sangat aktif, sehingga pada usia remaja jerawat sering sekali muncul. Timbulnya jerawat pada wanita remaja diusia ini lebih dini dibandingkan dengan pria karena waktu timbulnya pubertas juga lebih dini. Pada wanita jerawat mulai timbul pada usia 12-13 tahun, sedangkan pria pada usia 13-14 tahun. Berdasarkan penelitian medis makanan yang mengandung coklat, gula, susu, dan seafood tidak terbukti dapat memicu timbulnya jerawat, asal dikonsumsi dalam batas wajar. Jenis Jerawat : 1.Komedo Komedo adalah sumbatan pada kelenjar minyak tanpa disertai peradangan. Komedo berdasarkan jenisnya ada dua :

Komedo Putih, adalah Komedo tertutup dimana lubang keluar bulu kulitnya sangat kecil hingga tidak ada udara yang bisa masuk. Jadi sebum yang berlebihan tidak teroksidasi oleh oxygen dan tetap berwarna putih. Komedo Hitam, adalah komedo terbuka. Dimana lubang keluar bulu kulit cukup besar hingga udara bisa masuk dan mengoksidasi sebum hingga berwarna gelap.

2.Jerawat Batu Cirinya yaitu tonjolan yang lebih tinggi dikulit dengan diameter yang lebih besar dan disertai rasa nyeri yang hebat. 3.Jerawat Biasa Jerawat ini mudah dikenali. Cirinya yaitu dikulit terdapat benjolan berwarna merah yang disertai dengan nyeri ringan. Pada tengah tonjolan yang meradang terdapat nanah yang berwarna putih. Faktor Pemicu Timbulnya Jerawat : 1.Hormonal Pada masa pubertas hormon androgen meningkat, sehingga produksi minyak yang dihasilkan cenderung berlebihan.

2.Kosmetik Beberapa bahan kosmetik dapat memicu tumbuhnya jerawat. Bagi yang memiliki kulit berminyak sebaiknya menggunakan kosmetik dengan bahan dasar air dan tidak berminyak. 3.Kelembaban Kelembaban yang tinggi dapat memperburuk kondisi jerawat. 4.Stress Pada saat stress tubuh menghasilkan hormon penghasil corticotropin yang memicu timbulnya jerawat. 5.Genetik Sebagian besar penderita jerawat memiliki orang tua dengan riwayat yang sama. 6.Daerah Tubuh yang Mengalami Gesekan/tekanan. Gesekan/tekanan akan menyebabkan penyumbatan saluran kelenjar pilosebasea, yang akan memicu timbulnya jerawat. 7.Obat-Obatan Obat-obatan yang mengandung kortikosteroid (misalnya obat untuk mengatasi gejala alergi) dapat memicu tumbuhnya jerawat. 8.Bakteri Propionibacterium acnes adalah bakteri utama penyebab jerawat. 9.Makanan Mengkonsumsi makanan berlemak secara berlebihan akan membuat jerawat lebih mudah terbentuk 10.Udara kotor Kotoran yang ada di udara kotor bisa menyumbat pori2 kulit dan memudahkan terjadinya jerawat. Menghadapi Jerawat Memencet Jerawat dapat memperburuk infeksi, membuat proses penyembuhan jadi lama dan meninggalkan noda hitam bekas jerawat. MENGAPA SULPHUR/BELERANG DAPAT MENYEMBUHKAN JERAWAT ? Menurut penelitian medis Sulphur atau Belerang memiliki sifat ANTISEPTIC yang mampu membunuh berbagai mikroba kuman penyebab masalah kulit. Bukan hanya biang keringat atau bau badan saja yang mampu dituntaskan oleh belerang, namun juga masalah-masalah kulit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri, seperti panu, kudis, kurap, kutu air dll. Sulphur/Belerang juga bersifat sebagai ANTI ACNE yang mencegah dan mengatasi timbulnya jerawat. Hal ini dikarenakan Sulphur/Belerang mampu mengontrol kerja kelenjar sebasea sehingga tidak menghasilkan lemak atau minyak dibawah permukaan kulit secara berlebihan yang seringkali menyebabkan tersumbatnya pori-pori sebagai awal mula terjadinya jerawat. Fungsi lain dari Sulphur/Belerang adalah KERATOLYTIC, yaitu kemampuan untuk merangsang pertumbuhan sel kulit baru dengan cara membantu proses pengelupasan sel kulit mati di permukaan kulit. BAGAIMANA SOLUSI YANG TEPAT UNTUK MENGHILANGKAN JERAWAT Solusi yang paling tepat untuk menghilangkan jerawat adalah dengan mencegah terjadinya faktor2 pemicu jerawat. Selain itu biasakan membersihkan muka dan wajah dengan bahanbahan

yang alami seperti Sulphur/Belerang. Kandungan alami pada sulphur/Belerang berkhasiat membantu kamu mengatasi masalah jerawat.

http://www.deosulphur.com/acne_what.html

1, kulit wajah harus selalu bersih saat istirahat dirumah 2. hindari pemakaian kosmetika rias saat tidur 3.

Jerawat biasanya dapat timbul dan terjadi karena hal-hal seperti : 1. Adanya sumbatan lapisan kulit mati pada pori-pori yang terinfeksi. 2. Kelenjar minyak yang diproduksi terlalu berlebih. 3. Karena faktor genetik turunan orangtua. 4. Faktor hormon seperti pada saat pubertas menginjak belia. 5. Adanya iritasi kulit. 6. Gaya hidup stres. 7. Pil KB. 8. dan lain sebagainya. Biasanya minyak dan lapisan kulit mati yang tidak dibersihkan akan menyumbat pori-pori dan membentuk komedo. Komedo dapat menjadi radang jika terkontaminasi bakteri propionibacterium acnes atau p acnes. Radang itulah yang disebut jerawat. Setiap orang memiliki ketahanan masing-masing terhadap bakteri p acnes tersebut. Jerawat tidak hanya bisa muncul di wajah saja namun juga bagian lain seperti punggung, dada, lengan, kaki, pantat, dll. C. Tips Cara Mambersihkan dan Menyembuhkan Jerawat Wajah 1. Rajin Membersihkan Wajah / Muka Rawat wajah kita sebaik mungkin dengan membuatnya tetap bersih. Kenali jenis kulit kita sebelum memilih sabun dan pembersih wajah. Sering membersihkan wajah baik saat mandi maupun setelah selesai bekerja akan sangat baik sekali terutama setelah bepergian ke tempat yang berudara kotor debu dan polusi. Bila ada dana ekstra jangan sungkan untuk facial. Untuk perangkat pembersih muka ada baiknya memilih sabun yang khusus untuk kulit wajah yang kemudian dilanjutkan dengan lotion/cairan pembersih wajah dengan PH normal / PH balanced agar dapat mengangkat kotoran wajah dan minyak yang menempel erat. Dibandingkan kapas, kain lap akan jauh lebih baik dalam hal membersihkan kotoran yang menymbat pori-pori kulit muka.

Jerawat memang menggemaskan dan membuat malu. Tapi kita harus tetap menyikapi jrawat dengan kepala dingin dan tegar. Jangan pernah memijit atau memencet jerawat agar tidak terkena kotoran dan kuman yang menempel di tangan kita serta jerawat tidak infeksi. Biarkan jerawat pecah sendiri. Jerawat bisa semakin parah jika tidak disikapi dan ditanggulangi dengan baik. 2. Gaya Hidup Sehat Makanlah makanan yang bergizi dan tidak berlebihan terutama makanan yang mengandung banyak minyak, banyak pengawet, berpenyedap rasa kuat, pedas, dsb. Hindarilah makanan dan minuman yang mengandung banyak lemak dan kolesterol serta makanan yang dapat memicu jerawat seperti keju, susu full cream, gorengan, dll. Olahraga yang teratur, tidak begadang, tidak merokok, tidak mengkonsumsi narkoba, dll untuk membantu tubuh kita tetap memiliki pertahanan tubuh yang baik dan maksimal. Hindari zat radikal bebas yang dapat ditemukan dimana-mana serta menghadang dampak radikal bebas dengan minum teh atau lainnya yang mengandung antioksidan. 3. Obati Jerawat Yang Tidak Kunjung Sembuh Ke Dokter Spesialis Kulit Jika jerawat terus membandel tidak mau hilang setelah melakukan berbagai tindakan pengobatan sendiri, maka sebaiknya kita konsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mendiskusikan jerawat yang kita miliki. Dokter akan membantu menghilangkan jerawat serta meminimalisir terbentuknya flek noda hitam pada wajah bekas jerawat. Biasanya dokter akan memberikan obat antobiotik jika jerawat kita meradang dan bernanah. Ikuti petunjuk dokter dengan baik agar antibiotik tidak malah membuat kuman jerawat menjadi kebal obat-obatan. Jangan menggunakan obat jerawat sembarangan karena dapat memperparah keadaan jerawat JERAWAT Definisi Dan Pengertian Jerawat

Definisi Dan Pengertian Jerawat

Jerawat adalah kondisi kulit yang abnormal dikarenakan gangguan produksi dari kelenjar minyak yang berlebihan. Kelebihan produksi kelenjar minyak ini atau sebaceous gland akan menyebabkan penyumbatan pada saluran folikel rambut dan pada pori-pori kulit. Seringkali Jerawat akan menyebabkan peradangan pada kulit (kulit membengkak dan menjadi kemerah merahan). Peradangan pada kulit ini disebabkan oleh berlebihnya produksi kelenjar minyak kulit atau sebum yang kemudian menyumbat saluran kelenjar dan membentuk komedo (whiteheads) dan seborhoea.

Kalau penyumbatan yang disebabkan oleh kelenjar minyak kulit ini semakin membesar maka komedo akan terbukan (blackheads) dan kemudian sering kali berinteraksi atau terkena bakteri jerawat. Kalau kamu menemukan jerawat dengan nanah biasanya bisa dipastikan jerawat tersebut terlah terinfeksi dengan bakteri.

Jerawat sering kali muncul dibagian bagian tertentu tubuh kita, yang paling mudah terkena jerawat biasanya adalah bagian muka, dada, bagian atas lengan kita serta punggung. Kemunculan jerawat bisanya dimulai atau terjadi ketika masa masa pubertas atau mulai menginjak dewasa antara usia 14 sampai 19 tahun. Hal ini disebabkan oleh terjadinya perubahan hormonal pada remaja yang menginjak dewasa.

Munculnya efek psikologis bagi seseorang yang berjerawat adalah fakta bahwa dengan adanya jerawat wajah menjadi tidak lagi mulus dan cantik. Bahkan tidak jarang jerawat akan mininggalkan bekas yang tidak bisa hilang seumur hidup. Efek paling berpengaruh dari bekas jerawat atau timbulnya jerawat ini adalah efek kejiwaan seperti seseorang yang tadinya tidak berjerawat ketika mengalami pertama kali ia menjadi susah dan depresi. Kepercayaan diri pun menjadi berkurang karenanya.

Tulisan berikutnya mengulas mengenai penyebab-penyebab jerawat secara lebih lengkap. Seperti Stress, Keturunan atau bahkan karena pemakaian alat Kontrasepsi alias KB.

A.

Pengertian Lansia

Lansia merupakan kelompok penduduk yang berusia 60 tahun ke atas. (Hardywinoto dan setiabudhi; 1999). Pada lansia akan terjadi proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya secaara perlahan-lahansehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki setiap kerusakan yang terjadi. (Constantinides ;1994)

B.

Tujuan Pelayanan Kesehatan Pada Lansia

Pelayanan pada umumnya selalu memberikan arah dalam memudahkan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan sosial, kesehatan, dan perawatan lanjut usia serta meningkatkan mutu pelayanan bagi lansia. Fungsi pelayanan dapat berupa pusat pelayanan sosial lanjut usia, pusat informasi pelayanan sosial lanjut usia, pusat pengembangan pelayanan sosial lansia dan pusat pemberdayaan lansia.

1.

Pendekatan Perawatan Lanjut Usia

1.1 Pendekatan Fisik Perawatan pada lansia juga dapat dilakukan dengan pendekatan fisik melalui perhatian terhadap kesehatan, kebutuhan, kejadianyang dialami klien lanjut usia semasa hidupnya, perubahan fisik pada organ tubuh, tingkat kesehatan yang masih bisa dicapai dan dikembangkan, dan penyakitnya yang dapat dicegah atau progresivitasnya. Perawatan fisik umum bagi klien lanjut usia dapat dibagi atas dua bagian, yaitu: a. Klien lanjut usia yang masih aktif dan memiliki keadaan fisik yang masih mampu bergerak tanpa bantuan orang lain sehingga dalam kebutuhannya sehari-hari ia masih mampu melakukannya sendiri. b. Klien lanjut usia yang pasif atau tidak dapat bangun, keadaan fisiknya mengalami kelumpuhan atau sakit. Perawat harus mengetahui dasar perawatan klien lanjut usia ini, terutama tentang hal yang terhubung dengan kebersihan perseorangan untuk mempertahankan kesehatannya.

1.2 Pendekatan Psikis

Perawat mempunyai peranan penting untuk mengadakan pendekatan edukatif pada klien lanjut usia. Perawat dapat berperan sebagai pendukung dan interpreter terhadap segala sesuatu yang asing, penampung rahasia pribadi dan sahabat yang akrab. Perawat hendaknya memiliki kesabaran dan ketelitian dalam memberi kesempatan dan waktu yang cukup banyak untuk menerima berbagai bdentuk keluhan agar lanjut usia merasa puas. Perawat harus selalu memegang prinsip triple S yaitu sabar, simpatik dan service. Bila ingin mengubah tingkah laku dan pandangan mereka terhadap kesehatan, perawat bisa melakukannya secara perlahan dan bertahap. Perawat ahrus mendukung mental mereka kearah pemuasan pribadi sehingga seluruh pengalaman yang dilaluinya tidak menambah beban. Bila perlu, usahakan agar mereka merasa puas dan bahagia di masa lanjut usianya.

1.3 Pendekatan Sosial Berdiskusi serta bertukar pikiran dan cerita merupakan salah satu upaya perawat dalam melakukan pendekatan sosial. Memberi kesempatan untuk berkumpul bersama sesame klien lanjut usia berarti menciptakan sosialisasi mereka. Jadi, pendekatan sosial ini merupakan pegangan bagi perawat bahwa orang yang dihadapinya adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Dalam pelaksanaannya, perawat dapat menciptakan hubungan sosial, baik antara lanjut usia maupun lanjut usia dengan perawat. Perawat memberi kesempatan seluas-luasnya kepada lanjut usia untuk mengadakan komunikasi, melakukan rekreasi. Lansia prlu dirangsang untuk membaca surat kabar dan majalah. Dengan demikian, perawat tetap mempunyai hubungan komunikasi, baik dengan sesama mereka maupun petugas yang secara lansung berkaitan dengan pelayanan kesejahteraan sosial bagi lanjut usia, termasuk asuhan keperawatan lansia dipanti sosial tresna wherda.

2.

Tempat Yang Dapat Dijadikan Sebagai Aspek Pelayanan Bagi Lansia

2.1 Pelayanan Sosial di Keluarga Sendiri Home care service merupakan bentuk pelayanan sosial bagi lanjut usia yangdlakukan di rumah sendiri atau dalam lingkungan keluarga lanjut usia. Tujuan pelayanan yang diberikan adalah membantu keluarga dalam mengatasi dan memecahkan masalah lansia sekaligus memberikan kesempatan kepada lansia untuk tetap tinggal di lingkungan keluarganya. Pelayanan ini dapat diberikan oleh: a. Perseorangan : perawat, pemberi asuhan

b. c. d. e.

Keluarga Kelompok Lembaga / organisasi sosial Dunia usaha dan pemerintah

Jenis pelayanan yang diberikan dapat berupa bantuan makanan, bantuan melakukan aktivitas sehari-hari, bantuan kebersihan dan perawatan kesehatan, penyuluhan gizi. Pelayanan diberikan secara kontinu setiap hari, minggu, bulan dan selama lansia atau keluarganya membutuhkan.

2.2Foster Care Service Pelayanan sosial lansia melalui keluarga pengganti adalah pelayanan sosial yang diberikan kepada lansia di luar keluarga sendiri dan di luar lembaga. Lansia tinggal bersama keluarga lain karena keluarganya tidak dapat memberi pelayanan yang dibutuhkannya atau berada dalm kondisi terlantar. Tujuan pelayanan ini adalah membantu memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalah yang dihadapi lansia dan keluarganya. Sasaran pelayanannya adalah lansia terlantar, tidak dapat dilayani oleh keluarganya sendiri. jenis-jenis pelayanan yang diberikan dapat berupa a. b. c. d. e. f. Bantuan makanan, misalnya menyiapkan dan member makanan Peningkatan gizi Bantuan aktivitas Bantuan kebersihan dan perawatan kesehatan Pendampingan rekreasi Olah raga dsb

2.3 Pusat Santunan Keluarga (pusaka) Pelayanan kepada warga lansia ini diberikan di tempat yang tidak jauh daritempat tinggal lansia. Tujuan pelayanan ini adalah membantu keluarga/lanjut usia dalam mengatasi permasalahan,

memenuhi kebutuhan, memecahkan masalah lansia sekaligus member kesempatan kepada lansia untuk tetap tinggal di lingkungan keluarga. Sasaran pelayanan adalah lansia yang tinggal/berada dalam lingkungan keluarga sendiri atau keluarga pengganti. Lansia masih sehat, mandiri tetapi mengalami keterbatasan ekonomi.

2.4 Panti Sosial Tresna Wherda Institusi yang member pelayanan dan perawatan jasmani, rohani, sosial dan perlindungan untuk memenuhi kebutuhan lansia agar dapat memiliki kehidupan secara wajar. Pelayanan yang diberikan dalam bentuk kegiatan, antara lain: Kegiatan rutin a. b. c. d. e. Pemenuhan makan 3x/hari Senam lansia (senam pernafasan, senam jantung, senam gerak latih otak dsb) Bimbingan rohani/keagamaan sesuai dengan agama Kerajinan tangan (menjahit, menyulam, merenda) Menyalurkan hobi (bermain angklung, menyanyi, karaoke, berkebun)

Kegiatan waktu luang a. b. c. d. Bermain (catur, pingpong) Berpantun/baca puisi Menonton film Membaca Koran

3.

Prinsip Pelayanan

Dalam memberi asuhan keperawatan pada lansia, dilaksanakan dengan memperhatikan bebrapa prinsip:

a. Tidak memberi stigma, pada dasarnya proses menua disertai masalah seperti kesepian, berkurang pendengaran, kurangnya penglihatan dan lemah fisik. Hal tersebut merupakan proses alamiah. b. Tidak mengucilkan c. Tidak membesar-besarkan masalah

d. Pelayanan yang bermutu e. f. Pelayanan yang cepat dan tepat Pelayanan secara komprehensif

g. Menghindari sikap belas kasihan h. Pelayanan yang efektif dan efesien i. Pelayanan yang akuntabel

C.

Pemeliharaan dan Pelayanan

Pelayanan lansia (termasuk pelayanan kesehatan dan perawatan) mempunyai tujuan kesejahteraan dan kemampuan lansia. Oleh karena itu, pelayanan keperawatan harus diberikan kepada lansia, baik dalam dalam keadaan sehat maupun sakit dengan membantu mempertahankan dan memberi semangat hidup mereka. Sasaran upaya pelayanan kesehatan dan kesejahteraan lansia adalah: 1. Lansung

1.1 lanjut usia aktif a. b. komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai gizi, kesehatan dll mempertahankan kesehatan agar tetap mandiri

1.2 lanjut usia pasif (pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative, asuhan keperawatan.

2.

Tidak lansung

2.1 keluarga lansia, masyarakat di lingkungan lansia, organisasi sosial masyarakat 2.2 pemeliharaan kesehatan masyarakat di PSTW pada umumnya dilaksanakan oleh petugas kesehatan puskesmas secara berkala 2.3 keperawatan lansia yang sakit, lansia yang mengalami sakit yang cukup serius dan perlu dirawat secra intensif, dirujuk ke rumah sakit yang lebih bagus.

Lansia yang sehat secara fungsional masih bisa mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Aktivitas sehari-hari maish penuh dan mampu merawat diri sendiri. Asuhan keperawatan yang diperlukan adalah pencegahan primer yang mengutamakan peningkatan derajat kesehatan dan pencegahan penyakit

Landasan penanganan lanjut usia meliputi: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Filsafat Negara/P4. UNDANG-Undang Dasar 1945,pasal 27 ayat 2 dan pasal 34. Undang-Undang No.9 tahun 1960, tentang Pokok-Pokok Kesehatan Bab 1 pasal 1 ayat 1. Undang-Undang No.4 tahun 1965, tentang Pemberian Bantuan Penghidupan Orangtua. Undang-Undang no.5 tahun 1974, tentang Pokok-Pokok Pemerintah di daerah. Undang-Undang No.6 tahun 1974, tentang ketentuan-Ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial. 7. Keputusan Presiden RI No.44 tahun 1974. 8. Program PBB tentang lanjut usia, anjuran Kongres Internasional WINA tahun 1983. 9. GBHN 1983/ Pelita IV. 10. Keputusan Menteri Sosial RI No.44 tahun 1974, tentang Organisasi dan Tata Kerja departemen sosial Propinsi. 11. Undang-undang No.10 tahun 1992, tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera. 12. Undang-Undang no.11 tahun 1992 tentang dana Pensiun. 13. Undang-undang No.23 tahun 1992 tentang kesehatan.entang Garis-Garis besar Haluan Negara 14. Ketetapan MPR No.II/MPR/1993 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara. 15. Keputusan Menteri Sosial RI No.27 tahun 1995 tentang Organisasi dan Tata Kerja Depertemen Sosial. 16. Delapan jalur pemerataan dan pelayanan kesehatan.

17. Hari Lanjut Usia Nasional yang dicanangkan oleh Bapak Presiden tanggal 29 Mei 1996 di semarang. 18. Undang-Undang Kesejahteraan No. 13 tahun 1998, tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. 19. Tahun Lanjut usia Internasional tahun 1999. 20. Sasaran WHO tahun 2000. Tujuan perawatan klien lanjut usia Tujuan perawatan meliputi: 1. Mempertahankan kesehatan serta kemampuan dari mereka yang usianya telah lanjut dengan jalan perawatan,pencegahan. 2. Membantu mempertahankanserta membesarkan gaya hidup atau emangat hidup klien lanjut usia. 3. Menolong dan merawat klien lanjut usia yang menderita penyakit atau mengalami gangguan tertentu (kronis maupun akut). 4. Merangsang para petugas kesehatan (dokter,perawat) untuk dapat mengenal dan meneggakkan diagnose yang tepat dan dini,bila mereka menjumpai suatu kelainan tertentu. 5. Mencari upaya semaksimal mungkin,agar para klien lanjut usia yang menderita suatu penyakut/gangguan,masih dapat mempertahankan kebebasan yang maksimal tanpa perlu suatu pertolongan (memelihara kemandirian secara maksimal).