Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENDAHULUAN

A. PENGERTIAN Halusinasi adalah tanggapan ( persepsi ) panca indra tanpa rangsangan dari luar ( eksternal ). Halusinasi dapat berupa halusinasi dengar, lihat, penghidu, raga dan kecap. B. RENTANG RESPON NEUROBIOLOGIK. Respon klien atau tanda dan gejala yang dapat di deteksi dari berbagai respon yang terkait dengan fungsi otak yaitu kognisi, persepsi, emosi, perilaku dan sosialisasi yang juga saling berhubungan dapat dilihat pada bagian rentang respon di bawah ini. ( tuard dan sunden !""# $ %&& ). Respon Adaftif. ' pikiran logis ' persepsi kuat ' emosi konsisten ' *engalaman ' perilaku sesuai ' pikiran kadang menyimpang ' ilusi ' reaksi emosional berlebihan) kurang ' perilaku ganjil)tidak la+im Respon mal adaftif. ' (elainan pikiran ) delusi ' halusinasi ' ketidak mampuan untuk mengalami emosi ' ketidakteraturan hubungan. ' sosial menarik diri ' isolasi tertutup Respon perilaku klien dapat diedentifikasi sepanjang rentang respon di atas, sehingga kita dapat menilai apakah respon tersebut adaftif ) mal aadaftif ditandai

dengan pikiran logis persepsi akurat, emosi konsisten dengan pengalaman perilaku sesuai hubungan sosial, tetapi apabila respon berada dalam rentang respon adaftif dan mal adaftif ditandai dengan pikiran ganjil ) tidak la+im, menarik diri, sedangkan pada respon klien yang mal adaftif di tandai dengan kelainan pikiran ) delusi, halusinasi, ketidak mampuan untuk mengalami emosi, ke tidak teraturan hubungan, isolasi sosial. ,. JENIS HALUSINASI. !. Halusinasi Pendengaran. -endengar suara, paling sering suara orang, berkisar dari suara sederhana sampai suara yang berbicara mengenai klien, untuk menyelesaikan percakapan antara dua orang ) lebih tentang orang yang sedang berhalusinasi, kadang'kadang suara memerintahkan untuk melakukan hal yang berbahaya. *erilaku yang tampak melirik mata ke kiri dan kekanan, seperti mencari siapa ) apa yang berbicara. -endengarkan dengan penuh perhatian pada orang lain yang sedang tidak berbicara ) kepada benda mati, terlibat percakapan dengan benda mati ) dengan seseorang yang tidak tampak, menggerakkan mulut, seperti sedang berbicara atau sedang menjawab suara. .. Halusinasi Penglihatan. timulus penglihatan dalam bentuk pancaran cahaya, gambar geometris, gambaran karton dan panorama yang luas dan kompleks, penglihatan dapat sesuatu yang menyenangkan atau menakutkan seperti monster. %. Halusinasi Pen iu!an. Berbau busuk, amis dan bau yang menjijikkan seperti darah, urine, atau feses kadang / kadang tercium bau barus. 0. Halusinasi Penge a"an. -erasakan sesuatu yang busuk, amis dan bau menjijikkan seperti darah, urine atau peses. #. Halusinasi Pera$aan. -erasakan rasa takut sakit ) tidak enak tanpa stimulus yang terlihat. %. Sinetie. -erasakan tubuh seperti darah mengalir tanpa stimulus yang terlihat.

D. TINGKATAN KARAKTERISTIK HALUSINASI. Ada 0 tahap 1ntensitas Halusinasi. &. Taha" I ecara umum halusinasi bersifat menyenangkan. *erilaku yang teramati. ' ' ' ' ' -enyeringai ) tertawa yang tidak sesuai -enggerakkan bibirnya tanpa menimbulkan suara. 2erakan mata yang cepat Respon 3erbal yang lamban. 4alam dan dipenuhi oleh sesuatu yang mengasyikan.

'. Taha" II. ' ' ' ' ' ecara umum halusinasi menjijikkan. *erilaku yang teramati *eningkatan sistem saraf otonom yang menunjukkan ansietas, misalnya peningkatan nadi, respirasi dan tekanan darah. *enyempitan kemampuan konsentrasi. 4ipenuhi dengan pengalaman sensori dan mungkin kehilangan kemampuan untuk membedakan antara halusinasi dan realisasi. (. Taha" III. *erilaku yang teramati. ' ' ' ' 5ebih cenderung mengikuti petunjuk yang diberika oleh halusinasinya dari pada menolaknya. (esulitan dalam berhubungan dengan orang lain Rentang perhatikan hanya beberapa menit ) detik. 2ejala fisik dari ansietas berat seperti berkeringat, tremor, ketidak mampuan untuk mengikukti petunjuk ). Taha$ I*

ecara umum halusinasi menjadi lebih rumit dan saling terkait dengan delusi perilaku yang teramati. ' ' ' ' ' *rilaku menyerang, teror seperti panik. angat potensial melakukan bunuh diri ) mebunuh orang. (egiatan fisik yang merefliksikan is halusinasi seperti mengamuk, agitasi, menarik diri) katator. 6idak mampu berespon terhadap petunjuk kompleks 6idak mampu berespon lebih dari satu orang.

E. +AKTOR PREDISPOSISI DAN PRESIPITASI -enurut tuard dan sudden halusinasi pada seseorang muncul akibat adanya dua macam faktor predisposisi dan faktor presipitasi. !. 7aktor predisposisi a. biologis b. psikologi. c. sosial budaya. .. 7aktor presipitasi. 8mumnya sebelum timbul gejala klien mengalami hubungan yang bermusuhan tekanan, isolasi pengangguran yang disertai perasaan tidak berguna, tidak berdaya dan putus asa. +. TANDA DAN GEJALA HALUSINASI !. *enggolongan yang memerlukan perawatan total yaitu berbicara, tersenyum dan tertawa sendiri, mondar'mandir, disortentasi waktu, tempat dan orang, bersikap seperti mendengarkan sesuatu, mata tertuju pada satu arah, mengatakan mendengar sesuatu, melihat, mengecap, mencium dan merasakan sesuatu yang tidak nyata, konsentrasi kurang, curiga dan bermusuhan, sulit membuat keputusan, mudah tersinggung, cemas, menyalahkan diri sendiri atau orang lain, ekspresi wajah tegang. .. *enggolongan yang memerlukan perawatan persial

%. *enggolongan yang memerlukan perawat minimal, yaitu ekspresi perawatan diri secara mandiri, klien dapat berkonsentrasi, dapat berhubungan dengan orang lain secara baik, perilaku sesuai dapat berintraksi sosial. G. PENATALAKSANAA9. -eliputi $ ' ' ' ' ' 7armakoterapi 6erapi psikomotor 6A( Rehabilitasi untuk proses rekungsionalisasi. *engembangan bagi klien agar mampu melaksanakan tujuan sosialnya dalam kehidupan sehari'hari yang wajar dalam masyarakat. *erinsif'perinsif tindakan yang dapat diterapkan dalam merawat klien halusinasi yaitu $ ' ' ' ' ' ' ' -embina hubungan saling percaya. -engkaji gejala halusinasi -emfokuskan pada gejala dan minta klien untuk menjelaskan apa yang terjadi. -engidentifikasi apakah klien sebelumnya telah minum obat ( alkohol ). -embantu klien menjelaskan dan membandingkan halusinasi saat ini dan baru saja terjadi ) dialami. -enyatakan dan menguatkan penggunaan hubungan interpersonal dalam memenuhi kebutuhan. -engidentifikasi gejala'gejala psikosis yang mempengaruhi akti3itas sehari' hari klien. H. KONSEP DASAR KEPERA,ATAN. &. Peng-a.ian. a. Alasan masuk rumah sakit dirawat. 8mumnya gejala yang sering menjadi alasan keluarga adalah $ !.Halusinasi.

..:aham. %.perilaku 0.1solasi sosial 4ata dapat diperoleh dari keluarga dengan menanyakan $ ' Apa yang terjadi di rumah ' Apakah klien sering bicara sendiri ; ' Apakah klien mendengart suara'suara ; ' Apakah klien marah tanpa alasan ; ' Apakah klien mengatakan sesuatu yang tidak nyata ; b. 7aktor predisiposisi 7aktor predisiposisi yang mengakibatkan gangguan orientasi realita adalah aspek biologis psikologis dan sosial ( stuart dan suddeen, !""< ) !.Biologis 2angguan perkembangan dan fungsi otak atau sistem saraf pusat dapat menimbulkan gangguan orientasi realita, sepert $ a) Hambatan perkembangan otak khususnya korteks frontal, temporal dan limbic. 2ejala yang mungkin timbul adalah $ Hambatan dalam belajar, berbicara, daya ingat dan mungkin muncul perilaku menarik diri ) kekerasan. b) *ertumbuhan dan perkembangan indi3idu pada prental neonatus dan anak' anak. ..*sikologis. (ehidupan sosial yang dapat menggangu orientasi realita seperti kemiskinan, konflik sosial budaya, kehidupan yang terisolasi disertai stres yang menumpuk. %.faktor presentasi Hal'hal yang perlu diperhatikan. !) umber .) Asal %) :aktu 0) >umlah = biologis, psikologis sosial budaya. = diri klien ) lingkungan = lama dan frekwensi = jumlah stemulus yang di alami

c. 7aktor presentasi umum $ '(ondisi kesehatan '(ondisi lingkungan ' ikap dan perilaku klien. d. umber (oping. !)(lien, identifikasi koping, kekuatan dan kemampuan yang masih dimiliki klien. .) umber daya. a. *engetahuan keluarga. b. 7inansial keluarga. e. Respon koping Respon klien ) gejala dan tanda yang dapat di deteksi dari klien adalah berbagai respon yang terkait fungsi otak. /asu- In01r!asi ensori internal$ ' Biokimia ' ?mosi ensori eksternal $ ' *englihatan. ' *endengaran ' *engecap ' *enghidu peraba ' Diagn1sa Ke"era2atan 4iagnosa keperawatan yang muncul. a.Resiko mencederai orang lain berhubungan dengan halusinasi dengar dan lihat. b.*erubahan persepsi sensori = halusinasi lihat berhubungan dengan menarik diri. c.1solasi sosial = menarik diri. I. P1h1n !asalah Pr1ses di1ta!. *erhatikan pada informasi yang masuk. .. 4aya ingat %. *embelajaran 0. 4iskriminasi informasi <. 1nterprestasi @. *engorganisasian informasi menjadi respon. Res"1n Perila-u ' Respon kognitif ' *ersepsi ' 2erakan ' Respon sosial

Resiko mencederai diri, orang lain dan *erilaku kekerasan

,BR? *RBB5?-

*erubahan persepsi sensoriA halusinasi dengar dan lihat

4efisit perawatan diri

6idak efektifnya penatalaksanaan regimen terapeutik

1solasi sosialA menarik diri

-enurunnya moti3asi perawatan diri

6idak efektifnya koping keluargaA ketidaktahuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit

2angguan konsep diriA harga diri rendah 6idak efektifnya koping indi3idu

Berduka disfungsional

(Di ambil dari Proses Keperawatan Jiwa, hal 225)

DA+TAR PUSTAKA

,arpenito, 5ynda >uall, Buku aku 4iagnosa (eperawatan, Alih Bahasa $ Casmin Asih, ?disi @, ?2,, >akarta, !""# (eliat, B. A., *roses (eperawatan (esehatan >iwa, ?2,, >akarta, !""" Rawlins, R.*. D *atricia ?3ans Heacock, ,linical -anual of *sychiatric 9ursing, . nd ?dition, -osby Cear Book, t. 5ouis, !""% tuart, 2.:. D -ichele 6. 5araia, *rinciples and *ractice of *sychiatric 9ursing, @ th ?dition, -osby ,ompany, t. 5ouis, !""# 6owsend, -ary ,., Buku aku 4iagnosa (eperawatan *sikiatri 8ntuk *embuatan Rencana (eperawatan, Alih Bahasa $ 9o3y Helena ,.4., ?disi %, ?2,, >akarta, !""# tuart, 2. :. D andra >. undeen, *rinciples and *ractice of *sychiatric 9ursing, ! st ?dition, -osby ,ompany, t. 5ouis, !""<