Anda di halaman 1dari 27

BAB I TUJUAN Setelah melakukan percobaan, praktikan diharapkan dapat : 1.

Dapat mengerti secara rinci tentang Miniature Circuit Breaker (MCB). 2. Dapat menentukan karakteristik Miniature Circuit Breaker (MCB). 3. Dapat menentukan tipe/jenis Miniature Circuit Breaker (MCB) yang digunakan sesuai karakteristik bebannya. 4. Dapat menentukan kapasitas Miniature Circuit Breaker (MCB) sesuai dengan karakteristik beban yang digunakan.

BAB II TEORI DASAR

1. Pengertian MCB (Miniature Circuit Breaker) Miniature Circuit Breaker memainkan peranan penting dalam hal proteksi arus lebih dan juga sebagai alat disconnect pada jaringan listrik. Sebuah breaker merupakan alat yang didesaian untuk mengisolasi rangkaian dari gangguan arus lebih : overload ( beban lebih ) dan short circuit ( hubung singkat ). Miniature Circuit Breaker, atau yang lebih dikenal MCB adalah alat pemutus yang sangat baik digunakan untuk mendeteksi besaran arus lebih. Seperti halnya pada Thermostat Load Relay, MCB mempuyai Bimetalic; elemen jika terkena panas akan memuai secara langsung maupun tidak langsung yang diakibatkan dengan adanya arus mengalir, alat Bimetalic ini dibuat dan direncanakan sesuai dengan ukuran standar (arus nominal MCB), dimana dalam waktu yang sangat singkat dapat bekerja sehingga rangkaian beban terlindungi, MCB juga dilengkapi dengan magnet triping yang bekerja secara cepat pada beban lebih atau arus hubung singkat yang besar, juga dioperasikan secara manual dengan menekan tombol. Karateriskrik arus waktu untuk jenis MCB, hampir sama dengan pengaman lebur oleh karena itu sering kali MCB dan pengaman lebur digunakan secara bersamaan.

(a)

(b)

Gambar 1. Bentuk dari MCB; (a) 3 phasa (b) 1 phasa Perlu diketahui pula kapasitas arus MCB tidak dapat dibandingkan dengan kapasitas putus pengaman lebur sesuai dengan peraturan yang berlaku bahwa setiap beban lebih dari 100 A harus dilengkapi dengan pengaman lebur. Bimetal yang terdapat pada pengaman arus lebih, biasanya alat ini bekerja 250 C apabila temperatur ruang naik,maka salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menurunkan beban. Sehingga dengan diturunkannya beban berarti panas disipasi yang timbul akan berkurang. Setiap MCB direncanakan untuk karakteristik arus waktu yang berbeda-beda. Perhatikan gambar dimana karakteristik H,L dan G pada hal khusus MCB hanya dapat dibebani kira-kira 1,5 x arus kerja, misalnya pada lampu TL tegangan rendah dimana tidak dipasang kapasitor untuk perbaikan faktor kerja sehingga arus yangmengalir sangat besar dan menyebabkan triping MCB akan bekerja. MCB jenis G mempunyai titik triping yang besar.

Sifat dari MCB adalah : a. Arus beban dapata diputuskan bla panas yang ditimbulkan melebihi panas yang dizinkan b. Arus hubung singkat dapat diputuskan tanpa adanya perlambatan. c. Setelah dilakukan perbakan, maka MCB dapat digunakan kembali.

Keterangan gambar : 1. Tuas aktuaror operasi On-Off. 2. Mekanisme Actuator 3. Kontak penghubung 4. Terminal Input-Output 5. Batang Bimetal 6. Plat penahan & penyalur busur api 7. Solenoid / Trip Coil 8. Kisi-kisi pemadam busur api

Berdasarkan waktu pemutusannya, pengaman otomatis dibagi atas : a. Type G (General) Biasanya digunakan untuk instalasi motor listrik. Otomat type G Pada jenis ini digunakan untuk mengamankan motor-motor kecil AC maupun DC, mengamankan alat-alat listrik dan juga rangkaian akhir besar untuk penerangan, seperti

penerang pada bangsal pabrik dll. Pengaman elektro magnetiknya berfungsi pada 8 11 x I nominalnya untuk AC dan 14 x I nominal untuk DC.

b. Type L (Line) Biasanya digunakan untuk instalasi jala-jala. Otomat tipe L Pada jenis ini pengaman thermisnya disesuaikan dengan meningkatnya suhu hantaran, kalau terjadi beban lebih dan suhu hantaranya melebihi suatu nilai tertentu, maka elemen bimetalnya akan memutuskan rangkaian. Kalau terjadi hubung singkat, maka arusnya kan diputuskan oleh pengaman elektromagnetik. Untuk AC adalah : 4 6 x In dan DC adalah : 8 x In dimana pemutusan arusnya akan berlangsung dalam waktu 2 detik.

c. Type H (Home) Biasanya digunakan untuk instalasi rumah/gedung. Otomat type H Secara thermis jenis ini sama dengan otomat type L, tapi pengaman elektro magneriknya akan memutuskan dalam waktu 0,2 detik. Untuk AC 2,53 x In dan DC 4 x In. jenis otomat ini digunakan untuk instalasi rumah, dimana kondisi gangguan yang relative kecil pun harus diputuskan dengan cepat, jadi kalau terjadi gangguan tanah, maka bagian bagian yang terbuat dari logam tidak akan lama bertegangan.

d. Type K&U Biasanya digunakan untuk rangkaian elektronika atau trafo.

2. Spesifikasi Miniature Circuit Breaker

Gambar disamping adalah contoh MCB umum yang biasa dipakai di instalasi listrik rumah. Ada perbedaan antara MCB milik PLN yang terpasang di kWh meter dengan milik pelanggan yang dijual secara umum. Yang pertama adalah warna toggle switchyang berbeda (dalam produk dari produsen MCB yang sama, milik PLN memiliki warnatoggle switch biru dan yang dijual untuk umum berwarna hitam) dan kedua adalah tulisan Milik PLN pada MCB yang dipasang di kWh meter. Walaupun ada juga produsen MCB lainnya yang menggunakan warna toggle switch biru untuk produk yang dijual di pasaran. Sedangkan, inilah arti dari kode dan simbol yang tertulis dalam nameplate MCB tersebut sebagai berikut : 1. Simbol dengan angka 1 dan 2 Ini adalah simbol dari fungsi MCB sebagai proteksi beban penuh dan hubung singkat (penjelasan detail bisa dilihat pada tulisan bagian pertama MCB sebagaiProteksi dan Pembatas Daya Listrik). Dari gambar tersebut, hal ini juga menjelaskan bahwa MCB ini adalah 1 pole (karena hanya ada 1 simbol saja). Bila ada dua simbol berdampingan, maka MCB-nya adalah 2 poles. Yang umum dipakai di perumahan adalah tipe MCB 1pole, yaitu hanya kabel phase saja yang diproteksi.

2. NC45a

Merupakan MCB model number yang ditentukan dari produsen MCB. Lain produsen berarti lain model number. Sebagai tambahan informasi, model NC45a ini adalah MCB yang diproduksi untuk keperluan perumahan secara umum. 3. C16 Kode ini menjelaskan tripping curve MCB yaitu tipe C, dengan

proteksi magnetic trip sebesar 5-10In (In : arus nominal atau rating arus dari MCB) dan angka 16 adalah rating arus dari MCB sebesar 16A. Rating arus ini adalah kode paling penting dalam MCB dan berguna saat pembelian MCB. Penjelasan selanjutnya mengenai rating arus ada di bagian berikutnya. 4. 230/400V Menjelaskan rating tegangan dalam operasi MCB yaitu 230V atau 400V sesuai dengan tegangan listrik PLN 220V. 5. 4500 dan 3 4500 menunjukkan rated breaking capacity MCB, yaitu kemampuan kerja MCB masih baik sampai arus maksimal 4500A, yang biasanya terjadi saat hubung singkat arus listrik. Dimana diatas angka ini MCB akan berpotensi rusak. Dan angka 3 adalah I2t classification, yaitu karakteristik energi maksimum dari arus listrik yang dapat melalui MCB. 6. 12002 Catalog Number dariprodusen MCB yang tujuannya sebagai nomor kode saat pembelian. 7. LMK; SPLN 108; SLI 175 dan IEC 898 Menandakan bahwa MCB ini sudah lolos uji di LMK PLN (LMK : Lembaga Masalah Kelistrikan). Sedangkan tiga kode selanjutnya menyatakan bahwa MCB dibuat dengan mengacu kepada standard-standard teknis yang ditetapkan baik nasional maupun internasional. 8. I-ON pada toggle switch

Menandakan bahwa MCB pada posisi ON. Untuk posisi OFF maka simbolnya adalah O-OFF. 9. SNI MCB ini sudah mendapatkan sertifikat SNI (Standard Nasional Indonesia).

Sekilas info untuk para pelanggan listrik yang merasa awam mengenai listrik, apalagi soal MCB ini, tidak perlu pusing-pusing untuk mengerti nameplate MCB. Hal yang paling penting dalam memilih MCB yang hendak dibeli adalah kode rating arus MCB yang sesuai kebutuhan, seperti contoh diatas yaitu kode C16, yaitu rating arus MCB sebesar 16A dengan tripping curve tipe C. Kode lain yang perlu diperhatikan adalah kode LMK serta SNI yang berarti pro duk ini sudah memenuhi standard tersebut. Rating MCB dan Daya listrik PLN Contoh yang dibahas dalam bagian sebelumnya menggunakan MCB dengan rating 16A dan tripping curve type C. MCB yang dijual dipasaran mempunyai rating arus yang bermacam-macam sesuai kebutuhan. Saat membeli MCB, kita cukup menyebutkan rating arus MCB yaitu berapa ampere dans tujuan pemakaian yaitu untuk perumahan. Dasar pemilihan rating arus MCB yang ingin dipakai di perumahan tentu disesuaikan dengan besarnya langganan daya listrik PLN yang terpasang. Karena PLN sendiri menetapkan besar langganan listrik perumahan sesuai ratingarus dari MCB yang diproduksi untuk pasar dalam negeri.

Tabelnya seperti ini:

Rating Arus Miniature Circuit Breaker 2A 4A

Daya Listrik PLN

450VA 900VA

6A 10A

1300VA 2200VA

16A

3300VA

Rumusnya adalah : Rating Arus MCB x 220V (Tegangan listrik PLN). Hasil perhitungannya adalah angka pembulatan. Jadi bila langganan listrik PLN sebesar 1300VA maka MCB yang dipasang di kWh meter memiliki rating 6A. Berikut adalah contoh MCB dengan berbagai rating arus.

Macam-macam MCB dengan berbagai rating Dari kiri ke kanan, rating arus MCB adalah 16A (dari C16), 6A (dari C6) dan 6A (dari CL6). MCB paling kanan adalah milik PLN yang terpasang di kWh meter dengan tipe C32N

dan tripping curve tipe CL (hampir sama dengan tripping curve tipe C). Bisa dilihat warna toggle switch biru dan tulisan MILIK PLN.

3. Konstruksi Miniature Circuit Breaker

Pada umumnya, MCB bekerja menggunakan prinsip elektromekani ( Thermal/Magnetik ) untuk membuka kontak breaker ketika gannguan arus lebih terjadi. Unit thermal trip bekerja berdasarkan kenaikan nilai temperatur, sedangkan unit magnetik trip bekerja berdasarkan kenaikan nilai arus.

PROTEKSI BEBAN LEBIH

Unit thermal trip digunakan untuk memproteksi jaringan listrik dari gangguan beban lebih, Unit thermal trip menggunakan logam bimetal yang ditempatkan di belakang trip bar circuit breaker, dan merupakan bagian dari breaker yang dilalui arus. Ketika terjadi gangguan beban lebih, maka nilai arus yang melewati logam bimetal akan bertambah yang membuat temperatur pada logam bimetal semakin besar hingga pada suatu saat dan temperatur tertentu logam bimetal ini akan membengkok dan menekan trip bar yang akan membuka kontak MCB. Waktu yang dibutuhkan bimetal untuk membengkok dan membuka kontak MCB sesuai dengan kenaikan besar arus, semakin besar arus gangguan yang terjadi semakin cepat logam bimetal membengkok.

PROTEKSI ARUS HUBUNG SINGKAT

Unit magnetik trip bekerja untuk melindungi jaringan dari gangguan arus hubung singkat.

Ketika gangguan hubung singkat terjadi, maka nilai arus yang melewati MCB akan bertambah besar secara signifikan yang akan menghasilkan medan magnet yang cukup besar. Medan magnet ini akan mendorong hammer trip, hammer trip ini nantinya akan mendorong moving contact yang membuat kontak akan terbuka. Proses terbukanya kontak breaker ketika terjadi gangguan hubung singkat umumnya terjadi setelah 5 milidetik setelah terjadi gangguan.

International

standard IEC

60898-1

and European

Standard EN

60898-

1 menyatakan bahwa besar arus rated In sebuah MCB yang digunakan pada distribusi tegangan rendah merupakan nilai maksimum yang mampu dihantarkan oleh MCB pada temperatur udara sekitar 300c. Pada umumnya MCB di desain dengan arus rated pada range : 6 A, 10 A, 13 A, 16 A, 20 A, 25 A, 32 A, 40 A, 50 A, 63 A, 80 A, 100 A . Terdapat tiga tipe MCB berdasarkan karakteristik pemutusan arus gangguan yaitu : Type "B", "C" dan "D" , masing masing menyatakan nilai minimum arus yang melewati MCB yang mengakibatkan terbukanya kontak MCB tanpa disengaja.

Untuk lebih jelasnya, karakteristik kerja ke tiga type MCB dapat ditunjukkan oleh kurva karakteristik berikut :

t
MCB

(Waktu)

K Overload relay

Motor

Arus, I
Back up Fuse

4. Prinsip kerja Miniature Circuit Breaker (MCB) Pada dasarnya MCB adalah pengaman & pemutus hubungan instalasi listrik, akibat arus lebih hubung singkat dan beban lebih ( over load dari kapasitas arus nominal MCB tersebut ). Karena ada dua fungsi MCB tersebut maka , MCB mempunyai 2 komponen utama yaitu :

1. Bimetal Bimetal adalah dua logam yang berlainan jenis jika di aliri arus akan memanas dan memuai. Akibat pemuaian bimetal ini akan menekan mekanik saklar MCB tersebut, sehingga MCB akan trip / putus. Komponen ini bekerja pada saat MCB di aliri beban lebih , melebihi beban nominal MCB . Jika MCB ini trp/jatuh akibat pemuaian bimetal / beban lebih di perlukan waktu untuk menaikkan kembali MCB ( Bimetal kembali ke bentuk normal ).

2. Elektro magnetic

Elektro magnetik adalah logam yg di lilit tembaga dan di aliri arus listrik, maka logam tersebut akan berubah menjadi magnet , Semakin besar arus yang mengalir maka akan semakin besar medan magnet yang di timbulkan. Komponen ini bekerja pada saat MCB dialiri arus hubung singkat yang besar. Karena arus

hubungsingkat itu besar maka logam akan menjadi magnet , dam akan menarik mekanik saklar MCB sehingga MCB akan trip. Saklar MCB tidak akan naik sebelum hubung singkat tersebut di perbaiki.

Karena arus hubung singkat sangat besar maka ketika terjadi hal tersebut akan menimbulkan busur api yang besar sehingga MCB di pasang rongga peredam busur api. Pada saat di aliri arus normal ( tidak melebihi arus nominal MCB ) Bimetal tidak akan memuai karena panas yang di timbulkan tidak mencapai titik muai nya dan

elektro magnetik akan menimbulkan medan listrik yang kecil sehingga MCB tidak trip. MCB dilengkapi dengan pengaman bimetal yang terdiri dari 2 buah logam yang mempunyai koefisien muai yang berbeda dan disatukan pada ujungnya. Jika terkena panas yang diakibatkan oleh adanya beban lebih, maka bimetal akan mengerjakan kontak relai, dan kontak relai inilah yang akan memutuskan kontak MCB. Jika terjadi gangguan hubung singkat, maka rangkaian elektromagnetik akan terenergize, sehingga akan menggerakkan kontak relai. Kontak relai ini kemudian memutuskan kontak MCB yang akhirnya memutuskan rangkaian.

BAB III RANGKAIAN PERCOBAAN

MCB 3

SI

0 s/d 220
13 23 33

S0

Lampu K

BAB IV LANGKAH KERJA

1. Percobaan MCB a. Merangkai semua peralatan seperti yang tertera pada gambar diagram rangkaian percobaan, Sekunder Auto Travo pada kedudukan 0 Volt. b. Meng-ON-kan Switch Power Supply AC kemudian mengatur kedudukan sekunder Auto Trafo untuk mendapatkan arus yang diinginkan (lihat tabel evaluasi). c. Meng-OFF-kan Power Supply AC hingga Bimetal MCB dingin kembali (untuk mendapatkan karakteristik dingin). d. Meng-ON-kan Power Supply AC dan mencatat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk Tripping Pengaman Thermis MCB. e. Mengulangi langkah 2, 3, dan 4 untuk nilai-nilai arus yang diminta dalam tabel. f. Untuk membuat karakteristik Panas pergunakan terlebih dahulu beban yang besarnya sama dengan besar arus nominal selama 10 menit, kemudian laksanakan seperti langkah 2, 3 dan 4 untuk beberapa nilai, tanpa pendinginan kembali. g. Selesai praktek kembalikan semua alat-alat percobaan ketempatnya semula.

2. Karakteristik MCB Melakukan Percobaan Arus Beban Lebih. Membuat rangkaian percobaan untuk pengujian MCB 2A dan 4A. Menaikkan Arus secara bertahap dengan penambahan waktu 5 menit setiap perubahan arus. Melakukan pengukuran untuk menentukan karakteristiks MCB.

BAB V TABULASI DATA

1. Karakteristik Panas

No

MCB In = 2 A 1. 2. 3. 4. 5. 6. 0,8 x In 1,2 x In 1,5 x In 2,0 x In 2,5 x In 3,0 x In

X Arus nominal (A)

Waktu Trip

Keterangan

1,6 2,4 3 4 5 6

> 5 menit > 5 menit 4,5 menit 1,2 menit 9 detik 7 detik

Belum Trip Belum Trip Trip Trip Trip Trip

2. Karakteristik Dingin

No

MCB In = 2 A

X Arus nominal (A) 1,6 2,4 3 4 5 6

To (waktu awal) 28 oC 28 oC 29,7 oC -

T1 (waktu akhir) 31,8 oC 33,4 oC 34 oC -

Keterangan

1. 2. 3. 4. 5. 6.

0,8 x In 1,2 x In 1,5 x In 2,0 x In 2,5 x In 3,0 x In

Belum Trip Belum Trip Trip Trip Trip Trip

BAB VI ANALISA 1. ANALISA RANGKAIAN Pada rangkaian kali ini praktikan akan melakukan praktikum dengan judul job Karaketristik Miniature Circuit Breaker (MCB). Adapun alat-alat yang akan digunakan dalam praktikum adalah sebagai berikut : Sumber tegangan AC (variac) 0-220 V, Ampere meter, sensor suhu (thermocouple), Register Geser (potensio meter), MCB 1 phasa kapasitas 2A, MCB 1 phasa kapasitas 4A, MCB 1 phasa kapasitas 6A, dan beberapa kabel sesuai kebutuhan. Hal pertama yang dilakukan adalah dengan menyambungkan input dari Variac ke sumber tegangan (catatan; jangan disambungkan langsung ke sumber tegangan, cukup disambungkan saja dulu ke Variac, kalau mau ngetes rangkaian baru disambungkan ke sumber tegangan). Setelah itu output dari Variac disambungkan ke masukan ampere meter, dan dilanjutkan dengan keluaran dari ampere meter dihubungkan dengan register geser. Register geser di sini berfungsi sebagai pengatur dari arus masuk ke MCB. Kembali lagi ke rangkaian tadi, keluaran dari Register geser dihubungkan ke masukan MCB 1 phasa dan keluaran MCB dihubungkan ke output Variac. Sedangkan untuk thermocouple atau sensor suhu berfungsi untuk mengukur suhu dari bodi MCB tersebut. Berbeda lagi dengan mencari isi tabel dari karakteristik Panas ataupun karakteristik Dingin dari Miniataure Circuit Breaker. Untuk karakteristik Panas, praktikan cukup menggunakan satu saja MCB 1 phasa dengan kapasitas sesuai keinginan. Tapi pada kelompok saya menggunakan MCB 1 phasa dengan kapasitas 2A. Dan untuk karakteristik dingin, praktikan harus mengganti dengan MCB yang baru dengan kapasitas yang sama, misalnya, saat praktikan pada pengukuran pertama menggunakan MCB 1 phasa kapasitas 2A, maka pada pengukuran kedua praktikan harus mengganti MCB yang satunya lagi dengan kapasitas yang sama dengan sebelumnya.

Dan untuk sekedar pengetahuan, di sini praktikan juga melakukan percobaan dengan menggunakan pengukuran dengan 2 atau 3 tingkat berupa MCB yang dihubungkan secara seri. Dari 2 ataupun 3 tingkat ini, letak MCB-nya pun divariasikan kapasitasnya berupa 2A, 4A, dan 6A. Dan khusus untuk tabel pengukuran bertingkat MCB ini tidak dimasukkan pada laporan ini karena hanya sebagai wawasan atau pengetahuan untuk praktikan itu sendiri.

2. ANALISA DATA Dari data hasil percobaan dapat di ketahui bahwa karakteristik MCB yang berfungsi sebagai pemutus tegangan saat terjadinya hubung singkat pada rangkaian, dan datanya adalah sebagai berikut : 1. Karakteristik Panas Pada tabel 1 ini, praktikan akan mencari karakteristik MCB pada saat keadaan panas, dan didapat hasilnya sebagai berikut :

Saat diberi arus sebesar 0,8 ampere dengan In sebesar 2 A, pada MCB belum ada perubahan alias tidak Trip. Begitu juga saat diberi arus sebesar 1,2 ampere, pada MCB belum juga ada perubahan. Dari kedua percobaan di atas praktikan memberi batas waktu sebesar 5 menit. Dan untuk percobaan ketiga ini, praktikan memberikan arus sebesar 1,5 ampere diperlukan waktu 4,5 menit untuk memutus rangkaian (trip), saat diberi arus 2,0 ampere diperlukan waktu 1,2 menit untuk memutus rangkaian, saat diberi arus 2,5 ampere diperlukan waktu 9 detik untuk memutus rangkaian, saat diberi arus 3 ampere diperlukan waktu 7 detik untuk memutus rangkaian.

2. Karakteristik Dingin Pada tabel 2 ini, praktikan akan mencari karakteristik MCB pada saat keadaan dingin, dan didapat hasilnya sebagai berikut :

Saat diberi arus sebesar 0,8 ampere dengan In sebesar 2 A, pada MCB belum ada perubahan alias tidak Trip. Begitu juga saat diberi arus sebesar 1,2 ampere, pada MCB belum juga ada perubahan. Dari kedua percobaan di atas praktikan memberi

batas waktu sebesar 5 menit. Dan untuk percobaan ketiga ini, praktikan memberikan arus sebesar 1,5 ampere dalam rentang ewaktu 5 menit belum trip, tapi perbandingan suhu awal dan akhir dari bodi MCB terlihat jelas, suhu awal sebesar 28 oC dan suhu akhir sebesar 31,8 oC, saat diberi arus 2,0 ampere diperlukan waktu 45 detik untuk memutus rangkaian dengan suhu awal sebesar 28 oC dan suhu akhir sebesar 33,4 oC, saat diberi arus 2,5 ampere diperlukan waktu 31 detik untuk memutus rangkaian dengan suhu awal sebesar 29,7 oC dan suhu akhir sebesar 34 oC, saat diberi arus 3 ampere diperlukan waktu 12 detik untuk memutus rangkaian. Sesuai dengan hasil pengukuran kedua tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa; waktu trip MCB karakteristik panas lebih cepat dibandingkan MCB karakteristik dingin, hal ini disebabkan pada MCB karakteristik panas karena digunakan terus berkelamjutan untuk mengamankan beban lebih maka kondisi bimetal belum sepenuhnya kembali seperti semula, sehingga saat teraliri arus beban lebih lagi MCB lebih cepat trip. Berbeda dengan MCB karakteristik dingin, setelah teraliri arus beban lebih lalu trip MCB harus menunggu sampai keadaan bimetal benar-benar lurus sehingga apabila teraliri arus beban lebih lagi butuh waktu lebih lama untuk trip dibanding saat bimetal agak sedikit melengkung, yaitu pada MCB karakteristik panas.

3. ANALISA PERBANDINGAN Di sini praktikan akan membandingkan antara karakteristik yang didapat dari hasil percobaan dengan karakteristik berdasarkan teori dasar yang sudah ada sebelumnya. Berikut adalah data lengkap dalam bentuk tabel karakteristik yang mana berupa karakteristik Panas maupun karakteristik Dingin suatu Miniature Circuit Breaker, dan gambarnya sebagai berikut :

Karakteristik Panas
7 6 5 waktu (s) 4 3 2 1 0 0 1 2 3 arus (A) 4 5 6 7

Karakteristik Dingin
7 6 5 Waktu (s) 4 3 2 1 0 0 1 2 3 arus (A) 4 5 6 7

Sedangkan secara teori, berikut adalah gambar kerakteristiknya ;

Dari gambar karakteristik di atas dapat kita lihat bahwa gambar hasil percobaan hampir sama dengan gambar karaketeristik berdasarkan teori dasar.

4. ANALISA RELEVANSI Hasil praktikum di atas sudah dapat dilihat fungsi MCB karakteristik panas dan dingin itu sendiri, yaitu sebagai pembanding dan juga dapat mengetahui waktu trip saat MCB dalam kondisi panas yaitu saat keadaan bimetal masih sedikit melengkung, dengan MCB dalam kondisi dingin yaitu saat bimetal benar-benar lurus. Sedangkan kegunaan MCB ini banyak sekali di gunakan pada instalasi rumah, gedung ataupun industry dan umumnya di setiap komponen yang

menggunakan arus listrik maka menggunakan sebuah MCB sebagai pengaman.

BAB VII PENUTUP 1. Kesimpulan Setelah melakukan percobaan, maka praktikan dapat mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : a. Miniature Circuit Breaker adalah alat pemutus yang sangat baik digunakan untuk mendeteksi besaran arus lebih. MCB mempuyai Bimetalic; elemen jika terkena panas akan memuai secara langsung maupun tidak langsung yang diakibatkan dengan adanya arus mengalir.

b. Fungsi dari praktikum MCB karakteristik panas dan dingin adalah agar bisa membandingan dan mengetahui waktu trip saat MCB dalam kondisi panas yaitu saat keadaan bimetal masih sedikit melengkung, dengan MCB dalam kondisi dingin yaitu saat bimetal benar-benar lurus. c. Pada percobaan dapat dilihat bahwa MCB karaketristik panas lebih cepat memutus rangkaian daripada MCB karakteristik dingin, karena dalam kondisi panas bimetalnya dalam keadaan melengkung, sedangkan dalam keadaan dingin keadaannya lurus.