P. 1
BAB IV

BAB IV

|Views: 361|Likes:
Dipublikasikan oleh mauluddin

More info:

Published by: mauluddin on Sep 13, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2011

pdf

text

original

34 BAB IV HASIL PENELITIAN Pada bagian ini dibahas dan dipaparkan data yang terkumpul dari hasil penelitian

yang meliputi: (a) deskripsi data variabel bebas dan variabel terikat yaitu kontribusi kompetensi profesional guru dan disiplin siswa dengan hasil belajar mata diklat produktif kelas II jurusan TKJ SMK Negeri 1 Jantho; (b) pengujian persyaratan analisis yang meliputi uji normalitas, uji linearitas, uji homogenitas, uji multikolinearitas (c) pengujian hipotesis, dan (d) pembahasan A. Deskrisi Data Data penelitian ini meliputi dua variabel bebas dan satu variabel terikat, adapun yang menjadi variabel bebas adalah kompetensi profesional guru (X1) dan disiplin siswa (X2), serta yang menjadi variabel terikat adalah hasil belajar (Y). Deskripsi data ini mengungkapkan informasi tentang skor total, skor tertinggi, skor terendah, rata-rata, simpangan baku, nilai tengah, angka yang sering muncul serta skor total yang diperoleh. Berikut ini ditampilkan perhitungan statistik dasar kedua variabel tersebut. Tabel 8: Perhitungan Statistik Dasar
N Mean Median Mode Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum Sum Valid Missing X1 45 0 171.11 172.00 172 6.336 40.146 26 158 184 7700 X2 45 0 175.98 177.00 174 6.767 45.795 30 160 190 7919 Y 45 0 75.47 75.00 79 6.598 43.527 30 60 90 3396

34

35 1. Kompetensi Profesional Guru (X1) Skor variabel kompetensi profesional guru dikumpul melalui angket yang terdiri dari 40 butir yang telah di uji validitas dan reabilitasnya. Selanjutnya angket diberikan kepada 45 orang responden untuk diisi. Dari data penelitian diketahui bahwa distribusi skor jawaban menyebar dari skor terendah 158 dan tertinggi 184. Berdasarkan ditribusi skor jawaban tersebut didapat rata-rata (mean) sebesar 171,11, skor tengah (median) 172,00 , skor yang banyak muncul (mode) 172 , dan simpangan baku (standar deviasi) 6,336. Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang distribusi skor kompetensi profesional guru dapat dilihat pada tabel 9 dan histogram berikut: Tabel 9: Distribusi Frekuensi Skor Kompetensi Profesional Guru Kelas Interval Interval Skor x1 Frekuensi (f) 1 158 – 161 4 2 162 – 165 5 3 166 – 169 9 14 4 170 – 173 11 5 174 – 177 8 12 6 178 – 181 6 7 182 - 185 2 10 Jumlah 45
Frequency
8

Persentase %
8,89 11,11 20,00 24,44 17,78 13,33 4,44

100%

6

4

2 Mean = 171.11 Std. Dev. = 6.336 N = 45 155 160 165 170 175 180 185

0

x1

36

Gambar 2: Histogram Skor Kompetensi Profesional Guru Dari data yang diperoleh , rata-rata tingkat pencapaian responden kompetensi profesional guru sebesar 85,55% dan masuk dalam kategori baik. Hal ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Sujana (1989:118) sebagai berikut: Tabel 10: Indeks Pencapaian Responden kompetensi profesional guru No 1 2 3 4 5 Indeks Pencapaian Responden 90 – 99 % 80 – 89 % 70 – 79 % 60 – 69 % 0 – 59 % Klasifikasi Sangat Baik Baik Cukup Kurang Gagal

2. Disiplin Siswa (X2)

37 Skor variabel kompetensi profesional guru dikumpul melalui angket yang terdiri dari 43 butir yang telah di uji validitas dan reabilitasnya. Selanjutnya angket diberikan kepada 45 orang responden untuk diisi. Dari data penelitian diketahui bahwa distribusi skor jawaban menyebar dari skor terendah 160 dan tertinggi 190. Berdasarkan ditribusi skor jawaban tersebut didapat rata-rata (mean) sebesar 175,98, skor tengah (median) 177,00 , skor yang banyak muncul (mode) 174 , dan simpangan baku (standar deviasi) 6,767. Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang distribusi skor disiplin siswa dapat dilihat pada tabel 11 dan histogram berikut: Tabel 11: Distribusi Frekuensi Skor Disiplin Siswa Kelas Interval Interval Skor 1 160 – 164 2 165 – 169 3 170 – 174 4 175 – 179 5 180 – 184 6 185 – 189 7 190 – 194 12 Jumlah
10

Frekuensi (f)
2 7 11 12 10 2 1

Persentase %
4.44 15.56 24.44 26.67 22.22 4.44 2.22

x2

45

100%

8

Frequency

6

4

2 Mean = 175.98 Std. Dev. = 6.767 N = 45 160 165 170 175 180 185 190

0

x2

38

Gambar 3 : Histogram Skor Disiplin Siswa Dari data yang diperoleh , rata-rata tingkat pencapaian responden disiplin siswa sebesar 81,85% dan masuk dalam kategori baik Hal ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Sujana (1989:118) sebagai berikut: Tabel 12: Indeks Pencapaian Responden disiplin siswa No 1 2 3 4 5 Indeks Pencapaian Responden 90 – 99 % 80 – 89 % 70 – 79 % 60 – 69 % 0 – 59 % Klasifikasi Sangat Baik Baik Cukup Kurang Gagal

3. Hasil Belajar (Y)

39 Dari hasil penelitian diperolah distribusi nilai hasil belajar menyebar dari nilai terendah 60 dan tertinggi 90, berdasarkan distribusi nilai tersebut didapat rata-rata (mean) sebesar 75,47, skor tengah (median) 75,00, skor yang banyak muncul (mode) 79 , dan simpangan baku (standar deviasi) 6,598. Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang distribusi nilai hasil belajar dapat dilihat pada tabel dan histogram berikut: Tabel 13: Distribusi Frekuensi Nilai Hasil Belajar Kelas Interval Interval Skor 1 60 – 64 2 65 – 69 3 70 – 74 4 75 – 79 5 80 – 84 6 85 – 89 7 90 – 94 Jumlah
y

Frekuensi (f)
3 6 11 13 9 2 1

Persentase %
6,67 13,33 24,44 28,89 20,00 4,44 2,22

45

100%

14

12

10

Frequency

8

6

4

2 Mean = 75.47 Std. Dev. = 6.598 N = 45 60 65 70 75 80 85 90

0

y

40

Gambar 4: Histogram Skor Hasil belajar

Dari data yang diperoleh, rata-rata tingkat pencapaian nilai hasil belajar siswa sebesar 75,47 dan masuk ke dalam ketegori lulus baik. Dari data ini dapat dikatakan bahwa siswa kelas II jurusan TKJ SMKN 1 Jantho memiliki hasil belajar dala kategori lulus baik.

B. Uji Persyaratan Analisis.

41 1. Uji Normalitas Data Dalam pengujian normalitas data akan digunakan uji One Sampel Kolomogorov-Smirnow dengan taraf signifikansi 0,05. Data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi lebih besar dari 5% atau 0,05. Untuk melihat apakah data variable X1, X2 dan Y berdistribusi normal, dapat diketahui sebagai berikut: Tabel 14 : Uji Normalitas Data
Variabel X1 X2 Y Kolmogorov-Smirnov(a) Statistic .111 .071 .104 df 45 45 45 Sig. .200(*) .200(*) .200(*) Keterangan Normal Normal Normal

Dari hasil output tebel 14 pada kolom Kolomogorov-Smirnow dan dapat diketahui bahwa nilai signifikansi untuk Y sebesar 0,200; untuk X1 sebesar 0,200; dan untuk X2 sebesar 0,200 sedangkan signifikansi Alpha yang dianut adalah 0,05 (5%). Dari hasil output pada tabel 14 terlihat nilai signifikansi probabilitas > Alpha 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data dari tiga variabel dalam sebarannya berdistribusi normal. 2. Uji Linieritas Data Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan. Pengujian pada SPSS dengan menggunakan Test For Linearity pada taraf signifikan

42 0,05. Dua variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linear bila

signifikansi Linearity kurang dari 0,05. Untuk melihat apakah data variabel X1 dan X2 cenderung membentuk distribusi linier terhadap variabel Y, dapat diketahui sebagai berikut: Tabel 15: Uji Linearitas X1 - Y
Variabel X1-Y Sum of Squares 265,374 Mean Square 265,374 Sig. 0,002 Keterangan Linier

Tabel 16: Uji Linearitas X2 - Y
Variabel X2-Y Sum of Squares 364.892 Mean Square 364.892 Sig. 0,001 Keterangan Linier

Dari output tabel 15 dan tabel 16 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi pada linearity X1-Y = 0,002 dan X2-Y = 0,001, karena nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa antara X1,X2 dan Y terdapat hubungan yang linear. 3. Uji Homogenitas Data Uji homogenitas variansi bertujuan untuk mengetahui apakah beberapa varian populasi adalah sama atau tidak. Sebagai kriteria pengujian, jika nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa varian dari dua atau lebih kelompok data adalah sama. Untuk mengetahui apakah data homogen atau tidak, dapat diketahui sebagai berikut:

Tabel 17: Uji Homogenitas

43

Variabel X1 X2

Levene Statistic 1.416 1.786

df1 11 11

df2 24 24

Sig. .229 .114

Dari tabel 17 diatas terlihat bahwa skor signifikansi X1 sebesar 0,229 dan skor signifikansi X2 sebesar 0,114, skor tersebut lebih besar dari nilai alpha 0,05, dengan demikian dapat dikatakan bahwa sebaran data berasal dari sampel yang homogen. 4. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas (uji indenpendesi antara variable bebas) sehingga apabila terjadi problem multikolinieritas maka salah satu variabel harus dikeluarkan. Dalam penelitian ini dilakukan uji multikolinieritas dengan melihat nilai inflation factor (VIF).Menurut Santoso (2001) yang dikutip oleh Dwi Priyatno (2008:39) pada umumnya jika VIF lebih besar dari 5,0 maka variabel tersebut mempunyai persoalan multikolinearitas dengan variabel bebas lainnya. Untuk melihat apakah data terdapat problem multikolinieritas dapat diketahui sebagai berikut: Tabel 18: Uji Multikolinieritas
Collinearity Statistics Tolerance Model 1 (Constant) X1 0.956 X2 0,956 VIF 1.046 1,046

a. Dependent Variable: Y

Dari hasil tabel 18 dapat diketahui nilai VIF kedua variabel, yaitu X1 dan X2 adalah 1,046 lebih kecil dari 5,0 sehingga dapat diduga bahwa antar variabel independen tidak tejadi persoalan multikolinieritas.

44

C. Uji Hipotesis 1. Hipotesis Pertama X1 - Y Hipotesis pertama yang diajukan dalam penelitian ini adalah kompetensi professional guru (X1) berkontribusi terhadap hasil belajar (Y). Untuk mengetahui apakah variabel independen (X1) berhubungan secara signifikan terhadap variable dependen (Y) atau tidak, maka digunakan analisis korelasi sederhana dengan metode pearson atau sering disebut product moment pearson. Hasil penelitian dikatakan berhubungan secara signifikan apabila rhitung > rtabel. Hasil analisis terangkum pada tabel berikut: Rabel 19: Uji Analisis korelasi
Change Statistics Model 1 R 0,372 R Square ,139 Adjusted R R Square F Sig. F DurbinSquare Change Change df1 df2 Change Watson ,119 ,139 6,917 1 43 0,012 1,745

a. predictors: (constan),X1 b. dependent variabel:Y

Pada tabel 19 ditunjukkan bahwa harga koefisien korelasi antara kompetensi professional guru terhadap hasil belajar (r =0,372), Karena rhitung > rtabel (0,372>0,294), dapat disimpulkan bahwa terjadi hubungan antara variabel kompetensi professional guru terhadap hasil belajar.

Untuk mengetahui apakah variable independen (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap variable dependen (Y) atau tidak, maka

45 digunakan uji koefisien regresi (uji F). Tingkat signifikannya apabila Fhitung > Ftabel, dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 20: Uji Koefisien Regresi (uji F) X1 - Y
Model 1 Regression Residual Sum of Squares 265,374 1649,826

df 1 43 44

Mean Square 265,374 38,368

F 6,917

Sig. 0,012

Total 1915,200 a Predictors: (Constant), X1 b Dependent Variable: Y

Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%, df 1 (n-k-1) atau 45-1-1 = 43 (n adalah jumlah kasus dan k adalah jumlah variabel independent) hasil diperoleh untuk Ftabel sebesar 3,214. Sebagaimana terlihat pada tabel 20, skor Fhitung sebesar 6,917, karena Fhitung> Ftabel (6,917>3,214), maka dapat disimpulkan variabel kompetensi professional guru berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kelas II jurusan TKJ SMKN 1 Jantho. Untuk memperoleh model persamaan keberartian garis regresi sederhana dapat dilihat pada tebel koefisien persamaan regresi berikut: Tabel 21: Koefisien Persamaan Keberartian X1 – Y
Unstandardized Coefficients B Std. Error
25,235 0,147

Model 1 (Constant) 9,145 X1 0,388 a. Dependent variabel: Y

Standardized Coefficients Beta
0,372

t
0,362 2,630

Sig.
0,719 0,012

Tingkat signifikansi apabila t-hitung > t-tabel, Pada analisis keberartian korelasi dan regresi pada tabel 21 didapat t-hitung adalah

46 sebesar 2,630 dan t-tabel dilihat pada table t pada taraf signifikansi 0,05 dan (derajat kebebasan) dk = n – 2, jadi 45 – 2 = 43 didapatkan nilai ttabel sebesar = 2,017. Karena nilai t-hitung 2,630 >t-tabel 2,017. Maka hipótesis dapat dinyatakan terdapat kontribusi yang signifikan antara kompetensi profesional guru dengan hasil belajar mata diklat produktif kelas II jurusan TKJ SMK Negeri 1 Jantho. Besarnya kontribusi kompetensi profesional guru terhadap hasil belajar bisa dilihat dari nilai koefisien determinasi kuadrat (r2) yaitu = (0,372)2 x 100% = 13,83%. Yang berarti Kompetensi profesional guru memberikan sumbangan sebesar 13,83% terhadap hasil belajar mata diklat produktif kelas II jurusan TKJ SMK Negeri 1 Jantho. 2. Hipótesis Kedua X2 - Y Hipotesis kedua yang diajukan dalam penelitian ini adalah disiplin siswa (X2) berkontribusi terhadap hasil belajar (Y), Untuk mengetahui apakah variabel independen (X2) berhubungan secara signifikan terhadap variable dependen (Y) atau tidak, maka digunakan analisis korelasi sederhana dengan metode pearson atau sering disebut product moment pearson. Hasil penelitian dikatakan berhubungan secara signifikan apabila rhitung > rtabel., Hasil analisis terangkum pada tabel berikut:

Tabel 22: Uji Analisis korelasi

47

Change Statistics Model 1 R 0,436 R Square 0,191 Adjusted R R Square F Sig. F DurbinSquare Change Change df1 df2 Change Watson 0,172 0.191 10.121 1 43 0,003 1,904

a. predictors: (constan),X2 b. dependent variabel:Y

Pada tabel 22 ditunjukkan bahwa harga koefisien korelasi antara disiplin siswa terhadap hasil belajar (r =0,436). Karena rhitung > rtabel (0,436>0,294), Hal ini dapat disimpulkan bahwa terjadi hubungan antara variabel disiplin siswa terhadap hasil belajar. Untuk mengetahui apakah variable independen (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap variable dependen (Y) atau tidak, maka digunakan uji koefisien regresi (uji F). Tingkat signifikannya apabila Fhitung > Ftabel, dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 23: Uji Koefisien Regresi (uji F) X2 - Y
Model 1 Regression Residual Sum of Squares 364.892 1550.308 df 1 43 44 Mean Square 364.892 36.054 F 10.121 Sig. 0.003

Total 1915.200 a Predictors: (Constant), X2 b Dependent Variable: Y

Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%, df 1 (n-k-1) atau 451-1 = 43 (n adalah jumlah kasus dan k adalah jumlah variabel independent) hasil diperoleh untuk Ftabel sebesar 3,214. Sebagaimana terlihat pada tabel 23, skor Fhitung sebesar 10,121, karena Fhitung> Ftabel (10,121>3,214) maka dapat disimpulkan variabel disiplin siswa

48 berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kelas II jurusan TKJ SMK Negeri 1 Jantho. Untuk memperoleh model persamaan keberartian garis regresi sederhana dapat dilihat pada tebel koefisien persamaan berikut: Tabel 24: Koefisien Persamaan Keberartian X2 - Y
Unstandardized Coefficients B Std. Error
23.557

Model 1 (Constant) 0.580 X2 0,426 a. Dependent variabel: Y

Standardized Coefficients Beta
0.436

t
0,025 3.181

Sig.
0.980 0,003

0,134

Tingkat signifikansi apabila t-hitung > t-tabel, Pada analisis keberartian korelasi dan regresi pada tabel 24 didapat t-hitung adalah sebesar 3,181 dan ttabel dilihat pada table t pada taraf signifikansi 0,05 dan (derajat kabebasan) dk = n – 2, jadi 45 – 2 = 43 didapatkan nilai t-tabel sebesar = 2,017. Karena nilai t-hitung 3,181 > t-tabel 2,017. Maka hipotesis dapat dinyatakan terdapat kontribusi yang signifikan antara disiplin siswa dengan hasil belajar mata diklat produktif kelas II jurusan TKJ SMK Negeri 1 Jantho. Besarnya kontribusi disiplin siswa terhadap hasil belajar bisa dilihat dari nilai koefisien determinasi kuadrat (r2) yaitu = (0,459)2 x 100% = 19,10%. Yang berarti disiplin siswa memberikan sumbangan sebesar 19,10% terhadap hasil belajar mata diklat produktif kelas II jurusan TKJ SMK Negeri 1 Jantho.

49 3. Hipótesis ketiga X1*X2 – Y Hipotesis ketiga yang diajukan dalam penelitian ini adalah kompetensi profesional guru (X1) dan disiplin siswa (X2) berkontribusi terhadap hasil belajar (Y), Untuk mengetahui seberapa besar hubungan yang terjadi variabel (X1) dan variable (X2) berhubungan secara serentak terhadap variable dependen (Y) atau tidak, maka digunakan analisis korelasi ganda (R). Hasil penelitian dikatakan berhubungan secara signifikan apabila rhitung > rtabel., Hasil analisis terangkum pada tabel berikut: Tabel 25: Uji Analisis korelasi
Change Statistics Model 1 R 0.523 R Square 0.273 Adjusted R R Square F Sig. F DurbinSquare Change Change df1 df2 Change Watson 0.239 .273 7.891 2 42 0,001 1,810

a. predictors: (constan),X2,X1 b. dependent variabel:Y

Pada tabel 25 ditunjukkan bahwa harga koefisien korelasi antara kompetensi professional guru dan disiplin siswa terhadap hasil belajar (r =0,523). Karena rhitung > rtabel (0,523>0,294), Hal ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan antara variabel kompetensi professional guru dan disiplin siswa terhadap hasil belajar. Untuk mengetahui apakah variable independen (X1,X2) secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variable dependen (Y) atau tidak maka digunakan uji koefisien regresi (uji F). Tingkat signifikannya apabila Fhitung > Ftabel, dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 26: Uji Koefisien Regresi (uji F) X1,X2 - Y

50

Model 1 Regression Residual Total

Sum of Squares

df 2 42 44

Mean Square

523.083 1392.117 1915.200

261.541 33.146

F 7.891

Sig. 0,001

a Predictors: (Constant), X2,X1 b Dependent Variable: Y

Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%, df 2 (n-k-1) atau 452-1 = 42 (n adalah jumlah kasus dan k adalah jumlah variabel independent) hasil diperoleh untuk Ftabel sebesar 3,220. Sebagaimana terlihat pada tabel 26, skor Fhitung sebesar 7,891, karena Fhitung> Ftabel (7,891>3,220) maka dapat disimpulkan bahwa variabel kompetensi professional guru dan disiplin berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar kelas II jurusan TKJ SMKN 1 Jantho. Untuk memperoleh model persamaan keberartian garis regresi berganda dapat dilihat pada tebel koefisien persamaan berikut: Tabel 27: Koefisien Persamaan Keberartian X1*X2 – Y
Unstandardized Coefficients B Std. Error
29.610 0.140 0.131

Model -41.248 1 (Constant) 0.306 X1 0.366 X2 a. Dependent variabel: Y

Standardized Coefficients Beta
0.294 0.375

t
-1.393 2.185 2.788

Sig.
0.171 0.035 0.008

Tingkat signifikansi apabila t-hitung > t-tabel, Pada analisis keberartian korelasi dan regresi pada tabel 27 didapat t-hitung adalah sebesar 2,185 (X1) dan 2,788 (X2) sedangkan t-tabel dilihat pada table t pada taraf signifikansi 0,05 dan (derajat kebebasan) dk = n – 3, jadi 45 – 3 = 42 didapatkan nilai t-tabel sebesar = 2,018. Karena nilai t-hitung > nilai t-tabel. Maka dapat dinyatakan terdapat kontribusi yang signifikan antara

51 kompetensi profesional guru dan disiplin siswa terhadap hasil belajar mata diklat produktif kelas II jurusan TKJ SMK Negeri 1 Jantho. Besarnya kontribusi kompetensi profesional guru dan disiplin siswa terhadap hasil belajar bisa dilihat dari nilai koefisien determinasi kuadrat (r2) yaitu = (0,523)2 x 100% = 27,35%. Yang berarti kompetensi profesional guru dan disiplin siswa memberikan sumbangan secara bersama-sama sebesar 27,35% terhadap hasil belajar mata diklat produktif kelas II jurusan TKJ SMK Negeri 1 Jantho. D. Pembahasan Dalam penelitian ini telah ditemukan gambaran tantang kompetensi profesional guru dan disiplin siswa serta kontribusinya terhadap hasil belajar mata diklat produktif kelas II jurusan TKJ SMK Negeri 1 Jantho. Kompetensi profesional guru dan disiplin siswa memberi pengaruh yang positif terhadap hasil belajar, dimana bila kompetensi profesional guru dan disiplin siswa yang tinggi dalam belajarakan memberi sumbangan yang tinggi juga terhadap hasil belajar. Dari analisis data pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru (X1) terhadap hasil belajar(Y) dimana nilai sig. 0,012 < alpha 0,05. Terdapat kontribusi yang signifikan antara disiplin siswa terhadap hasil belajar dimana nilai sig. 0,003 < 0,05. Terdapat kontribusi yang signifikan secara bersamasama antara kompetensi profesional guru dan disiplin siswa terhadap hasil belajar dimana nilai sig. 0,001 < 0,05.

52 Kompetensi profesional guru berkontribusi terhadap hasil belajar sebesar 13,83%, disiplin siswa berkontribusi terhadap hasil belajar sebesar 19,10%, sedangkan komptensi profesional dan disiplin siswa berkontribusi terhadap hasil belajar sebesar 27,35%. Berdasarkan analisis data yang dilakukan terhadap siswa diperoleh kontribusi kompetensi profesional guru dan disiplin siswa kelas II jurusan TKJ SMKN 1 Jantho terhadap hasil belajar mata diklat produktif adalah sebesar 27,35%, sedangkan kontribusi sebesar 72.65% lagi disebabkan oleh faktor lain. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kompetensi profesional guru dan disiplin siswa berkontribusi signifikan terhadap hasil belajar, jadi dapat diartikan kompetensi profesional guru dan disiplin siswa mempunyai peranan penting terhadap hasil belajar mata diklat produktif kelas II jurusan TKJ SMK Negeri 1 Jantho. E. Keterbatasan Peneliti Pelaksanaan penelitian ini tentu tidak terlepas dari keterbatasan, karena itu adalah sifat kodrat manusia yang tidak terlepas dari keterbatasan dan kelemahan. Dalam penelitian ini keterbatasan berkaitan dengan subjek penelitian dan instrumen penelitian: 1. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan angket yang tidak terlepas dari kelemahan-kelemahan seperti kemampuan seseorang dalam membaca dan memahami item pernyataan, pandangan serta pengertian seseorang dan kemampuan untuk mengungkapkan semua keadaan pribadi yang sesungguhnya. Maka kelemahan tersebut tentu berpengaruh terhadap penelitian ini.

53 2. Peneliti tidak mampu mengontrol secara ketat keseluruh responden yang mengisi angket penelitian, baik instrumen uji coba maupun instrumen untuk pengumpulan data penelitian terhadap tingkat kejujuran mereka. 3. Dalam penelitian ini, Peneliti sudah berusaha secara maksimal, namun mungkin saja masih terdapat kekurangannya.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->