Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PENDAHULUAN KANKER SERVIKS 1.

Definisi Menurut Faradina (2006) kanker serviks adalah penyakit keganasan primer pada serviks uterus. Dimana serviks adalah bagian dari uterus yang bentuknya silindris, diproyeksikan ke dinding vagina anterior bagian atas dan berhubungan dengan vagina melalui sebuah saluran yg dibatasi ostium uterus eksternum & internum. anker serviks dapat berasal dari permukaan oktoserviks atau endoserviks. anker merupakan gangguan pada gen atau proses pertumbuhan sel yg tidak terkendali yg dapat menyusup ke !aringan tubuh normal sehingga mempengaruhi !aringan tubuh sehingga mempengaruhi "ungsi tubuh (Diananda, 200#). anker serviks adalah kanker yg ter!adi pada leher rahim daerah organ reproduksi $anita yg merupakan pintu masuk kea rah rahim yg terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (%uhar!a, 2000). 2. Etiologi dan Fakto Resiko &enyebab utama kanker serviks adalah virus '&( ( human papilloma virus). &enyebaran virus ini terutama melalui hubungan seksual. Dari banyak tipe '&(, tipe )6 & )# mempunyai peranan yg penting melalui sekuensi gen *nkoprotein dari +6 akan meningkat & men!adikan gen penekan tumor (p,-) men!adi tidak akti", sedangkan onkoprotein +. akan berkaitan & men!adikan produk gen retinoblastoma (p/b) men!adi tidak akti". 0da beberapa "aktor resiko untuk ter!adinya kanker serviks yaitu1 Faktor Demografi 1. /as di 0merika %erikat insiden kanker serviks paling banyak di!umpai pada $anita 0merika 2atin, 0merika 0"rika, & penduduk asli 2. %tatus ekonomi rendah prevalensi kanker serviks lebih tinggi pada $anita sosio3ekonomi rendah 3. 4sia kanker serviks lebih banyak di!umpai pada $anita usia tua Faktor kebiasaan ). 5arang atau tidak pernah pap smear 2. oitus usia dini !ika pertama kali koitus 6)# tahun, resiko relative men!adi kanker serviks adalah ),6 3. &asangan seksual 7) $anita dengan ri$ayat 76 pasangan seksual memiliki resiko relative kanker serviks sebanyak 2,2 8 9. &asangan laki3laki memiliki pasangan seksual 7) 5. Merokok merokok meningkatkan resiko relative men!adi kanker serviks sebanyak ),.8 6. Malnutrisi Faktor medis: 1. &aritas insiden kanker serviks lebih banyak di!umpai pada $anita multipara (//: ),,3,,0) 2. ;munosupresi

!. Klasifikasi lasi"ikasi kanker serviks menurut *mite <inekologi *nkologi FIGO merekomendasikan (Faradina, 2006)1 %tadium eterangan F;<* ; anker serviks terbatas di serviks (penyebaran ke =orpus uteri diabaikan) ;0 anker invasive didiagnosa hanya dengan mikroskopis. %emua lesi yg dapat terlihat dengan mikroskop > meskipun dengan invasi super"i=ial > adalah stadium ;?@A)? ;0) ;nvasi stroma dengan kedalaman tidak lebih dari - mm atau dengan penyebaran horiBontal . mm atau kurang ;02 ;nvasi stroma dengan kedalaman 7- mm dan 6, mm dengan penyebaran horiBontal . mm atau kurang ;? 2esi yg dapat dilihat se=ara klinis dikhususkan di serviks atau lesi mikroskopik lebih besar dari ;02 ;?2 2esi yg dapat dilihat se=ara klinis 79 =m pada dimensi yg paling besar ;; Aelah melibatkan vagina, tetapi belum sampai )@- ba$ah atau in"iltrasi ke parametrium belum men=apai dinding panggul ;;0 ?esar tumor mempunyai prognosis yg sama dengan stadium ;? ;;0) ?esar tumor C9 =m dengan keterlibatan vagina 62@- atas ;;02 ?esar tumor 79 =m dengan keterlibatan vagina 62@- atas ;;? Dengan invasi parametrium ;;; Aumor meluas ke dinding pelvis dan@atau melibatkan )@ba$ah vagina dan@atau menyebabkan hidrone"rosis atau a"ungsi gin!al ;;;0 Aumor melibatkan )@- ba$ah vagina & in"iltrasi parametrium, tidak terdapat perluasan ke dinding pelvis ;;;? Aumor meluas ke dinding pelvis dan@atau menyebabkan hidrone"rosis atau a"ungsi gin!al ;(0 Aumor menginvasi mukosa kandung ken=ing atau re=tum dan@atau meluas ke pelvis ;(? Metastasis !auh

". #anifestasi Klinis <e!ala umum yg dapat ditemukan yaitu1 perdarahan kontak, keputihan =ampur darah & berbau, serta tanda2 anemia. %edangkan ge!ala khusus yg di!umpai yaitu1 keluar =airan dari kemaluan berupa darah ber=ampur dengan keputihan & berbau khas. Dengan semakin berlan!utnya penyakit, tanda3tanda klinis akan terlihat !elas, berupa serviks yg membesar, irregular & padat. &ertumbuhan serviks dapat berupa endo"itik, ekso"itik maupun ulserati". Dapat melibatkan vagina, parametrium maupun dinding panggul. Menurut Dalimartha (2009) pada tahap a$al, ter!adinya kanker serviks tidak ada ge!ala2 khusus. ?iasanya timbul ge!ala berupa ketidakteraturannya siklus haid, amenorrhea, hipermenorrhea, & penyaluran se=ret vagina yg sering atau perdarahan intermenstrual, post koitus serta latihan berat. &erdarahan yg khas ter!adi pada penyakit ini yaitu darah yg keluar berbentuk mukoid. Dyeri yg dirasakan dapat men!alar ke ekstremitas bagian bah$ah dari daerah lumbal. $. Pe%e iksaan Pen&n'ang a. &emeriksaan pap smear Dilakukan untuk mendeteksi sel kanker lebih a$al pada pasien yg tidak memberikan keluhan. %el kanker dapat diketahui pada se=ret yg diambil dari posio serviks. &emeriksaan ini harus mulai dilakukan pada $anita usia )# tahun atau ketika telah melakukan aktivitas seksual sebelum itu. %etelah -8 hasil pemeriksaan pap smear setiap - tahun sekali sampai usia 6, tahun. b. &emeriksaan DD0 '&( &emeriksaan ini dimasukkan pada skrining bersama3sama dengan papEs smear untuk $anita diatas -0 tahun. Deteksi DD0 '&( yg positi" yg ditemukan kemudian dianggap sebagai '&( yg persisten. 0pabila hal ini dialami pada $anita dengan usia yg lebih tua maka akan ter!adi peningkatan resiko kanker serviks. =. ?iopsy ?iopsy dilakukan !ika pemeriksaan panggul tampak suatu pertumbuhan atau luka pada serviks atau !ika hasil pemeriksaan pap smear emnun!ukkan suatu abnormalitas atau kanker. Aeknik yg biasa dilakukan adalah pun=h biopsy yg tdk memerlukan anastesi & teknik =one biopsy yg menggunakan anastesi. ?iopsy dilakukan untuk mengetahui kelainan yg ada pada serbiks. 5aringan yg diambil dari daerah ba$ah kanal servikal. 'asil biopsy akan memper!elas apakah yg ter!adi itu kanker invasive atau hanya tumor sa!a. d. olposkopi (pemeriksaan serviks dengan lensa pembesar) olposkopi dilakukan untuk melihat daerah yg terkena proses metaplasia. &emeriksaan ini kurang e"isien dibandingkan dengan pap smear karena kolposkopi memerlukan ketrampilan & kemampuan kolpokospi dalam mengetes darah yg abnormal. e. Aes s=hiller &ada pemeriksaan ini serviks diolesi dengan larutan iodium. &ada serviks yg normal akan membentuk bayangan yg ter!adi pada sel epitel serviks karena adanya glikogen. %edangkan pada sel epitel serviks yg mengadnung kanker akan menun!ukkan $arna yg tidak berubah karena tidak ada glikogen. ". /adiologi

&emeriksaan radiologi direkomendasikan untuk mengevaluasi kandung kemih & re=tum yg meliputi sitoskopi, pielogram intravena (;(&), enema barium, & sigmoidoskopi. Magneti= resonan=e imaging (M/;) atau FA s=an abdomen@pelvis digunakan untuk menilai penyebaran lo=al tumor &@atau terkenanya nodus limpa regional. &elvi= limphangiogra"i dapat menun!ukkan adanya gangguan pada saluran pelvi= atau peroartik lim"e &emeriksaan intravena urogra"i dilakukan pada kanker serviks tahap lan!ut, yg dapat menun!ukkan adanya obstruksi pada ureter terminal. (. Penatalaksanaan a. %tadium 0) &enatalaksanaan yg direkomendasikan adalah histerektomi total (perabdominal atau pervaginam).5ika terdapat vaginal intraepithelial neoplasie ((0;D) maka histerektomi menyertakan pengangkatan vagina sampai batas yg diperkirakan dari (0;D. 5ika "ertilitas masih diinginkan, terapi =ukup dengan konisasi dilan!utkan dengan pengamatan lan!ut (pap smear pada bulan ke39 & kemudian tiap tahun !ika kesua smear sebelumnya nagati") b. %tadium ;02 Aerdapat potensi untuk ter!adinya metastasis ke kelen!ar getah bening ( <?), untuk membuktikan metastasis ke <? maka harus dilakukan lim"adektomi pelvis. &engobatan yg direkomendasikan adalah histerektomi radikal (tipe 2) & lim"adektomi pelvis. 5ika "ertilitas masih diinginkan pilihannya adalah1 trakelektomi radikal & lim"adektomi pelvis ekstra peritoneal atau laparoskopi. =. %tadium ;?) 69 =m, ;;0 69 =m &engobatan pembedahan standar stadium ;?)@;;a (diameter 9 =m) adalah histerektomi radikal (tipe ;; & ;;; berdasarkan klasi"ikasi Piper Rutledge) dan lim"adenektomi pelvis. &ada psien yg lebih muda, ovarium dapat ditinggalkan & atau digantungkan diluar lapangan radiasi. 4ntuk stadium ;?) 62 =m, dapat dilakukan tindakan trakelektomi radikal. d. %tadium ;?2 > ;;0 79 =m &ilihan untuk terapi primer pada stadium ini antara lain1 ). emoradiasi primer 2. 'isterektomi radikal primer & lim"adenektomi pelvis bilateral, yg biasanya diikuti dengan radiasi a!uvan -. emoterapi neoa!uvan (pemberian - seri kemoterapi) diikuti dengan histerektomi radikal & lim"adenektomi pelvis G radiasi atau kemoradiasi a!uvan pas=a operasi. Dalam sumber lain disebutkan terapi untuk kanker srviks ditetapkan berdasarkan stadium klinik. Dalam hal ini dikenal ()) terapi bedah (2) radioterapi (-)kemoterapi. a. Aerapi bedah &ada karsinoma in situ & mikroinvasi", tumor dibuang dengan =ara konisasi, koagulasi, ataupun histerektomi. husus karsinoma lebih banyak memilih histerektomi total & pembuatan manset vaginal ke=il. husus mikroinvasif banyak memilih karsinoma radikal. ?agi $anita yg masih menginginkan anak dapat dipertimbangkan konisasi atau kriokoagulasi dan elektrokoagulasi

b. /adioterapi &ada karsinoma invasive sstadium lan!ut (;;?, ;;;, ;() tetapi biasanya bersi"at faliatif, dititik beratkan pada radiasi eksternal dan internal. /adioterapi pada saat ini radiasi diarahkan pada massa tumor se=ara akurat, sehingga pemberian dosis tinggi tidak menimbulkan penyulit yg berarti. emoterapi, pada umumnya sitistatika hanya