Anda di halaman 1dari 20

CONTOH Pendekatan DiagnostiK Keluarga untuk Kasus Gizi Buruk

Pendahuluan A. Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan yang telah tercantum pada Sistem Kesehatan Nasional adalah suatu upaya penyelenggaraan kesehatan yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia guna mendapatkan kemampuan hidup sehat bagi setiap masyarakat agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal yang mana dikatakan bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu lingkungan, pelayanan kesehatan, tindakan serta bawaan (congenital) !idup sehat merupakan hak yang dimilki oleh setiap manusia yang ada didunia ini, akan tetapi diperlukan berbagai cara untuk mendapatkannya ("nonim, #$$%) Sebagai upaya untuk mewujudkan &isi Indonesia sehat #$'$, pemerintah telah menyusun berbagai program pembangunan dalam bidang kesehatan antara lain kegiatan pemberantasan (enyakit )enular ((#)) baik yang bersifat promotif, pre&entif, kuratif dan rehabilitatif di semua aspek lingkungan kegiatan pelayanan kesehatan *ntuk dapat mengukur derajat kesehatan masyarakat digunakan beberapa indikator, salah satunya adalah angka kesakitan dan kematian balita "ngka kematian balita yang telah berhasil diturunkan dari +, per '$$$ kelahiran hidup pada tahun #$$- menjadi ++ per '$$$ kelahiran hidup pada tahun #$$% ("nonim, #$$.)

/orld !ealth 0rgani1ation (/!0) memperkirakan insidens Infeksi Saluran (ernapasan "kut (IS(") di negara berkembang dengan angka kematian balita di atas +$ per '$$$ kelahiran hidup adalah ',23#$2 pertahun pada golongan usia balita )enurut /!0 '- juta anak balita di dunia meninggal setiap tahun dan sebagian besar kematian tersebut terdapat di Negara berkembang, dimana pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kematian dengan membunuh + juta anak balita setiap tahun (4epkes, #$$$ dalam "srun, #$$5) 4i Indonesia, Infeksi Saluran (ernapasan "kut (IS(") selalu menempati urutan pertama penyebab kematian pada kelompok bayi dan balita Selain itu IS(" juga sering berada pada daftar '$ penyakit terbanyak di rumah sakit Sur&ei mortalitas yang dilakukan oleh Subdit IS(" tahun #$$, menempatkan IS("6(neumonia sebagai

penyebab kematian bayi terbesar di Indonesia dengan persentase ##,-$2 dari seluruh kematian balita ("nonim, #$$.) Infeksi Saluran (ernapasan "kut (IS(") adalah proses infeksi akut berlangsung selama '+ hari, yang disebabkan oleh mikroorganisme dan menyerang salah satu bagian, dan atau lebih dari saluran napas, mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah), termasuk jaringan adneksanya, seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura ("nonim, #$$%) 7ejala awal yang timbul biasanya berupa batuk pilek, yang kemudian diikuti dengan napas cepat dan napas sesak (ada tingkat yang lebih berat terjadi kesukaran bernapas, tidak dapat minum, kejang, kesadaran menurun dan meninggal bila tidak segera diobati *sia 8alita adalah kelompok yang paling rentan dengan infeksi saluran pernapasan Kenyataannya bahwa angka morbiditas dan mortalitas akibat IS(", masih tinggi pada balita di negara berkembang (enemuan penderita IS(" pada balita di Sulawesi Tenggara, sejak tahun #$$5 hingga #$$., berturut9turut adalah %+ #%. kasus (-5,#5 2), 5# '#5 kasus (-',+,2), %# ,-% kasus (-,,:+2) ("nonim, #$$.) 8erdasarkan uraian di atas, penyakit IS(" merupakan salah satu penyakit dengan angka kesakitan dan angka kematian yang cukup tinggi, sehingga dalam penanganannya diperlukan kesadaran yang tinggi baik dari masyarakat maupun petugas, terutama tentang beberapa faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan )enurut !endrik 8lum dalam Notoatmodjo, '::5, faktor3faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan antara lain faktor lingkungan seperti asap dapur, faktor prilaku seperti kebiasaan merokok keluarga dalam rumah, faktor pelayanan kesehatan seperti status imunisasi, "SI ;kslusif dan 88<= dan faktor keturunan "sap dapur dan faktor prilaku seperti kebiasaan merokok keluarga dalam rumah sangat berpengaruh karena semakin banyak penderita gangguan kesehatan akibat merokok ataupun menghirup asap rokok (bagi perokok pasif) yang umumnya adalah perempuan dan anak3anak, sedangkan faktor pelayanan kesehatan seperti status imunisasi, "SI ;kslusif dan 88<= merupakan faktor yang dapat membantu mencegah terjadinya penyakit infeksi seperti gangguan pernapasan sehingga tidak mudah menjadi parah ("nonim, #$$%) Infeksi Saluran (ernafasan "kut sering disingkat dengan IS(", istilah ini diadaptasi dari istilah dalam bahasa Inggris Acute Respiratory Infections ("=I) Istilah IS(" meliputi tiga unsur yakni infeksi, saluran pernafasan dan akut, dengan pengertian sebagai berikut>

') Infeksi adalah masuknya kuman atau mikroorganisme ke dalam tubuh manusia dan berkembang biak sehingga menimbulkan gejala penyakit #) aluran !ernafasan adalah organ mulai dari hidung hingga al&eoli beserta organ adneksanya seperti sinus3sinus, rongga telinga tengah dan pleura IS(" secara anatomis mencakup saluran pernafasan bagian atas, saluran pernafasan bagian bawah (termasuk jaringan paru3paru) dan organ adneksa saluran pernafasan 4engan batasan ini, jaringan paru termasuk dalam saluran pernafasan (respiratory tract) -) Infeksi akut adalah infeksi yang berlangsung sampai dengan '+ hari 8atas '+ hari diambil untuk menunjukkan proses akut meskipun untuk beberapa penyakit yang dapat digolongkan dalam IS(" proses ini dapat berlangsung lebih dari '+ hari Ge"ala I PA (enyakit IS(" adalah penyakit yang sangat menular, hal ini timbul karena menurunnya sistem kekebalan atau daya tahan tubuh, misalnya karena kelelahan atau stres (ada stadium awal, gejalanya berupa rasa panas, kering dan gatal dalam hidung, yang kemudian diikuti bersin terus menerus, hidung tersumbat dengan ingus encer serta demam dan nyeri kepala (ermukaan mukosa hidung tampak merah dan membengkak Infeksi lebih lanjut membuat sekret menjadi kental dan sumbatan di hidung bertambah 8ila tidak terdapat komplikasi, gejalanya akan berkurang sesudah -3, hari Komplikasi yang mungkin terjadi adalah sinusitis, faringitis, infeksi telinga tengah, infeksi saluran tuba eustachii, hingga bronkhitis dan pneumonia (radangparu) Cara Penularan Pen#akit I PA (enularan penyakit IS(" dapat terjadi melalui udara yang telah tercemar, bibit penyakit masuk kedalam tubuh melalui pernafasan, oleh karena itu maka penyakit IS(" ini termasuk golongan Air Borne Disease. (enularan melalui udara dimaksudkan adalah cara penularan yang terjadi tanpa kontak dengan penderita maupun dengan benda terkontaminasi Sebagian besar penularan melalui udara dapat pula menular melalui kontak langsung, namun tidak jarang penyakit yang sebagian besar penularannya adalah karena menghisap udara yang mengandung unsur penyebab atau mikroorganisme penyebab Diagnosa I PA 4iagnosis etiologi pnemonia pada balita sulit untuk ditegakkan karena dahak biasanya sukar diperoleh Sedangkan prosedur pemeriksaan imunologi belum memberikan hasil yang

memuaskan untuk menentukan adanya bakteri sebagai penyebab pnemonia, hanya biakan spesimen fungsi atau aspirasi paru serta pemeriksaan spesimen darah yang dapat diandalkan untuk membantu menegakkan diagnosis etiologi pnemonia (emeriksaan cara ini sangat efektif untuk mendapatkan dan menentukan jenis bakteri penyebab pnemonia pada balita, namun disisi lain dianggap prosedur yang berbahaya dan bertentangan dengan etika (terutama jika semata untuk tujuan penelitian) 4engan pertimbangan tersebut, diagnosa bakteri penyebab pnemonia bagi balita di Indonesia mendasarkan pada hasil penelitian asing (melalui publikasi /!0), bahwa Streptococcus, Pnemonia dan Hemophylus influenzae merupakan bakteri yang selalu ditemukan pada penelitian etiologi di negara berkembang 4i negara maju pnemonia pada balita disebabkan oleh &irus 4iagnosis pnemonia pada balita didasarkan pada adanya batuk dan atau kesukaran bernafas disertai peningkatan frekuensi nafas (nafas cepat) sesuai umur (enentuan nafas cepat dilakukan dengan cara menghitung frekuensi pernafasan dengan menggunkan sound timer 8atas nafas cepat adalah > ') (ada anak usia kurang # bulan frekuensi pernafasan sebanyak 5$ kali permenit atau lebih #) -) (ada anak usia # bulan 3 ?' tahun frekuensi pernafasan sebanyak ,$ kali per menit atau lebih (ada anak usia ' tahun 3 ?, tahun frekuensi pernafasan sebanyak +$ kali per menit atau lebih 4iagnosis pneumonia berat untuk kelompok umur kurang # bulan ditandai dengan adanya nafas cepat, yaitu frekuensi pernafasan sebanyak 5$ kali per menit atau lebih, atau adanya penarikan yang kuat pada dinding dada sebelah bawah ke dalam =ujukan penderita pnemonia berat dilakukan dengan gejala batuk atau kesukaran bernafas yang disertai adanya gejala tidak sadar dan tidak dapat minum (ada klasifikasi bukan pneumonia maka diagnosisnya adalah batuk pilek biasa (common cold), pharyngitis, tonsilitis, otitis atau penyakit non3pnemonia lainnya Klasifikasi I PA Klasifikasi Berdasarkan $%ur &' Kelo%!ok u%ur ( ) *ulan+ diklasifikasikan atas , a (neumonia berat> bila disertai dengan tanda3tanda klinis seperti berhenti menyusu (jika sebelumnya menyusu dengan baik), kejang, rasa kantuk yang tidak wajar atau sulit bangun, stridor pada anak yang tenang, mengi, demam (-.@A atau lebih) atau suhu tubuh yang rendah (di bawah -,,, @A), pernafasan

cepat 5$ kali atau lebih per menit, penarikan dinding dada berat, sianosis sentral (pada lidah), serangan apnea, distensi abdomen dan abdomen tegang b 8ukan pneumonia> jika anak bernafas dengan frekuensi kurang dari 5$ kali per menit dan tidak terdapat tanda pneumonia seperti diatas )' Kelo%!ok u%ur ) *ulan - ( . tahun+ diklasifikasikan atas , a (neumonia sangat berat> batuk atau kesulitan bernafas yang disertai dengan sianosis sentral, tidak dapat minum, adanya penarikan dinding dada, anak kejang dan sulit dibangunkan b c d e (neumonia berat> batuk atau kesulitan bernafas dan penarikan dinding dada, tetapi tidak disertai sianosis sentral dan dapat minum (neumonia> batuk (atau kesulitan bernafas) dan pernafasan cepat tanpa penarikan dinding dada 8ukan pneumonia (batuk pilek biasa)> batuk (atau kesulitan bernafas) tanpa pernafasan cepat atau penarikan dinding dada (neumonia persisten> anak dengan diagnosis pneumonia tetap sakit walaupun telah diobati selama '$3'+ hari dengan dosis antibiotik yang adekuat dan antibiotik yang sesuai, biasanya terdapat penarikan dinding dada, frekuensi pernafasan yang tinggi, dan demam ringan /!ide%iologi Pen#akit I PA Distri*usi Pen#akit I PA A. Distri*usi Pen#akit I PA Berdasarkan Orang (enyakit IS(" lebih sering diderita oleh anak3anak 4aya tahan tubuh anak sangat berbeda dengan orang dewasa karena sistim pertahanan tubuhnya belum kuat Kalau di dalam satu rumah seluruh anggota keluarga terkena pilek, anak3anak akan lebih mudah tertular 4engan kondisi tubuh anak yang masih lemah, proses penyebaran penyakit pun menjadi lebih cepat 4alam setahun seorang anak rata3rata bisa mengalami 53. kali penyakit IS(" 8erdasarkan hasil penelitian 4jaja, dkk dengan menganalisa data Sur&ei Sosial ;konomi Nasional (Susenas) '::., didapatkan bahwa pre&alensi penyakit IS(" berdasarkan umur balita adalah untuk usia ?5 bulan (+,,2), 53'' bulan ('',,2), '#3#- bulan ('',.2), #+3-, bulan (:,:2), -53+% bulan (:,#2), +.3,: bulan (.,$2) 8erdasarkan hasil penelitian =idwan 4aulay di )edan pada tahun '::: mendapatkan bahwa kejadian IS(" atas tidak ada bedanya antara laki3laki dan perempuan, sedangkan IS(" bawah pada umur ? 5 tahun lebih sering pada anak

lakilaki '. Sesuai dengan penelitian 4jaja, dkk (#$$') pre&alensi IS(" pada anak laki laki (:,+2) hampir sama dengan perempuan (:,-2) B. Distri*usi Pen#akit I PA Berdasarkan Te%!at IS(", diare dan kurang gi1i merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di negara maju dan berkembang IS(" merupakan penyebab morbiditas utama pada negara maju sedangkan di negara berkembang morbiditasnya relatif lebih kecil tetapi mortalitasnya lebih tinggi terutama disebabkan oleh IS(" bagian bawah atau pneumonia )enurut penelitian 4jaja, dkk (#$$') didapatkan bahwa pre&alensi IS(" di perkotaan ('',#2), sementara di pedesaan (.,+2)B di Cawa38ali ('$,%2), sementara di luar Cawa3bali (%,.2) 5 8erdasarkan klasifikasi daerah pre&alensi IS(" untuk daerah tidak tertinggal (:,%2), sementara di daerah tertinggal (.,+2) Distri*usi Pen#akit I PA Berdasarkan 0aktu 8erdasarkan hasil kesepakatan Declaration of the orld Summit for !hildren pada -$ desember '::: di New Dork, "S ditargetkan bahwa penurunan kematian akibat pneumonia balita sampai --2 pada tahun '::+3'::: Sedangkan di Indonesia sendiri oleh 4irjen (() E (< menargetkan bahwa angka kematian balita akibat penyakit IS(" , per '$$$ pada tahun #$$$ akan diturunkan menjadi - per '$$$ pada akhir tahun #$$, 8erdasarkan (rofil Kesehatan Indonesia tahun #$$,, terlihat bahwa cakupan pneumonia penderita dan pengobatan dari target (perkiraan penderita) masih relatif rendah, tahun #$$$ ada -$,'2B tahun #$$' ada #,2B tahun #$$# ada ##,'2B tahun #$$- ada -$2B tahun #$$+ ada -52B tahun #$$, ada #%,%2 !asil pantauan yang dilakukan ini belum menggambarkan kondisi yang sebenarnya oleh karena masih ada beberapa wilayah yang belum menyampaikan laporannya (enelitian Septri "nti (#$$%), dari catatan bulanan program (# IS(" Kota )edan tahun #$$#3#$$5 didapatkan bahwa berdasarkan hasil uji regresi linier terdapat nilai signifikan sebesar $,,,# (F$,$,), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara waktu dengan jumlah penderita IS(" pada balita, hal ini berarti bahwa adanya kecenderungan peningkatan jumlah balita penderita IS(", dimana penderita penyakit IS(" pada tahun #$$# berjumlah . .-5 orang dan pada tahun #$$% mencapai : +'# orang 1aktor 2ang 3e%!engaruhi Pen#akit I PA a. Agent Infeksi dapat berupa flu biasa hingga radang paru3paru Kejadiannya bisa secara akut atau kronis, yang paling sering adalah rinitis simpleks, faringitis, tonsilitis, dan sinusitis =initis simpleks atau yang lebih dikenal sebagai selesma6common cold6kori1a6flu6pilek, merupakan penyakit &irus yang paling sering terjadi pada manusia (enyebabnya adalah &irus

"y#ovirus$ !o#sackie, dan %cho.8erdasarkan hasil penelitian Isbagio (#$$-), mendapatkan bahwa bakteri Streptococcus pneumonie adalah bakteri yang menyebabkan sebagian besar kematian + juta balita setiap tahun di negara berkembang Isbagio ini mengutip penelitian /!0 dan *NIA;G tahun '::5, di (akistan didapatkan bahwa :,2 S.pneumococcus kehilangan sensiti&itas paling sedikit pada satu antibiotika, hampir ,$2 dari bakteri yang diperiksa resisten terhadap kotrimoksasol yang merupakan pilihan untuk mengobati infeksi pernafasan akut 4emikian pula di "rab Saudi dan Spanyol 5$2 S. pneumonie ditemukan resisten terhadap antibiotika 8erdasarkan hasil penelitian (arhusip (#$$+), yang meneliti spektrum dari '$' penderita infeksi saluran pernafasan bagian bawah di 8(+ )edan didapatkan bahwa semua penderita terlihat hasil biakan positif, pada dua penderita dijumpai tumbuh dua galur bakteri sedangkan yang lainnya hanya tumbuh satu galur 8akteri gram positif dijumpai sebanyak ,+ galur (,#,+2) dan bakteri gram negatif +: galur (+%,52) 4ari hasil biakan terlihat bahwa yang terbanyak adalah bakteri Streptococcus viridans -. galur sebesar -5,.:2, diikuti oleh %nterobacter aero&ens ': galur sebesar '.,+,2, Pseudomonas aure&inosa '5 galur sebesar ',,,-2, 'lebsiella sp '+ galur sebesar '-,,:2, Stapilococcus aureus '- galur sebesar '#,5#2, Pneumococcus # galur sebesar ',:+2, dan Sreptococcus pneumonie ' galur sebesar $,:%2 #' *. 3anusia $%ur

8erdasarkan hasil penelitian 4aulay (':::) di )edan, anak berusia dibawah # tahun mempunyai risiko mendapat IS(" ',+ kali lebih besar dibandingkan dengan anak yang lebih tua Keadaan ini terjadi karena anak di bawah usia # tahun imunitasnya belum sempurna dan lumen saluran nafasnya masih sempit 8erdasarkan hasil penelitian )aya di =S !aji )edan (#$$+), didapatkan bahwa proporsi balita penderita pneumonia yang rawat inap dari tahun '::. sampai tahun #$$# terbesar pada kelompok umur # bulan 3 ?, tahun adalah :','2,## demikian juga penelitian )aafdi di =S "d&ent )edan tahun #$$5, didapatkan bahwa proporsi balita penderita pneumonia terbesar pada kelompok umur # bulan 3 ?, tahun sebesar .#,'2, sementara kelompok umur ?# bulan sebesar '%,:2 4enis Kela%in

8erdasarkan hasil penelitian Kartasasmita ('::-), menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pre&alensi, insiden maupun lama IS(" pada laki3laki dibandingkan dengan perempuan Namun menurut beberapa penelitian kejadian IS(" lebih sering didapatkan pada

anak laki3laki dibandingkan anak perempuan, terutama anak usia muda, dibawah 5 tahun )enurut 7len1en dan 4eeny, anak laki3laki lebih rentan terhadap IS(" yang lebih berat, dibandingkan dengan anak perempuan tatus Gizi 4i banyak negara di dunia, penyakit infeksi masih merupakan penyebab utama kematian terutama pada anak dibawah usia , tahun "kan tetapi anak3anak yang meninggal karena penyakit infeksi itu biasanya didahului oleh keadaan gi1i yang kurang memuaskan =endahnya daya tahan tubuh akibat gi1i buruk sangat memudahkan dan mempercepat berkembangnya bibit penyakit dalam tubuh !asil penelitian 4ewi, dkk ('::5) di Kabupaten Klaten, dengan desain cross sectional didapatkan bahwa anak yang berstatus gi1i kurang6buruk mempunyai risiko pneumonia #,, kali lebih besar dibandingkan dengan anak yang berstatus gi1i baik6normal Salah satu penentuan status gi1i adalah klasifikasi menurut Keputusan )enteri Kesehatan =I No :#$6)enkes6SK6HIII6#$$# untuk keperluan (emantauan Status 7i1i ((S7) anak balita dengan mengukur berat badan terhadap umur Status gi1i diklasifikasikan menjadi +, yaitu> 7i1i lebih > bila IJSkor terletak F K# S4 7i1i 8aik > bila IJSkor terletak diantara L 3# S4 s6d K# S4 7i1i kurang > bila IJSkor terletak pada ? 3# S4 s6d L 3 - S4 7i1i 8uruk > bila IJSkor terletak ? 3- S4 #5 Berat Badan Lahir 8erat 8adan <ahir =endah (88<=) ditetapkan sebagai suatu berat lahir ?# ,$$ gram )enurut Tuminah (':::), bayi dengan 88<= mempunyai angka kematian lebih tinggi dari pada bayi dengan berat L#,$$ gram saat lahir selama tahun pertama kehidupannya (neumonia adalah penyebab kematian terbesar akibat infeksi pada bayi baru lahir tatus A I /ksklusif

"ir Susu Ibu ("SI) dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang bayi kaya akan faktor antibodi untuk melawan infeksi3infeksi bakteri dan &irus, terutama selama minggu pertama (+35 hari) payudara akan menghasilkan kolostrum, yaitu "SI awal mengandung 1at kekebalan (Imuno&lobulin$ (isozim$ (aktoperin$ bifidus factor dan sel3sel leukosit) yang sangat penting untuk melindungi bayi dari infeksi 8ayi ($3'# bulan) memerlukan jenis makanan "SI, susu

formula, dan makanan padat (ada enam bulan pertama, bayi lebih baik hanya mendapatkan "SI saja ("SI ;ksklusif) tanpa diberikan susu formula *sia lebih dari enam bulan baru diberikan makanan pendamping "SI atau susu formula, kecuali pada beberapa kasus tertentu ketika anak tidak bisa mendapatkan "SI, seperti ibu dengan komplikasi postnatal tatus I%unisasi

Imunisasi adalah suatu upaya untuk melindungi seseorang terhadap penyakit menular tertentu agar kebal dan terhindar dari penyakit infeksi tertentu (entingnya imunisasi didasarkan pada pemikiran bahwa pencegahan penyakit merupakan upaya terpenting dalam pemeliharaan kesehatan anak Imunisasi bermanfaat untuk mencegah beberapa jenis penyakit seperti, (0<I0 (lumpuh layu), T8A (batuk berdarah), difteri, li&er (hati), tetanus, pertusis 8ahkan imunisasi juga dapat mencegah kematian dari akibat penyakit3penyakit tersebut 8erdasarkan hasil penelitian Syahril di Kota 8anda "ceh (#$$5), didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kejadian pneumonia pada balita dengan status imunisasi !asil uji statistik diperoleh nilai 0= M #,, (AI :,2B # :#: 9 + +'-), artinya anak balita yang menderita pneumonia risikonya #,, kali lebih besar pada anak yang status imunisasinya tidak lengkap Lingkungan Kele%*a*an 5uangan 8erdasarkan Kep)enKes =I No .#: tahun '::: tentang kesehatan perumahan menetapkan bahwa kelembaban yang sesuai untuk rumah sehat adalah +$3 %$2, optimum 5$2 !asil penelitian Ahahaya, dkk di (erumnas )andala )edan (#$$+), dengan desain cross sectional didapatkan bahwa kelembaban ruangan berpengaruh terhadap terjadinya IS(" pada balita 8erdasarkan hasil uji re&resi, diperoleh bahwa faktor kelembaban ruangan mempunyai e#p )B* #.,$:%, yang artinya kelembaban ruangan yang tidak memenuhi syarat kesehatan menjadi faktor risiko terjadinya IS(" pada balita sebesar #. kali uhu 5uangan Salah satu syarat fisiologis rumah sehat adalah memiliki suhu optimum '.3-$$A !al ini berarti, jika suhu ruangan rumah dibawah '.$A atau diatas -$$A keadaan rumah tersebut tidak memenuhi syarat Suhu ruangan yang tidak memenuhi syarat kesehatan menjadi faktor risiko terjadinya IS(" pada balita sebesar + kali 6entilasi

Hentilasi rumah mempunyai banyak fungsi Gungsi pertama adalah menjaga agar aliran udara di dalam rumah tersebut tetap segar !al ini berarti keseimbangan 0# yang diperlukan oleh penghuni rumah tersebut tetap terjaga Kurangnya &entilasi akan menyebabkan kurangnya 0# di dalam rumah yang berarti kadar A0# yang bersifat racun bagi penghuninya menjadi meningkat -$ Sirkulasi udara dalam rumah akan baik dan mendapatkan suhu yang optimum harus mempunyai &entilasi minimal '$2 dari luas lantai Ke!adatan Hunian 5u%ah Kepadatan penghuni dalam rumah dibedakan atas , kategori yaitu, N-,: m#6orang, +3 +,: m#6orang, ,35,: m#6orang, %3. m#6orang, L: m#6orang 4ikatakanpadat jika luas lantai rumah N-,: m#6orang, dan tidak padat jika luas lantai rumah L+ m#6orang -' )enurut 7ani dalam penelitiannya di Sumatera Selatan (#$$+) menemukan proses kejadian pneumonia pada anak balita lebih besar pada anak yang tinggal di rumah yang padat dibandingkan dengan anak yang tinggal di rumah yang tidak padat 8erdasarkan hasil penelitian Ahahaya tahun #$$+, kepadatan hunian rumah dapat memberikan risiko terjadinya IS(" sebesar : kali Penggunaan Anti N#a%uk (enggunaan "nti nyamuk sebagai alat untuk menghindari gigitan nyamuk dapat menyebabkan gangguan saluran pernafasan karena menghasilkan asap dan bau tidak sedap "danya pencemaran udara di lingkungan rumah akan merusak mekanisme pertahanan paru3 paru sehingga mempermudah timbulnya gangguan pernafasan Bahan Bakar $ntuk 3e%asak 8ahan bakar yang digunakan untuk memasak sehari3hari dapat menyebabkan kualitas udara menjadi rusak Kualitas udara di %+2 wilayah pedesaan di Ahina tidak memenuhi standar nasional pada tahun #$$#, hal ini menimbulkan terjadinya peningkatan penyakit paru dan penyakit paru ini telah menyebabkan ',- juta kematian Ke*eradaan Perokok =okok bukan hanya masalah perokok aktif tetapi juga perokok pasif "sap rokok terdiri dari + $$$ bahan kimia, #$$ diantaranya merupakan racun antara lain !arbon "onoksida (A0), Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (("!s) dan lain3lain 8erdasarkan hasil penelitian (radono dan Kristanti (#$$-), secara keseluruhan pre&alensi perokok pasif pada semua umur di Indonesia adalah sebesar +.,:2 atau :% ,5$ $$# penduduk (re&alensi perokok pasif pada laki3laki -#,5%2 atau -' .%: '.. penduduk dan pada perempuan 5%,--2 atau 5, 5.$ .'+ penduduk Sedangkan pre&alensi perokok aktif pada laki3laki umur '$ tahun ke atas adalah

sebesar ,+,,2, pada perempuan ',#2 (re&alensi perokok pasif pada balita sebesar 5:,,2, pada kelompok umur ,3: tahun sebesar %$,52 dan kelompok umur muda '$3'+ tahun sebesar %$,,2 Tingginya pre&alensi perokok pasif pada balita dan umur muda disebabkan karena mereka masih tinggal serumah dengan orang tua ataupun saudaranya yang merokok dalam rumah tatus /kono%i dan Pendidikan (ersepsi masyarakat mengenai keadaan sehat dan sakit berbeda dari satu indi&idu dengan indi&idu lainnya 8agi seseorang yang sakit, persepsi terhadap penyakitnya merupakan hal yang penting dalam menangani penyakit tersebut *ntuk bayi dan anak balita persepsi ibu sangat menentukan tindakan pengobatan yang akan diterima oleh anaknya 8erdasarkan hasil penelitian 4jaja, dkk (#$$'), didapatkan bahwa bila rasio pengeluaran makanan dibagi pengeluaran total perbulan bertambah besar, maka jumlah ibu yang membawa anaknya berobat ke dukun ketika sakit lebih banyak 8edasarkan hasil uji statistik didapatkan bahwa ibu dengan status ekonomi tinggi ',. kali lebih banyak pergi berobat ke pelayanan kesehatan dibandingkan dengan ibu yang status ekonominya rendah Ibu dengan pendidikan lebih tinggi, akan lebih banyak membawa anak berobat ke fasilitas kesehatan, sedangkan ibu dengan pendidikan rendah lebih banyak mengobati sendiri ketika anak sakit ataupun berobat ke dukun Ibu yang berpendidikan minimal tamat S<T( #,# kali lebih banyak membawa anaknya ke pelayanan kesehatan ketika sakit dibandingkan dengan ibu yang tidak bersekolah, hal ini disebabkan karena ibu yang tamat S<T( ke atas lebih mengenal gejala penyakit yang diderita oleh balitanya Pen7egahan Pen#akit I PA (enyelenggaraan (rogram (# IS(" dititikberatkan pada penemuan dan pengobatan penderita sedini mungkin dengan melibatkan peran serta aktif masyarakat terutama kader, dengan dukungan pelayanan kesehatan dan rujukan secara terpadu di sarana kesehatan yang terkait Pen7egahan Tingkat Perta%a 8Primary Prevention' Inter&ensi yang ditujukan bagi pencegahan faktor risiko dapat dianggap sebagai strategi untuk mengurangi kesakitan (insiden) pneumonia Termasuk disini ialah > a (enyuluhan, dilakukan oleh tenaga kesehatan dimana kegiatan ini diharapkan dapat mengubah sikap dan perilaku masyarakat terhadap hal3hal yang dapat meningkatkan faktor resiko penyakit IS(" Kegiatan penyuluhan ini dapat berupa penyuluhan penyakit IS(", penyuluhan "SI ;ksklusif, penyuluhan imunisasi, penyuluhan gi1i seimbang pada ibu dan anak, penyuluhan kesehatan lingkungan rumah, penyuluhan bahaya rokok

b Imunisasi, yang merupakan strategi spesifik untuk dapat mengurangi angka kesakitan (insiden) pneumonia c *saha di bidang gi1i yaitu untuk mengurangi malnutrisi, defisiensi &itamin " d (rogram KI" yang menangani kesehatan ibu dan bayi berat badan lahir rendah e (rogram (enyehatan <ingkungan (emukiman ((<() yang menangani masalah polusi di dalam maupun di luar rumah Pen7egahan Tingkat Kedua 8Secondary Prevention' *paya penanggulangan IS(" dilakukan dengan upaya pengobatan sedini mungkin *paya pengobatan yang dilakukan dibedakan atas klasifikasi IS(" yaitu > a *ntuk kelompok umur ? # bulan, pengobatannya meliputi > (neumonia 8erat> rawat dirumah sakit, beri oksigen (jika anak mengalami sianosi sentral, tidak dapat minum, terdapat penarikan dinding dada yang hebat), terapi antibiotik dengan memberikan ben1ilpenisilin dan gentamisin atau kanamisin 8ukan (neumonia> terapi antibiotik sebaiknya tidak diberikan, nasihati ibu untuk menjaga agar bayi tetap hangat, memberi "SI secara sering, dan bersihkan sumbatan pada hidung jika sumbatan itu menggangu saat memberi makan b *ntuk kelompok umur # bulan 3 ?, tahun, pengobatannya meliputi > (neumonia Sangat 8erat> rawat di rumah sakit, berikan oksigen, terapi antibiotik dengan memberikan kloramfenikol secara intramuskular setiap 5 jam "pabila pada anak terjadi perbaikan (biasanya setelah -3, hari), pemberiannya diubah menjadi kloramfenikol oral, obati demam, obati mengi, perawatan suportif, hati3hati dengan pemberian terapi cairan, nilai ulang dua kali sehari (neumonia 8erat> rawat di rumah sakit, berikan oksigen, terapi antibiotik dengan memberikan ben1ilpenesilin secara intramuskular setiap 5 jam paling sedikit selama - hari, obati demam, obati mengi, perawatan suportif, hati3hati pada pemberian terapi cairan, nilai ulang setiap hari (neumonia> obati di rumah, terapi antibiotik dengan memberikan kotrimoksasol, ampisilin, amoksilin oral, atau suntikan penisilin prokain intramuskular per hari, nasihati ibu untuk memberikan perawatan di rumah, obati demam, obati mengi, nilai ulang setelah # hari 8ukan (neumonia (batuk atau pilek)> obati di rumah, terapi antibiotik sebaiknya tidak diberikan, terapi spesifik lain (untuk batuk dan pilek), obati demam, nasihati ibu untuk memberikan perawatan di rumah

(neumonia (ersisten> rawat (tetap opname), terapi antibiotik dengan memberikan kotrimoksasol dosis tinggi untuk mengobati kemungkinan adanya infeksi pneumokistik, perawatan suportif, penilaian ulang Pen7egahan Tingkat Ketiga 8Tertiar# Pre9ention' Tingkat pencegahan ini ditujukan kepada balita penderita IS(" agar tidak bertambah parah dan mengakibatkan kematian (neumonia Sangat 8erat> jika anak semakin memburuk setelah pemberian kloram fenikol selama +. jam, periksa adanya komplikasi dan ganti dengan kloksasilin ditambah gentamisin jika diduga suatu pneumonia stafilokokus (neumonia 8erat> jika anak tidak membaik setelah pemberian ben1ilpenisilin dalam +. jam atau kondisinya memburuk setelah pemberian ben1ipenisilin kemudian periksa adanya komplikasi dan ganti dengan kloramfenikol Cika anak masih menunjukkan tanda pneumonia setelah '$ hari pengobatan antibiotik maka cari penyebab pneumonia persistensi (neumonia> Aoba untuk melihat kembali anak setelah # hari dan periksa adanya tanda3tanda perbaikan (pernafasan lebih lambat, demam berkurang, nafsu makan membaik Nilai kembali dan kemudian putuskan jika anak dapat minum, terdapat penarikan dinding dada atau tanda penyakit sangat berat maka lakukan kegiatan ini yaitu rawat, obati sebagai pneumonia berat atau pneumonia sangat berat Cika anak tidak membaik sama sekali tetapi tidak terdapat tanda pneumonia berat atau tanda lain penyakit sangat berat, maka ganti antibiotik dan pantau secara ketat Penanganan Pen#akit I PA !ampir seluruh kematian karena IS(" pada anak kecil disebabkan oleh IS(b", paling sering adalah pneumonia 8ayi baru lahir dan bayi berusia satu bulan atau disebut Obayi mudaO yang menderita pneumonia dapat tidak mengalami batuk dan frekuensi pernfasannya secara normal sering melebihi ,$ kali permenit Infeksi bakteri pada kelompok usia ini dapat hanya menampakkan tanda klinis yang spesifik, sehingga sulit untuk membedakan pneumonia dari sepsis dan meningitis Infeksi ini dapat cepat fatal pada bayi muda yang telah diobati dengan sebaik3baiknya di rumah sakit dengan antibiotik parenteral Aara yang paling efektif untuk mengurangi angka kematian karena pneumonia adalah dengan memperbaiki manajemen kasus dan memastikan adanya penyediaan antibiotik yang tepat secara teratur melalui fasilitas perawatan tingkat pertama dokter praktik umum <angkah selanjutnya untuk mengurangi angka kematian karena pneumonia dapat dicapai dengan menyediakan perawatan rujukan untuk anak yang mengalami IS(b" berat memerlukan oksigen, antibiotik lini II, serta keahlian klinis yang lebih hebat

Tin"auan kasus
Tanggal> 0leh> kelompok ,

Data identitas keluarga !asien


a 8iodata 8iodata Keluarga (asien
Nama 8apak> Suhardin *mur >-, tahun (endidikan > S4 (ekerjaan> Supir truk Nama "nak> Iaskia "prilia (olinga Nama Istri *mur (endidikan (ekerjaan > Sunariah > #. Tahun > S)( > I=T (Ibu =umah Tangga)

*mur> # tahun "nak ke> (ertama

Susunan keluarga
No ' # + Nama anggota Suhardin Ny Sunariah "n Saskia *mur <6( <6-,tahun (6#.tahun (6 # tahun !ubungan keluarga KK Istri "nak (endidikan6 pekerjaan S46 sopir mobil S46 I=T 3 Imunisasi 3 3 <engkap Keadaan fisik Sehat Sakit Sakit Sehat

7enogram keluarga

uhardi

unaria

aski

5i:a#at kesehatan keluarga !asien


') 8apak > Sebagai ketua keluarga, menderita penyakit !ipertensi, dan memiliki kebiasaan merokok #) Ibu> Sebagai I=T memiliki gejala IS(" sama dengan anaknya -) Iaskia > flu, batuk dan demam sudah - hari, tidak sesak, pernah diare pada umur ? ' tahun +) Nenek dari bapak > penderita gastritis, hipertensi, sakit kepala, 0"

Data !ola hidu! keluarga


' (ola kesehatan a b # 8ila anggota keluarga sakit berobat ke (*SK;S)"S (ersalinan ditolong oleh bidan di (*SK;S)"S

(ola kebiasaan sehari3hari a) (ola makan dan makanan 4ewasa> makan -P6 hari sarapan tempe, tahu, telur, nasi putih Siang ikan, nasi putih dan sayur )akan malam ikan, nasi putih dan sayur "nak (# tahun)> makan -3+P6 hari dengan makan indomie ' kali sehari dan makanan jajan sosis dan frutamin (enyediaan makanan > goreng dan rebus (lebih sering merebus)

Sering minum air (air gallon dan dimasak)

b) (ola kebersihan "yah> mandi -3+P6 hari 7anti baju dan pakaian dalam -3+P6 hari Ibu> mandi #3-P6 hari 7anti baju dan pakaian dalam #P6 hari "nak> mandi #3-P6 hari 7anti baju dan pakaian dalam +3,P6 hari Keluarga sering cuci tangan Sering mencuci pakaian tiga kali seminggu Sumber air untuk mencuci dan mandi> air sumur dan sumur bor

Data keadaan lingkungan


' Kondisi rumah dan kawasan lingkungan ') Keluasan rumah adalah cukup luas untuk dihuni oleh + orang K63 '$ P , m# #) <antai terbuat daripada semen dan di lapisi dengan tikar plastic -) 4inding terbuat dari papan dan sekat antara kamar dari tripleks +) "tap terbuat dari seng pada bagian depan dan pada bagian belakang terbuat dari daun rumbia ,) (la&on hanya terdapat di kamar keluarga, terbuat dari kain dan berdebu 5) 3Hentilasi ruang keluarga kurang baik, hanya memiliki satu buah jendela ukuran 'P $ , m 3Hentilasi kamar kurang baik, rumah terdiri dari tiga kamar> Satu kamar memiliki satu buah jendela dengan ukuran ',, P ' m 4an dua kamar tidak memiliki jendela 3Hentilasi ruang tamu baik, memiliki jendela ukuran %) (encahayaan pada waktu siang juga kurang baik pada kamar keluarga karena tidak ada jendela,hanya terdapat satu lampu .) Tempat mencuci piring terletak didapur :) Tempat tidur terhambur dan tidak rapi '$) Tempat pembuangan sampah> kawasan rumah tidak mempunyai tempat pembuangan sampah yang sesuai '') Kamar mandi > Terletak didalam rumah, tertutup '#) Camban >8"8 langsung di jamban didalam rumah '-) (erkarangan >"da di hadapan rumah dan gersang serta berdebu

'+) <etak rumah berada di pinggiran jalan dan jarak dengan tetangga K63 ' meter , keadaan perumahan blum terlalu agak padat ',) Terdapat pembuangan limbah dibelakang rumah yang kotor dan tergenang

Keadaan sosial +ekono%i dan !endidikan keluarga.


' # Sifat keluarga > keluarga inti kerna terdiri daripada ibu, bapak, dan dua orang anak Sosial ekonomi a b + a a b Kepala keluarga tidak memiliki penghasilan yang tetap (Q =p ' ,$$ $$$,3) Istri sebagai ibu rumah tangga tidak bekerja !ubungan keluarga dengan tetangga baik, saling membantu jika ada kesulitan Ibu > pendidikan S)", tidak pernah mengikuti sosialisasi IS(" 8apa > pendidikan S4

Sosial budaya (endidikan ibu dan bapa dan pengetahuan tentang IS(" >

Daftar %asalah keluarga


Per%asalahan "nak selalu main diluar rumah yang kotor dengan anak3anak lain yang mengidap penyakit IS(" (engetahuan ibu kurang tengtang penyakit IS(" !ygiene sanitasi linkungan yang buruk dan keadaan rumah yang kurang ideal untuk ditinggali keluarga Keadaan status ekonomi keluarga yang sangat kurang Penerangan !asil e&aluasi berat badan anak menunjukan bahwa anak mengalami gi1i buruk !asil anamnesis melalui ibu bahwa dia kurang tau bagaimana itu penyakit IS(" sehingga beli obat sembarang diwarung Kawasan perkarangan rumah tempat tinggal keluarga gersang dan kotor Camban umum yang digunakan kotor !anya ayah sahaja yang berkerja dan pendapatan juga tidak tetap untuk menampung kehidupan ahli anggota keluarga yang lain !asil pendapatan keluarga menyebabkan keluarga tidak mampu mendapat jaminan kesihatan

Peran7anaan inter9ensi terhada! %asalah keluarga


(ermasalahan Kedua dua anak mempunyai status gi1i yang buruk =encana inter&ensi (erbaiki status gi1i melalui pemberian makanan tambahan melalui program pemerintah (therapeutic feeding) Konseling kepada kedua ibu bapa mengenai pemberian gi1i yang benar terhadap anak )emberi saran kepada orang tua untuk sering merujuk ke (*SK;S)"S =asional tindakan inter&ensi 4engan pemberian makanan tambahan ini diharapkan dapat memperbaiki status gi1i anak 4engan konseling ini, diharapkan ibu dan keluarga mengenal dan menerapkan perilaku pola pemberian makanan pada anak Saran yang disampaikan kepada ibu bapa ini diharapakan dapat memperbaik kualitas hidup

Kedua anak sering mengalami masalah diare

Konseling terhadap kedua ibu bapa mengenai perilku pemakanan yang sehat untuk anak anak )emberi penyuluhan mengenai sanitasi dan lingkungan yang bersih )emberi konseling tentang (!8S

!ygiene sanitasi linkungan yang buruk dan keadaan rumah yang kurang ideal untuk ditinggali keluarga

)emberikan penyuluhan terhadap sanitasi dan lingkungan yang bersih dan sehat terhadap keluarga

Keadaan status ekonomi keluarga yang sangat rendah

)emberi konseling kepada ibu bapa mengenai keluarga berencana dan pengurusan kewangan yang baik

4engan konseling ini diharapkan ibu bapa mengenal dan mngetahui cara pemberian makanan yang bersih dan sehat supaya anak tidak mendapat diare 4engan konseling ini diharapkan dapat menerapkan perilaku yang baik terhadap sanitasi dan lingkungan untuk mengelakan penyakit yang dapat disebabkan oleh sanitasi dan lingkungan yang kotor 4engan pemberian penyuluhan tentang sanitasi lingkungan yang baik diharapkan ibu dan keluarga mengetahui dan faham bagaimana gambaran lingkungan yang sehat sebenarnya 4engan konseling ini diharapkan ibu bapa dapat membentuk sebuah keluarga yang stabil

Kesi%!ulan
)asalah kesehatan yang dialami keluarga disebabkan karena ketidaktahuan ibu dan keluarga tentang cara pemberian makanan yang benar dan pentingnya sanitasi lingkungan yang baik bagi kesehatan Selain itu kebiasaan masyarkat yang cenderung mengkonsumsi karbohidrat dan makanan instant yang sebenarnya kurang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak karena nutrisi yang dibutuhkan kurang 0leh sebab itu, diperlukan dukungan, bimbingan dan motifasi dari tenaga kesehatan dan kader untuk merubah pola kebiasaan yang kurang baik dan kurang bermanfaat

aran
' (etugas Kesehatan a )eningkatkan peranan bidan dalam fungsinya sebagai pelaksanan pengajar kebidanan lebih meningkatkan kemampuan yang dimiliki 8idan meningkatkan kerjasama yang baik dengan petugas kesehatan yang lain, klien dan kelurga dalam memberikan penyuluhan 9penyuluhan yang utama berkaitan dengan masalah ibu dan anak # Kader Kesehatan a <ebih meningkatkan wawasan dan kerjasama yang baik dengan masyarakat dan petugas kesehatan sehingga mampu memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat dan mampu memotifasi masyarkat untuk menuju kearh yang lebih baik Keluarga )enjalankan saran petugas untuk memperbaiki pola makan balitanya )emjalankan saran petugas untuk memperbaiki sanitasi lingkungannya )elakukan konsultasi dengan kader dan petugas kesehatan jika ada masalah yang berhubungan dengan kesehatan keluarga