Anda di halaman 1dari 11

BAB V TUMBUH DAN BERKEMBANGNYA KESADARAN NASIONAL A.

PROSES TERBENTUKNYA KESADARAN NASIONAL


PENGERTIAN NASIONALISME MENURUT AHLI: o ERNEST GELLENERVIA: Nasionalisme adalah suatu prinsip politik yang beranggapan bahwa unit nasional dan politik seharusnya seimbang. o ANDERSON: Nasionalisme adalah kekuatan dan kontinuitas dari sentimen dan identitas nasional dengan mementingkan nation. o HANS KOHN: (Redja Mudyaharjo, 2002) mengemukakan nasionalisme adalah sebagai kemauan hidup bersama, yaitu suatu paham yang memberi ilham kepada sebagian terbesar penduduk dan mewajibkan dirinya untuk mengilhami anggota-nggotanya o ERNEST RENAN: Nasionalisme adalah kemauan untuk bersatu tanpa paksaan dalam semangat persamaan dan kewarganegaraan. o OTTO BAUAR: Nasionalisme adalah suatu persatuan perangai atau karakter yang timbul karena perasaan senasib. o L. STODDARD: Nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian terbesar individu di mana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersama di dalam suatu bangsa o Dr. HERTZ Dalam bukunya yang berjudul Nationality in History and Politics mengemukakan empat unsur nasionalisme, yaitu: 1) Hasrat untuk mencapai kesatuan. 2) Hasrat untuk mencapai kemerdekaan. 3) Hasrat untuk mencapai keaslian. 4) Hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa. o LOUIS SNEYDER. Nasionalisme adalah hasil dari perpaduan faktor-faktor politik, ekonomi, sosial, dan intelektual. Nasionalisme timbul dari diri kita sendiri, rasa itu timbul jika kita meraskan hal yang sama dengan orang lain ataupun masyarakat yang lainnya. o Prof. Dr. M. DIMYATI HARTONO, SH : Nasionalisme merupakan rasa kecintaan terhadap negaranya yang tidak dapat dilepaskan dari rasa Patriotisme o SECARA ETIMOLOGI : Nasionalisme berasal dari kata nasional dan isme yaitu paham kebangsaan yang mengandung makna : kesadaran dan semangat cinta tanah air; memiliki kebanggaan sebagai bangsa, atau memelihara kehormatan bangsa; memiliki rasa solidaritas terhadap musibah dan kekurangberuntungan saudara setanah air, sebangsa dan senegara; persatuan dan kesatuan o MENURUT ENSIKLOPEDI INDONESIA : Nasionalisme adalah sikap politik dan sosial dari sekelompok bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, bahasa dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan dengan meletakkan kesetiaan yang mendalam terhadap kelompok bangsanya. ~1~ o NASIONALISME dapat juga diartikan sebagai paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan negara (nation) dengan mewujudkan suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.

Ada 2 (dua) macam nasionalisme : 1. Nasionalisme dalam arti sempit : paham kebangsaan yang berlebihan dengan memandang bangsa sendiri lebih tinggi (unggul) dari bangsa lain. Paham ini sering disebut dengan istilah Chauvinisme. Chauvinisme pernah dianut di Italia (masa Bennito Mussolini); Jepang (masa Tenno Haika) dan Jerman (masa Adolf Hitler). 2. Nasionalisme dalam arti luas : paham kebangsaan yang meletakkan kesetiaan tertinggi individu terhadap bangsa dan tanah airnnya dengan memandang bangsanya itu merupakan bagian dari bangsa lain di dunia. Nasionalisme arti luas mengandung prinsip-prinsip : kebersamaan; persatuan dan kesatuan; dan demokrasi (demokratis). PENGERTIAN BANGSA MENURUT AHLI ; o JOSEPH ERNEST RENAN DARI PRANCIS (18221892) Bangsa adalah sekelompok manusia yang punya kehendak untuk bersatu karena mempunyai nasib dan penderitaan yang sama pada masa lampau dan mereka mempunyai cita-cita yang sama tentang masa depannya. Persamaan masa lalu dan keinginan untuk menyongsong hari depan itulah yang menyatukan mereka dalam satu kelompok dan menimbulkan rasa kebangsaan. o MOHAMMAD YAMIN (INDONESIA) Bangsa adalah sekelompok manusia yang bersatu karena adanya persamaan sejarah (rasa senasib dan sepenanggungan), persamaan bahasa dan persamaan hukum (hukum adat dan kebudayaan). o Otto Bauer (Jerman, 18821939) Bangsa adalah suatu kesatuan perangai yang muncul karena adanya persatuan nasib. Jadi, bangsa merupakan kelompok manusia yang mempunyai persamaan karakter yang tumbuh karena adanya persamaan nasib. o Prof. Dr. M. Dimyati Hartono, SH Bangsa sesungguhnya adalah kumpulan dari rakyat yang telah bertekad untuk membangun masa depan bersama. PENGERTIAN PATRIOTISME : o Patriotisme berasal dari kata : Patriot dan isme (bahasa Indonesia) yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa kepahlawanan.

Patriotism (bahasa Inggris), yang berarti sikap gagah berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. o Patriotisme adalah sikap yang bersumber dari perasaan cinta tanah air (semangat kebangsaan atau nasionalisme), sehingga menimbulkan kerelaan berkorban untuk bangsa dan negaranya. ADA 2 (DUA) BENTUK PATRIOTISME : 1. Patriotisme Buta (Blind Patriotism) : keterikatan kepada bangsa dan negara tanpa mengenal toleran terhadap kritik, seperti dalam ungkapan : right or wrong is my country (benar atau salah, apapun yang dilakukan bangsa harus didukung sepenuhnya). 2. Patriotisme Konstruktif (Constructive Patriotisme) : keterikatan kepada bangsa dan negara dengan tetap menjunjung tinggi toleran terhadap kritik, sehingga dapat membawa perubahan positif bagi kesejahteraan bersama. FAKTOR PENDORONG MUNCULNYA KESADARAN NASIONAL 1. Perluasan Kekuasaan Colonial Perubahan politik di negeri Belanda membawa pengaruh bagi kebijakan pada negara-negara jajahan Belanda, termasuk Indonesia (Hindia Belanda). Golongan liberal di negeri Belanda yang mendapat dukungan yang besar dari kalangan masyarakat, mendesak pemerintah Belanda untuk meningkatkan kehidupan di wilayah jajahan. Salah satu penganut politik liberal adalah Van Deventer. Desakan ini mendapat dukungan dari pemerintah Belanda. Dalam pidato negara pada tahun 1901, Ratu Belanda, Wihelmina mengatakan Negeri Belanda mempunyai kewajiban untuk mengusahakan kemakmuran dari penduduk Hindia Belanda . Pidato tersebut menandai awal kebijakan memakmurkan Hindia Belanda yang dikenal sebagai Politik Etis atau Politik Balas Budi. Adapun tujuan politik etis adalah: 1) Edukasi: menyelenggarakan pendidikan. 2) Irigasi: membangun sarana dan jaringan pengairan. 3) Transmigrasi/imigrasi: mengorganisasi perpindahan penduduk. Politik etis yang dilaksanakan Belanda dengan melakukan perbaikan bidang irigasi, pertanian, transmigrasi, dan pendidikan, sepintas kelihatan mulia. Namun di balik itu, program-program ini dimaksudkan untuk kepentingan Belanda sendiri. 2. Perkembangan Pendidikan Barat Salah satu dampak pelaksanaan Politik Etis adalah melahirkan golongan cerdik, karena berkat diselenggarakannya pendidikan (cendikiawan). Usaha pendidikan bagi anak-anak di Indonesia untuk pertama kalinya diberikan pemerintah kolonial Hindia Belanda pada tahun 1848. Kebijakan pemerintah saat itu adalah mendirikan sekolah bagi bumiputera yang bertujuan untuk menghasilkan pegawai administrasi Belanda yang terampil, murah dan terdidik. Hasil pendidikan itu kemudian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dan industri. Sejak dilaksanakan politik etis pada awal abad ke 20, ada upaya dari beberapa tokoh liberal Belanda, misalnya Van Deventer, untuk mengarahkan pendidikan bagi anak ~2~

Indonesia demi pembebasan dari ketidakmatangan berdiri di atas kaki sendiri. Di lain pihak, kebutuhan akan tenaga-tenaga terdidik dan ahli telah mendorong pemerintah Hindia Belanda untuk mendirikan sekolah-sekolah secara berjenjang. Pendidikan Rendah Setingkat SD. Pendidikan rendah terdiri atas sekolah-sekolah yang berbeda bahasa pengantarnya, yaitu sekolah rendah dengan bahasa pengantar bahasa Belanda dan bahasa daerah. a. Sekolah Rendah dengan Bahasa Pengantar Bahasa Belanda Europeesche Lagere School (ELS) atau Sekolah Rendah Eropa yang diperuntukan bagi keturunan Eropa, keturunan timur asing atau pribumi dari tokoh terkemuka. ELS yang pertama didirikan pada tahun 1817 dengan lama sekolah 7 tahun. Eerste Klasse School atau Sekolah Kelas Satu yang diperuntukan bagi penduduk non Eropa. Sekolah rendah ini ada 2 jenis berdasarkan kelompok sasaran, yaitu: o Hollandsch-Chineesche School (HCS) atau Sekolah Cina-Belanda, diperuntukan bagi penduduk keturunan timur asing, khususnya keturunan Cina. HCS yang pertama didirikan pada tahun 1908 dengan lama belajar 7 tahun. o Hollandsch-Inlandsche School (HIS) atau Sekolah Bumiputra-Belanda peruntukan bagi keturunan Indonesia asli yang umumnya anak bangsawan, tokoh terkemuka, atau pegawai negeri. HIS yg pertama didirikan pada tahun 1914 dengan lama belajar 7 tahun. b. Sekolah Rendah dengan Bahasa Pengantar Bahasa Daerah. Twede Klasse School atau Sekolah Kelas Dua, disediakan untuk golongan pribumi dengan lama belajar 5 tahun. Sekolah rendah ini pertama didirikan pada tahun 1892. Volksschool atau Sekolah Desa yang disediakan untuk anak-anak golongan pribumi dengan lama belajar 3 tahun. Sekolah Desa yg pertama di dirikan pama tahun 1907. Vervogschool atau Sekolah Sambungan sebagai kelanjutan dari Sekolah Desa untuk golongan pribumi dengan lama belajar 2 tahun. Vervogschool yang pertama didirikan tahun 1914. Schakelschool atau Sekolah Peralihan yaitu sekolah peralihan dari Sekolah Desa ke sekolah dasar dengan bahasa pengantar bahasa Belanda. Lama belajarnya 5 tahun dan diperuntukkan bagi golongan pribumi. Lulusan sekolah peralihan dapat melanjutkan ke MULO. c. Pendidikan Menengah Setingkat SMP/SMA Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) atau Pendidikan Rendah yang Diperluas merupakan kelanjutan dari sekolah rendah yang menggunakan pengantar bahasa Belanda dengan lama belajar 3-4 tahun. Sekolah ini diperuntukkan bagi golongan pribumi dan timur asing dan pertama kali di dirikan pada tahun 1914.

Algemeene Middelbare School (AMS) atau Sekolah Menengah Umum merupakan kelanjutan dari MULO berbahasa Belanda dan diperuntukkan bagi golongan pribumi dan timur asing. Lama belajar 3-4 tahun dan pertama di dirikan pada tahun 1915. 1) AMS terdiri dari 3 jurusan, yaitu 2) A1 jurusan Sastra Timur, 3) A2 jurusan Klasik Barat, dan 4) B jurusan Pengetahuan Alam. Hoogere Burger School (HBS) atau Sekolah Tinggi Warga Masyarakat merupakan sekolah kelanjutan dari ELS yang disediakan untuk golongan Eropa, bangsawan golongan pribumi, atau tokoh terkemuka. Sekolah ini menggunakan bahasa pengantar Belanda dan pendidikannya berorientasi ke barat. Lama belajar 3 tahun. Jenis sekolah ini disebut pula dengan Gymnasium dan pertama di dirikan pada tahun 1860. Adapula HBS yang menyelenggarakan pendidikan selama 5 tahun yang didirikan pada tahun 1867. Opleiding School Voor Indische Ambtenaren (OSVIA) atau Sekolah Pendidikan Pegawai Pribumi berdiri pada tahun 1900 dengan lama belajar 5 tahun dan menerima lulusan ELS. Pada tahun 1927 OSVIA ditingkatkan menjadi setaraf SMA menjadi Middelbaar Opleiding School Voor Indische Ambtenaren (MOSVIA) dengan lama belajar 3 tahun dan menerima lulusan MULO (1) School to Opleiding Van Inlandse Artsen (STOVIA) atau Sekolah untuk Mendidik Dokter Pribumi (sekarang menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia) yang didirikan di Jakarta pada tahun 1902 dengan lama belajar 7 tahun. Sekolah ini semula menerima lulusan ELS, kemudian ditingkatkan menerima lulusan MULO. Pada tahun 1913 didirikan sekolah sejenis di Surabaya , yaitu Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS), saat ini menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Technisch Onderwijs atau Pendidikan Teknik adalah lembaga pendidikan lanjutan bagi Ambachtsschool dengan lama belajar 3 tahun. Sekolah ini pertama berdiri tahun 1906. Handels Onderwijs atau Pendidikan Dagang adalah jenis sekolah ekonomi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan Eropa. Sekolah ini pertama berdiri tahun 1914 dengan lama pendidikan 3 tahun. Landboure Onderwijs atau Pendidikan Pertanian merupakan sekolah yang bertujuan memenuhi keperluan penduduk agraris dan perusahaan perkebunan Eropa. Sekolah ini berdiri pertama kali tahun 1903 dengan lama pendidikan 3-4 tahun. Meisjes Vakonderuijs atau pendidikan Kejuruan Wanita dengan lama belajar sekitar 3 tahun. Jenis sekolah ini pertama kali berdiri tahun 1918. weeksschool atau Sekolah Keguruan merupakan lembaga keguruan tertua yang sudah ada sejak permulaan abad ke 19. Sekolah yang pertama berdiri tahun 1851.

e.

d.

Pendidikan Menengah Setingkat SMP/SMK Pendidikan menengah kejuruan didirikan dengan tujuan memberikan pendidikan pertukangan, teknik, dagang, pertanian dan kewanitaan. Jenis-jenis sekolah kejuruan tersebut antara lain sbb: Ambachts Leergang adalah sekolah pertukangan dengan pengantar bahasa daerah. Sekolah ini menerima lulusan Twede Klasse School dan Vervolgschool. Selama 2 tahun pertama diberikan pengetahuan mengenai perkayuan dan besi. Tahun-tahun berikutnya diberi tambahan pengetahuan dan ketrampilan , seperti montir mobil, mebel, listrik atau pertukangan tembok. Sekolah yang pertama berdiri tahun 1881. Ambatchtsschool adalah sekolah pertukangan dengan pengantar bahasa Belanda . Sekolah ini menerima lulusan HIS, HCS dan Schakelschool. Sekolah ini bertujuan mencetak mandor dengan keahlian antara lain : montir mobil, mesin, listrik, kayu dan penata batu. Lama pendidikan 3 tahun. ~3~

Pendidikan Tinggi. Pada dasawarsa kedua abad ke 20, mulailah di didirikan pendidikan tinggi bagi golongan pribumi. Beberapa pendidikan tinggi yang terkenal yaitu sbb: Geneeskundige Hooge School (GHS) atau Sekolah Tinggi Kedokteran . Sekolah ini didirikan di Jakarta pada tahun 1927 dan menerima lulusan AMS atau HBS dengan lama belajar 6 tahun. Rechtskundige Hooge School (RHS) atau Sekolah Tinggi Hukum yang didirikan tahun 1924 dan menerima lulusan AMS dan HBS dengan lama belajar 5 tahun. Technische Hooge School (THS) atau Sekolah Tinggi Teknik yang merupakan lembaga pendidikan tinggi teknik yang di dirikan di Bandung pada tahun 1920. Lembaga ini sekarang dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB). Pemerintah Hindia Belanda juga mendirikan sekolah Zending, yakni sekolah yang mempunyai tujuan penyiaran agama Kristen Protestan. Sekolah Zending diantaranya sbb: 1) Nederlandsche Zendingsvereeniging di Jepara (1852) dan Bandung (1858). 2) Utreehtsche Zendingsvereeniging di Papua, Halmahera dan Buru (1859). 3) Nederlandsche Gereformeerde Zendingsvereeniging di Jawa Tengah (1859). 4) Rheinische Missiongessellschaft di Sumatra Utara (1861)

3.

Perkembangan Pendidikan Islam Taman Siswa, Ksatrian Institut, INS Kayutanam Perguruan Rakyat

PERANAN GOLONGAN YANG MENUMBUHKEMBANGKAN KESADARAN NASIONAL


Peranan Golongan Terpelajar 1) Mengubah pandangan di dalam masyarakat yang bersifat ke daerahan menjadi nasional, 2) Menjadi kelompok yang kelak memicu pergerakan nasional indonesia, 3) Menciptakan dan mengembangkan organisasi pergerakan nasional sebagai wadah mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka. Peranan Golongan Professional Peran Guru 1) Guru merupakan ujung tombak perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaannya dan berjuang memajukan bangsa Indonesia dari keterbelakangan. 2) Guru memberikan pendidikan dan pengajaran kepada generasi penerus bangsa melalui lembaga-lembaga pendidikan yang ada baik itu sekolah yang didirikan oleh pemerintah kolonial maupun sekolah yang didirikan oleh tokoh-tokoh bangsa Indonesia. 3) Melalui pendidikan tersebut guru dapat menanamkan rasa kebangsaan/ rasa nasionalisme yang tinggi. Sehingga anak-anak kaum pribumi dapat menyadari dan tekanan dari pemerintah kolonial Belanda. 4) Guru telah membangun dan membangkitkan kesadaran nasional bangsa Indonesia. 5) Guru telah mendidik dan melahirkan tokoh-tokoh pejuang yang dapat diandalkan dalam memperjuangkan kebebasan bangsa Indonesia dari cengkeraman kaum penjajah. 6) Orang-orang pribumi mulai menghimpun kekuatan dan berjuang melalui organisasiorganisasi modern yang didirikannya. Organisasi-organisasi perjuangan yang didirikan oleh kaum terpelajar bangsa Indonesia dijadikan sebagai wadah perjuangan di dalam menentukan langkah-langkah untuk mengusir pemerintah kolonial Belanda dan berupaya membebaskan bangsa dari segala bentuk penjajahan asing. Peran Dokter 1) Pada masa kolonial dokter memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kehidupan rakyat. 2) Dokter dapat merasakan kesengsaraan dan penderitaan yang dialami rakyat Indonesia melalui penyakit yang dideritanya. Ia mendengarkan berbagai keluhan yang dialami oleh rakyat Indonesia. Penderitaan dan kesengsaraan yang dialami oleh rakyat Indonesia adalah akibat dari berbagai tekanan dan penindasan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda. 3) Ketergerakan hati mereka diwujudkan melalui perjuangan dengan membentuk wadah organisasi yang bersifat sosial dan budaya yang diberinama Budi Utomo yang didirikan 20 Mei 1908 oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dr. Sutomo, Dr. Cipto Mangunkusumo, Dr. Gunawan Mangunkusumo. Peranan pers Sebelum berlangsung pergerakan nasional, di Indonesia telah berkembang beberapa surat kabar yang menggunakan bahasa Melayu, antara lain: 1) Pewarta di Pulau Jawa, 2) Pemberitaan Betawi, Sinar Djawa, dan Benteng Pagi di Surabaya, ~4~

3) Pemberitaan Aceh, Tjahaya Soematra, dan Sinar Soematra di Sumatra, 4) Pewarta Borneo di Kalimantan, dan 5) Pewarta Menado di Sulawesi surat kabar yang menyuarakan suara pemerintahan adalah 1) Bentara Hindia dan Pancaran Warta (Jakarta), 2) Medan Prijaji (Bandung), dan 3) Sinar Matahari (Makassar). Surat kabar yang terbit pada masa pergerakan nasional, di antaranya: 1) Benih Merdeka pimpinan Mohammad Yunus dan O.K. Nazir, 2) Oetoesan Indonesia pimpinan H.O.S. Tjokroaminoto, 3) Soeara Oemoem pimpinan Tohir Cindarbumi, dan 4) De Express pimpinan dr. Tjipto Mangunkusumo. Surat kabar yang secara rutin memuat pemikiran-pemikiran Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta. Surat kabar tersebut, antara lain 1) Pikiran Rakyat, 2) Sarekat Indonesia Moeda, 3) Daoelat Rakjat, dan 4) Penjebar Semangat Pada masa pergerakan nasional, media massa yang paling berani dan radikal dalam penyampaiannya adalah Indonesia Merdeka (semula Hindia Poetra). Majalah yang diterbitkan Per himpunan Indonesia (PI) PERAN MEDIA : 1) Melalui surat kabar terdapat pendidikan politik, sebab melalui surat kabar tersebut ternyata dimuat isu-isu mengenai masalah politik yang sedang berkembang sehingga secara tidak langsung melalui surat kabar tersebut telah memberikan pendidikan politik kepada masyarakat Indonesia. 2) Melalui Surat kabar/ majalah mempunyai fungsi sosial dasar yaitu memperluas pengetahuan bagi para pembacanya dan dapat membentuk pendapat (opini) umum. 3) Pendidikan sosial politik dapat disalurkan melalui tulisan-tulisan di surat kabar dan media masa sehingga menumbuhkan pemikiran dan pandangan kritis pembaca yang dapat membangkitkan kesadaran bersama bagi bangsa Indonesia. 4) Surat kabar merupakan media komunikasi cetak yang paling potensial untuk memuat berita, wawasan dan polemik (tukar pikiran melalui surat kabar), bahkan ide dan pemikiran secara struktural dapat dikomunikasikan kepada masyarakat luas. 5) Meskipun pada masa itu ruang gerak pers dibatasi dan dikontrol ketat oleh pemerintah kolonial. Tetapi melalui surat kabar tersebut sebagai sarana untuk menyampaikan segala sesuatu yang dikehendaki dan diprogramkan oleh pemerintah sehingga sedapat

mungkin bisa diinformasikan kepada masyarakat luar. Dimana pemberitahuannya lebih memihak pada pemerintah kolonial Hindia Belanda.

B. LATAR BELAKANG PEMBENTUKAN ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL


FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN BANGSA INDONESIA MELAWAN PENJAJAH : 1. Perjuangan bersifat kedaerahan. 2. Perlawanan tidak dilakukan secara serentak. 3. Masih tergantung pimpinan (jika pemimpin tertangkap, perlawanan terhenti). 4. Kalah dalam persenjataan. 5. Belanda menerapkan politik adu domba (devide et impera). Pergerakan nasional setelah tahun 1908 mempunyai ciri-ciri : 1. Pergerakan bersifat kebangsaan (nasional). 2. Pergerakan menggunakan sistem organisasi yang modern dan demokratis, serta tidak erpusat pada pimpinan. 3. Pergerakan didirikan oleh kaum terpelajar yang memiliki pandangan luas dan jauh ke depan. 4. Bentuk perjuangan tidak bersifat fisik, melainkan gerak sosial, ekonomi, dan pendidikan. Pergerakan nasional Indonesia disebabkan oleh faktor dari dalam negeri maupun dari luar negeri. 1. Faktor dari dalam negeri Faktor-faktor yang mendorong pergerakan nasional yang muncul dari bangsa sendiri di antaranya adalah: a. penderitaan yang berkepanjangan, b. lahirnya golongan cendikiawan, dan c. kenangan kejayaan masa lampau yang pernah dialami bangsa Indonesia pada zaman Sriwijaya dan Majapahit. 2. Faktor dari luar negeri Faktor yang berpengaruh terhadap munculnya pergerakan nasional Indonesia yang berasal dari luar negeri adalah: a. kemenangan Jepang atas Rusia 1905, b. kebangkitan nasional negara-negara tetangga seperti India dan Filipina, c. pengaruh masuknya paham-paham baru seperti nasionalisme dan demokrasi.

Peranan wanita
Gerakan wanita pada awalnya diprakarsai oleh R.A. Kartini , diteruskan oleh Dewi Sartika dan Maria Walanda Maramis. Gerakan wanita kemudian berkembang melalui organisasi-organisasi kewanitaan seperti Putri Mardika di Jakarta pada tahun 1922 sebagai bagian dari Budi Utomo yang memiliki program bimbingan pengajaran untuk para gadis, pemberian beasiswa dan menerbitkan majalah sendiri yang dinamakan Putri Mardika. Di Tasikmalaya berdiri organisasi Kautamaan Istri yang menaungi sekolah-sekolah yang didirikan Dewi Sartika. Selain Putri Mardika, berdiri pula organisasi-organisasi bagian dari organisasi yang sudah ada, seperti Aisyiyah sebagai bagian dari Muhammadiyah, dan Sarekat Puteri Islam sebagai bagian dari Sarekat Islam. KONGGRES PEREMPUAN : 1) KONGGRES PEREMPUAN I o Pada tanggal 22-25 Desember tahun 1928 diadakan Kongres Perempuan pertama yang memicarakan masalah persatuan di kalangan wanita, masalah wanita dalam keluarga, poligami dan perceraian. o Hasil terpenting dari kongres ini adalah terbentuknya Perserikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI). 2) KONGGRES PEREMPUAN II o Kongres Perempuan yang kedua pada tahun 1935 dengan pokok bahasan - masalah buruh wanita, - pemberantasan buta huruf dan - semangat kebangsaan. 3) KONGGRES PEREMPUAN III o Kongres Perempuan III berlangsung di Bandung tanggal 2328 Juli 1938 dipimpin oleh Ny. Emma Puradireja, membicarakan hak pilih dan dipilih bagi wanita di badan perwakilan. o Dalam kongres tersebut disetujui RUU tentang perkawinan modern yang disusun oleh Ny. Maria Ulfah, dan disepakati tanggal lahir PPI 22 Desember sebagai Hari Ibu.

PERKEMBANGAN PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA


1. Organisasi pemuda a. Jong Ambon NO 1 2 3 ~5~ PERNYATAAN TAHUN BERDIRI TEMPAT DIDIRIKAN TOKOH PENDIRI : : : : KETERANGAN 9 Mei 1920 Semarang A.J. Patty

NO

PERNYATAAN TOKOH-TOKOH LAIN

: Mr. Laturharhary. Johanes Leimena. :

KETERANGAN

NO 4

PERNYATAAN TOKOH-TOKOH LAIN TUJUAN DIDIRIKAN

: :

KETERANGAN membangun cita-cita Jawa Raya dengan jalan mengembangkan rasa bersatu di antara golongan orang Indonesia di Jawa, Madura, dan Bali untuk mencapai kemakmuran dan kekayaan batin. 1) mengadakan hubungan antara murid-murid sekolah menengah; 2) mempertinggi pengetahuan untuk kebudayaan sendiri; 3) menambah pengetahuan umum dari para anggota; 4) melakukan olahraga.

TUJUAN DIDIRIKAN

tujuan meningkatkan pendidikan untuk orang Ambon


5 Cara yang ditempuh melaksanakan tujuan organisasi

b. Jong Celebes NO PERNYATAAN 1 2 3 4 TAHUNBERDIRI TEMPAT DIDIRIKAN TOKOH PENDIRI TOKOH-TOKOH LAIN TUJUAN DIDIRIKAN

: : : : : 7 Maret 1915

KETERANGAN

Satiman Wirjosandjojo
Menyatukan pemuda sulawesi dalam satu organisasi untuk melawan pejajahan e. Jong Sumateranen Bond NO PERNYATAAN 1 TAHUN BERDIRI 2 TEMPAT DIDIRIKAN 3 TOKOH PENDIRI

c.

Jong Minahasa NO PERNYATAAN 1 TAHUN BERDIRI

: : : :

: :

KETERANGAN 1912 Rukun Minahasa 24 April 1919 Jong Minahasa Jakarta Sam ( Samuel ) Ratulangie 1) Sam ( Samuel )Ratulangie dan 2) Dr. Tumbelaka. Menyatukan pemuda pelajar yang berasal dari Sulawesi untuk menghadapi penjajanan 4 TUJUAN DIDIRIKAN :

KETERANGAN 9 Desember 1917 Jakarta para pemuda Sumatera yang sedang belajar di Jakarta R. Sam ( Ketua ) 1) Mohammad Hatta dan 2) Muhammad Yamin. 3) Sutan Syahrir 1) Mempererat ikatan antarpemuda pelajar Sumatera. 2) Membangkitkan perhatian para anggota dan yang lain untuk menghargai adat istiadat, seni, bahasa, kerajinan, pertanian, dan sejarah Sumatera.

TOKOH-TOKOH LAIN

2 3

TEMPAT DIDIRIKAN TOKOH PENDIRI TOKOH-TOKOH LAIN

: :

TUJUAN DIDIRIKAN

d. Jong Java NO PERNYATAAN 1 TAHUN BERDIRI 2 TEMPAT DIDIRIKAN 3 TOKOH PENDIRI

: : : :

KETERANGAN 1917 Jakarta Dr. Satiman Wirjosandjojo ~6~

2.

Organisasi kedaerahan a. Tri Koro Dharmo NO PERNYATAAN 1 TAHUN BERDIRI 2 TEMPAT DIDIRIKAN 3 TOKOH PENDIRI

4 : : : : KETERANGAN 7 Maret 1915 Jakarta 1) Dr. R. Satiman Wiryosanjoyo, 2) Kadarman 3) Sunardi : Tri Koro Dharmo (Tiga Tujuan Mulia) : 1) Mengadakan hubungan antara para pelajar Pribumi yang belajar di sekolahsekolah tinggi dan menengah, dan juga di kursus-kursus pendidikan lanjut dan vak. 2) Membangkitkan dan meningkatkan minat terhadap kesenian dan bahasa Nasional. 3) Memajukan pengetahuan umum para anggota."

TUJUAN DIDIRIKAN

Menggalang persatuan pemuda dari Madura unutk menghadapi penjajahan

TOKOH-TOKOH LAIN TUJUAN DIDIRIKAN

d. Perkumpulan kaum Betawi NO PERNYATAAN 1 TAHUN BERDIRI 2 TEMPAT DIDIRIKAN 3 TOKOH PENDIRI TOKOH-TOKOH LAIN TUJUAN DIDIRIKAN

: : : :

KETERANGAN 1927 Jakarta Mohammad Husni Tamrin -

memajukan perniagaan, pertukangan, dan pendidikan.

3.

Organisasi keagamaan a. Jong Islamiten Bond NO PERNYATAAN 1 TAHUNBERDIRI 2 3 TEMPAT DIDIRIKAN 4 TOKOH PENDIRI TOKOH-TOKOH LAIN

: : : :

KETERANGAN

1 Januari 1925
-

b. Sarekat Pasundan NO PERNYATAAN 1 TAHUNBERDIRI 2 TEMPAT DIDIRIKAN 3 TOKOH PENDIRI 4 TOKOH-TOKOH LAIN

: : : :

KETERANGAN 1914 Jakarta Otto Iskandardinata

Raden Sam ( Ketua ) Haji Agus Salim.

TUJUAN DIDIRIKAN

mempererat persatuan di kalangan pemuda muslim.

: Untuk melindungi dan memajukan adat istiadat di tanah Pasundan, mempertinggi kecerdasan, kesopanan, dan kemasyarakatan suku Sunda.

TUJUAN DIDIRIKAN

c.

Perserikatan Madura NO PERNYATAAN 1 2 3 TAHUNBERDIRI TEMPAT DIDIRIKAN TOKOH PENDIRI TOKOH-TOKOH LAIN

b. Muda Kristen Jawi NO PERNYATAAN 1 TAHUNBERDIRI 2 TEMPAT DIDIRIKAN 3 TOKOH PENDIRI c. TOKOH-TOKOH LAIN

: : : :

KETERANGAN 1920 Pemuda Kristen di Jawa -

: : : : 1920 Surabaya. Zaenal -

KETERANGAN

4 TUJUAN DIDIRIKAN Muhammadiyah NO PERNYATAAN 1 TAHUNBERDIRI

: : KETERANGAN 18 November 1912

~7~

NO 2 3

PERNYATAAN TEMPAT DIDIRIKAN TOKOH PENDIRI TOKOH-TOKOH LAIN TUJUAN DIDIRIKAN

: : :

KETERANGAN Yogyakarta K.H. Ahmad Dahlan -

TOKOH-TOKOH LAIN

1) mengembalikan ajaran Islam sesuai dengan Alquran dan Sunnah, 2) memberantas kebiasaan kebiasaan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. 1) mendirikan sekolah-sekolah (bukan pondok atau pesantren); 2) mendirikan rumah-rumah sakit dengan nama Pertolongan Kesengsaraan Umum (PKU); 3) mendirikan rumah yatim piatu; 4) mendirikan perkumpulan kepanduan, Hisbul Wathon (HW).

TUJUAN DIDIRIKAN

CARA MEREALISASI TUJUAN

1) Raden Tumenggung Aryo Tirtokusumo (Bupati Karanganyar) 2) Mas Ngabei Dwidjosewojo 3) Raden Sostrosugondo 4) Raden Mas Panji Gondoatmodjo 5) Raden Mas Arjo Surdiputro, 6) R.M. Panji Gondosumarjo, 7) R. Djojosubroto, 8) Tjipto Mangunkusumo. 1) Mengupayakan hubungan kekeluargaan atas segenap bangsa Bumi Putera, 2) Mengadakan perbaikan pelajaran di sekolahsekolah, 3) Mendirikan badan wakaf yang akan mengumpulkan dana untuk kepentingan belanja anak-anak sekolah, dan 4) Memajukan kebudayaan dan menjunjung tinggi cita-cita kemanusiaan dalam upaya mencapai kehidupan yang layak.

d. Nahdlatul Ulama (NU) NO PERNYATAAN 1 2 3 TAHUNBERDIRI TEMPAT DIDIRIKAN TOKOH PENDIRI 4

: : : :

KETERANGAN 31 Januari 1926 Surabaya 1) KH Hasyim Asyari 2) KH Wahab Hasbullah. -

b. Sarekat Islam NO PERNYATAAN 1 TAHUNBERDIRI 2 TEMPAT DIDIRIKAN 3 TOKOH PENDIRI TOKOH-TOKOH LAIN

: : : :

KETERANGAN 1912 Solo H.O.S. Tjokroaminoto 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Agus Salim, Abdul Muis, H.Gunawan, Wondoamiseno, Sastrohandoro, Surjopranoto, Alimin Prawirodirejo, d Haji Samanhudi.

TOKOH-TOKOH LAIN TUJUAN DIDIRIKAN

mencerdaskan umat Islam dan menegakkan syariat agama Islam berdasarkan Mazhab Syafii.

4.

Organisasi di awal pergerakan nasional a. Budi Utomo NO PERNYATAAN 1 TAHUNBERDIRI 2 TEMPAT DIDIRIKAN 3 TOKOH PENDIRI

: : : :

KETERANGAN 20 Mei 1908 Yogyakarta dr. Wahidin Sudirohusodo dan Sutomo 4 TUJUAN DIDIRIKAN : 1) mengembangkan dan meningkatkan kemampuan berdagang, 2) membantu menyelesaikan masalah anggotanya dalam ber dagang, 3) memajukan pendidikan dan segala usaha yang

~8~

NO

PERNYATAAN

KETERANGAN mening katkan kesejahteraan rakyat, 4) memperbaiki pendapat-pendapat yang keliru mengenai ajaran agama Islam, 5) membina anggotanya untuk hidup menurut perintah agama Islam.

NO

PERNYATAAN

: 1) 2) 3) 4) 5)

KETERANGAN Gunawan Mangunkusumo, Mohammad Hatta, Iwa Kusumasumantri, Sastro Mulyono, R.M. Sartono.

4 c. Indische Partij (IP) NO PERNYATAAN 1 TAHUNBERDIRI 2 TEMPAT DIDIRIKAN 3 TOKOH PENDIRI : : : : KETERANGAN 25 Desember 1912 Bandung 1) E.F.E.Douwes Dekker, 2) dr. Tjipto mangunkusumo, 3) Ki Hadjar Dewantara.

TUJUAN DIDIRIKAN

untuk memajukan kepentingan bersama dari orangorang yang berasal dari Indonesia di Negeri Belanda.

a.

Partai Komunis Indonesia (PKI) Indische Social Democratiesche Vereeniging (ISDV) NO PERNYATAAN : KETERANGAN 1 TAHUN BERDIRI : 1914 ISDV 20 Mei 1920 Partai Komunis Hindia 16 Desember 1926 PKI Semarang 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) : H.W. Deker P. Bergsma Alimin Semaun ( Ketua ) Darsono Sardjono Sugono

TOKOH-TOKOH LAIN TUJUAN DIDIRIKAN

1) 2)

3) 4) 5) 6) 7)

meningkatkan jiwa integrasi semua golongan; menghapuskan perbedaan tingkat sosial masyarakat, baik dalam pemerintahan maupun dalam kehidupan sehari-hari; menghapuskan rasialisme; mempertebal kecintaan masyarakat terhadap cita-cita Indonesia; memperbaiki keadaan ekonomi bangsa Indonesia, terutama memperkuat masyarakat yang ekonominya lemah; mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

2 3

TEMPAT DIDIRIKAN TOKOH PENDIRI TOKOH-TOKOH LAIN

: :

TUJUAN DIDIRIKAN

Mendirikan Negara komunis di Indonesia

5.

Masa Radikal (Tahun 1920 1927-an) a. Perhimpunan Indonesia (PI) NO PERNYATAAN 1 TAHUNBERDIRI 2 3 TEMPAT DIDIRIKAN TOKOH PENDIRI TOKOH-TOKOH LAIN

: : : :

KETERANGAN 1908 Indische Vereeniging Januari 1924 Indonesische Vereeniging Belanda 1) Sultan Kesayangan 2) R.N. Noto Suroto ~9~

b. Partai Nasional Indonesia (PNI) NO PERNYATAAN : KETERANGAN 1 TAHUNBERDIRI : 14 Juli 1927. 2 TEMPAT : Bandung DIDIRIKAN 3 : 1) Ir. Sukarno TOKOH PENDIRI 1) Dr. Tjipto Mangunkusumo, 2) Ir. Anwari, TOKOH-

NO

PERNYATAAN TOKOH LAIN

: 3) 4) 5) 6) 7)

KETERANGAN Mr. Sartono, Mr. Iskaq Tjokrohadisuryo, Mr. Sunaryo, Mr. Budiarto, dan Dr. Samsi.

NO 3

PERNYATAAN TOKOH PENDIRI TOKOH-TOKOH LAIN

: :

KETERANGAN Moh. Hatta dan Sutan Syahrir 1) Soekemi, 2) Djohan Sjahroezah, 3) Bondan, 4) Baurhanuddin, 5) Murwoto Soeka, 6) Hamdani, 7) Wangsawidjaja, 8) Basri, 9) Atmadipura, 10) Oesman, 11) Setiarata, 12) Kartawikanta, 13) Tisno, 14) Wagiman, 15) Karwani pendidikan kader dan massa untuk meningkatkan semangat kebangsaan dalam perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia

TUJUAN DIDIRIKAN

1) mencapai Indonesia merdeka; 2) berjuang dengan kekuatan sendiri; 3) bersikap non-kooperatif

b.

Masa Moderat (Tahun 1930-an) Sejak tahun 1930 organisasi-organisasi pergerakan Indonesia mengubah taktik perjuangannya, mereka menggunakan taktik kooperatif (bersedia bekerja sama) dengan pemerintah Hindia Belanda. Sebab-sebab perubahan taktik ini antara lain disebabkan: a. Terjadinya krisis malaise yang melanda dunia. b. Sikap pemerintah kolonial makin tegas dan keras terhadap partai-partai yang ada sebagai dampak PKI yang gagal memberontak. ORGANISASI POLITIK : a. Partindo 1931 NO PERNYATAAN 1 TAHUN BERDIRI 2 TEMPAT DIDIRIKAN 3 TOKOH PENDIRI 4 TOKOH-TOKOH LAIN : c. : : : : KETERANGAN 1931

TUJUAN DIDIRIKAN

Mr. Sartono 1) 2) 3) mencapai Indonesia merdeka; berjuang dengan kekuatan sendiri; bersikap non-kooperatif

Partai Indonesia Raya (Parindra) NO PERNYATAAN 1 TAHUN BERDIRI 2 TEMPAT DIDIRIKAN 3 TOKOH PENDIRI TOKOH-TOKOH LAIN 4

: : : :

TUJUAN DIDIRIKAN

TUJUAN DIDIRIKAN

KETERANGAN 25 Desember 1935 Solo/Surakarta dr. Sutomo, 1) Muhammad Husni Thamrin, 2) Wuryaningrat, 3) Sukardjo Wiryopranoto. untuk mencapai Indonesia mulia dan sempurna, dengan dasar nasionalisme Indonesia. 1) 2) 3) 4) Membentuk usaha rukun tani. Mendirikan organisasi rukun tani. Membentuk serikat pekerja. Menganjurkan rakyat agar menggunakan barang-barang 5) produk sendiri dan lain-lain.

b. PNI Baru 1931 NO PERNYATAAN 1 TAHUNBERDIRI 2 TEMPAT DIDIRIKAN

CARA YANG DITEMPUH MEWUJUDKAN TUJUAN ORGANISASI : : : KETERANGAN 1931 Jogjakarta ~ 10 ~

d. Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) NO PERNYATAAN : 1 TAHUN BERDIRI : 2 TEMPAT DIDIRIKAN : 3 TOKOH PENDIRI : TOKOH-TOKOH LAIN

KETERANGAN 24 Mei 1937 Jakarta H. Thamrin 1) 2) 3) 4) 5) Drs. A. K. Gani, Mr. Sartono, Mr. Muh. Yamin, Mr. Wilopo, Mr. Amir Syarifuddin.

TUJUAN DIDIRIKAN

mencapai Indonesia merdeka serta memperkokoh ekonomi Indonesia.

Kesatuan nasional mengesampingkan perbedaan dan membentuk aksi melawan Belanda serta menciptakan Negara kebangsaan Indonesia yang merdeka dan bersatu. 2) Solidaritas yang disebabkan adanya pertentang kepentingan di antara penjajah dan terjajah serta tajamnya konflik diantara kulit putih dan sawo matang. 3) Non kooperasi yaitu kemerdekaan bukan hadiah Belanda, tetapi harus direbut dengan mengandalkan kekuatan sendiri 4) Swadaya mengandalkan kekuatan sendiri dengan mengembangkan struktur alternative dalam kehidupan nasional, politik, social, ekonomi, dan hokum yang sejajar dengan administrasi colonial. Manifesto politik di atas menggambarkan tujuan yang hendak dicapai bangsa Indonesia dan cara-cara untuk mencapai tujuan. Tujuan bangsa Indonesia sudah jelas, yaitu kemerdekaan bangsa dan tanah air.Kemerdekaan bangsa Indonesia harus dicapai dengan persatuan dan melalui usaha sendiri serta aksi massa yang sadar. SUMPAH PEMUDA 1928 Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta), Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan". Berikut ini adalah bunyi "Sumpah Pemuda" sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda. Penulisan menggunakan EJAAN VAN OPHUYSEN. o Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. o Kedoea: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. o Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia. Rumusan Kongres Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), yang kemudian Soegondo membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.

1)

e.

Gabungan Politik Indonesia (Gapi) NO PERNYATAAN : 1 2 3 TAHUN BERDIRI TEMPAT DIDIRIKAN TOKOH PENDIRI TOKOH-TOKOH LAIN : : : 21 Mei 1939 Jakarta -

KETERANGAN

1) Abikusno Tjokrosuyoso 2) Muhammad Husni Thamrin 3) Mr. Amir Syarifuddin dari Gerindo : untuk menyusun suatu rencana pemberian kepada Indonesia suatu pemerintah yang berdiri sendiri.

TUJUAN DIDIRIKAN

PERAN MANIFESTO POLITIK 1925, KONGRES PEMUDA 1928, DAN KONGRES PEREMPUAN PERTAMA MANIFESTO POLITIK 1925 Manifesto Politik adalah suatu pernyataan terbuka tentang tujuan dan pandangan seseorang atau suatu kelompok terhadap negara. Konsep manifesto politik Perhimpunan Indonesia sebenarnya telah dimunculkan dalam Majalah Hindia Poetra edisi Maret 1923, akan tetapi Perhimpunan Indonesia baru menyampaikan manifesto politiknya secara tegas pada awal tahun 1925 yang kemudian dikenal sebagai Manifesto Politik 1925 antara lain berisi : 1. Rakyat Indonesia sewajarnya diperintah oleh pemerintah yang dipilih mereka sendiri. 2. Dalam memperjuangkan pemerintahan sendiri itu tidak diperlukan bantuan dari pihak manapun. 3. Tanpa persatuan kokojh dari berbagai unsur rakyat tujuan perjuangan itu sulit dicapai. Manifesto politik 1925 mengandung 4 pokok pikiran : ~ 11 ~