Anda di halaman 1dari 36

PANDUAN PROGRAM PENGENALAN KLINIK

BLOK KESEHATAN JIWA

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA 2012

PPK Blok Kesehatan Jiwa

PPK Blok Kesehatan Jiwa

Pengantar Bismillahirrohmanirrohim
Ilmu Kedokteran Jiwa merupakan bagian dari kurikulum pendidikan kedokteran berbasis kompetensi (KBK). Pada kurikulum berbasis kompetensi FK UII Blok Kesehatan Jiwa diberikan pada semester V dan termasuk dalam tahap sarjana kedokteran !ang berlangsung selama " minggu e#ekti# ($ minggu dengan minggu ujian). Blok Kesehatan Jiwa mempelajari konsep kesehatan jiwa !ang merupakan bagian dari kesehatan manusia se%ara holistik. Perkembangan kejiwaan dari masa kanak&kanak remaja sampai dengan dewasa beserta #aktor&#aktor !ang mempengaruhin!a juga dipelajari. Psikodinamika dan mekanisme adaptasi merupakan bagian dari proses terjadin!a gangguan jiwa !ang #ungsional sedangkan kelainan sistem sara# pusat dan kelainan sistemik dapat menjadi pen!ebab gangguan jiwa !ang bersi#at organik. 'alam blok kesehatan jiwa ini mahasiswa diharapkan mempun!ai pengetahuan dan keterampilan medik !ang komprehensi# dalam penatalaksanaan gangguan kesehatan jiwa baik se%ara indi(idual maupun dalam tingkat komunitas)mas!arakat serta dapat mengaplikasikan nilai&nilai Islam dalam men%egah dan menangani gangguan kesehatan jiwa. Kegiatan belajar untuk mahasiswa terdiri dari Kuliah pakar diskusi tutorial ketrampilan medik dan program pengenalan klinik) komunitas (PPK). *ujuan Program Pengenalan Klinik Blok Kesehatan Jiwa adalah + , . -elakukan orientasi kondisi tempat pela!anan kesehatan jenis pela!anan kesehatan dan tenaga kesehatan terkait dengan gangguan jiwa. -empelajari kasus gangguan psikosomatik dan gangguan kejiwaan lainn!a di puskesmas dan rumah sakit.

'alam kegiatan PPK Blok Kesehatan Jiwa ini mahasiswa diterjunkan ke Puskesmas dan /umah 0akit untuk mempelajari kasus gangguan jiwa.
T ! Pen"#$#n B%&'

PPK Blok Kesehatan Jiwa

T#(#an Keg atan


0etelah melaksanakan kegiatan PPK mahasiswa diharapkan dapat ,. -ahasiswa dapat membedakan gangguan jiwa psikotik dan gangguan jiwa non psikotik .. -ahasiswa dapat membuat diagnosis gangguan jiwa 1. -ahasiwa dapat menerapkan konsep kedokteran keluarga terkait kasus gangguan psikosomatik dan gangguan jiwa lainn!a ". -ahasiswa dapat memba%a dan menelaah jurnal sesuai kaidah pemba%aan jurnal.

T#(#an Be%a(ar
2dapun tujuan belajar PPK Blok Kesehatan Jiwa adalah+ 1. -enerapkan konsep kedokteran keluarga terkait kasus psikosomatik dan gangguan jiwa lainn!a 2. -elakukan anamnesis untuk menggali gejala gangguan jiwa 3. -enginterpretasikan dan membuat '' gangguan jiwa dari kasus !ang ditemukan 4. -embuat status psikiatri 5. -en%ari jurnal !ang sesuai kasus !ang didapat memba%a dan menelaah jurnal sesuai kaidah pemba%aan jurnal.

Tugas Dan Kewajiban Mahasiswa


'alam kegiatan PPK ini mahasiswa ditugaskan untuk mempelajari kasus gangguan jiwa baik psikotik dan nonpsikotik !ang ditemukan di /umah 0akit dan Puskesmas se%ara berkelompok. -ahasiswa melakukan anamnesis pemeriksaan dan kunjungan rumah dan melaporkan kasus !ang ditemukan sesuai #ormat !ang telah ditentukan. 0elanjutn!a mahasiswa men%ari jurnal !ang sesuai dengan kasus !ang didapat memba%a dan menelaah jurnal sesuai kaidah pemba%aan jurnal.

Peranan P#$'e$!a$ )an R#!a* Sa' t


Peranan puskesmas rumah sakit dan dokter pembimbing lapangan) 'P3 adalah sebagai berikut + ,. 0ebagai tempat kegiatan belajar lapangan mahasiswa .. 0ebagai sumber data dan in#ormasi kegiatan 1. 0ebagai pendamping kegiatan mahasiswa di lapangan ". 0ebagai Pembimbing materi di lapangan

Penilaian Terhadap Mahasiswa (Assessment)


Penilaian terhadap mahasiswa meliputi+ ,. .. 1. Penilaian laporan kasus (kelompok) Penilaian jurnal (kelompok) Penilaian presentasi laporan kasus dan presentasi jurnal (indi(idu)

Te!+at Keg atan


Puskesmas dan /umah 0akit !ang dipergunakan dalam Program Pengenalan Klinik ini adalah+ ,. .. 1. ". $. /0 4hrasia Pakem 0leman 5og!akarta /0 Jiwa Pro#. 'r. 0oerojo -agelang Puskesmas 6gluwar -agelang Puskesmas 0alam -agelang Puskesmas 0rumbung -agelang

PPK Blok Kesehatan Jiwa

7. 8. 9. :. ,;. ,,. ,..

Puskesmas -untilan , -agelang Puskesmas -ungkid -agelang Puskesmas -erto!udan , -agelang Puskesmas -erto!udan . -agelang Puskesmas 0alaman , -agelang Puskesmas 0e%ang , -agelang Puskesmas *empuran -agelang

Wa't# Keg atan


Kegiatan PPK dilaksanakan pada minggu ketiga Blok Kesehatan Jiwa !aitu tanggal ,. 6o(ember .;,. dan ,1 6o(ember .;,.. Jadwal waktu pelaksanaan dan pembagian kelompok. Tangga% ,. 6o(ember .;,. Te!+at /umah 0akit Puskesmas ,1 6o(ember .;,, /umah 0akit Puskesmas Ke%&!+&' Kelp , < ,; Kelp ,, < .; Kelp ,, < .; Kelp ,&,;

Te'n $ Pe%a'$anaan
1. 0atu kelompok besar akan dikirim ke Puskesmas dan /0. 2. 'i Puskesmas dan /umah 0akit satu kelompok tutorial dibagi menjadi kelompok < kelompok ke%il !ang terdiri dari 1 < " mahasiswa. -ahasiswa mendapatkan brie#ing dari 'P3 ('osen Pembimbing 3apangan) mengenai Kasus gangguan jiwa epidemiologi gangguan jiwa serta program Puskesmas terkait dengan masalah kesehatan jiwa (Puskesmas) Visi dan -isi /umah 0akit pela!anan !ang dilaksanakan untuk mendukung kesehatan jiwa gambaran kasus gangguan jiwa !ang ditangani /0 terapi !ang dilaksanakan di /0 untuk menangani pasien gangguan jiwa dll.

3. 0etiap kelompok ke%il mengambil satu kasus gangguan jiwa psikotik di /umah 0akit dengan persetujuan dan bimbingan dari dosen pembimbing lapangan. -ahasiswa melakukan anamnesis memperoleh data&data pasien riwa!at pen!akit dan untuk menggali gejala) pemeriksaan psikiatri melakukan pemeriksaan #isik !ang menunjang dan kunjungan rumah. 3aporan disusun sesuai #ormat !ang telah ditentukan. 4. 0etiap kelompok ke%il mengambil satu kasus gangguan jiwa non psikotik di Puskesmas dengan bimbingan dosen pembimbing lapangan. -ahasiswa melakukan anamnesis memperoleh data&data pasien riwa!at pen!akit dan menggali gejala) pemeriksaan psikiatri melakukan pemeriksaan #isik !ang menunjang dan kunjungan rumah. 3aporan disusun sesuai #ormat !ang telah ditentukan dan dilengkapi dengan jurnal !ang sesuai. 5. 0etiap kelompok men%ari jurnal sesuai kasus !ang didapat di /umah 0akit dan Puskesmas memba%a dan menelaah jurnal dan membuat laporan sesuai #ormat !ang telah ditentukan.

PPK Blok Kesehatan Jiwa

La+&ran
,. Pada akhir kegiatan $et a+ 'e%&!+&' 'e, % mahasiswa membuat laporan + a. b. .. 1. ". $. 7. 8. 3aporan kasus pasien /umah 0akit 3aporan kasus pasien Puskesmas

0etiap kelompok ke%il men%ari jurnal !ang sesuai dengan kasus !ang didapat di Puskesmas dan rumah sakit dan men!usun laporan journal reading sebagai tugas kelompok. 'a#tar pustaka minimal 1 textbook 1&" jurnal 3aporan diketik dengan spasi , $ kertas =V0 ukuran 2" ) 8; gram dengan huru# 2rial ,, pt 0ampul laporan PPK berupa mika berwarna hijau untuk kasus /umah 0akit dan kuning untuk kasus Puskesmas 3aporan dikumpulkan paling lambat tanggal ,: 6o(ember .;,. ke tutor masing&masing. Kasus dipresentasikan pada tanggal .. dan .1 6o(ember .;,..

PPK Blok Kesehatan Jiwa

PPK Blok Kesehatan Jiwa

F&r!at La+&ran PPK P#$'e$!a$

BAB I
BERKAS KESEHATAN KELUARGA A- IDENTITAS 6ama Umur Jenis Kelamin 2gama 0uku Bangsa Pendidikan Pekerjaan 2lamat 3engkap + 2> + .$ *ahun + 3aki&3aki + Islam + Jawa + 0' + Petani + Brangkali 6gluwar -agelang

PROFIL KELUARGA
6 o 6ama Umur Pend Perkerjaan =ub Kelg 0tatus perkawinan Ket. Kesehatan

, . 1 " $ 7 8 9

Jadal Parni 2hmad 2>

8$ $; 1" .$

0' 0' 0' 0'

Petani 'agang Kerja pro!ek Petani

2!ah Ibu 2nak I 2nak II

-enikah -enikah 3ajang 3ajang

0ehat 0ehat 0ehat 4angguan Jiwa

GENOGRAM

PPK Blok Kesehatan Jiwa

B- DENAH RUMAH DARI PUSKESMAS

.- EKONOMI KELUARGA ,. .. 1. ". /umah (permanen semi darurat temlan) Barang mewah (*V Video 2? Kulkas 0etrika listrik dll) 'a!a 3istrik 3ain&lain Penghasilan keluarga perbulan Pengeluaran keluarga perbulan Permanen *V /adio Batre *idak diketahui /p 7$.;;; < /p 8;.;;;)hari

D- PERILAKU KESEHATAN KELUARGA ,. .. 1. ". Pela!anan promoti# dan pre(enti# ba!i dan balita Pembinaan kesehatan anggota keluarga lainn!a Pela!anan pengobatan Jaminan kesehatan E- POLA MAKAN KELUARGA Ba!i Balita 2nak 'ewasa Usia 3anjut / / / *eratur 1 kali sehari dengan lauk pauk seadan!a *eratur 1 kali sehari dengan lauk pauk seadan!a Imunisasi 3engkap Pen!uluhan tentang Kesehatan Pengobatan 4ratis Jamkesmas

PPK Blok Kesehatan Jiwa

F- AKTIVITAS KELUARGA 0 PENGISIAN WAKTU LUANG ,. .. 2kti(itas Fisik 2kti(itas -ental -embuat dan jualan tempe pergi ke sawah 0holat berjamaah di masjid dan pengajian G- LINGKUNGAN ,. .. 1. 0osial /umah asal 0osial tempat kerja Fisik rumah asal & & & & & luas bangunan (entilasi dan %aha!a limbah dan jamban tempat bermain sumber air bersih 0umur Kurang =ubungan dengan tetangga baik dan akur =ubungan dengan rekan kerja baik

H- RIWA1AT PEN1AKIT KELUARGA *idak ada riwa!at pen!akit '- maupun hipertensi maupun pen!akit turunan lainn!a. IN& , DAFTAR PERMASALAHAN DALAM KELUARGA Jen $ +er!a$a%a*an 2> mengidap gangguan jiwa Wa't# ter(a) n"a 'ari kelas " 0' Ren,ana +enata%a'$anaan 'isarankan dibawa ke /0J ataupun kontrol ke puskesmas dengan teratur dan minum obat dengan . 0tatus ekonomi kurang dari 1 %ukup *idak akur dengan saudara " 2nak I tidak pengertian dengan orang tua 'ari awal berumah tangga 'ari awal berumah tangga 0ejak anak I mulai bekerja teratur. 'iberi edukasi tentang pengembangan usaha 'iberi pengertian agar masalah dengan keluarga segera diselsaikan 'iberi penegrtian agar anak lebih pengertian A perhatian terhadap orang tua @konomi keluarga membaik =ubungan keluarga membaik =ubungan orang tua dan anak I membaik $a$aran 0embuh

10

PPK Blok Kesehatan Jiwa

J- DIAGNOSIS KELUARGA Permasalahan ekonomi keluarga dan kesehatan jiwa

K- PENATALAKSANAAN KELUARGA

'isarankan dibawa ke /0J ataupun kontrol ke puskesmas dengan teratur dan minum obat dengan teratur. 'iberi edukasi tentang pengembangan usaha 'iberi pengertian agar masalah dengan keluarga segera diselsaikan 'iberi penegrtian agar anak lebih pengertian A perhatian terhadap orang tua

L- PROGNOSIS Buruk

M- MEDIKAMENTOSA DAN0 ATAU TINDAKAN N& , Jen $ +er!a$a%a*an 2> mengidap gangguan jiwa Wa't# ter(a) n"a 'ari kelas " 0' Ren,ana +enata%a'$anaan 'isarankan dibawa ke /0J ataupun kontrol ke puskesmas dengan teratur dan minum obat . 0tatus ekonomi kurang dari 1 %ukup *idak akur dengan 'ari awal berumah tangga 'ari awal berumah dengan teratur. 'iberi edukasi tentang pengembangan usaha 'iberi pengertian agar masalah @konomi keluarga membaik =ubungan keluarga Belum dilaksanakan Belum dilaksanakan $a$aran 0embuh Ha$ % Belum dilaksanakan Ket

PPK Blok Kesehatan Jiwa

11

saudara

tangga

dengan keluarga segera diselsaikan 'iberi penegrtian agar anak lebih pengertian A perhatian terhadap orang tua

membaik

"

2nak I tidak pengertian dengan orang tua

0ejak anak I mulai bekerja

=ubungan orang tua dan anak I membaik

Belum dilaksanakan

.atatan2 (kesan mahasiswa terhadap penerimaan keluarga) Keluarga pasien baik ramah tapi kurang terbuka dengan kami.

BERKAS KESEHATAN PASIEN IDENTITAS 6ama Umur Jenis kelamin 2gama 0uku bangsa Pendidikan Pekerjaan 0tatus perkawinan Pasien datang sendiri )rujukan >aktu kunjungan awal AW 23 Ta*#n La' /La' I$%a! Ja4a SD Petan La(ang Datang $en) r Saat +a$ en 'e%a$ 5 SD

12

PPK Blok Kesehatan Jiwa

2lamat

Brang'a% 6 Ng%#4ar6 Mage%ang

RIWA1AT PEN1AKIT Keluhan utama /iwa!at pen!akit sekarang

N"er 'e+a%a Keluhan dirasakan sejak lama lebih dari seminggu bahkan dari kelas " 0' pasien sudah mengeluhkan keluhan tersebut. 6!eri kepala dirasa seperti berden!ut dan terus menerus dan terasa diseluruh bagian kepala. Keluhan disertai dengan demam. Pasien juga merasa mual dan ingin muntah serta n!eri diseluruh bagian perut selain itu pasien juga me!akini sudah sejak lama menderita darah tinggi. Jika ada !ang membuatn!a marah atau tersinggung keluhan akan mun%ul dan memberat. 2pabila keluhan kambuh pasien meminum obat dari warung dan merasa sembuh. 0elama keluhan pasien juga merasa bingung. 0elain itu pasien merasa ada !ang membisiki pasien !ang men!uruhn!a untuk mengakhiri hidupn!a. Kemudian pasien juga mengaku sering diawasi oleh seorang laki&laki tinggi besar !ang akan berbuat jahat padan!a dan orang tersebut merupakan BpeliharanB dari saudara a!ahn!a !ang sengaja dikirim untuk mengawasin!a sehingga pasien merasa seperti dikejar&kejar tiap waktu !ang akhirn!a menimbulkan rasa takut dan mengakibatkan pasien sulit tidur. Pasien juga mengaku sering men%ium bau !ang aneh seperti bau bunga selepas pulang pengajian padahal tidak ada bunga didaerah tersebut dan juga men%ium bau ketela !ang gosong. *erkadang selam bekerja pasien juga sering melihat kera padahal kata pasien han!a melihat pohon. Pasien merasa diseluruh badann!a ada !ang menusuk&nusuk dengan jarum. Pasien ber%erita bahwa isi pikirann!a dapat diketahui oleh orang lain pernah juga seperti ditarik keluar maupun seperti ada !ang memerintahkan pasien untuk melakukan sesuatu. Pasien merasa minder)rendah diri di depan orang lain. Pasien juga sering diejek oleh tetangga maupun kakakn!a sendiri bahkanpasien pernah dipukuli oleh teman&temann!a. 'ulu ketika masih sekolah pasien mengalami masalah akademik !aitu tidak mampu mengikuti pelajaran !ang ada

PPK Blok Kesehatan Jiwa

13

sehingga nilainn!a tidak men%ukupi untuk naik kelas dan akhirn!a lama kelamaan pasien tidak kuat lagi untuk melanjutkan sekolah. -enurut ibu pasien pasien pernah dibawa ke rumah sakit jiwa -agelang tapi karena keterbatasan bia!a pasien akhirn!a dibawa pulang dan dirawat jalan di puskesmas 6gluwar. 'an selama ini obat untuk mengurangi keluhan psikis diminum se%ara teratur dan /iwa!at pen!akit dahulu pasien juga rajin datang ke pusakesmas untuk kontrol. Pernah mengalami keluhan serupa dari kelas " 0' !ang sebelumn!a keluhann!a diawali dari keluhan demam hingga kejang dan tidak bisa jalan sehingga harus mondok di rumah sakit. Ibu pasien mengaku saat itu pasien didiagnosis /iwa!at pen!akit keluarga terkena demam ti#oid. *idak ada keluarga !ang mengalami keluhan serupa. Ibu pasien pernah dirawat di rumah sakit ketika pasien ke%il selama ,bulan karena mengalami sakit pikiran. PEMERIKSAAAN FISIK *inggi badan Berat badan 6adi 6a#as 0uhu *ekanan darah Keadaan umum 0tatus giCi -ata ,$1 %m 7$ kg 91 kali)menit ,8 kali)menit *idak dilakukan ,,;)9; mm=g ?ompos mentis I-*D .8 8 (E(erweight) *idak ada tanda miksedema konjungti(a anemis skelra tidak ikterik iris bulat simetris reaksi pupil terhadap %aha!a -ulut *=* baik -ukosa bibir merah ( tidak terdapat tanda #isura tremor maupun pigmentasi) 3idah bersih #renular kendur dan lentur tonsil tidak

membesar gusi berwarna merah gigi dalam kondisi baik ulserasi mulut (&) membrana mukosa hidung merah muda 3eher Jantung Paru 2bdomen @kstremitas Palpasi arteri radialis P&%a !a'an )an ! n#! A't 7 ta$ !enta% )an 8 $ ' L ng'#ngan $&$ a% telinga tidak berair(daun telinga) *idak terlihat perbesaran kelenjar tiroid *idak dilakukan *idak dilakukan *idak dilakukan Kulit kering akral hangat *eraba reguler kuat *eratur 1&$kali dalam sehari dengan lauk pauk seadan!a Keseharian ke kebun untuk bertani pasien sering sholat berjamaFah di masjid dan mengikuti pengajian se%ara rutin Beberapa teman tentangga dan kakak pasien suka

14

PPK Blok Kesehatan Jiwa

. r 'e+r 9a) an0 '%a$ 8 'a$ +$ ' atr Ha$ % +e!er '$aan +en#n(ang DAFTAR MASALAH PASIEN MASALAH N"er 'e+a%a *erdapat+ =alusinasi auditorik =alusinasi ol#aktori =alusinasi taktil Illusi >aham %uriga >aham kejaran >aham kendali merasa dirin!a sakit hipertensi 0ekarang

mengejek mengu%ilkan dan marah&marah ke pasien *ipe B *idak terdapat pemeriksaan penunjang

SAAT TIMBUL 0ekarang

REN.ANA TINDAKAN 'iberi obat analgetik+ (tolong dlengkapi)

KET-

'isarankan periksa ke rumah sakit jiwa atau kontrol ke puskesmas dan minum obat se%ara teratur. Ebat !ang diberikan+(tolong dilengkapi)

DIAGNOSIS KERJA A'$ $ I A'$ $ II A'$ $ III A'$ $ IV A'$ $ V Pr&gn&$ $ 2 F 20-1: F 53-2 2 F ;0-<: F =0/=> 2 T )a' ) 'eta*# 2 Ma$a%a* +en) ) 'an6 e'&n&! )an +$ '&$&$ a% 2 ?0/=1 2 B#r#'

.atatan T n)a'an0 Peng&9atan0 K&n$e% ng

PPK Blok Kesehatan Jiwa

15

Ma$a%a* N"er 'e+a%a

T n)a'an 'iberi pengobatan n!eri kepala seperti parasetamol sesuai dosis dewasa. & Konseling + Bersikap tenang jangan terlalu memikirkan sakit !ang dirasakan. & Istirahat dan tenangkan pikiran saat menghadapi masalah. & 3ebih terbuka dengan keluarga saat ditimpa masalah.

Ha$ % 6!eri perut berkurang.

'etr 0ebaikn!a obat n!eri jangan selalu diminum saat kambuh agar pasien terhindar dari e#ek samping obat.

Perlu dukungan keluarga dan lingkungan sekitar

S' @&8ren a Paran& ) Gangg#an $&!at&8&r! * +&'&n)r In$tr#'$ Penata%a'$anaan Pa$ en Se%an(#tn"a

16

PPK Blok Kesehatan Jiwa

Le9 * 9a ' +a$ en ) 9a4a 9er&9at 'e r#!a* $a' t ( 4a 'a%a#+#n t )a' )a+at ) %a'#'an *ar#$ ra( n '&ntr&% 'e +#$'e$!a$ )an ra( n ! n#! &9at. +ta'an % ng'#ngan "ang 9a ' #nt#' +a$ en- Jangan ) e(e'6 ) '#, %'an !a#+#n !ara*/!ara* ter*a)a+ +a$ en Se%a%# ) 9er )#'#ngan agar +a$ en t )a' !era$a ! n)er

=al !ang paling penting adalah pasien harus mampu mengendalikan diri agar tidak terlalu memikirkan hal hal !ang dapat memi%u mun%uln!a sakit kepala. Peran keluarga juga harus dilibatkan karena keluarga merupakan salah satu #aktor penting dalam penatalaksanaan penderita hipokondriasis. Erang tua pasien juga harapann!a bisa lebih sabar dalam mendampingi pasien sehingga tujuan !ang akan di%apai segera dapat dirasakan hasiln!a. Peran saudara pasien juga diperlukan untuk menambah dukungan se%ara emosional bagi pasien. BAB II PEMBAHASAN Berdasarkan hasil anamnesis 2> menderita gangguang somato#om hipokondrik (F"$..). =al ini didukung oleh pemeriksaan dokter sebelumn!a bahwa pasien tidak menderita pen!akit !ang dapat men!ebabkan n!eri kepala. Berdasarkan autoanamnesis alloanamnesis kami men!impulkan pasien menderita gangguan somato#om hipokondriasis. =ipokondriasis dide#inisikan sebagai seseorang !ang berokupasi dengan ketakutan atau ke!akinan menderita pen!akit !ang serius. Pasien dengan hipokondriasis memiliki interpretasi !ang tidak realistik maupun akurat terhadap gejala atau sensasi #isik meskipun akurat terhadap gejala atau sensasi #isik meskipun tidak ditemukan pen!ebab medis. Preokupasi pasien menimbulkan penderitaan bagi dirin!a dan mengganggu kemampuann!a untuk ber#ungsi se%ara baik di bidang sosial interpersonal dan pekerjaan (@l(ira dan =adisukanto .;,;). Kriteria diagnostik untuk hipokondriasis ('0-&IV&*/) + ,. Preokupasi dengan ketakutan menderita atau ide bahwa ia menderita suatu pen!akit serius didasarkan pada interpretasi keliru orang tersebut terhadap gejala gejala tubuh. Pasien selau dihantui perasaan ketakutan !ang sangat dalam karena sakitn!a tidak sembuh sembuh pasien merasa n!eri kepala !ang diderita karena dirin!a menderita darah tinggi padahal saat diperiksa dokter tekanan darahn!a normal dan tidak ada kelainan dan saat kami periksa tekanan darah pasien juga dalam kondisi normal. .. Preokukpasi menetap walaupun telah dilakukan pemeriksaan medis !ang tepat dan penentraman.

PPK Blok Kesehatan Jiwa

17

1.

Pasien tetap ingin melakukan pemeriksaan tekanan darah walaupun dokter telah memberitahukan bahwa pasien dalam kondisi normal. Ke!akinan dalam kriteria , tidak memiliki intensitas waham

(seperti gangguan delusional tipesomatik) dan tidak terbatas pada kekhawatiran tentang penampilan (seperti gangguan dismor#ik tubuh). ". Pasien tidak dalam keadaan waham. Preokupasi men!ebabkan penderitaan !ang bermakna se%ara klinis atau gangguan dalam #ungsi sosial pekerjaan atau #ungsi penting lain. 0ejak mengalami keluhan tersebut terjadi pembatasan akti(itas pasien. Pasien tidak dapat beristirahat dengan n!aman pasien juga merasa n!eri kepala !ang dideritan!a mengganggu saat melakukan kegiatan sehari&hari. $. 3aman!a gangguan sekurangn!a 7 bulan. Pasien telah mengalami gejala lebih dari 7 bulan. 4ejala dirasakan saat pasien kelas " 0' dan baru menganggap tekanan darah tinggi saat berumur ,9 tahun. 7. Preokupasi gangguan ke%emasan umum tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan obsesi#kompulsi# gangguan panik

gangguan depresi# berat %emas perpisahan atau gangguan somato#om lainn!a. -enurut PP'4J III untuk diagnosis pasti hipokondria kedua hal ini harus ada + ,. Ke!akinan !ang menetap adan!a sekurang kurangn!a satu pen!akit #isik !ang serius !ang melandasi keluhan < keluhann!a meskipun pemeriksaan !ang berulang&ulang tidak menunjang adan!a alasan #isik !ang memadai ataupun adan!a preokupasi !ang menuju waham. .. Pasien per%a!a bahwa n!eri kepala hebat !ang dialami dikarenakan pen!akit darah tinggi !ang ada dalam dirin!a. *idak mau menerima nasihat dan dukungan penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak ditemukan pen!akit atau abnormalitas #isik !ang mendasari keluhan keluhann!a. Pasien tetap merasa tekanan darahn!a tinggi walaupun sudah berkali kali dilakukan pemeriksaan pada dokter mantri dan kami. @PI'@-IE3E4I Istilah hipokondriasis juga digunakan untuk menunjukkan tidak han!a gangguan independen primer tetapi juga %iri kepribadian atau suatu gejala pada sejumlah gangguan psikiatrik misaln!a depresi dan ke%emasan. 4angguan ini dapat dimulai pada

18

PPK Blok Kesehatan Jiwa

usia berapapun tapi paling sering antara .;&1; tahun. 4angguan ini terjadi sedikit lebih sering pada laki&laki kebalikan dengan gangguan somato#om lain !ang lebih sering terjadi pada wanita. -eskipun gangguan hipokondriasis sering terlihat dalam praktek dokter umum penderitan!a sering menolak rujukan ke la!anan kesehatan mental sehingga jarang ditemukan pada #asilitas psikiatrik. 4angguan hipokondriasis primer lebih sering terjadi pada orang&orang dengan golongan sosial lebih rendah (Puri et al., .;;9). P2*EFI0IE3E4I 'ari hasil alloanamnesis dengan ibu pasien dari ke%il pasiean adalah pribadi !ang tertutup dan pendiam menurut ibun!a juga pasien termasuk siswa !ang tertinggal dari segi akademik saat masih berada di sekolah dasar pasien juga sering diperlakukan kasar oleh saudara laki&lakin!a hal hal diatas mungkin !ang men!ebabkan pasien menjadi mudah stress. Pasien juga sering di bully oleh teman&temann!a jika hal ini dibiarkan mungkin bisa menjadi #aktor premorbid depresi pada pasien. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui hubungan antara stres dengan suatu pen!akit. 0tres !ang menstimulasi sistem sara# otonomik hubungan antara kondisi emosi spesi#ik dengan n!eri kepala. 0tres disebut sindrom adaptasi general !ang terdiri atas tiga #ase !aitu #ase alarm #ase pertahanan (terjadi proses adaptasi) dan #ase kelelahan. 0tres tersebut dapat berupa kondisi !ang men!enangkan maupun kondisi !ang tidak men!enangkan. *ubuh kita akan men%apai homeostasis jika kita mampu melakukan adaptasi dengan baik(Elatunji et al., .;;:). /espon neurotransmitter terhadap stres mengakti(asi sistem noradrenergik diotak tepatn!a dilo%us %eruleus men!ebabkan pelepasan katekolamin dari sistem sara# otonom. 0tres juga mengakti(asi sistem serotonergik di otak. 'emikian pula stres meningkatkan neurotransmisi dopaminergik pada jalur meso#rontal. /espon terhadap stres meningkatkan neurotransmisi dopaminergik pada jalur meso#rontal. /espon terhadap stres juga terjadi terhadap corticotropin-relasing factor (?/F) glutamat, dan 42B2 (Kaplan dan 0ado%k .;;8). 0eperti !ang telah kita pelajari sebelumn!a terdapat peran neurotransmiter serotonin pada gangguan mood. 0erotonin disintesis dari asam amino esensial tripto#an. Perubahan #ungsi serotonergik otak menunjukkan perubahan #ungsi tubuh dan prilaku seperti na#su makan menurun #ungsi seksual menurun dan sensiti(itas terhadap n!eri meningkat (-aramis dan -aramis .;;:). PENATALAKSANAAN terutama sistem simpatetik menimbulkan reaksi G#ight or #lightB pada binatang. Penelitian menjelaskan

PPK Blok Kesehatan Jiwa

19

Farmakologi ,. 2ntidepresan 00/I dapat digunakan untuk memperingan gejala !ang disebabkan oleh stres dan ke%emasan. FluoHetine 7;&9; mg)hari

6on Farmakologi ,. Psikoterapi + a. b. %. d. Pasien dibimbing untuk men%eritakan segala permasalahann!a apa !ang mengganggu pikirann!a. -embangkitkan keper%a!aan diri pasien bahwa dia akan sembuh (n!eri kepala dapat dikontrol) dan dapat mengatasi permasalahann!a. @dukasi tentang pentingn!a pemahaman terhadap sakitn!a. -endekatkan diri kepada 2llah 0>* untuk memohon jalan !ang terbaik agar didapatkan ketenangan dalam hidup. .. *erapi keluarga Keluarga pasien diin#ormasikan untuk memberikan dukungan terhadap pasien dan agar keluarga lebih memahami kondisi pasien. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A- Ke$ !+#%an ,. Berdasarkan autoanamnesis alloanamnesis dan bukti pemeriksaan !ang telah kami lakukan maka saudara 2> didiagnosis menderita hipokondriasis. =ipokondriasis dide#inisikan sebagai seseorang !ang berokupasi dengan ketakutan atau ke!akinan menderita pen!akit !ang serius. Pasien dengan hipokondriasis memiliki interpretasi !ang tidak realistik maupun akurat terhadap gejala atau sensasi #isik meskipun akurat terhadap gejala atau sensasi #isik meskipun tidak ditemukan pen!ebab medis. Preokupasi pasien menimbulkan penderitaan bagi dirin!a dan mengganggu kemampuann!a untuk ber#ungsi se%ara baik di bidang sosial interpersonal dan pekerjaan. .. 0tresor !ang dimiliki oleh saudara 2> adalah karena adan!a tekanan dari saudara laki&laki tepatn!a kakak kandung saudara 2> !ang terlalu keras terhadap pasien permasalahan akademik saat dibangku sekolah dasar dan perlakuan teman teman !ang kurang men!enangkan pada pasien hal itu men!ebabkan pasien merasa tertekan. B- Saran
PPK Blok Kesehatan Jiwa

20

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN A8&t& )%%B

PPK Blok Kesehatan Jiwa

21

F&r!at La+&ran PPK R#!a* Sa' t G*ra$ a0 R#!a* Sa' t S&er&(&

STATUS PSIKIATRI IIDENTITAS PASIEN 6ama + Bpk. * Jenis Kelamin + 3aki&laki Umur + 11 tahun 2gama + Islam Pendidikan + 0-K Pekerjaan + Buruh bangunan Bangsa)suku + Jawa 2lamat + Kulon Progo 6o. /+ ;.&$7&:. *anggal masuk rumah sakit+ $ 6o(ember .;,. ALLOANAMNESIS

II-

Kami tidak melakukan alloanamnesis dikarenakan tidak ada keluarga maupun perawat !ang dapat memberi keterangan tentang pasien. Kami melakukan autoanamnesis dengan %ros%hek menggunakan rekam medis. II-1- Se9a9 D 9a4a 'e R#!a* Sa' t AKe%#*an Uta!aB Pasien mengaku sulit tidur. 'ari rekam medis diperoleh keluhan utaman!a pasien sering mengamuk dan berusaha men!akiti orang lain II-2- R 4a"at Per(a%anan Pen"a' t AR 4a"at Pen"a' t Se'arangB (-eliputi onset perubahan tingkah laku gejala !ang mun%ul sudah berapa kali diderita pengobatan !ang sudah diberikan dan sebagain!a) Keluhan sulit tidur telah dirasakan kurang lbih 7hari !ang lalu. 0ulit tidur !ang dimaksud oleh pasien adalah sering terbangun malam hari namun pasien masih bisa tidur kembali ketika terbangun itu. Pasien mengaku tiba&tiba saja bangun dan ketika bangun pasien merasa ada !ang berbisik&bisik tapi pasien mengaku tidak mengetahui siapa !ang berbisik dan apa !ang dibisikan. Pasien han!a merasa sangat terganggu dengan bisikan&bisikan itu. Pasien juga mengaku karena sulit tidur maka badann!a terasa lelah dan pegal&pegal pada siang hari tapi pasien masih bisa bekerja. 0elama keluhan 7 hari itu pasien mengaku tidak meminum obat apapun. *api selama di rumah sakit pasien mengaku diberi obat !ang diminum . kali sehari dan setelah minum obat keluhan sudah hilang dan sudah tidak mendengar bisikan&bisikan lagi. Pasien juga ber%erita sebelum masuk rumah sakit istri pasien mengalami keguguran pada saat usia kandungan .bulan padahal mereka sudah sangat menginginkan momongan. 0elain itu pasien juga ber%erita bahwa pasien ingin membangun dapur untuk rumahn!a bahkan pasien dengan istrin!a telah membuat ,..;;; biji batu bata untuk membangun dapur di rumahn!a tapi belum sempat dibakar dan tidak ada bia!a untuk membangun. Pasien juga mengaku tidak merasa minder tidak ada masalah dengan tetangga maupun rekan kerja serta saudara&saudaran!a. =an!a saja dulu waktu masih jaman sekolah pasien dituntut oleh kedua orang tua untuk sekolah padahal pasien tidak ingin bersekolah dan sebelum menikah pasien lebih suka memendam masalahan !ang ada dari pada ber%erita kepada orang tua maupun saudara. *etapi pasien tidak mau ber%erita masalah apa !ang dimaksud oleh pasien. 0ebelumn!a di%eritakan oleh pasien bahwa perawatann!a di rumah sakit 4rasia ini sudah kali ke ". 0ebelum keluhan sulit tidur pasien dulu pernah merasa bahwa pikirann!a dapat diba%a oleh orang lain dan isi pikirann!a tersiar. Pasien juga mengaku bahwa rajin kontrol ke rumah sakit 4rasia sekitar .minggu&,bulan sekali dan juga pasien mengaku rajin minum obat selama keluar dari rumah sakit. Pada rekam medis ditemukan hal !ang sebalikn!a dari pern!ataan pasien. Pasien datang ke rumah sakit 4rasia karena tidak mau minum obat sering mengamuk dan men!akiti orang lain. Pasien memang kali ke " ini masuk ke rumah sakit 4rasia. 2wal masuk tahun .;;8

22

PPK Blok Kesehatan Jiwa

bahkan di tahu .;;8 pasien masuk rumah sakit hingga .kali. Kemudian masuk kembali pada tahun .;,, dan .;,.. II-<- Ana!ne$ $ S $te! AKe%#*an F $ ' )an Da!+a' ter*a)a+ F#ng$ Ke!an) r anB S&$ a% )an

Pasien mengaku sesak na#as. 'imana keluhan ini dirasa bersamaan dengan keluhan utama. *etapi pasien mengaku tidak ada keluhan pilek batuk maupun dada n!eri dan berdebar&debar. Pasien juga mengaku tidak demam pusing maupun n!eri kepala. =an!a mengeluh pegal&pegal diseluruh badan dan lelah. Keluhan sesak pegal dan lelah dirasa mengganggua akti#itas tapi selama keluhan pasien masih bisa bekerja seperti biasa. II-5- Gra8 ' Per(a%anan Pen"a' t 4ejala Klinis Mental Health Line/Time

Fungsi Peran II-<- Ha%/Ha% "ang Men)a*#%# Pen"a' t )an R 4a"at Pen"a' t Da*#%# II-<-1- Ha%/Ha% "ang Men)a*#%# Pen"a' t II-<-1-1- Fa't&r Organ ' *idak tergali.

II-<-1-2- Fa't&r P$ '&$&$ a% AStre$$&r P$ '&$&$ a%B II-<-1-<- Fa't&r Pre) $+&$ $ Istri keguguran padahal pasien menginginkan momongan II-<-1-5- Fa't&r Pre$ + ta$ *idak dapat membangun dapur !ang diinginkan II-<-2- R 4a"at Pen"a' t Da*#%# II-<-2-1- R 4a"at Pen"a' t Ser#+a Se9e%#!n"a P$ ' atr $ Pernah mengalami keluhan serupa tahun .;;8 dan .;,,. Ini sudah ke $ kalin!a pasien dirawat digrasia. Me) $ U!#! *idak ada riwa!at. Pengg#naan O9at/&9atan )an A%'&*&% Pasien pernah mengkonsumsi obat anti psikotika sebelumn!a. *etapi pasien mengaku bukan alkoholik tidak merokok dan tidak menggunakan obat&obatan terlarang. II-<-2-2- R 4a"at Sa' t Berat0O+na!e *idak ada riwa!at sakit berat II-5- R 4a"at Ke%#arga II-5-1- P&%a A$#* Ke%#arga

PPK Blok Kesehatan Jiwa

23

Erang tua pasien sebenarn!a orang !ang demokratis memberi kebebasan kepada anak&anakn!a tetapi untuk masalah pendidikan orang tua sangat memaksakan anakn!a untuk bersekolah. II-5-2- R 4a"at Pen"a' t Ke%#arga Keluarga tidak ada !ang mengalami keluhan serupa tidak ada !g sakit hipertensi '- maupun pen!akit turunan lainn!a. II-5-<- S %$ %a* Ke%#arga

II-3- R 4a"at Pr 9a) II-3-1- R 4a"at Ke%a* ran *idak tergali. II-3-2- Latar Be%a'ang Per'e!9angan Menta% *idak tergali. II-3-<- Per'e!9angan A4a% *idak tergali II-3-5- R 4a"at Pen) ) 'an Pasien mengaku tidak ada kendala selama menjalani pendidikan tidak pernah tinggal kelas. II-3-3- R 4a"at Pe'er(aan Pasien han!a pernah bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan /p 1$.;;;&/p 17.;;;)hari. =ubungan dengan rekan kerja juga baik&baik saja dan akur. II-3-;- R 4a"at Per'e!9angan Se'$#a% Pasien mengaku orientasi seksualn!a masih normal masih men!ukai lawan jenis. II-3-=- S 'a+ )an Keg atan M&ra% S+ r t#a% Pasien tidak pernah sholat $ waktu jarang sholat jumFat tapi selalu ikut sholat ied. II-3-?- R 4a"at Per'a4 nan Pasien menikah han!a ,kali sudah berjalan .tahun dan pasien sangat sa!ang terhadap istrin!a. II-3->- R 4a"at Ke* )#+an E!&$ &na% AR 4a"at Ke+r 9a) an Pre!&r9 )B

24

PPK Blok Kesehatan Jiwa

*idak tergali. II-3-10- H#9#ngan S&$ a% =ubungan sosial baik dengan tetangga akur dan mau bergotong ro!ong. II-3-11- Ke9 a$aan 0ehari&hari pasien kegiatann!a bekerja jika tidak da pekerjaan pasien lebih suka mendengarkan radio maupun membuat batu bata dengan istrin!a. II-3-12- Stat#$ S&$ a% E'&n&! 0tatus sosial ekonomi pasien bisa dikatakan kurang dilihat dari pengahasilan pasien dan pasien mengaku masih mendapat bantuan dari kelurahan maupun mertua. II-3-1<- R 4a"at K*#$#$ Pengalaman militer Urusan dengan polisi

At )a' a)aB At )a' a)aB

II-;- T ng'at Ke+er,a"aan A%%&ana!ne$ $ C'apat diper%a!a CKurang dapat diper%a!a C0angat diragukan kebenarann!a II-=- Ke$ !+#%an A%%&ana!ne$ $ Karena kami tidak melakukan alloanamnesis jadi kami tidak dapat men!impulkan. =an!a saja kami men!amakan hasil wawan%ara dengan hasil rekam medis pada pasien !ang sudah ada dirumah sakit. IIIPEMERIKSAAN FISIK III-1- STATUS PRAESENS III-1-1- Stat#$ Intern#$ Keadaan Umum Bentuk Badan Berat Badan *inggi Badan *anda Vital

+ ?ompos mentis + + 77 kg + ,$$ %m + *ekanan 'arah + ,,;)8; mm=g 6adi + :; kali)menit /espirasi + ,9 kali)menit 0uhu + tidak dilakukan Pemeriksaan #isik lainn!a tidak dilakukan karena pasien tidak kooperati# Kepala + tidak dilakukan 3eher *horaH + tidak dilakukan

+ tidak dilakukan 0istem Kardio(askuler + tidak dilakukan 0istem /espirasi + tidak dilakukan 2bdomen + 0istem 4astrointestinal + tidak dilakukan 0istem Urogenital + tidak dilakukan

@kstremitas + tidak dilakukan 0istem -uskuloskeletal + tidak dilakukan 0istem Integumentum + tidak dilakukan

PPK Blok Kesehatan Jiwa

25

Kelainan Khusus Kesan 0tatus Internus +

III-1-2- Stat#$ Ne#r&%&g $ Kepala dan 3eher + tidak dilakukan *anda -eningeal 6er(i Kranialis Kekuatan -otorik 0ensibilitas + tidak dilakukan + tidak dilakukan + tidak dilakukan + tidak dilakukan

Fungsi 0ara# Vegetati# + tidak dilakukan /e#leks Fisiologis /e#leks Patologis 4erakan 2bnormal + tidak dilakukan + tidak dilakukan + tidak ada

4angguan Keseimbangan dan Koordinasi 4erakan+ tidak ada Kesan 0tatus 6eurologis + baik

III-1-< Ha$ % Pe!er '$aan La9&rat&r #!0Pen#n(ang Pemeriksaan 'arah @K4 @@4 ?* 0%an Foto /ontgen dll. *idak dilakukan pemeriksaan penunjang Kesan Pemeriksaan 3aboratorium)Penunjang+

III-2- STATUS PSIKIATRI Tangga% Pe!er '$aan+ ,. no(ember .;,. III-2-1- Ke$an U!#!2 III-2-2- Ke$a)aran K#ant tat 8 K#a% tat 8 2 2 ?ompos mentis 2 Berubah

III-2-<- Or enta$ Orang0Wa't#0Te!+at0S t#a$ 2 Baik III-2-5- Pena!+ %an0Ra4at D r 2 Baik III-2-3- S 'a+ )an T ng'a* La'#2 'alam batas normal

26

PPK Blok Kesehatan Jiwa

III-2-;- R&!an M#'a AE'$+re$ M#'aB2 *idak ada kelainan III-2-=- A8e' 2 *idak 2da kelainan

III-2-?- Pr&$e$ P ' r III-2-?-1- Bent#' P ' r 2 realistik C/ealistik C2utistik C'ereistik CPikiran tak logis C4angguan #ikiran #ormal III-2-?-2- I$ P ' r 2 tidak ada kelainan C*ak ada kelainan CPhobi Ebsesi CIdea o# re#eren%e C>aham C'ikejar C'ian%am C?uriga CBerdosa C?emburu CKebesaran C0eksual C/endah 'iri C=ipokondri CBiCarre C0isip pikir C0iar pikir C'ikendalikan CPen!edotan pikiran C-agik mistik C3ainn!a sebutkan+ IIIIIIIIIIIII III-2-?-<- Pr&gre$ P ' r 2 K#a% tat 8 C*ak ada kelainan CPerse(erasi CVerbigerasi C@kholali C4anser sindrom C6eologisme CInkoherensi C0irkumstansial CFlight o# ideas CFlight into m!sti%ism CFlight into intele%tualisme C4agap CIrele(ansi C*angensial C3ainn!a sebutkan + IIIIIIIIIIIII K#a% tat 8 C*ak ada kelainan C3ogorrhoe C/emming CBlo%king C-utisme

PPK Blok Kesehatan Jiwa

27

III-2->- M&&) )an Intere$t 2 CDa%a! 9ata$ n&r!a% CDe+re$ CKehilangan minat C=idup tidak berguna C/endah diri C*idak mampu C*idak pun!a harapan masa depan C-erasa sedih putus asa murung C3ainn!a sebutkan+ IIIIIIIIIIIIII CKe,e!a$an C-erasa %emas dan khawatir C0ering berdebar&debar C-udah kaget CPerasaan mudah berubah C?emas menjadi gila C*akut mati C0ulit tidur C*idak bisa tidur n!en!ak C-impi buruk C3ingkungan berubah)asing C3ainn!a sebutkan+ IIIIIIIII CParan& ) C-erasa teran%am C?uriga pada orang di sekitarn!a CIr ta9 % ta$0Sen$ t 8 ta$ C-udah tersinggung C-erasa diperlakukan tidak adil CE#8&r a C0angat bahagia C'alam kenikmatan luar biasa III-2-10-H#9#ngan J 4a2 C0ukar C-udah III-2-11- Per*at an 2 C-udah ditarik mudah di%antum C-udah ditarik sukar di%antum C0ukar ditarik sukar di%antum III-2-12- Per$e+$ 2 CHa%#$ na$ C'engar CPandang CPenghidu CPeraba CPenge%ap C0eksual CI%#$ III-2-1<- Me!&r 2 CA!ne$ a C2nterograd C/etrograd C2nteroretrograd CH +&!ne$ a

28

PPK Blok Kesehatan Jiwa

CH +er!ne$ a CPara!ne$ a CKon#abulasi C'e ja (ue CJamais (ue C'e ja (a%ue III-2-15- Gangg#an Inte% gen$ Se$#a U!#r0Pen) ) 'an CT )a' a)a CA)a III-2-13- In$ g*t 2 CBa ' CB#r#' III-2-1;-Ge(a%a )an Tan)a La n "ang D )a+at'an2 III-<- Ha$ % Pe!er '$aan P$ '&%&g III-<-1- Ke+r 9a) an 2 III-<-2- ID2 III-<-<- La n/%a n2 III-5- Ha$ % Pe!er '$aan S&$ &%&g

IV- RANGKUMAN DATA 1ANG DIDAPATKAN PADA PENDERITA IV-1- Tan)a/Tan)a AS gnB ign adalah #akta ob!ekti# suatu pen!akit !ang diperoleh dari pemeriksaan dokter (=artanto et al., .;;9). *anda&tanda !ang terdapat pada *n. * antara lain + &kesadaran baik dan jernih &orientasi baik terhadap orang waktu tempat dan suasana. &penampilan dan perawatan diri %ukup baik. &sikap dan tingkah laku dalam batas normal. &ekspersi wajah dalam batas normal &a#ek tidak ada kelainan &pasien menjawab setiap apa !ang ditan!akan. IV-2- Ge(a%a AS !t&!B 4ejala (simtom) adalah #akta sub!ekti# tentang pen!akit atau keadaan !ang oleh pasien (=artanto et al., .;;9).

IV-<- K#!+#%an Ge(a%a AS n)r&!B 0indrom adalah kumpulan gejala atau tanda !ang terjadi se%ara bersama sama (=artanto et al., .;;9).

PPK Blok Kesehatan Jiwa

29

IV-

DIAGNOSIS BANDING F..;.1 skiCo#renia tak terin%i F..;." depresi Pas%a&0kiCo#renia

VI- PEMBAHASAN

VII- REN.ANA PEMERIKSAAN PENUNJANG VII-1- Pe!er '$aan P$ '&%&g Berdasarkan data&data !ang telah dikumpulkan hingga sekarang skiCo#renia adalah suatu pen!akit otak !ang mengganggu #ungsi normal dari ban!ak kemampuan kogniti#n!a. Pasien skiCo#renia biasan!a memberikan hasil buruk terhadap berbagai ma%am tes psikologis. a. *es 6europsikologi *ujuan tes ini adalah identi#ikasi kuanti#ikasi dan deskripsi perubahan kogniti# dan prilaku !ang disebabkan oleh dis#ungsi otak. Pemeriksaan neuropsikologis pada pasien skiCo#renik seringkali dapat memberikan data !ang berguna se%ara klinis. Pengukuran objekti# kinerja neuropsikologis seperti urutan =alstead&/eitan dan urutan 3uria& 6ebraska seringkali memberikan hasil !ang abnormal tetapi hasil tersebut dapat mengarahkan pendekatan praktis !ang diambil bagi pasien !ang memperhitungkan kelemahan kogniti#n!a. Pada umumn!a hasil tes adalah konsisten dengan dis#ungsi lobus #rontalis dan temporalis bilateral termasuk gangguan pada perhatian pengingat waktu dan kemampuan meme%ahkan masalah (Kaplan dan 0ado%k .;;8). b. *es Intelegensia *ujuan tes ini adalah untuk mengukur kesanggupan da!a pikir. Pasien skiCo#renik mempun!ai nilai tes integelensia !ang lebih rendah daripada pasien nonskiCo#renik. Intelegensia dapat terus memburuk dengan perkembangan pen!akit (kaplan dan sado%k .;;8). %. *es Kepribadian Kepribadian dapat die(aluasi dengan %ara obser(asi !aitu bagaimana indi(idu tersebut mengadakan hubungan antar manusia wawan%ara (dengan indi(idu itu sendiri dan)atau dengan orang orang !ang bergaul dengann!a) atau melalui da#tar pertan!aan (kuisioner) tes melengkapi kalimat atau tes pro!eksi. *es pro!eksi biasan!a adalah gambar (isual (sebagai stimulus) !ang tidak menentu dan indi(idu diminta untuk menjadikann!a sesuatu !ang tertentu. (-aramis dan -aramis .;;:) VII-2- Pe!er '$aan Pen#n(ang a. Pemeriksaan 3aboratorik Pemeriksaan ini ber#ungsi dalam menjelaskan dan mengkuanti#ikasi dis#ungsi neuro#isiologis memilih pengobatan dan memonitor reseptor klinis. 0ampai saat ini belum ada konsensus mengenai tes apa saja !ang digunakan sebagai pen!aring tetapi beberapa tes berikut patut untuk dipertimbangkan antara lain pemeriksaan darah lengkap elektrolit serum glukosa darah tes #ungsi hepar tes #ungsi ginjal tiroksin (*") tes urin untuk obat terlarang dan kalsium serum (-aramis dan -aramis .;;:).

30

PPK Blok Kesehatan Jiwa

b. ?* 0%an ?* s%an adalah pen%itraan diagnostik !ang paling sering digunakan dalam e(aluasi pasieng dengan gejala psikiatrik. Indikasi spesi#ik ?* s%an adalah + episode pertama psikosis diatas usia "; tahun episode pertama gangguan a#ekti# setelah usia $; tahun gerakan in(olunter abnormal katatonia persisten dan anoreHia ner(osa (-aramis dan -aramis .;;:). Pada kasus *n. * mungkin tidak perlu dilakukan ?* s%an karena episode pertama psikosis pasien pada usia dibawah usia "; tahun dan berdasarkan autoanamnesis pasien tidak terdapat riwa!at trauma kepala. %. @@4 @@4 mengukur akti(itas elektrik di permukaan otak dan bukanlah alat untuk memisahkan normal dan abnormaln!a. *api indikasi umum @@4 adalah pasien muda (terutama dibawah .$ tahun) dengan episode pertama psikosis dan pasien dengan riwa!at kemungkinan %idera otak atau gangguan neurologis misaln!a ke%elakaan tidak sadar in#eksi kejang (-aramis dan -aramis .;;:). VIII- DIAGNOSIS AKSIS I (4angguan jiwa kondisi !ang menjadi #okus perhatian) AKSIS II (4angguan kepribadian retardasi mental) AKSIS III (Kondisi medik umum) AKSIS IV (0tressor psikososial) AKSIS V (Fungsi sosial)

IE- REN.ANA TERAPI0PENATALAKSANAAN IE-1- Tera+ Organ&9 &%&g ' IE-1-1- P$ '&8ar!a'a ,. 2ntipsikosis 2dapun jenis jenis antipsikotik adalah + olanCapine risperidone Juetiapine %loCapine Ciprasidone haloperidol perphenaCine #luphenaCine aripipraCole paloperidone asenapine lurasidone loperidone. .. -ood stabiliCer + lithium di(alproeH %arbamaCephine dan lamotrigine. 1. 2ntidepresan + serotonergik (00/I) seperti #luoHetine sertraline paroHetin %italopram es%italopram kombinasi serotonin)adrenergik (06/I) seperti (enla#aHine deluHetine dan brupopion.

IE-1-2- Tera+ F $ ' /an%angan pengobatan untuk skiCo#renia harus ditujukan pada kemampuan dan kekurangan pasien. *ekhnik prilaku menggunakan latihan keterampilan sosial untuk meningkatkan

PPK Blok Kesehatan Jiwa

31

kemampuan sosial kemampuan memenuhi diri sendiri latihan praktis dan komunikasi interpersonal. *erapi bisa berupa latihan kerja sesuai dengan kemampuan pasien seperti wirausaha atau membuat batu bata untuk dijual. IE-2- P$ '&e)#'at 80P$ '&tera+ ,. -embimbing pasien untuk dapat men%eritakan permasalahan !ang dihadapin!a serta kemungkinan #aktor pen%etus sehingga dokter dapat membantu meme%ahkan masalah pasien dan membantu pasien mengantisipasi #aktor pen%etusn!a. .. 0enantiasa mengontrol pasien dalam mengkonsumsi obat. 1. -emberi semangat pasien dengan memberi ke!akinan bahwa ia dapat sembuh dari pen!akitn!a. ". Pasien dilatih untuk kembali berke%impung di lingkungan sosial tempat pasien tinggal dan bekerja. IE-<- Tera+ S&$ &'#%t#ra% IE-<-1- Tera+ Re*a9 % tat 8 *erapi berorientasi <keluarga Berbagai terapi berorientasi&keluarga berguna dalam pengobatan skiCo#renia karena pasien skiCo#renia sering dipulangkan dalam keadaan remisi parsial dimana keluarga merupakan terapi intensi# (setiap hari). Pada terapi ini keluarga diharapkan mampu menghindari kon#lik !ang nantin!a akan menjadi #aktor predisposisi terjadin!a skiCo#renia. *erapi Kelompok *erapi kelompok untuk pasien skiCo#renia biasan!a memusatkan pada ren%ana masalah dan hubungan dalam kehidupan n!ata. *erapi kelompok ini e#ekti# dalam menurunkan isolasi so%ial meningkatkan rasa persatuan dan meningkatkan tes realitas bagi pasien dengan skiCo#renia. Psikoterapi Indi(idual Penelitian !ang paling penting tentang e#ek psikoterapi indi(idual dalam pengobatan skiCo#renia bahwa terapi ini membatu dan menambah e#ek positi# dari terapi #armakologis.

IE-<-2- Tera+ S+ r t#a% -engajak pasien untuk senantiasa berdoa memohon kesembuhan kepada 2llah 0>*. 0elalu meningatkan pasien untuk beribadah dengan benar dan mengikuti kajian&kajian keagamaan untuk membantu menenangkan kejiwaan pasien. IE-<-<- E)#'a$ )an M&) 8 'a$ Ke%#arga Perlu kesabaran dari pihak keluarga dengan keadaan pasien mampu mendorong membujuk dan memoti(asi pasien untuk rajin mengkonsumsi obat dan me!akinkan pasien untuk kesembuhann!a. Keluarga juga harus memahami keadaan pasien dan membantu pasien berinteraksi kembali dengan lingkungan tempat tinggal dan tempat kerjan!a.

E- PROGNOSIS

32

PPK Blok Kesehatan Jiwa

E-1- Fa't&r Pre!&r9 ) /iwa!at Pen!akit Keluarga + C2da C*idak ada Pola 2suh Keluarga+ C'emokratis CE(er Protekti# C3iberal Kepribadian Premorbid+ CIntro(ert C@kstro(ert 0tressor Psikososial+ C2da C*idak ada 0osial @konomi+ C*inggi C-enengah CBawah 0tatus Perkawinan+ C-enikah C*idak menikah E-2- Fa't&r M&r9 ) Usia Enset+ C2nak C/emaja C'ewasa Jenis Pen!akit+ CPsikotik C6on Psikotik Perjalanan Pen!akit+ C2kut CKronik Kelainan Erganik+ C2da C*idak ada /egresi+ C2da C*idak ada /espon *erapi+ CBagus CJelek E-<- Ke$ !+#%an Pr&gn&$ $ CBa ' CD#9 a a) 9&na! CD#9 a a) !a%a! CJe%e' EIREN.ANA FOLLOW UP ,. -emonitoring keadaan umim pasien dan !ital sign. .. -embantu pasien untuk mengatasi #aktor pen%etus. 1. -engawasi tingkah laku pasien dari kemungkinan mengamuk bahkan per%obaan membunur. ". -enjaga pasien untuk tetap mengkonsumsi obat agar lekas sembuh. $. -enjaga pola makan pasien. PEMBAHASAN Penggunaan obat antipsikotik sangat membantu pemulihan gejala !ang dirasakan pasien. Keadaan seperti halusinasi dan sindrom psikotik dapat diatasi dengan baik. *etapi perlu diperhatikan bahwa obat anti psikotik tertentu memiliki e#ek samping !ang %ukup serius seperti %loCapine !ang dapat menimbulkan agranulositosis. Jadi pasien dengan %loCapine perlu kontrol kadar darah total setiap minggu. 2lasan mengapa %loCapine masih digunakan sebab sangat membantu pasien dengan resistensi obat anti psikotik lainn!a. 0aat akan menghentikan konsumsi obat anti psikotik tersebut harus sesuai dengan saran dokter dan dihentikan se%ara perlahan (/a! et al., .;;:). 2ntiosikotik adalah obat !ang sering kali disebut neuroleptik. Prinsip prinsip pemakaian antipsikotik pada skiCo#renia harus mengikuti lima prinsip utama+ a. Klinisi harus se%ara %ermat menentukan gejala sasaran!ang akan diobati. b. 0uatu anti psikotik !ang telah bekerja dengan baik dimasa lalu pada pasien harus digunakan lagi. Jika tidak ada in#ormasi tersebut pemilihan antipsikotik biasan!a didasarkan pada si#at dan e#ek samping. %. 3ama minimal penggunaan antipsikotik adalah "& 7 minggu pada dosis !ang adekuat. d. Pada umumn!a penggunaan lebih dari satu medikasi anti psikotik pada satu waktu jarang diindikasikan. e. Pasien harus di pertahankan pada dosis !ang e#ekti# !ang serendah mungkin !ang diperlukan untuk men%apai pengendalian gejala selama episode priodik. (-aramis dan -aramis .;;:) -ood stabiliCer dan antidepresan dianjurkan disertakan dalam proses terapi sebab kasus skiCo#renia biasan!a disertai dengan gangguan mood. *erapi suporti# dari keluarga dan lingkungan sekitar pasien juga menjadi bagian dalam proses terapi dimana pasien dilatih untuk kembali berinteraksi C*ua

EII-

PPK Blok Kesehatan Jiwa

33

dengan lingkungan dan menjalani kehidupan sehari hari dengan normal. 'ukungan keper%a!aan serta perhatian dari keluarga dan kerabat dekat juga berimbas sangat (ital dalam progres keberhasilan terapi psikologis pasien. Keluarga senantiasa memperhatikan tingkah tingkah laku pasien selama terapi psikologis dan membujuk pasien untuk rajin minum obat (@dwards dan 0toppler .;,,). Pengguanaan obat antipsikotik tipikal maupun atipikal dapat meningkatkan resiko terkena sudden cardiac death. /esiko meningkat se%ara signi#ikan seiring dengan peningkatan jumlah dosis. 2ntipsikotik tipikal dapat memblok repolarisasi potasium)kalium dan memperpanjan inter(al K* sehingga men!ebabkan takiaritmia (entrikuler. /esiko !ang sama besar juga terjadi pada penggunaan antipsikotik atipikal. (/a! et al., .;;:). 0ebuah penelitian a%ak terkendali membuktikan bahwa terapi !oga dapat memperbaiki kualitas hidup dan mengurangi gejala positi# maupun negati( pada pasien skiCo#renia dirumah sakit dibandingkan kelompok kontrol !ang tidak menerapkan terapi !oga. *erapi !oga dilakukan selama 9 minggu berupa gerakan gerakan !oga latihan perna#asan dan relaksasi (Vis%legia dan 3ewis .;,,).

F&r!at La+&ran J&#rna% Rea) ng

J#)#% T#% $an Pen#% $ Na!a (#rna%6 7&%#!e6 n&!&r )an ta*#n ter9 t

2 -------------------------------2 -------------------------------2 --------------------------------

Topik Judul dan abstrak

No Keterangan 1 1. Indicate the studys material (ex plant) and subject (human or animal) 2. Provide in the abstract an informative and balanced summary of what was done and what was found 1. enjelas!an subye! penelitian 2. emberi!an rin"!asan yan" informatif dan seimban" atas apa yan" dila!u!an dan apa yan" ditemu!an (hasil) dalam abstra! 2 $xplain the scientific bac!"round and rationale for the investi"ation bein" reported enjelas!an latar bela!an" yan" ilmiah dan rasional men"apa penelitian perlu dila!u!an 'tate specific objectives( includin" any prespecified hypotheses enentu!an tujuan spesifi!( termasu! hipotesis yan" diaju!an. +learly defined how the material were collected and prepared enjelas!an ba"aimana data

Ditemukan di halaman berapa, jelaskan

Introduksi #atarbela!an"

%ujuan

&

Bahan dan Cara )ahan

34

PPK Blok Kesehatan Jiwa

Participant 'ubye! penelitian Intervensi

, /

di!umpul!an dan disiap!an. $li"ibility criteria for participant subject .riteria subye! penelitian Precise details of the intervention intended for each "roup and how and when they were actually administered enjelas!an intervensi yan" dila!u!an pada tiap !elompo! perla!uan den"an detail. %ermasu! ba"aimana dan !apan intervensi diberi!an.

Outcome

+learly defined primary and secondary outcome measures and( when applicable( any methods used to enhance the 1uality of measurements (e.g.( multiple
observations( trainin" of assessors). enjelas!an pen"u!uran outcome( bai! utama maupun se!under( 'ubject number used in the study 3umlah subye! penelitian.

)esar sampel etode statisti!

2 4

'tatistical methods used to compare "roups for primary outcome(s) and other outcome
etode statisti! yan" di"una!an untu! membandin"!an hasil !elompo! satu den"an yan" !elompo!

Hasil 5lur penelitian

16

7efinin" the periods of study and follow8up


enjelas!an wa!tu penelitian dan follow-up

Outcome dan estimasi

11

9or each primary and secondary outcome( a summary of results for each "roup .
:ntu! tiap outcome utama dan se!under( rin"!asan atas hasil ba"i tiap !elompo!.

Diskusi Interpretasi

12

Interpretation of the results( ta!in"


into account study hypotheses( sources of potential bias or imprecision and the dan"ers associated with multiplicity of analyses and outcomes. Interpretasi hasil( memperhitun"!an hipotesis penelitian( sumber bias atau !etida!tepatan dan bahaya yan" berhubun"an den"an !era"aman analisis dan outcome.

Generalizabilit

1&

;enerali<ability (external validity) of the trial findin"s.


5pa!ah hasil penelitian dapat di"eneralisasi!an di masyara!at.

=verall evidence

1*

;eneral interpretation of the results in the context of current evidence.


Interpretasi umum terhadap hasil dalam

PPK Blok Kesehatan Jiwa

35

!onte!s bu!ti ter!ini.

36

PPK Blok Kesehatan Jiwa