Anda di halaman 1dari 8

1.

PENDAHULUAN Fenomena pembangunan ekonomi di Indonesia sejak awal menjadi perhatian para ahli (ekonomi) terutama pada rancangan protektif yang diusulkan oleh para penganut-penganut atau pemikir-pemikir ekonomi. Bahwa hal tersebut pada dasarnya bertujuan untuk mencapai kejayaan ekonomi bangsa dan negara Indonesia. Pandangan kenyataan tersebut sampai saat ini pembangunan Indonesia masih tetap menjadi bahasan utama dalam ilmu ekonomi yang berbeda dari waktu ke waktu dalam pembaharuan dan peralatan analisis yang dipakai dalam era global saat ini perubahan fenomena pembangunan ekonomi makin bertambah banyak di dukung oleh para peneliti ekonomi dengan beberapa studi empiris. Undang Undang nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas adalah undang undang baru yang menggantikan undang undang perseroan

terbatas (PT) nomor 1 tahun 1995 yang dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan ekonomi di masyarakat. Dengan telah diundangkannya Undang Undang nomor 40 tahun 2007 diharapkan mampu membangkitkan dan member kontribusi tentang perekonomian nasional yang diselenggarakan berdasarkan demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi yang berkeadilan, berwawasan lingkungan, kemandirian serta menjaga keseimbangan kemajuan dan ekonomi sosial. Dalam undang undang ini telah diakomodasikan berbagai ketentuan mengenai perseroan, baik berupa penambahan ketentuan baru, perbaikan, penyempurnaan maupun mempertahankan ketentuan lama yang nilainya masih relevan guna memenuhi tuntutan masyarakat untuk memperoleh layanan yang tepat, undang undang ini juga mengatur tata cara : 1. Pengajuan permohonan dan pemberian pengesahan status badan hukum. 2. Pengajuan permohonan dan pemberian persetujuan perubahan anggaran dasar. 3. Penyampaian pemberitahuan dan penerima pemberitahuan perubahan anggaran dasar dan/atau pemberitahuan dan penerima pemberitahuan perubahan data lama yang dilakukan melalui jasa teknologi informasi system administrasi badan hukum secara elektronik di samping tetap dimungkinkan menggunakan system manual dalam keadaan tertentu. 1

Dalam undang undang ini pula bahwa kedudukan Perseroan Terbatas sebagai badan hukum, sehingga dapat dikatakan bahaw Perseroan Terbatas adalah merupakan subyek hukum undnag undang Perseroan Terbatas, juga diatur mengenai tanggung jawab sosial dan lingkungan yang bertujuan mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat bagi perseroan itu sendiri, komunitas setempat dan masyarakat pada umumnya. Ketentuan ini dimaksudkan utnuk mendukung terjalinnya hubungan Perseroan yang serasi, seimbang dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma dan budaya setempat, maka ditentukan bahwa Perseroan yang kegiatan usahanya di bidang da /atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Untuk melaksanakan kewajiban Perseroan tersebut, kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan harus dianggarkan da diperhitungkan kepatutan dan kewajaran. Kegiatan tersebut dimuat dalam laporan tahunan Perseroan. Dalam hal Perseroan tidak melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan maka Perseroan yang bersangkutan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2.

PERLINDUNGAN MODAL DAN KEKAYAAN PERSEROAN Bahwa perseroan terbatas yang kedudukannya sebagai institusi adalah merupakan badan hukum yang sekaligus sebagai subyek hukum yang mempunyai nilai nilai lebih dibandingkan dengan yang tidak berbadan hukum, bila ditinjau baik dari aspek ekonomi maupun aspek yuridisnya. Kedua aspek tersebut diharapkan dapat saling mengisi atau membutuhkan satu dengan yang lain sedangkan aspek hukumnya dapat memberikan rambu rambu atau petunjuk serta dapat mengatur agar keseimbangan kepentingan semua pihak dapat diterapkan dan dijalankan dengan sebaik-baiknya dalam rangka menjalankan kegiatan ekonomi khususnya dalam perlindungan modal dan perseroan terbatas.

Dalam rangka menjaga, melindungi menyebabkan bahwa dan memberikan kedudukan sebagai suatu organisasi ekonomi yang eksis dan bertanggung jawab yang baik secara internal undnag undang ini mempunyai perlindungan modal dan kekayaan perseroan sebagai berikut : a. Tentang syarat dan prosedur pendirian b. Tanggung jawab internal dan eksternal c. Organisasi d. Kepengurusan dan pertanggungjawaban e. Modal dan akibat-akibat yang timbul dengan operasionalnya f. Berakhirnya perseroan terbatas g. Campur tangan negara Perseroan dapat membeli kembali saham yang telah dikeluarkan dengan ketentuan : a. Pembelian kembali saham tersebut tidak menyebabkan kekayaan bersih Perseroan menjadi lebih kecil dari jumlah modal yang ditempatkan ditambah cadangan wajib yang telah disisihkan. b. Jumlah nilai nominal seluruh saham yang dibeli kembali oleh Perseroan dan gadai saham atau jaminan fidusia atas saham yang dipegang oleh Perseroan sendiri dan/atau Perseroan lain yang sahamnya secara langsung atau tidak langsung dimiliki oleh Perseroan, tidak melebihi 10 % (sepuluh persen) dari jumlah modal yang ditempatkan dalam Perseroan, kecuali diatur lain dalam peraturan perudang undangan di bidang pasar modal. Pembelian kembali saham, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang bertentangan dengan ayat (1) batal karena hukum. Direksi secara tanggung renteng bertanggung jawab atas kerugian yang diderita pemegang saham yang beritikad baik, yang timbul akibat pembelian kembali yang batal karena hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Saham yang dibeli kembali Perseroan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya boleh dikuasai Perseroan paling lama 3 (tiga) tahun.

Pembelian kembali saham sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (1) atau pengalihannya lebih lanjut hanya boleh dilakukan berdasarkan persetujuan RUPS, kecuali ditentukan lain dalam peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Keputusan RUPS yang memuat persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sah apabila dilakukan sesuai dengan ketentuan mengenai panggilan rapat, kuorum dan persetujuan jumlah suara untuk perubahan anggaran dasar sebagaimana diatur dalam Undang Undang ini dan/atau anggaran dasar. RUPS dapat menyerahkan kewenangan kepada Dewan Komisaris guna menyetujui pelaksanaan keputusan RUPS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun. Penyerahan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) setiap kali dapat diperpanjang untuk jangka waktu yang sama. Penyerahan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sewaktu waktu dapat ditarik kembali oleh RUPS. Saham yang dikuasai Perseroan karena pembelian kembali, peralihan karena hukum, hibah atau hibah wasiat, tidak dapat digunakan untuk mengeluarkan suara dalam RUPS dan tidak diperhitungkan dalam menentukan jumlah kuorum yang harus dicapai sesuai dengan ketentuan Undang Undang ini dan/atau anggaran dasar. Saham sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berhak mendapat pembagian dividen. Ketentuan ini bertujuan untuk tetap menciptakan hubungan Perseroan yang serasi, seimbang dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma dan budaya masyarakat setempat. Yang dimaksud dengan Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang sumber daya alam adalah Perseroan yang kegiatan usahanya mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam. Yang dimaksud dengan Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya berkaitan dengan sumber daya alam adalah Perseroan yang tidak mengelola dan tidak memanfaatkan sumber daya alam, tetapi kegiatan usahanya berdampak pada fungsi kemampuan sumber daya alam. 4

Yang dimasud dengan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan adalah dikenai segala bentuk sanksi yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang terkait. Dalam Undang Undang ini diatur mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang bertujuan mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat bagi Perseroan itu sendiri, komunitas setempat, dan masyarakat pada umumnya. Ketentuan ini dimaksudkan untuk mendukung terjalinnya hubungan Perseroan yang serasi, seimbang dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma dan budaya masyarakat setempat, maka ditentukan bahwa Perseroan yang kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tangung Jawab Sosial dan Lingkungan harus dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang dilaksanakan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran. Kegiatan tersebut dimuat dalam laporan tahunan Perseroan. Dalam hal Perseroan tidak melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan maka

Perseroan yang bersangkutan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Undang Undang ini mempertegas ketentuan mengenai pembubaran, likuiditas dan berakhirnya status badan hukum Perseroan dengan memperhatikan ketentuan dalam Undang-Undang tentang kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Dalam rangka pelaksanaan dan perkembangan Undang-Undang ini dibentuk tim ahli pemantauan hukum perseroan yang tugasnya memberikan masukan kepada Menteri berkenaan dengan Perseroan. Untuk menjamin kredibilitas tim ahli, keanggotaan tim ahli tersebut terdiri atas berbagai unsur baik pemerintah, pakar/akademisi, profesi dan dunia usaha. Dengan pengaturan aspek Perseroan, maka yang komprehensif Undang Undang yang melingkupi berbagai ini diharapkan memenuhi

kebutuhan hukum masyarakat serta lebih memberikan kepastian hukum, khususnya kepada dunia usaha.

Meskipun demikian terdapat juga adanya perbedaan antara kedua peraturan tersebut khusus yang menyangkut modal dan saham sebagai berikut: 1. Besarnya modal dasar paling sedikit sebesar Rp. 50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah) Pasal 25 ayat 1 KUHD tidak mengatur. 2. Modal yang ditempatkan paling sedikit 25% dari modal dasar harus ditempatkan dan disetor penuh dan dibuktikan secara sah (KUHD adalah 20% dan 50%). 3. Kepastian mengenai batas waktu penyetoran secara penuh, yaitu pada saat pengesahan PT dengan melampirkan bukti penyetoran yang sah. KUHD tidak mengatur batas waktu atas sisa saham yang belum ditempatkan, harus ditentukan dalam anggaran dasar. 4. Undang-undang mengatur klasifikasi saham dapat lebih dari satu. Hak suara pemegang saham dapat diatur dalam anggaran dasar. 5. Undang-undang PT mengatur bahwa PT dapat membeli kembali saham yang telah dikeluarkan dengan ketentuan : a. Dibayar dari laba bersih sepanjang tidak menyebabkan kekayaan bersih perseroan menjadi lebih kecil dari jumlah modal yang ditempatkan ditambah cadangan yang diwajibkan sesuai dengan ketentuan undangundang ini b. Jumlah nilai nominal seluruh saham yang dimiliki perseroan bersama dengan yang dimiliki oleh anak perusahaan dan gadai saham yang dipegang, tidak melebihi 10% dari jumlah modal yang ditempatkan 6. Undang-undang PT mengatur bahwa PT dilarang mengeluarkan saham untuk dimiliki sendiri. 7. Undang-undang PT mengatur adanya pecahan nilai nominal saham. Pemegang pecahan nilai nominal saham tidak diberikan hak suara perseorangan, kecuali pemegang pecahan nilai saham baik sendiri atau bersama pemegang pecahan nilai nominal saham lainnya yang sejenis memiliki nilai nominal sebesar 1 (satu) nominal saham dari klasifikasi tersebut. KUH Dagang tidak mengatur.

8. Perlindungan kepada pemegang Saham Minoritas : Undang-undang PT memberikan perlindungan kepada pemegang saham minoritas yang pengaturannya tersebar dalam beberapa pasal antara lain : a. Hak pemegang saham untuk mengajukan gugatan terhadap perseroan ke Pengadilan Negeri apabila pemegang saham dirugikan oleh tindakan perseroan. (Pasal 54 ayat 2) b. Hak pemegang saham untuk meminta kepada perseroan membeli sahamnya dengan harga yang wajar karena ia tidak menyetujui tindakan perseorangan yang merugikannya (Pasal 55 ayat 1) c. Hak pemegang saham untuk dapat mengajukan permohonan pemeriksaan kepada Pengadilan Negeri untuk memperoleh data karena adanya dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh perseroan, Direksi atau Komisaris (Pasal 110) d. Dalam hal penentuan korum untuk perubahan anggaran dasar, pembubaran, penggabungan, peleburan dan pengambilan korum rapat ditentukan berdasarkan suara terbanyak khusus 2/3 (dua pertiga) atau 3/4 (tiga perempat). (Pasal 75, 76 dan 105) e. Dalam hal perbuatan hukum penggabungan, peleburan dan pengambilan secara tegas ditentukan bahwa perbuatan tersebut harus memperhatikan kepentingan pemegang saham minoritas KUH Dagang tidak mengatur. 9. Saham Karyawan : Undang-undang PT mengatur kemungkinan pemilikan saham oleh karyawan dalam hal : a. Penambahan modal perseroan dan pemegang saham yang ada tidak mengambil bagian maka sebelum ditawarkan kepada orang lain perseroan menawarkan terlebih dahulu kepada karyawan. (Pasal 36 ayat 2) b. Pemegang saham yang akan menjual sahamnya kepada orang lain perseroan menawarkan dan menjual sahamnya kepada karyawan terlebih dahulu. (Pasal 51 ayat 2)

Pengaturan lebih lanjut mengenai saham karyawan akan diatur dalam Peraturan Pemerintah KUH Dagang tidak mengatur. 10. Tanggung Jawab Pemegang saham. Undang-undang PT selain tanggung jawab pemegang Saham yang terbatas sampai jumlah nilai saham yang telah diambilnya (Pasal 3 ayat 1) juga mengatur penerobosan atas tanggung jawab yang terbatas tersebut dengan alasan sebagaimana ditentukan dalam Pasal 3 ayat 2. KUH Dagang mengatur bahwa pemegang Saham tidak bertanggung jawab untuk lebih dari pada jumlah penuh saham-saham itu. 11. Pemindahan hak atas saham diatur baik untuk saham atas nama maupun saham atas tunjuk (Pasal 49) KUHD hanya mengatur pemindahan hak atas nama saja.