Anda di halaman 1dari 16

Management Limbah Cair Industri dan Sistem Penanganan Limbah

Kuliah Mikrobiologi Industri (BIO 4055) 2013


Prof. Dr. Endang S, Soetarto

pollution is now a serious problem because the development of the country in past years resulted in overuse and misuse of natural resources and more pollution. The more country has developed, the more natural resource has been depleted. Indonesia is one of the developing countries which are now facing this problem

waste is a kind of resource being placed in a wrong position

Proses Industri dibagi menjadi sejumlah tahapan:


ekstraksi dan pengadaan material dasar; prosesing bahan dasar atau produksi produk; pemanfaatan produk; Pembuangan (disposal) sisa produk.

Tujuan sustainable industrial process :

konsumsi energi rendah; konsumsi bahan dasar yang non-renewable rendah menyingkirkan limbah dari semua tahapan (reduce, re-use, recycle)

Teknologi Kunci
Limbah domesrik dan Industri memerlukan penanganan yang tepat untuk menjaga lingkungan dati polusi Penanganan limbah domestik mencakup tiga prinsip utama manajemen limbah:
Reduksi limbah yang membahayakan, Pemakaian limbah senbagai bahan dasar, Keseluruhan reduksi quantitas limbah.

Kata kunci: 1) Limbah domestik campuran dihancurkan dengan alat penghancur JH -L400 dan kemudian difermentasikan oleh bakteri aerobik 2) Waktu fermentasi cukup pendek dan kualitas produk fermentasi baik.

Mikroorganisme memiliki peran penting di dalam penanganan limbah karena:


Tertama, salah satu sasaran penanganan limbah adalah memusnahkan semua mikrobia patogenik yang terdapat di dalam limbah. Kedua, aktivitas mikrobia digunakan utk mengoksidasi bahan organik yang terkandung di dalam limbah menjadi gas karbon dioksida atau kemudian menjadi gas metana

Penanganan limbah industri


Tiga tahap proses Penanganan limbah: 1. Penanganan Primer: proses fisik yang dilakukan untuk menghilangkan partikel bahan dengan penyaringan atau dibiarkan mengendap di dasar kolam. 2. Penanganan Sekunder: memanfaatkan mikroorganisme utk mereduksi aras kandungan bajan organik;
Jumlah bahan organik residu dikuantifikasi sebagai

3. Penanganan Tertier: meliputi proses utk menghilangkan nutrien anorganik, seperti fosfat dan nitrat, dari limbah. Hampir sebagian besar fasilitas penanganan limbah hanya menggunakan Penanganan primer dan sekunder

biochemical oxygen demand.

Penanganan Sekunder limbah meliputi proses aerobik atau anaerobik.


Pada kondisi anaerobik, terjadi reaksi mikrobia menghidrolisis makromolekul menjadi monomer terlarut; kemudian difermentasikan menjadi asetat, H2, CO2. oleh bakteri Substrat tersebut dikonversikan menjadi gas metan oleh metanogen

Penanganan Sekunder Aerobik :

proses activated sludge. Gumpalan (flocs) mikrobia terbentuk yang mana bahan organik dioksidasi atau diadsorbsi. Gumpalan (flocs) mikrobia mengendap di dasar tanki, kemudian dimasukkan ke digestor lumpur anaerobik, bahan organik tersisa dikonversikan menjadi produk gas proses trickling filter

Activated sludge treatment

Anaerobik Treatment

Trickling Filters
Trickling filter: proses pertumbuhan terikat attached

growth process

mikroorganisme yang bertanggungjawab pada proses penanganan limbah menempel pada padatan atau materi inert padatan atau materi inert yang digunakan untuk menempel dan tumbuh adalah batu, pasir, kubus kayu, plastik atau materi sintetik lain.

Trickling Filters

Deskripsi Proses pada Trickling Filters


Limbah cair didistribusikan secara merata ke permukaan area yang berisi bahan padatan yang tidak terendam. Sirkulasi udara di antara padatan secara alami menyediakan oksigen untuk mikroorganisme tumbuh membentuk biofilm.
Selama proses, bhn organik yg terdapat dalam limbah dimetabolisasi oleh biomasa yang menempel pada medium. Masa biologi seperti lendir tumbuh tebal dipermukaan padatan sebagai akibat aliran limbah cair, bhn organik disintesis menjadi bahan sellular baru. Ketelan lapisan aerobik ini teebatas sampai kedalaman penetrasi olsigen..