Anda di halaman 1dari 10

KELOMPOK

Anggota : Anita H. Halik Aprilucia Dian M Donny Saputra Idalia De Jesus S Joe Giovany S Lasmini Rr. Rie Shinta Samuel Patriovan M (1331 4290) (1331 4292) (1331 4316) (1331 4336) (1331 4340) (1331 4342) (1331 4390) (1331 4392)

KEKERASAN TERHADAP TKW


Pengertian Hak dan Kewajian

Hak dan Kewajiban adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, tapi bisa dibedakan. Dalam realita kehidupan sering terjadi permasalahan karena hak dan kewajiban tidak berjalan seimbang. Hak adalah sesuatu yang harus didapatkan, sedangkan kewajiban adalah yang diwajibkan, yang harus dilaksanakan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1995).

Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia


Hak Warga Negara Indonesia 1. 2. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Berhak mendapatkan pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni dan budaya untuk meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. Setiap orang berhak memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan perlindungan, kepastian hukum yang adil, serta perlakuan yang sama di depan hukum

3.

4. 5.

Kewajiban Warga Negara Indonesia 1. 2. 3. Wajib menjunjung hukum dan pemerintah Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain Wajib tunduk pada pembatasan yang ditetapkan dengan undangundang untuk menjamin pengakuan, serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara

4.

Pengertian Tenaga Kerja Wanita (TKW)

Mobilitas angkatan kerja wanita keluar negeri di kenal dengan sebutan TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Pada waktu itu yang disebut TKI adalah laki-laki. Ketika muncul angkatan kerja wanita ke luar negeri, mereka disebut TKW, untuk mempertegas bahwa ada tenaga kerja wanita diantara TKI. Istilah ini menunjukkan bahwa ada pembedaan diantara keduanya. TKW identik dengan komoditi (misalnya, komoditi non-migas). Ironisnya, meski TKW dipandang kurang memiliki akses dalam penungkatan produksi, akan tetapi kenyataannya presentase remitan yang dikirim lebih besar dari TKI.

Hak dan Kewajiban Tenaga Kerja Indonesia

Hak Tenaga Kerja Indonesia 1. Bekerja di luar negeri; 2. Memperoleh informasi yang benar mengenai pasar kerja luar negeri dan prosedur penempatan TKI di luar negeri; 3. Memperoleh pelayanan dan perlakuan yang sama dalam penempatan di luar negeri; 4. Memperoleh kebebasan menganut agama dan keyakinannya serta kesempatan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan yang dianutnya; 5. Memperoleh upah sesuai dengan standar upah yang berlaku di negara tujuan; 6. Memperoleh hak, kesempatan, dan perlakuan yang sama yang diperoleh tenaga kerja asing lainnya sesuai dengan peraturan perundangundangan di negara tujuan; 7. Memperoleh naskah perjanjian kerja yang asli.

Kewajiban Tenaga Kerja Indonesia

1.
2. 3.

Menaati dan melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan perjanjian kerja; Membayar biaya pelayanan penempatan TKI di luar negeri sesuai dengan peraturan perundangundangan; dan Memberitahukan atau melaporkan kedatangan, keberadaan dan kepulangan TKI kepada Perwakilan Republik Indonesia di negara tujuan.

Dasar hukum :

UU No.39 tahun 2004 UU No.13 tahun 2003

Dengan disahkannya Undang-undang nomor 39 tahun 2004 tentang Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, maka semakin jelas dan nyata kewenangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengatur penempatan TKI. Dalam pasal 31 Undang-undang nomor 13 tahun 2003 dinyatakan bahwa Setiap tenaga kerja mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk memilih, mendapatkan, atau pindah pekerjaan dan memperoleh penghasilan yang layak di dalam atau di luar negeri. Kemudian dalam pasal 32 ayat (1) dan ayat (2) dijelaskan bahwa Penempatan tenaga kerja dilaksanakan berdasarkan asas terbuka, bebas, obyektif, serta adil, dan setara tanpa diskriminasi. Penempatan tenaga kerja diarahkan untuk menempatkan tenaga kerja pada jabatan yang tepat sesuai dengan keahlian, keterampilan, bakat, minat, dan kemampuan dengan memperhatikan harkat, martabat, hak asasi, dan perlindungan hukum.

Motif Tenaga Kerja Wanita (TKW) Bekerja ke Luar Negeri Semua orang pasti sepakat, alasan utama kebanyakan TKW bekerja ke luar negeri adalah faktor ekonomi. Kebanyakan mereka adalah orang miskin. Jasa tenaga kerja mereka tidak dapat disalurkan di dalam negeri karenanegaratidak menyediakan lapangan kerja yang cukup. Berarti , negara sebenarnya telah gagal merealisasikan kesejahteraan bagi warga negaranya. Perkembangan Kekerasan Terhadap Tenaga Kerja Wanita (TKW) Asal Indonesia di Luar Negeri Berbagai perubahan peraturan yang diterapkan oleh pemerintah di negaranegara Timur Tengah dan Asia masih belum cukup memberikan perlindungan mendasar untuk menanggulangi kekerasan yang dialami oleh tenaga kerja migran sektor domestik. Contoh kasus , Sumiati (23 thn) merantau ke Arab demi rial besar. Tapi , malah luka parah akibat kekerasan dari sang majikan yang dia dapat . Lain lagi dengan Ruwiyati dan Sutinah yang telah meregang nyawa di Negeri orang . Sementara,pemerintah kita tengah menikmati devisa yang berlimpah dari hasil pengiriman TKI ke luar Negeri. Namun, dilain pihak ini juga dilakukan pemerintah untuk menekan angka kemiskinan dalam rangka . Well,meningkatkan kesejahteraan bagi warga negaranya. Jadi, pemerintah tidak bisa disalahkan sepenuhnya .

Tanggung Jawab Negara

Negara, dalam hal ini pemerintah, serasa tidak berkewajiban memberikan jaminan atas hajat hidup rakyat. Rakyat harus berjuang sendiri memenuhi kebutuhan hidup nyaris tanpa peran negara. Bagi rakyat, negara hadir hanya ketika menarik pajak-pajak yang kini makin beragam.Semestinya , Negara harus bisa mensejahterakan rakyatnya dan memenuhi setiap hajat kehidupan rakyat,dan memberikan perlindungan yang lebih kepada para pahlawan devisa kita,,yakni para TKI.

Kesimpulan

1.

2.

Alasan utama kebanyakan TKW bekerja ke luar negeri adalah faktor ekonomi. Kebanyakan mereka adalah orang miskin. Jasa tenaga kerja mereka tidak dapat disalurkan di dalam negeri karena negara tidak menyediakan lapangan kerja yang cukup. Dengan bahasa lain, negara sebenarnya telah gagal merealisasikan kesejahteraan bagi warga negaranya. Dalam lima tahun belakangan ini, beberapa negara telah melakukan langkah nyata untuk memberikan perlindungan kepada pekerja rumah tangga. Namun pada umumnya perubahanperubahan tersebut masih berjalan lambat dan harus melalui perdebatan yang sulit.