Anda di halaman 1dari 9

BERITA ACARA PRESENTASI PORTOFOLIO

Pada hari ini tanggal 22 Februari 2013 telah dipresentasikan portofolio oleh: Nama Peserta : dr. Robby Effendy Thio

Dengan judul/topik : Hepatitis A Nama Pendamping : dr. Yulinda S. Siregar Nama Wahana No. 1 2 3 4 5 : Rumah Sakit DKT Bengkulu Nama Peserta Presentasi dr. Robby Effendy Thio dr. Fira Thiodorus dr. Marrietta S. Sadeli dr. Fransisca Stefanie dr. Lie Visin No. 1 2 3 4 5 Tanda Tangan

Berita acara ini ditulis dan disampaikan sesuai dengan yang sesunguhnya. Pendamping

dr. Yulinda S. Siregar

Borang Portofolio Nama Peserta: dr. Robby Effendy Thio Nama Wahana: Rumah Sakit DKT Bengkulu Topik: Hepatitis A Tanggal (kasus): 3 Februari 2013 Nama Pasien: An. E, 22 tahun Tanggal Presentasi: 22 Februari 2013

No. RM: Nama Pendamping: dr.Maryatul Aini

Tempat Presentasi: Rumah Sakit DKT Bengkulu Obyektif Presentasi: Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan Pustaka

Diagnostik Neonatus

Manajemen Bayi

Masalah Anak

Istimewa Remaja Dewasa Lansia Bumil

Deskripsi: Ny. E, 22 tahun, kedua mata berwarna kuning.

Tujuan: cara mendiagnosis dan membedakan hepatitis, gejala, dan pemeriksaan penunjangnya Bahan bahasan: Tinjauan Pustaka Riset Kasus Audit

Cara membahas: Data pasien:

Diskusi Nama: Ny. E

Presentasi dan diskusi

Email

Pos

Nomor Registrasi: Telp: Terdaftar sejak: Tahun 2009

Nama klinik: RS DKT Bengkulu Data utama untuk bahan diskusi:

Diagnosis/Gambaran Klinis: Diagnosis: : Hepatitis A Gambaran Klinis : Keluhan utama: kedua mata berwarna kuning. Seorang perempuan berusia 22 tahun, datang dengan keluhan kedua mata berwarna kuning yang dirasakan empat hari sebelum masuk rumah sakit. Semakin hari semakin bertambah kuning, keluhan ini hanya dirasakan di mata, kuning tidak sampai seluruh tubuh, dan pasien baru pertama kali mengalami hal ini. Sebelum pasien menyadari matanya berwarna kuning, kurang lebih sejak1 minggu yang lalu pasien demam, demam dirasakan tidak terlalu tinggi dan berlangsung secara terus menerus, pasien tidak menggigil ataupun mengigau. Pasien juga merasakan sakit kepala seperti ditusuk-tusuk. Pasien kemudian diberi makan obat warung. Setelah minum obat, demam turun sesaat, beberapa jam kemudian pasien demam kembali. Pasien juga merasakan mual-mual tetapi tidak muntah. Badan lemas dan sangat pegal di seluruh badan. Buang air kecil berwarna kecoklatan seperti air teh, namun tidak nyeri. Buang air besar normal, tidak berwarna putih seperti dempul. Nafsu makan menurun karena pasien selalu mual dan mau muntah setiap kali makan. Riwayat bepergian 2 minggu terakhir (-), riwayat kontak dengan penderita sakit kuning (-), riwayat transfusi (-), riwayat tatto atau mendapat suntikan (-), riwayat minum obat TBC (-), riwayat penurunan BB secara drastis (-), riwayat sering pusing, lemah, mata berkunang-kunang dan jantung berdebar-debar (-). 2. Riwayat Pengobatan: langsung berobat ke RS DKT Bengkulu 3. Riwayat kesehatan/Penyakit: tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya. 4. Riwayat keluarga: tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang serupa. 5. Riwayat pekerjaan: 6. Kondisi lingkungan sosial dan fisik: 7. Riwayat imunisasi (disesuaikan dengan pasien dan kasus): lengkap

8. Lain-lain: (diberi contoh : PEMERIKSAAN FISIK, PEMERIKSAAN LABORATORIUM dan TAMBAHAN YANG ADA, sesuai dengan FASILITAS WAHANA) PEMERIKSAAN FISIK Status generalis Keadaan umum : pasien terlihat sakit sedang Kesadaran : Compos mentis (E : 4, M : 6, V : 5 ; GCS = 15) Tanda-tanda Vital Tensi : 110/70 mmHg Respirasi : 20x/ menit Nadi : 100x/ menit, regular, equal, isi cukup Suhu : 38.5 derajat Celcius Kulit : pucat (-), sianosis (-), petechiae (-), ikterik (+) Kepala : Bentuk dan ukuran simetris kanan dan kiri Mata : Konjungtiva anemis -/-, sclera ikterik +/+ Mulut : frenulum linguae ikterik Telinga : kanan : dalam batas normal. Kiri : dalam batas normal Leher: retraksi -, tidak terdapat pembesaran kelenjar getah bening (KGB) Thorax : cor dan pulmo tidak ada kelainan Abdomen : Hepar teraba 3 cm bac, 2 cm bpx, konsistensi kenyal, tepi tajam, permukaan rata, nyeri tekan (+) regio hipokondrium dextra, lien tidak teraba membesar Eksteremitas : tidak ada kelainan Kulit : tidak ada kelainan

PEMERIKSAAN LABORATORIUM: Darah: Hb : 10,5 g/dL. Ht : 31,0 %. Leukosit : 7600/ul. Tc : 449.000/mm3 LED : 84/110 mm/jam

SGOT : 696 u/l. SGPT : 1140 u/l. Bil total : 12,97 gr/dl Bil direk : 11,31 gr/dl

Bil indirek : 1,66 gr/dl HbsAg (-) widal (-)

Daftar Pustaka: (diberi contoh, MEMAKAI SISTEM HARVARD,VANCOUVER, atau MEDIA ELEKTRONIK) 1. Sudoyo, A., dkk. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi III, Jilid IV. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta 2. Price SA dan Wilson LM. Hepatitis Virus. Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Patofisiologi. Edisi 4. Penerbit Buku Kedokteran Jakarta 3. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI. Hepatitis Virus dalam Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. Jilid 2. Edisi 4. FKUI. Jakarta. 1985. 521-527 Hasil Pembelajaran: 1. Mengetahui gejala dan pemeriksaan penunjangnya 2. Mengetahui penatalaksaan hepatitis A

3. Subyektif: Perempuan, umur 22 tahun, datang dengan keluhan mata kuning, buang air kecil berwarna seperti teh, berwarna kecoklatan, perut terasa mual sehingga nafsu makan pasien menurun, muntah (-), pusing (+) seperti ditusuk-tusuk, badan lemah dan pegal, yang menandakan gejala hepatitis viral. Karena dari anamnesis, bisa dilakukan penyingkiran diagnosa banding yang lain. 4. Objektif: Pada pemeriksaan fisik ditemukan kedua mataikterik, mulut frenulum linguae ikterik, Hepar teraba 3 cm bac, 2 cm bpx, konsistensi kenyal, tepi tajam, permukaan rata, nyeri tekan (+) regio hipokondrium dextra, lien tidak teraba membesar Pada laboratorium ditemukan Hb : 10,5 g/dL. SGOT : 696 u/l. Bil indirek : 1,66 gr/dl Ht : 31,0 %. SGPT : 1140 u/l. HbsAg (-) Leukosit : 7600/ul. Bil total : 12,97 gr/dl widal (-) Tc : 449.000/mm3 Bil direk : 11,31 gr/dl LED : 84/110 mm/jam 5. Assessment(penalaran klinis): Definisi Hepatitis viral akut adalah penyakit infeksi akut dengan gejala utama berhubungan erat virus hepatitis A, virus hepatitis B, virus hepatitis C, dan virus-virus lain Hepatitis Virus A Merupakan virus RNA kecil yang berdiameter 27 nm, virus ini dapat dideteksi di dalam feses pada akhir masa inkubasi dan fase praikterik. Sewaktu timbul ikterik, maka antibodi terhadap HAV telah dapat diukur dalam serum. Mula-mula kadar antibodi IgM anti HAV meningkat dengan tajam, sehingga memudahkan untuk mendiagnosis adanya infeksi HAV. Setelah masa akut, antibodi IgG anti HAV menjadi dominant dan bertahan untuk seterusnya. Keadaan ini mununjukan bahwa penderita pernah mengalami infeksi HAV di masa lampau, dan saat ini telah kebal. Sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. HAV terutama ditularkan melalui oral dengan menelan makanan yang sudah terkontaminasi. Masa inkubasi rata-rata adalah 28 hari, masa infektif tertinggi adalah pada minggu kedua segera sebelum timbulnya ikterus

Diagnosis : 1. keluhan kedua mata berwarna kuning 2. kurang lebih sejak1 minggu yang lalu pasien demam, demam dirasakan tidak terlalu tinggi dan berlangsung secara terus menerus Plan : Diagnosis : Hepatitis A Terapi non medikamentosa o Tidah baring. Pada periode akut dan keadaan lemah diharuskan cukup istirahat. o Diet. Jika pasien mual, tidak nafsu makan atau muntah-muntah, dapat diberikan makan dalam porsi kecil untuk mengurangi mual, atau sebaiknya diberikan infus. Jika sudah tidak mual lagi, diberikan makanan yang cukup kalori (30-35 kalori / kgBB) dengan protein (1 gr/kgBB). Pemberian lemak sebenaranya tidak perlu dibatasi. Dulu ada kecenderungan membatasi lemak karena disamakan dengan penyakit kandung empedu. Dapat diberikan diet hati II-III. o Isolasi penderita dengan mandi di kamar mandi tersendiri. Terapi Medikamentosa o Kortikosteroid tidak diberikan untuk mempercepat penurunan bilirubin darah dan tidak mempercepat kesembuhan karena perjalanan penyakit sama sekali tidak dipengaruhi. Kortikosteroid dapat digunakan pada kolestasis yang berkepanjangan, dimana transaminase serum sudah kembali normal tetapi bilirubin masih tinggi. Pada keadaan ini dapat diberikan prednison 3 x 10 mg selama 7 hari kemudian tapering off. o Hepatoprotektor o Vit K pada kasus dengan kecenderungan perdarahan Pencegahan o Jangan biasakan anak jajan sembarangan o Jangan biarkan anak menggunakan sikat gigi, sisir, handuk, atau gunting kuku, bersama-sama dengan orang lain (mencegah hepatitis B dan C) o Untuk mencegah virus hepatitis A, jagalah higiene dan sanitasi lingkungan sekitar anak dengan baik. o Bisa memungkan, berikanlah vaksinasi hepatitis A (setelah usia 2 tahun) dan B (sejak dini, segera setelah lahir)

o Selain itu, berhati-hatilah dalam memberikan obat untuk anak. Bacalah aturan pakai atau tanyakan pada dokter anak tentang potensi efek samping obat tersebut. o Vaksin HAV yang dilemahkan > 19 tahun : 2 dosis HAVRIX dengan interval 6-12 bulan Anak > 2 tahun : 3 dosis HAVRIX 0,1, dan 6-12 bulan atau 2 dosis 0, 6-12 bulan Pasien dapat dipulangkan bila ada kecenderungan kadar enzim dan bilirubin serta masa protrombin menjadi normal.