Anda di halaman 1dari 32

DRY SYRUP ERITROMISIN

KELOMPOK 1 FARMASI B 2011

KELOMPOK 1
Ivo Yolantina Lailis Naini Rezki Maulidya Laily Ami Dian Arisona Rachmannur K.J Santi Puji Rahayu Hernawati Novi Purwanti Nurfitratul Aqidah Aini Zakiyah (09040122) (201010410311088) (201010410311126) (201010410311129) (201020410312168) (201110410311078) (201110410311081) (201110410311099) (201110410311103) (201110410311107) (201110410311231)

ERITROMISIN
Eritromisin termasuk antibiotika golongan makrolid dan efektif baik untuk kuman gram positif maupun gram negatif. Antibiotika ini dihasilkan oleh Streptomyces erythreus dan digunakan untuk pengobatan akne. Kelarutan : Sukar larut dalam air, larut dalam etanol, dalam kloroform dan dalam eter. Stabilitas : Stabil dalam suasana asam, kurang stabil pada suhu kamar, tetapi cukup stabil pada suhu rendah.

Eritromisin Base Eritromisin Estolate Erythromycin Ethyl Carbonat Erythromycin Ethyl Succinate Erythromycin Glucopectate Erythromycin Lactobionate Erythromycin Stearat

Bahan obat terpilih : Erythromycin Stearat


Erythromycin stearate relatif stabil dalam asam lambung Bioavabilitas Erythromycin Stearate tidak dipengaruhi oleh adanya makanan dalam lambung
Syarat bahan aktif yang bisa dibuat dry sirup, antara lain: Bahan aktif yang tidak stabil dalam air dan jangka waktu yang lama tetapi stabil dalam waktu 14 hari

Bentuk sediaan terpilih : Dry syrup suspensi

Erythromycin stearat mempunyai kelarutan yang praktis tidak larut dalam air Erythromycin stearat tidak stabil di dalam air, sehingga dibuat dalam sediaan bentuk sirup kering.

Dry Syrup adalah preparat serbuk kering dimaksudkan di suspensikan dalam cairan yang pengocoknya dengan cairan pembawa (biasanya air murni) menghasilkan bentuk suspensi yang cocok untuk diberikan.

Karakteristik dry sirup : 1. Campuran serbuk hrs homogen 2. Rekonstitusi mudah dan cepat terdispersi dlm pembawa 3. Redispersi dan penuangan mudah 4. Aseptabel, bentuk, bau dan rasa

DOSIS
Dosis anak-anak 30 50 mg/ KgBB dalam dosis terbagi ( A to Z drug Fact) 30 50 mg/KgBB setiap 6 jam, dalam dosis terbagi Target terapi : anak anak usia 1-12 tahun

Usia

Bobot (Kg) Pria 8,1 9,6 11,4 13,0 14,4 15,8 18,9 20,9 22,0 23,9 26,9 29,1 Wanita 7,6 9,3 11,0 12,6 14,2 16,2 17,5 20,0 21,9 24,7 28,4 32,6

Bobot RataRata 7,85 9,45 11,20 12,80 14,30 16,00 18,20 20,45 21,95 24,30 27,65 30,85 235,5-392,5 283,5-472,5 336-560 384-640 429-715 480-800 546-910 613,5-1022,5 658,5-1097,5 729-1215 829,5-1382,5 925,5-1542,5 Dosis (mg)

Dosis RataRata (4X sehari) 314 383 448 512 572 640 728 818 878 972 1106 1234

Dosis Pemakaiaan (mg) ;1 X pakai 78,5 95,75 112 128 143,75 160 182 204,5 219,5 243 276,5 308,5

(Tahun) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Maka dosis yang diperlukan 1 6 tahun : 80 mg 160 mg 6 12 tahun : 160 mg 320 mg Dosis terbagi 4 4 kali sehari setiap 6 jam Lama pengobatan : 3 hari Volume sediaaan yang dibutuhkan : Anak usia 1 6 tahun : 80 mg 160 mg - 1 sendok takar
1 hari ml 3 hari : (1/2 1) x 4 = 2 4 sendok takar 10 ml 20
: (10 ml 20 ml) x 3 = 30 ml 60 ml

Anak usia 6 12 tahun : 160 mg 320 mg 1 2 sendok takar


1 hari : (1 2) x 4 = 4 8 sendok takar 20 ml 40 ml 3 hari : (20 ml 40 ml) x 3 = 60 ml 120 ml

Volume kemasan terkecil 60 ml Karena lebih efektif dan efisien berdasarkan perhitungan jumlah pemakaiaan obat selama 3 hari serta meminimalisir penyimpanan dalam jangka lama karena obat tidak stabil dalam penyimpanan

Spesifikasi Sediaan
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Jenis Bentuk sediaan Dosis Kadar bahan aktif pH sediaan viskositas Warna Bau Rasa Waktu rekonstitusi Volume sedimentasi Kemampuan redispersibility Ukuran partikel (setelah Rekonstitusi) Spesifikasi Sediaan yang diinginkan Suspensi Dry syrup (sediaan oral) 160mg /5ml (Erythromycin) 90% - 120% 7 0,5 2 2,5 dPas Orange Jeruk Manis 2 menit E mendekat 1 (farmasi fisika II, 1132) Mudah terdispersi 0,1 mm 100 mm

Bahan Tambahan
Suspending agent Sweetener Wetting agent Preservative Flavor Buffer Anticaplocking

Suspending agent
CMC Na Metilcellulose Acacia Na alginat Hydroxy propel cellulose colloidal silicon dioxide

PRESERVATIVE
Na benzoat Metil paraben (nipagin) Propilparaben (nipasol) Asam propionate

pemanis
Manitol Sorbitol Sukrosa Sacharin na dekstrosa

Wetting agent
SLS Polysorbate 80 ( tween 80) Propilenglikol

dapar
Sodium sitrat dihidrat Sodium fosfat Asam sitrat

Coloring agent
FD & C red Amaranth Sunset yellow Allura red Tartrazine

Rancangan Formula (60 ml)


NO 1 BAHAN Eritromisin stearat FUNGSI Bahan Aktif % RENTANG Formula 1 2,6641 g Formula 2 2,6641 g Formula 3 2,6641 g

2
3 4 5

CMC NA
Sukrosa Sakarin Na TWEEN 80 Sorbitol

Suspending Agent
Pemanis Pemanis Wetting Agent Anticaplocking Dapar Dapar

0,1 1 %
50 67 % 0,0750,6 % 0,1 -3 % 15-30%

0,1 %
28% 0,3 % 0,3 % 0,2106 g 0,1517 g

0,5%
10% 1% 5% 0,2106 g 0,1517 g

0,2%
60% 0,2% -

6 7

NaH2PO4 Na2HPO4

8
9

Na Benzoat
Orange Essence

Pengawet
Perasa Pewarna

0,02 -0,5 %

0,1 %
qs qs

0,1 %
qs qs

0,1 %
qs qs

10 Warna orange

Formula Terpilih
NO 1 2 3 4 BAHAN Eritromisin stearat CMC NA Sukrosa TWEEN 80 FUNGSI Bahan Aktif Suspending Agent Pemanis Wetting Agent 0,1 -3 % 0,1 1 %) 0,1 % 28% 0,3 % % RENTANG % PEMAKAIAN JUMLAH (360 ml) 15,9846 g 1,5 g 102 g 1,164 ml

5
6 7 8 9

NaH2PO4
Na2HPO4 Na Benzoat Sakarin Na Orange Essence

Dapar
Dapar Pengawet Pemanis Perasa Pewarna Membuart 0,02 -0,5 % 0,1 % 0,3%

1,2636 g
1,466 g 0,36 g 1,2 q.s q.s q.s

10 Warna orange 11 aquadest

mucilago

Cara Pembuatan
Na.Benzoat + Sukrosa + Sakarin Na + NaH2PO4 + Na2HPO4 Gerus ad homogen CMC Na + Aquades Mucilago

Tween 80

Campur ad homogen Eritromisin

Campur ad homogen Essence Orange

Campur ad homogen Ayak dengan ayakan no.12 keringkan dalam oven pada suhu 300C (30 menit)

Campur ad terbentuk massa granul

Desain Kemasan

Evaluasi Sediaan
1. Organoleptis 2. pH 3. Penetapan bobot jenis 4. Viskositas
5. Kecepatan alir Uji kecepatan alir dilakukan untuk mengetahui kecepatan aliran granul. Uji kecepatan alir penting dilakukan terutama dalam skala industry, dimana untuk memudahkan pengisiaan granul kedalam kemasan botol.

6. Kandungan lengas (MC) Pengukuran Kandungan lengas (MC) adalah untuk menentukan kandungan air (kelembapan) pada sediaan. Hal ini berkaitan dengan stabilitas bahan kimia obat, adanya kontaminasi bakteri dan stabilitas penyimpanan. 7. Rekonstitusi 8. Pengukuran volume sedimentasi Volume sedimentasi berhubungan dengan kecepatan pengendapan, hal ini berkaitan dengan homogenitas sediaan.

9. Ukuran partikel Ukuran partikel erat hubungannya dengan luas permukaan partikel tersebut serta daya tekan keatas dari cairan suspensi itu. Semakin kecil partikel, luas permukaannya akan semakin besar dan suspense akan lama mengendap atau sebaliknya semakin besar partikel, luas permukaan akan semakin kecil dan menyebabkan suspensi akan cepat mengendap.

Hasil Evaluasi
1. Organoleptis Bau : Jeruk Rasa : Manis agak pahit Warna : Orange 2. pH : 6,74 3. Penetapan bobot jenis BJ air : 0,9903 g/ml BJ sediaan: 1.0969 g/ml 4. Viskositas : 0.5 dps Viskositas yang dinginkan : 2 2,5 dPas

5. Kecepatan alir = 8,71 g/detik Kesimpulan : mudah mengalir 6. Kandungan lengas (MC) Hasil pengukuran : 1.31% Persyaratan :<2% Kesimpulan : memenuhi peryaratan yang ditetapkan 7. Rekonstitusi :2 menit 8. Pengukuran volume sedimentasi Volume akhir endapan (Vu) : 26 cm3 Volume awal dari suspense (Vo) : 96 cm3
26 F = = = 0.2708 96

9. Penentuaan ukuran Partikel


Ukuran dalam mikroskop (mm) 0 0,1 > 0,1 0,2 > 0,2 0,3 > 0,3 0,4 > 0,4 0,5 > 0,5 0,6 > 0,6 0,7 Rata-rata (d) mm 0,05 0,15 0,25 0,35 0,45 0,55 0,65 Jumlah partikel (n) 96 44 37 13 8 1 1 200 Persen (% n) 48 22 18,5 6,5 4 0,5 0,5 nd 4,8 6,6 9,25 4,55 3,6 0,55 0,65 nd2 0,24 0,99 2,3125 1,5925 1,62 0,3025 0,4225 nd3 0,012 0,1485 0,5781 0,5574 0,729 0,1664 0,2746 nd4 6 x 10-4 0,0223 0,1445 0,1951 0,3281 0,0915 0,1785

Permasalahan
1. Viskositas rendah hal ini disebakan karena tidak menambahkan thickening agent. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penambahan thickening agent seperti propilenglikol, gliserin, polietilenglikol dan sirupus simplek. 2. Floating Endapan terapung pada permukaan. Hal ini mungkin disebabkan : Perbedaan berat jenis antara pelarut dan bahan obat Partikel padat hanya sebagiaan yang terbasahi Adanya adsorpsi gas pada permukaan zat padat.

1. Perbedaan Berat Jenis Perbedaan berat jenis dapat menyebabkan floatasi hal ini disebabkan karena berat jenis bahan obat lebih kecil dibandingankan dengan berat jenis cairan pembawa. Hal tersebut dapat diatasi dengan penambahan bahan-bahan yang memiliki berat jenis yang besar dibandingkan dengan berat jenis pelarut.

2. Kuranganya wetting agent Kuranganya wetting agent menyebabkan partikel padat tidak terbasahi secara merata Penyelsaiaan : Penambahan wetting agent, seperti seperti Tween 80, propilenglikol, Gliserin, polietilenglikol dan Sodium lauryl sulfat.
Bahan pembasah (wetting agent) berfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan, memperkecil sudut kontak. Wetting agent dapat membasahi bahan obat yang sukar larut dalam air sehingga dapat terdispersi lebih merata.