Anda di halaman 1dari 8

BERITA ACARA PRESENTASI PORTOFOLIO

Pada hari ini tanggal 30 Mei 2013 telah dipresentasikan portofolio oleh: Nama Peserta : dr. Robby Effendy Thio

Dengan judul/topik : Glomerulonefritis Akut Nama Pendamping : dr. Yulinda S. Siregar Nama Wahana No. 1 2 3 4 5 : Rumah Sakit DKT Bengkulu Nama Peserta Presentasi dr. Robby Effendy Thio dr. Fira Thiodorus dr. Marrietta S. Sadeli dr. Fransisca Stefanie dr. Lie Visin No. 1 2 3 4 5 Tanda Tangan

Berita acara ini ditulis dan disampaikan sesuai dengan yang sesunguhnya. Pendamping

dr. Yulinda S. Siregar

Borang Portofolio Nama Peserta: dr. Robby Effendy Thio Nama Wahana: Rumah Sakit DKT Bengkulu Topik: Glomerulonefritis Akut Tanggal (kasus): 6 Mei 2013 Nama Pasien: An. R, 4 tahun 8 bulan Tanggal Presentasi: 30 Mei 2013

No. RM: Nama Pendamping: dr.Yulinda S. Siregar

Tempat Presentasi: Rumah Sakit DKT Bengkulu Obyektif Presentasi: Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan Pustaka

Diagnostik Neonatus

Manajemen Bayi

Masalah Anak

Istimewa Remaja Dewasa Lansia Bumil

Deskripsi: An R, 4 tahun 8 bulan, buang air kecil (BAK) warna merah / berdarah.

Tujuan: penanganan dari Glomerulonefritis Akut Bahan bahasan: Tinjauan Pustaka Riset Kasus Audit

Cara membahas: Data pasien:

Diskusi Nama: An. M F

Presentasi dan diskusi

Email

Pos

Nomor Registrasi: Telp: Terdaftar sejak: Tahun 2012

Nama klinik: RS DKT Bengkulu Data utama untuk bahan diskusi:

Diagnosis/Gambaran Klinis: Diagnosis: : Glomerulonefritis Akut pasca Streptokok Gambaran Klinis : Keluhan utama: buang air kecil (BAK) berdarah. Sejak 3 hari yang lalu, pasien mengeluh BAK berdarah. BAK terlihat berwarna merah kecoklatan (orang tua pasien mebawa urine dalam botol plastik). Semenjak sakit jumlah dan frekuensi berkemih pasien berkurang tidak disertai nyeri BAK. Pasien juga mengeluh bengkak-bengkak pada kedua kelopak mata yang timbul secara tiba-tiba ketika bangun tidur, dan saat beraktivitas bengkak berkurang. Bengkak-bengkak yang dialami oleh pasien tidak didahului maupun disertai adanya sesak saat beraktivitas, maupun saat istirahat. Pasien demam kurang lebih sejak 3 hari lalu, demam tidak terlalu tinggi dan turun dengan obat penurun panas. Pasien tidak memiliki riwayat alergi terhadap cuaca, makanan, maupun obat-obatan. Sebelum bengkak muncul, pasien tidak mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Sekitar 3 minggu yang lalu, pasien mengalami sakit tenggorokan, berobat ke puskesmas tetapi obat tidak dihabiskan karena pasien tidak mau minum obat. 2. Riwayat Pengobatan: berobat ke puskesmas tetapi obat tidak habis diminum. 3. Riwayat kesehatan/Penyakit: tidak pernah sakit yang serupa. 4. Riwayat keluarga: tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang serupa. 5. Riwayat pekerjaan: 6. Kondisi lingkungan sosial dan fisik: 7. Riwayat imunisasi (disesuaikan dengan pasien dan kasus): BCG + , Polio + 3x, DPT + 3x, Hep B + 3x, Campak 1x

8. Lain-lain: (diberi contoh : PEMERIKSAAN FISIK, PEMERIKSAAN LABORATORIUM dan TAMBAHAN YANG ADA, sesuai dengan FASILITAS WAHANA) PEMERIKSAAN FISIK Status generalis Keadaan umum : pasien terlihat sakit sedang Kesadaran : Compos mentis (E : 4, M : 6, V : 5 ; GCS = 15) Tanda-tanda Vital Respirasi : 24x/ menit Nadi : 96x/ menit, regular, equal, isi cukup Suhu : 37.8 derajat Celcius Kulit : pucat (-), sianosis (-), petechiae (-) Kepala : Bentuk dan ukuran simetris kanan dan kiri Mata : Konjungtiva anemis -/-, sclera ikterik -/-, oedem palpebra +/+ Telinga : kanan : dalam batas normal. Kiri : dalam batas normal Leher: retraksi -, tidak terdapat pembesaran kelenjar getah bening (KGB) Thorax : cor dan pulmo tidak ada kelainan Abdomen : tidak ada kelainan Eksteremitas : tidak ada kelainan Kulit : tidak ada kelainan PEMERIKSAAN LABORATORIUM: Darah: Hb : 13,3 mg % Ht : 39 % Leukosit : 18.000 / mm3 Trombosit : 219.000 /mm3

Urine: Makroskopik : warna : keruh kecoklatan, BJ : 1,030, pH : 5, Protein ++, Reduksi (-), Bilirubin (-) Mikroskopik : Eritrosit + banyak, Leukosit > 100/ LPB, Epitel 6-8/ LPB

Daftar Pustaka: (diberi contoh, MEMAKAI SISTEM HARVARD,VANCOUVER, atau MEDIA ELEKTRONIK)

1. Kapita Selekta Kedokteran : Glomeruponefritis Akut, Edisi ke 2, Media Aesculpius FKUI, 1982, 601-602

2. Noer, Muhammad Syaifullah : Glomerulonefritis, Buku Ajar Nefrologi Anak, Jilid II, Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta 1996, 318- 326

Hasil Pembelajaran: 1. Glomerulonefritis Akut (Definisi, Klasifikasi, Gejala Klinis, Dasar Diagnosis, dan Pemeriksaan Penunjang) 2. Penatalaksanaan Glomerulonefritis Akut 3. Komplikasi Glomerulonefritis Akut

3. Subyektif: Anak laki-laki, umur 4 tahun 8 bulan, sejak 3 hari yang lalu, pasien mengeluh BAK berdarah. BAK terlihat berwarna merah kecoklatan (orang tua pasien mebawa urine dalam botol plastik). Semenjak sakit jumlah dan frekuensi berkemih pasien berkurang tidak disertai nyeri BAK. Pasien juga mengeluh bengkak-bengkak pada kedua kelopak mata yang timbul secara tiba-tiba ketika bangun tidur, dan saat beraktivitas bengkak berkurang. Bengkak-bengkak yang dialami oleh pasien tidak didahului maupun disertai adanya sesak saat beraktivitas, maupun saat istirahat. Pasien demam kurang lebih sejak 3 hari lalu, demam tidak terlalu tinggi dan turun dengan obat penurun panas. Pasien tidak memiliki riwayat alergi terhadap cuaca, makanan, maupun obat-obatan. Sebelum bengkak muncul, pasien tidak mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Sekitar 3 minggu yang lalu, pasien mengalami sakit tenggorokan, berobat ke puskesmas tetapi obat tidak dihabiskan karena pasien tidak mau minum obat. Riwayat Penyakit Dahulu : tidak pernah sakit yang serupa. Riwayat Penyakit Keluarga : tidak ada. Riwayat kebiasaan : 4. Objektif: Pada pemeriksaan fisik pada kedua mata ditemukan oedem palpebra. Pada laboratorium ditemukan leukositosis (18.000/mm3), urine makroskopis warna keruh kecoklatan dan protein ++, urine mikroskopis didapatkan eritrosit + banyak, leukosit > 100/LPB, Epitel 6-8/LPB 5. Assessment(penalaran klinis): Definisi : Glomerulonefritis merupakan suatu istilah yang dipakai untuk menjelaskan berbagai ragam penyakit ginjal yang mengalami proliferasi dan inflamasi glomerulus yang disebabkan oleh suatu mekanisme imunologis Etiologi : Streptococcus - hemolyticus grup A yang nefritogenik : saluran napas M1, 2, 4, 12, 18, 25 kulit M49, 55, 57, 60 Periode laten : (antara infeksi saluran nafas/ kulit dengan gambaran klinis kerusakan glomerolus) ISPA : 1-2 minggu Infeksi kulit (impetigo) : 8-21 hari

Diagnosis : 1. keluhan buang air kecil (BAK) berdarah dan mata bengkak yang berkurang setelah beraktivitas 2. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) 3 minggu lalu Komplikasi Plan : Diagnosis : Glomerulonefritis Akut pasca Streptokok Gagal ginjal akut Kongesti sirkulasi dan hipertensi Hiperkalemia Hiperfosfatemia Hipokalsemia Asidosis Kejang-kejang Uremia

Pengobatan : Pasien dirujuk ke rumah sakit umum daerah dikarenakan keterbatasan sarana prasarana. Edukasi : menjaga kebersihan kulit dan menghindari makan makanan yang kurang higienis. Konsultasi : Dijelaskan bahwa perlunya rujuk ke rumah sakit umum daerah untuk mendapatkan penanganan oleh dokter spesialis anak